P. 1
Program Gizi

Program Gizi

|Views: 94|Likes:
Dipublikasikan oleh Vina Tri Aditya

More info:

Published by: Vina Tri Aditya on Jun 08, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/28/2012

pdf

text

original

11/26/2008

PENGELOLAAN PROGRAM GIZI DI PUSKESMAS

dr. Benny Soegianto, MPH
Disampaikan dalam pertemuan Petugas Puskesmas Kab.Bojonegoro – 28 Mei 2007

PENGERTIAN PUSKESMAS

Adalah unit pelaksana tehnis (UPT) dari Dinas Kesehatan Kab/kota yang bertanggungjawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di satu atau sebagian wilayah kecamatan
• SBG UNIT PELAKSANA TEKNIS: melaksanakan

sebagian

tugas Dinas kesehatan Kab/kota

1

11/26/2008

Visi
Tercapainya Kecamatan sehat menuju terwujudnya Indonesia Sehat 2010
Masyarakat yang hidup dlm lingkungan & berperilaku sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau yankes yang bermutu secara adil dan merata serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya

INDIKATOR KECAMATAN SEHAT
Indikator pencapaian : • Lingkungan sehat • Perilaku sehat • Cakupan pelayanan kesehatan yg bermutu • Derajad kesehatan penduduk kecamatan

2

11/26/2008

Misi
• Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan di wilayah kerjanya • Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat di wilayah kerjanya • Memelihara dan meningkatkan mutu, pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan yang diselenggarakannya • Memelihara dan meningkatkan kesehatan perorangan, keluarga dan masyarakat beserta lingkungannya

TUJUAN
MENDUKUNG TERCAPAINYA TUJUAN PEMBANGUNAN KESEHATAN NASIONAL YAKNI MENINGKATKAN KESADARAN, KEMAUAN DAN KEMAMPUAN HIDUP SEHAT BAGI SETIAP ORANG YANG BERTEMPAT TINGGAL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS

3

11/26/2008 FUNGSI PUSKESMAS PUSAT PUSAT PEMBANGUNAN PEMBERDAYAAN BERWAWASAN KELG & MASY KESEHATAN PUSAT YANKES STR I YANKESMAS (PUBLIC GOODS) YANKES PERORANGAN (PRIVATE GOODS) FUNGSI (1) PUSAT PENGGERAK PEMBANGUNAN BERWAWASAN KESEHATAN  Berupaya menggerakkan lintas sektor dan dunia usaha di wilayah kerjanya agar menyelenggarakan pembangunan yg berwawasan kesehatan  Aktif memantau dan melaporkan dampak kesehatan dari penyelenggaraan setiap program pembangunan di wilayah kerjanya  Mengutamakan pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan dan pemulihan 4 .

menyelenggarakan dan memantau pelaksanaan program kesehatan FUNGSI (3) PUSAT PELAYANAN KESEHATAN STRATA PERTAMA Menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat pertama secara menyeluruh.terpadu dan berkesinambungan dalam bentuk : a. kemauan dan kemampuan melayani diri sendiri dan masyarakatnya untuk hidup sehat – Berperan aktif dalam memperjuangkan kepentingan kesehatan termasuk pembiayaan – Ikut menetapkan. keluarga & masyarakat : – Memiliki kesadaran. Pelayanan kesehatan masyarakat 5 .11/26/2008 FUNGSI (2) PUSAT PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Berupaya agar perorangan terutama pemuka masyarakat. Pelayanan kesehatan perorangan b.

..lanjutan kedudukan • Antar sarana yankes strata pertama ..11/26/2008 Kedudukan • Sistem Kesehatan Nasional --> sebagai sarana pelayanan kesehatan (perorangan dan masyarakat) strata pertama • Sistem Kesehatan Kabupaten/Kota --> unit pelaksana teknis dinas yang bertanggungjawab menyelenggarakan sebagian tugas pembangunan kesehatan kabupaten/kota • Sistem Pemerintah Daerah --> unit pelaksana teknis dinas kesehatan kab/kota yang merupakan unit struktural pemda kab/kota ...sebagai mitra yankes swasta strata pertama • Sebagai pembina yankes bersumber daya masyarakat 6 .

