Anda di halaman 1dari 13

Biologi

HEREDITAS

Nama Kelas

: Novita Sari : XII IPA 3

PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWANGIN TIMUR DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA

SMA NEGERI 2 SAMPIT


Gusti Hermanto

BAB III HEREDITAS A. PENDAHULUAN Hereditas berarti penurunan sifat-sifat genetik dari orang tua ke anak. Ilmu yang mempelajari hereditas disebut genetika. Teori pewarisan sifat atau hukum-hukum hereditas pertama kali dicetuskan oleh Gregor Johann Mendel (1822-1884), anak seorang petani kecil di Moravia Utara. Mendel berpendapat bahwa sifat-sifat dapat diturunkan dari generasi ke generasi melalui faktor penentu. Pada saat pendapat beliau diakui kebenarannya, beliau sudah wafat. Hal itu dikarenakan pada waktu diterbitkannya buku yang memuat pendapat beliau pada tahun 1866, dunia ilmu pengetahuan belum dapat menunjukkan bentuk maupun susunan sifat keturunan yang oleh Mendel disebut sebagai faktor penentu. Pendapat Mendel barn ditengok kembali pada tahun 1900 oleh Hugo De Vries (Belanda), Carl Correns (Jerman), dan Erich von Tschermak (Austria) yang melakukan analisis secara lebih mendalam. B. MATERI GENETIK Asam nukleat ini terdapat di dalam nukleoplasma. Nukleoplasma adalah plasma yang terdapat di dalam nukleus (inti sel). Nukleoplasma mengandung berma-cam-macam bahan kimia, seperti larutan fosfat, gula ribosa, protein, nukleotida, asam nukleat, serta garam-garam mineral. Selain zat-zat tersebut, bahan dasar nukleus adalah protein yang khas yang disebut protein inti atau nukleoprotein. Nukleo-protein dibangun oleh senyawa protein dan asam nukleat. Dari beberapa macaw asam nukleat, yang ada sangkut pautnya dengan hereditas ada dua, yaitu DNA dan RNA. DNA (deoxyribonucleic acid = asam deoksiri bonukleat) dan RNA (ribonucleic acid = asam ribonukleat) bertanggung jawab membentuk protein serta mengontrol sifat sifat keturunan. Jadi, gen yang disebut faktor penentu di zaman Mendel itu, akhirnya dapat diketahui struktur kimianya, dan disebut DNA. DNA, RNA, gen, dan kromosom disebut materi genetik karena bertanggung jawab terhadap pewarisan sifat-sifat genetik dari induk kepada keturunannya. Percobaan transformasi pada bakteri Diplococcus pneumoniae yang dilakukan oleh Griffith pada tahun 1928, telah memberikan keyakinan bahwa DNA benar-benar merupakan bahan genetik. 1. DNA a. Struktur D Penemu DNA dan RNA adalah seorang ahli kimia berkebangsaaan Jerman, Friederich Miescher (1869), yang menyelidiki susunan kimia dari nukleus. Zat yang mengandung fosfor sangat tinggi dalam nukleus mula-mula disebut nuklein. Richard Altmann kemudian mengubah nama nuklein menjadi asam nukleat karena nuklein bersifat seperti asam. Jadi, nukleosida adalah nukleotida tanpa fosfat, sedangkan nukleotida adalah nukleosida dengan fosfat.
Gusti Hermanto

