Anda di halaman 1dari 5

faktor penunjang dan penghambat membaca Surakarta, 20 Oktober 2010 Biodata Mahasiswa Nama : Budi Hastono NIM : A.

310 1000 95 Fak/Prog : FKIP / PBSID Smest/Kelas : I / B Email/Fb :budi_jihad@yahoo.co.id Tugas : Teori membaca/Mendeskripsikan Faktor Penunjang dan Pengambat Membaca Faktor Penunjang dan Penghambat Membaca Membaca merupakan salah satu ketrampilan yang dimiliki oleh manusia, dengan memb aca mampu membuka pintu dunia tidak lagi jendela dunia, membaca memiliki peranan yang sangat penting, karena membaca merupakan salah satu ciri manusia yang maju , semakin banyak manusia membaca maka semakin maju pula pola pikirnya. Namun ser ing kali kita hanya di ajari bagaimana membaca dengan baik, dengan cepat dan seb againya namun kita sangat jarang dan bahkan tidak pernah di ajari bagaimana keam puhan membaca. Dalam proses membaca terjadi proses internalisasi pikiran-pikiran orang lain men uju dan mempengaruhi pola pikir kita, maka dengan demikian membaca memiliki damp ak sesuatu bagi diri kita. Baik secara psikologis maupun secara pemikirnya dan p roses internalissi bacaan tersebut di pengaruhi oleh banyak faktor. Faktor-faktor tersebut terbagi dua, yaitu faktor penghambat membaca dan faktor p endukung membaca. Faktor penghambat ialah segala sesuatu yang menjadikan proses internalisi bacaan menuju pikiran kita terjadi hambatan. Sedangkan faktor penduk ung adalah faktor-faktor yang menajdikan proses internalisasi bacaan terjadi sec ara lancar. Tentunya faktor penghambat dan pendukung tersebut sangat di pengaruh i oleh kemampuan membaca seorang anak, semakin bagus kemampuan membaca anak, mak a dapat dikatan ia mempunyai faktor pendukung lebih banyak, sedangkan anak yang memiliki kemampuan membaca kurang maka jelas anak memiliki faktor penghambat leb ih dominan di dalam dirinya. Faktor pendukung dan penghambat membaca sebenanrnya hanya berasal dari dua lingk ungan, yaitu intern pembaca dan ekstern pembaca. 1.Faktor Intern Segala sesuatu yang berasal dari dalam diri manusia yang menghambat dan mendukun g proses ketrampilan membaca, baik secara biologis maupun psikologis. 2.Faktor Ekstern Segala sesuatu yang berasal dari luar diri anak yang menghambat dan mendukung pr oses ketrampilan membaca anak, lebih mengacu dimana lingkungan ia hidup. Dukungan ke dua faktor tersebut memiliki korelasiyang sangat erat , karena kedua nya mampu mendukung proses ketrampilan membaca anak atau bahkan menghambat prose s ketrampilan membaca anak, maka perlu kita memperhatikan ke dua faktor ini untu k kita telaah dan kita berikan solusi dari ke dua faktor tersebut yang mampu men ghasilkan proses pendidikan ketrampilan membaca lebih baik. Dengan mengetahui fa ktor pendukung dan penghambat membaca baik intern maupun ekstern, menjadikan pro ses pendidikan ketrampilan membaca dapat berjalan lebih baik. Beberapa faktor penunjang dan penghambat membaca. A. Intern 1.Kompetensi Bahasa Kompetensi bahsa merupakan faktor awal yang menentukan kemapuan membaca seorang anak, kompetensi bahas ameruapan kemmpuan standar yang dimiliki bahasa dan anak harus menguasainya, saat anak tidaka memeiliki kompetensi bahasa maka akan sulit untuk mengembangkan proses ketrampilan membaca dari dirinya. 2.Minat Minat anak dalam membaca merupakan faktor intern ( dalam diri anak ) yang mampu mendasari anak untuk membaca, dengan sedikit minat dalam membaca jelas nantinya

kemampuan anak dalam membaca akan kurang, sedangkan anak yang memiliki minat yan g banyak untuk embaca amak nantinya kemapuna membaca anak akan jauh lebih baik d ari pada yang kurang memiliki minat dalam membaca, namun minat ini mampu dikemba ngkan dengan memberikan bacaan-bacaan yang menarik bagi anak. 3.Kemampuan Menetralkan titik kelelahan Membaca merupakan proses pengguanaan indra mata, yang nantinya akan di proses ol eh otak kita. Dengan demikian kemampuan indra yang terbatas seringkali menjadika n hambatan tersendiri. Dan kemampuan untuk enetralkan kelelahan teraut merupakan faktor dalam diri manusia/anak itu dan hanya ia yang mampu mengatasi permasalah an tersebut Contoh kasus saat kita membaca mata kita akan terasa berat, ada dua hal yang aka n terjadi , apakah anak anak lekas berhenti membaca atauka akan akan mencoba men cari cara untuk menetralkan titik kelelahan tersebut.dengan demikian kemampuan i ni sangat dipengaruhi oleh pengalaman anak dalam membaca. 4.Latar belakang kemapuan yang memadai Kemampuan dalam membaca merupakan tingkatan tersendiri, jika anak sudah memiliki latar belakang kemampuan membaca dengan baik, tentunya dengan sehat alat ucapny a, sehat alat pendengarannya, menjaadikan kemampuan membaca anak menjadi salah s atu faktor penunjang kemampuan membaca anak, semakin ia memiliki latar belakang yang baik dalam membaca maka pada tingkatan membaca selanjutnya akan terjadi kem udahan. 5.Konsentrasi Membaca merupakan perbaduan indara dan otak, mata melihat bentuk huruf dan kadan g mulut menyebutnya susunan lambang huruf tersubut, dan otak mencerna dari apa y ang dilihat dan di ucapkan, dengan demikian sangat dimungkinakan terjadi kehilan gan konsentrasi dalam proses membaca. Konsentrasi ini sangat di pengaruhi oleh i nternal anak itu sendiri dan juga di luar anak itu sendiri. Contoh Karena membaca maka terjadi kelelahan me mbaca baik merasa ngantuk atau y ang lainnya maka ia trlah kehinlangan daya konsentrasinya dalam membaca. Dengan demikian Konsentrasi atau kerja otak sangat di perlukan dalam proses ketrampilan membaca. Semakin tinggi daya konsentrasi anak maka informasi yang di dapat akan lebih banyak, serta anak lebih mampu memahami isi dari apa yang ia baca.Namun s ebaliknya jika tingkat konsentrasi anak berkurang maka ini akan menjadi hambatan dalam proses ketrampilan membaca. 6.Motivasi Motivasi merupakan segala sesuatu yang mampu menggerakan anak atau orang untuk b erbuat lebih baik, motivasi terjadi dari dua arah baik dalam diri anak itu ataup un dari luar anak itu, dari dalam di ri anak itu biasanya mengacu dengan mengapa ia membaca ? Untuk apa ia membaca? Dan apa tujuan ia membaca ? Dengan kalimat p ernyataan itu mampu menambah kan semangat anak untuk rajin membaca. Faktor intern adalah pola pikir yang ia kembangkan masalah motivasi, sedang kan faktor dari luar adalah lingkungan yang memberikan semangat untuk membaca. Maka semakin tingggi motivasi anak dalam membaca berpengaruh pada ketrapilan membacan ya, begitu pula sebaliknya. 7.Keuletan dan perasaan cinta terhadap bacaan Keuletan merupakan faktor yang muncul setelah terjadi nya bangungan motivasi did alam diri si anak, saat anak ulet dan rajin atau bahkan sampai kepada taraf cint a membaca, maka sangat jelas berpengaruh kepada kemampuan membaca anak. Semakin malas anak untuk membaca ,maka ia akan semakin tertinggal, semakin ulet anak mem baca maka ia kan segera maju atau menjadi yang terdepan. B. Ekstern 1.Terlalu banyak memperhatikan butir demi butir informasi Salah satu tujuan membaca adalah untuk mencari dan memperoleh informasi dari sum ber bacaan. Bacaan mengandung berbagai macam informasi, baik yang kita butuhkan maupun yang tidak kita butuhkan, namun karena obsesi kita yang terlalu besar unt uk memperoleh informasi yang berada dalam bacaan kita, kita sering terlalu banya k memperhatikan butir-butir informasi yang kita temukan, pada hal hal demikian a