11/26/2008 Organisasi • Struktur organisasi – Kepala Puskesmas – Unit Tata Usaha – Unit Pelaksana Teknis Fungsional • Upaya Kesehatan Masyarakat • Upaya Kesehatan perorangan – Jaringan Pelayanan • Puskesmas pembantu • Puskesmas Keliling • Bidan di Desa/Komunitas Organisasi • Dipimpin oleh kepala puskesmas. Eselon Kepala Puskesmas : Es IV a ( IIIb?) • Struktur: tergantung jenis kegiatan dan beban kerja • Memp staf tehnis utk : = upaya kes perorangan = upaya kes masyarakat 7 . seorang sarjana di bidang kesehatan yang kurikulum pendidikannya mencakup kesehatan masyarakat.

11/26/2008 TATAKERJA 1. Dengan Lintas sektor: berkordinasi 6. Menjalin kerjasama yg erat dg fasilitas rujukan 5. Bertanggung jawab kpd Dinkes kab/kota 3. Dengan masyarakat: bermitra dg BPP ( BPP: Organisasi yg menghimpun tokoh masy yg peduli kes masyarakat) AZAS PENYELENGGARAAN PUSKESMAS 1. Azas keterpaduan  Lintas program  Lintas sektoral 4. Azas rujukan   Rujukan medis Rujukan kesehatan masyarakat 8 . Azas pemberdayaan masyarakat 3. Dengan kantor kec: berkordinasi 2. Bermitra dengan sarana yankes tk pertama lainnya 4. Azas pertanggungjawaban wilayah 2.

Pusk bertanggungjawab meningkatkan derajat kesehatan masy yang bertempat tinggal di wilayah kerjanya 2.11/26/2008 Azas pertanggungjawaban wilayah 1. Puskesmas harus memberdayakan perorangan. puskesmas keliling AZAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT 1. Ditunjang dengan puskesmas pembantu. Dilakukan kegiatan dalam gedung dan luar gedung 3. Bidan di desa. Potensi masyarakat perlu dihimpun  melalui UKBM 9 . keluarga dan masyarakat agar berperan aktif dlm menyelenggarakan setiap upaya kesehatan 2.

11/26/2008 AZAS KETERPADUAN Setiap upaya diselenggarakan secara terpadu Keterpaduan lintas program ---------------> LOKAKARYA MINI BULANAN Keterpaduan lintas sektoral -------------> LOKAKARYA MINI TRIBULANAN AZAS RUJUKAN   Rujukan medis/upaya kes perorangan = rujukan kasus = bahan pemeriksaan = ilmu pengetahuan Rujukan upaya kesehatan masyarakat = rujukan sarana dan logistik = rujukan tenaga = rujukan operasional 10 .

11/26/2008 SISTEM RUJUKAN UKM DEPKES/DINKES PROPINSI YANKES STR III UKP RS PUSAT/ PROPINSI RS Kab/Kota BP4. 6. merupakan kegiatan penunjang dari tiap upaya wajib atau pengembangan.POLINDES UKBM LAINNYA MASYARAKAT RUMAH TANGGA UPAYA PUSKESMAS A. Bila ada masalah kesehatan. Upaya promosi kesehatan Upaya kesehatan lingkungan Upaya perbaikan gizi Upaya pencegahan & pemberantasan penyakit menular Upaya kesehatan ibu.BKOM. tetapi pusk tidak mampu menangani. 5.BIDAN. anak & kb Upaya pengobatan dasar B. maka pelaksanaan dilakukan oleh dinkes kab/Kota. 3. UPAYA KESEHATAN WAJIB 1. Upaya Laboratorium (medis dan kes masy) dan Perkesmas serta Pencatatan & Pelaporan.BKOM YANKES STR II PUSKESMAS YANKES STR I POSYANDU. BKMM. KLINIK /PRAKTEK SPESIALIS SWASTA PUSKESMAS. 2.PRAKTEK Dr UMUM .BKMM. BP. UPAYA KESEHATAN PENGEMBANGAN Dilaksanakan sesuai dengan masalah kesehatan masyarakat yang yang ada dan kemampuan Puskesmas ybs. 11 . BKIA SWASTA POSYANDU POLINDES DINKES Kab/Kota BP4. 4.