Asam deoksiribonukleat merupakan molekul kompleks yang dibentuk oleh 3 macam molekul, yaitu: 1) 2) 3) gula pentosa (deoksiribosa) fosfat (PO4-) basa nitrogen, terdiri dari: a)purin: guanin (G) dan adenin (A) b)pirimidin: timin (T) dan sitosin (C). Jadi, suatu molekul nukleotida yang terdiri dari ikatan gula basa dan fosfat yang menyusun DNA dapat berbentuk: 1) adenin nukleotida = adenin deoksiri bosa fosfat 2) guanin nukleotida = guanin deoksiri bosa fosfat 3) sitosin nukleotida sitosin deoksiribo sa fosfat 4) timin nukleotida timin deoksiribosa fosfat. Berdasarkan hasil penelitian Rosalind Franklin dan Maurice Wilkins pada DNA dengan menggunakan sinar-X, James Watson dan Francis Crick (1953) menge-mukakan suatu model gen yang terkenal dengan nama double helix (tangga tali berpilin ganda). Struktur kimia gen (DNA) menurut Watson-Crick yang berupa tangga berpilin tersusun atas: 1) 2) gula dan fosfat sebagai induk/ibu tangga basa nitrogen, dengan pasangan tetapnya sebagai anak tangga: G dengan C dihubungkan oleh ikatan lemah 3 atom H (hidrogen). T dengan A dihubungkan oleh ikatan lemah 2 atom H (hidrogen). b. Replikasi DNA Kemampuan DNA untuk membentuk DNA baru yang sama persis dengan DNA asal (replikasi) disebut kemampuan autoka-talitik. Sedangkan kemampuan DNA membentuk molekul kimia lain dari salah satu atau sebagian rantainya disebut kemampuan heterokatalitik. Ada tiga hipotesis tentang terjadinya replikasi DNA, yaitu sebagai berikut. 1) Teori konservatiLmenyatakan bahwa double helix yang lama tetap (tidak berubah), dan langsung terbentuk dou-ble helix yang baru.

Gusti Hermanto

2)

Teori dispersif menyatakan bahwa double helix yang lama terputus-putus. Lalu potongan-potongan tersebut memisah dan membentuk potongan-potongan baru yang akan bersambungan dengan potongan-potongan lama; sehingga kembali menjadi dua DNA baru yang sama persis. Teori semikonservatit menyatakan bahwa dua pita dari double helix memisahkan diri dan masing-masing pita yang lama mendapatkan pasangan pita baru seperti pasangannya yang lama, sehingga terbentuklah dua DNA baru yang sama persis.

3)

Peristiwa replikasi DNA pertama kah diselicliki pada tahun 1957 oleh Taylor clan kawan-kawan dengan menggunakan nitro-gen radioaktif N15 yang dilabelkan dalam timidin. Timidin ialah senyawa antara timin dan deoksiribosa. Percobaan Taylor dan kawan-kawan ini diperkuat oleh penelitian Matthew Meselson dan Franklin Stahl (1958). Replikasi berlangsung pada sel-sel muda saat interface pada pembelahan mi-tosis. Proses ryplikasi DNA ini melibatkan beberapa enzim, antara lain : 1) helikase, untuk mempermudah mem buka rantai ganda DNA menjadi dua buah rantai tunggal 2) polimerase, untuk menggabungkan deoksiribonukleosida trifosfat 3) ligase, untuk menyambung bagian-bagian rantai tunggal DNA yang baru terbentuk.

2. RNA Seperti halnya DNA, RNA mempunyai daya absorpsi maksimum terhadap sinar violet dengan panjang gelombang 260 milimikron, serta menyerap warna yang bersifat basa. Menurut peranan dan tempat terdapatnya, ada macam-macam RNA, antara lain a. RNA duta, disebut juga mRNA (messenger RNA), dibentuk oleh DNA di dalam nukleus, berperan membawa kode genetika dari DNA RNA ribosom (rRNA) dibentuk oleh DNA, banyak terdapat di dalam ribosom RNA transfer (tRNAI, dibentuk oleh DNA, berada dalam sitoplasma, berperan mengikat asam amino.

b. c.

3. Peran DNA dan RNA dalam Sintesis Protein Sintesis protein membutuhkan bahan dasar asam amino, dan berlangsung di dalam inti sel dan ribosom. Secara garis besar, sintesis protein berlangsung melaluui dua tahap yaitu transkripsi dan tranlasi. Sintesis ini melibatkan DNA, RNA, dan ribosom.

