Anda di halaman 1dari 9

6

BAB II
TELAAH PUSTAKA
2.1 Sumber Air Baku
Air baku adalah air yang akan digunakan sebagai sumber / bahan baku
dalam sistem penyediaan air bersih. Sumber air yang digunakan harus memenuhi
persyaratan kuantitas dan kontinuitasnya sehingga proses penyediaan dan
pengolahan air dapat berlangsung terus menerus guna memenuhi kebutuhan
konsumen. Sumber air baku yang digunakan harus memenuhi persyaratan
kuantitas serta kontinuitas sehingga kebutuhan air dapat terpenuhi secara terus
menerus dan tidak merugikan masyarakat atau pihak lain. Air baku yang dipakai
berasal dari air permukaan (surface water) dan air tanah (ground water)
tergantung dari kemudahan memperolehnya atau sebab yang lain. Tiap sumber air
baku mempunyai keunggulan dan kerugian masing-masing.
Beberapa sumber air baku yang dapat digunakan untuk penyediaan air
bersih dikelompokkan sebagai berikut (Suharyanto, !!) "
a. Air #u$an
Air hu$an disebut $uga sebagai air angkasa. Beberapa si%at kualitas dari air hu$an
adalah sebagai berikut"
Bersi%at lunak karena tidak mengandung larutan garam dan &at-&at
mineral.
Air hu$an pada umumnya bersi%at lebih bersih.
'apat bersi%at korosi% karena mengandung &at-&at yang terdapat di udara
seperti (#
)
, *+

