Anda di halaman 1dari 7

RINGKASAN MATERI KULIAH

AKTIVA TAK BERWUJUD

KELOMPOK 3
AINUN ROVIKO

(1415351130)

AGIS FITRIYAH HALIFAH

(1415351145)

NI KETUT AYU GALIH SUKMA ADIPUTRI

(1415351147)

NI LUH PUTU SINTA RATNA DEWI

(1415351148)

MADE EMI WIASTRINI

(1415351204)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS UDAYANA
2014/2015
1

1.1 MASALAH AKTIVA TAK BERWUJUD

Karakteristik
Kurang memiliki eksistensi fisik, karena aktiva tak berwujud memperoleh nilai dari hak dan

keistimewaan atau privilege yang diberikan kepada perusahaan yang menggunakannya.


Bukan merupakan instrumen keuangan, yang berarti aktiva ini tidak memiliki substansi fisik
dan menghasilkan nilainya dari klain untuk menerima kas atau ekuivalen kas di masa
mendatang.

Penilaian
Aktiva Tak Berwujud yang Dibeli
Aktiva tak berwujud yang dibeli dari pihak lain dicatat pada biaya. Biaya ini termasuk
semua biaya akuisisi dan pengeluaran yang diperlukan untuk membuat aktiva tak berwujud
tersebut siap digunakan sebagaimana dimaksudkan, contoh : harga beli, biaya hukum, dan

beban incidental lainnya.


Aktiva Tak Berwujud yang Dibuat secara Internal
Biaya yang terjadi secara internal untuk menciptakan aktiva tak berwujud biasanya
dibebankan pada saat biaya itu dikeluarkan. Hanya biaya internal yang dikapitalisasi yang
merupakan biaya langsung yang dikeluarkan dalam memperoleh aktiva tak berwujud,
seperti biaya hukum.

Amortisasi Aktiva Tak Berwujud


Aktiva Tak Berwujud yang Mempunyai Umur Manfaat Terbatas
Alokasi biaya aktiva tak berwujud dengan cara yang sistematis disebut sebagai amortisasi
(amortization). Untuk aktiva tak berwujud yang memiliki batas umur manfaat, perusahaan
umumnya mengamortisasi aktiva tersebut dengan pembebanan sistematis selama umur
manfaatnya. Faktor-faktor untuk menentukan umur manfaat diantaranya :
1. Perkiraan penggunaan aktiva ini oleh perusahaan.
2. Perkiraan umur manfaat aktiva lainnya yang terkait dengan umur manfaat aktiva tak
berwujud tersebut.
3. Persyaratan hukum, undang-undang, atau kontrak yang akan membatasi umur
manfaat.
4. Persyaratan hukum, undang-undang, atau kontrak yang dapat memperbarui atau
memperpanjang umur hukum atau umur kontrak aktiva tersebut tanpa biaya besar.

5. Dampak dari keusangan, permintaan, persaingan, dan faktor-faktor ekonomi yang


lain. Contohnya termasuk stabilitas industry, kemajuan teknologi, kebijakan legislatif
yang berakibat pada ketidakpastian atau perubahan lingkungan peraturan, dan
perubahan pada jalur distribusi.
6. Tingkat beban pemeliharaan yang diperlukan untuk mendapatkan arus kas yang
diharapkan dari aktiva tersebut.

Aktiva Tak Berwujud yang tidak Terbatas


Apabila tidak ada faktor hukum, perundangan, kontrak, persaingan atau faktor-faktor

lainnya yang membatasi umur manfaat dari sebuah aktiva tersebut. Maksudnya, tidak ada batas
yang dapat diperkirakan dalam periode waktu dimana aktiva tersebut dapat memberikan arus
kas. Untuk aktiva yang tidak memiliki batas umur manfaat tidak diamortisasi.
1.2 JENIS-JENIS AKTIVA TAK BERWUJUD
Akuntansi untuk aktiva tak berwujud bergantung pada umur aktiva tak berwujud tersebut,
baik terbatas maupun tidak terbatas. Aktiva tak berwujud dikategorikan menjadi enam, yaitu :
1. Aktiva Tak Berwujud yang Terkait dengan Pemasaran.
Aktiva tak berwujud yang terkait dengan pemasaran, digunakan di dalam pemasaran atau
promosi produk atau jasa. Aktiva tak berwujud yang terkait dengan pemasaran adalah
merek dagang atau nama dagang. Merek atau nama dagang adalah simbol yang
membedakan atau mengidentifikasi suatu perusahaan atau produk tertentu dengan produk
lainnya.
2. Aktiva Tak Berwujud yang Terkait dengan Pelanggan
Aktiva tak berwujud yang terkait dengan pelanggan pada umumnya diperoleh dari
interaksi dengan pihak luar perusahaan. Contohnya adalah daftar pelanggan, catatan
pesanan atau catatan produksi, dan hubungan dengan pelanggan yang terikat kontrak
maupun yang tidak terikat kontrak.
3. Aktiva Tak Berwujud yang berhubungan dengan Seni
Contoh dari aktiva tak berwujud yang berhubungan dengan seni adalah hak kepemilikan
atas naskah drama, karya sastra, karya musik, gambar-gambar, foto, dan materi videodan
audiovisual. Hak cipta melindungi hak kepemilikan tersebut. Hak cipta adalah hak yang
diberikan pemerintah kepada para penulis, pelukis, pemusik, pematung, dan seniman lain
atas kreasi dan ekspresi mereka.
4. Aktiva Tak Berwujud yang Berhubungan dengan Kontrak
3