Gusti Hermanto

a. Transkripsi Transkripsi adalah pembentukan mRNA (messenger RNA/RNA duta) dari salah satu pita. DNA dengan bantuan enzim RNA polimerase. Tahapan transkripsi adalah sebagai berikut. 1) RNA polimerase melekat pada molekul DNA sehingga menyebabkan sebagian dari double helix membuka. 2) Akibat terbukanya pita DNA, basa basa pada salah satu pita menjadi bebas, sehingga memberi kesempatan basa-basa pasangannya menyusun mRNA. Misalnya: timin (T) dari DNA akan membentuk adenin (A) pada mRNA; sitosin dari DNA akan membentuk guanin (G) pada mRNA, dan seterusnya. 3) mRNA yang sudah selesai dicetak akan meninggalkan inti sel menuju sitoplasma dan melekat pada ribosom. Ribosom adalah granula-granula dalam. Transkripsi ini mirip dengan replikasi PNA hanya bedanya: 1) basa urasil RNA mengganti timin DNA

2) mRNA yang terbentuk tidak tetap berpasangan dengan pita DNA pembuatnya, tetapi melepaskan diri meninggalkan inti sel 3) replikasi DNA memberikan hasil yang tetap di dalam genom, sedangkan pembentukan molekul RNA berlangsung dengan interval dan hasilnya digunakan langsung dalam waktu singkat untuk sintesis protein. b. Tranlasi Di dalam sitoplasma banyak terdapat tRNA, asam-asam amino, dan lebih dari 20 enzim amino asil sintetase. Tahapan Tranlasi adalah sebagai berikut. 1) 2) 3) Pemindahan asam amino dari sito-pmgrna ke ribosom dilakukan oleh tRNA. AA-AMP diikat oleh tRNA,untuk dibawa ke ribosom. Ujung bebas tRNA memiliki tiga basa nitrogen pada salah satu sisi yang dapat mengikat asam amino tertentu yang telah diaktifkan. mRNA telah melekat di ribosom. Anti kodon harus sesuai dengan pasangan basa dari kodon.

4)

Gusti Hermanto

5)

tRNA yang telah melepaskan asam amino kemudian meninggalkan ribosom/tRNA bebas dalam sitoplasma untuk selanjutnya mengikat asam amino lain semacam yang telah diaktifkan oleh ATP.

Urutan singkat sintesis protein adalah seperti berikut ini. 1) 2) 3) DNA membentuk mRNA untuk membawa kode sesuai urutan basa N-nya. mRNA meninggalkan inti, pergi ke ribosom dalam sitoplasma. tRNA datang membawa asam amino yang sesuai dengan kode yang dibawa oleh mRNA. tRNA ini bergabung dengan mRNA sesuai dengan kode pasangan basa N nya yang seharusnya. Asam-asam amino akan berjajar-jajar dalam urutan yang sesuai dengan kode sehingga terbentuklah protein yang diharapkan. Protein yang terbentuk merupakan enzim yang mengatur metabolisms sel dan reproduksi.

4)

5)

4. Kode Genetik Kode genetik ialah suatu cara untuk menetapkan jumlah Berta urutan nukleotida yang berperan dalam menentukan posisi yang tepat dari tiap asam amino dalam rantai peptida yang panjang. Nirenberg, Khorona, clan Holley tahun 1968 menerima hadiah Nobel karena menciptakan kode genetik dengan membuat mRNA buatan yang hasilnya dijelaskan sebagai berikut. a. Jika sebuah kodon hanya terdiri dari satu nukleotida, akan didapatkan 41 = 4 kodon, yaitu: A, G, C, dan U. Kode genetik yang menggunakan 1 nukleotida Baja disebut kode singlet, kode ini tidak memenuhi syarat, sebab barn mengkode 4 asam amino, padahal jumlah asam aminonya 20. b. Jika sebuah kodon terdiri dari dua 42 nukleotida, akan didapatkan 4 = 16 kodon dan disebut kode duplet. Kode ini belum dapat memenuhi 20 asam amino. c. Jika sebuah kodon terdiri dari tiga nukleotida, didapatkan 43 = 64 kodon, disebut kode triplet. Dengan kode tri-plet akan ada kelebihan 64 20 = 44 kodon, tetapi ini tidak menjadi masalah karena satu macam asam amino dapat dikode oleh beberapa kodon. Jelaslah bahwa kode yang berlaku sampai sekarang adalah kode triplet. Dan 64 macam kodon, 3 kodon yaitu UAA, UAG, dan UGA merupakan kodon nonsense (kodon stop), yaitu kodon yang mengakhiri sintesis protein.

