Anda di halaman 1dari 18

BAB III METODOLOGI

1.1 Persiapan 1) 2) Mengupas kulit dan membersihkan dua buah kentang. Lakukan pengirisan kentang secara seragam dengan ketebalan yang bervariasi yakni 3 mm dan 5 mm. 3) Potong irisan kentang menjadi bentuk segiempat yang luasnya tidak lebih dari 2 cm x 2 cm. 4) 5) Timbang berat tray kosong. Letakkan bahan dalam tray. Tray atas untuk kentang dengan ketebalan 3 mm dan tray bawah untuk kentang dengan ketebalan 5 mm. 6) Pasang tray ke dalam penggantungnya, pasangkan timbangan, dan hubungkan semua koneksi listrik. 7) Catat berat yang ditunjukan oleh timbangan.

1.2

Pengamatan Berat Kering 1) 2) Timbang sebuah cawan pijar. Ambil sepotong sampel yang sudah diketahui luasnya, tidak boleh lebih dari 2 cm x 2 cm. Letakkan sampel diatas cawan pijar, timbang beratnya. 3) Panaskan dalam oven bersuhu 100 0C sampai tercapai berat konstan, atau waktu pengeringan 24 jam. 4) Setelah selesai langkah diatas, timbang berat cawan pijar berisi sampel kering.

1.3

Start Up 1) Nyalakan blower dengan bukaan 50 % 2) Set temperatur (400C), kemudian nyalakan pemanas. Tunggu sampai heater mencapai suhu yang telah diset.

1.4

Pengamatan 1) Catat berat tray yang berisi kentang, suhu bola basah dan suhu bola kering (saat udara masuk dan saat udara keluar), temperature sebelum tray setiap 5 menit. 2) Jika telah teramati berat konstan selama 20 menit berturut-turut, hentikan pengamatan atau hentikan pengamatan ketika data yang didapat sudah cukup optimum.

1.5

Shut Down 1) 2) 3) Matikan pemanas, biarkan blower tetap hidup setidaknya 5 menit. Lepaskan tray, dan bersihkan. Matikan blower.

BAB IV HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN


4.1 Grafik Kehilangan Berat terhadap Waktu Pengeringan

Hubungan antara Berat Bersih dengan Waktu Pengeringan


60 50 Berat Bersih (gram) 40 30 20 10 0 0 20 40 60 80 100 Waktu Pengeringan (menit) 120 140

4.2

Grafik Kadar Air terhadap Waktu Pengeringan

Hubungan antara Kadar Air dengan Waktu Pengeringan


4.000 3.500 3.000 Kadar Air 2.500 2.000 1.500 1.000 0.500 0.000 0 20 40 60 80 100 Waktu Pengeringan (menit) 120 140

4.3

Periode Laju Konstan Dari pengamatan secara visual mengenai kurva hubungan antara kadar air dan waktu pengeringan, laju konstan terdapat pada waktu pengeringan menit ke-80 sampai menit ke-120.

Waktu, t (menit) 80 85 90 95 100 105 110 115 120

Kadar Air, X 0.784 0.767 0.750 0.724 0.716 0.707 0.690 0.665 0.631 (X*)

Berat Kering Konstan


0.900 0.800 0.700 Berat Kering (gr) 0.600 0.500 0.400 0.300 0.200 0.100 0.000 50 60 70 80 90 100 110 Waktu Pengeringan (menit) 120 130 y = -0.0035x + 1.0658 R = 0.9748

Garis di atas mempunyai persamaan garis y = - 0,003x + 1,065 dengan regresi linier R2 = 0,974 sehingga apabila persamaan garis tersebut diturunkan maka akan didapat konstanta 0,003 dan didapat harga

4.4

Kurva Karakteristik Pengeringan Dari perhitungan sebelumnya didapatkan harga Rc dan X*, dilakukan plot terhadap kedua titik tersebut.

