Anda di halaman 1dari 2

Biasanya, bagi seorang anak lelaki yang sudah dewasa, yang sedang kuliah di luar kota jauh dari

orang tua, yang sedang bekerja di perantauan,. Akan sering merasa kangen [sekali] dengan Bundanya.. Lalu bagaimana dengan Ayah ?? Mungkin karena Bunda lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap harinya, tapi tahukah kamu jika Ayah-lah yang mengingatkan Bunda untuk menelponmu ? Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Bunda yang lebih sering mengajak cerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Ayah bekerja dan dengan raut muka lelah Ayah selalu menanyakan pada Bunda tentang kabarmu dan apa yang kamu lakukan seharian ?? Pada saat kamu menangis merengek minta mainan baru, Bunda menatapmu iba. Tetapi Ayah akan mengatakan dengan tegas : Boleh, nanti beli, tapi tidak sekarang. Tahukah kamu, Ayah melakukan itu karenan tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi ? Saat kamu sakit, Ayah yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : Sudah dibilang ! Kamu jangan hujan2an ! Minum es !. Walau tidak selembut kasih seorang ibu, kasih seorang ayah begitu mendalam dihati. Berbeda dengan Bunda yang memerhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Ayah benar-benar mengkhawatirkanmu. Ketika kamu sudah beranjak remaja.. Kamu mulai menuntut pada Ayah untuk dapat izin keluar malam, dan Ayah bersikap tegas dan mengatakan : Tidak boleh !. Tahukah kamu, bahwa Ayah ingin menjagamu ? Karena bagi Ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat luar biasa berharga..Setelah itu, kamu marah pada Ayah, dan masuk ke kamar sambil membanting pintuDan yang datang mengetuk pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah BundaTahukah kamu, bahwa saat itu Ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, bahwa Ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu ?? Ketika saat seorang cewek mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Ayah akan memasang tampang paling cool sedunia Dan sesekali menguping atau mengintip saat sedang kamu sedang mengobrol.. Sadarkah kamu, kalu hati Ayah sedang gelisah ??Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu memaksa untuk melanggar jam malamnyaMaka yang dilakukan Ayah adalah duduk di ruang tamu, menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir.. Setelah lulus SMA, Ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur..

1933

Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Ayah itu semata-mata hanya karena memikirkan mas depanmu nanti Tapi toh Ayah tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Ayah.. Ketika kamu menjadi pria dewasa.. Dan harus kuliah di kota lain.. serta harus melepasmu di terminal stasiun atau bandara Tahukah kamu bahwa badan Ayah terasa kaku untuk memelukmu ? Dan Ayah hanya bisa tersenyum sambil memberi nasehat ini itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati Padahal Ayah ingin sekali menangis seperti Bunda dan memelukmu erat.. Yang Ayah lakukan hanya memeluk pundakmu atau memegang kepalamu, berkata Jaga dirimu baik-baik ya nak. Ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.. *amiiiinn.. Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Ayah.. Ayah juga berusaha keras mencari jalan agar anaknya merasa SAMA dengan teman-teman lainnya. Saatnya kamu diwisuda sebagai

seorang sarjana.. Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat putra kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang Sampai saat orangtua seorang teman cewekmu datang ke rumah dan meminta izin pada Ayah untuk mengambilmu darinya.. Ayah akan sangat berhati-hati memberikan izin, dan memberikan sedikit nasehat.. Karena Ayah tahu.. Bahwa kamu yang akan menggantikan posisinya nanti!! Dan akhirnya. Saat Ayah melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang perempuan , Ayah pun tersenyum bahagia.Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Ayah pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis? Ayah menangis karena Ayah sangat berbahagia, kemudian Ayah berdoa. Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Ayah berkata: Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik. Putra kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi pria yang tampan dan bertanggungjawab. Bahagiakanlah ia bersama istrinyanya Setelah itu Ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk Dengan rambut yang telah dan semakin memutih. Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya. Ayah telah menyelesaikan tugasnya. Ayah, Papa, Bapak, atau Abah kitaAdalah sosok yang harus selalu terlihat kuatBahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. . Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa KAMU BISA dalam segala hal

1933