kan menyebabkan kelelahan otak serta kebingungan dalam pengambilan informasi. Ha l ini merupakan factor penghambat dari proses ketrampilan membaca. Salah satu ha l y ang penting adalah membaca dan menemukan info yang kita anggap penting saja tanpa terlalu memperhatikan informasi-informasi lain yang tidak mendukung dari t ujuan kita. 2.Kebiasaan membaca terlalu cepat Membaca cepat merupakan salah satu ketrampilan dalam membaca, dengan membaca cep at akan merangsang kita untuk berpikir lebih cepat, dengan berpikir lebih cepat maka mita akan dapat berlaku cepat dalam menelaah sebuah bacaan. Namun kadang me mbaca dilakukan terlalu cepat karena keinginan untuk cepat menyelesaikan bacaan kita. Memmbaca cepat dilakukan untuk meningkatkan ketrampilan membaca. Seringkali terlalu nya cepat kita dalam membaca mengakibatkan kita sulit untuk m enemukan gagasan-gagasan pokok yang ada dalam sumber bacaan. Maka membaca cepat beda dengan membaca terlalu cepat, membaca cepat untuk meningkatkan ketrampilan membaca namun membaca terlalu cepat akan menghasilkan kebingungan untuk mencari ide pokok atau gagasan yang ada di dalam bacaan. 3.Pandangan yang kuat terhadap satu topic Topik merupakan salah satu hal yang akan kita temukan saaat kita melakukan prose s membaca, namun kadang kala kita terlampau focus atau hanya memikirkan dalam to pic tersebut saja padahal dalam sebuah bacaan pasti terdapat berbagai macam topi c, saat kita hanya terfokus pada satu topic saja maka pandangan kita tidak akan berkembang, padahal tujaun dari membaca adalah mencari informasi, informasi erat hubungannya dengan hal hal yang ingin ita ketahui, walaupun dalam proses intern alisasinya ada beberapa aspek yang tidak kita butuhkan namun masuk menuju pikira n kita. Maka pandangan yang terlalu kuat terhadap satu topic mampu melemahkan khasanah b acaan kita. Namun diliha dari segi positif dengan kita focus dengan sebuah topic maka kita akan memiliki keahlian dalam bidang/topic tersebut secara mendalam. 4.Keruwetan sintaksis Sintaksis merupakan ilmu yang mempelajari tentang bentuk kalimat dan berbagai pe rubahannya. Memmbaca erat hubungannya dengan sintaksis ( bentuk kata/kalimat ) d engan bentuk kata yang mudah dipahami maka jelas proses membaca yang kita lakuka n akan berlangsung dengan lancar, namun jika sintaksis dalam bacan tersebut suli t untuk di pahamai maka akan menguras otak dan waktu kita untuk memikirakan apa ari dari kata atau kalimat tersebut, dan efek dari ruwetnya sintaksis dalam baca an kita merupakan faktor penghambat ketrampilan membaca kita. Contoh Ayah menggunkan sepeda baru Baru digunakan ayah punya sepeda Kalimat pertama kita mudah untuk memahaminya, namun pada kalimat ke dua jiika ya ng membaca adalah anak yang baru belajar maka ia akan kesulitan dalam memaknai k alimat tersebut. 5.Kebiasaan membaca mundur dan bersuara Membaca mundur merupakan cara membaca kata atau bacaan dengan menggabungkan kata di depannya menjadi gabungan kata di depanya , contoh , Jika Kamu makan mungkin jika pada anak yang baru belajar membaca akan keluar sebuah kalimat jikaka muma kan maka kebiasaan membaca mundur karena terbata-bata saat kita masih kecil harus di kurangi dengan cara memberikan jeda jeda pada setiap kata, karena kebiasaan ini akan mengakibatkan kurang pekaan anak untuk mengartikan sebuah ata atau kalimat . Sedangkan membaca bersuara sering kali menjadikan konsentrasi kita buya, karen a dengan membaca bersuara terjadi kerja ganda alat indra, mata untuk melihat dan mulut untun bersuara dan jelas saat terjadi kerja ganda pada alat indra otak pu n akan bekerja ganda unutk membagi rangsangan mata dan mulut, dan konsentrasi un tuk membaca akan berkurang. Dengan membaca bersuara juga sering kali mengakibatk an terjadinya kesulitan dalam menentukan ide atau gagasan pokok dalam suatu baca

