Anda di halaman 1dari 3

Ratna Irianita Sari 2011-16-171

Resume kuliah drg. Nila Utama, Sp.BM Jumat, 22 Maret 2013 NSAID

Obat anti inflamasi terbagi menjadi tiga kategori, yaitu: 1. Golongan NSAID (Non Steroid Anti Inflamatory Drugs)
Golongan obat yang bersifat anti inflamasi, analgetik dan antipiretik. Pengaruh golongan obat ini berdasarkan penghambatan biosintesis prostaglandin (PG) Contoh: paracetamol, asam mefenamat, aspirin, ponstan, cataflam

2. Golongan SAID (Steroid Anti Inflamatory Drugs)


golongan steroid yang mengandung anti inflamasi, tidak terlalu kuat analgetik dan antipiretiknya. Contoh: obat kortikosteroid, seperti endometason, dextametason (berperan kuat dalam proses penyembuhan pada kasus yang belum jelas diagnosanya dan merupakan salah satu obat pertolongan pertama pada keadaan shock), prednison. Kortikosteroid jika dikonsumsi berkepanjangan akan memiliki efek imunosupresan (menekan sistem kekebalan tubuh)

3. Golongan opiod
Golongan ini diberikan pada kasus-kasus yang sakitnya tak tertahankan.

Contoh: tramadol, ketorolac NSAID atau AINS (Anti Inflamasi Non Steroid) Obat golongan NSAID merupakan kelompok obat yang heterogen, namun obatobatan ini memiliki banyak persamaan dalam efek terapi maupun efek samping. Sebagian besar obat NSAID berdasarkan atas penghambatnya terhadap biosintesis prostaglandin (PG). Prostaglandin adalah zat yang dilepaskan ketika sel mengalami kerusakan (secara fisis/mekanis/chemis/thermis/mikrobiologi) atau disebut mediator inflamasi. Prostaglandin diinduksi oleh enzim siklooksigenase (COX) sehingga efektifitas suatu obat dipengaruhi oleh cara kerjanya dalam menghambat enzim COX. Mediator inflamasi selain prostaglandin, yaitu: bradikinin, serotonin, sitokin, leukotrein, interleukin dan histamine. Proses inflamasi meliputi terjadi kerusakan mikrovaskuler sehingga meningkatnya permeabilitas vaskuler dan migrasi leukosit ke jaringan radang timbul gejala kalor, dolor, rubor, tumor dan functiolesa. Enzim COX memiliki dua bentuk isoform, yaitu COX-1 dan COX-2. COX-1 : bersifat konstitusiv dan berfungsi fisiologis terutamaa menginduksi

prostasiklin untuk mebentuk mukosa bilayer gaster (efek perlindungan terhadap lambung). Selain itu berfungsi pada fungsi platelet (sel-sel trombosit yang mempengaruhi fungsi pembekuan darah) dan pembentukan sel ginjal. COX-2 : bersifat inducible yang merangsang terjadinya proses inflamasi.

Dalam kondisi normal, COX-2 terdapat dalam sel tubuh dan berfungsi secara fisiologis untuk vasokonstriksi sistem kardiovaskuler. NSAID ideal bekerja selektif terhadap COX-2 dan akan menghambat proses inflamasi, kemudian juga minimal menghambat COX-1 agar lambung dan ginjal tetap terlindungi serta tidak memperpanjang waktu perdarahan serta tetap melindungi COX-2 fisiologis sehingga aman terhadap kardiovaskuler. Obat AINS 1. Asam karboksilat I. Asam asetat

a. Derivat Asam Fenilasetat

: diklofenak, fenklofenak

b. Derivat Asam Asetatinden/indon: indometason, sulindak, tolmeton II. Derivat asam salisilat salsalat III. IV. Derivat Asam Propionat Derivat Asam Fenamat : ibuprofen : asam mefenamat, ponstan : aspirin, benorilat, diflunisal,

2. Asam Enolat I. II. Derivet Pirazolon Derivet Oksikam : fenilbutazon, azapropazon : piroksikam, tenoksikam