Desain Kurikulum

Desain Kurikulum A. Pengertian Desain Kurikulum 1. Menurut Longstreet (1993) Desain kurikulum ini merupakan desain kurikulum yang berpusat pada pengetahuan (the knowledge centered design) yang dirancang berdasarkan struktur disiplin ilmu, oleh karena itu model desain ini dinamakan juga model kurikulum subjek akademis yang penekanannya diarahkan untuk pengembangan itelektual siswa. 2. Menurut McNeil (1990) Desain kurikulum ini berfungsi untuk mengembangkan proses kognitif atau pengembangan kemampuan berfikir siswa melalui latihan menggunakan gagasan dan melakukan proses penelitian ilmiah. Dari pendapat diatas dapat disimpulan kurikulum merupakan mengembangkan proses kognitif atau pengembangan kemampuan berfikir untuk pengembangan itelektual siswa. B. Tujuan Desain Kurikulum Tujuan pendidikan menjadi focus dan sasaran utama semua kegiatan pendidikan,termasuk penyusunan kurikulum. Dalam penyusunan kurikulum, tujuan pendidikan yang masih bersifat umum, yaitu tujuan nasional atau tujuan institusional dijabarkan kepada tujuan-tujuan yang lebih khusus atau tujuan kurikuler (goal), dan kemudian dijabarkan lagi kepada tujuan-tujuan khusus atau tujuan instruluksional (objective). Tujuan umum menggambarkan nilai-nilai, kebutuhan dan harapan dari masyarakat. Rumusan tujuan ini masih umum, relatif abstrak perlu dijabarkan dan dirumuskan dalam tujuan yang lebih khusus, lebih kongrit dan spesifik yang menggambarkan prilaku atau kecakapan khusus yaitu tujuan instruksional. Pendidikan berpungsi membantu pengembangan pribadi siswa secara utuh, secara menyeluruh, seluruh kemampuan dan karateristik pribadi. Untuk mempermudah pemahaman dan penggambaran, para ahli mencoba, mengadakan pengelompokkan kemampuan dan karateristik tersebut kedalam domain-domain. Dalam kaitan rumusan tujuan pengajaran Bloom dan kawan-kawan, membaginya atas tiga domain, yaitu; kognitif, afektif dan psyikomotori. Domain kognitif berkenan dengan kemampuan dan kecakapan –kecakapan intelektual afektif dengan kemampuan dan penguaasaan segi-segi emosional, sikap dan nilai, sedang domain psyikomotor dengan keterampilan-keterampilan. Setiap domain memiliki tahapan-tahapan tertentu, Bloom dkk (1964) membagi domain kognitif atas 6 tahap, mulai dari yang rendah: knowledge, comprehension, application, analysis, synthesis, dan evaluation. Krsthwohl dkk (1964) membagi domain afektif atas: receiving (attending), responding, valuing, organization, characterization of a value complex, sedangkan untuk domain psikomotor, Anita Harrow (1972) membagi atas: reflex movements, basic-fundamental movements, perceptual abilities, physical abilities, skilled movements, nondiscursive communication. Anderson dan Krathwohl ( 2001 ) mengadakan penyempurnaan tentang tahapan-tahap kognitif. Mereka menambah segi kretivitas sebagai puncak tahapan kognitif. Tahap-tahap kognitif menurut Anderson dan Karthwol selengkapnya adalah sebagai berikut: knowledge, comprehension, application, analyisis , evaluation, and creativity. Tiap lembaga pendidikan tidak selalu memiliki bobot yang sama tentang ketiga domain tersebut. Lembaga pendidikan keilmuan mungkin bobot untuk domain kognitif lebih besar, sedangkan lembaga pendidikan keterampilan bobot untuk domain psyikomotor lebih besar. C. Isi Isi kurikulum ini bisa berupa pengetahuan (fakta, konsep, prinsip, dalil, teori), bisa juga berupa kemampuan (keterampilan, kecakapan, kompetensi), atau gabungan antara keduanya.

