Anda di halaman 1dari 32

Lapis krom dekoratif

PELAPISAN KROM DEKORATIF


Diterjemahakan dari materi kursus
American electroplaters society

www.duraposita.com 1
Lapis krom dekoratif

KATA PENGANTAR

Diktat ini adalah diktat yang sederhana dan hanya merupakan TERJENAHAN dari AES (
AMERICAN ELECTROPLATING SOCIETY. Di dalamnya ada sedikit tentang prinsip
lapis listrik (Elektroplating) yang mudah untuk difahami. proses pelapisan dari tembaga,
nikel dan krom dibahas secara ringkas saja, sehingga memudahkan untuk dicerna dan
dimengerti.

Pemahaman menyeluruh terhadap diktat ini tidak langsung menjadikan seseorang yang
ahli dalam lapis listrik apalagi menjadi ahli kimia, hanya sekedar mengenal dan
memahami prinsip dasar lapis listrik dan proses yang terkait saja.

Pada kenyataannya lapis listrik merupakan sains yang praktis maka pengetahuan know
how tidak dapat dianggap enteng karena pengalaman dan eksperimen menentukan
keahlian seseorang dalam bidang ini. Walaupun merupakan sains praktis tetapi
pengetahuan untuk mengembangkan dan pengetahuan dasar yang disebut know why
tidak boleh dilupakan. Keduanya baik praktis maupun teoritis adalah bangunan sains
yang dapat digunakan dan dimanfaatkan.

Tentu saja, diktat ini tidak terlepas dari kesalahan dan kekurangan karena rumusan yang
beragan dari proses finishing logam. Pembaca budiman dianjurkan membaca rujukan
lain yang membahas topik yang sama. Saran dan kritik apapun menjadi dorongan dan
tantangan penulis dengan senang hati menjadi bahan pertimbangan penulis.

www.duraposita.com 2
Lapis krom dekoratif

Sifat –sifat pelapisan krom dekoratif


• Warna putih kebiruan
• Reflektifitas tinggi
• Resistan kusam / pudar yang baik
• Resistan karat ekselen
• Tahan gores ekselen

Mungkin hal yang paling penting dalam sifat lapis krom dekoratif adalah warna putih
kebiruan yang menyenangkan. Pemantulan cahaya yang tinggi, selalu mengkilap selama
penggunaan, hal itu disebabkan karena krom mempunyai ketahanan tarnish yang tinggi.
Juga memiliki resistansi korosi yang sangat baik sebab logamnya tidak bereaksi secara
kimia terhadap lembabnya udara, oksigen atau konsentrasi normal oleh kontaminan di
atmosfer. Pemakaian yang bagus dan resistansi terhadap goresan adalah faktor-faktor
yang penting dalam pemilihan logam kromium untuk pengerjaan akhir pada benda-benda
otomotif, pegangan pintu atau benda kerja lainnya. Pada kenyataan dari sekian banyak
penerapan pelapisan logam dikerjakan dengan finishing krom karena kombinasi keunikan
dari sifat-sifat lapis krom.

Benda kerja pelapisan krom


• Baja (bemper mobil, asesoris kendraan, peralatan rumah tangga, perangkat olahraga)
• Seng berbasis logam cor celup (gagang pintu, perangkat pembakaran )
• Plastik ABS polypropilene, polisufone (asesori kendaraan, perangkat RT, pipa)
• almunium (asesori kendaraan, perangkat dapur)
• kuningan (perunggu, perangkat kelautan, pipa)
• stainless steel (penutup kawat, asesori kendaraan)
• besi

Kita melihat variasi yang bermacam-macam dari bahan dasar yang difinishing dengan
lapis krom dekoratif, diantaranya baja, seng , plastik, stainless steel, almunium, besi,
kuningan perunggu yang merupakan lapis logam yang paling sedikit digunakan. Akan
tetapi dalam daftar ini hanya stainless steel yang dapat dilapis krom secara langsung.
Bemper baja sebagai contoh perlu lapis pendahuluan dengan lapis nikel atau kombinasi
dari tembaga dan nikel. Seng berbasis logam cor celup dilapis dengan tembaga, kemudian
1 atau 2 kali lapis nikel, diikuti dengan krom. Plastik seperti ABS, polypropilene, dan

www.duraposita.com 3
Lapis krom dekoratif

polysulfone yang telah dicetak menjadi benda-benda fungsional atau keperluan dekorasi
(seperti knop, terali, dan trim interior), sebelum dilapis dengan krom perlu dilapisi
elektrolisa tembaga atau nikel terlebih dahulu, selanjutnya lapis elektrodeposit tembaga
atau nikel dan terakhir lapis krom. Paduan krom atau stainless steel digunakan untuk
hiasan otomotif, mempunyai ketahanan korosi yang baik tapi berbeda tipis corak/warna
dengan benda yang dilapis krom. Pelapisan kromium diatas stainless steel dapat langsung
dilakukan, dan hasil keduanya sangat baik dan resistan korosi. Alumunium digunakan
untuk untuk artikel seperti hiasan otomotif dan alat-alat rumah tangga karena bobotnya
yang ringan. Untuk alumunium ini ada perlakuan awal yang khusus yang selanjutnya
dilapis pendahuluan dengan tembaga dan nikel terakhir lapis krom. Kuningan dan
perunggu biasa digunakan untuk perangkat militer dan perlengkapan pekerjaan mematri,
dan selalu dilapis tembaga, diikuti satu atau beberapa lapis nikel sebagai persiapan
pelapisan lapis krom.

Gambar 5
Gambar diatas adalah benda-benda yang mungkin terbuat dari bahan plastik atau terbuat
dari seng. Plastik dibuat lebih sensitif jika dilapis secara kimiawi dengan palladium,
kemudian ditutup dengan lapisan tembaga atau nikel supaya permukaan plastik tadi
konduktif (mengalirkan arus listrik) sebagai syarat dalam proses elektro plating. Benda
dengan bahan dasar seng selalu dilapisi tembaga sianida dengan ketebalan yang cukup
untuk melindungi permukaan dan mencegah serangan pada seng oleh larutan pelapisan
berikutnya. Benda yang terbuat dari baja kebanyakan selalu dilapis dengan kromium.
Benda tersebut bisanya dilapis pendahuluan dengan nikel atau lapis tembaga dengan nikel.

www.duraposita.com 4
Lapis krom dekoratif

Hal ini dilakukan agar menghasilkan lapisan yang mengkilap dan tidak mudah terkena
korosi.
Gambar 6
TINGKAT KETEBALAN LAPIS KROM
• Peralatan rumah tangga : 2-10 µ inchi
• Iterior otomotif : 5-10 µ inchi
• Eksterior otomotif :10-100 µ inchi
• Perangkat militer : 10 – 100 µ inchi