11. 9. 3. 6. TUJUAN KHUSUS : 1. 4.11/26/2008 PROGRAM GIZI TUJUAN UMUM : MENDUKUNG VISI INDONESIA SEHAT 2010 DALAM MENINGKATKAN INTELEKTUALITAS & MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS SUMBER DAYA MANUSIA. MENINGKATKAN PENGANEKARAGAMAN KONSUMSI PANGAN UNTUK MEMANTAPKAN SWASEMBADA PANGAN KEGIATAN POKOK PROGRAM GIZI 1. 2. MENINGKATKAN KEADAAN GIZI MASYARAKAT UNTUK MENCAPAI GIZI SEIMBANG DAN MENURUNKAN JUMLAH PENDUDUK YANG MENGALAMI GIZI KURANG DAN GIZI LEBIH. 8. 3. 10. 5. MENINGKATKAN KEMANDIRIAN MASYRAKAT DALAM UPAYA PENINGKATAN STATUS GIZI DAN PELEMBAGAAN KELUARGA SADAR GIZI. PENYULUHAN GIZI MASYARAKAT PENANGGULANGAN KEP & GIZI BURUK PENANGGULANGAN GAKY PENANGGULANGAN ANEMIA GIZI PENANGGULANGAN KURANG VITAMIN A PENANGGULANGAN KURANG GIZI MIKRO PENANGGULANGAN GIZI LEBIH & PENYAKIT DEGENERATIF PROGRAM GIZI INSTITUSI & GIZI DARURAT SISTEM KEWASPADAAN PANGAN & GIZI PENGEMBANGAN TENAGA GIZI PENELITIAN & PENGEMBANGAN GIZI 12 . 2. 7.

11/26/2008 PENYULUHAN GIZI • PENYULUHAN GIZI DIARAHKAN UNTUK MENCAPAI KELUARGA SADAR GIZI (KADARZI) • TITIK BERAT PENYULUHAN GIZI MEMBANTU AGAR SETIAP ORANG & KELUARGA DAPAT MENERAPKAN KONSEP GIZI SEIMBANG KONSEP GIZI SEIMBANG ADALAH SUATU USAHA UTK MENCAPAI : • KESEIMBANGAN ANTARA KEBUTUHAN TUBUH (DINAMIS) AKAN ZAT GIZI DENGAN ASUPAN YANG DIDAPAT MELALUI MAKANAN • KESEIMBANGAN ANTARA BERBAGAI MACAM ZAT GIZI DALAM MAKANAN YANG DIKONSUMSI 13 .

TAHAP BALITA  GOOD CHILD SURVIVAL 3. TAHAP DEWASA & USIA KERJA  SUCCESFUL PRODUCTIVE & REPRODUCTIVE PROCESS 5. TAHAP USIA SEKOLAH & REMAJA  OPTIMAL GROWTH & SUCCESFUL LEARNING PROCESS 4. TAHAP DALAM KANDUNGAN  SAFE MOTHERHOOD / PREGNANCY 2. TAHAP LANSIA  HAPPY & HEALTHY SENIOR CITIZEN DETEKSI KESEIMBANGAN GIZI DENGAN POLA TUMBUH DI KMS • • • • • POLA TUMBUH KEJAR  N1 POLA TUMBUH NORMAL  N2 POLA TUMBUH TIDAK MEMADAI  T1 POLA TIDAK TUMBUH  T2 POLA TUMBUH NEGATIF  T3 14 .11/26/2008 PERAN GIZI SEIMBANG DALAM DAUR KEHIDUPAN 1.

11/26/2008 DETEKSI KESEIMBANGAN GIZI DI POSYANDU Timbang Plot BB N1 Buat grafik Interpretasi N T N2 T1 T2 T3 Cari kemungkinan penyebab Tentukan penyebab Evaluasi Tentukan tindak-lanjut SKDN/SKDT PRINSIP MENCAPAI GIZI SEIMBANG • TIDAK MUNGKIN SEMUA ZAT GIZI DIDAPATKAN DI DALAM BAHAN MAKANAN TUNGGAL  MAKANAN HARUS ANEKA RAGAM • PADA KONDISI LINGKUNGAN YANG TERGANGGU  TANAH MISKIN ZAT GIZI TERTENTU  MAKANAN ALAMI KEKURANGAN ZAT GIZI TERTENTU  PERLU TINDAKAN FORTIFIKASI MAKAN • PADA KONDISI TUBUH DAN LINGKUNGAN YANG TERTENTU  ASUPAN GIZI SECARA ALAMI TIDAK DAPAT MENCUKUPI KEBUTUHAN  PERLU SUPLEMENTASI GIZI 15 .