dan Archeologi menjadi Earth Science. kegiatan.Pada lembaga pendidikan yang bersifat keilmuan. kemapuan yang akan dikembangkan. di SD memunculkan unit-unit bahan ajaran: transfortasi. D. Pendekatan fusi (fused curriculum approach) Penyatuan dua atau lebih isi kurikulum mata pelajaran yang memiliki hubungan yag sangat dekat sehingga membentuk mata pelajaran baru. • Apakah yang menjadi tujuan bisnis utama untuk organisasi ini sekarang dan . Fase Kedua: Mengidentifikasi kebutuhan bisnis masa sekarang dan yang akan dating sehingga training bias didisain untuk mendukung kebutuhan-kebutua\han tersebut. Fase Pertama: Biasanya inisiatif bermula dari seorang pemimpin senior. 4. seperti: Biologi dengan Kimia menjadi Biokima atau Biogenetik. Sosiologi. pendekatan bidang studi melahirkan studi-studi interdisipliner. Pada jenjang pendidikan menengah dan tinggi. Ada beberapa pendekatan dalam pengorganisasian isi kurikulum: 1. yang disusun secara sistematis. Pendekatan masalah social (Social problems approach) Dalam bidang Humanitas digunakan pendekatan-pendekatan masalah sosial. dalam bentuk unit-unit bahan ajaran yang sudah terintegrasi. Botani. Geografi. Untuk menjamin efisiensi dan efektivitas pendekatan akuntabilitas menerapkan pendekatan sistem yang disebut teknologi instruksional. Bahan ajar lebih nampak sebagai kemampuan atau kompetensi yang harus dikuasai siswa. Biologi. Pendekatan akuntabilitas (Accountability Approach) Pendekatan ini banyak digunakan dalam pendidikan pelatihan. Pendekatan terpadu (Integrated Approach) Bahan ajar disusun secara terpadu dalam tema-tema. Geologi dengan Geografi. banjir. Pendekatan mata pelajaran (Subject area atau Discipline approach). seperti: Matematika. dalam setiap fase dari proses tersebut terdapat pertanyaan-pertanyaan kunci yang bisa diajukan untuk membantu mengumpulkan informasi yang benar. Isi kurikulum tersusun dalam mata pelajaran berdasrkan disiplin ilmu. transmigrasi. 3. Isi kurikulum terdiri atas sejumlah unit masalah sosial. masalah. Fisika. lalulintas. Isi kurikulum disusun atau diorganisasikan dengan cara-cara tertentu. 5. Dalam studi sosial atau IPS yang mengabungkan materi Sejarah. menyatu beberapa isi mata pelajaran yang mempunyai kaitan yang sangat erat. 6. • Apakah yang menjadi visi dari proyek ini? • Siapa yang menjadi target pendengar/ peserta? 2. ataupun. Ekonomi. Adapun pernyataan awal dari kebutuhan-kebutuhan training dan cakupan proyek pendahuluan. Pendekatan bidang studi (Broad fields approach) Pendekatan bidang studi hampir sama dengan fusi. pariwisata. Tema-tema tersebut dapat berupa aspekaspek kehidupan. 1. 2. isi kurikulum sebagian besar atau bahkan hampir seluruh pengetahuannya sedangkan pada lembaga pendidikan professional atau lembaga pelatihan sebagian besar bentuknya kemampuan. Untuk memastikan Disain Kurikulum yang solid dan relevan. Proses Ada 5 Tahapan Design Kurikulum Menurut Rabilotta ada 5 tahapan sistematis yang harus dilalui untuk mendapatkan Disain Kurikulum yang sukses.

sehingga kongruen dengan kegiatan belajar siswa. Stake mengembangkan model kontigensi-konrensi (ContigencyCongruency model). mulai dari Context atau tujuan dalam keterkaitannya dengan tuntutan masyarakat atau lapangan. misi dan rencana operasi stategis organisasi. Fase Ketiga: Hasilnya: Sebuah pernyataan tentang pengetahuan (knowledge). • Bagaimana kemampuan yang dipunyai karyawan untuk mencapai kinerja dibandingkan dengan kompetensi yang sudah ditetapkan? • Pelatihan apakah yang ditawarkan saat ini. dalam enam bulan terakhir? • Gambarkan bagaimana anda meraih hasil? Apakah langkah yang Anda ambil? Mengapa? Tiga Fase awal dari Proses Disain Kurikulum memfokuskan pada pemgumpulan informasi tentang organisasi di masa depan. Process dan Poduct. Input. keterampilan-keterampilan (skills) dan prilaku-prilaku (behaviors) to mencapai visi. Model ini ada prinsipnya juga membandingkan yang diharapkan dengan yang dilaksanakan.dalam sekian tahun yang akan datang? • Kinerja seperti apa yang akan dibutuhkan oleh para karyawan untuk dapat merealisasikan tujuan-tujuan tersebut? 3. Provous mengembangkan model diskrepansi (Diskrepanci model) menilai deskrepansi atau kesenjangan antara yag diharapkan dengan yang dilaksanakan. tetapi selanjutnya para pelaksana kurikulum membuat rancangan untuk harapan dan pelaksanaan tersebut. Fase Keempat: Pada fase keempat dilakukan sebuah analisa tentang keterampilan yang dimiliki karyawan saat ini. 4. Contoh Desain Kurikulum . Evaluasi ini bersifat menyeluruh. • Apakah hasil yang paling penting yang Anda raih dalam jabatan ini. product atau hasil. hasil yang telah dicapai. bantuan dan dorongan dari guru. pelaksanaan. Input atau masukan yaitu siswa sebagai subyek yang belajar. F. Fase kelima: Sebuah laporan kebutuhan-kebutuhan yang dibuat dari data-data yang telah dikumpulkan. yang merupakan respon untuk mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan kinerja? Secara keseluruhan Disain Kurikulum adalah suatu proses untuk mengisi kesenjangan ini. guru sebagai subyek yang mangajar. • Apakah kurikulum yang diajukan merupakan suatu respon yang sesuai kebutuhan-kebutuhan kinerja/bisnis? • Apakah cara yang paling efektif untuk mengajarkan keterampilan dan kompetensi yang telah teridentifikasi? E. 5. proses atau aktivitas siswa belajar dengan arahan. mencakup semua langkah kegiatan dan komponen kurikulum. Hasil-hasil ini bisa didapat dengan pengembangan pernyataan-pernyataan kompetensi atau praktek-praktek terbaik oleh karyawan-karyawan yang mempunyai prestasi yang tinggi. media dan sarana-prasana sebagai alat bantu pengajar. Ada beberapa model evaluasi kurikulum. Sebuah kurikulum pelatihan dirancang dan ditinjau untuk memastikan disain yang sesuai target. baik hasil yang dapat dilihat dalam jangka pendek apada akhir pendidikan atau hasil jangka panjang setelah bekerja atau belajar pada jenjang yang lebih tinggi. seluruh komponen dri kurikulum dievaluasi. fasilitas penunjung serta para pelaksana kurikulum. mulai dari dokumen kurikulum. Stufflebeam mengembangkan model CIPP atau Context. desain kurikulum sebagai rancangan pembelajaran. Evaluasi Untuk menilai kebaikan dari suatu kurikulum diadakan evalausi kurikulum suatu evaluasi yang baik dilakukan secara komprehensif.