Lapisan kromium dekoratif pada umumnya berukuran sangat tipis. Ketebalannya 10 µ


inchi (10 mikroinchi) atau 1x10-6 inchi, itu sama dengan 1: 300 diameter rambut manusia.
Gambar 7
INSTALASI DASAR LAPIS KROM

A. Anoda
F B. Benda kerja
122 C. Rectifier
D. Tempat pertukaran panas
E B
E. Bak proses
Cairan dingin /panas
F. Alat pembuang uap
A A
D - +
H G. Batas Volume larutan
C

Instalasi komponen dasar lapis krom diperlihatkan dalam gambar diatas. Anoda (huruf
‘A’) yang dipakai adalah anoda tidak larut tidak seperti anoda biasanya pada kebanyakan
proses pelapisan logam, karena semua sumber logam krom yang akan diendapkan pada
katoda dihasilkan dari cromic acid dari larutan, dan fungsi anoda disini hanya sebagai
penghantar arus listrik saja, anoda tersebut terbuat dari paduan timah dengan Pb atau
paduan Pb dengan antimoni. Katoda (benda yang akan dilapis) ditunjukan oleh huruf ‘B’
digantungkan pada rak yang dihubungkan ke kutub negatif (-) dari rectiufier (huruf ‘C’),
semua bagian benda yang akan dilapis harus masuk kedalam larutan. Sangat penting

www.duraposita.com 5
Lapis krom dekoratif

untuk mengontrol suhu larutan, dan untuk mendapatkan lapisan yang kilap suhu yang
dipakai dianjurkan antara 33 – 48 ºC.

Pada instalasi besar normalnya/dianjurkan dilengkapi dengan pengatur panas,


diperlihatkan dengan huruf ‘D’. Pendinginan harus dilakukan secara teratur selama
operasi karena muatan aliran yang tinggi bisa menyebabkan suhu larutan bertambah naik.
Seperti dilihat disini enceran/larutan dipompa dari bak proses melalui tempat pengganti
panas dan dikembalikan ke bak, ketika pertukaran panas terjadi uap panas atau dingin
dialirkan dari sisi lain dan dihubungkan dengan “thermocouple” huruf ‘H’.

Tangki berhuruf E biasanya terbuat dari baja dan dilapis dengan Polivinyl Chlorida
(PVC) atau plastisol, karet juga bisa digunakan tapi hasilnya kurang baik karena karet itu
diserang oleh larutan asam krom yang panas. Exhaust hood berhuruf ‘F’ dihubungkan
dengan kipas atau peniup yang tak terlihat diperlukan untuk mencegah kabut asam krom .
Selain mencegah resiko kesehatan pekerja. Semburan yang tidak terkontrol juga
mengkontaminasi tangki lapisan yang berdekatan. Pada exhaust juga ditambahkan
penutup asap untuk meminimalkan semburan.

Free board atau jarak dari bagian atas larutan ke bagian atas tangki ditunjukan dengan
huruf G. Dianjurkan bagian ini berjarak 8 inci agar sisitem exhaust bisa berfungsi dengan
baik.
Gambar 8
Kimiawi dari larutan buatan

Asam krom, katalyst dan Larutan encer


C2O3 + H2O H2CrO4

CrO4= + 2H+
Larutan kental/pekat
2H2CrO4 H2Cr2O7

Cr2O7= + 2H+

www.duraposita.com 6
Lapis krom dekoratif

Larutan lapisan krom terbuat dari larutan konsentrat biasa yang sudah memasyarakat,
yaitu bahan dengan rumus kimia CrO3 yang dilarutkan dengan air ditambah sedikit
katalyst. Seperti terlihat dalam persamaan diatas asam krom (CrO3) dimasukan perlahan
ke air dan larut, selanjutnya membentuk H2CrO4, yang disebut asam krom, CrO4 + 2H+.
Terjadi salah penamaan di masyarakat tapi sudah dianggap umum bahwa CrO3 disebut
asam krom.

CrO3 (berwarna coklat kemerahan) sudah populer dimasyarakat sebgai asam krom seperti
asam krom hidroksida atau asam krom trioksida, sebetulnya nama asam krom bukan
untuk CrO3. tapi dalam pembicaraan dimanapun asam kromik yang disebutkan
maksudnya ditujukan untuk CrO3.

Setelah kita menambah lagi asam kromik ke air, larutan menjadi lebih pekat dan molekul
H2CrO4 bereaksi untuk membentuk campuran lain (disebelah kanan dari persamaan),
H2Cr2O7 diketahui sebagai asam krom dan air (H2O) sekali lagi asam krom siap
mengionisasi untuk membentuk ion kromat dan ion hidrogen. Meskipun banyak teori
yang menjelaskan mekanisme pelapisan krom, kita terima untuk tujuan menambah
referensi bacaan, tapi yang pasti bahwa sumber logam dari lapis crom berasal dari ion
kromat.
(-)
1. Reaksi pelapisan
(e) CrO7= + 14 H+ + 12 e 2 Cr0 + 7H2O
2. Pengeluaran (H2)
Cr2O7= 2H+ + 2e H2
H2 +++
3. Pembentukan Cr
Cr2O7= + 14H+ + 6e 2Cr+++ + 7H2O
+ +
H H
So4
Benda kerja (katoda)

Larutan elektrolit
Gambar 9

www.duraposita.com 7
Lapis krom dekoratif

Reaksi katoda adalah reaksi yang terjadi dipermukan benda kerja yang dilapis. Dalam
diagram skematik diatas, kita lihat larutan elektrolit yang terdiri dari ion dikromat
(Cr2O7=), dua ion hidrogen, dan ada ion sulfat, ion sulfat ditambahkan sebagai katalyst.

Reaksi pertama kita sebut sebagai reaksi pelapisan atau pengendapan, kita melihat ion
dikromat, Cr2O7, bereaksi dengan 14 ion hidrogen (H+) dan 12 elektron (e), dengan
tambahan katalis ion sulfat, menghasilakn 2 atom logam krom, ditambah 7 molekul air
(H2O) ini reaksi yang dihrapkan yang memproduksi lapisan krom pada benda kerja.

