Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN SURVEY

TEKNIK DAN MANAJEMEN PANTAI


TOPIK SURVEY : KERUSAKAN DAN PENANGGULANGANNYA
PANTAI GATEP

OLEH :
JULIANDI HASAN
(014.01.0080)

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS ISLAM AL-AZHAR MATARAM
2015/2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat
rahmat-Nyalah, saya dapat menyelesaikan laporan survey mengenai "Kerusakan Pantai dan
Penanggulangannya" tepat pada waktunya.
Tujuan pembuatan laporan ini adalah untuk memenuhi persyaratan wajib karena telah
mengikuti kuliah Teknik dan manajemen Pantai. Di samping itu, juga untuk mengetahui
sejauh mana kemampuan kami dalam menerapkan mata kuliah Teknik Pantai di dalam
kehidupan sehari-hari dan di dalam praktek yang nyata.
Saya menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini masih jauh dari sempurna.
Karena itu, saya mohon maaf apabila ada kesalahan atau kekurangan di dalam penyusunan
laporan ini. Saya pun sangat mengharapkan saran serta kritik yang membangun untuk
kesempurnaan laporan ini.
Akhir kata saya mengucapkan terima kasih kepada dosen mata kuliah Teknik Pantai,
serta pihak lain yang telah memberikan perhatian dan bimbingannya pada kami saat
penyusunan laporan, sehingga kami dapat melaksanakannya sesuai prosedur dan tata cara
kerja yang benar dan sesuai. Kami mengharapkan semoga laporan ini dapat memberikan
manfaat bagi kita semua, khususnya Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil UNIVERSITAS
ISLAM AL-AZHAR MATARAM.

Mataram 29 juni 2016

Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN

Kerusakan lingkungan akan semakin bertambah seiring dengan berjalannya waktu.Contoh


yang sering kita jumpai belakangan ini adalah masalah abrasi pantai. Masalah ini harus
segera diatasi karena dapat mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi makhluk hidup,
tidak terkecuali manusia. Abrasi pantai tidak hanya membuat garis-garis pantai menjadi
semakin menyempit, tapi bila dibiarkan begitu saja akibatnya bisa menjadi lebih berbahaya.
Seperti kita ketahui, pulau Lombok sangat terkenal dengan keindahan pantainya.
Setiap tahun banyak wisatawan dari mancanegara berdatangan ke Lombok untuk menikmati
panorama pantainya yang sangat indah. Apabila pantai sudah mengalami abrasi, maka tidak
akan ada lagi wisatawan yang datang untuk mengunjunginya. Hal ini tentunya sedikit banyak
akan mempengaruhi perekonomian karena secara otomatis devisa negara dari sektor
pariwisata akan mengalami penurunan. Demikian juga dengan pemukiman penduduk yang
berada di areal pantai tersebut. Banyak penduduk yang akan kehilangan tempat tinggalnya
akibat rumah mereka terkena dampak dari abrasi.
Dari uraian di atas, dapat diketahui bahwa dampak dari abrasi sangat berbahaya.
Untuk itu kami akan mencoba menjelaskan lebih lanjut mengenai apa itu abrasi, penyebab
abrasi, dan bagaimana solusi untuk menanggulanginya. Ruang lingkup yang akan kami
gunakan adalah Pantai Gatep yang terletak di kawasan selatan Gatep, Ampenan. saya harap
apa yang akan saya sampaikan ini dapat memberikan pengetahuan pada masyarakat
mengenai abrasi dan menambah rasa kepedulian masyarakat pada lingkungannya.

BAB II
ISI LAPORAN
2.1 Identifikasi Pantai Gatep, Ampenan

Gambar 2.1 Kondisi Pantai


Pantai ini diberi nama Pantai Gatep, karena sesuai tempatnya yaitu desa Gatep
yang berada di kawasan ampenan. Di pantai Gatep digunakan untuk nelayan untuk mencari
ikan di laut.
Di tepi pantai ini para petani padi biasa menanam padi karena tanahnya yang
subur walaupun berpasir. Sawah para petani yang dulu agak jauh dari pantai tetapi
kini sudah berdekatan dengan pantai karena disebabkan oleh abrasi pantai yang sangat
parah. Tak jarang pula saat air pasang dan ombak air laut yang besar dapat menerjang sawah
para petani disana sehingga air laut melimpah pada sawah petani disana.

