Anda di halaman 1dari 4

BADAN PUSAT STATISTIK

Kemiskinan adalah suatu kondisi seseorang yang


hanya dapat memenuhi makanannya kurang dari
2100 kalori per kapita per hari

• BADAN KOORDINASI KELUARGA BERENCANA


NASIONAL

Kemiskinan adalah keluarga miskin prasejahtera


apabila:

• a.Tidak dapat melaksanakan ibadah menurut


agamanya.
• b.Seluruh anggota keluarga: tidak mampu
makan dua kali sehari.
• c.Seluruh anggota keluarga tidak memiliki
pakaian berbeda untuk di rumah,
bekerja/sekolah dan bepergian.
• d.Bagian terluas dari rumahnya berlantai tanah.
• e.Tidak mampu membawa anggota keluarga ke
sarana kesehatan.

BANK DUNIA

Kemiskinan adalah keadaan tidak tercapainya


kehidupan yang layak dengan penghasilan USD 1,00
per hari.

A. KEMISKINAN DI SEKITAR KITA

Indonesia yang kaya sumber daya alam, memiliki 13.667 pulau, 370 suku bangsa, 67
bahasa induk dengan jumlah penduduk 227 juta jiwa (tahun 2007), di antaranya lebih
dari 86% berKTP Muslim. Pada tahun 2007, sekitar 207 ribu muslimin Indonesia (+
10% dari jemaah haji dunia) beribadah haji dengan biaya resmi paling murah Rp 29
juta. Namun Indonesia juga kaya orang miskin yaitu sekitar 16.6% atau 36,5 juta
orang (2007).

Beberapa kasus kemiskinan yang terekam adalah :


• Februari 2008, di Makassar, Sulsel; seorang ibu (45 th) dan seorang anak
balitanya (4 th) meninggal dalam kondisi 3 hari kelaparan dan diare akut. Para
tetangga, begitu pula RT/RW-nya, diberitakan tidak ada yang tahu karena
mereka tidak pernah meminta-minta.

• Mei 2008, seorang anak yatim laki2 usia SD di Cibinong terpaksa tidak
sekolah karena harus menjaga 2 adiknya yang masih kecil. Ibunya harus
mencari nafkah dengan pendapatan yang kecil sehingga tidak mencukupi
untuk membayar pembantu rumah tangga.

• Jatah beras miskin (raskin) yang didrop via ke-tua RT 1 x/ bulan tidak bisa
ditebus oleh yang berhak. Saat beras datang, mereka tidak sanggup mengganti
biaya transportasi karena sedang tidak punya uang (karena memang benar2
miskin). Akhirnya beras dibeli oleh orang yang lebih mampu.

• Riba eceran (pinjaman bernilai kecil) banyak terja-di di kalangan orang


miskin. Hutang Rp 200.000,- mesti dibayar Rp 8.000 per hari x 30 hari (bunga
20%/bulan)

• Makassar, Maret 2008, seorang ibu miskin, sehabis bersalin, berniat menjual
bayinya agar bisa membayar biaya pesalinan Rp300 ribu.
Di Bekasi, Maret 2008, seorang ibu membenamkan 2 anaknya sehingga mati
karena kemiskinan

B. DAMPAK KEMISKINAN

Dampak miskin adalah kekufuran, di antaranya:

• Fasilitas umum / produksi (pabrik), yang dibangun dengan waktu yang cukup
lama dan biaya besar, dirusak dalam sekejap oleh masyarakat / karyawan
sendiri.

• Berebutan sedekah sehingga ter-injak2 (padahal ada orang yang berhak namun
tidak mendapatkan)

• Tawuran (olahraga, antar pelajar, antar kampung)

• Membunuh anak sendiri (ibu yang membenamkan 2 anaknya karena miskin)


Akibat kekufuran terjadilah pengrusakan yang merupakan contoh buruk buat generasi
mendatang bahwa pemaksaan / kekerasan dianggap sebagai alat ”ampuh” untuk
melawan orang sejahtera (kaya) yang ”menulikan telinga”, ”membutakan mata”, dan
”membutakan hati”. Akibat selanjutnya, banyak investor enggan berinvestasi.
Lapangan kerja menjadi berkurang atau tidak bertambah. Kalau tidak segera ditangani
diperkirakan bencana sosial akan datang.

BAB I
PENDAHULUAN

A Latar Belakang
Pada saat kita pergi kita sering melihat banyak pengemis, pengamen,dll. Itu adalah
salah satu akibat dari kemiskinan. Kemiskinan memang saat ini masih belum ada
solusinya, tetapi tampaknya Pemerintah masih belum maksimal dalam menangani
masalah kemiskinan. Dan itu bukan hanya salah Pemerintah saja tetapi kita juga harus
dapat mengatasi kemiskinan tersebut, karena untuk mengubah kemiskinan harus
dibutuhkan mental yang bagus.
Kemiskinan memang dapat mengganggu kesejahteraan masyarakat, dan itu sangat
tampak dari adanya rumah kumuh di pinggiran sungai, adanya penyakit busung lapar.
Mungkin kemiskinan terjadi karena tidak dapat membiayai kehidupan secara
langsung. Dan itulah yang terjadi sekarang ini, bahwa kemiskinan sekarang ada
dimana-mana. Jika pemerintah tidak mengatasi masalah kemiskinan secepat mungkin,
mungkin kemiskinan akan bertambah terus-menerus. Kemiskinan tidak hanya
berdampak bagi para rakyat miskin tetapi juga berdampak bagi warga sekitarnya
karena kemiskinan juga dapat meningkatkan tindakan kriminalitas.

Dengan tingginya angka kemiskinan di Indonesia, maka hal ini menjadi masalah
tersendiri bagi negara ini dan sampai saat ini masih belum ada solusinya. Dan
kemiskinan mempunyai hubungan dengan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu
kemiskinan harus kita tanggulangi agar angka kemiskinan tidak semakin tinggi.
B Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang, rumusan masalah dalam karya tulis
dipaparkan sebagai berikut:
1. Apa itu kemiskinan?
2. Apa penyebab dari kemiskinan?
3. Apa dampak dari kemiskinan?
4. Bagaimana cara menanggulangi kemiskinan?
C Tujuan Penelitian
Penelitian dalam karya tulis ini bertujuan sebagai berikut :
1. Mengetahui arti dari kemiskinan
2. Mengetahui penyebab dari kemiskinan
3. Mengetahui dampak dari kemiskinan
4. Mengetahui cara menanggulangi kemiskinan
D Manfaat Hasil Penelitian
Hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi pembaca, karena mereka akan menjadi tahu
tentang kemiskinan dan menjadi lebih berhati-hati dalam perekonomiannya masing-
masing. Dan semoga saja hasil penelitian ini juga bermanfaat untuk para rakyat
miskin agar dapat bangkit dari kemiskinan