Disamping itu ada 2 reaksi yang sebetulnya tidak diharapkan, tapi 2 reaksi sampingan ini
tidak bisa dipisahkan, walaupun 80 – 90 % daya yang dipakai dalam proses pelapisan
krom digunakan hanya untuk ke dua reaksi tersebut. Pertama adalah reaksi pelepasan
hidrogen, ion hidrogen bereaksi dengan 2 elektron untuk membentuk molekul hidrogen
(H2). Reaksi lain yang tidak diperlukan yaitu pembentukan ion kromat (Cr+++), dimana
ion dikromat bereaksi dengan 14 ion hidrogen dan 6 elektron membentuk 2 ion krom
trivalent dan 7 molekul air. Tapi konsentrasi dari ion krom trivalent tidak terlalu
merugikan karena terus dikontrol dalam reaksi di anoda seperti terlihat dalam gambar
berkutnya.

(+)
(e) 1. Pengeluaran Oksigen (O2)
4OH- - 4e 2H2 + O2

O2 2. Pembentukan timbel dioksida (PbO2)


OH- OH - Pb + 4OH- - 4e PbO2 + 2H2O
OH -
OH- 3. Oksidasi Ion Kromat
Cr+3 2Cr+++ + 3O2 – 6e 2CrO3

Anoda (Pb) Gambar 10.


Dari gambar diatas kita lihat anoda terlihat di sisi kiri. Dalam larutan secara perlahan
akan terbentuk ion hidroksil (OH-), dan krom trivalent ditunjukan sebagai ion Cr+3 atau
(Cr dengan 3 simbol plus). Dalam reaksi pertama 4 ion hidroksil (OH-) mengeluarkan 4

www.duraposita.com 8
Lapis krom dekoratif

elektron menghasilkan 2 molekul air (H2O) dan 1 molekul gas oksigen. Kebanyakan
energi dari aliran arus listrik dipakai pada reaksi ini.

Reaksi kedua memperlihatkan reaksi antara timbel dengan 4 ion hidroksil dan
mengeluarkan 4 elektron untuk menghasilkan timbal dioksida (PbO2) di permukaan
anoda, serta reaksi tersebur menghasilkan 2 molekul air (2H2O). Reaksi ini tidak terlalu
banyak memakai energi listrik, tapi reaksi ini penting untuk mencegah terbentuknya
timbel kromat yang akan menghambat oksidasi asam krom serta menghambat pengaturan
Cr+ di bak.

Persamaan ketiga memperlihatkan pemakaian 3 molekul gas oksigen bersama 2 ion krom
trivalent dengan 6 elektron yang hilang. Reaksi ini juga mungkin memerlukan atom
oksigen seperti pembentukan lapisan pada permukaan anoda (PbO2). Ini adalah reaksi
furifying yang menjaga derajat keseimbangan ion krom trivalent (valensi 3) pada larutan
lapisan yang tidak berbahaya di level rendah. Kebanyakan larutan lapisan krom dekoratif
bisa dioperasikan cukup memuaskan dengan tiga atau empat gram perliter dari krom
trivalent dalam larutan dan jika area anoda lebih besar dari pada area katoda konsentrasi
krom trivalent selalu dibawahnya.

PbO2
lapisan
PbCrO4

Bagus Jelek
Gambar 11.
Kondisi permukaan anoda
Pada gambar ini kita melihat keadaan anoda dengan atau tanpa pelapis timbal peroksida
yang terbentuk selama terjadi reaksi elektrolisis yang baru saja kita pelajari. Setelah
proses pelapisan berhenti, timbal peroksida yang terlapis/tertutup Timbel kromat

www.duraposita.com 9
Lapis krom dekoratif

berwarna kuning setelah terjadi reaksi antara anoda (yang sebelah kiri) dengan larutan
plating selama proses pelapisan berlangsung.

Jika beberapa anoda terlihat berwarna kuning atau orange dibanding yang lain yang
berwarna gelap, itu adalah tanda bahwa anoda ini tidak sedang bekerja. Penyebabnya
adalah :
1. Kontak antara pengait anoda dengan kabel/ batang penghantar arus terganggu
atau kurang baik.
2. Kontak arus didalam batang anoda dengan pengait terganggu atau kurang baik
3. Kotoran dalam anoda mungkin membatasi aliran
4. Mungkin terjadi hubungan arus pendek antara anoda dengan konduktor lain yang
terendam kelarutan.

Anoda yang kotor dan tidak bekerja sebaiknya diambil dari bak dan bersihan semua
konduktor yang ada pada anoda serta lakukan penyikatan dan pembilasan pada
permukaan anoda tersebut.

Gambar 12
Formulasi dasar larutan Krom

Konsentrasi rendah Konsentrasi tinggi


CrO3 oz/ gal 20 33 54
SO4 oz/gal 0.20 0.33 0.54
Rasio
CrO3/H2SO4 100:1 100:1 100:1

Keutaman konsentrasi rendah Keutamaan konsentrasi tinggi


1 Harga lebih rendah 1. Voltase operasi yang lebih rendah
2. Kecepatan pelapisan yang lebih cepat 2. Tidak mudah terkontaminasi
3. Tidak boros dalam perawatannya 3. Daya lapis yang lebih baik

Ketika beberapa konsentrasi cukup memuaskan untuk digunakan dalam proses pelapisan,
sebaiknya konsentrasi asam krom tersebut kita seleksi dari 33 oz/gal dan 54 oz/gal untuk

www.duraposita.com 10
Lapis krom dekoratif

mengilustrasikan tinggi rendahnya konsentrasi yang paling utama pada satu formulasi.
Penting untuk dituliskan bahwa ketika konsentrasi asam krom diubah maka ion sulfat pun
harus dirubah dengan perbandingan yang tetap yaitu 100:1. Rasio yang lebih tinggi bisa
digunakan tergantung coverageyang dikehendaki.

Lebih rendah konsentrasi larutan keuntungannya biaya pembuatan lebih rendah,


pelapisan lebih cepat dan tidak ada yang hilang terbawa keluar (drag out), serta hemat
tenaga dan biaya dalam perawatan. Larutan berkonsentrasi tinggi memiliki keistimewaan
yaitu voltasi opersi yang rendah, tidak mudah terkontaminasi, dan coverageyang paling
baik.
Gambar 13

KONDISI OPERASI

Kondisi Nominal Kisaran


Suhu, ºF 110 90-120
Rapat Arus A/in2 1.0 0.5 – 2.5
Voltasi tangki 4-12

Setelah menentukan konsentrasi larutan dan rasio, sekarang kita perhatikan kondisi
operasi. Suhu 110° F adalah suhu operasi yang biasa digunakan, dan kisaran suhu yang
dipakai antara 90°-120° F atau sekitar 32° - 45° C. Rapat arus (current density) yang
cocok untuk pelapisan krom dekoratif adalah 1 A/in 2 atau berkisar ½ - 2 ½ A/in2 , hal
ini tergantung pada benda kerja/perlengkapan yang akan dilapis
Karena sering adanya faktor penghambat arus listrik ketika proses berlangsung, maka
voltase bak dianjurkan antara 4-12 Volt. Dan untuk mendapatkan hasil lapisan krom
dekoratif yang memuaskan, sebaiknya voltase yang digunakan adalah 12 volt.

