Anda di halaman 1dari 15

Pengaruh

Presistensi Gigi
Sulung Terhadap
Pertumbuhan
Rahang
Pada anak-anak usia sekolah dasar anak akan mengalami masa
mixdentition (gigi bercampur) dimana deretan gigi-gigi merupakan
campuran antara gigi susu dan gigi pemanent.
Pertumbuhan rahang yang tidak sesuai dengan besarnya gigi
menyebabkan gigi menjadi tidak teratur letaknya. Faktor-faktor yang
dapat menyebabkan letak gigi yang tidak teratur adalah pertumbuhan
gigi yang tidak normal, pertumbuhan tulang rahang yang tidak normal,
faktor keturunan,penyakit-penyakit sistemik atau kronis lainnya.
Hal ini menimbulkan keadaan yang dinamai persistensi gigi decidui
dan biasanya gigi susu yang tadinya sudah goyang jadi kuat lagi karena
terjepit oleh gigi permanent yang baru erupsi.
Pertumbuhan Gigi SuIung
Gigi susu akan bertahan dalam mulut hingga usia 6 tahun, ditandai
dengan munculnya gigi tetap. Saat ini disebut masa gigi bercampur
antara gigi susu dan gigi tetap.
Tidak semua gigi susu yang rusak harus dicabut. Pencabutan yang
terlalu dini akan menyebabkan gigi tetap kehilangan arah tumbuh dan
akhirnya menyebabkan susunan gigi yang bertumpuk atau berantakan,
dan mengganggu proses tumbuh kembang rahang anak. Demikian pula
jika gigi susu bertahan terlalu lama dalam mulut, dapat menyebabkan
gigi tetap kekurangan tempat tumbuh dan menjadi bertumpuk.
Pengertian Persistensi Gigi
SuIung
Sering dijumpai kasus dimana gigi susu tidak tanggal walaupun gigi
permanen pengganti sudah erupsi.Gigi tanggal lewat dari masa/umur yang
sewajarnya.yang disebut persistensi lawan dari premature Iost. Sering
dijumpai pada usia 6-12 tahun.
Seharusnya letak benih gigi tetap tepat berada di bawah gigi susu yang
akan digantikannya. Jika gigi tetap sudah waktunya tumbuh secara alamiah
benihnya akan mendesak akar gigi susu. Terjadilah proses resorbsi
(berkurangnya panjang akar)
Walau letak benih gigi tetap tidak tepat di bawah gigi susu, tapi
kemungkinan ada bagian-bagian tertentu dari akar gigi susu yang terkena
desakan gigi tetap sehingga akan terjadi sedikit resobsi akar di sisi tertentu
Jadi, tetap saja gigi susu tersebut tidak terlalu stabil kedudukannya.
Pengertian Persistensi Gigi
SuIung
Persistensi gigi sulung tidak mempunyai penyebab
tunggal tetapi merupakan gangguan yang disebabkan
multifactor. Hal ini berkaitan dengan proses resorbsi fisiologi
yang tak sempurna, gangguan nutrisi. Hal ini mengakibatkan
proses erupsi menjadi terhambat sehingga terjadi persistesi.
Persistensi biasa disebut juga dengan gigi kesundulan.
Kondisi itu berkaitan dengan beberapa sebab. Di antaranya,
arah tumbuh gigi sulung tidak searah dengan arah tumbuh
gigi susu yang akan digantikannya. Gigi kesundulan juga
dapat diakibatkan oleh ketidakcukupan tempat bagi gigi yang
akan tumbuh menggantikan gigi susu. Dengan demikian, gigi
pengganti mengarah pada tempat yang kosong.
ibat Persistensi gigi suIung
danya persistensi dapat menyebabkan gangguan erupsi
gigi permanen pengganti, sehingga dapat menimbulkan
bermacam-macam anomali, nomali ini dapat diatasi dengan
perawatan ortodonti.
Dampak yang lebih luas lagi, gigi berjejal, selain kurang baik
secara estetika juga menyebabkan kerusakan gigi yang
destruktif. Bisa berupa caries dentis pada gigi permanent yang
baru tumbuh maupun kerusakan jaringan penyangga gigi
(periodontitis), radang gusi (gingivitis). Posisi yang berjejal
memungkinkan terjadinya retensi plak (penumpukan plak)
disela-sela gigi sehingga sisa-sisa makanan susah dibersihkan.
aIoIusi gigi
aIoIusi adalah kondisi oklusi intercuspal dalam pertumbuhan gigi diasumsikan
sebagai kondisi yang tidak reguler.Batas antara oklusi normal dengan tidak normal
sebenarnya cukup tipis.
Maloklusi juga menyangkut hubungan lengkung gigi,posisi dan pertumbuhan
rahang yang tidak normal. Maloklusi gigi yang tidak diperbaiki dengan tetap dan sejak
dini akan menyebabkan kelainan pada fungsi-fungsi lain.
Maloklusi umumnya terjadi akibat faktor bawaan. Namun, juga bisa ditimbulkan
oleh kebiasaan buruk dan faktor lainnya seperti, kebiasaan menghisap jari tangan sejak
lecil, kebiasaan menjulurkan lidah, atau kondisi pasca kecelakaan yang melibatkan
bagian muka, kehilangan gigi terlalu dini, dan banyak faktor lainnya.