Abrasi di Pantai Gatep terjadi karena faktor alam disebabkan oleh angin yang bertiup
di atas lautan yang menimbulkan gelombang dan arus laut sehingga mempunyai
kekuatan untuk mengikis daerah pantai. Gelombang yang tiba di pantai dapat menggetarkan
tanah atau batuan yang lama kelamaan akan terlepas dari daratan. Abrasi terjadi ketika angin
yang bergerak di laut menimbulkan gelombang dan arus menuju pantai. Arus dan angin
tersebut lama kelamaan menggerus pinggir pantai. Gelombang di sepanjang pantai
menggetarkan tanah seperti gempa kecil. Kekuatan gelombang terbesar terjadi pada
waktu terjadi badai sehingga dapat mempercepat terjadinya proses abrasi.
Selain faktor alam, abrasi juga disebabkan oleh faktor manusia, misalnya
penambangan pasir dan pengambilan batu hitam. Penambangan pasir sangat berperan banyak
terhadap abrasi pantai, baik di daerah tempat penambangan pasir maupun di daerah
sekitarnya karena terkurasnya pasir laut akan sangat berpengaruh terhadap kecepatan
dan arah arus laut yang menghantam pantai. Begitu pula dengan seringnya masyarakat yang
mengambil batu hitam di pantai yang dijadikan mata pencaharian warga setempat dapat
mengakibatkan saat ombak menerjang tidak ada yang menahan pasir pantai untuk terkikis
air laut.

2.2 Masalah yang terdapat di Pantai Gatep


Pantai Gatep merupakan salah satu pantai yang terkena abrasi yang parah sehingga
mengalami kemunduran garis pantai yang jauh dari garis pantai yang lama. Pantai
mundur merupakan akibat proses erosi pantai (abrasi) sehingga garis pantai menjadi mundur
jauh dari garis pantai lama. Garis pantai secara alami berubah dari waktu ke waktu
sejalan dengan perubahan alam seperti adanya aktivitas gelombang, angin, pasang surut
dan arus serta sedimentasi daerah delta sungai. Namun perubahan garis pantai dapat
meningkat dengan adanya gangguan ekosistim pantai seperti hutan bakau sebagai
penyangga pantai banyak dirubah fungsinya untuk dijadikan sebagai daerah pertambakan,
hunian, industri dan daerah reklamasi kemudian pembuatan tanggul dan kanal serta
bangunan-bangunan yang ada di sekitar pantai.
Erosi pantai adalah proses mundurnya garis pantai dari kedudukan garis pantai
semula. Hal ini disebabkan daya tahan material dilampaui oleh kekuatan yang
ditimbulkan oleh pengaruh arus dan gelombang, tidak adanya keseimbangan antara lain

suplai sedimen yang datang ke bagian pantai yang ditinjau dan kapasitas angkutan sedimen
di bagian pantai tersebut. Kondisi tersebut di atas perlu ditangani bersama antara instansiinstansi terkait guna mencegah erosi yang berkelanjutan dan jika mungkin
mengembalikan (merehabilitasi) fungsi pantai sebagai tempat nelayan dan petani menanam
padi.
Definisi Abrasi atau Pengertian Abrasi adalah proses pengikisan pantai oleh
kekuatan gelombang laut dan arus laut yang bersifat merusak. Ada yang mengatakan Abrasi
sebagai erosi pantai. Kerusakan garis pantai akibat abrasi ini dipengaruhi oleh gejala
alami dan tindakan manusia. Tindakan manusia yang mendorong terjadinya abrasi adalah
pengambilan batu dan pasir di pesisir pantai sebagai bahan bangunan. Selain itu penebangan
pohon-pohon pada hutan pantai atau hutan angrove memacu terjadinya abrasi pantai lebih
cepat.

Gambar 2.2 Masalah bagi para nelayan

Akhir-akhir ini sangat menyedihkan sekali melihat pantai Gatep Ampenan, dimana air
laut sudah mulai naik kedarat saat cuaca buruk sampai - sampai pedagang tidak bisa berjualan
lagi dipesisir pantai. Seperti terlihat pada gambar, jarak antara pedagang dengan bibir pantai
sudah sangat dekat, bahkan tidak jarang mereka harus berpindah tempat terus menerus
karena abrasi pantai yang makin parah. Dampak dari abrasi ini sangat terasa. Banyak
warung warga harus pindah untuk menghindari warung mereka ambruk dan terbawa
ombak. Jika dibiarkan secara terus menerus maka akan mengakibatkan Abrasi Pantai secara
berkesinambungan.