www.duraposita.com 11
Lapis krom dekoratif

60 0.7
50 KONDUKTIFITAS 0.6
Baume scale

Konduktifitas
40 0.5
BAUME
0.4
30
0.3
20 0.2
10 0.1
0 0
25 50 75 100
Konsentrasi CrO3 (oz/gal)

Gambar 14.
Properti Fisik dari Larutan CrO3

Density dari larutan plating dalam derajat baume biasanya digunakan untuk mengukur
dan memelihara konsentrasi asam krom. Disini kita lihat hampir semua hubungan
langsung antara skala baume dari kiri dan knsentrasi asam krom (CrO3) di bawah grafik.
Dibagian sebelah kanan grafik kita melihat tabel konduktifitas berlawanan dengan
konsentrsi asam krom di bawah. Dari grafik diatas dapat disimpulkan bahwa
konduktifitas maksimum tercapai pada konsentrasi CrO3 antara 45 dan 55 oz/gal, dan kita
lihat bahwa formualsi dengan konsentrasi CrO3 yang rendah kurang atau bahkan tidak
konduktif.
Gambar 15.
Faktor pengoperasian
• Efek temperature Vs rapat arus dalam ring kilap
• Efek temperature pada kecepatan pelapisan
• Efek dari konsentrasi CrO3 pada kecepatan pelapisan
• Efek dari konsentrasi katalyst pada efisiensi
• Efek dari rasio berat CrO3/SO4= pada efisiensi

Pada gambar berikutnya kita bahas efek temperature dan kuat arus terhadap “kekilapan”
lapisan, efek temperature terhadap kecepatan pelapisan, efek konsentrasi asam krom

www.duraposita.com 12
Lapis krom dekoratif

terhadap kecepatan pelapisan, efek konsentrasi katalyst terhadap efisiensi dan efek dari
perbandingan berat asam krom dengan sulfat dalam efisiensi.
80
70 Lapisan suram

S 60
U 50 Lapisan mengkilap

H 40
U 30
Lapisan suram
˚C 20
10

10 20
Rapat Arus. Amp/dm2
Rapat arus (Amperre/dm2)

Gambar 16.
Efek temperature terhadap current density pada baris terang

Area baris terang (kilap lapisan) diperlihatkan pada garafik diatas, ini dari larutan asam
krom biasa. Sebagai contoh untuk mengahasilkan deposit (lapisan) kilap pada
temperature 120º F (48° C), kuat arus yang cocok digunakan pada katoda antara 0,4
sampai 1,5 ampere per square inci. Jika suhu dibawah 80º F (26° C) kuat arus dibatasi
sekitar 0,15 sampai 0,4 ampere per square inci. Area ini sangat sempit untuk
menghasilkan lapisan yang mengkilap, sepeti terlihat pada grafik di atas.

www.duraposita.com 13
Lapis krom dekoratif

2.58
122° F
2.33
113° F
2.08 Lapisan biru

1.83
C u rren t d en sity

1.58
95° F
1.33
Lapisan kilap Lapisan gosong
77° F
No plate

1.08

0.83

Lapisan abu-abu
0.58

0.33

5 10 15 20 25

Mikro inci per menit

Gambar 17
Hubungan Current Density dengan Kecepatan Pelapisan (temperatur yang bermacam-
macam)

Disini dan grafik berikutnya, garis tebal menunjukan panjang yang mendekati dari baris
terang. Disini kita mempunyai current density dalam ampere per square inci pada skala
disebelah kiri dan skala kecepatan pelapisan dalam mikro inci per menit dibagian bawah.
Kecepatan pelapisan menambah current density yang diberikan seraya tempertur
menurun. Alternatif untuk mencapai kecepatan pelapisan yang tepat, current density
harus dinaikan dan temperatur pun harus ditambah. Sebagai contoh di 95º F kurva kedua
dari bawah grafik, kita menemukan bahwa kita dapat mencapai kecepatan pelapisan 5
mikro inci per menit disekitar 8/10 ampere per square inci, ketika suhu 122º F, kurva
teratas pada grafik, kita menemukan bahwa kita perlu melapisi sekitar 1,2 A/dm2 untuk
mencapai derajat pelapisan yang sama (5 mikro inci per menit).

www.duraposita.com 14
Lapis krom dekoratif

Gambar 18
Rapat arus v.s kecepatan pelapisan
Disini kita melihat efek dari ketebalan umum dalam kecepatan pelapisan di kedua tinggi
dan rendahnya larutan konsentrasi. Kita daapat melihat bahwa seluruhnya biasanya
digunkan baris ketebalan umum untuk pelapisan dekoratif bahwa di beberapa ketebalan
umum yang diberikan, standar pelapisan dilarutan konsentrasi yang lebih rendah
mendekati 20 % lebih tinggi dari pada yang dicapai dari lrutan konsentrasi tinggi.

Gambar 19
Efisiensi katoda versus rasio berat CrO3/SO4=

www.duraposita.com 15
Lapis krom dekoratif

Fenomena ini lebih baik diilustrasikan ketika kita memetakan efisiensi katoda umum
menyerang ratio berat dari asam krom dengan sulfat. Efesiensi puncak pada tiap
konsentrasi dicapai dipoin sangat dekat kenominal ratio 100:1. itu seharusnya dicatat
bahwa seharusnya efisiensi katoda umum terlihat didiagram ini adalah laebih keqcil dan
lebih rendah dari sesuatu kaecil yang dicapai normal itu dari larutan sulfat biasa
diketebalan umum yang lebih rendah 0,65 ampere per square inci yang digunakan.
Seperti telah kita lihat efisiensi umum bertambah bersama penambahan ketebalan umum.
Gb. 20
Aktivasi untuk pelapisan
- Nikel
- Stainless steel