an. 6.Kosa kata yang kurang memadai Kemampuan membaca kita sangat di pengaruhi oleh banyak sedikitnya kosakata yang kita kuasai, semakin sedikit kosa kata yang kita kuasai jelas itu akan menghamba tproses ketrampilan membaca, karena saat kita menemukan kosa kata yang tidak ki ta ketahui maka kita akan berkerut dahi memikirkan apakah arti dari bacaan terse but. Maka dengan demikian kosa kata yang kita miliki harus terus bertambah. Sala h satu caranya adlah dengan rajin membaca. 7.Kondisi lingkungan yang kurang mendukung lingkungan sebagai area atau tempat kita membaca merupkan faktor yang sangat pen ting dalam proses mengembangkan ketrampilan membaca kita, lingkungan yang paling dini adalah lingkungan keluarga, karena di dalam keluarga ini kita di ajari unt uk pertama kalinya membaca, jika lingkungan keluarganya adalah lingkungan yang r ajin membaca maka anak kemungkinan besar akan rajin membaca pula, namun sebalikn ya jika lingkungan keluarga adalah lingkungan malas membaca maka anak akan ikut malas membaca pula. Lingkungan masyarakt juga ikut mendunkung, dengan adanya sar ana dan prasarana untuk membaca menjadika proses ketrampilan membaca anak menjad i semakin baik, entah dengan adanya perpustakaan atau yang lainnya. Dukungan lin gkungan yang tenang dan manusia yang rajin membaca akan memunculkan motivasi bag i anak untuk selalu membaca. bahwa suatu pendapat atau suatu hal itu benar atau tidak. b. Berdasarkan Nada Berdasarkan nada, tulisan diklasifikasikan menjadi enam jenis. Keenan jenis tuli san ini adalah: 1) tulisan bernada akrab, 2) tulisan bernada informatif, 3) tulisan bernada penj elasan, 4) tulisan bernada argumentasi, 5) tulisan bernada mengkritik, dan 6) tulisan bernada otori tatif. Tulisan bernada akrab merupakan tulisan yang berbentuk tulisan pribadi. Tulisan p ribadi adalah suatu pernyataan dari gagasan-gagasan serta perasaan-perasaan kita mengenai peng alamanpengalaman kita sendiri yang ditulis baik bagi kesenangan kita sendiri ataupun b agi kepentingan dan kenikmatan sanak keluarga atau sahabat karib (Tarigan, 1982: 30). Tulisan ber nada pribadi ini dapat berupa catatan harian, cerita otobiografis, lelucon otobiografis, dan esei pribadi. Tulisan bernada informatif atau tulisan bernada penerangan merupakan tulisan des kripsi yang mengajak pembaca untuk bersama-sama menikmati, merasakan, dan memahami beberapa objek, kegiatan, atau suasana hati yang telah dialami penulis. Tulisan ini dapat berben tuk pemerian faktual dan pemerian pribadi. Tulisan bernada penjelasan atau tulisan penyingkapan merupakan tulisan yang memi liki tujuan utama untuk menjelaskan sesuatu kepada pembaca melalui pengklasifikasian, pembat asan, penganalisisan, penjelajahan, penafsiran, dan penilaian. Tulisan ini dapat berbe ntuk klasifikasi, definisi, analisis, dan opini. Tulisan bernada argumentasi merupakan tulisan yang bersifat argumen-tatif atau m endebat, sehingga tulisan ini bersifat meyakinkan. Oleh karena itu, tulisan bernada argum entasi ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu persuasi logis dan persuasi emosional.

Tulisan bernada mengkritik merupakan tulisan yang menghasilkan tulisan mengenai sastra. Tulisan ini biasanya berupa analisis kritis yang mengkaji unsur-unsur instrinsik dan ekstrinsik pada karya sastra. Dan tulisan bernada otoritatif merupakan tulisan yang menghasilkan karya ilmiah. Tulisan ini biasanya melalui beberapa tahapan, yaitu memilih topik, membaca pendahuluan, men entukan bibliografi pendahuluan, membuat kerangka pendahuluan, membuat catatan, menyusun kerangka akhir, menyusun naskah pertama, mengadakan revisi, menyusun naskah akhir, dan me ngoreksi cetakan percobaan. c. Berdasarkan Penggunaan Fakta Berdasarkan penggunaan fakta, tulisan diklasifikasikan menjadi dua, yaitu tulisa n ilmiah dan tulisan non-ilmiah. Tulisan ilmiah dapat berupa esei, resensi, artikel, makalah, laporan ilmiah, paper, kertas kerja, buku ilmiah, buku pelajaran, naskah ilmiah, skripsi, tesis, dan disertasi. Dan tulisan non-ilmiah dapat berupa puisi, novel, cerita pendek, dan drama. 2. Penulis yang Sukses Penulis yang sukses merupakan penulis yang dapat menyajikan tulisan yang baik. D an tulisan yang baik ini merupakan komunikasi pikiran dan perasaan yang efektif. Semua tuli san dapa