Anda di halaman 1dari 9

BAB I TOLERANSI dan ETOS

KERJA

Iqlima Anggraeni
SMA ALFALAH KETINTANG SURABAYA
• Hukum ‘RA’ terdiri atas,
1. Tafkhim (tebal) : menghimpun ketebalan
suara di dalam mulut, sehingga mulut seakan
dipenuhi suara ra
2. Tarqiq (tipis) : tidak ada penghimpunan
suara di dalam mulut
3. Jawazul-wajhain (boleh dalam 2 bentuk):
berlaku jika ra sukun didahului oleh huruf
berharakat kasrah asli
• TOLERANSI: Suatu sikap toleran

Bersifat atau menegang pendirian


yang berbeda dengan diri sendiri
1) Al-Kafirun ayat 1-6
isi kandungan:
• Menegaskan sikap untuk tidak menyembah
sembahan kaum yang menantangnya
• Kaum musyrik tidak akan menyembah Tuhan
yang disembah nabi Muhammad SAW
• Dalam bermasyarakat “bagi kamu secara khusus
agama kamu, bagiku secara khusus agamaku”
2) Al-Baqarah ayat 256, tidak ada paksaan dalam
menganut agama Islam, sesungguhnya tlah jelas
perbedaan antara jalan yang benar dengan jalan
yang sesat
3) Yunus 40-41
3 golongan kaum musyrik: percaya pada Al-Qur’an
tapi menolak kebenaran karena keras kepala,
tidak memperayai Al-Qur’an secara lahir dan batin
karena hatinya terunci, mementang Al-Qur’an
karena ikut-ikutan.
Nabi Muhammad diperintahkan untuk
menyerukan ajakan kepada Allah. Jika
mendustakan mengatakan “bagiku pekerjaanku
dan bagimu pekerjaanmu”, yakni iarlah kita
berpisah secara baik-baik dan masing-masing akan
dinilai oleh Allah dan diberi balasan yang sesuai.
4) Al-Kahf ayat 29
Isi kandungan:
Kebenaran itu datang dari Allah dan harga
mati, manusia bebas memilih berimanakn
mendapatkan SURGA atau kafir mendapatkan
NERAKA, masin-masing pilihan membawa
konsekuensi.
• ETOS KERJA: sesuatu yang diyakini, cara
berbuat, sikap, serta persepsi terhadap nilai
kerja.
1) AL-Mujadilah ayat 11
Isi kandungan:
Memberikan tuntunan tentang cara menjalin
hubungan yang harmonis dalam majelis.
“Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah
akan mengangkat (derajat) orang-orang yang
beriman di antaramu dan orang-rang yang
diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha
Teliti apa yang kamu kerjakan
2) Al-Jumu’ah ayat 9-10
Isi kandungan:
Mengajak kaum beriman untuk menunaikan panggilan
ilahi. Orang Yahudi mengabaikan Sabtu yang ditetapkan
Allah untuk tidak mengail. Oleh itu, kaum muslimin harus
mengindahkan perintah Allah untu meninggalkan ativitas
untuk beberapa saat pada hari Jum’at. Setelah salat
selesai, dipersilahkan untuk bekeja dan berktivitas untuk
mencari karunia Allah. Jika tidak mau mengabaikan
perintah itu, mereka mengalami nasib seperti orang-orang
Yahudi.