Gambar 2.3 Ombak pantai Gatep


Abrasi di Pantai Gatep adalah abrasi terdahsyat, tidak hanya di ampenan tetapi di
seluruh Indonesia. Seperti terlihat pada gambar diatas, ombak dengan ganasnya menyerbu
bibir pantai Desa Gatep. Ganasnya ombak seolah ingin menerkam seluruh pinggiran
pantai ampenan - senggigi. Kerasnya gelombang yang menghantam bibir pantai membuat
abrasi pantai Gatep, Ampenan kian mengkhawatirkan . Semenjak sepuluh tahun terakhir

sedikitnya sudah 50 m pinggiran Pantai Gatep. Abrasi di pantai ini yang terdasyat, tidak
hanya di tapi di seluruh Indonesia. Seminggu bisa sampai 1 meter bibir pantai terabrasi.
Keadaan Pantai Gatep diperparah lagi karena jarak antara pantai dan jalan raya
tidak begitu jauh. Jarak dari bibir pantai hingga jalan raya hanya sekitar 40 meter.
Abrasi ini membawa dampak yang sangat buruk bagi para petani. Tanah mereka hilang
digerus ombak pantai. Tanaman padi yang mereka tanam begitu tergenang air pantai
akan rusak. Hal ini membuat petani menjual tanah mereka karena tidak dapat
dipertahankan lagi.
Di Pantai Gatep dulu terdapat menara di tepi pantai, tetapi sekarang sudah rusak
parah karena terkena abrasi, yang merusak keindahan pantai. Seperti terlihat pada gambar
dibawah ini :

Gambar 2.4 Bangunan yang rusak akibat diterjang ombak


Puing puing bangunan ini sangat merusak pemandangan pantai yang terlihat
semakin kotor. Reruntuhan bangunan tersebut dibiarkan begitu saja tanpa dibersihkan
sehingga menambah rusaknya pemandangan pantai Gatep. Begitu besarnya ombak laut
yang dapat meruntuhkan bangunan yang dulu berdiri kokoh.
Hal ini semakin menguatkan rasa takut bagi para pedagang yang berjualan di sekitar
pantai jika melihat kondisi pantai Gatep sekarang ini.

Selain abrasi, masalah yang terjadi di daerah pesisir pantai adalah masalah
pencemaran lingkungan pantai.

Gambar 2.5 Pencemaran Lingkungan Pantai


Pencemaran yang terjadi di pesisir pantai merupakan sesuatu yang sangat
merugikan bagi manusia. Keindahan panorama pantai tidak sedap di pandang dan berbau
tidak sedap. Hal ini seharusnya membuat masyarakat dan pemerintah lebih mempedulikan
kebersihan dan keasrian pantai.
Rusaknya lingkungan pantai juga dapat merusak ekosistem yang ada disana. Biota
yang hidup di daerah pantai seperti terumbu karang dan ikan-ikan kecil akan mati bila
tingkat pencemarannya tinggi. Untuk itu diperlukan upaya dari pemerintah maupun
masyarakat untuk menjaga keindahan dan keasrian pantai.
Parahnya tingkat abrasi di pantai gatep disebabkan oleh naiknya permukaan air
laut diseluruh dunia karena mencairnya lapisan es di daerah kutub bumi. Mencairnya
lapisan es ini merupakan dampak dari pemanasan global yang terjadi belakangan ini.
Seperti yang kita ketahui, pemanasan global terjadi karena gas-gas CO2 yang berasal dari
asap pabrik maupun dari gas buangan kendaraan bermotor menghalangi keluarnya
gelombang panas dari matahari yang dipantulkan oleh bumi, sehingga panas tersebut akan
tetap terperangkap di dalam atmosfer bumi dan mengakibatkan suhu di permukaan
bumi meningkat. Suhu di kutub juga akan meningkat dan membuat es di kutub
mencair, air lelehan es itu mengakibatkan permukaan air di seluruh dunia akan mengalami

peningkatan

dan akan menggerus

daerah

yang

permukaannya

rendah.

Hal ini

menunjukkan bahwa terjadinya abrasi sangat erat kaitannya dengan pencemaran lingkungan.

