Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Tidak pernah tercatat dalam sejarah bahwa sebuah masyarakat
tersusun dari berbagai nilai, sikap, tingkah laku dan gaya hidup serta sama.
Perbedaan sosial, tingkah laku, kultur tergambar dalam berbagai bentuk
keluarga. Sebab itu, keluarga menggunakan pelayanan kesehatan yang berasal
dari berbagai lapisan masyarakat dan menggambarkan berbagai macam
gaya/pola hidup, serta keluarga bisa menyediakan sumber-sumber yang
penting untuk memberikan pelayanan kesehatan yang penting bagi orang.
Mengingat keluarga merupakan system pendukung yang vital bagi
individu-individu sumber dari kebutuhan-kebutuhan ini perlu dinilai dan
disatukan kedalam perencanaan tindakan bagi individu-individu melalui
perawatan kesehatan yang berfokus pada peningkatan, pendidikan kesehatan
dan konseling keluarga.
Adanya masalah pada salah seorang anggota keluarga seperti halnya
dalam makalah ini yakni pada seorang ibu yang memiliki masalah dengan alat
kontrasepsi yang digunakan (KB suntik 3 bulan), dapat menyebabkan
ditemukannya faktor-faktor resiko pada yang lain. Petugas kesehatan bekerja
lewat keluarga agar dapat menyentuh seluruh anggota keluarga.

1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan Umum
Setelah membuat asuhan kebidanan, diharapkan mahasiswa dapat
mengerti, memahami serta mampu membuat asuhan kebidanan pada
Ny “B” P20002 usia 37 tahun dengan akseptor KB suntik 3 bulan.
1.2.2 Tujuan Khusus
Adapun tujuan yang dapat kita ambil dari laporan ini adalah agar
mahasiswa mampu :
a. Melakukan pengkajian data subyektif dan obyektif
b. Mengidentifikasi diagnosa dan masalah

1
c. Menentukan identifikasi masalah potensial
d. Menentukan kebutuhan segera dipenuhi
e. Membuat rencana tindakan
f. Melaksanakan tindakan
g. Melaksanakan evaluasi dan hasil tindakan

1.3 Manfaat
a. Bagi mahasiswa
Mahasiswa dapat memahami tentang asuhan kebidanan dalam konteks
keluarga yaitu tentang Asuhan Kebidanan pada Ny ”B” P20002 usia 37
tahun dengan Akseptor KB suntik 3 bulan.
b. Bagi institusi
Institusi dapat mengetahui sejauh mana mahasiswa STIKES Dian Husada
Program Studi DIII Kebidanan mampu membuat asuhan kebidanan pada
ibu dengan KB suntik 3 bulan.
c. Bagi lahan praktek
Polindes dapat meningkatkan asuhan pelayanan yang komprehensif pada
ibu akseptor KB suntik 3 bulan.

1.4 Metode Penulisan


Di dalam penulisan asuhan kebidanan ini yang digunakan adalah
metode deskriptif dengan menggunakan studi kasus melalui pendekatan
manajemen kebidanan menurut Varney meliputi langkah-langkah
pengumpulan data, identifikasi diagnosa dan masalah, identifikasi masalah
potensial, identifikasi kebutuhan segera, intervensi, implementasi dan
evaluasi.

1.5 Teknik Pengumpulan Data


Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penyusunan laporan ini
adalah :

2
a. Wawancara
Yaitu dengan bertanya langsung kepada klien tentang hal-hal yang
berhubungan dengan latar belakang kondisi kesehatan klien.
b. Observasi langsung
Yaitu melalui pengamatan langsung maupun pemeriksaan fisik dengan
inspeksi, palpasi, auskultasi dan perkusi.
c. Studi dokumen
Dengan melihat kartu kunjungan KB dan register KB.
d. Studi literatur
Yaitu melalui referensi dan literatur.

1.6 Sistematikan Penulisan


BAB I PENDAHULUAN
Meliputi latar belakang masalah, tujuan penulisan, manfaat, metode
penulisan, teknik pengumpulan data, serta sistematika penulisan.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Pada tinjauan pustaka ini yang dibahas adalah definisi keluarga, tipe keluarga,
teori sistem, fungsi keluarga konsep dasar KB suntik, definisi KB suntik
keuntungan, kontra indikasi, efek samping, dan amenorea.
BAB III TINJAUAN KASUS
Meliputi pengkajian, identifikasi masalah dan diagnosa, identifikasi masalah
potensial, identifikasi kebutuhan segera, intervensi, implementasi, dan
evaluasi.
BAB IV PEMBAHASAN
Membahas tentang kesenjangan teori dan praktek di lapangan yaitu pada
tinjauan kasus pada Ny “B” P20002 usia 37 tahun dengan akseptor KB suntik 3
bulan.
BAB V PENUTUP
Meliputi kesimpulan dan saran.
DAFTAR PUSTAKA