Ketuntasan Belajar 7. Kegiatan Pengembangan Diri 4. DAN TUJUAN A. Struktur Kurikulum B. Kriteria Kelulusan BAB IV KALENDER PENDIDIKAN BAB V PENUTUP LAMPIRAN-LAMPIRAN 1. Mata Pelajaran 2. Tujuan BAB III STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM A. dalam setiap fase dari proses tersebut terdapat pertanyaan-pertanyaan kunci yang bisa diajukan untuk membantu mengumpulkan informasi yang benar. Latar Belakang B. Visi B. Landasan Penyusunan KTSP C. Kegiatan Pembiasaan 5. Prinsip Pengembangan KTSP BAB II VISI. Muatan Lokal 3. Pengaturan Beban Belajar 6. Misi C. Kriteria Kenaikan Kelas 8. Tujuan Penyusunan KTSP D.Lembar Pengesahan Tim Penyusun Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Lampiran BAB I PENDAHULUAN A. Contoh RPP ( Dokumen terpisah ) 5 TAHAP DESIGN KURIKULUM Menurut Rabilotta ada 5 tahapan sistematis yang harus dilalui untuk mendapatkan Disain Kurikulum yang sukses. Contoh Silabus ( Dokumen terpisah ) 2. Fase Pertama: Biasanya inisiatif bermula dari seorang pemimpin senior. Adapun pernyataan awal dari kebutuhan-kebutuhan training dan cakupan proyek pendahuluan. . Muatan Kurikulum 1. • • Apakah yang menjadi visi dari proyek ini? Siapa yang menjadi target pendengar/peserta? Fase Kedua: Mengidentifikasi kebutuhan bisnis masa sekarang dan yang akan dating sehingga training bias didisain untuk mendukung kebutuhan-kebutua\han tersebut. MISI. Untuk memastikan Disain Kurikulum yang solid dan relevan.

dalam enam bulan terakhir? Gambarkan bagaimana anda meraih hasil? Apakah langkah yang Anda ambil? Mengapa? Kurikulum memfokuskan pada pemgumpulan Tiga Fase awal dari Proses Disain informasi tentang organisasi di masa depan. keterampilan-keterampilan (skills) dan prilaku-prilaku (behaviors) to mencapai visi. Sebuah kurikulum pelatihan dirancang dan ditinjau untuk memastikan disain yang sesuai target.• • Apakah yang menjadi tujuan bisnis utama untuk organisasi ini sekarang dan dalam sekian tahun yang akan datang? Kinerja seperti apa yang akan dibutuhkan oleh para karyawan untuk dapat merealisasikan tujuan-tujuan tersebut? Fase Ketiga: Hasilnya: Sebuah pernyataan tentang pengetahuan (knowledge). Fase kelima: Sebuah laporan kebutuhan-kebutuhan yang dibuat dari data-data yang telah dikumpulkan. Hasil-hasil ini bisa didapat dengan pengembangan pernyataan-pernyataan kompetensi atau praktek-praktek terbaik oleh karyawan-karyawan yang mempunyai prestasi yang tinggi. • • Apakah hasil yang paling penting yang Anda raih dalam jabatan ini. • • Apakah kurikulum yang diajukan merupakan suatu respon yang sesuai kebutuhan-kebutuhan kinerja/bisnis? Apakah cara yang paling efektif untuk mengajarkan keterampilan dan kompetensi yang telah teridentifikasi? . yang merupakan respon untuk mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan kinerja? Secara keseluruhan Disain Kurikulum adalah suatu proses untuk mengisi kesenjangan ini. misi dan rencana operasi stategis organisasi. Fase Keempat: Pada fase keempat karyawan saat ini. • • dilakukan sebuah analisa tentang keterampilan yang dimiliki Bagaimana kemampuan yang dipunyai karyawan untuk mencapai kinerja dibandingkan dengan kompetensi yang sudah ditetapkan? Pelatihan apakah yang ditawarkan saat ini.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful