Anda di halaman 1dari 2

UPDATE SEDIMENTASI

Sedimentasi merupakan proses pemisahan berdasarkan gerakan partikel zat padat melalui fluida akibat gaya gavitasi. Kecepatan sedimentasi dapat bertambah dengan adanya flokulan. Efek flokulasi yang menyeluruh menciptakan penggabungan partikel-partikel halus menjadi partikel yang lebih besar sehingga mudah mengendapk. Penggabungan antara partikel-partikel yang dapat terjadi apabila ada kontak. Kontak partikel terjadi dengan cara-cara berikut: 1. Kontak yang disebabkan oleh gerak Brown (gerak acak partikel koloid dalam medium pendispersi) 2. Kontak yang disebabkan atau dihasilkan oleh gerakan cairan itu sendiri akibat adanya pengadukan. Kontak yang dihasilkan dari partikel mengendap karena adanya

tumbukan antara partikel yang mempunyai kecepatan pengendapan lebih besar dengan partikel yang mempunyai kecepatan pengendapan lebih kecil. Hasil-hasil percobaan sistem batch menunjukkan dengan jelas bahwa kecepatan

pengendapan menurun dengan meningkatnya konsentrasi.

(www.karyailmiah.polnes.ac.id/media-perspektif/terbitan-jurnal/evaluasi-lajusedimentasi-pada-kolom-sedimentasi-sistem-batch)

Pada pengolahan air minum, terapan sedimentasi khususnya untuk : 1. pengendapan air permukaan, khususnya untuk pengolahan filter pasir cepat. 2. pengendapan flok hasil koagulasi-flokulasi, khususnya sebelum disaring dengan filter pasir cepat. 3. pengendapan flok hasil penurunankesadahan menggunakan soda-kapur. 4. pengendapan lumpur peyisihan besi dng mangan Pada pengolahan air limbah,sedimentasi umumnya digunakan untuk : 1. penyisishan grit, pasir, atau slit (lanau) 2. penyisihan padatan tersuspensi pada clarifier pertama

3. penyisihan flok/lumpur biologis hasil proses activated sluge pada clarifier akhir 4. penyisihan humus pada clarifier akhir setelah trickling filter.

(www.unpar.ac.id/print.php?sub=berita&id=20120514142344)

Sedimentasi pada Pengolahan Air Limbah a. Grit Chamber Grit chamber merupakan bagian dari bangunan pengolahan air limbah yang berfungsi mengendapkan partikel kasar/grit bersifat diskret yang mudah mengendap. Pengendapan partikel berlangsung secara individu dan tidak terjadi interaksi antar partikel. b. Prasedimentasi Bak prasedimentasi berfungsi mengendapkan lumpur sebelum air limbah diolah secara biologis. Lumpur yang terdapat dalam air limbah tidak lagi bersifat diskret (telah terjadi proses presipitasi). c. Final clarifier Bak sedimentasi II (final clarifier) berfungsi mengendapkan partikel lumpur hasil proses biologis (disebut juga lumpur biomassa). Lumpur ini relatif sulit mengendap karena tersusun oleh bahan-bahan organik volatil. Pengendapan lumpur biomassa dalam jangka waktu lama akan menyebabkan terjadinya pemampatan (kompresi).

(www.unnisula.ac.id/2006/12/20/tangki-sedimentasi-pada-ipal-dan-ipam/)