2.4 Cara penanggulangan masalah abrasi di Pantai Gatep


Berbagai usaha telah dilakukan oleh pemerintah maupun masyarakat untuk
mengatasi masalah abrasi di Pantai Gatep dan pencemaran pantai ini. Untuk mengatasi
masalah abrasi ini pemerintah secara bertahap melakukan pembangunan alat pemecah
ombak di sekitar pantai yang terkena abrasi tersebut. Dalam mengatasi masalah abrasi ini,
tentu ada saja hambatan-hambatan dan juga kesulitan-kesulitan yang akan dihadapi,
misalnya dalam pembangunan alat pemecah ombak ini diperlukan biaya yang sangat mahal
dan juga wilayah tempat pembangunannya sangat luas, sehingga untuk membangun alat
ini di seluruh pantai yang terkena abrasi akan memerlukan waktu yang sangat lama
dan juga biaya yang sangat mahal.
Upaya penanaman tanaman bakau di pinggir pantai juga banyak hambatannya.
Tanaman bakau hanya dapat tumbuh pada tanah gambut yang berlumpur. Hal ini akan
menjadi sangat sulit karena sebagian besar pantai merupakan perairan yang dasarnya
tertutupi oleh pasir, seperti kita ketahui bahwa tanaman bakau tidak dapat tumbuh pada
daerah berpasir. Meskipun sangat sulit, tetapi usaha untuk mangatasi abrasi ini harus terus
dilakukan. Jika masalah abrasi ini tidak segera ditanggulangi, maka bukan tidak mungkin
dalam beberapa tahun ke depan luas pulau Lombok banyak yang akan berkurang. Agar upaya
ini dapat berjalan dengan lebih baik, maka peranan dari semua elemen masyarakat sangat
diperlukan. Pemerintah tidak akan dapat mengatasinya tanpa partisipasi dari masyarakat.
Apabila alat pemecah ombak berhasil dibangun dan hutan bakau atau hutan mangrove
berhasil ditanam, maka dampak abrasi tentu akan dapat dikurangi meskipun tidak sampai
100%.
Masalah pencemaran pantai juga harus diatasi dengan sangat serius karena dapat
merusak keindahan dan keasrian pantai. Untuk megatasi permasalahan ini kesadaran
masyarakat akan pentingnya lingkungan harus ditingkatkan. Selain itu peraturan untuk
tidak merusak lingkungan harus dibuat dan menindak dengan tegas bagi siapa pun yang
melanggarnya.

Gambar 2.6 Pencemaran lingkungan pantai Gatep


Sekarang ini, di beberapa pantai masih banyak ditemui sampah-sampah yang
berserakan. Seperti terlihat pada gambar diatas, sampah sampah masih banyak berserakan
di sekitar pantai Gatep. Begitu pula puing puing bangunan yang ambruk diterjang ombak
air laut pantai Gatep. Untuk menghindari pencemaran lingkungan pantai, warga biasanya
melakukan gotong royong membersihkan areal pantai Gatep agar tetap terlihat bersih dan
asri.
Upaya manusia dalam penanggulangan pantai yang rusak ada beberapa metode
disesuaikan dengan karakter dan sifat gelombang yang menerjang pantai, metode
penanggulangan abrasi pantai seperti pemecah gelombang sejajar garis pantai (detached
beakwater), struktur pemo-tong arus-sejajar-pantai tegak lurus garis pantai (groin), dan
pembangunan dinding laut (seawall) telah banyak diapli-kasikan dalam berbagai kasus
erosi pantai.

Gambar 2.7 Pemasangan peredam ombak di Pantai Gatep


Selama mampu memenuhi syarat-syarat stabilitas rencana, maka ketiga macam
struktur di atas terbukti cukup efektif menanggulangi abrasi. Namun demikian, ke-tiga
cara

yang tergolong

hard

engineering"

tersebut

memiliki

kelemahan

dari

segi

keindahan pandangan. Pantai akan kelihatan kaku dan kurang alami dan bahkan
mungkin

tampak

"kotor"

dengan adanya

struktur

tersebut. Sebuah

altematif

penanggulangan yang fungsional dan tidak mengandung kelemahan ketiga cara di atas
adalah penanggulangan/pen-cegahan terjadinya abrasi menggunakan Break Water mumi
berbentuk susunan ku-bus dengan ukuran tertentu berdasarkan survey peren-canaan yang
saling mengait satu dengan yang lainnya. Sedimen ini terjadi karena material bawaan
air laut yang telah diredam oleh breakwater mengendap tidak sempat kembali kelaut
bersama air laut.
Upaya untuk mengurangi kerasnya ombak air laut yang mengempas bibir Pantai
Gatep adalah dengan memasang alat peredam ombak sehingga ombak yang sampai pada bibir
pantai tidak terlalu keras. Ombak air laut yang besar ini juga akan menyebar

kesamping sehingga hempasan yang diterima bibir pantai tidak terlalu keras. Dengan kata
lain, ombak yang diterima bibir pantai tidak sekeras ombak yang terjadi sewaktu menuju
bibir pantai Gatep. Namun, tetap saja abrasi yang terjadi kian bertambah parah karena arus
laut pantai Gatep semakin besar pula. Upaya apapun akan tetap dilakukan baik dari
pemerintah setempat maupun dari masyarakat sendiri untuk tetap menjaga keasrian pantai
Gatep

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Abrasi dan pencemaran pantai merupakan masalah pelik yang dihadapi oleh
masyarakat. Dari penjelasan saya di atas saya dapat menyimpulkan beberapa hal.
Adapun beberapa kesimpulan yang dapat kami sampaikan adalah sebagai berikut :
1. Parahnya tingkat abrasi di Pantai Gatep lebih banyak disebabkan oleh faktor
perubahan arus pantai. Selain itu, abrasi juga diakibatkan oleh naiknya permukaan air
laut karenamencairnya lapisan es yang ada di daerah kutub bumi. Es tersebut
mencair akibatterjadinya pemanasan global.
2. Masalah abrasi maupun pencemaran lingkungan ini sangat sulit untuk diatasi
karena kurangnya kesadaran masyarakat akan lingkungannya. Masih banyak
orang yang membuang sampah pada sembarang tempat yang nantinya dapat
3.

mencemari lingkungan.
Dampak yang diakibatkan oleh abrasi di Pantai Gatep sangat besar. Garis pantai
akan semakin menyempit dan apabila tidak diatasi lama kelamaan daerah-daerah

yang permukaannya rendah akan tenggelam.


4. Dampak dari abrasi dapat dikurangi dengan membangun alat pemecah ombak dan
juga menanam pohon bakau di pinggir pantai. Alat pemecah ombak dapat
menahan laju ombak dan memecahkan gelombang air sehingga kekuatan ombak saat
mencapai bibir pantai akan berkurang. Demikian juga dengan pohon bakau yang
ditanam di pinggiran pantai. Akar-akarnya yang kokoh dapat menahan kekuatan
ombak agar tidak mengikis pantai.
Dari kesimpulan tersebut dapat kita lihat penyebab abrasi dan juga beberapa cara untuk
mengatasinya. Kita juga dapat mengetahui dampak yang dapat ditimbulkan apabila hal ini
tidak segera diatasi. Menurut kami permasalahan ini harus diselesaikan bukan hanya oleh
pemerintah, tapi juga memerlukan partisipasi dari masyarakat.

3.2 Saran
Selain kesimpulan tadi, kami juga memiliki beberapa saran yang akan saya sampaikan.
Adapun saran-saran yang akan kami sampaikan adalah sebagai berikut :
1. Masyarakat harus mengambil peran dalam mengatasi masalah abrasi dan
pencemaran pantai, karena usaha dari pemerintah saja tidak cukup berarti tanpa
2.

bantuan dari masyarakat.


Pemerintah harus memberikan hukuman yang tegas bagi setiap orang yang

merusak lingkungan.
3. Pembangunan alat pemecah ombak dan penanaman pohon bakau harus segera
4.

dilakukan agar abrasi yang terjadi di beberapa daerah tidak bertambah parah.
Bagi para pemilik pabrik maupun usaha apapun yang ada di sekitar pantai
agar tidak membuang limbah atau sampah ke laut. Mereka harus menyediakan
sarana kebersihan agar limbah atau sampah yang mereka hasilkan tidak mencemari
pantai.

Demikianlah saran-saran yang dapat kami sampaikan,semoga apa yang telah saya
sampaikan dapat menambah pengetahuan bagi masyarakat agar mau menjaga keasrian
dan kebersihan lingkungan. Semua orang harus ikut berperan serta dalam menanggulangi
masalah yang sangat berbahaya yang bernama ABRASI