, agresi%, ataupun S+

. Adanya konsentrasi S+

yang
tinggi di udara yang bercampur dengan air hu$an akan menyebabkan
ter$adinya hu$an asam (acid rain).
b. Air permukaan
Air permukaan adalah air yang berada diatas permukaan bumi, baik yang
mengalir maupun yang tergenang. Air permukaan yang biasa digunakan sebagai
sumber / bahan baku air bersih adalah"
Air ,aduk (berasal dari air hu$an)
-
Air sungai (berasal dari air hu$an dan mata air)
Air danau (berasal dari air hu$an, air sungai dan mata air)
2.2 Karakteristik Air Baku
.enyediaan air bersih, selain kuantitas, kualitasnya pun harus memenuhi
standar yang berlaku. /ntuk ini perusahaan air minum selalu memeriksa kualitas
air bersih sebelum didistribusikan kepada pelanggan sebagai air minum. Air
minum yang ideal seharusnya $ernih, tidak berbau, tidak ber,arna, tidak berasa.
Air minum pun seharusnya tidak mengandung kuman patogen dan segala
makhluk yang membahayakan kesehatan manusia. Tidak mengandung &at kimia
yang dapat merubah %ungsi tubuh, tidak dapat diterima secara estetis dan dapat
merugikan secara ekonomis. Air itu seharusnya tidak korosi%, tidak meninggalkan
endapan pada seluruh $aringan distribusinya.
.enyediaan air bersih, selain kuantitasnya, kualitasnya pun harus
memenuhi standar yang berlaku. 'alam hal air bersih, sudah merupakan praktek
umum bah,a dalam menetapkan kualitas dan karakteristik dikaitkan dengan suatu
baku mutu air tertentu (standar kualitas air). /ntuk memperoleh gambaran yang
nyata tentang karakteristik air baku, seringkali diperlukan pengukuran si%at-si%at
air atau biasa disebut parameter kualitas air, yang beraneka ragam. 0ormulasi-
%ormulasi yang dikemukakan dalam angka-angka standar tentu sa$a memerlukan
penilaian yang kritis dalam menetapkan si%at-si%at dari tiap parameter kualitas air
(Slamet, 1223)
Standar kualitas air adalah baku mutu yang ditetapkan berdasarkan si%at-
si%at %isik, kimia, radioakti% maupun bakteriologis yang menun$ukkan persyaratan
kualitas air tersebut. .eraturan .emerintah 4epublik 5ndonesia (o. 6 Tahun !!1
Tentang .engelolaan 7ualitas Air 'an .engendalian .encemaran Air, air menurut
kegunaannya digolongkan men$adi "
8 7elas 5 " Air yang peruntukannya dapat digunakan untuk air baku air
minum, dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu
air yang sama dengan kegunaan tersebut.
6
8 7elas 55 " Air yang peruntukannya dapat digunakan untuk
prasarana/sarana rekreasi air, pembudidayaan ikan air ta,ar,
.eternakan, air untuk mengairi pertanaman, dan atau
peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama
dengan kegunaan tersebut.
8 7elas 555 " Air yang peruntukannya dapat digunakan untuk pembudidayaan
ikan air ta,ar, peternakan, air untuk mengairi pertanaman, dan
atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang
sama dengan kegunaan tersebut.
8 7elas 59 " Air yang peruntukannya dapat digunakan untuk mengairi
pertanaman dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan
mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut.
2.3 Air Sungai sebagai Sumber Air Bersih
2.3.1 Kuantitas
.ermukaan planet bumi sebagian besar terdiri dari perairan, 'ari 3! $uta
mil kubik air yang berada di permukaan bumi dan ada di dalam tanah tidak lebih
dari !,:; (!, $uta mil kubik) yang secara langsung dapat digunakan untuk
kepentingan manusia. 7arena dari $umlah 3! $uta mil kubik 2-; terdiri dari air
laut dan $enis air lain yang berkadar garam tinggi, ,:; berbentuk es dan sal$u
abadi yang dalam keadaan cair baru dapat dipakai manusia dan makhluk lain
(<ukti, A. <., !!6).
Akibat panas sinar matahari pada permukaan bumi, permukaan air laut
dan air yang ada pada mahluk hidup menguap mun$adi a,an yang apabila terkena
dingin akan mengalami kondensasi, yang akan turun men$adi hu$an. Air hu$an
akan meresap kedalam tanah dan mengalir di permukaan tanah menu$u ke badan-
badan air sehingga air di badan air akan bertambah banyak. 'ari rantai perputaran
air tersebut, dapat dibedakan atas tiga sumber yaitu "
1. Air angkasa meliputi air hu$an dan sal$u.
. Air tanah meliputi mata air,sumur dangkal, sumur dalam dan artesis.
). Air permukaan meliputi sungai, ra,a-ra,a dan danau.
2
.ada umumnya air sungai mengandung &at organik maupun anorganik,
yang terkandung dalam air sungai tergantung kadar pencemaran pada air sungai
tersebut dan $enis tanah yang dilalui oleh air sungai tersebut.
Sungai pada umumnya akan memba,a &at-&at padat yang berasal dari
erosi, penghancuran &ata-&at organik, garam-garam mineral sesuai dengan $enis
tanah yang dilalui. 'an pada sungai-sungai yang melalui daerah-daerah
pemukiman yang padat akan mengalami pencemaran akibat buangan rumah
tangga yang dapat mengakibatkan perubahan ,arna, peningkatan kekeruhan, rasa,
bau dan lain-lain.
2.3.2 Kualitas
Air permukaan adalah air yang ada di permukaan tanah, baik
keberadaannya bersi%at sementara dan mengalir ataupun stabil. Air permukaan
bila langsung digunakan untuk kebutuhan sehari-hari perlu diperhatikan apakah
air tersebut sudah tercemar atau belum. 5ndikator atau tanda bah,a air permukaan
sudah tercemar adalah adanya perubahan atau tanda yang dapat diamati melalui "
l. Adanya perubahan ,arna, bau dan rasa dalam air.
. Adanya perubahan suhu air.
). Adanya perubahan p# dan konsentrasi ion hidrogen.
3. Timbulnya endapan, koloidal dan bahan terlarut.
:. Adanya mikroorganisme.
6. <eningkatnya radioakti%itas dalam air
Agar air permukaan dapat digunakan sebagai sumber air bersih perlu
dilakukan pengolahan air untuk perbaikan kualitas %isika air bersih dapat
dilakukan misalnya dengan penyaringan (%iltrasi).
.ada umumnya air sungai mengandung &at organik maupun anorganik,
yang terkandung dalam air sungai tergantung kadar pencemaran pada air sungai
tersebut dan $enis tanah yang dilalui oleh air sungai tersebut.
1!
2.4 As!r"si
Adsorpsi secara umum adalah proses penggumpalan substansi terlarut
yang ada dalam larutan oleh permukaan benda atau &at penyerap. Absorpsi adalah
masuknya bahan yang mengumpul dalam suatu &at padat. 7eduanya sering
muncul bersamaan dengan suatu proses maka ada yang menyebutnya sorpsi. Baik
adsorpsi maupun absorpsi sebagai sorpsi ter$adi pada tanah liat maupun padatan
lainnya, namun unit operasinya dikenal sebagai adsorpsi (=iyatmi, dkk., !!6).
<acam-macam isoterm adsorpsi, antara lain" isoterm >angmuir, isoterm
B?T dan isoterm 0reundlich.
1. 5soterm >angmuir
5soterm >angmuir merupakan isoterm paling sederhana yang didasarkan
pada asumsi bah,a setiap tempat adsorpsi adalah eki@alen, dan kemampuan
partikel untuk terikat di tempat itu, tidak bergantung pada ditempati atau tidaknya
tempat yang berdekatan (Atkins, 122!).
. 5soterm B?T
'alam isoterm B?T, @olume total yang teradsorpsi sebanding dengan
$umlah partikel teradsorpsi (Atkins, 122!).
). 5soterm 0reundlich
5soterm 0reundlich adalah satu dari beberapa persamaan a,al yang
diusulkan untuk menghubungkan $umlah bahan teradsorpsi terhadap 13
konsentrasi bahan dalam larutan, yang dirumuskan dalam persamaan diba,ah ini.
m A k . *1/n
7eterangan"
m A massa &at teradsorpsi per satuan massa adsorben
* A konsentrasi larutan
k dan n adalah tetapan (Bahyuni, !!)).
2.4.1 #enis$%enis As!r"si
=aya tarik-menarik suatu padatan dibedakan men$adi $enis gaya, yaitu
gaya %isika dan gaya kimia yang masing-masing menghasilkan adsorpsi %isika
11
(physisorption) dan adsorpsi kimia (chemisorption). Adsorpsi secara %isika
merupakan suatu interaksi yang melibatkan gaya intermolekul (gaya 9an der
Baals atau ikatan hidrogen), sedangkan adsorpsi secara kimia melibatkan gaya
@alensi dari hasil pemakaian bersama pasangan elektron oleh adsorben dengan
senya,a teradsorpsi (adsorbat). ?ntalpi (panas) adsorpsi yang terlibat pada proses
%isika adalah kecil (C 1! kD/mol). ?ntalpi proses ini tidak mencukupi untuk
ter$adinya pemutusan ikatan sehingga spesies yang teradsorpsi secara %isika
umumnya tetap utuh.
'alam adsorpsi %isika terdapat antaraksi 9an der Baals antara adsorben
dan adsorbat (Atkins, 1222). Adsorpsi ini bersi%at re@ersibel sehingga molekul-
molekul yang teradsorpsi mudah dilepaskan kembali dengan cara menurunkan
tekanan gas atau konsentrasi &at terlarut. .anas adsorpsinya rendah, yaitu sekitar
1! kD/mol dan lebih rendah dari panas adsorpsi kimia. 'alam adsorpsi kimia,
partikel melekat pada permukaan dengan membentuk ikatan kimia (biasanya
ikatan ko@alen) dan cenderung mencari tempat yang memaksimumkan bilangan
koordinasinya dengan adsorbat. Adsorpsi kimia melibatkan panas adsorpsi yang
tinggi mendekati harga untuk ter$adinya ikatan kimia. ?nergi adsorpsi yang
terlibat berada dalam kisaran 6!-6:! kD/mol Adsorpsi ini bersi%at irre@ersible
sehingga diperlukan energi yang tinggi untuk melepaskannya kembali. <enurut
Adamson (122!) batas minimal panas adsorpsi kimia adalah !,2 kD/mol.
Banyaknya substansi yang teradsorpsi merupakan %ungsi dari tekanan, konsentrasi
dan temperatur (+scik, 126).
2.& Karb!n Akti'
7arbon akti% yaitu karbon dengan struktur amorphous atau mikrokristalin
yang dengan perlakuan khusus dapat memiliki luas permukaan dalam yang sangat
besar antara )!! - !!! m

