Anda di halaman 1dari 56

LAPORAN DISKUSI KELOMPOK 7

Pemicu 1
Modul Kulit dan Jaringan Penunjang
Anggota Kelompok: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. Syed Muhamad Zulfikar Fikri Herick Alvenus W. Karolus Sangapta K. Irene Olivia Salim Irwanda Nisa Khinanty Anatria Amyra Iqlima Lodi Salim Ika Krastanaya Erlin Irawati Cynthia Oktora Dwiyana Diska Astarini Siti Fatimah I11112016 I11112022 I11112026 I11112030 I11112042 I11112075 I11112078 I11112060 I11109002 I11109059 I11109063 I11109083 I11108072

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA 2013

BAB I PENDAHULUAN

Pemicu Seorang mahasiswa FK Untan sedang duduk di Mega Mal Ayani. Ia mengamati kulit dan rambut orang yang lalu lalang. Tampak perbedaan warna kulit dan rambut pada berbagai suku dan ras yang berbeda. Selain itu tampak perbedaan tekstur kulit pada pria dan wanita, maupun pada anak dan dewasa, ada yang berkulit kering, normal, dan lembab.

Klasifikasi dan Definisi 1.Kulit 2.Rambut = Lapisan pelindung luar tubuh terdiri dari dermis dan epidermis = Struktur mirip benang,khususnya struktur epidermal khusus yang tersusun atas keratin dan berkembang dari papila yang terbenam dalam dermis 3.Tekstur = Bagaimana Kulit kita terasa

Kata Kunci Tekstur Kulit, Warna Kulit, Rambut Rumusan Masalah Terdapat perbedaan warna kulit dan rambut pada suku dan ras yang berbeda serta terdapat perbedaan tekstur kulit pada pria dan wanita.

Analisis Masalah Usia Perbedaan Tekstur Proses Penuaan

Jenis Kelamin

Hormonal

Kulit

Perbedaan Warna

Melanogenesis

Faktor Ekstrinsik Genetik

Rambut

Perbedaan Warna

Perbedaan Suku dan Ras

Hipotesis Perbedaan warna kulit dan rambut serta tekstur kulit dipengaruhi oleh faktor intrinsik meliputi gen,hormon,jenis kelamin, dan dipengaruhi faktor eksternal meliputi faktor eksternal meliputi lingkungan dan nutrisi. Pertanyaan Diskusi 1. Anatomi dan Histologi : -Epidermis -Dermis -Subdermis 2.Fisiologi : -Fungsi Kulit -Melanogenesis -Penuaan Kulit

3. Biokimia Kulit : -Asam Amino yang berperan dalam keratinisasi kulit -Kolagen -Elastin -Melanin 4.Embriologi Kulit 5.Adnexa Kulit -Kuku -Rambut -Kelenjar-Kelenjar pada kulit 6.Jenis-Jenis Kulit 7.Nutrisi Kulit 8.Perawatan Kulit dan Rambut 9. Studi Kasus 1. Faktor yang mempengaruhi kulit : -Faktor Intrinsik -Faktor Ekstrinsik 2. Peyebab perbedaan tekstur kulit 3. Perbedaan kulit pria dan wanita 4. Perbedaan tekstur kulit berdasarkan usia 5. Penyebab perbedaan warna kulit dan rambut

BAB II PEMBAHASAN
1. Anatomi dan Histologi : Definisi Kulit Kulit merupakan organ tubuh paling besar yang melapisi seluruh bagian tubuh, membungkus daging dan organ-organ yang ada di dalamnya. Luas kulit pada manusia rata-rata seseorang.1 Struktur Kulit Struktur kulit terdiri dari tiga lapisan yaitu : kulit ari (epidermis),sebagai lapisan yang paling luar, kulit jangat (dermis, korium atau kutis) dan jaringan penyambung di bawah kulit (tela subkutanea,hipodermis atau subkutis) 1 2 meter persegi dengan berat 10 kg jika ditimbang dengan

lemaknya atau 4 kg jika tanpa lemak atau beratnya sekitar 16 % dari berat badan

Pembagian kulit secara garis besar tersusun atas tiga lapisan utama yaitu lapisan epidermis atau kutikel, lapisan dermis, dan lapisan subkutis. Tidak ada garis tegas yang memisahkan dermis dan subkutis, subkutis ditandai dengan adanya jaringan ikat longgar dan adanya sel dan jaringan lemak. 1

1. Lapisan Epidermis Lapisan epidermis terdiri atas stratum korneum, stratum lusidum, stratum granulosum, stratum spinosum, dan stratum basale.
1

a. Stratum korneum adalah lapisan kulit yang paling luar dan terdiri

atas beberapa lapisan sel-sel gepeng yang mati, tidak berinti, dan protoplasmanya telah berubah menjadi keratin (zat tanduk).
1

b. Stratum lusidum terdapat langsung di bawah lapisan korneum,

merupakan lapisan sel-sel gepeng tanpa inti dengan protoplasma yang berubah menjadi protein yang disebut eleidin. Lapisan tersebut tampak lebih jelas di telapak tangan dan kaki 1
c. Stratum granulosum merupakan 2 atau 3 lapis sel-sel gepeng

dengan sitoplasma berbutir kasar dan terdapat inti di antaranya. Butir-butir kasar ini terdiri atas keratohialin.
1

d. Stratum spinosum terdiri atas beberapa lapis sel yang berbentuk

poligonal yang besarnya berbeda-beda karena adanya proses mitosis. Protoplasmanya jernih karena banyak mengandung glikogen, dan inti terletak ditengah-tengah. Sel-sel ini makin dekat ke permukaan makin gepeng bentuknya. Di antara sel-sel stratum spinosun terdapat jembatan-jembatan antar sel (intercellular bridges) yang terdiri atas protoplasma dan tonofibril atau keratin. Pelekatan antar jembatan-jembatan inimembentuk penebalan bulat kecil yang disebut nodulus Bizzozero. Di antara sel-sel spinosum terdapat pula sel Langerhans. Sel-sel stratum spinosum mengandung banyak glikogen 1
e. Stratum basal (germinativum) terdiri atas sel-sel berbentuk kubus

yang tersusun vertical pada perbatasan dermo-epidermal berbasis seperti pagar (palisade). Lapisan ini merupakan lapisan epidermis yang paling bawah. Sel-sel basal ini mrngalami mitosis dan berfungsi reproduktif. Lapisan ini terdiri atas dua jenis sel yaitu sel-sel yang berbentuk kolumnar dengan protoplasma basofilik inti lonjong dan besar, dihubungkan satu dengan lain oleh jembatang antar sel, dan sel pembentuk melanin atau clear cell yang merupakan sel-sel

berwarna muda, dengan sitoplasma basofilik dan inti gelap, dan mengandung butir pigmen (melanosomes) 1 2. Lapisan Dermis Lapisan yang terletak dibawah lapisan epidermis adalah lapisan dermis yang jauh lebih tebal daripada epidermis. Lapisan ini terdiri atas lapisan elastis dan fibrosa padat dengan elemen-elemen selular dan folikel rambut. Secara garis besar dibagi menjadi 2 bagian yakni pars papilare yaitu bagian yang menonjol ke epidermis, berisi ujung serabut saraf dan pembuluh darah, dan pars retikulare yaitu bagian bawahnya yang menonjol kea rah subkutan, bagian ini terdiri atas serabut-serabut penunjang misalnya serabut kolagen, elastin dan retikulin. Dasar lapisan ini terdiri atas cairan kental asam hialuronat dan kondroitin sulfat, di bagian ini terdapat pula fibroblast, membentuk ikatan yang mengandung hidrksiprolin dan hidroksisilin. Kolagen muda bersifat lentur dengan bertambah umur menjadi kurang larut sehingga makin stabil. Retikulin mirip kolagen muda. Serabut elastin biasanya bergelombang, berbentuk amorf dan mudah mengembang serta lebih elastis. 1 3. Lapisan Subkutis Lapisan subkutis adalah kelanjutan dermis yang terdiri atas jaringan ikat longgar berisi sel-sel lemak di dalamnya. Sel-sel lemak merupakan sel bulat, besar, dengan inti terdesak ke pinggir sitoplasma lemak yang bertambah. Sel-sel ini membentuk kelompok yang dipisahkan satu dengan yang lain oleh trabekula yang fibrosa. Lapisan sel-sel lemak disebut panikulus adipose, berfungsi sebagai cadangan makanan. Di lapisan ini terdapat ujung-ujung saraf tepi, pembuluh darah, dan getah bening. Tebal tipisnya jaringan lemak tidak sama bergantung pada lokasinya. Di abdomen dapat mencapai ketebalan 3 cm, di daerah kelopak mata dan penis sangat sedikit. Lapisan lemak ini juga merupakan bantalan. 1 Vaskularisasi di kulit diatur oleh 2 pleksus, yaitu pleksus yang terletak di bagian atas dermis (pleksus superficial) dan yang terletak di subkutis (pleksus profunda). Pleksus yang di dermis bagian atas

mengadakan anastomosis di papil dermis, pleksus yang di subkutis dan di pars retikulare juga mengadakan anastomosis, di bagian ini pembuluh darah berukuran lebih besar. Bergandengan dengan pembuluh darah teedapat saluran getah bening.1

2.Fisiologi Kulit Kulit memiliki banyak fungsi, yang berguna dalam menjaga homeostasis tubuh. Fungsi-fungsi tersebut dapat dibedakan menjadi fungsi proteksi ( perlindungan ), absorpsi, ekskresi, persepsi, pengaturan suhu tubuh (termoregulasi), dan pembentukan vitamin D.2
1. Fungsi Proteksi
2

Kulit memiliki lapisan kulit yang berfungsi sebagai pelindung tubuh dari tiap bagian lapisan kulit terdalam sampai luar, seperti : a. Sel Keratin berfungsi melindungi kulit dari mikroba, abrasi (gesekan), panas, dan zat kimia. Keratin merupakan struktur yang keras, kaku, dan tersusun rapi dan erat seperti batu bata di permukaan kulit.

b. Lipid yang dilepaskan mencegah evaporasi air dari permukaan kulit dan dehidrasi, selain itu juga mencegah masuknya air dari lingkungan luar tubuh melalui kulit. c. Sebum yang berminyak yang berasal dari kelenjar sebasea mencegah kulit dan rambut dari kekeringan serta mengandung zat bakterisid yang berfungsi untuk membunuh bakteri di permukaan kulit. Dengan adanya sebum ini, bersamaan dengan ekskresi keringat, akan menghasilkan mantel asam dengan kadar pH 5-6.5 yang mampu menghambat pertumbuhan mikroba. d. Pigmen melanin yang berfungsi untuk melindungi kulit efek dari sinar UV yang berbahaya. Pada stratum basal, sel-sel melanosit melepaskan pigmen melanin ke sel-sel di sekitarnya. Pigmen ini bertugas melindungi materi genetik dari sinar matahari, sehingga materi genetik dapat tersimpan dengan baik. Apabila terjadi gangguan pada proteksi oleh melanin, maka dapat timbul keganasan. Pigmen melanin merupakan lapisan kulit yang berfungsi sebagai pemberi dan perubahan warna kulit. Untuk itu pakailah Hand Body Lotion untuk mencegah kulit dari pancaran sinar matahari, karena pigmen kulit mudah sekali berubah. e. Selain itu ada sel-sel yang berperan sebagai sel imun yang protektif. Yang pertama adalah sel Langerhans, yang

merepresentasikan antigen terhadap mikroba. Kemudian ada sel fagosit yang bertugas memfagositosis mikroba yang masuk melewati keratin dan sel Langerhans.
2

2. Fungsi absorpsi

Kulit tidak bisa menyerap air, tapi bisa menyerap material larut-lipid seperti vitamin A, D, E, dan K, obat-obatan tertentu, oksigen dan karbon dioksida. Permeabilitas kulit terhadap oksigen, karbondioksida dan uap air memungkinkan kulit ikut mengambil bagian pada fungsi respirasi. Selain itu beberapa material toksik dapat diserap seperti aseton, CCl4, dan merkuri. Beberapa obat juga

dirancang untuk larut lemak, seperti kortison, sehingga mampu berpenetrasi ke kulit dan melepaskan antihistamin di tempat peradangan. Kemampuan absorpsi kulit dipengaruhi oleh tebal tipisnya kulit, hidrasi, kelembaban, metabolisme dan jenis vehikulum. Penyerapan dapat berlangsung melalui celah antarsel atau melalui muara saluran kelenjar tetapi lebih banyak yang melalui sel-sel epidermis daripada yang melalui muara kelenjar.
2