Kurva Karakteristik Pengeringan


0.06 Laju Pengerimgan (gr H2O/h.m2) Rc 0.05 0.04 0.03 0.02 0.01 Xc X* 0 0.4 0.6 0.8 1 1.2 1.4 1.6 1.8 2 2.2 2.4 2.6 2.8 3 3.2 3.4 3.6 3.8 4 Kadar Air (gr H2O/gr padatan kering)

Kurva karakteristik di atas menunjukkan harga Xc = 1,72 gr H2O/gr padatan kering.

4.5

Pembahasan Pada praktikum tray dryer ini bahan yang dikeringkan berupa kentang yang berbentuk lembaran-lembaran dengan luas 2x2 cm dan ketebalan 3 mm. Proses pengeringan dilakukan pada suhu masukan 40oC dan bukaan blower setengah penuh. Untuk menghitung laju alir volumetrik udara panas digunakan anemometer dan didapat nilai laju alir udara masukan sebesar 0,9 m/s dan laju alir udara keluaran 1,5 m/s. Pengeringan dengan menggunakan tray dryer ini dilakukan secara adiabatik, yaitu bahan yang akan dikeringkan dikontakkan lagsung dengan udara panas. Driving force dari pengeringan ini adalah perbedaan konsentrasi kelembaban antara udara panas dan bahan yang dikeringkan. Dari proses pengeringan terdapat 3 hal penting yaitu laju pengeringan konstan (Rc), kandungan air kritik (Xc), dan kandungan air kesetimbangan (X*). Rc ini akan terbentuk pada saat air menguap di permukaan bahan. Ketika air yang terdapat pada permukaan sudah habis maka laju pengeringannya pun akan menurun. Xc merupakan kandungan air pada saat bahan akan mengalami penurunan laju pengeringan. Sedangkan X* merupakan kandungan air dimana laju pengeringannya bernilai nol karena kandungan air pada bahan (kentang) tidak dapat berkurang lagi dan sudah setimbang dengan udara. Pada kenyataannya kandungan air tidak bisa dikeringkan secara sempurna 100% kering. Sebab pengeringan terhadap suatu bahan tergantung pada kelembaban udara yang masuk. Udara tersebut memiliki kelembaban relatif tertentu sehingga bahan akan tetap

mengandung air. Pada praktikum ini diperoleh nilai Rc sebesar 0,0504 gr H2O/menit.cm2 ; Xc = 1,72 gr H2O/gr padatan kering dan X* = 0,631 gr H2O/gr padatan kering. Pada kurva karakteristik pengeringan pada umumnya, terdapat beberapa fasa yang dapat dikelompokkan menjadi daerah adaptasi, daerah linier, daerah non-linier, dan daerah konstan. Tetapi pada kurva karakteristik pengeringan yang kami dapat tidak terdapat daerah adaptasi karena suhu masukan sudah mencapai 40C sehingga kandungan air pada bahan langsung menguap.

Daerah linier terjadi pada t = 0 menit sampai t = 35 menit. Pada daerah ini kandungan air menurun secara linier dan penguapan kandungan air berlangsung pada permukaan bahan. Daerah non-linier terjadi pada t = 40 menit sampai t = 75 menit. Pada daerah ini terjadi laju pengeringan yang menurun dibandingkan daerah linier dan penguapan kandungan air berlansung dari dalam bahan padat. Daerah yang terakhir yaitu daerah konstan dimana kandungan air pada daerah ini bernilai konstan. Daerah konstan ini terjadi dari t = 80 menit sampai t = 120 menit. Pada daerah konstan ini kandungan air pada bahan telah mengalami kesetimbangan dimana kelembaban dari udara panas sudah sama dengan kelembaban pada bahan yang dikeringkan.