Hampir setiap bermacam-macam metal yang yang didiskusikan dilapis nikel atau
tembaga dan nikel itu mungkin bagi kita untuk membatasi diskusi kita atau kegiatan
untuk persiapan nikel dan stainless steel untuk pelapisan. Pelapisan kromn diatas nikel
terang secara normal tidak menimbulkan problem jika larutan nikel dipelihara dalam
kondisi pengoperasian yang bagus ketika nikel dilapisi dari larutan terkontaminasi atau
ketika waktu yang berharga yang lalu antara nikel dan pelapisan krom, permukaan nikel
mungkin menjadi pasif. Seperti permukaan mungkin hasil digaris atau bintik krom
plating dan tidak adanya coveragecairan asam sulfur dicelupkan sebelum pelapisan krom
akan sering mengoreksi ini. Satu atau lebih bilasan setelah celupan asam akan
meminimalkan drag in dalam sulfat sampai larutan krom. Ketika kegiatan yang lebih kuat
dikehendaki, asam hidroklorik mungkin disubstitusikan untuk sulfurik atau perlakuan
katodik dalam asam atau larutan sianida mungkin dikehendaki ketika pembersihan
katodik alkalin mungkin menolong, pembersihan anodik pasti tidak pernah digunakan
sejak membentang untuk permukaan nikel oksida. Kegiatan stainless steel mungkin
dengan buffing yang baik. Untuk hasil baik yang konsisten, pelapisan krom seharusnya
dijalankan bersama dua sampai tiga jam setelah buffing. Karena stainless steel yang baru
saja dibuffing masih sangat aktif, akan lebih baik jika menggunakan pola urutan
pelapisan yang berikut ini;

Soak clean, bilas, netralising dengan larutan asam yang encer,


bilas dan lapis krom.

www.duraposita.com 16
Lapis krom dekoratif

Racking untuk hasil yang baik


• Kontruksi rack
• Spasing yang tepat
• Positioning yang sesuai
• Drainase yang baik
• Anoda auxilary
• Elektroda bipolar
• Thieves
• Baffles
Gambar 21

Racking yang tepat untuk coverage yang baik. Area penyilangan seksion dari semua
komponen rak, pengait, spline, kontak,harus memadai untuk membawa arus pelapisan
krom yang relatif tinggi. Aksi spring yang positif dilengkapi untuk semua kontak.
Pengulitan rak yang patut pasti digunakan untuk meminimalkan penghilangan metal dari
peminimalan drag-out, drag-in, dan untuk mencegah bayangan dari pekerjaan. Rak harus
didesain untuk melengkapi tempat tersendiri diantara bagian, sebaga contohnya, bagian
diiringi lebih dekat bersama dalam area dari ketebalan dan jauh terbagi dalam area dari
ketebalan aliran yang rendah.area ketebalan aliran yang tinggi selalalu ditemukan di luar
dan rak paling belakang

Penempatan sendiri dari bagian telah menghendaki bahwa bagian besar yang
dilokalisasikan diarea ketebalan aliran ketika bagian kecil ditempatkan dalam area
ketebalan aliran seperti bagian tengah rak. Penempatan sendiri juga berarti bahwa pasti
diber judul seperti cara dalam rak yang mereka alirkan secara bebas dan juga saku
penghindar dimana gas hidrogen mungkin mengakumulasi anoda, pembantu elektroda bi
polar buffle dan thieves akan didiskusikan digambar berikut.

www.duraposita.com 17
Lapis krom dekoratif

Gambar 22 Baffle
Salah satu arti penting dari coverage adalah perbaikan dalam area ketebalan umum yang
rendah dan pengurangan bahaya dari pembakaran area ketebalan umum yang tinggi
adalah menempatkan baffle atau perisai antara anoda dan bagian pekeraan dilaokasi yang
menyerang ion metalik atau mengalir sampai lebih jauh dari pada jalan normal untuk
meraih area ketebalan umum tinggi dari bagian. Pada gambar ini baffle ditunjukan seperti
plastik atau besi plastisol kulit ini dalam nonkonduktor dan seperti tidak melapisi. Itu
mungkin digunakan berulang-ulang tanpa mengganggu bangunan yang membuatnya
perlu memindah atau mengupas thieves yang akan terlihat di gambar berikutnya.

Gambar 23 THIEF ( robber- guard )

www.duraposita.com 18
Lapis krom dekoratif

Seperti baffle, thief, robber atau guardselalu digunakan intuk mencegah pembakaran area
ketebalan umum tinggi. Tidak seperti baffle, thief adalh konduktor yang terlihat dalam
sketsa ini seperti kawat baja atau tongkat ditempatkan didepan area ketebalan umum
tinggi atau perimeter dari bagian pekerjaan untuk memotong ion metalik sebelum mereka
mencapai akhir dari pekerjaan. Itu selalu dimuntahkan setelah penggunaan periode
pendek karean harga pengupasan lebih besar dari pada nilai dari bahan meskipun
perlengkapan permanen rak dan thieves mungkin dikupas pada waktu yang sama.

Gambar. 24 Elektroda bipolar dan auxilary anoda

Kapanpun coverageyang baik tidak bisa diperoleh hanya dengan satu teknik yang baru
daja didiskusikan itu selalu mungkin untuk melapisi tempat tersembunyi yang paling
dalam dengan pertolongan dari anoda pembantu atau elektroda bipolar. Dibagian kanan
kita melihat bipolar yang secara lengkap disendirikan dari peristirahatan rak dn digantung
didepan bagian pekerjaan dengan pertolongan ari lgam yang disendirikan.elektroda
terakhir dibuat dari kepala dan anodik seperti ditunjukan oleh tanda + ketika akhir yang
lain adalah selalu konduktor yang baik seperti tembaga atau besi dan itu negatif atau
katodik dan dilapisi dengan krom. Itu hanya hubungan listrik yang dibuat sampai

www.duraposita.com 19
Lapis krom dekoratif

kekontak ditiap akhir dengan larutan lapisan. Macam aliran yang akan mengalir dari akhir
anodik elektroda ke bagian pekerjaan yang ditentukan oleh ukuran target akhir katodik
darielektroda dan panjang dari tongkat yang menghubungkan dua elektroda bipolar
terakhir. Anoda pembantu dihubungkan secara langsung ke bar anoda dengan
pertolongan kepala yang pleksibel atau sumber kekuatan yang trpisah jadi aliran mengalir
ke anoda pembantu mungkin dikontrol dengan tepat.