Gusti Hermanto

5. Gen Istilah gen dipopulerkan oleh Yohansen (1909). Dengan pesatnya perkembangan genetika molekuler, kini telah diketahui bahwa gen masih terdiri dari beberapa komponen yang masingmasing sangat berpengaruh pada kegiatan gen. a. Komponen Penyusun Gen Ada tiga komponen penyusun gen, yaitu rekon, muton, dan sistron. 1) rekon ialah komponen yang lebih kecil dari gen yang terdiri atas satu atau dua pasang nukleotida saja 2) 3) muton ialah komponen yang terdiri atas lebih dari dua atau beberapa nukleotida sistron ialah komponen yang terdiri atas ratusan nukleotida.

Pada tahun 1963, penghargaan Nobel dihadiahkan kepada E Jacob dan J. Monod karena menemukan gen struktural dan gen regulator dari hasil penelitian mereka pada bakteri Escherichia coli. 1) Gen struktural ialah gen-gen yang me-laksanakan pembentukan mRNA.

2) Gen regulator ialah gen yang mengontrol kelompok-kelompok gen struktural, disebut juga gen pengatur. b. Fungsi Gen Fungsi pokok gen adalah: 1) mengatur perkembangan dan metabolisme individu 2) menyampaikan informasi genetik kepada generasi berikutnya. Thomas Hunt Morgan (1866-1945), seorang ahli genetika dan embriologi Amerika Serikat, mengemukakan pendapatnya bahwa gen adalah substansi hereditas, yaitu snafu kesatuan kimia yang memiliki sifat seperti berikut ini: 1) 2) gen merupakan zarah tersendiri yang kompak di dalam kromosom gen mengandung informasi genetik

3) gen dapat menduplikasi diri pada peristiwa mitosis (pembelahan sel); artinya, gen dapat membelah menjadi dua bagian yang sama persis sehingga dapat menyampaikan informasi genetik kepada sel generasi berikutnya

Gusti Hermanto

4) setiap gen menduduki tempat tertentu dalam kromosom; lokasi khusus yang ditempati gen dalam kromosom disebut lokus gen.

6. Keromosom Menurut Suryo (1984), yang disebut kromosom ialah benda-benda halus berbentuk lurus seperti batang atau bengkok dan terdiri dari zat yang mudah mengikat zat warna di dalam nukleus. Istilah kromosom (krom = warna, soma = tubuh) dipopulerkan oleh Waldeyer (1888). a. Ukuran dan Jumlah Kromosom Individu Kromosom yang terdapat di dalam sebuah sel tidak pernah sama ukurannya. Panjang kromosom antara 0,2 hingga 50 mikron, dan diameternya antara 0,2 hingga 20 mikron. Benden dan Boveri (1887) melaporkan bahwa banyaknya kromosom di dalam nukleus berbeda beda pada tiap spesies makhluk hidup dan jumlahnya untuk tiap spesies adalah konstan. Satu set kromosom haploid dalam gamet ini disebut genom. b. Struktur dan Macam Kromosom Secara garis besar, struktur kromosom terdiri atas sentromer dan lengan. Sentromer atau kinetokor adalah bagian dari kromosom tempat melekatnya benang-benang spindel, yang berperan menggerak-kan kromosom selama proses pembelahan sel/mitosis. k.)3erdasarkan jumlah sentromer, kromosom dibagi menjadi tiga, yaitu: -1) 2) 3) monosentris: adalah kromosom yang hanya memiliki sebuah sentromer disentris: adalah kromosom yang me-miliki dua sentromer polisentris: adalah kromosom yang memiliki banyak sentromer.