3
BAB II
TINJAUAN TEORI

2.1 Konsep Dasar Keluarga


2.1.1 Definisi
- Keluarga adalah kelompok yang mengidentifikasi diri dengan
anggotannya yang terdiri dari dua individu atau lebih, yang asosiasinya
dicirikan oleh istilah-istilah khusus, yang boleh jadi tidak diikat oleh
hubungan darah/hukum, tapi yang berfungsi sedemikian rupa sehingga
mereka menganggap diri mereka sebagai sebuah keluarga (Imam
Subekti, 2005 : 2).
- Keluarga adalah dua orang atau lebih yang disatukan oleh ikatan-
ikatan kebersamaan dan keintiman yang mengidentifikasikan diri
mereka sebagai bagian dari keluarga (Imam Subekti, 2005 : 2).
2.1.2 Tipe-tipe Keluarga
1. Keluarga inti (conjugal) yaitu : keluarga yang menikah sebagai
orang tua, atau pemberian nafkah : keluarga inti terdiri dari suami,
istri, anak-anak kandung mereka, anak adopsi atau keduanya
2. Keluarga orientasi (keluarga asal) yaitu : unit keluarga yang
didalamnya seseorang dilahirkan
3. Keluarga besar yaitu : keluarga inti dan orang-orang yang
berhubungan (oleh darah) yang paling lazim menjadi anggota
keluarga orientasi yaitu salah satu teman keluarga inti
2.1.3 Teori System
Tiga sumber yang digunakan dalam teori sistem yaitu teori system umum,
teori system sosial dan teori sistem keluarga.
a. Teori sistem umum
Merupakan suatu unit kesatuan yang diarahkan pada tujuan dibentuk
dari bagian yang berinteraksi dan bergantung satu dengan yang lainnya
dan dapat bertahan dalam jangka waktu tertentu.

4
b. Teori sistem sosial
Teori berasal dari ilmu sosial dan psikologis yang merupakan disiplin
dari ilmu akademis dan bukan disiplin ilmu profesi.
c. Teori sistem keluarga
Dibagi dalam 3 bagian yakni sistem keluarga terbuka, tertutup dan
acak.
2.1.4 Fungsi Keluarga
1. Fungsi afektif
a. Pola kebutuhan keluarga respons
b. Saling memperhatikan (mutual naturance), keakraban, dan
identifikasi
c. Keterpisahan dan keterikatan
2. Fungsi sosialisasi
a. Menciptakan otonomi setiap anggota dalam keluarga
b. Menciptakan ketergantungan dalam keluarga
c. Tanggung jawab untuk peran membesarkan anak
3. Fungsi perawatan kesehatan
a. Keyakinan-keyakinan, nilai-nilai, dan perilaku keluarga
yang terkait dengan kesehatan
b. Penerapan konsistensi dalam nilai-nilai kesehatan
c. Perilaku semua anggota keluarga dalam mendukung
peningkatan kesehatan
d. Konsep dan tingkat pengetahuan keluarga tentang
sehat/sakit
4. Fungsi reproduksi

2.2 Konsep Kontrasepsi KB Suntik


2.2.1 Definisi
- Kontrasepsi adalah menghindari / mencegah terjadinya kehamilan
sebagai akibat pertemuan antara sel telur yang matang dengan sperma
(Sulaeman, Indoskripsi.com.2008)

5
- Kontrasepsi adalah cara untuk mencegah terjadinya konsepsi alat
atau obat-obatan (Mochtar, Rustam, 1999 : 255)
- Kontrasepsi suntikan merupakan salah satu kontrasepsi suntikan
yang populer, tetapi sudah disuntikkan, ia tidak dapat dikeluargakan
kembali (Prawirohadjo, 2005 : 921)
2.2.2 Keuntungan suntikan KB
1. Pemberiannya sederhana setiap 8-12 minggu
2. Tingkat efektifitas tinggi
3. Hubungan seks dengan suntikan KB bebas
4. Pengawasan medis yang ringan
5. Dapat dipakai dan diberikan pasca persalinan, pasca keguguran,
atau pasca menstruasi
6. Tidak mengganggu pengeluaran laktasi dan tumbuh kembang bayi
2.2.3 Kontraindikasi suntikan
1. Kehamilan
2. Karsinoma payudara
3. Karsinoma traktus genetalia
4. Perdarahan abnormal uterus
2.2.4 Efek samping suntikan
1. Gangguan haid :
a. Amenorea
b. Spooting
c. Metrorhagie
d. Menometrorhagie
2. Depresi
3. Keputihan
4. Jerawat
5. Perubahan libido
6. Perubahan berat badan
7. Pusing dan sakit kepala
8. Hematoma