3. Fungsi ekskresi

Kulit juga berfungsi sebagai tempat pembuangan suatu cairan yang keluar dari dalam tubuh beruoa keringat dengan perantara 2 kelenjar keringat yang dimiliki, yakni kelenjar sebasea dan kelenjar keringat: a. Kelenjar sebasea Kelenjar sebasea merupakan kelenjar yang melekat pada folikel rambut dan melepaskan lipid yang dikenal sebagai sebum menuju lumen. Sebum dikeluarkan ketika muskulus arektor pili

berkontraksi

menekan

kelenjar

sebasea

sehingga

sebum

dikeluarkan ke folikel rambut lalu ke permukaan kulit. Sebum tersebut merupakan campuran dari trigliserida, kolesterol, protein, dan elektrolig. Sebum berfungsi menghambat pertumbuhan bakteri, melumasi dan memproteksi keratin.

b. Kelenjar keringat Walaupun stratum korneum kedap air, namun sekitar 400 ml air dapat keluar dengan cara menguap melalui kelenjar keringat tiap hari. Bagi seorang yang bekerja dalam ruangan mengekskresikan 200 ml keringat tambahan, dan bagi orang yang aktif bekerja di luar ruangan akan menghasilkan kelenjar keringat yang lebih terbuka sehingga keringat yang dikeluarkan lebih banyak dari mereka yang bekerja di dalam ruangan. Selain mengeluarkan air dan panas, keringat juga merupakan sarana untuk

mengekskresikan garam, karbondioksida, dan dua molekul organik hasil pemecahan protein yaitu amoniak dan urea.
3

4. Fungsi persepsi

Kulit mengandung ujung-ujung saraf sensorik di dermis dan subkutis. Terhadap rangsangan panas diperankan oleh badanbadan Ruffini di dermis dan subkutis. Terhadap dingin diperankan oleh badan-badan Krause yang terletak di dermis, badan taktil Meissner terletak di papila dermis berperan terhadap rabaan, demikian pula badan Merkel Ranvier yang terletak di epidermis. Sedangkan terhadap tekanan diperankan oleh badan Paccini di epidermis. Fungsi pengaturan suhu tubuh (termoregulasi) 3 Kulit berkontribusi terhadap pengaturan suhu tubuh

5.

(termoregulasi) melalui dua cara: pengeluaran keringat dan menyesuaikan aliran darah di pembuluh kapiler. Pada saat suhu tinggi, tubuh akan mengeluarkan keringat dalam jumlah banyak serta memperlebar pembuluh darah (vasodilatasi) sehingga panas akan terbawa keluar dari tubuh. Sebaliknya, pada saat suhu rendah, tubuh akan mengeluarkan lebih sedikit keringat dan mempersempit pembuluh darah (vasokonstriksi) sehingga

mengurangi pengeluaran panas oleh tubuh. Fungsi pembentukan vitamin D 3 Sintesis vitamin D dilakukan dengan mengaktivasi prekursor 7 dihidroksi kolesterol dengan bantuan sinar ultraviolet. Enzim di hati dan ginjal lalu memodifikasi prekursor dan menghasilkan calcitriol, bentuk vitamin D yang aktif. Calcitriol adalah hormon yang berperan dalam mengabsorpsi kalsium makanan dari traktus gastrointestinal ke dalam pembuluh darah. Walaupun tubuh

6.

mampu memproduksi vitamin D sendiri, namun belum memenuhi kebutuhan tubuh secara keseluruhan sehingga pemberian vitamin D sistemik masih tetap diperlukan. Pada manusia kulit dapat pula mengekspresikan emosi karena adanya pembuluh darah, kelenjar keringat, dan otot-otot di bawah kulit. Penunjang penampilan 3 Fungsi yang terkait dengan kecantikan yaitu keadaan kulit yang tampak halus, putih dan bersih dari akan dapat menunjang kulit dapat

7.

penampilan.Fungsi

lain

kulit

yaitu

mengekspresikan emosi seseorang seperti kulit memerah, pucat maupun konstraksi otot penegak rambut.

Melanogenesis
Sistem Pigmentasi Kulit Sistem pigmentasi manusia terdiri dari 2 (dua) tipe sel, yaitu melanosit dan keratinosit beserta komponen selular yang berinteraksi membentuk hasil akhir yaitu pigmen melanin. Melanosit yaitu suatu sel eksokrin, yang berada di lapisan basal epidermis dan matriks bulbus rambut. Setiap melanosit lapisan basal dihubungkan melalui dendritdendrit melanosit dengan 36 keratinosit yang berada pada lapisan malphigi epidermis, ini yang disebut dengan unit melanin lapisan epidermal. Melanosit memproduksi tirosinase dan melanosom. Enzim tirosinase dibentuk dalam ribosom, ditransfer dalam lumer retikulum endoplasma kasar, melanosit diakumulasi dalam vesikel yang dibentuk oleh kompleks golgi.Di dalam melanosit diproduksi dua subtipe melanin, eumelanin dan feomelanin. Tirosinase berperan dalam pembentukan dua subtipe melanin tersebut. Melanin merupakan pigmen yang

dihasilkan oleh melanosit dari polimerisasi dan oksidasi pada proses melanogenesis. Terdapat 2 pigmen melanin yaitu, eumelanin (coklathitam) dan feomelanin (kuning-merah). 4

Melanin keratinosit.

ditransfer

dari

melanosit

ke

epidermis

melalui

Degradasi melanosom dilakukan oleh asam hidrolase

lisosom selama keratinosit naik menuju permukaan epidermis, dan akhirnya melanin hilang bersama lepasnya stratum korneum. Jika terdapat inflamasi kulit dan kemudian kerusakan selular, beberapa melanosom masuk ke dalam dermis dan ditangkap oleh makrofag, maka sel-sel ini yang kemudian dikatakan sebagai melanofag. 4

Melanogenesis yang dipengaruhi hormon Melanogenesis dipengaruhi oleh hormon polipeptida dan steroid. Hormon yang berperan untuk meningkatkan pigmentasi pada

katak dan juga pada kulit mamalia adalah hormon polipeptida yang disekresikan oleh kelenjar hipofisis anterior (MSH / Melanin Stimulating Hormone). Peran MSH terbukti pada amfibia dan mamalia. Pada amfibi, terdapat hormon yang mengontrol pengumpulan melanosom (melatonin yang dihasilkan oleh kelenjar pineal). Melatonin menyebabkan mikrotubula sehingga

pengumpulan

melanosom

sepanjang

menyebabkan pigmentasi berkyrang. Efek melatonin pada pigmentasi mamalia tidak ada. 4 Melanin dibentuk oleh proses yang disebut melanogenesis melalui reaksi kimia dan katalisasi enzim. Melanogenesis berlangsung di organel khusus yaitu melanosom di sel melanosit. Terdapat dua melaninn yang dibentuk di melanosom, yaitu eumelanin dan feomelanin. Langkah pertama melanogenesis dimulai dengan oksidasi tirosin menjadi

dopaquinon yang dikatalisis oleh enzim tirosinase. Langkah pertama ini merupakan langkah yang kecepatannya terbatas dalam proses sintesis melanin karena sisa dari rangkaian reaksi dapat berjalan spontann pada nilai kadar fisiologik. Setelah pembentukan dopaquinon oleh tirosinase, senyawa tersebut akan dikonversi menjadi dopa dan dopakrom melalui auto-oksidasi. Dopa juga merupakan substrat untuk enzim tirosinase dan dioksidasi kembali menjadi dopaquinon oleh enzim. Akhirnya eumelanin terbentuk melalui rangkaian reaksi oksidasi dari dihydroxyindole (DHI)

dan dihydroxyindole-2-carboxylic acid (DHICA), yang merupakan produk reaksi dari dopakrom. Adanya sistein dan glutation digunakan untuk mengkonversi dopaquinon menjadi sisteinildopa atau glutationildopa. Akhirnya terbentuk feomelanin. Berikut gambar diagram proses melanogenesis. 4

Keterangan: TYR, tyrosinase; TRP, tyrosinase related protein; dopa, 3,4-dihydroxyphenylalanine; DHICA, 5,6-dihydroxyindole-2carboxylic acid; DHI, 5,6-dihydroxyindole; ICAQ, indole-2-

carboxylic acid-5,6-quinone; IQ, indole-5,6-quinone; HBTA, 5hydroxy-1,4-benzothiazinylalanine. 4

Penuaan
Perubahan terkait usia banyak terjadi di dermis. Serat kolagen di dermis berkurang jumlahnya, kaku, terurai, dan mengalami disorganisasi menjadi tak berbentuk, kusut. Serat elastin kehilangan elastisitasnya, menebal menjadi gumpalan, dan compang camping. Fibroblas, yang memproduksi serat kolagen dan elastin, berkurang jumlahnya. Akhirnya, kulit membentuk retakan dan kerut yang khas yang disebut keriput.
3

Sel Langerhans jumlahnya berkurang dan makrofag menjadi fagosit yang efisiensinya menurun, sehingga menurunkan respon imun

kulit. Ukuran kelenjar sebasea yang mengecil menyebabkan kulit kering dan merekah sehingga lebih rentan terhadap infeksi. Produksi keringat menurun, sehingga mungkin berkontribusi meningkatkan insidensi heat stroke. Terjadi penurunan jumlah melanosit yang berfungsi,

mengakibatkan rambut beruban dan pigmentasi kulit yang atipikal. Kehilangan rambut meningkat karena folikel rambut berhenti

memproduksi rambut. Dinding pembuluh darah di dermis menjadi lebih tebal dan berkurang permeabilitasnya, dan jaringan adiposa subkutan menghilang. Kulit pada orang lanjut usia (terutama dermis) lebih tipis dibandingkan orang yang lebih muda, dan migrasi sel dari lapisan basal ke permukaan epidermis berlangsung sangat lambat. Sejak memasuki usia tua, kulit sulit sembuh dan menjadi lebih rentan terhadao kondisi patologis seperti kanker kulit dan luka akibat tekanan. Pertumbuhan kuku dan rambut menurun pada dekade kedua dan ketiga, kuku menjadi lebih rapuh. 3 Proses Menua 1. Proses menua intrinsik atau proses menua sejati, terjadi oleh karena berlangsung alamiah, fisiologis, dari dalam tubuh sendiri. Perubahan kulit menyeluruh sejalan dengan bertambahnya usia dan proses ini tidak dapat dihindari. 5 2. Proses menua ekstrinsik terjadi akibat berbagai faktor dari luar tubuh atau faktor lingkungan seperti sinar matahari, kelembaban udara dan iklim yang dapat mempercepat proses. 5

3.Biokimia Kulit Keratin Keratin terbangun dari kelompok-kelompok yang bersifat asam dan basa. Di dalam kajian analitisnya dengan mengunakan sinar-x, Astbury, et al. (1993) menemukan bahwa kelompok asam amino keratin saling berhubungan membentuk rantai yang panjang dan terjadi dalam bentuk

alfa

yang

tertekuk atau

beta

yang

terentang.

Rantai tersebut

berhubungan satu sama lain melalui 4 macam ikatan, yaitu ikatan amida, ikatan garam, ikatan hidrogen, dan ikatan disulfida. Walaupun degradasi masing-masing rantai menuju pada perusakan keratin, ikatan-ikatan tersebut hanya sebagian saja yang dapat rusak (misalnya di bawah kondisi yang sangat lunak) tanpa menimbulkan kerusakan permanen pada keratin. 6 Keempat tipe ikatan dalam keratin adalah sebagai berikut: 6 a. Ikatan amida/peptida (-CO-NH-) yang menghubungkan masing-masing asam amino ke rantai polipeptida. Hubungan ini dapat diputuskan oleh suatu larutan konsentrasi tinggi asam atau basa keras dalam air. b. Ikatan garam (mis COO- + NH3-) yang kemungkinan besar berperan penting dalam menghubungkan rantai keratin. c. Ikatan hidrogen (-CO...NH- atau CO... HO-) melekatkan rantai keratin dalam posisi tertekuk. d. Ikatan disulfida (-S-S-) juga penting dalam proses saling ikat rantai-rantai keratin. Struktur Keratin Strukturnya merupakan heterodimer antara polipeptida I & II membentuk Koil.