Selain itu, ada pula kromosom yang tidak memiliki sentromer, disebut asentris. Berdasarkan letak sentromernya, kro-mosom terbagi menjadi empat, yaitu.: 1) 2) 3) 4) telosentrik: jika sentromer terletak di ujung lengan kromosom akrosentrik: jika sentromer terletak di dekat + ujungkromosom metasentrik: jika sentromer submetasentrik: jika sentromer terletak agak ditengah sehingga ke dua lengan tidak sama panjang.

Gusti Hermanto

Selubung pembungkus kromonema disebut matriks. Bagian kromonema yang mengalami pembelahan disebut kromomer (granula besar). Kromomer berfungsi sebagai pembawa sifat keturunan yang disebut lokus gen. Granula kecil (butir-butir) disebut kromiol. Menurut bentuknya, kromosom digolongkan menjadi enam macam: 1. bentuk bulat 2. bentuk cerutu 3. bentuk koma 4. Bentuk batang 5. Bentuk huruf V 6. Bentuk huruf L

c. Autosom dan Kromosom Seks Pada sel eukariota (sel yang intinya bermembran) terdapat dua macam kromosom, yaitu autosom dan gonosom. jumlah autosom dalam inti sel suatu makhluk hidup normal pada umumnya adalah 2n 2. Sedangkan gonosom (kromosom seks) adalah kromosom yang menentukan jenis kelamin individu. Pada individu jantan, umumnya pasangan kromosom seks tidak sama, disebut kromosom x (lurus berbentuk batang) dan kromosom y (bengkok pada ujungnya). Sedangkan pada individu betina kedua kromosom seks berbentuk sama, disebut kromosom x. Pasangan kromosom disebut pula kromosom homolog. Contoh: jumlah kromosom manusia 46, berarti jumlah kromosom seksnya 2 dan autosomnya 44 dalam tiap nukleus sel tubuhnya. 1) Jika manusia tersebut laki-laki, maka penulisan simbol kromosomnya = 22 AA + xy atau 44A + xy atau 46 xy, artinya seorang laki-laki mempunyai 22 pasang autosom dan sebuah kromosom seks x dan y atau 44 buah autosom dan sebuah kromosom seks x dan y. 2) Spermatozoanya ada dua macam: 22A + x atau 22A + y, artinya spermatozoa manusia mempunyai 22 autosom + 1 kromosom x atau 22 autosom + 1 kromosom y. 3) Untuk wanita dituliskan: 46 xx atau 22 AA + xx atau 44A + xx, artinya seorang wanita mempunyai 22 pasang autosom dan 1 pasang kromosom x, atau 44 buah autosom dan 2 buah kromosom seks x. 4) Ovum (sel telur) manusia hanya 1 macam: 22A + x, artinya 22 autosom + 1 kromosom x.

Gusti Hermanto

C. PEMBELAHAN SEL
Pada eukariota bersel banyak terjadi dua macam pembelahan sel (reproduksi sel), yaitu mitosis dan meiosis. Kedua jenis pembelahan sel ini akan dijelaskan secara mendetail sebagai berikut. 1. Mitosis Mitosis adalah proses pembelahan sel yang menghasilkan dua sel anak yang masing-masing memiliki sifat dan jumlah kromosom yang sama dengan sel induknya. a. Profane uXada fase ini, sel induk yang akan membelah memperlihatkan gejala terben-tuknya dua sentriol dari sentrosom; yang satu tetap di tempat, yang satu bergerak ke arah kutub yang berlawanan. Tiap sentriol memancarkan serabut-serabut berupa filamen yang disebut benang gelendong pembelahan (benang spindel) rang menghubungkan sentriol satu dengan sentriol lain. Lalu, butiran kromatin memanjang menjadi benang kromatin yang kemudian memendek dan menebal menjadi kromosom, dengan bagian yang menggenting disebut sentromer. Sentromer adalah bagian kromosom yang tidak dapat menyerap zat warna. Tiap-tiap sentromer mengandung kinetokor, yaitu tempat mikrotubulus terikat. Kemudian, kromosom berduplikasi membujur menjadi dua bagian yang masing-masing disebut kromatid. Sementara itu, benang spindel meluas ke luar ke segala arah, disebut sebagai aster. b. Meta fase fase Membran inti sudah menghilang. kromosom berada di bidang ekuator, dengan sentromernya seolah kromosom berpegang pada benang gelendong pembelahan. Pada fase ini, kromosom tampak paling jelas. c. Anafase Selama anafase, kromatid bergerak menuju ke arah kutub-kutub yang berlawanan. d. Telofase kromatid-kromatid mengumpul pada kutub-kutub. Benang gelendong menghilang, kromatid menjadi kusut dan butiranbutiran kromatid muncul kembali. e. Inter ace Interfase disebut pula fase istirahat, namun sebutan ini kurang tepat karena justru pada saat ini sel mempersiapkan diri untuk pembelahan lagi dengan mengumpulkan materi dan energi. 2. Meiosis Meiosis adalah proses pembelahan sel dengan dua kali pembelahan yang menghasilkan empat sel anak, yang masingmasing memiliki separuh dari jumlah kromosom sel induk. Pembelahan sel
Gusti Hermanto

