Anda di halaman 1dari 2

ALAT DAN BAHAN A. Alat 1. Inkubator 2. Labu ukur 50 mL 3. Lampu spirtus 4. Ose 5. Rak tabung 6. Stopwatch 7.

Tabung reaksi besar dan kecil 8. Volume pipet berukuran 1 dan 10 mL B. Bahan 1. Air suling (Aquades) 2. Fenol 3. Nutrient Broth (NB) 4. Suspensi Bakteri Pseudomonas aeroginosa

PROSEDUR Fenol sebanyak 1,25 g dilarutkan ke dalam 50 mL aquades steril di labu ukur 50 mL. Setelah itu direncanakan pengenceran untuk membuat konsentrasi yang diinginkan, yaitu 1/40, 1/50, 1/60, 1/70, 1/80, dan 1/90. Rencana pengenceran dimasukkan ke dalam tabel untuk mempermudah kerja. Lalu, larutan fenol diencerkan sesuai perhitungan. Setelah diencerkan, larutan fenol dimasukkan ke dalam tabung-tabung yang berbeda, masing-masing 5 mL. Sebanyak 36 tabung reaksi kecil diisi dengan 1 mL NB. Setelah semua tabung reaksi kecil terisi, tabung-tabung besar dan kecil disusun dalam rak tabung, dengan baris pertama terdiri dari tabung besar yang berisi hasil pengenceran dan diberi tanda A, B, C, D, E, dan F. Baris kedua terdiri dari 6 tabung reaksi berisi NB, beri tanda a1, b1, c1, d1, e1, dan f1, begitu seterusnya sampai pada baris a6, b6, c6, d6, e6, dan f6. Setelah penyusunan selesai, 0,2 mL suspensi bakteri dimasukkan pada masing-masing tabung besar secara berurut dengan rentang waktu 30 detik. Pada waktu memasukkan 0,2 mL suspensi bakteri pada tabung F, dengan serentak ambil 1 ose larutan tabung A dan dimasukkan ke tabung a1. Lalu dilanjutkan dengan memindahkan 1 ose larutan tabung B ke b1 dengan selang waktu 30 detik. Pada waktu memindahkan 1 ose larutan tabung F ke f1, pada waktu yang sama pindahkan 1 ose larutan tabung A ke tabung a2. Begitu seterusnya sampai pada tabung f6. Setelah itu, dibuat kontrol negatif yang hanya berisi NB dan kontrol positif yang berisi NB dan suspensi bakteri.

Kemudian semua tabung kecil diinkubasi pada suhu 37oC selama 18-24 jam. Kekeruhan yang terjadi diamati dan dibandingkan dengan kontrol positif dan negatif. Hasil pengamatan dimasukkan ke dalam tabel pengamatan. Dan terakhir, ditentukan koefisien fenolnya.