Jenis-jenis keratin 6 Jenis keratin berbeda-beda sesuai dengan tipe sel: a. K5 & K14 : keratin tipe II dan I terletak pada membran basalis

epidermis b. K10 & K1: tipe I dan II, terletak pd stratum spinosum & stratum granuler

epidermis

Melanin 7 Melanin dibentuk oleh melanosit dengan enzim tirosinase memainkan peranan penting dalam proses pembentukannya. Sebagai akibat dari kerja enzim tironase, tiroksin diubah menjadi 3,4 dihidroksiferil alanin (DOPA) dan kemudian menjadi dopaquinone, yang kemudian dikonversi, setelah melalui beberapa tahap transformasi menjadi melanin. Enzim tirosinase dibentuk dalam ribosom, ditransfer dalam lumer retikulum endoplasma kasar, melanosit diakumulasi dalam vesikel yang dibentuk oleh kompleks golgi. matang: 7 a. Tahap pertama : Sebuah vesikel dikelilingi oleh membran dan menunjukkan awal proses dari aktivitas enzim tirosinase dan
7

4 tahapan yang dapat dibedakan pada pembentukan granul melanin yang

pembentukan substansi granul halus; pada bagian perifernya. Untaianuntaian padat elektron memiliki suatu susunan molekul tirosinase yang rapi pada sebuah matrik protein. b. Tahap kedua : Vesikel (melanosom) berbentuk oval dan memperlihatkan pada bagian dalam filamen-filamen dengan jarak sekitar 10 nm atau garis lintang dengan jarak sama. Melanin disimpan dalam matriks protein. c. Tahap ketiga : Peningkatan pembentukan melanin membuat struktur halus agak sulit terlihat. d. Tahap empat : Granul melanin matang dapat terlihat dengan mikroskop cahaya dan melanin secara sempurna mengisi vesikel. Utrastruktur tidak ada yang terlihat. Granul yang matang berbentuk elips, dengan panjang 1 m dan diameter 0,4 m. Gambar 4. Diagram Melanosit, ilust rasi gambaran utama melanogenesis. Tirosinase di sintesis dalam retikulum endoplasma yang kasar dan diakumulasikan dalam vesikel kompleks Golgi. Vesikel yang bebas sekarang dinamakan melanosom. Sintesis melanin dimulai pada melanosom tahap II, di mana melanin diakumulasikan dan membentuk melanosom tahap III. Terakhirstruktur ini hilang dengan aktivitas tirosinase dan membentuk granul melanin. Granul melanin

bermigrasi ke arah juluran melanosit dan masuk ke dalam keratinosit.

Diagram Melanosit, ilustrasi gambaran utama melanogenesis. Tirosinase di sintesis dalam retikulum endoplasma yang kasar dan diakumulasikan dalam vesikel kompleks Golgi. Vesikel yang bebas sekarang dinamakan melanosom. Sintesis melanin dimulai pada melanosom tahap II, di mana melanin diakumulasikan dan membentuk melanosom tahap III. Terakhirstruktur ini hilang dengan aktivitas tirosinase dan membentuk granul melanin. 7 Granul melanin bermigrasi ke arah juluran melanosit dan masuk ke dalam keratinosit. Setelah melanin ditransfer ke keratinosit, melanin tidak diletakkan secara sembarangan, granul melanin berakumulasi di dalam sitoplasma di daerah atas inti pada keratinosit. Akumulasi melanin di daerah atas inti bukan tidak ada fungsinya, tetapi bertujuan melindungi nukleus dari efek merusak radiasi ultraviolet. Nukleus yang mengandung DNA di dalamnya bisa mengalami mutasi apabila terkena radiasi ultraviolet dan ini bisa menyebabkan terjadinya kanker kulit. 7 Proses sintesis melanin dari melanosit 7 Melanin memegang peranan penting dalam mengatur warna kulit, rambut dan mata yang ada pada tubuh kita, pada dasarnya ada dua macam tipe pigmen melanin, yaitu eumelanin dan feomelanin.

1.

Eumelanin (yang artinya melanin sejati).

Ditinjau dari struktur kimianya, eumelanin merupakan protein yang mengandung asam amino tirosin. Pembentukan eumelanin membutuhkan enzim tirosinase, yang menggabungkan asam amino tirosin ke molekul dopa dan dopamin. a. Tirosin diproduksi di dalam sel dengan hidroksilasi fenilalanin. Setengah dari fenilalanin dibutuhkan untuk memproduksi tirosin. Tirosin memiliki satu gugus fenol ( fenil dengan satu tambahan gugus hidroksil). Bentuk yang umum adalah L-tirosin (S-tirosin) yang ditemukan dalam tiga isomer

struktur para,meta dan orto. Pembentukan tirosin menggunakan bahan baku fenilalanin oleh enzim phehidroksilase. Enzim ini hanya membuat para tirosin. Dua isomer yang lain terbentuk apabila terjadi serangan dari radikal bebas pada kondisi oksidatif tinggi. b. Tirosin oleh enzim tirosin hidoksilase diubah menjadi DOPA (

3,4dihidroksiferil alanin) dan kemudian menjadi dopaquinone, yang kemudian dikonversi, setelah melalui beberapa tahap transformasi menjadi melanin c. Tirosinase lebih aktif pada orang dewasa dibanding pada anak-anak atau remaja. Namun pada orang tua tidak begitu aktif lagi. Karena itu, defisiensi tirosin dapat mempengaruhi warna rambut manusia. Kurangnya tirosin menyebabkan warna rambut yang seharusnya gelap akan memudar. Eumelanin memberikan warna gelap, terutama hitam, coklat dan variasinya. Pigmen ini tidak larut dalam hampir semua macam larutan, mempunyai berat molekul yang tinggi, mengandung nitrogen dan terjadi karena oksidasi polimerisasidari bentuk intermediate yang berasal dari DOPA

2. Feomelanin Feomelanin berwarna kemerahan atau pirang dan ditemukan pada sebagian besar orang; Feomelanin juga tersusun atas asam amino tirosin; dan juga membutuhkan enzim tirosinase. Namun feomelanin itu sendiri merupakan produk antara dalam produksi eumelanin, yang bereaksi dengan asam amino sistein. Asam amino sistein mengandung atom sulfur; sehingga inilah yang memberi warna kemerahan atau oranye. Semakin banyak interaksi dengan sistein, maka

akan menyebabkan semakin merah warna yang terbentuk. Feomelanin memiliki stabilitas di antara melanin coklat dan hitam. Pada biosintesis melanin, bila ada penambahan sistein dan glutation pada dopakuinon akan menyebabkan reaksi non enzim yang cepat pada metabolisme melanosit.Pembentukan eumelanin dan feomelanin berada di bawah pengawasan genetik dan sangat bergantung pada kandungan sulfhidril sel melanosit tersebut.

Kolagen
Salah satu hal yang membedakan kulit dari organ lainnya adalah penentu kekuatan mekanisnya. Jika organ lain ditentukan oleh sel junction dan protein struktural pada sel, kulit ditentukan oleh zar antar sel, terutama kolagen. Kolagen merupakan protein fibrosa yang merupakan komponen utama jaringan ikat dan merupakan protein yang paling banyak jumlahnya pada mamalia. Kolagen dapat dijumpai di tulang, tendon, kulit, pembuluh darah, dan kornea mata. Sedikitnya terdapat 14 jenis kolagen, namun hanya kolagen tipe I, II, III, V, VI dan Xi yang membentuk fibril. Kolagen tipe I dan III terdapat di kulit, pembuluh darah dan hollow viscera; kolagen tipe I dan II banyak ditemukan di kartilago; sedangkan kolagen tipe IV merupakan kolagen nonfibliar yang terpenting dan menyusun membrane basal. 8 Kolagen tipe I merupakan kolagen yang paling banyak di tubuh, terdiri dari 33% aa glisin, dan 10% aa prolin, sisanya adalah asam amino 3hydroxyproline, 4-hydroxyproline, dan 5-hidroxilisin. Ketiga asam amino ini tidak memiliki ko don penyandi sehingga pembentukannya dilakukan saat masa posttranslasi. Kolagen tidak mengandung asam amino essensial sehingga kolagen tidak cocok untuk menjadi sumber makanan. Kolagen juga mengandung sedikit karbohidrat pada bagian hydroxilisin dengan konstituen glu-gal. Kolagen tidak dapat larut dalam air, akan tetapi pemanasan akan mengubah kolagen menjadi gelatin. 8

Gambar 1. Struktur triple helikal kolagen

Struktur dasar penyusun kolagen adalah tropokolagen yang terdiri dari 3 polipeptida, yaitu dua set a1(I) dan 1 set a2(I) yang memutar membentuk heliks dengan putaran ke arah kanan. Masing-masing polipeptida ini memiliki struktur yang unik, yakni membentuk heliks poliproline tipe II yang berbeda dengan heliks. Selain itu, polipeptida ini menempatkan glisin pada setiap posisi yang ketiga dan setiap putaran terdiri dari 3 asam amino sehingga residu glisin akan berada pada sisi yang sama. Struktur polipeptida distabilkan dengan adanya sisi samping hydroxiproline dan proline, bukan dengan ikatan hidrogen. 8 Tropokolagen akan membentuk tali tambang dengan menyusun diri secara parallel dengan bentuk yang sangat khas. Dengan struktur seperti ini, kolagen akan terlihat membentuk lapisan saat di bawah mikroskop elektron, struktur ini disebut serabut kolagen atau kolagen fibril. Fibril ini sangat kuat, hanya dengan diameter 1 mm, fibril kolagen dapat menahan beban hingga 10 Kg, karena itu serat ini banyak ditemukan di tendon. Kolagen juga tahan lama, dimana usianya dimulai dari mingguan (pada pembuluh darah dan scar) hingga masa tahunan (pada tulanag). Kolagen bersifat sangat tahan terhadap protease biasa (pepsin dan renin) sehingga butuh protease khusus berupa kolagenase ekstraseluler yang memotong ikatan peptida pada tiga perempat panjang teriple heliks tadi. Fragmen ini akan membuka secara spotan dan akhirnya dipotong oleh protease. 8 Seperti semua protein ekstraseluler, kolagen dikeluarkan melalui jalur sekretori. Polipeptida disintesis di ribosom pada RE dinamakan pre-prokolagen yang terdiri dari kurang lebih 1050 aa. Pada bagian terminalnya, temukan bagian perpanjangan yang disebut propeptida, sejumlah 170 aa di ujung amina dan 220 aa di ujung karboksil. Jalur dari prekolagen menjadi kolagen yang matur :
8

a. Polipeptida akan disintesis di ribosom oleh RER, kemudian sinyal peptidase akan memotong 25 aa pada bagian ujung amino, membentuk pre-prokolagen menjadi prokolagen. b. Terbentuk ikatan disulfat intrachain pada rantai 1(1) pada ujung amina dan ikatan disulfida interchain pada ujung karboksilat. c. Terjadi hidroksilasi rantai samping prolyl dan lysyl, sehingga dibutuhkan 4-

hydroxyproline, 3-hydroxyproline, 5-hydroxylysine. d. Beberapa residu pro dan lys mengalami hidroksilasi. Setelah di hidroksilasi, 5hidroksi-lys mengalami glikosilasi dengan prekursor UDP-Galaktosa dan UDPGlukosa. e. tripel heliks dari terminal C ke terminal N. Perlu diperhatikan proses ini adalah ikatan sulfida akan membantu menginisiasi proses ini. Apabila terjadi

keterlambatan pembentukan heliks, maka glikosilasi akan terjadi terus menerus. f. Prokolagen kan disekresi dari sel, yaitu dalam bentuk tripel heliks. Pada saat ini, molekul coil yang bersifat improper berdegenerasi di dalam sel. g. Propeptida (170aa pada ujung N dan 220 aa pada ujung C) dilepaskan oleh protease ekstrasel prokolagen diubah menjadi tropokolagen atau telopeptida (molekul nonhelikal pendek yang terletak di ujung). h. Tropokolagen yang telah terpotong ujungnya akan bersatu membentuk fibril. Propeptida berfungsi untuk menghambat terbentuknya fibril yang terjadi di dalam sel dan juga berfungsi untuk menginisiasi triple heliks i. Fibril akan menggandakan cross-linked dengan bantuan enzim lysyl oksidase. Enzim ini membutuhkan oksigen dan coper yang bekerja pada ujung tropokolagen. Mekanisme yang terjadi adalah mengoksidasi residu alisil lainnya dan membentuk ikatan yang sangat kuat. 8

Pada manusia dengan usia yang lebih tua, kolagen akan memiliki ikatan persilangan lebih banyak dibandingkan dengan manusia dengan umur yang lebih muda. Selain itu, asam askorbat juga berperan sangat penting untuk mengkatalis reaksi hidroksilasi prolil dan lysil. Penyakit akibat kekurangan vitamin C adalah scurvy yang ditandai dengan kolagen yang muidah terdenaturasi pada suhu ruangan. 8

