Anda di halaman 1dari 4

Nama : Afri Dicky Yudhana

Nim : 106484001
Prodi : PENKESREK

PSIKOLOGI PERKEMBANGAN ANAK DAN


PEMUDA

BAB I

1. SEJARAH PSIKOLOGI PERKEMBANGAN

Sebenarnya pengetahuan tentang anak dan pemuda sudah lama


dikenal. Pada zama Romawi dan Yunani sudah ada para ahli yang
memperhatikan pendidikan anak dan pemuda, walaupun pada zaman itu
masih belum dipandang sebagai bentuk manusia yang tersendiri.
Selama berabad-abad, psikologi hanya merupakan hasil intropeksi dan
bagian dari filsafat. Pada abad ke-4 sebelum masehi, Plato mendirikan
sekolah filsafat yang bernama akademi. Plato berpendapat jiwa manusia
terbagi atas jiwa badaniah dan jiwa rohaniah.
Jika Plato mengatakan hanya manusia yang memiliki jiwa, Aristoteles
berpendapat bahwa semua makhluk hidup mempunyai jiwa termasuk
manusia, binatang, dan tumbuh-tumbuhan.
Pada zaman J.A Comenius (1592-1671), para pendidik sudah mulai
memperhatikan sifat-sifat khas yang dimiliki setiap anak. J.A Comenius
mengatakan bahwa anak tidak boleh dianggap sebagai orang dewasa
yang bertubuh kecil. J.A Comenius, menganjurkanagar pengajaran dapat
menarik perhatian anak.

2. PENGERTIAN DAN KEDUDUKAN PSIKOLOGI

Bila kita perhatikan, di dalam kehidupan sehari-hari kita sering


menyaksikan adanya orang yang tidak mau ketinggalan menonton
pertandingan sepakbola, adanya pelajar yang tekun memikirkan cara-cara
untuk memecahkan masalah mateatika, dll. Menonton, berpikir, marah-
marah, semuanya dinamakan perbuatan atau tingkah laku. Psikologi
berasal dari kata psyche dan logos ; masing-masing mempunyai arti
”jiwa” dan ”ilmu”. Psikologi adalah ilmu yang menyelidiki dan
membahas tentang perbuatan dan tingkah laku manusia.
Kelompok pengetahuan psikologi terdiri atas psikologi umum,
psikologi pendidikan, psikologi belajar, psikologi dalam, psikologi
perkembangan dan kesehatan mental. Psikologi masih dapat dibagi-bagi
lagi, misalnya, psikologi anak, psikologi remaja, psikologi dewasa.
Dalam usaha memahami psikologi perkembangan, ada baiknya kita
ketahui apa yang dimaksud dengan perkembangan. Dalam psikologi
perkembangan ini membahas tentang perkembangan rohani sejak
manusia lahir samapi ia menjadi dewasa. Dalam perjalanan hidupnya
menjadi dewasa, perkembangan rohani itu tidak lepas dari pengaruh
keturunan dan pengaruh dunia lingkungan empat seseorang hidup dan
dibesarkan.
3. PROSES PERKEMBANGAN

Prof. Arthur T. Jersild dalam bukunya, child psychology, 1962,


mengemukakan tentang masa mengandung dan masa kelahiran
a. Masa Mengandung
Pada masa ini, dimana proses perkembangan dimulai ketika sel
sperma bertemu dengan sel ovum, sejak masa itu, di dalam perut ibu,
sudah mengalami perkembangan mulai dari sel sperma menjadi
sesosok manusia utuh yang bernama bayi.
b. Masa Kelahiran
Bayi yang baru lahir merupakan makhluk kecil yang tidak
berdaya, dimana kelangsungan hidupnyaberada di tangan orang lain,
berupa kasih sayang dan pertolongan orang. Untuk kelangsunga hidup
itu alam membekali dua kepandaian yaitu insting mengisap dan
menangis. Dan pada masa ini, merupakan masa awal dari
perkembangan baik fisik ataupun psikologi.
Lester D. Crow dalam bukunya human development and
learning, 1956, mengemukakan adanya tiga proses dalam
perkembangan yaitu childhood, maturity, dan adulthood. Yang
dimaksud dengan childhood adalah masa-masa yang mencakup masa
kandungan, masakelahiran, masa bayi, masa kanak-kanak, dan masa
anak sekolah. Maturity adalah suatu proses perkembangan ketika
seseorang mengalami kematangan sebelum ia memasuki masa
kedewasaan. Pad masa inilah dimana seseorang di sebut remaja. Masa
yang paling rentan bagi kejiwaan remaja tersebut.
Adultthood adalah masa memasuki kedewasaan. Karena masa itu
mencakup waktu yang lama sekali maka dapat dibagi menjadi tiga,
yaitu masa awal kedewasaan, masa pertengahan kedewasaan, dan
masa akhir kedewasaan. Ketika manusia mencapai usia dua puluhan
tahun, kondisi tubuhnya pertumbuhan yang sempurna di mana otot-
otot berada pada puncak kekuatannya, demikian pula kekuatan otak
melebihi kepandaian dari orang yang lebih tua. Pada masa ini, semua
hal yang ada pada manusia itu, sudah mencapai hal yang sempurna,
daik perkembangan fisik mereka ataupun perkembangan psikis
mereka.