6
2.2.5 Amenorea
1. Definisi
Merupakan keadaan tidak adanya haid untuk sedikitnya 3 bulan berturut-
turut.
2. Jenis amenorea
Dibagi dalam 3 jenis, antara lain :
a. Amenorea primer
Dipergunakan bila seseorang belum pernah mendapat menstruasi dan
tidak boleh didiagnosa sebelum pasien mencapai umur 18 tahun.
b. Amenorea sekunder
Ialah hilangnya haid setelah menarche.
c. Amenorea fisiologis
Dapat terjadi sebelum pubertas, dalam kehamilan, dalam masa laktasi,
dalam menopause.
3. Etiologi
a. Dysfungsi hypotalamus
b. Dysfungsi hypofise
c. Dysfungsi ovarium
d. Periferi tidak bereaksi
e. Penyakit-penyakit lain (TBC, tyroid, kelainan gizi)
4. Terapi
Terapi diberikan menurut etiologi, secara umum dapat disebut
a. Hormon-hormon untuk merangsang ovulasi :
Cloiniphan : merangsang hypotalamus gonadotrophin sebagai
substitusi terapi mengadakan rebound phenomen
dengan hormon progestin, oral pills
b. Iradiasi dari ovarium
c. Thyroid kalau ada hypofungsi gl. Thyrcoidea
d. Keseahtan umum harus diperbaiki
Amenorea karena TBC tidak perlu diobati

7
BAB III
TINJAUAN KASUS

3.1 Pengkajian
Tanggal : 30 November 2010
Jam : 15.30 WIB
Oleh : Shila Firdausi
A. Data Subyektif
1. Identitas Keluarga
Biodata Klien
a. Nama ibu : Ny “B”
b. Umur : 37 tahun
c. Suku/bangsa : Jawa/Indonesia
d. Agama : Islam
e. Pendidikan : SD
f. Pekerjaan : IRT
g. Alamat : Dsn. Talok RT 0I/RW 0I

Biodata Kepala Keluarga


a. Nama kepala keluarga : Tn “J”
b. Umur : 38 tahun
c. Suku/bangsa : Jawa/Indonesia
d. Agama : Islam
e. Pendidikan KK : SD
f. Pekerjaan KK : Petani
g. Alamat : Dsn. Talok Rt 01/Rw 01
2. Keluhan utama
Ibu mengatakan tidak datang bulan selama menggunakan KB suntik 3
bulan.
3. Status perkawinan

8
Usia kawin : 25 tahun
Berapa kali kawin : 1 (satu) kali
Lama perkawinan : 12 tahun
4. Status keluarga
No Nama L/P Umur Status Pendidikan Pekerjaan Ket
1 Tn”J” L 38 tahun KK Tamat SD Petani Sehat
2 Ny”B” P 37 tahun Istri Tamat SD IRT Sehat
3 An”S” P 10 tahun Anak SD Pelajar Sehat
4 An”F” P 7 tahun Anak SD Pelajar Sehat

Genogram keluarga :
Keterangan :
: ayah
: ibu
: anak laki-laki
: anak perempuan
: tinggal satu rumah

5. Tipe keluarga
Keluarga inti yang terdiri dari ayah, ibu dan anak.
6. Latar belakang budaya (etnis)
- Keluarga etnis jawa
- Menggunakan bahasa jawa dalam kehidupan sehari-hari
7. Riwayat Menstruasi
Menarche : 12 tahun
Lama : 6 – 7 hari
Dismenorhae : 28 hari
Flour Albus : saat haid
Warna : normal
8. Riwayat Kesehatan dan Penyakit Klien dan Keluarga
a. Riwayat Kesehatan Klien
Ibu mengatakan terkadang mengalami sesak nafas jika terlalu capek dan
bekerja terlalu berat, ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit
menurun seperti penyakit kuning dan asma.