Aktiva tak berwujud yang terkait dengan kontrak adalah nilai dari hak yang timbul dari
perjanjian-perjanjian tertentu. Bentuk umum jenis aktiva tak berwujud tersebut adalah
waralaba atau franchise. Waralaba atau franchise adalah perjanjian kontraktual, di mana
pemilik waralaba memberikan hak kepada pemegang waralaba untuk menjual produk
atau jasa tertentu, untuk menggunakan merek dagang atau nama dagang tertentu, atau
melakukan fungsi-fungsi tertentu.
5. Aktiva Tak Berwujud yang Terkait dengan Teknologi
Aktiva tak berwujud yang ter kait dengan teknologi berhubungan
dengan

inovasi

atau

kemajuan

teknologi.

Sebuah

inovasi

atau

p e n g e m b a n g a n d a n p e n c i p t a a n t e k n o l o g i b a r u membutuhkan hak paten


untuk melindungi hak kekayaan intelektual seorang innovator.
6. Goodwill
g oodwill merupakan aktiva yang paling tidak berwujud dari aktiva tak
berwujud lainnyakarena goodwill hanya dapat diidentifikasi pada bisnis
secara keseluruhan. Satu-satunya agar goodwill itu dapat dijual adalah dengan
menjual bisnis secara keseluruhan.
1.3 PENURUNAN NILAI AKTIVA TAK BERWUJUD
a. Penurunan Nilai Aktiva Tak Berwujud dengan Masa Manfaat Terbatas
Property, pabrik, dan peralatan yang dimiliki dan digunakan oleh sebuah perusahaan akan
dianggap menurun nilainya apabila kejadian atau perubahan situasi menunjukan bahwa jumlah
tercatat atau nilai buku aktiva tidak dapat dipulihkan.
b. Penurunan Nilai Aktiva Tak Berwujud dengan Umur Tidak Terbatas Selain Goodwill
Aktiva tak berwujud dengan umur tak terbatas (selain goddwill) harus diuji penurunan
nilainya paling tidak setahun sekali. Pengujian ini membandingkan nilai wajar dari aktiva yang
tak berwujud dengan jumlah tercatatnya, maka penurunan nilainya diakui.
c. Penurunan Nilai goodwill
Aturan penurunan nilai untuk goodwill adalah proses dua tahap. Pertama,
perusahaan harus m e m b a n d i n g k a n n i l a i w a j a r u n i t y a n g d i l a p o r k a n t e r h a d a p
j u m l a h y a n g t e r c a t a t , t e r m a s u k goodwill. Jika nilai wajar unit yang dilaporkan
melebihi jumlah yang tercatat, maka penurunan nilai goodwill tidak dipertimbangkan.
Namun, jika nilai wajar lebih kecil daripada jumlah yangtercatat aktiva bersihnya, maka
4

perusahaan harus melakukan langkah kedua untuk menentukan penurunan nilai yang
mungkin terjadi. Pada tahap kedua ini, perusahaan menentapkan nilai wajar goodwill dan
membandingkannya dengan jumlah yang tercatat.
1.4 BIAYA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
Biaya penelitian dan pengembangan (R&D) (research and development cost) dengan
sendirinya bukan merupakan aktiva tak berwujud. Akan tetapi akuntansi untuk biaya penelitian
dan pengembangan seringkali menghasilkan pengembangan sesuatu yang dipatenkan atau diberi
hak cipta (seperti produk, prosesseperti produk baru, proses, ide, rumus, komposisi atau hasil
sastra).
Ada dua kesulitan yang timbul yang timbul dalam akuntansi untuk pengeluaran penelitian dan
pengembangan :
1. Mengidentifikasi biaya-biaya yang berhubungan dengan aktivitas, proyek atau pencapaian
tertentu.
2. Menentukan besarnya manfaat dimasa depan serta lamanya waktu manfaat tersebut dapat
direalisasi.
Karena ketidakpastian yang terakhir ini, maka praktek akuntansi dibidang ini telah
disederhanakan dengan mensyaratkan bahwa semua biaya penelitian dan pengembangan
harus dibebankan ke beban pada saat terjadinya.
A. Mengidentifikasi Aktivitas Penelitian dan Pengembangan
Perlu ditekankan bahwa aktivitas penelitian dan pengembangan tidak termasuk perubahan
rutin atau periodik atas produk yang ada, lini produksi, proses manufaktur dan operasi yang
sedang berlangsung lainnya walaupun hal-hal tersebut dapat dianggap sebagai pengembangan.
B. Akuntansi untuk Aktivitas Penelitian dan Pengembangan
Biaya yang berkaitan dengan aktivitas R&D dan perlakuan akuntansi terhadap biaya adalah
sebagai berikut :
1. Bahan, peralatan dan Fasilitas. Catat seluruh biaya sebagai beban kecuali jika pos-pos itu
memiliki kegunaan alternatif di masa depan.
2. Personil. Gaji, upah dan biaya lainnya yang berhubungan dengan peronil yang terlibat dalam
R&D harus dibebankan ketikan terjadi.
3. Aktiva tak berwujud yang dibeli. Catat keseluruhan biaya sebagai beban kemudian
kapitalisasi dan amortisasikan.
5