- Rapat arus
- hot lead
- strikes, flash, dan surge
- pemanasan awal garapan

Gambar 25 Faktor Lain Yang mempengaruhi coverage

selain racking , beberapa faktor lain mempengaruhi coverage didaftar pada gambar ini.
Operasi didekat untuk ketebalan aliran yang maksimum tanpa pembakaran penjumpaan
atau pelemahan dari permukaan yang tak terlindung adalah penting untuk coverageyang
baik dari area tempat tersembunyi. Istilah hot lead, mengacu ke splikasi potensial neegatif
ke rak sebelum mencelup sampai kelarutan dan membuat kontak dengan bus bar dengan
bantuan dari dari kepala yang terpisah. Secara teratur, rectifier yang terpisah digunakan
untuk memasang sekitar 3 volt ke rak ketika itu sedang masuk ke tangki. Strik atau flash
mengacu kelatihan pelaisan di aliran yang sangat tinggi untuk beberapa detik pada
permukaan lingkaran pelapisan. Ini memperlihatkan secara cukup aliran tinggi di area
tersembunyi membuktikan perlindungan, tapi ini adalah durasi yang tidak cukup untuk
memproduksi deposit yang terbakar di poin ketebalan aliran tinggi. Surging mengacu ke
teknik penambahan secara berulang ulang aliran ke nilai diatas aliran pelapisan normal
untuk periode waktu yang terlalu jelas untuk menyebabkan area ketebalan aliran tinggi,
tapi cukup panjang untuk membuktikan perlindungan. Bagian secara teratur dipanaskan
kembali di larutan asam krom dilute untuk mencegah mereka dari pendinginan aliran
pelapisan ke permukaan katoda ketika merweka masuk ke larutan latihan ini mengijinkan
penggunaan dari banyak aliran yang lebih tinggi dalam bagian tanpa bahaya kebakaran.

www.duraposita.com 20
Lapis krom dekoratif

Gbr. 26 bent katode test


Gambar ini melukiskan tes arah katoda digunakan untuk mengevaluasi kemampuan
sistem pelapisan untuk melapis secara memuaskan. Lengkung di panel memberi kedua
tinggi dan renadahnya area ketebalan aliran pada bagian yang sama.
Warna tembaga terlihat ditempat tersembunyi dipanel sebelah kiri dihasilkan dari
pelapisan panel divoltase yang sangat rendah dalam aliran asam tembaga. Tembag akan
hanya mendeposit di nikel yang terluka atau crack dan kosong di permukaan krom.
Teknik ini diketahuisebagai tes dubpernell. Tembaga yang dideposit jelas
memperlihatkan dimana krom tidak menutup
Gambar. 27
LARUTAN KATALIST YANG DI CAMPUR

feature
- kecepatan pelapisan yang lebih baik
- coverage yang lebih baik
- kemudahan untuk melapis permukaan pasif
- ketidak sensitifan terhadap arus interupsi
- Ring kilap yang lebih luas
- Deposit yang lebih keras
- Lebih toleran terhadap impuriti
- Kontrol katalis yang lebih mudah
- Resistan korosi yang meningkat
- mikrocrack
- mikroporous

semua diskusi kita poin ini telah dipasang untuk pelapisan krom secara umum, dan untuk
pelapisan dari larutan asam sulfat katalyst sulfat. Sekarang mari kita lihat larutan katalyst

www.duraposita.com 21
Lapis krom dekoratif

yang dicampur yang menandai kecepatan pelapisan yang lebih cepat, coverage yang lebih
baik, kemudahan untuk melapis permukaan yang pasif. Ketidaksensitifan untuk interupsi
aliran, baris terang yang lebih luas, deposit yang lebih suka, toleransi lebih untuk
kebanyakan impuriti, kontrol katalyst yang lebih mudah, resistan korosi yang dibuktikan
melewati produksi mikrocrack atau krom mikroporous.

Gambar. 28
Efisiensi aliran sulfat dan sistem katalyst yang dicampur

Ketika kita membandingka efisiensi dari sulfat yang biasa dan sistem katalyst yang
dicampur di 110º F, kita dapat melihat bahwa kedua kurva katalyst yang dicampur
mempunyai efisiensi aliran yang leh tinggi di beberapa ketebalan aliran yang diberikan
dari pada hubungan aliran sulfat yang biasa, itu juga bisa dilihat bahwa secara luar biasa
larutan katalyst yang dicampur bertambah dengan penambahn konsentrasi dan
penambahan ketebalan aliran. Iru juga bisa ditunjuk bahwa efisiensi katoda yang lebih
tinggi dacapai di larutan katalyst yang di campur. Secara besar dibiaya formasi dari krom
trivalent. Ini berarti bahwa konsentrasi equilibrium dari ion-ion krom trivalent dalam
larutan katalyst yang dicampur selalu lebih rendah dari pada hubungan sulfat atau larutan
yang biasa.

www.duraposita.com 22
Lapis krom dekoratif

Gambar 29 krom mikro crack


Krom mikrocrack secra istimewa mungkinmempunyai 600 s.d 3000 crack per liniar inci.
Sejak crack ini tidak kelihatan mata, mereka mempengaruhi rupa deposit. Didalam
gambar ini crack telah dibuat terlihat dengan pelapisan tembaga dan magnifikasi
mikrocrack terlalu efektif dalam kesalahan meminimalkan korosi pada kemampuan
mereka untuk menghancurkan pengkaratan diatas aliran yang luas, hal itu,menurun secara
drastis ketebalan aliran pengkaratan dibeberapa poin diatas permukaan nilai yang tidak
berharga. Hasil aliran pengkaratan dan pengulitan bawah atau metal dasar krom
didepositkan dari larutan sulfat yang biasa akan mungkin rusak, jika dilapisi dengan berat
yang cukup. Tidak seperti mikro crack yang diperlukan dari larutan katalyst, crack
diproduksi didalam aliran biasa yang lebih luas, dan terbagi cepat, pengurangan dari kaca
biasa selesai dibagian-bagian lapisan krom. Ganbar berikut menunjukan bagaimana krom
mikrocrack bisa digunkan untuk membuktikan resistant korosi dari panel baja meskipun
ketika pengulitan nikel cukup tipis.

Gambar 30

www.duraposita.com 23
Lapis krom dekoratif

Panel diatas baris telah ditempatkan dengan 6/10 mil, atau 6/10000 inci, dari nikel terang
ketika baris belakang panel ditempatkan ke ktebalan 1,2 mil dengan nikel terang yang
sama. Perjalanan terus dari kiri ke kanan setiap kolom telah ditempatkan dengan
penambahan ketebalan krom sebagai pengikut: kolom 1-10 mikri inci krom biasa, kolom
2-50 mikro inci krom crack dan kolom 4-200 mikro inci krom mikrocrack. Panel ii
ditempatkan dipersembunyian selama 3 ½ tahun di stasiun pengetesan di pantei Kure di
perusahaan nikel internasional. Anda bisa melihat bahwa ketebalan keduanya 100 dan
200 mikro inci dari krom mikrocrack dihidupi tes ketika dilapisi lebih dari 1,2 mil nikel
terang. Meskipun dengan hanya 6/10 mil dari nikel terang, 200 mikro inci dari krom
mikrocrack terlihst baik setelah 3 ½ tahun korosi atmosfir yang keras. Dengan
menggunakan nikel duplex dibawah mikrocrack atau krom yang berhenti, hasil korosi
yang sangat bagus telah dipakai selain tindakan pencegahan diambil untuk memproduksi
bagian penyelesaian yang berkualitas tinggi,semua toko-toko diperlihatkan dengan
problem atau penggarisan krom dari bagianyang ditolak dan pelapisan kembali. Metode
praktis untuk pemindahan krom didiskusikan di gambar berikutnya.