9
b. Riwayat Kesehatan Keluarga
Ibu mengatakan dalam keluarga tidak ada yang menderita penyakit
menular seperti TBC dan penyakit kuning dan penyakit menurun seperti
kencing manis dan asma. Ibu mengatakan orang tua perempuan dari
pihaknya menderita tekanan darah tinggi.
9. Keadaan lingkungan
a. Karakteristik rumah
- Tipe rumah permanen
- Gambar denah rumah
Keterangan :
5 6 1. Ruang tamu
2. Ruang keluarga
4
3. Kamar tidur 1
2 4. Kamar tidur 2
3
5. Kamar mandi + WC
6. Dapur + ruang makan
1

10. Pola kebiasaan sehari-hari


a. Pola nutrisi
Makan : 3 kali sehari porsi sedang
Komposisi : nasi, lauk pauk dan sayur
Minum : 7 – 8 gelas per hari
b. Pola eliminasi
BAK : 4 – 5 kali sehari
BAB : 1 kali sehari
c. Pola istirahat
Siang : 1 – 2 jam (13.00 – 15.00 WIB)
Malam : 7 – 8 jam (21.00 – 05.00 WIB)
d. Personal hygiene

10
Mandi 3 kali sehari (pahi, siang, dan sore), gosok gigi setiap mandi,
keramas 2 hari sekali, ganti baju setiap selesai mandi pagi dan sore
dan ganti celana dalam setiap pagi dan malam.
e. Pola psikososial
Ibu mengatakan jika ada waktu luang digunakan untuk berkumpul
dengan tetangga dekatnya, terjalin hubungan hubungan baik dengan
tetangganya dan aktif dalam kegiatan di RT seperti tahlilan dan
pengajian.

B. Data obyektif
1. Pemeriksaan umum
Keadaan umum : baik
Kesadaran : composmentis
TB : 154 cm
BB : 63 kg
2. Pemeriksaan TTV
TD : 110/70 mmHg
N : 80 x/mnt
S : 367 o C
RR : 20 x/mnt
3. Pemeriskaan fisik
a. Inspeksi
Mata : simetris, konjungtiva merah muda, palpebra tidak
odema, reflek cahay baik.
Hidung : simetris, bersih tidak tampak sekret, tidak ada polip,
tidak tampak pernafasan cuping hidung.
Mulut : simetris, mukosa bibir lembab, gigi geraham bawah
berlubang.
Leher : tidak tampak pembesaran kelenjar tiroid.
Dada : tidak tampak tarikan intercosta saat bernafas.
Payudara : simetris, tidak tampak luka.
Abdomen : tidak tampak luka parur bekas operasi

11
Ekstremitas
- Atas : simetris. Tidak polidaktil dan sindakti, pergerakan
normal
- Bawah : simetris, tidak polidaktil dan sindaktil, pergerakan
normal
b. Palpasi
Leher : tidak teraba bendungan vena jugularis, dan
pembesaran kelenjar tiroid.
Payudara : tidak teraba benjolan abnormal.
Abdomen : tidak ada nyeri tekan, tidak teraba pembesaran hati
dan benjolan abnormal.
c. Auskultasi
Dada : tidak terdengan wheezing dan ronchi.
Abdomen : bising usus 11x/menit
d. Perkusi
Punggung : bunyi getaran sisi kiri dan kanan sama.
Abdomen : tymphani (tidak kembung)

3.2 Identifikasi Diagnosa / Masalah


Dx : P20002 usia 37 tahun dengan akseptor KB suntik 3 bulan
Ds : ibu mengatakan menggunakan KB suntik 3 bulan sejak 2 tahun yang
lalu.
Do : k/u : baik
Kesadaran : composmentis
TB : 157 cm
BB : 55 kg
TTV , TD : 110/70 mmHg
N : 80 x/mnt
S : 36,7o C
RR : 20 x/ menit

12
Masalah : gangguan menstruasi (Amenhorae)
Ds : ibu mengatakan tidak mengalami haid setelah menggunakan KB
suntik 3 bulan
Do : - tidak haid pada waktunya

3.3 Identifikasi Masalah Potensial


-

3.4 Identifikasi Kebutuhan Segera


-

3.5 Intervensi
Dx : P20002 usia 37 tahun dengan akseptor KB suntik 3 bulan.
Tujuan : setelah dilakukan asuhan kebianan selama + 30 menit diharapkan
ibu dapat mengerti dan memahami penjelasan dari petugas
kesehatan tentang efek samping KB suntik 3 bulan
Kriteria hasil : - kedaan umum : baik
- Ibu dapat mengerti dan memahami tentang efek samping
KB suntik 3 bulan

Intervensi :
1. Lakukan komunikasi terapeutik pda ibu dan keluarga
R/ menumbuhkan rasa saling percaya antara petugas, klien dan keluarga
sehingga mempermudah petugas dalam melakukan asuhan.
2. Jelaskan efek samping dari Kb suntik 3 bulan
R/ menambah wawasan klien dan mengurangi kekhawatiran klien.
3. Anjurkan klien segera ke tenaga kesehatan jika merasakan atau mengalami
keluhan yang berlebihan
R/ masalah segera terdeteksi dan mendapatkan penanganan yang sesuai.