Elastin
Elastin bersama-sama dengan mikrofibril disekitarnya memegang peranan penting untuk mengembalikan struktur ke bentuk semula setelah mengalami deformasi mekanik. 8 Elastin terdiri dari asam amino glisin (31%), alanin (22%), prolin (11%), dan

sedikit 4-hidroksiproline, namun tidak mengandung OH-Lys (pembeda dengan kolagen). Elastin disintesis sebagai monomer solubel tropoelastin. Sebagai residu Pro mengalami hidroksilasi menjadi OH-Pro. Alisin membentuk cross-linked antara tiap fibril sehingga membutuhkan enzim lysil oksidase. Akan tetapi, yang unik pada cross-linked elastin adalah adanya desmosin (tidak terdapat pada kolagen). 8 Elastin dapar meregang dan memendek seperti karet. Hal ini dimungkinkan karena adanya interaksi hidrofobik pada rantai samping. Pada peregangan, ikatan ini hilang tetapi masih ada ikatan kovalen yang menahan agar elastin kembali ke bentuk semula seperti terlihat pada. 8 Serat Elastin dikelilingi oleh mikrofibril. Mikrofibril yang penting adalah

fibrilin-1. Defek pada fibrilin-1 akan menyebabkan Marfan Syndrome Banyak pesien meninggal karena ruptur aorta. 8

4.Embriologi Kulit
Epidermis 9 Berasal dari surface ectoderm. (minggu ke-2 sampai lahir) 9 Pada mulanya, minggu ke-4/5, embryo ditutupi oleh satu lapis sel ectoderm. Awal bulan ke-2 kehamilan (minggu ke-7): epitel terbagi dua, yaitu sel basal dan periderm/epitrichium, lapisan pipih yang terletak pada bagian permukaan. Sel basal kemudian mengalami proliferasi, membentuk lapisan ketiga, yaitu intermediet zone (minggu ke-11). Akhir bulan ke-4 kehamilan: epidermis sudah membentuk lapisan sebenarnya, yaitu : a. Basal layer (germinativum) - Memproduksi sel baru, permukaannya akan membentuk gelombang (menjadi sidik jari). b. Spinous layer - Sel polyhedral dengan tonofibril. c. Granular layer - Mengandung keratohyalin granul. d. Horny layer - Membentuk lapisan permukaan epidermis yang tidak rata, terdiri

Dermis 9

dari sel mati yang mengandung keratin. - Lapisan periderm biasanya terlepas di trimester ke-2 (minggu ke21) intrauterine life, dan dapat ditemukan di cairan amnion. Setelah periderm lepas, terbentuklah stratum corneum. Pembentukan melanocytes : 9 - Neural crest bermigrasi menuju mesenkin dermis dan berdiferensiasi menjadi melanoblast, sel ini kemudian bermigrasi menuju dermoepidermal junction dan berdiferesiasi menjadi melanocytes. Proses perubahan ini diregulasi oleh Wnt signaling. - Saat bulan ke-3, epidermis, diinvasi oleh sel dari neural crest untuk membentuk sel yang memiliki melanosome untuk mensintesis pigmen melanin. Karena melanosome mengalami akumulasi, mereka ditransport melalui dendritic process melanocytes ke keratinocytes pada kulit dan rambut. Inilah proses yang disebut dengan pigmentasi. Melanocytes mulai memproduksi melanin sebelum lahir dan menyebarkannya ke bagian epidermis. Saat trisemester pertama, sel Langerhans yang berasal dari sumsum merah tulang menginvasi epidermis 9 Saat bulan ke-4 sampai 6, sel merkel muncul pada epidermis. 9

Berasal dari lateral plate mesoderm dan dermatomes dari somite. Pada minggu ke 5, pembuluh darah pada dermis awalnya terdiri dari simple struktur endothelium-lined yang berbeda dari mesenkim. Minggu ke-11, sel mesenkim berdiferensiasi menjadi fibroblast dan mulai memproduksi jarinagn ikat kolagen dan elastic. 9 Pada bulan ke-3 dan ke-4, jaringan ini, corium, membentuk lapisan papilary (dermal papila), yang menonjol ke arah permukaan epidermis, sebagian besar mengandung kapiler kecil dan sensory nerve end organ. Lapisan yang lebih dalam, subcorium, mengandung banyak jaringan lemak. 9 Pada bulan ke-5, kulit ditutupi oleh whitish paste (cairan pekat keputihan), vernix caseosa, yang dibentuk oleh sekresi kelenjar sebaceous, serta regenerasi sel epidermal dan rambut, yang bercampur dengan lapisan periderm. Lapisan ini melindungi kulit dari cairan amnion, sifat yang licin membantu proses persalinan, serta melindungi kulit dari kuku. 9 Perkembangan Organ Kulit Dengan pemisahan cakram mudigah dari yolk sac dan terbentuknya tubuh

embrio yang berdimansi tiga melalui pembentukan mesenkim yang berasal dari somit, embrio mendapatkan selubung ectoderm di semua sisinya, yang tetap berhubungan dengan amnion melalui tali pusat. Lapisan epitel selubung ini (peridermis) mula-mula hanya terdiri atas satu lapis dan sangat tipis.Lapisan ini bertumpu pada lapisan mesenkim yang kaya akan proteodoglikan tanpa pembuluh darah, yang berasal dari segmen dermatom somit di daerah ekstremitas dan ektomesenkim krista neuralisdi daerah kepala. Mesenkim ini menginduksi diferensiasi lebih lanjut dari bakal epidermis ektodermal kearah struktur yang tipikal untuk setiap daerah tubuh. Contohnya, epidermis dinding perut bersifat tipis dan elastis, sedangkan epidermis pada telapak tangan dan kaki akan menebal dan tahan terhadap daya mekanik. Perkembangan pertumbuhan rambut, pembentukan pigmen dan dan distribusi kelenjar untuk setiap daerah yang khas ditentukan oleh mesenkim dermis (corium) melalui sekresi faktor yang spesifik.10 Pada bulan ke-2 epidermis ektodermal menjadi dua lapis (epitel permukaan dan lapisan basal). Lapisan sel permukaan (peridermis) terdiri atas sel-sel tipis, pipih, lebar, dan mampu membelah, yang menangani pertukaran sejumlah besar zat (air, elektrolit, glukosa, dll) dengan cairan amnion. Lapisan sel basal bersandar pada suatu membrane basal dan pada bulan ke-3 mulai berproliferasi dengan giat sehingga epidermis menjadi 3 lapis dan beberapa lapis lebih banyak pada bulan ke-5. Pada bulan ke-5 juga, proses keratinisasi dimulai, yakni terbentuknya selapis stratum korneum sehingga peridermis akhirnya berdegradasi. Keratinosit menyekresi faktor penghambat
10

mitosis

(chalone)

yang

mengurangi kecepatan mitosis sel basal, sedangkan sel mesenkim dermis menyekresi faktor (contoh, faktor pertumbuhan epidermis, EGF), yang meningkat kan kecepatan pembelahan epitel. Dengan cara ini, terbentuk suatu sistem umpan balik antara lapisan permukaan dan lapisan kulit embrional yang lebih dalam, dan mencegah terjadinya proses perkembangan atipik setempat dalam satu arah. 10 Mulai pada bulan ke-3, melanosit juga bermunculan pada epidermis, yang berasal dari Krista neuralis, namun granula pigmennya (melanosom) tidak

disimpan, melainkan diberikan ke sel epidermis basal (transfer pigmen), yang menimbulkan warna kecoklatan pada kulit. 10 Perkembangan oragan tambahan kulit (skin appendages) diinduksi oleh mesenkim dermis. Pada minggu ke-12, penebalan epidermis sudah dimulai di berbagai tempat dan membentuk bakal rambut epithelial. Tunas epidermal tumbuh ke dalam dan berubah bentuk menjadi seperti cangkir, yang menampung mesenkim papila rambut. Melalui proses keratinisasi spesifik disini terbentuk rambut-rambut halus embrio (rambut lanugo) yang setelah lahir digantikan oleh rambut terminal yang lebih kuat. 10 Dari bakal rambut epidermal terbentuk kelenjar sebasea dengan sekret yang melapisi kulit embrio dengan lapisan berminyak tipis, yang disebut verniks kaseosa.Otot penegak rambut (m.arrector pili) yang terdiri atas sel otot polos berkembang dari sel mesenkim dermis.
(2)

Mesenkim yang

berdekatan dengan epidermis juga menginduksi perkembangan kelenjar kulit (kelenjar keringat ektrin, kelenjar ketiak apokrin, kelenjar puyudara, dll), yang masing masing berasal dari tunas epidermis. Tunas ini berdiferensiasi menjadi saluran kecil (duktuli) yang tumbuh kedalam dan berdiferensiasi lebih lanjut menjadi kelenjar yang tipikal. 10 Dengan demikian, akhirnya (melalui pengaturan oleh mesenkim) terbentuk pola struktur organ kulit yang teradaptasi untuk setiap fungsi khusus. Hanya di daerah kepala terdapat keadaan (seperti dijabarkan di atas) yang berbeda. Diferensiasi bakal epidermal organ kulit seperti juga organ tambahan yang terkait, tidak terinduksi oleh mesenkim miotom, melainkan terinduksi oleh mesektoderm (ektomesenkim) Krista neuralis kepala. Karakteristik organ kulit di daerah kepala (rambut kulit kepala, alis mata, rambut jenggot, diferensiasi keratin dan kelopak mata dengan kelenjar spesifiknya, otot mimik wajah, dll) merupakan hasil kerja sama interaktif antara ektoderm embrional kepala dan ectoderm embrional yang berasal dari krista neuralis., yang akhirnya juga melibatkan mesoderm neurogen. 10 Pengaturan asal mula sistem pembuluh darah di daerah kepala masih belum sepenuhnya jelas. Barangkali pembuluh darah dibentuk oleh mesenkim prekordial dan kemudian mengembara dari bawah ke dalam bakal

kepala dan tidak saja menyuplai darah untuk otak, namun juga untuk organ organ kulit kepala. 10

5.Adnexa Kulit
Anatomi dan Fisiologi Rambut 11 Terdapat di seluruh kulit kecuali telapak tangan kaki dan bagian dorsal dari falang distal jari tangan, kaki, penis, labia minora dan bibir. Terdapat 2 jenis rambut: a. Rambut terminal (dapat panjang dan pendek.) b. Rambut velus (pendek, halus dan lembut). Rambut terdiri dari : 11 Batang : diatas permukaan kulit Akar : bagian rambut di dalam kulit

Folikel rambut : merupakan jaringan yang meliputi akar rambut Pertumbuhan rambut dimulai pada bulan ke 3 masa janin. Mula-mula epidermis mengalami invasi ke dermis. Pertumbuhan rambut pertama kali terjadi pada daerah : alis, dagu, bibir atas selanjutnya diikuti bagian lain yang akan di tutup kulit tipis. Invasi epidermis ini akan menjadi folikel rambut yang nantinya akan tumbuh menjadi rambut. Pada bulan ke 5 sampai ke 6 janin mempunyai rambut yang sangat halus yang disebut Lanugo. Sebelum lahir Lanugo rontok, kecuali pada daerah : alis, kelopak mata dan kulit kepala. Beberapa bulan setelah lahir, rambut-rambut ini rontok, diganti yang lebih kasar yang disebut vellus. Pada masa puber : tumbuh rambut di sekitas axila dan pubes. Pada pria juga tumbuh kumis, jenggot, dan lain-lain. Rambut kasar terdapat pada : kepala, alis dan tumbuh pada masa puber, disebut sebagai Terminal Hairs. Keratin Rambut 11

Ada 2 macam keratin rambut, yaitu : 11 1) Keratin Lunak : terdapat pada seluruh permukaan kulit, terutama kulit tebal,

yaitu pada bagian Medula rambut. Secara Histologis : terlihat perubahan sel-sel epidermis : mula-mula sitoplasma mengandung keratohialin berubah menjadi selsel jernih (Str. Lusidum), dan selanjutnya sel-sel mengalami keratinisasi kemudian desquamasi. 2) Keratin keras : terdapat pada kuku, kutikula dan kortex rambut.