- larutan HCl
- solusi alkalin secara anodis
Gambar 31 Stripping lapisan krom
krom dekoratif telah siap dikelupas dengan bagian 1 sampai 1 enceran asam hidroklorik.
Setelah penggarisan bagian nya bisa selalu dibilas dan dilapis ulang tanpa perlakuan aktif
lebih jauh

metode efektif yang sama dalam pemindahan krom membungkus perlakuan dari bagian
secara anodis dalam enceran pembersihanm alkalin . sejak nikel jadi pasif ketika
diperlakukan secara anodis di enceran alkalin, bagiannya pasti di aktifkan kembali
dengan satu proses pengaktifan yang didiskusikan dahulu ini adalah ;atihan yang bagus,
sebagai contoh untuk membalikan aliran untuk beberapa detik setelah penggarisan,
bilasan air dingin, asam sulfur aktif dalam asam sulfur, diikuti oleh bilasan air dingin
sbelum pelapisan kembali.

www.duraposita.com 24
Lapis krom dekoratif

- Pemeliharaan komposisi larutan


- Pemeliharaan kemurnian larutan
- Kontrol kondisi pengoperasian
- Racking yang sesuai
- Pemeliharaan aktivitas substrat
Gambar 32 Ringksan

Dalam ringkasan marilah melihat keperluan yang paling penting untuk pemakaian
daeposit krom dekoratif yang berkualitas tinggi :
1. Komposisi dari rasio khusus dari asam krom untuk sulfat pasti dipelihara bersama
dengan batas tertutup ditentukan oleh tipe pekerjaan yang dilapiskan.
2. Penyimpanan larutan pelapisan membersihkan sampai penggunaan bilasan yang cukup ,
pengulitan rack yang bagus, pemeliharaan racak yang konstan adalah satu dari anti
berharga terakhir dari penyimpanan menolak kebawh dan memproduksi.
3. Semua parameter operasi seperti ketebalan aliran, temperatur, level enceran, agitasi
enceran atau sirkulasi pasti ditangani konstan secara dekat dimungkinkan
4. Pembentukan yang bagus membuatnya mungkin untuk menutup “sulit untuk melapis”
dan untuk mendistribusikan krom lebih terbentuk dari semua bagian
5. Akhirnya larutan nikel pasti dipelihara dan operasi aktif yang cukup memadai telah
diyakini bahwa permukaan yang dilapis itu aktif ketika itu masuk ke larutan ke lapisan
krom.

www.duraposita.com 25
Lapis krom dekoratif

Pelapisan krom trivalent dekoratif

Pelapisan dari elektrolis krom trivalent telah dikerjakan sejak pertengahan tahun 1800-an,
bagaimanapun penerimaan komersial dari proses tidak disadari kesalahannya pada ilmu
kimia yang kompleks dari krom trivalent dan reaksi anoda yang memproduksi
penghasilan krom heksavalent diperhentian pelapisan. Ini menghendaki pemisahan anoda
dari katoda untuk mencegah interaksi kimia. Kemajuan baru sejak 1975,telah
memproduksi elektrolit yang mengatasi keberatan ini mengijinkan untuk pengomersialan
proses.
Gambar 34.
Properti dekoratif dari lapisan krom trivalent.

Properti lapisan krom trivalent yang dekoratif adalah sama dengan deposit yang
memproduksi dari larutan krom heksavalent. Penerimaan tertulis adalah
1. warna
2. poros deposit

Diketebalan dekoratif, krom dideposit dari larutan heksavalent mempunyai buatan yang
ringan dan warna yang digambarkan berwarna biru – putih. Krom trivalent bersih
memberi pemeliharaan untuk menjadi lebih transparan dari pada krom heksavalent dan
juga agak lebih gelap dlam warna. Perbedaan warna ini lebih diperhatikan dengan proses
terlebih dahulu aripada ssesuatu yang lebih baru.

www.duraposita.com 26
Lapis krom dekoratif

Deposit krom trivalent disemua ketebalan dekoratif, mikroporosity diproduksi


diketebalan kurang dari 0,35 µm (14 µin), mikrocracking diproduksi ketebalan, lebih
besar daripada 0,65 µm (26 µin) dan campuran mikropores dan mikrocrack diproduksi
diketebalan perantara. Sebagai hasilnya deposit krom trivalent akan melengkapi
dibuktikanya pengerjaan korosi, ketika digunakan ketebalan pantas yang lebih dari nikel
sama untuk menghubungkan tipe deposit krom mikrocontinous heksavalent.

Gambar 35 Komposisi larutan krom trivalent


• Krom (sebagai metal) 20 g/l
• Krom dan konduktivitas garam 400 g/l
• Agen penstabil 35 g/l
• Modifikasi additive untuk:
1. Pelarutan krom
2. peningkatan distribusi deposit
3. Anti misting

Larutan pelapisan krom trivalent terdiri atas enceran lemah dilute yang relatif dari garam
krom trivalent dihancurkan di air. Total krom berisi kira-kira 20 g/l (2,7 oz/gal).
konduktifitas seperti enceran lemah adalah sedikit . karena itu kuantitas yang besar dari
garam secara konduktivitas ditambahkan untuk mengijinkan proses dengan voltase
kekuatan rendah yang menyuplai penemuan biasa di industri elektroplating. Sebagai
tambahan agen penstabil ditambah untuk memelihara krom trivalent dibentuk yang tetap.
Agen panstabil juga diseleksi oleh proses oksidasi dipermukaan anoda, dan bukan
perhentian krom sangat dienceran seperti mencegah jauhnya dari krom dioperasi
perlakuan yang tidak berharga berikutnya. Tambahan lain secara teratur ditambahkan
untuk melengkapi anti misting dari enceran selama dan untuk membuktikan di distribusi
deposit.