3. KHUSUSNYA IBU HAMIL DAN BALITA UNTUK MENDAPATKAN SUPLEMENTASI GIZI YANG DIPERLUKAN KELUARGA SELALU MEMANTAU KESEHATAN DAN PERTUMBUHAN ANGGOTANYA. KELUARGA MEMBERIKAN DUKUNGAN KEPADA SETIAP IBU BERSALIN UNTUK MEMBERIKAN ASI EKSKLUSIF KEPADA BAYINYA KELUARGA SENANTIASA MENGKONSUMSI MAKANAN YANG BERANEKA RAGAM KELUARGA HANYA MENGGUNAKAN GARAM YODIUM UNTUK MEMASAK MAKANAN KELUARGA MENGINGATKAN ANGGOTANYA. STRATEGI PEMBERDAYAAN KELUARGA MANDIRI SADAR GIZI IDENTIFIKASI MASALAH PERILAKU GIZI PEMETAAN KADARZI IDENTIFIKASI POTENSI KELUARGA RENCANA TINDAKLANJUT PETUGAS PEMBINAAN BISA DISELESAIKAN KELUARGA RUJUK KE PETUGAS KESEHATAN TIDAK BISA DISELESAIKAN KELUARGA KONSELING SESUAI TEMUAN MASALAH RUJUK KE SEKTOR LAIN ADA MASALAH KESEHATAN DAN MASALAH LAIN 16 . TERUTAMA BALITA DAN IBU HAMIL 2. 5.11/26/2008 LANGKAH MENUJU GIZI SEIMBANG 1. 4.

Pemantauan pertumbuhan anak 3. Peningkatan daya beli KELUARGA MISKIN 6. Pemanfaatan pekarangan 5. pangan dan gizi Sembuh. tidak perlu PMT 17 . Gizi seimbang c. Pola asuh ibu dan anak 2. kesehatan. a. Penyuluhan/Konseling Gizi. BB Naik (N) • PMT Pemulihan • Konseling Sembuh perlu PMT Surveilens sosial. Bantuan pangan darurat. pangan dan gizi KELUARGA MASYARAKAT dan LINTAS SEKTOR PELAYANAN KESEHATAN SELURUH KELUARGA Intervensi jangka menengah/ panjang Sehat. BB Naik (N) 1. ASI Eksklusif dan MP-ASI b. Gizi buruk. Raskin POSYANDU • Penimbangan emua balita Balita • Konseling Punya (D) BGM. PMT balita. a. Penggunaan garam beryodium 4. kesehatan. ibu hamil b. Sakit Intervensi jangka pendek.11/26/2008 PENANGGULAN KEP & GIZI BURUK • MENCEGAH TERJADINYA KEP & GIZI BURUK DENGAN MEMANTAU SECARA TERATUR TUMBUH KEMBANG BALITA DI POSYANDU • MENEMUKAN SEDINI MUNGKIN SEMUA ANAK KEP & GIZI BURUK • MEMULIHKAN SEMUA ANAK KEP & GIZI BURUK Surveilens sosial. darurat KMS • Suplementasi gizi • Pelayanan kesehatan dasar BB Tidak naik Gizi kurang (T). Puskesmas Rumah Sakit Sehat.

PELAYANAN KESEHATAN : RS. MELALUI POSYANDU c. POLINDES b. KUNJUNGAN RUMAH “TERARAH” KE KELUARGA BALITA YANG JARANG / TIDAK BERKUNJUNG KE POSYANDU • 18 . PUSKESMAS.11/26/2008 MENCEGAH KEJADIAN KASUS KEP & GIZI BURUK • • MENINGKATKAN PEMANTAUAN PERTUMBUHAN MELALUI REVITALISASI POSYANDU MENYAMAKAN & MEMANTAPKAN PEMAHAMAN POLA TUMBUH BALITA DENGAN MEMAKAI KARTU MENUJU SEHAT (KMS) MENINGKATKAN PENGENALAN DINI PENYIMPANGAN PERTUMBUHAN DNG KMS DI POSYANDU MELAKUKAN TINDAK LANJUT TERHADAP PENYIMPANGAN DINI PERTUMBUHAN DENGAN MEMBERIKAN PENGOBATAN & NASEHAT PEMBERIAN MAKANAN & MINUMAN SEHAT PADAT GIZI • • MENEMUKAN SEMUA KASUS GIZI KEP & BURUK MELALUI USAHA BERSAMA ANTARA PEMDA & MASYARAKAT • MEMAKAI KRITERIA YANG SAMA • MELALUI BERBAGAI SARANA : a.

TERMASUK BIAYA MAKAN IBU MENUNGGUI PENGELOLAAN BALITA MALNUTRISI AKUT 1.REHABILITASI  RAWAT JALAN . BILA ANGKA KEMATIAN KASUS < 5 % 3. DIANGGAP BERHASIL. MENYIAPKAN ANGGARAN.STABILISASI  RAWAT INAP . MENGGUNAKAN 10 LANGKAH TATALAKSANA GIZI BURUK 2.TERAPI MAKANAN  F100 / F135 / MODISSCO 3 19 .TERAPI MAKANAN  F75 b. BILA BB/PB < -3 SD : a.11/26/2008 MEMULIHKAN SEMUA KASUS GIZI BURUK 1. MENYIAPKAN SISTEM RUJUKAN YANG BAKU 4. BILA BB/PB >= -2 SD  PENIMBANGAN 2. TANPA KOMPLIKASI : . DENGAN KOMPLIKASI : . BILA BB/PB < -2 SD s/d -3 SD PMT BIASA 3.

KIE Tanpa Komplikasi Komplikasi BB/TB < .2 SD s/d > .2 SD dg edema pada 2 kaki PMT Biasa (Supplementary Feeding) Pengobatan.3 SD atau < .3 SD Edema -- PMT Terapi Pengobatan KIE Stabilisasi PENANGGULANGAN GAKY • SUPLEMENTASI  JANGKA PENDEK • FORTIFIKASI  JANGKA MENENGAH • MAKANAN ALAMI SEIMBANG  JANGKA PANJANG • PERBAIKAN LINGKUNGAN  JANGKA PANJANG • PERATURAN .PERUNDANGAN  JANGKA PANJANG 20 .11/26/2008 PENANGANAN GANGGUAN GIZI BERBASIS MASYARAKAT (CTC) BB/TB < .3 SD < .

SEBELUM MINGGU KE 12 KEHAMILANNYA FORTIFIKASI GARAM • MENGGUNAKAN KIO3 (KALIUM YODAT) • DIGUNAKAN KADAR 30-80 PPM • PEMANTAUAN MUTU GARAM PADA TINGKAT PRODUKSI & DISTRIBUSI • PEMANTAUAN GARAM PADA TINGKAT KONSUMEN DI RUMAH TANGGA • PENYULUHAN TENTANG MANFAAT PENGGUNAAN GARAM BERYODIUM KPD PRODUSEN. PEDAGANG & KONSUMEN 21 .11/26/2008 SUPLEMENTASI YODIUM • DIBERIKAN KAPSUL MINYAK BERYODIUM DI DAERAH YANG PREVALENSI GONDOK ≥ 20 % • PRIORITAS DIBERIKAN KEPADA WUS & BUMIL • BUMIL HARUS SUDAH MENDAPAT KAPSUL PADA SAAT K1.

11/26/2008 PERATURAN – PERUNDANGAN & PERBAIKAN LINGKUNGAN • PERLU DISUSUN PERDA TENTANG TATA NIAGA GARAM KONSUMSI BERYODIUM • PERLU PENEGAKAN HUKUM / LAW ENFORCEMENT GARAM BERYODIUM • PERBAIKAN LINGKUNGAN UNTUK MENGKOREKSI TERJADINYA BANJIR & EROSI YANG MENGHANYUTKAN YODIUM DARI TANAH PERMUKAAN (TOP SOIL) • PENGENDALIAN PENCEMARAN UNTUK MENGURANGI MASUKNYA GOITROGEN PENANGGULANGAN ANEMIA • • • • • PEMBERIAN SUPLEMENTASI ZAT BESI FORTIFIKASI MAKANAN DENGAN ZAT BESI PENYULUHAN TENTANG MAKANAN SEIMBANG PERBAIKAN SANITASI  JAMBAN DAN ALAS KAKI PEMBERANTASAN KECACINGAN 22 .

•SUPLEMENTASI CUKUP 1 TABLET/MINGGU  UNTUK PENCAPAIAN COMPLIANCE YG TINGGI (KETAATAN MINUM TABLET).11/26/2008 STRATEGI PENANGGULANGAN KEKURANGAN ZAT BESI •SEBAIKNYA DI MULAI SAAT REMAJA PUTRI  SUPLEMENTASI UNTUK “TABUNGAN ZAT BESI”. SEHINGGA SAAT MENIKAH DAN MENJADI BUMIL & BUTEKI  CADANGAN BESI TUBUH SUDAH PENUH. SUSU • MAKANAN SEIMBANG 23 . •DILAKUKAN DI SEKOLAH & PONDOK PESANTREN PENANGGULANGAN KURANG VITAMIN A • SUPLEMENTASI KAPSUL VITAMIN A • FORTIFIKASI MAKANAN  TEPUNG.