ini berlangsung melalui dua tahap, yaitu meiosis I dan meiosis II, tanpa melalui interface. Interface hanya terjadi sebelum atau sesudah meiosis. a. Meiosis I Meiosis I melalui tahap berikut ini. 1) Profase I Profase terbagi lagi menjadi fase-fase sebagai berikut: a) Leptonema: benang-benang kromatin menjadi kromosom. b) Zigonerna. kromosom yang sama bentuknya atau kromosom homolog berdekatan dan bergandengan. Setiap pasang kromosom homolog disebut bivalen. c) Pakinema: tiap bagian kromosom homolog mengganda, tetapi masih dalam satu ikatan sentromer sehingga terbentuk tetrad. d) Diplonema: kromatid dari tiap-tiap belahan kromosom memendek dan membesar. e) Diakinesis; sentrosom membentuk dua sentriol yang masing-masing membentuk benang gelendong pembelahan. Satu sentriol tetap, sedangkan sentriol yang lain bergerak ke arah kutub yang berlawanan. Membran inti dan nukleonus menghilang. Empat kromatid bivalen tadi disebut tetrad dan terjerat oleh benang gelendong yang dibentuk oleh sentriol-sentriol. 2) Metafase I Pada fase ini, tetrad berkumpul di bidang ekuator. 3) Anafase I Benang gelendong pembelahan dari bap kutub menarik kromosom homolog sehingga setiap pasangan kromosom homolog berpisah bergerak ke arah kutub yang berlawanan, sentromer belum membelah. Setiap kutub menerima campuran acak kromosom dari ibu dan bapak. 4) Telofase I kromatid memadat, selubung inti terbentuk, dan nukleolus muncul lagi, kemudian sitokinesis berlangsung.. b. Meiosis II Meiosis II melalui tahap berikut ini. 1) Profase II Sentrosom membentuk dua sentriol yang terletak pada kutub yang berlawanan dan dihubungkan oleh benang gelendong. 2) Metafase II Kromosom berada di bidang ekuator, kromatid berkelompok dua-dua. 3) Anafase II Kromosom melekat pada kinetokor benang gelendong, lalu ditarik oleh benang gelendong ke arah kutub yang berlawanan yang menyebabkan sentromer terbelah.

Gusti Hermanto

4) Telofase II Kromatid berkumpul pada kutub pembelahan lalu berubah menjadi kromatin kembali. 3. Perbedaan Mitosis dan Meiosis Perbedaan antara mitosis dan meiosis dapat dilihat pada Tabel 3.4. Tabel 3.4 Perbandingan Mitosis dan Meiosis Faktor pembanding
Tujuan

Mitosis
Untuk perbanyakan sel dan pertumbuhan Pada pertumbuhan juga Untuk mebentuk sel Gamet

Meiosis
Untuk membentuk sel gamet (pada hewan) dan spora (pada tumbuhan) Meeiosis berfngsi mengurangi jumlah kromosom agar keturunanan memiliki jumlah kromosom yang sama dengan induk. Pada tumbuhan, terjadi di benag sari dan putik Pada hewan, terjadi di alat kelamin

Tempat Terjadi

Pada tumbuhan, terjadi pada jaringan meristematis, misalnya di ujung batang, ujung akar, dan cambium. Pada hewan, terjadi di selsel somatic (sel tumbuh) Terjadi lewat rangkaian tahap, yaitu profase, metaphase, anaphase, dan telefase.