Gambar 36 Perlengkapan untuk krom trivalent


- Tangki yang dilining karet atau sintetis
- Anoda grafit
- Sumber pendingin (pendingin atau air dingin)
- Agitasi udara
- Filter

www.duraposita.com 27
Lapis krom dekoratif

- Rectifier (20 % voltasilebih dari hex)

Keperluan perlengkapan untuk pelapisan krom trivalent adalah sama dengan banyak
operasi pelapisan, rubber atau tangki garis sintetis pasti digunakan. Grafit digunakan
untuk bahan anoda. Panas dihasilkan dienceran dengan aliran dan voltasi (voltasi waktu
aliran watt), dan lingkaran pendinginan titanium disuplai oleh cairan dingin, diperlukan
untuk memindah panas dan memelihara larutan ditemperatur itu sendiri.

Lingkaran pendingin dalam ( terletak di tangki pelapisan ) dimaksudkan sejak


kemungkinan pendinginan yang lebih dengan penggunaan pemindah panas luar biasa
menghasilkan di pengkristalan setempat dan pembatasan dari proses pemindahan panas.
Agitasi udara juga dibahas pada bahasan nanti. Penyaringan diijinkan untuk tujuan
pemindahan di jatuhkan impuriti ( penggunaan enceran pencuci ) yang jika tidak dipindah
akan meninggalkan sisa dipermukaan pekerjaan. Sisa juga bisa dipindah dengan
penghapusan. Sistem exhaust selalu tidak diijinkan untuk pelapisn krom trivalent,
bagaimanapun pengadaan kondisi bagiannya di beberapa instalasi mungkin menghasilkan
ampas kabut permukaan di area yang berbatasan menyebabkan korosi atau kontaminasi.
Sisa digunakan untuk pelapisan krom trivalent kira-kira 20 % lebih voltasi yang mungkin
dibandingkan ke krom hexavalent. Penambahan ini salah untuk konduktivitas yang sangat
rendah dari krom trivalent dibandingkan dengan kebanyakan larutan krom heksavalent.

www.duraposita.com 28
Lapis krom dekoratif

Gambar 38

Kecepatan pelapisan untuk kebanyakan operasi pelapisan dihubungkan ke ketebalan


aliran, waktu dan efisiensi katoda. Yang lainnya disamakan, hukum Faraday akan
mendikte bahwa 2 kali krom bisa dilapisi dari krom trivalent dibandingkan dengan krom
heksavalent. Bagaimanapun, efisiensi katoda krom trivalent adalah sangat rendah, bahkan
lebih rendah daripada krom heksavalent. Sebagai tambahan efisiensi krom trivalent
menurun secara signifikan dengan penambahan ketebalan aliran, bahkan dengan krom
heksavalent efisiensi katoda bertambah ringan dengan penambahan ketebalan aliran.
Karena itu pemuntahan kekuatan dibuktikan atau ketebalan sebentuk yang lebih dari
krom melebihi baris ketebalan aliran yang luas dipakai. Hasilnya adalah bahwa kecepatan
pelapisan krom trivalent diukur dalam batas ketebalan permenit melalaikan ketebalan
aliran melebihi keteraturan baris ketebalan aliran yang digunakan.

Sebagai catatan bahwa deposit krom trivalent diketebalan aliran yang lebih rendah
daripada melakukan pemberian krom heksavalent kekuatan penutupan yang diberikan
karena properti diatas (kekurangan pembakaran, kekuatan pemuntahan yang dibuktikan,
kekuatan penutupan yang dibuktikan), konsiderasi pengiringan untuk krom trivalent tidak

www.duraposita.com 29
Lapis krom dekoratif

sekeras seperti hal itu untuk krom heksavalent. Karena ketebalan aliran yang lebih rendah
teratur digunakan, kebutuhan konstruksi rak tidak dikritik sama seperti krom heksavalent.
Gambar 39 Waste treatment
Hexavalent chromium
1. reduction
2. precipitation
trivalent chromium
1. precipitation

Keuntungan polusi krom trivalent nyata. Disamping eliminasi dari spray asam krom toxic
dan bahaya sakit bernanah berhubungan dengan itu krom trivalent mengijinkan untuk
perlakuan tidak berharga yang ringkas. Enceran krom heksavalent menghendaki dua
tingkatan perlakuan untuk anak sungai. Pertama, reduksi krom heksavalent untuk
penggunaan krom trivalent pantas menurunkan agen (seperti sodium bisulfit atau sulfur
diksida)di kehadiran asam. Dan kedua, jatuhnya krom trivalent dengan menaikan pH
alkali (seperti soda ash atau soda coustic). Jenis penurunan agen dan alkali yang
dikehendaki adalah proposional untuk konsentrasi krom. Secara istimewa larutan krom
heksavalent berisi 125 g/l (16,7 oz/gal) total krom dibanding 20 g/l (2,7 oz/gal)untuk
krom trivalent.

Gambar 40 Ringkasan krom trivalent


- Pemeliharaan komposisi larutan
- Diperlukan pembilasan baik yang
- Menghilangkan garapan yang jatuh
- Pemeliharaan kondisi operasi yang optimal

Secara ringkas, terdapat beberapa hal penting untuk produksi secara konsisten dengan
hasil yang baik :
1. Komposisi larutan harus dipelihara secara optimum setiap waktu. Hal tersebut secara
umum diperoleh dengan pemeliharaan grafitasi khusus dari larutan, yaitu saat
penambahan material berdasarkan amper-jam waktu penggunaan .

www.duraposita.com 30
Lapis krom dekoratif

2. Pembiasan yang baik meminimalkan masuknya bahan pengotor.


3. Barang yang jatuh harus dipindahkan dari larutan sesegera mungkin.
4. kondisi pengoperasian, khususnya pH dan temperatur harus dikontrol dengan
kisaranyang masuk akal untuk menjamin hasil optimal.

Pendeknya sama dengan beberapa operasi pelapisan kontrol optimal menghasilkan hasil
yang optimal

www.duraposita.com 31
Lapis krom dekoratif

KOMPOSISI LARUTAN KROM


• Cromic acid : 140-180 g/l
• Sulfuric acid : 0.4-1 g/l
• Catalyst : 1-2 cc/l

KONDISI OPERASI
• Suhu : 33-48*C
• Rapat arus : 0.5-2.5 amp/dm2
• Tegangan : 4-12 volt

FAKTOR OPERASI
• Pengaruh suhu dengan arus terhadap lapisan
• Pengaruh suhu terhadap kecepatan pelapisan
• Pengaruh konsentrasi CrO3terhadap kecepatan pelapisan
• Pengaruh konsentrasi katalis dalam efisien
• Pengaruh rasio berat katalis /H2SO4 terhadap efisiensi

www.duraposita.com 32