Klasifikasi untuk maloklusi, didasarkan dari relasi oklusi dari molar pertama.
Pada kondisi normal, relasi antar molar
pertama normal begitu juga gigi-gigi
yang ada di anteriornya (depan-red).
aIoIusi Gigi
Terbagi menjadi 3:
aIoIusi tipe dentaI, rahang atas dan rahang bawah
terhadap tulang kepala normal,tapi gigi-giginya mengalami
pernyimpangan .
B aIoIusi tipe seIetaI, hubungan rahang atas dan
rahang bawah terhadap tulang kepala tidak harmonis.
Menurut anglenya dibagi kedalam tiga kelas, yakni :
1aIoIusi Ias 1 : gigi berjejal-jejal
Relasi antar molar pertama
normal, tetapi garis oklusi gigi-
gigi di daerah depan dari molar
pertama tersebut tidak tepat.
Maloklusi Gigi Kelas 1
a Gigi geIigi yang sangat berjejaI
Keadaan ini terjadi akibat adanya
kekurangan ruang pada rahang untuk
menampung seluruh gigi pada posisi normal
b Gigi renggang.
Keadaan ini disebabkan oleh
pertumbuhan abnormal rahang yang
berlebihan saat gigi ada yang hilang,
menyebabkan penyakit Peridontal
c rossbite
Crossbite adalah keadaan yang
terjadi bila posisi rahang atas dan
bawah tidak semestinya. Keadaan ini
menyebabkan keausan gigi, penyakit
gusi dan hilangnya
Maloklusi Gigi Kelas 2
Rahang atas lebih besar atau lebih maju daripada rahang bawah
Tampak molar pertama bawah
tampak lebih belakang dari pada
molar atasnya sehingga relasi
tidak lagi normal. Kondisi ini
merupakan overbite (gigitan
berlebih). Keadaan ini terjadi
ketika gigi rahang atas beroklusi
melebihi gigi rahang bawah.
aIoIusi Ias 3
Rahang bawah lebih besar daripada rahang atas ini merupakan kebalikan dari
Kelas 2, yaitu molar pertama atas yang tampak lebih belakang daripada molar pertama
bawah. Kondisi ini merupakan underbite atau terkadang disebut gigitan terbalik.
Keadaan ini terjadi ketika gigi rahang bawah
tumbuh melebihi gigi depan rahang atas.
Biasanya disebabkan oleh kurangnya
pertumbuhan rahang atas, pertumbuhan
rahang bawah yang berlebihan atau kombinasi
keduanya. Bisa juga terjadi akibat hilangnya gigi
rahang atas.
Keadaan ini menyebabkan gangguan fungsi normal gigi depan atau molar (gigi
geraham) yang dapat menyebabkan keausan gigi. Hal ini juga menyebabkan nyeri
rahang dan masalah pada sendi.
aIoIusi fungsionaI, terjadi karena adanya
kelainan otot-otot ,sehingga timbul gangguan saat dipakai
untuk mengunyah.
aIoIusi
eIas 3
Penyebab aIoIusi
a Gigi berjejaI
Gigi yang tumbuh dengan kondisi dempet dan tidak teratur susunannya. Hal ini
disebabkan bila seorang anak dicabut sebelum waktunya dan menyebabkan ke-
ompong-an dan akhirnya rahang tidak berkembang.
b Genetia
Misalnya, ibu yang memiliki gigi kecil dan bapak yang memiliki rahang yang
besar, cenderung akan memiliki anak dengan rahang kecil dan giginya besar,
otomatis menyebabkan gigi berjejal. Termasuk obat-obatan yang dikonsumsi ibu saat
hamil (kecil pengaruhnya)
c Trauma
Benturan keras pada mulut dan mencenderai rahang serta gigi, juga merupakan
penyebab terjadinya maloklusi.
d Kebiasaan buru
Kebiasaan buruk yang dimaksud adalah mengedot, menghisap jari/bibir,
menyikat gigi dengan gerakan dan arah yang salah, sehingga terjadi pembusukan
pada gigi yang akhirnya menyebabkan gigi berlubang. tergantung sampai berapa
lama kebiasaan buruk tersebut bertahan.
Pencegahan Persistensi gigi
suIung
dilakukan pencabutan gigi susu yang memerlukan obat anastesi salah
satunya 8940.9,alat suntik berbentuk pulpen.Karena jarumnya sangat kecil
friksi yang terjadi menajdi berkurang,sehingga tidak akan merasa sakit.
Bagi gigi yang masih tertanam kuat, yang dipergunakan hanya anestesi
topical, biasanya memakai chlor ethyl. nestesi ini menimbulkan sensasi dingin
pada gusi.
Dengan pencabutan gigi susu tersebut dan bantuan kekuatan otot bibir
dan lidah, gigi dewasa akan bergeser menempati tempatnya yang benar.
Benih gigi dewasa dibentuk di dalam rahang, di bawah gigi susu yang
akan digantikannya. Mahkota benih gigi dewasa dibungkus oleh perisai yang
berbentuk kapsul untuk menyerap akar gigi susu yang akan digantikannya.
kar gigi yang diserap akan semakin habis sehingga gigi susu tanggal sendiri.
Selesaiii