4. Jasa Kontrak. Biaya jasa yang dilakukan oleh pihak lain harus dibebankan ketika terjadi.
5. Biaya tak langsung. Biaya administrasi dan umum yang secara jelas harus berhubungan agar
dapat dimasukkan dan dicatat sebagai beban.
C. Biaya-Biaya Lain yang Serupa dengan Biaya R&D
1. Biaya Start-Up
Biaya ini dikeluarkan dalam satu kali akivitas untuk memulai operas baru. Biaya
start-up mencakup biaya organisasional.Biaya yang mungkin terkait dalam aktivitas startup ini adalah :
Biaya yang berhubungan dengan perjalanan, gaji karyawan dan biaya yang

berhubungan dengan studi kelayakan, akuntansi, pajak serta urusan pemerintah.


Pelatihan karyawan lokal yang berhubungan dengan produk, pemeliharaan, sistem

komputer, keuangan dan operasi.


Perekrutan, pengorganisasian, dan pelatihan yang berhubungan dengan penetapan
jaringan kerja distribusi.

Semua biaya ini merupakan biaya start-up dan harus dibebankan ketika dikeluarkan.
2. Kerugian Operasi Awal
Beberapa akuntan berpendapat bahwa kerugian operasi yang terjadi dalam memulai
suatu bisnis harus dikapitalisasikan, karena hal itu tidak dapat dihindari dan merupakn
biaya untuk memulai bisnis.
3. Biaya Iklan
Biaya-biaya yang berhubungan dengan pembuatan iklan dapat dibebankan dengan
berbagai cara, yaitu :
1. Ketika bintang iklan telah menyelesaikan tugasnya
2. Pertama kali iklan mulai ditayangkan
3. Selama estimasi masa manfaat iklan
4. Dengan suatu cara yang tepat kepada masing-masing dari tiga periode yang
diidentifikasikan diatas
5. Selama periode pendapatan yang diharapkan akan dihasilkan
4. Biaya Perangkat Lunak Komputer
FASB bermaksud agar akuisisi, pengembangan atau peningkatan nilai produk atau
proses oleh sebuah perusahaan untuk digunakan dalam aktivitas penjualan dan
administratif dikeluarkan dari definisi aktivitas penelitian dan pengembangan.
5. Pertanyaan Konseptual
Persyaratan bahwa semua biaya penelitian dan pengembangan yang terjadi secara
internal harus dibebankan dengan segera merupakan suatu pemecahan konservatif dan
praktis, yang memastikan konsistensi dalam praktek dan keseragaman diantara
6

perusahaan. Para pendukung pembebanan menyatakan bahwa jumlah biaya R&D yang
dibebankan ke beban setiap periode akuntansi kurang lebih akan sama, baik dicatat
sebagai beban atau dikapitalisasikan dan kemudian di amortiasi karena sifat berkelanjtan
dari kebanyakan aktivitas R&D perusahaan.
1.5 Penyajian Pos-Pos Tak Berwujud dan Pos-Pos Yang Berhubungan
1. Penyajian Aktiva Tak Berwujud
Pada aktiva tak berwujud berbeda dengan pelaporan properti, pabrik dan perlatan
dalam akun kontra yang biaanya tidak ditunjukkan untuk aktiva ta berwujud. Pada
neraca, perusahaan harus melaporkan semua aktiva tak berwujudnya selain goodwill
sebagai pos terpisah. Pada laporan laba-rugi, perusahaan harus menampikan beban
amortisasi dan kerugian penurunan nilai untuk aktiva tak berwujud selain goodwill
sebagai bagian dari operasi berjalan.Kerugian penurunan nilai goodwill harus
ditampilkan dalam pos terpisah dalam bagian operasi berjalan, kecuali jika penurunan
goodwill tersebut terkait dengan operasi yang sudah tidak lagi berjalan.
2. Penyajian Biaya Penelitian dan Pengembangan (R&D)
Praktek akuntansi yang dapat diterima menyatakan bahwa perusahaan harus
mengungkapkan dalam laporan keuangan mengenai total biaya R&D yang
dibebankan ke beban setiap periode dimana laporan laba-rugi disajikan.