13
4. Anjurkan ibu untuk melakukan suntik KB sesuai dengan waktu yang telah
ditentukan oleh bidan yang bersangkutan
R/ pelaksanaan suntik KB tepat waktu agar tidak terjadi kehamilan dan
klien lebih disiplin.

3.6 Implementasi
Tanggal : 30 November 2010 Jam : 15.45 WIB
Dx : P20002 usia 37 tahun dengan akseptor KB suntik 3 bulan
Implementasi:
1. Menjalin komunikasi terapeutik dengan ibu dan keluarga dengan senyum,
sapa, dan salam serta memperkenalkan diri dan maksud serta tujuan.
2. Menjelaskan efek samping dari Kb suntik 3 bulan yaitu bertambahnya
berat badan, timbulnya jerawat atau flek hitam diwajah, spooting (bercak
darah), pusing, dan termasuk tidak datangnya haid.
3. Menganjurkan klien segera ke tenaga kesehatan jika keluhan yang
dirasakan mengganggu aktivitas atau berlebihan agra segera mendapatkan
penanganan yang sesuai.
4. Menganjurkan ibu untuk melakukan suntik KB sesuai dengan waktu yang
telah ditentukan oleh bidan yang bersangkutan agr tidak terjadi kehamilan.

3.7 Evaluasi
Tanggal : 30 November 2010 Jam : 16.00 WIB
Dx : P20002 usia 37 tahun dengan akseptor KB suntik 3 bulan
S : Ibu mengatakan sudah mengerti tentang penjelasan yang diberikan
petugas keseahtan
O : Ibu tampak tenang
Ibu kooperatif
Ibu dapat mengulang penjelasan yang diberikan
A : P20002 usia 37 tahun dengan akseptor KB suntik 3 bulan
P : Anjurkan ibu untuk tetap rutin melakukan suntik KB sesuai waktu
yang ditentukan.

14
BAB IV
PEMBAHASAN

Setelah melakukan asuhan kebidanan keluarga pada Ny “B” P20002 usia 37


tahun dengan akseptor KB suntik 3 bulan. Didapatkan bahwa klien tidak
mengalami haid selama 3 bulan setelah pemakaian KB suntik 3 bulan. Sehingga
petugas kesehatan mengidentifikasi masalah/diagnosa yaitu Ny “B” P20002 usia 37
tahun dengan akseptor KB suntik 3 bulan.
Pada Ny “B” setelah dilakukan analisa data maka tidak ada kesenjangan
antara teori dan praktek. Pada teori dilakukan asuhan kebidanan yaitu diberikan
konsultasi mengenai KB suntik 3 bulan dari kelebihan-kelebihannya hingga efek
samping yang ditimbulkan.
Di Polindes Dsn. Talok Ds. Talok dalam penanganan klien KB suntik 3
bulan yatu dengan konsultasi. Hal ini dilakukan agar akseptor tidak cemas dengan
hal yang dirasakan.

15
BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Pada tinjauan kasus dapat ditarik kesimpulan bahwa asuhan kebidanan
keluarga dengan diagnosa Ny “B” P20002 usia 37 tahun dengan akseptor KB
suntik 3 bulan ditegakkan dengan hasil pengkajian bahwa klien tidak
mengalami haid selama mengikuti KB suntik 3 bulan. Jika kita kita sebagai
bidan menemui kasus tersebut, maka kita harus dapat mendiagnosis hal
tersebut adalah masalah yang ditimbulkan dari efek samping KB suntik 3
bulan.

5.2 Saran
Asuhan kebidanan keluarga dengan KB suntik 3 bulan perlu adanya
konsultasi antara petugas kesehatan dengan akseptor guna menghindari
adanya kecemasan pada klien dan kefektifitasan pada alat kontrasepsi yang
digunakan.

16
DAFTAR PUSTAKA

Hartanto, Hanafi, dr. 2004. Keluarga Berencana dan Kontrasepsi. Jakarta : CV.
Muliasari

Manuaba, Ida Gde Bagus , dr, Prof. 2005. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan
dan KB untuk Pendidikan Bidan. Jakarta : EGC

Prawirohardjo, Sarwono. 2003. Buku Panduan Pelayanan Kontrasepsi, edisi


pertama. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka

Sudiharto. 2007. Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Pendekatan


Keperawatan Transkulturasi. Jakarta : EGC

17