Pembentukannya tidak melalui butir-butir keratohialin, Str. Lusidum, tetapi perubahannya terjadi perlahan-lahan dari sel-sel epidermis yang tetap hidup, menjadi keratin. Keratin keras bersifat keras, tidak mengalami desquamasi dan lebih banyak mengandung sullfur. 1) Struktur 11 Struktur Rambut 11

Rambut terdiri dari : medula yang terdiri dari keratin lunak dan kortex serta kutikula yang terdiri dari keratin keras. Medula mengalami : Merupakan bagian tengah rambut, terdiri dari sel-sel yang keratinisasi. Sel-selnya terpisah satu sama lain, dan antara sel-sel

kadang-kadang terdapat udara / cairan. Bagian ini tak terdapat pada rambut tipis / halus. Kortex : Merupakan bagian terbesar dari rambut, terdiri dari sel-sel berbentuk runcing, yang mengalami keratinisasi dan banyak mengandung pigmen. Kutikula : Merupakan membran tipis, terdiri dari sel-sel pipih/gepeng yang

mengalami keratinisasi, transparan. Secara mikroskopis tersusun seperti genting, terdiri dari 1-3 lapis sel-sel yang sebagian mengalami keratinisasi. 2) Struktur Folikel Rambut11

Folikel rambut terdiri dari kompnen dermis dan epidermis. Pada dasarnya folikel rambut bagian dermis terlihat menonjol, disebut papila yang terdiri dari : jaringan ikat, pembuluh darah dan sel-sel saraf. Bagian luar papila diliputi sel-sel epitel yang disebut germinal matri, dan ujung folikel rambut tampak membesar. Sel-sel germinal matrik (puncak papila) berproliferasi membentuk rambut yang dapat tumbuh terus. Bagian sentral Germinal Matrik (puncak papila) membentuk bagian medula

rambut dan kortex. Bagian perifer membentuk selubung akar rambut :

Selubung akar dalam Selubung akar luar

Selubung akar dalam hanya pada bagian bawah folikel terdiri dari 3 lapisan : 1. Kutikula, merupakan lapisan dalam, dekat kutikula dari kortek rambut dan terdiri dari sel-sel pipih. 2. Lapisan Husley, merupakan lapisan tengah. 3. Lapisan Henle, yaitu lapisan luar, terdiri dari 1 lapis sel yang seluruhnya mengalami keratinisasi. Sel-sel selubung akar dalam mempunyai keratohialin yang bersifat asidofil dan disebut granula trichohyalin, yang dengan H.E. tampak kemerahan. Selubung akar luar terletak pada dasar folikel, lanjutan dari Germinal Matrix, hanya terdiri dari 1 lapis sel-sel sesuai stratum basale epidermis. Lebih ke atas, sel-sel terdiri dari beberapa lapis, sesuai lapisan epidermis. Selubung Jaringan Ikat merupakan dermis yang langsung berhubungan / menyelubungi folikel rambut. Dipisahkan dari selubung akar luar oleh membran basales. Musculus Erector Pili merupakan otot polos yang melekat pada pertengahan selubung jaringan ikat, ujung lainnya berakhir pada stratum papillare dermis, dengan arah miring ke atas. Kontraksi otot ini menyebabkan : rambut berdiri tegak, kulit melekuk, dan sekret kelenjar sebasea keluar. Inervasinya berasal dari serabut saraf simpatis. Rambut terdiri dari akar ( sel tanpa keratin) dan batang ( terdiri sel keratin ) Bagian dermis yang masuk dalam kandung rambut disebut papil. Fungsi Rambut : 11 1. Rambut Kepala11 Fungsi rambut adalah untuk melindungi kulit kepala dari sengatan matahari dan hawa dingin. Sedangkan rambut yang ada di kepala anda berjumlah

tidak kurang dari 100.000 helai rambut dan setiap helai tumbuh dalam waktu 2 hingga 6 tahun. Tetapi rambut akan mengalami kerontokan setiap hari, 50 hingga 100 helai, namun rambut baru akan tumbuh. 2. Rambut Mata 11 Fungsi alis dan bulu mata selain untuk keindahan dan kecantikan adalah untuk menahan keringat dan hujan yang mengenai dahi kemudian ke mata. Alis mata juga dapat memperdalam karakter wajah Anda sesungguhnya. 3. Rambut Hidung 11 Dengan adanya rambut pada hidung, maka bakteri, jamur, debu ataupun spora yang masuk kedalam hidung akan terhambat dan tersaring. Tidak hanya itu saja, rambut pada hidung juga berfungsi meningkatkan kelembaban udara yang dihirup. Hal ini sangat penting untuk proses respirasi lanjutan. 4. Kumis, Janggut, bulu dada dan perut 11 Fungsi kumis dan jenggot itu adalah sebagai tanda kelamin sekunder buat lelaki yang sudah dewasa, atau dengan kata lain, sebagai salah satu pembeda antara laki-laki dan perempuan. Seperti halnya kumis dan jenggot, fungsi rambut pada dada dan perut adalah sebagai tanda kelamin sekunder buat lelaki yang sudah dewasa. 5. Rambut ketiak 11 Seperti halnya rambut badan yang lain, rambut pada ketiak biasanya mulai tumbuh pada masa pubertas dan pertumbuhannya biasanya sampai pada akhir usia remaja, yakni 18-20 tahun. Perembesan feromon dari ketiak pada tingkat perkembangan manusia menunjukkan kaitan antara rambut ketiak dengan keseksualan. Respons positif terhadap rangsangan olfaktori di dalam mamalia dan desakan seks yang kuat yang disebabkan oleh perembesan feromon memberi petunjuk yang berguna mengenai tujuan dan kepentingan rambut ketiak kepada manusia. Pernah dikatakan bahawa

rambut itu sendiri bertindak sebagai sifat anti-geseran semula jadi antara lengan atas dengan toraks. Lebih penting lagi, rambut ketiak secara semula jadi mengusir kelembapan dari kulit yang membantu kulit supaya cukup kering bagi mencegah berkembangnya bakteria yang mengeluarkan bau. 6. Rambut Tangan dan Kaki 11 Fungsi rambut kaki dan tangan adalah sebagai alat sensor yang paling mujarab. Misal kaki kita berjalan di semak belukar. Hal yang direspon oleh kaki kita adalah banyak. Mulai tumbuhan yang bikin gatal atau bisa merespon kalau ada ulat. Fase Rambut 11

Anatomi dan Fisiologi Kuku 11 Kuku adalah bagian terminal lapisan tanduk yang menebal.

Bagian kuku terdiri dari: 1 2 Matriks kuku: merupakan pembentuk jaringan kuku yang baru Dinding kuku (nail wall): merupakan lipatan-lipatan kulit yang menutupi bagian pinggir dan atas 3 Dasar kuku (nail bed): merupakan bagian kulit yang ditutupi kuku

4 5 6

Alur kuku (nail grove): merupakan celah antar dinding dan dasar kuku Akar kuku (nail root): merupakan bagian proksimal kuku Lempeng kuku (nail plate): merupakan bagian tengah kuku yang dikelilingi dinding kuku

Lunula: merupakan bagian lempeng kuku yang berwarna putih didekat akar kuku berbentuk bulan sabit, sering tertutup oleh kulit

Eponikium (kutikula): merupakan dinding kuku bagian proksima, kulit arinya menutupi bagian permukaan lempeng kuku

Hiponikium: merupakan dasar kuku, kulit ari dibawah kuku yang bebas (free edge) menebal

Fungsi kuku 11 Kuku mempunyai 2 fungsi utama. Fungsi pertama yang diketahui secara umum ialah sebagai pelindung dari ujung jari. Fungsi keduanya yang juga sangat penting adalah memberi sensitifitas daya sentuh . Pada ujung jari terdapat banyak reseptor yang berfungsi untuk menghantarkan rangsang sentuh saat kita menyentuh suatu objek sehingga kita dapat merasakan bersentuhan dengan objek yang kita sentuh.

Pertumbuhan kuku 11 Kecepatan pertumbuhan kuku rata- rata 1 mm / minggu. Pembaruan total kuku jari tangan : 170 hari dan kuku kaki: 12- 18 bulan.

Kelenjar Pada Kulit


Di dalam lapisan kulit jangat terdapat dua macam kelenjar yaitu kelenjar keringat dan kelenjar palit. 1. Kelenjar keringat 6 Kelenjar keringat terdiri dari fundus (bagian yang melingkar) dan duet yaitu saluran semacam pipa yang bermuara pada permukaan kulit,

membentuk pori-pori keringat. Semua bagian tubuh dilengkapi dengan kelenjar keringat dan lebih banyak terdapat di permukaan telapak tangan,

telapak kaki, kening dan di bawah ketiak. Kelenjar keringat mengatur suhu badan dan membantu membuang sisa-sisa pencernaan dari tubuh.

Kegiatannya terutama dirangsang oleh panas, latihan jasmani, emosi dan obat-obat tertentu. Ada dua jenis kelenjar keringat yaitu: 6 a. Kelenjar keringat ekrin, kelenjar keringat ini mensekresi cairan jernih, yaitu keringat yang mengandung 95 97 % air dan mengandung beberapa mineral, seperti garam, sodium klorida, granula minyak, glusida dan sampingan dari metabolisma seluler. Kelenjar keringat ini terdapat di seluruh kulit, mulai dari telapak tangan dan telapak kaki sampai ke kulit kepala. Jumlahnya di seluruh badan sekitar dua juta dan menghasilkan 14 liter keringat dalam waktu 24 jam pada orang

dewasa. Bentuk kelenjar keringat ekrin langsing, bergulung-gulung dan salurannya bermuara langsung pada permukaan kulit yang tidak ada rambutnya. 6 b. Kelenjar keringat apokrin, yang hanya terdapat di daerah ketiak, puting susu, pusar, daerah kelamin dan daerah sekitar dubur (anogenital) menghasilkan cairan yang agak kental, berwarna keputih-putihan serta berbau khas pada setiap orang Sel kelenjar ini mudah rusak dan sifatnya alkali sehingga dapat menimbulkan bau. Muaranya

berdekatan dengan muara kelenjar sebasea pada saluran folikel rambut. Kelenjar keringat apokrin jumlahnya tidak terlalu banyak dan hanya sedikit cairan yang disekresikan dari kelenjar ini. Kelenjar apokrin mulai aktif setelah usia akil baligh dan aktivitasnya dipengaruhi oleh hormon. 6 2. Kelenjar palit Kelenjar palit terletak pada bagian atas kulit jangat berdekatan dengan kandung rambut terdiri dari gelembung-gelembung kecil yang bermuara ke dalam kandung rambut (folikel). Folikel rambut

mengeluarkan lemak yang meminyaki kulit dan menjaga kelunakan rambut. Kelenjar palit membentuk sebum atau urap kulit. Terkecuali pada telapak tangan dan telapak kaki, kelenjar palit terdapat di semua bagian batang tubuh rambut terutama hanya pada bagian muka. Pada kelenjar umumnya, satu

mempunyai

satu

palit atau kelenjar

sebasea yang bermuara pada saluran folikel rambut. Pada kulit kepala, kelenjar palit menghasilkan minyak untuk melumasi rambut dan kulit

kepala. Pada kebotakan orang dewasa, ditemukan bahwa kelenjar palit atau kelenjar sebasea membesar sedangkan folikel rambut mengecil. Pada kulit badan termasuk pada bagian wajah, jika produksi minyak dari kelenjar palit atau kelenjar sebasea berlebihan, maka kulit akan lebih berminyak sehingga memudahkan timbulnya jerawat. 6

6.Jenis-Jenis Kulit
Kulit digolongkan menjadi tujuh jenis, yaitu: kulit normal, berminyak, berminyak sensitif, kombinasi, kering, kering sensitif, dan kulit gersang. a. Kulit normal Kulit jenis ini merupakan kulit yang sehat dimana kelenjar lemak memproduksi minyak tidak berlebihan, sehingga tidak menilbulkan
12

penyumbatan pada pori-pori kulit. Tanda-tanda kulit normal antara lain: kulit lebmbut, halus, segar, bercahaya, sehat, pori-pori tidak kelihatan, tonus (daya kenyal) kulit bagus. Kulit normal biasanya dijumpai pada anak-anak sampai menjelang remaja. 12 b. Kulit berminyak Kulit berminyak disebabkan oleh sekresi kelenjar sebasea yang berlebihan. Cirri-ciri kulit berminyak adalah kelihatan basah dan mengkilat, pori-pori jelas terlihat, sering terdapat jerawat, kulit terlihat pudar dan kusam. Kulit berminya umumnya terdapat pada usia remaja dan dewasa. 12 c. Kulit berminyak sensitive Kulit jenis ini tanda-tandanya sama dengan kulit berinyak hanya terdapat pembuluh darah yang melebar dan rusak, sehingga terlihat garis-garis atau guratan-guratan merah di sekitar hidung dan pipi. Penyebab kulit berminyak sesitif adalah kelenjar lemak sangat berlebihan dalam meproduksi lemak

sehingga kadang berkomedo dan bereaksi cepat terhadap panas, dingin, dan iritasi. 12 d. Kulit kombinasi Kuli kombinasi merupakan gabungan lebih dari satu jenis kulit seperti kulit kering dan berminyak. Tanda-tandanya kulit kelihatan mengkilat pada bagian tengah muka, di sekitar hidung, pipi dan dagu. Kulit jenis ini umumnya terdapat pada usia dewasa. 12 e. Kulit kering Kulit kering sering terdapat pada orang dewasa dan orang-orang yang telah lanjut usianya. Penyebabnya adalah akibat ketidakseimbangan sekresi sebum. Ciri-ciri kulit kering antara lain : bagian tengah muka normal, di sekitar pipi dan dahi kering, tidak lembab dan tidak berminyak, halus, tipis, dan rapuh. Kulit kering cepat menjadi tua karena kelenjar lemak tidak berfungsi dengan baik. 12 f. Kulit kering sensitive jenis kulit ini sama dengan kulit kering hana terdapat pembuluh darah yang melebar disekitar hidung dan pipi sehingga timbul garis-garis atau guratan di daerah tersebut. 12 g. Kulit gersang Kulit gersang adalah kulit yang sangat kering. Penyebabnya zat cair atau pelembab di dalam kulit snagat terbatas. Umumnya terdapt pada usia remaja, dewasa ataupun usia lanjut. 12