• DAMPAK KEKURANGAN Zn  PERTUMBUHAN TINGGI BADAN TERHAMBAT  PENDEK (STUNTED).11/26/2008 SUPLEMENTASI VITAMIN A • • • • • • UNTUK BAYI & BALITA UNTUK IBU NIFAS UNTUK ANAK XEROPTHALMIA UNTUK ANAK GIZI BURUK UNTUK ANAK KEP YANG MENDERITA CAMPAK DALAM KAMPANYE IMUNISASI CAMPAK. • IMUNITAS RENDAH  ISPA & DIAREA • BERKURANGNYA KEPEKAAN PENGECAP  ANOREKSIA (SELERA MAKAN RENDAH) 24 . • KAJIAN OLEH PROF.GUSWONO SUPARDI  HAMPIR SELURUH TANAH PERTANIAN DI PULAU JAWA KEKURANGAN Zn. TERUTAMA DI DAERAH BENCANA UNTUK PARA PENGUNGSI  USIA 0-15 TAHUN PENANGGULANGAN KURANG ZAT GIZI MIKRO • BERDASAR KAJIAN  KEKURANGAN ZAT GIZI MIKRO DI INDONESIA  SENG (Zn).

1% • SUPLEMENTASI SENG • FORTIFIKASI MAKANAN  TEPUNG. SUSU • MENU ALAMI SEIMBANG PENANGGULANGAN OBESITAS & PENYAKIT DEGENERATIF • UNTUK TINDAKAN PENCEGAHAN DIARAHKAN PADAPENYULUHAN DAN PELAKSANAAN GIZI SEIMBANG SEDINI MUNGKIN  SEJAK BALITA & USIA REMAJA • UNTUK TINDAKAN PENGOBATAN  DILAKUKAN PENDEKATAN PERORANGAN DENGAN KONSELING  DI POJOK GIZI PUSKESMAS 25 .11/26/2008 STRATEGI PENANGGULANGAN KEKURANGAN SENG (Zn) • PEMETAAN KEKURANGAN SENG  METODE “SMITH”  LARUTAN ZnSO4 0.

TERDIRI 50 GRAM PROTEIN & 40 GRAM LEMAK • SURVAI STATUS GIZI  CARI MALNUTRISI AKUT  BALITA DENGAN BB/TB < .11/26/2008 GIZI INSTITUSI & GIZI DARURAT • GIZI INSTITUSI  GIZI ANAK SEKOLAH  PENGAWASAN DAN BIMBINGAN JAJANAN & WARUNG SEKOLAH. • SETELAH 1 -2 MINGGU  RANSUM BAHAN MAKANAN MENTAH & ALAT MASAK SEDERHANA • BANTUAN PANGAN  2100 KAL/ORG/HARI.2 SD. LANGKAH PENANGANAN GIZI DALAM KONDISI DARURAT • SEGERA MENYELENGGARAKAN  DAPUR UMUM  SEKITAR 1 – 2 MINGGU. • GIZI DARURAT  PENANGGULANGAN AKIBAT BENCANA ALAM ATAU KONFLIK SOSIAL KORBAN  TERUTAMA DI TEMPAT PENAMPUNGAN / PENGUNGSIAN. BAIK DALAM TAHAP TANGGAP DARURAT MAUPUN TAHAP REHABILITASI. 26 .

0 % DISERTAI DNG FAKTOR PEMBERAT • BUKAN DAERAH DARURAT GIZI  BALITA DNG BB/TB < -2 SD  < 10.0% ATAU 10.11/26/2008 PENILAIAN GIZI DARURAT BB/TB < .0 .0 % TANPA FAKTOR PEMBERAT 27 .14.9 % < 10.14.9 % DISERTAI DNG FAKTOR PEMBERAT • DAERAH DARURAT GIZI TERBATAS  BALITA DNG BB/TB < -2 SD  10.0 % Faktor Pemberat + Faktor Pemberat -- Faktor Pemberat + Faktor Pemberat -- Daerah Darurat Gizi Daerah Darurat Gizi Terbatas Daerah Bukan Darurat Gizi PENILAIAN SITUASI GIZI DARURAT • DAERAH DARURAT GIZI  BALITA DNG BB/TB < -2 SD  ≥ 15.2 SD >= 15.0 % .0% 10.0 .14.9 % TANPA FAKTOR PEMBERAT ATAU < 10.

11/26/2008 FAKTOR PEMBERAT • • • • • • • KEMATIAN BALITA CAMPAK MALARIA ISPA DIARE HIV DESENTRI TINDAK LANJUT TERHADAP SITUASI GIZI DARURAT • DI DAERAH DARURAT GIZI  PEMBERIAN PMT DARURAT  SEMUA BALITA HARUS DIBERI PMT TANPA MEMANDANG STATUS GIZINYA. • DI DAERAH DARURAT GIZI TERBATAS  PEMBERIAN PMT DARURAT TERBATAS  HANYA BALITA DNG BB/TB < .3SD HARUS DIBERI  PMT TERAPI. • DI DAERAH BENCANA  SEMUA BALITA DNG BB/TB < .2SD YANG MENDAPAT PMT. 28 .

00 PMT SORE 17.30 MAKAN SIANG 15.30 MAKAN MALAM 29 .00 MAKAN PAGI 09.00 MAKAN PAGI 09.11/26/2008 DOSIS PEMBERIAN PMT DARURAT •PMT TERAPI  DIBERIKAN 3 X 200 KALORI/ HARI DALAM BENTUK F100  SELAMA ± 60 HARI SAMPAI  BB/TB > .00 PMT MALAM PMT DARURAT 07.2 SD.30 MAKAN SIANG 15.3SD •PMT DARURAT/DARURAT TERBATAS  DIBERIKAN 2 X 200 KALORI/HARI DALAM BENTUK MODISSCO 1  SELAMA ± 30 HARI SAMPAI BB/TB ≥ .30 PMT PAGI 12. JADWAL PEMBERIAN PMT PMT TERAPI 07.30 MAKAN MALAM 21.30 PMT PAGI 12.00 PMT SORE 17.

11/26/2008 PENGERTIAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL ADALAH SUATU STANDAR DENGAN BATAS-BATAS TERTENTU. INDIKATOR DAN NILAI (BENCHMARK) STANDAR PELAYANAN MINIMAL (GIZI) • • • • • PEMANTAUAN PERTUMBUHAN BALITA PEMBERIAN SUPLEMEN GIZI PELAYANAN GIZI PENYULUHAN GIZI SEIMBANG SISTEM KEWASPADAAN GIZI 30 . UNTUK MENGUKUR KINERJA PENYELENGGARAAN KEWENANGAN WAJIB DAERAH YANG BERKAITAN DENGAN PELAYANAN DASAR KEPADA MASYARAKAT YANG MENCAKUP : JENIS PELAYANAN.

11/26/2008 PEMANTAUAN PERTUMBUHAN • BALITA YG TERPANTAU PERTUMBUHANNYA (D) • BALITA YG BAIK PERTUMBUHANNYA (N) • BALITA YG GAGAL PERTUMBUHANNYA (T) • BALITA YG MENGALAMI PERBAIKAN PERTUMBUHANNYA (T  N1) • BALITA YG BERAT BADANNYA DI BAWAH GARIS MERAH (BGM) PEMBERIAN SUPLEMEN GIZI • BALITA YANG MENDAPATKAN KAPSUL VITAMIN A • IBU HAMIL YANG MENDAPAT TABLET TAMBAH DARAH • IBU NIFAS YANG MENDAPAT KAPSUL VITAMIN A • IBU HAMIL YANG MENDAPAT KAPSUL YODIUM 31 .

11/26/2008 PELAYANAN GIZI • BALITA KEP & BGM YANG MENDAPAT PMT .MPASI • BALITA GIZI BURUK YANG MENDAPATKAN PERAWATAN PENYULUHAN GIZI SEIMBANG • BAYI YANG MENDAPATKAN ASI EKSKLUSIF • DESA DENGAN KONSUMSI GARAM BERYODIUM YANG BAIK 32 .

11/26/2008 SISTEM KEWASPADAAN GIZI • PENANGANAN DESA DENGAN KLB GIZI < 24 JAM • DESA BEBAS RAWAN GIZI 33 .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->