BAB V KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat diambil dari proses pengeringan degan Tray Dryer ini yaitu : 1. Nilai Rc sebesar 0,0504 gr H2O/menit.cm2 . 2. Nilai Xc = 1,72 gr H2O/gr padatan kering. 3. Nilai X* = 0,631 gr H2O/gr padatan kering. 4. Daerah adaptasi tidak terjadi. 5. Daerah linier terjadi pada t = 0 menit sampai t = 35 menit. 6. Daerah non-linier terjadi pada t = 40 menit sampai t = 75 menit. 7. Daerah konstan ini terjadi dari t = 80 menit sampai t = 120 menit.

DAFTAR PUSTAKA
Anonima. 2011.Pengering Kentang Secara Mekanis.

http://docs.google.com/viewer?a=v&q=cache:VYRUN0r1jwgJ:digilib.un nes.ac.id/gsdl/collect/skripsi/import/1849.pdf. (September 2012). Diswandi, Nurba. 2010. Analisis Distribusi Suhu, Aliran Udara, RH dan Kadar Air dalam In-Store Dryer (ISD) untuk Biji Jagung. Institut Pertanian Bogor. Istadi, Sumardiono, dan Anas. 2002. Penentuan Konstanta Pengeringan dalam Sistem Pengeringan Lapis Tipis (Thin Layer Dring). Prosiding Seminar Nasional Teknologi Proses Kimia. Inovasi Produk Berkelanjutan, Hotel Sahid Jaya Jakarta.

LAMPIRAN A ALAT DAN BAHAN


Alat yang Digunakan 1. Tray dryer 2. Termometer biasa 3. Termometer bola basah dan bola kering 4. Cawan petri 5. Timbangan 6. Pisau 7. Slicer 8. Anemometer 1 unit 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 2 buah 1 buah 1 buah

Bahan yang Digunakan 1. Kentang

LAMPIRAN B DATA PENGAMATAN


B.1 Objek Pengamatan 1) Jenis sampel 2) Tebal irisan 3) Luas irisan : Kentang = 3 mm = 2 cm x 2 cm

B.2 Variabel Operasi 1) Laju alir udara keluar 2) Laju alir udara masuk 3) Temperatur pemanas 4) Tray yang dipakai = 1,5 m/s = 0,9 m/s = 40C : Semua

B.3 Kondisi Udara Lingkungan 1) Suhu bola kering 2) Suhu bola basah 3) Cuaca 4) Kelembaban relatif 5) Kelembaban mutlak = 25C = 20C : Cerah : 63,8% : 0,0127%

B.4 Pengukuran Berat Kering Solid 1) Berat basah sampel 2) Berat kering sampel = 1,456 gram = 0,310 gram

B.5 Pengamatan Berat dalam Tray Dryer 1) Luas penampang tray dryer = 2 x (2 x 21 cm x 17 cm) = 14300 cm2 2) Berat tray kosong = 189,9 gram

3) Berat tray awal setelah diisi sampel = 245,2 gram

4) Perkembangan berat total sampel dan tray sepanjang waktu Waktu, t (menit) 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 55 60 65 70 75 80 85 90 95 100 105 110 115 120 Berat Total, Wtotal (gram) 245.2 242.7 239.3 235.2 231.8 227.7 224.8 222.1 220.7 219.8 218.2 217.2 215.5 214.4 213.9 211.9 210.9 210.7 210.5 210.2 210.1 210 209.8 209.5 209.1 Temperatur, T (C) Udara Masuk Kering 29 38 39 30 29 29 28 27 28 28 28 29 28 28 29 28 28 29 29 28 28 30 28 28 28 Basah 18 19 19 20 19 19 20 18 19 18 18 20 19 19 19 19 19 19 19 18 19 20 19 19 19 Sebelum Tray 40 40 40 40 40 38 41 36 38 38 38 36 39 39 36 38 37 37 38 39 38 37 38 39 38 Udara Keluar Kering 40 41 41 38 40 41 38 38 36 36 36 35 35 36 39 33 35 38 34 36 35 33 36 36 35 Basah 22 21 22 21 23 24 25 21 21 21 21 21 20 21 22 20 21 22 21 21 21 21 22 22 21

LAMPIRAN C PENGOLAHAN DATA


C.1 Grafik Kehilangan Berat terhadap Waktu Pengeringan

Waktu, t (menit) 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 55 60 65 70 75 80 85 90 95 100 105

Berat Total, Wtotal (gram) 245.2 242.7 239.3 235.2 231.8 227.7 224.8 222.1 220.7 219.8 218.2 217.2 215.5 214.4 213.9 211.9 210.9 210.7 210.5 210.2 210.1 210

Berat Bersih, Wbersih (gram) 55.3 52.8 49.4 45.3 41.9 37.8 34.9 32.2 30.8 29.9 28.3 27.3 25.6 24.5 24 22 21 20.8 20.6 20.3 20.2 20.1

110 115 120

209.8 209.5 209.1

19.9 19.6 19.2

Hubungan antara Berat Bersih dengan Waktu Pengeringan


60 50 Berat Bersih (gram) 40 30 20 10 0 0 20 40 60 80 100 Waktu Pengeringan (menit) 120 140

C.2

Perhitungan Berat Kering Bahan di Tray Dryer Berat sampel basah Berat sampel kering Berat bahan di tray pada t0 = 1,456 gram = 0,310 gram = 55,3 gram

C.3

Grafik Kadar Air terhadap Waktu Pengeringan

Waktu, t (menit) 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 55 60 65 70 75 80 85 90 95 100 105 110 115 120

Berat Bersih, Wbersih (gram) 55.3 52.8 49.4 45.3 41.9 37.8 34.9 32.2 30.8 29.9 28.3 27.3 25.6 24.5 24 22 21 20.8 20.6 20.3 20.2 20.1 19.9 19.6 19.2

Kadar Air, X 3.697 3.484 3.196 2.847 2.559 2.210 1.964 1.735 1.616 1.539 1.404 1.319 1.174 1.081 1.038 0.869 0.784 0.767 0.750 0.724 0.716 0.707 0.690 0.665 0.631

Hubungan antara Kadar Air dengan Waktu Pengeringan


4.000 3.500 3.000 Kadar Air 2.500 2.000 1.500 1.000 0.500 0.000 0 20 40 60 80 100 Waktu Pengeringan (menit) 120 140

C.4

Penentuan Periode Laju Konstan Waktu, t (menit) 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 55 60 65 70 Kadar Air, X 3.697 3.484 3.196 2.847 2.559 2.210 1.964 1.735 1.616 1.539 1.404 1.319 1.174 1.081 1.038

75 80 85 90 95 100 105 110 115 120

0.869 0.784 0.767 0.750 0.724 0.716 0.707 0.690 0.665 0.631 (X*)

Berat Kering Konstan


0.900 0.800 0.700 Berat Kering (gr) 0.600 0.500 0.400 0.300 0.200 0.100 0.000 50 60 70 80 90 100 110 Waktu Pengeringan (menit) 120 130 y = -0.0035x + 1.0658 R = 0.9748

Garis di atas mempunyai persamaan garis y = - 0,003x + 1,065 dengan regresi linier R2 = 0,974 sehingga apabila persamaan garis tersebut diturunkan maka akan didapat konstanta 0,003.

C.5

Pembuatan Kurva Karakteristik Pengeringan Dari perhitungan sebelumnya didapatkan harga Rc dan X*, dilakukan plot terhadap kedua titik tersebut.

Kurva Karakteristik Pengeringan


0.06 Laju Pengerimgan (kg H2O/h.m2) Rc 0.05 0.04 0.03 0.02 0.01 Xc X* 0 0.4 0.6 0.8 1 1.2 1.4 1.6 1.8 2 2.2 2.4 2.6 2.8 3 3.2 3.4 3.6 3.8 4 Kadar Air (kg kg H2O/kg padatan kering)

Kurva karakteristik di atas menunjukkan harga Xc = 1,72.