7.Nutrisi Kulit
Secara garis besar ada 3 kelompok nutrisi penting untuk kesehatan kulit, yaitu:13 1.Air 2.Trace mineral (Silika, Zink, dan Sulfur) 3.Anti-oksidan (Vitamin A, C, dan E) Beberapa zat gizi yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan kulit

Silika Merupakan salah satu nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Silika mampu menguatkan jaringan penghubung pembuluh darah, rambut, ikatan persendian, kuku, dan tulanag rawan. Jika tubuh kekurangan nutrisi yang satu ini, akan memnyebabkan elastisitas kulit menurun dan dapat menurunkan kemampuan tubuh untuk menyembuhkan luka. Sumber bahan makanan yang mengandung silika diantaranya yaitu: bawang bombay, strawbery, mangga, ketimun dan asparagus. 13 Zink Merupakan komponen penting untuk kesehatan kulit terutama bagi orang dengan kulit berjerawat. Jerawat itu sendiri merupakan gejala kekurangan zinc. Zinc berperan sebagai pengontrol produksi minyak pada kulit dan mengontrol beberapa hormon yang menyebabkan jerawat. Zinc juga mampu

mempertahankan kemampuan indera manusia meliputi indera penglihatan, indera perasa, dan indera penciuman. Sumber bahan makanan yang kaya akan zinc meliputi jahe, kacang brazil, gandum dan telur. 13 Sulfur Sulfur diketahui dapat membantu terjadinya detoksifikasi di dalam tubuh. Asam aminonya, sistein dan metionin dapat meningkatkan produksi protein untuk pembentukan sel kulit baru dan pembentukan rambut serta turunan kulit lainnya. 13 Vitamin A, C, dan E Vitamin C sangat besar peranannya dalam mengurangi dampak radikal bebas, seperti yang disebabkan oleh kontak dengan sinar matahari yang terlalu lama. Radikal bebas memakan kolagen dan elastin. Vitamin C yang dikombinasikan dengan vitamin E sangat efektif dalam melindungi kulit dari radiasi yang berlebih-lebihan. Vitamin C sangat mudah kita peroleh dari buah-buahan seperti jambu biji merah, tomat, brokoli,dan lobak cina.
14

Vitamin E merupakan antioksidan yang sangat bermanfaat dalam mengurangi dampak radiasi sinar matahari pada saat dikombinasikan dengan vitamin A. Vitamin E juga efektif dalam mencegah penyakit kanker kulit. Vitamin E juga dapat mengurangi kerutan pada kulit dan kulit kering. Vitamin E dapat diperoleh dari biji bunga matahari, bayam, tomat, buah persik, alpukat, kubis, asparagus.14 Vitamin A dapat memperbaiki kulit. Kekurangan vitamin yang satu ini dapat menyebabkan kulit menjadi kering dan kulit menjadi mengeripik. Vitamin A biasanya digunakan dalam mengobati jerawat dan penyakit kulit lainnya. Sumber makanan yang mengandung vitamin A tinggi yaitu hati, wortel, kentang, semangka, sayur hijau, bayam, dll. Vitamin A yang diperoleh secara alami lebih baik daripada vitamin A yang diperoleh dari suplemen. Konsumsi viatamin A yang berlebihan sangat buruk untuk kesehatan karena vitamin A merupakan fat-soluble vitamin (vitamin berlemak yang dapat larut). Jadi konsumsi vitamin harus seimbang. 14 Asam Lemak Omega-3 Merupakan komponen yang bertanggungjawab dalam memperbaiki kulit. Karena tubuh tidak dapat memproduksi sendiri Asam lemak omega-3, maka harus diperoleh dengan cara diet. Konsumsi asam lemak omega-3 harus seimbang dengan asam lemak omega-6 yang dapat diperoleh dari ikan salmon. Keseimbangan tersebut akan menghasilkan kulit lebih lembut dan kelihatan lebih muda. Asam lemak omega-3 juga dapat diperoleh dari minyak ikan. Minyak ikan juga dapat mencegah beberapa penyakit diantaranya depresi dan penyakit jantung. 14 Biji-bijian, seperti beras merah, gandum yang masih ada kulit arinya, kacang hijau, merupakan sumber vitamin B kompleks yang baik . Vitamin ini membantu proses regenerasi sel-sel kulit yang mati dan memerangi infeksi kulit. Senyawan Niasin (vitamin B3) akan membantu penyerapan zat-zat gizi yang diperlukan untuk kesehatan kulit dan memberi energi. 14 Kacang-kacangan, termasuk juga kacang tanah, kacang merah, kacang kedelai, merupakan sumber protein dan biotin yang membuat kulit bersinar. Bila

mengonsumsi kacang-kacangan, masaklah sampai benar-benar matang agar zat-zat gizinya terlepas dan kandugnan proteinnya optimal. 14 Teh hijau, kaya akan antioksidan dan flavonoid yang dapat melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet dan radikal bebas yang ada di udara. Sifat antioksidannya ini dapat membantu mencegah keriput dan menghilangkan noda-noda cokelat di kulit. Kandungan L-theanine pada teh hijau juga dapat menjaga keutuhan kolagen kulit. Minumlah teh hijau 2 x sehari. 14 Air putih, Anjuran untuk minum 8 - 10 gelas sehari penting untuk mencegah dehidrasi (kekeringan) pada kulit. 14

8.Perawatan Kulit dan Rambut


Perawatan Kulit Keriput Mendapatkan kulit keriput adalah fakta dalam kehidupan yang tidak dapat dihindari. Seiring dengan bertambahnya usia, sel-sel pada epidermis (lapisan luar kulit) menjadi semakin tipis dan kelenturannnya semakin menurun. Akibatnya, penuaan kulit menjadikan kulit lebih tipis dan kering. Selain itu pekerjaan kulit untuk memperbaiki mekanisme alaminya kurang cepat. Kita tidak bisa benar-benar mencegah kerutan, bahkan dengan operasi plastik, tetapi kita dapat melakukan banyak hal bagaimana membatasinya. 15 Selain faktor usia, ternyata keriput atau penuaan dini pada kulit juga bisa muncul karena faktor keturunan dan ras. Hal ini menyebabkan penuaan pada setiap orang tentu berbeda. Faktor dari luar, seperti paparan sinar UV dan radikal bebas juga dapat mempercepat proses munculnya penuaan dini pada kulit, seperti munculnya keriput. 15 Beberapa cara untuk mencegah terjadinya keriput: 15 1. Diet seimbang: Meskipun porsi buah-buahan dan sayuran harian

merupakan kunci untuk diet yang sehat dan seimbang, perhatikan warna yang lebih cerah. Warna cerah menunjukkan volume tinggi antioksidan yang membantu dalam melawan keriput. Sayuran berdaun hijau seperti bayam kaya antioksidan lutein dan mengandung zat besi, yang mengangkut oksigen ke kulit, dan vitamin A, C dan E yang membantu mencegah

penuaan dini. Salmon dan ikan laut lainnya mengandung asam lemak omega-3, yang menyehatkan kulit dan membantu mengurangi keriput. 2. Minumlah air: Minum banyak air dan jus alami karena hal ini membantu untuk menghilangkan racun dari dalam tubuh yang menyebabkan keriput. Konsumsilah setidaknya delapan gelas sehari. Ketika tubuh kita cukup air, kulit kita akan tetap lembab dan kenyal. 3. Mencegah kerusakan akibat sinar matahari: Cara terbaik untuk mencegah keriput adalah menghindari paparan sinar matahari yang berlebihan. UVA dan paparan UVB penyebab 90% dari semua gejala kulit penuaan dini, termasuk kerutan. Tabir surya dan sun block juga dapat membantu mencegah keriput. Mengenakan kacamata hitam juga melindungi daerah halus di mata dari sinar matahari yang merusak. 4. Perawatan kulit: Bersihkan kulit dengan cleanser, toner, serta berikan pelembab untuk wajah setiap hari. Pelembab berfungsi menjaga

kelembaban kulit agar tetap segar dan elastis sehingga menghindari peregangan dan kendur. Sebuah krim anti kerut yang baik selalu membantu. 5. Tidur: Stres juga dapat menyebabkan keriput. Banyaklah beristirahat dan mencoba untuk tidur terlentang. Tidur dengan wajah menempel di bantal kamu bisa menyebabkan "garis tidur", Jika selama bertahun-tahun, bisa berubah menjadi keriput. 6. Berhenti merokok: Perokok berat hampir 5 kali lebih mungkin menunjukkan kerutan yang berlebihan dibanding bukan perokok. Merokok merusak serat kolagen dan elastin yang membuat kulit kita kuat dan elastisitas, sebagai hasilnya kulit mulai melorot dan keriput sebelum waktunya. 7. Latihan: Berolahraga secara teratur meningkatkan otot dan membuat seluruh tubuh sehat. Olahraga harian paling sedikit 20 menit setiap hari akan membantu menjaga tubuh dan kulit terlihat sehat dan awet muda. Bukan hanya berjalan di treadmill, kamu dapat menggabungkan bentukbentuk olahraga baru, seperti kick boxing, yoga, meditasi dll. 8. Jangan sering mencuci muka: Sering mencuci wajah akan menghapus minyak alami dari kulit yang memberikan perlindungan dan kelembaban.

9. Hindari gerakan wajah yang berlebihan: Keriput juga disebabkan oleh gerakan wajah berulang-ulang. Cobalah untuk menghindari mengerutkan kening, mengangkat alis, dan menyipitkan untuk waktu yang lama karena mereka akan menyebabkan kerutan. Berusaha menggosok mata kamu dapat memecah jaringan dari kelopak mata yang mengarah ke kulit longgar permanen dan penciptaan garis-garis halus dan kerutan. 10. Bahagia: Berbahagialah dan buang stres yang tidak perlu. Ketika pikiran senang dan merasa muda, tubuh secara otomatis akan mengikuti. Apakah kita menikmati, memimpin kehidupan yang kita inginkan, dan dijamin kita akan melihat refleksi dari gaya hidup positif dan kita akan melihat dan merasakan tindakan kita tersebut.

Pencegahan kerut dapat dimulai sejak dini, tapi bisa diterapkan strategi antipenuaan di usia berapa pun untuk mencegah kerusakan lebih lanjut di wajah.

Perawatan Kulit Kering Kulit kering umumnya terlihat kusam, terasa kencang karena memiliki tingkat sebum rendah, dan pecah-pecah karena kekurangan
15 15

tingkat

kelembaban. Sebum adalah kelenjar lemak alami yang diproduksi oleh tubuh kita. Sebum membuat kulit tetap terjaga kelembabannya.

Berikut adalah tips merawat kulit kering agar tetap terlihat cantik:

1. Kulit kering harus dirawat lebih dari jenis kulit lainnya. Kulit kering perlu pelembab dan pijatan lembut secara teratur untuk meningkatkan sirkulasi darah dan mengaktifkan kelenjar sebaceous (penghasil sebum). 2. Jangan menyeka wajah jika Anda memiliki kulit kering. Sehabis mencuci muka, lap wajah dengan lembut. 3. Penggunaan air hangat dapat membuat kulit menjadi kering. 4. Gunakan krim pelembab pada malam hari. Harap dicatat bahwa krim lebih bagus dan dianjurkan untuk kulit kering daripada lotion karena krim memiliki kandungan minyak lebih banyak. 5. Oleskan krim atau minyak bayi setelah mandi. Ini akan membantu mempertahankan kelembaban.