Tahap Pembelahan

Terjadi lewat dua rangkaian tahap, yaitu : meiosis I dan meiosis II meiosis I profase I (leptonema, zigonema, pakenema, diplonema, diakinesisi ) metaphase I, anaphase I, dan telefase I. meiosis II profase II, metaphase II, anaphase II, dan telefase II. Empat sel anakan yang memiliki setengah jumlah kromosom sel induk nya (haploid)

Hasil

dua sel anakan yang memiliki jumlah kromosom seperti induk nya (diploid)

4.

Gametonesis (pembentukan Gamet)

Hewan dan tumbuhan mengalami meiosis dan mitosis. sedangkan fase haploid terjadi pada gamet. Pada sel tumbuhan, fase haploid disebut generasi gametofit dan fase diploid disebut generasi sporofit. a. Genesis pada Tumbuhan Pada tumbuhan tingkat tinggi, yaitu

Gusti Hermanto

tumbuhan bunga atau angiospermae benang sari (alat kelamin jantan ) terdiri atas kepala sari (enter) dan tangkai sari (filamen). Gamet. jantan (serbuk sari )dibentuk di kepala sari. Di dalam kepala sari terdapat ruang serbuk sari yang jumlahnya sel induk yaitu mikrosporosit (2n) yang kemudian membelah secara meiosis sehingga terbentuk empat mikrospora. Puting (alat kelamin jantan) terdiri dari kepala putik (stigma), tangkai putik (stilus), dan ovarium terdapat sel induk (megasporosit) yang bersifat diploid. Inti sel megaspora kemudian membelah menjadi dua, membelah lagi menjadi empat, kemudian membelah lagi sehingga terdapat delapan inti haploid. Selanjutnya, Tiga inti berada di dekat mikrofil, yaitu dua Nagai sinergid (pengiring) dan satu di tengah diapit sinergid sebagai ovom. Tiga inti lain berada di tempat yang berlawanan dengan mikrofil sebagai antipode. Dua inti bergabung di tengah sebagai inti kandung lembaga sekunder b. Gametogenesis pada Hewan Gametogenesis pada hewan berlangsung secara meiosis. Dalam proses ini, kadang terjadi fase maturasi (pematangan), Gametogenesis berlangsung di dalam alat kelamin, jantan dan betina. Gametogenesis dibedakan menjadi dua, yaitu spermatogenesis (pembentukan sperma) dan oogenesis (pembentukan ovum). 1) Spermatogenesis Proses ini berlangsung dalam alat kelamin jantan yaitu testis. Dalam testis terdapat bagian yang sebut stubulus seminiferus. sel-sel primordium adalah kelompok sel yang belum dewasa yang nantinnya akan membentuk struktur khusus. Sel-sel primordium tersebut berulang kali mengalami pembelahan secara mitosis, di antaranya membentuk spermatogonium (induk sperma) yang nantinya akan menjacli sperma. spermatogonium bersifat diploid (2n), dalam pertumbuhannya spermatogonium mengalami mitosis membentuk sel sperma tosit primer yang bersifat diploid pula, kemudian sel ini melakukan meiosis. 2) Oogenesis Oogenesis berlangsung dalam alat kelamin betina, yaitu ovarium. Dalam pertumbuhannya oogonium mengalami mitosis membentuk oosit primer yang juga bersifat diploid. Sel ini mengalami meiosis I sehingga membentuk bentuk dua sel anakan, yang satu besar disebut oosit sekunder dan yang satu kecil disebut badan kutub primer. . Pada sel oosit sekunder juga dihasilkan dua selanakan, yang satu besar disebut ootid sedangkan yang satu kecil disebut badan kutub sekunder.

Gusti Hermanto