6. Gunakan krim, ringan, pH-seimbang produk seperti kelembaban gel berbasis krim, lotion, dll untuk perawatan kulit kering. 7. Hindari menggunakan sabun yang mengandung alkali dan deterjen seperti soda cuci dan bubuk. 8. Hindari secara langsung sinar matahari yang panas. Gunakan krim berbasis minyak dan make-up produk saja. Gunakan handuk yang lembut untuk menghindari iritasi pada kulit. 9. Merokok menghilangkan oksigen kulit dan nutrisi yang dibutuhkan untuk kesehatan yang baik membuat kulit kering dan kasar. 10. Kulit Pecah-pecah memerlukan konsumsi air yang banyak. Kulit pecahpecah harus dilembabkan dengan baik. 11. Sebuah diet seimbang dari sayuran, buah-buahan, biji-bijian, biji dan kacang-kacangan yang dibutuhkan untuk kulit sehat. Bawang putih, bawang, telur dan asparagus membantu menjaga kulit halus dan muda. Wortel, aprikot, kaya vitamin A, C dapat menjaga kulit menjadi lentur. 12. Meningkatkan asupan makanan seperti sayuran berdaun hijau mentah, produk susu seperti yoghurt, susu. Mengurangi makanan yang digoreng, minuman ringan, gula, coklat, junk food, alkohol, kafein dan makanan lain yang mempengaruhi diuretik menyebabkan tubuh dan kulit kehilangan cairan, vitamin dan mineral penting.

Perawatan Rambut Dalam perawatan kulit kepala dan rambut, sebelumnya siapkan alat dan bahan yang diperlukan, seperti cape bahu, sisir yang bergerigi besar, yang tidak tajam dan sisir berekor, jepit bebek, mangkok kecil dan bahan atau

kosmetik untuk perawatan kulit kepala dan rambut seperti hair tonic, krim untuk perawatan kulit kepala dan rambut juga sampo yang sesuai dengan jenis kulit kepala dan rambut. Berikutnya lakukan perawatan kulit kepala mulai dari : 1. Menyisir. Pada waktu penyisiran gunakan sisir yang bergerigi besar atau sikat debu. mempermudah perawatan selanjutnya dan menghilangkan

2. Penyikatan kulit kepala dengan maksud untuk menghilangkan debu dan merangsang peredaran darah dan pertumbuhan rambut dengan baik. Teknik menyikat dilakukan dari arah bawah ke arah ubun-ubun, dari segala penjuru, samping belakang yang kesemuanya mengarah ke ubun-ubun dan sikat harus menyentuh kulit kepala sebelum sikat diarahkan ke ujung rambut. 3. Pencucian atau pembersihan kulit kepala dan rambut dengan cara pemberian sampo (keramas). Gunakan sampo yang sesuai dengan jenis kulit kepala dan rambut dan tidak banyak mengandung lindi yang dapat merusak rambut. Pemberian sampo pada satu kali keramas dilakukan dua kali. 4. Blocking atau pembagian rambut. Membagi rambut ialah untuk mempermudah mengenakai hair tonic atau krim pada saat creambath. Pembagian rambut dilakukan dengan cara membagi rambut menjadi 4 bagian yaitu atas menjadi bagian kiri dan kanan serta pada rambut belakang menjadi bagian kiri dan kanan, yang dibelah tepat di garis tengah kepala melalui uibun-ubun. 5. Pengobatan. Pengobatan ini dilakukan terutama pada rambut yang bermasalah, misal karena rontok, adanya ketombe, rambut bercabang, rambut kusam atau kutu rambut. 6. Pengurutan. Tujuan dilakukan pengurutan adalah agar kosmetik perawatan kulit kepala dan rambut dapat meresap lebih baik. Pengurutan pada kulit kepala dilakukan secara perlahan dan hati-hati. Gerakan pengurutan yang digunakan yaitu : a. Gerakan urut mengusap (effleurage) : dilakukan dengan cara mengusapkan kedua telapak tangan kiri dan kanan pada kulit kepala b. Gerakan urut friction (menekan) : seperti gerakan rotasi tetapi terputusputus dan dilepas. c. Gerakan urut vibratie (menggetar) : dilakukan dengan menggunakan sisir yang ada pentolan di ujungnya atau dengan tangan yang digetarkan,

d. Gerakan urut rotasi : Rotasi dimulai dari arah pertumbuhan rambut menuju ke tengah telinga e. Gerakan urut jumputan : dilakukan pada seluruh kulit kepala tanpa beraturan yaitu gerakan menjumput ke atas dan dilepas. 7. Merapihkan. Tahap terakhir dalam perawatan kulit kepala dan rambut adalah merapihkan, yang tentunya setelah dilakukan pembersihan kembali untuk menghilangkan kosmetik yang digunakan dalam

perawatan kulit kepala dan rambut. Dalam merapihkan rambut, rambut disisir dan ditata dengan baik.

9. Studi Kasus
Faktor-faktor yang mempengaruhi proses menua kulit : 1. Faktor internal Keturunan (genetik), seperti terlihat pada orang tertentu yang cenderung mempunyai jenis kulit kering dan mengalami penuaan lebih awal. Beberapa penelitian di Jepang membuktikan kerutan kulit muka, timbulnya uban dipengaruhi oleh faktor genetik. 16 Ras, manusia terdiri dari bermacam-macam ras seperti Negroid, Mongoloid, Kaukasia, Polinesia dengan struktur kulit yang berbeda, terutama pigmen melanin yang mempengaruhi warna kulit suatu ras. Ras kulit putih lebih mudah terbakar matahari, lebih mudah terjadi kulit menua dini, maupun terjadinya pra kanker atau kanker kulit dibanding kulit berwarna. 16 Hormonal, pengaruh hormon erat hubungannya dengan usia, terlihat jelas pada wanita yang memasuki masa menopause, fungsi indung telur (ovarium) menurun sehingga estrogen yang di produksi berkurang. Bila produksi estrogen menurun maka fungsi akan menurun pula, yang berakibat pengecilan payudara, atrofi sel epitel vagina, kulit menjadi tidak halus, elastisitas berkurang, menjadi kering dsb. 16 Penyakit sistemik, kronis seperti diabetes, kanker, penyakit autoimun dan lain lain dapat memudahkan terjadinya proses menua dini. 16
16

Keadaan umum yang buruk atau malnutrisi, kekurangan protein dan vitamin menyebabkan reaksi biologik tubuh terganggu sehingga proses menua terjadi lebih cepat. 16

Faktor eksternal yang mempengaruhi perubahan kulit 17 1. Nutrisi Nutrisi yang baik mendukung pertumbuhan dan perkembangan kulit yang baik. Zat gizi yang sangat penting bagi kulit antara lain adalah vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, vitamin C, vitamin D, vitamin E, biotin, protein, dan asam lemak esensial. Defisiensi zat-zat tersebut mengakibatkan terjadinya kerusakan pada kulit, seperti hiperkeratosis, jerawat, kulit kering dan bersisik, lebih rentan infeksi, dermatitis, dan anemia. Malnutrisi yang berat, seperti marasmus dan kwashiorkor juga dapat menimbulkan gangguan pada kulit berupa kulit kering, edema, hipo/hiperpigmentasi, dan dermatosis. Selain itu, alergi terhadap makanan juga dapat mempengaruhi kulit berupa reaksi inflamasi/eksema. Makanan yang biasanya menimbulkan alergi adalah Crustacean, telur, susu, kacang, tepung, dan bentuk protein lainnya. Untuk memperlambat/menunda penuaan, dapat dikonsumsi bahan makanan yang bersifat antioksidan. 17 2. Lingkungan a. Gesekan Gesekan dapat mengganggu fungsi kulit sebagai proteksi, terutama jika terjadi luka akibat benda tajam. Luka tersebut memungkinkan terjadinya infeksi dan menimbulkan reaksi inflamasi pada kulit. Selain itu, gesekan dapat mengakibatkan kulit menjadi lebih tebal, kasar dengan garis-garis yang jelas dan keriput, kehilangan sifat lembut dan elastis, serta penuaan dini pada kulit. 17 b. Iklim dan cuaca Daerah yang beriklim tropis memiliki paparan sinar matahari yang lebih banyak daripada daerah subtropis atau kutub. Oleh karena itu, kulit harus melakukan perlindungan dengan cara membentuk lebih banyak pigmen melanin. Pigmen melanin akan menyaring sinar UV sehingga mengurangi risiko kerusakan pada kulit. Akan tetapi, terjadinya global warming akhir-

akhir ini membuat lapisan ozon semakin tipis dan makin banyak sinar UV yang masuk, serta peningkatan suhu global. Hal-hal tersebut dapat merusak kulit. 17 Cuaca juga mempengaruhi kondisi kulit. Orang yang tinggal di daerah bertemperatur rendah cenderung berkulit kering. Kulit kering disebabkan oleh kelembaban yang rendah. Kulit mengering, bersisik, dan

mengelupas, terutama di tempat-tempat yang hanya sedikit kelenjar lemak, seperti punggung tangan dan kaki bagian bawah. Maka, kulit menjadi suram dan kusam. 17 c. Sinar matahari (UV) Sinar matahari dapat berpengaruh positif dan negatif terhadap kulit. Pengaruh positif terjadi bila mendapat paparan sebelum pukul 9.00 pagi di mana kulit melakukan fungsi sintesis vitamin D, sedangkan pengaruh negatif terjadi selama pukul 9.00-16.00. Radiasi sinar UV dapat menyebabkan terjadinya kelainan pada kulit. Radiasi yang bersifat kronis dapat menyebabkan kanker dan keratosis; kulit menjadi kuning, kasar, dan berkeriput (dikenal dengan istilah photo-aging). Radiasi akut menyebabkan kulit terbakar (sunburn). Gangguan kulit lainnya yang dapat disebabkan sinar matahari antara lain erupsi polimorfik akibat sinar matahari, urtikaria solaris, prurigo aktinik, eksema fotosensitif, porfiria, xeroderma pigmentosum, fitofotodermatitis, dan pelagra. 17 Perlindungan terhadap sunburn sebaiknya dilakukan dengan

menghindari sinar matahari tengah hari, pemakaian topi dan pakaian, kacamata, dan krim tabir surya. Semua permukaan kulit yang terpapar sebaiknya dilindungi. Tabir surya memiliki kisaran potensi yang

tingkatannya ditunjukkan oleh nomor SPF (Sun Protecting Factor). Nomor SPF menunjukkan berapa kira-kira penggandaan waktu yang diperlukan untuk menimbulkan kemerahan pada kulit yang diberikan zat tersebut. Misalnya, bila waktu paparan untuk menimbulkan kemerahan normal di kulit adalah 10 menit, tabir surya dengan SPF 20 dapat memperpanjang waktu tersebut menjadi sekitar 200 menit. 17

d. Polusi Polusi mengandung banyak radikal bebas yang memiliki efek kurang baik bagi sel-sel tubuh, terutama kulit. Radikal bebas mempercepat terjadinya proses penuaan (aging), membuat kulit kering dan memecah kapiler kulit. Selain itu, debu dan pasir dalam udara dapat mengakibatkan timbulnya jerawat, terutama jika suhu tubuh panas karena minyak di bawah kulit akan naik ke permukaan dan menyerap debu. Bila pori-pori tertutup, minyak akan terperangkap dengan bakteri dan kotoran pembentuk jerawat. 17 e. Suhu dan kelembaban udara Suhu dan kelembaban udara sangat mempengaruhi efektivitas kerja dan kenyamanan. Tubuh membuang kalor dari metabolisme basal dan muskular ke lingkungan. Kelembaban udara yang rendah (kering) akan menyebabkan kelembaban membran udara yang selaput tinggi udara lendir akan yang mengering, sedangkan pertumbuhan bekerja dapat

meningkatkan buruk saat

mikroorganisme.

Kualitas

mengakibatkan kulit kering dan gatal. 17 f. Air mampu memperbaiki sirkulasi dan mencegah dehidrasi sehingga kulit tidak kering. 17 g. Angin membawa debu dan kotoran yang dapat masuk ke pori-pori kulit.

Perbedaan kulit berdasarkan:


a. Jenis Kelamin Berdasarkan Aesthetic Surgery Journal terdapat perbedaan antara kulit pria dengan wanita, perbedaan tersebut terlihat dari jumlah folikel rambut, kelenjar sebaceous atau kelenjar keringat dan hormon. Kulit pria mempunyai hormon yang dominan yaitu androgen yang dapat menyebabkan kulit pria lebih banyak berkeringat dan ditumbuhi lebih banyak bulu, sedangkan kulit wanita lebih tipis daripada kulit pria sehingga lebih rentan terhadap kerusakan kulit. Kulit pria juga memiliki kelenjar aprokin yang tugasnya meminyaki bulu tubuh dan rambut, kelenjar ini

bekerja aktif saat remaja, sedangkan pada wanita seiring bertambahnya usia, kulit akan semakin kering. Dibandingkan dengan pria, kulit wanita memproduksi lebih sedikit minyak untuk melindungi dan menjaga

kelembapan kulit, selain itu juga kulit wanita lebih tipis daripada kulit pria sehingga lebih rentan untuk menderita penyakit kulit. 18

b. Ras Ras Manusia adalah karakteristik luar yang diturunkan secara genetik dan membedakan satu kelompok dari kelompok lainnya.Setiap individu mempunyai masing. Kulit dengan kulit lingkungan merupakan warna kulit putih lebih yang berbeda berdasarkan ras-nya masingrentan terkena hitam kaya penyakit kulit dibandingkan lebih akan tahan melanin. terhadap Melanin

hitam. Orang industri pigmen

berkulit

karena kulitnya kulit yang

berfungsi sebagai proteksi atau pigmen (melanosit), terletak di

perlindungan kulit. Sel pembentukan

lapisan basal dan sel ini berasal dari rigi saraf. Perbandingan jumlah sel basal dengan melanosit adalah 10 : 1. Jumlah melanosit dan jumlah serta besarnya butiran pigmen (melanosomes) menentukan warna kulit ras maupun individu. Melanosit turut berperan dalam melindungi kulit dari pengaruh sinar matahari maupun seperti zat kimia. 18 c. Usia Pada beberapa literatur menyatakan bahwa kulit manusia mengalami degenerasi seiring bertambahnya usia. Sehingga kulit kehilangan lapisan lemak diatasnya dan menjadi lebih kering. Kekeringan pada kulit ini memudahkan bahan kimia untuk menginfeksi kulit, sehingga kulit gangguan fisis, mekanis dan kimiawi

menjadi lebih mudah terkena dermatitis . Kondisi kulit mengalami proses penuaan mulai dari usia 40 tahun. Pada usia tersebut, sel kulit lebih sulit menjaga kelembapannya karena menipisnya hingga
18

lapisan sel

basal.

Produksi

sebum menurun

tajam,

banyak

mati yang

menumpuk karena pergantian sel menurun.

Perbedaan kulit pria dan wanita

Perbedaan tekstur kulit berdasarkan Usia


Usia adalah lamanya waktu hidup dari sejak dilahirkan hingga sekarang Usia sangat mempengaruhi kondisi fisik seseorang. Pada usia antara 20-30 tahun, fungsi fisiologi tubuh termasuk kulit mencapai puncak kemudian akan menurun sedikit demi sedikit sesuai dengan bertambahnya umur. Kemunduran fisik yang terjadi setelah usia puncak, yang makin nyata pada usia akhir 40 tahun umumnya akan membawa wanita pada kesadaran bahwa kecantikannya mulai hilang dengan munculnya gangguan pigmentasi kulit terutama diwajah dengan insiden terbanyak pada usia 30-40 tahun dan menurunnya elastisitas kulit wajah akibat berkurangnya produksi serum vitamin D. Wanita biasanya merasa risau dan tertekan, karena hal tersebut bagi wanita berarti kehilangan daya tariknya..

Struktur Kulit Remaja Hingga Dewasa Di masa kanak-kanak, hampir semua memiliki kulit yang sangat sempurna sehingga hampir berkilau dalam kegelapan. Pubertas menandakan transisi besar dalam kulit, menjadikannya berminyak sehingga pori-pori cenderung tersumbat. Akan tetapi, terlepas dari jerawat, perubahan tersebut positif karena minyak melindungi kulit dari dehidrasi, menjaganya tetap lembut dan lembab. Sementara itu sel kulit mengalami regenerasi secara cepat, berjalan dari lapisan basal ke epidermis hanya dalam 28 hari. Kulit remaja juga memiliki kemampuan mengganti kerusakan berupa bintikbintik yang muncul dipermukaan kulit.Kolagen dan elastin dalam jaringan ikat pada remaja masih masih membentuk mata rantai menyatu yang sempurna, menjadikan kulit kenyal dan kencang. Meskipun paparan sinar matahari

mungkin telah merusak lapisan bawah kulit yang sangat halus, kerusakan tersebut belum sampai ke permukaan. Dua Puluhan Garis-garis ekspresi mulai terbentuk, khususnya di antara alis, sudut luar mata dan dahi. Pergantian sel menurun secara bertahap, menjadi setengah kali lebih lambat pada usia 25-30 tahun. Stratum korneum menjadi lebih tebal dan kurang fleksibel. Jaringan ikat muli kehilangan daya pegasnya, terutama mereka yang gemar berlibur di bawah sinar matahari. Akan tetapi, kulit wajah masih terlihat segar, lembab dan kenyal Tiga Puluhan Epidermis mulai menunjukkan tanda-tanda penuaan karena dampak kumulatif matahari, polusi, stress, dan gizi yang tidak sempurna. Perubahan tidak terlihat melalui permukaan yang tidak rata, kusam, dan cairan yang tertahan. Penebalan straktum korneum dan penuruan pergantian sel menjadi lebih jelas. Ekspresi wajah berulang mendorong lemak pada lapisan subcutis menjadi garis sehingga mengurangi kekenyalan. Kerutan terlihat jelas dan dampak komulatif

gravitasi mulai kelihatan. Inilah saatnya orang-orang mulai mengunjungi geraigerai kecantikan mencari obat mujarab antipenuaan. Empat Puluhan Perjalanan dari lapisan basal ke epidermis saat ini memakan waktu 40 hari. Lapisan luar yang merata dari masa muda memudar seiring dengan tidak

meratanya pigmentasi. Untuk sebagian orang akan mengakibatkan bercak gelap. Lapisan basal perlahan-lahan menipis, menjadikan sel kulit sulit menjaga kelembabannya, sementara straktum korneum terus menebal. Produksi sebum yang sangat tinggi saat remaja sekarang menurun tajam. Oleh karena itu, banyak sel mati yang menumpuk karena pergantian sel menurun. Alur urat mulai tampak, terutama pada kulit sensitive. Garis ekspresi yang semakin dalam memberikan kejelasan sejarah emosional seseorang. Lima Puluhan Bagi wanita, inilah perubahan terbesar sejak masa remaja. Menopause, yang biasanya terjadi saat seseorang berusia di awal lima puluhan, membawa penurunan tajam dalam produksi estrogen seiring dengan penurunan produksi sebum. Hal ini mempermudah penguapan air, sehingga kulit menjadi kering dan kadang bersisik. Saat ini, epidermis akan terus mengalami penipisan hingga 20 % dibandingkan saat remaja. Selain itu, distribusi sel lemak menjadi tidak merata. Jumlah

jaringan bagian bawah tidak proporsional mengakibatkan lemak dibawah dagu jatuh dan lebih berat. Efek kumulatif dari paparan sinar matahari nampak dalam bercak gelap tidak berbahaya yang disebut solar keratoses. Struktur Kulit Lansia Pada lansia kulit mengalami atrofi, kendur, tidak elastis, kering dan berkerut. Kulit akan kekurangan cairan sehingga menjadi tipis dan bebercak. Kekeringan kulit disebabkan atrofi glandula sebasea dan glandula sudorifera. Menipisnya kulit ini tidak terjadi pada epidermisnya, tetapi pada dermisnya karena terdapat perubahan pada jaringan kolagen serta jaringan elastisnya. Bagian kecil pada

kulit menjadi mudah retak dan mudah menyebabkan cechymosen. Timbul pigmen berwarna coklat pada kulit, dikenal dengan liver spot. Perubahan kulit banyak dipengaruhi oleh factor lingkungan antara lain, angin, dan sinar matahari terutama sinar ultraviolet.

Penyebab perbedaan warna kulit dan rambut


Warna kulit sangat beragam, dari yang berwarna putih mulus, kuning, coklat, kemerahan atau hitam. Setiap warna kulit mempunyai keunikan tersendiri yang jika dirawat dengan baik dapat menampilkan karakter yang menarik. Warna kulit terutama ditentukan oleh : 19 1. Oxyhemoglobin yang berwarna merah 2. Hemoglobin tereduksi yang berwarna merah kebiruan 3. Melanin yang berwarna coklat 4. Keratohyalin yang memberikan penampakan opaque pada kulit, serta 5. Lapisan stratum corneum yang memiliki warna putih kekuningan atau keabuabuan. Dari semua bahan-bahan pembangun warna kulit, yang paling menentukan warna kulit adalah pigmen melanin. Banyaknya pigmen melanin di dalam kulit ditentukan oleh faktor-faktor ras, individu, dan lingkungan. Melanin dibuat dari tirosin sejenis asam amino dan dengan oksidasi, tirosin diubah menjadi butirbutir melanin yang berwarna coklat, serta untuk proses ini perlu adanya enzim tirosinase dan oksigen. Oksidasi tirosin menjadi melanin berlangsung lebih lancar pada suhu yang lebih tinggi atau di bawah sinar ultra violet. Jumlah, tipe, ukuran dan distribusi pigmen melanin ini akan menentukan variasi warna kulit berbagai golongan ras atau bangsa di dunia. Proses pembentukan pigmen melanin kulit terjadi pada butir-butir melanosom yang dihasilkan oleh sel-sel melanosit yang terdapat di antara sel-sel basal keratinosit di dalam lapisan benih. 19 Respons kulit terhadap paparan sinar matahari dapat terjadi akut, seperti timbulnya reaksi terbakar (sunburn) dan pigmentasi, maupun kronis yang dapat

menyebablan penuaan dini dan pertumbuhan tumor. Reaksi terbakar biasanya diikuti dengan warna kemerahan sampai coklat atau dikenal dengan Tanning (=gosong, bahasa Jawa)

Densitas melanosit pada bagian bagian tubuh bervariasi tergantung lokasi, seperti di kulit kepala dan lengan bawah terdapat kurang lebih 2000 melanosit setiap millimeter kubik, sedangkan selain kedua tempat itu hanya kurang lebih 1000 melanosit. Jumlah melanosit tidak dipengaruhi oleh perbedaan ras, tetapi warna kulit manusia lebih ditentukan oleh aktivitas melanogenik didalam melanosit seperti sintesis melanin, produksi melanosomes, besar, bentuk, warna dan tipe melanosomes serta model transfer dan distribusinya ke keratinosit. Sebagai contoh pada kulit Kaukasia didapatkan 3-8 melanosomes menjadi satu didalam keratinosit sedangkan pada kulit hitam jumlahnya lebih banyak dan didistribusikan merata ke seluruh sitoplasma keratinosit. 19 Dengan semakin bertambah usia jumlah melanosit epidermis akan menurun terutama di tempat yang tidak terpapar sinar matahari, 8-10% densitasnya berkurang setiap dekade usia, kecuali pada daerah genetalia. Diduga pengaruh hormone seks yang mempertahankan warna kulit dan rambut genital sehingga relativ konstan. 19 Biosintesis melanin terjadi didalam melanosomes, dibawah pengaruh genetik dan dapat dipengaruhi pula oleh stimulus dari luar seperti sinar matahari. Ada dua bentuk melanin yaitu eumelanin yang memberikan warna gelap (hitamcoklat) dan pheomelanin memberi warna cerah (kuning- kemerahan). Keduanya

di sintesis dari oksidasi tirosin oleh ensim tirosinase, melalui jalur yang dikenal sebagai Raper Mason Pathway. Tirosin dirubah menjadi DOPA dan DOPA quinon lebih dahulu sebelum menjadi eumelanin (via indole quinon) atau pheomelanin (via cysteinyl DOPA). Apabila sintesis berkurang atau terjadi penurunan rate transfer melanosomes dari melanosit ke keratinosit serta peningkatan deskuamasi stratum korneum menyebabkan keadaan

hipopigmentasi kulit atau sebaliknya. Peran reseptor membrane sel penting dalam pengenalan dan interaksi pada proses transfer melanosomes, demikian pula kecepatan gerakan sel sel basal ke permukaan untuk menjadi sel sel stratum korneum serta kohesivitas antar korneosit akan menentukan

konsentrasi melanin di epidermis. Pengaruh hormon Melanocyte stimulating Hormon (MSH), estrogen dan progresteron juga ikut berperan pada proses melanogenesis walaupun mekanisme kerja nya belum jelas. 19 Warna rambut tergantung kualitas dan kuantitas pigmen korteks. Bila sedikit / kurang tampak putih. Campuran rambut putih dan berpigmen, tampak abu-abu (uban). Rambut coklat atau hitam disebabkan oleh adanya melanin. Melanosit terdapat pada matrix folikel rambut, yang dapat mengalami mitosis. Melanosit kemudian akan terdorong ke atas. 19

BAB III KESIMPULAN


Perbedaan warna kulit dan rambut serta tekstur kulit dipengaruhi oleh faktor intrinsik meliputi gen, hormon ,jenis kelamin, usia dan dipengaruhi faktor eksternal meliputi lingkungan dan nutrisi serta perawatan kulit dan rambut.