/gram. Arang akti% biasanya disebut karbon akti% yang


dapat menyerap beberapa $enis &at di dalam cairan ataupun gas. Berarti arang akti%
dapat digunakan sebagai bahan pen$ernih ataupun untuk menghilangkan bau
busuk. .ada arang akti% terdapat banyak pori (zone) berukuran nano hingga
mikrometer.
1
.ada dasarnya ada dua $enis karbon akti% yaitu karbon akti% %asa cair yang
dihasilkan dari material dengan berat $enis rendah, misalnya arang sekam padi
dengan bentuk butiran rapuh dan mudah hancur, mempunyai kadar abu yang
tinggi berupa silika dan biasanya digunakan untuk menghilangkan bau, rasa,
,arna dan kontaminan organik lainnya, sedangkan karbon akti% %asa gas
dihasilkan dari bahan dengan berat $enis tinggi. 7emampuan karbon akti%
mengabsorpsi ditentukan $uga oleh struktur kimia yaitu adanya atom +, # dan *
yang terikat secara kimia sehingga membentuk gugus %ungsi (.ohan, !!2).
.roses akti@asi dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu secara %isika
atau cara kimia karena proses adsorpsi pun dapat berasal dari proses ikatan atau
hubungan antara adsorben dengan adsorbat melalui adsorpsi %isika dan kimia
(*astellan, 126)). .roses akti@asi bertu$uan agar diameter pori semakan besar dan
menciptakan pori yang baru sehingga diperoleh luas permukaan yang semakin
besar. Akti@asi dapat dilakukan dengan cara, yaitu akti@asi secara kimia
dilakukan dengan cara asam ataupun basa dan akti@asi secara %isika dengan cara
pemanasan.
a. Akti(asi Kimia
.roses akti@asi kimia ditandai dengan perendaman bahan baku
menggunakan dehidrating agent (agen pendehidrasi) pada ,aktu tertentu. Ada
dua cara pembuatan karbon akti% melalui akti@asi kimia, yaitu menggunakan
bahan baku karbon hasil proses karbonisasi (arang) dan bahan baku asal (bahan
mentah). Dehidrating agent yang dapat digunakan dalam akti@asi kimia antara
lain adalah asan %os%at, seng klorida, asam sul%at, hidroksidalogam alkali, karbonat
dan klorida dari *a
E
, <g
E
dan 0e
)E
. 7euntungan yang dapat diperoleh dengan
penggunaan akti@asi kimia ini adalah ,aktu akti@asi yang relati% singkat, produk
karbon yang diperoleh hasilnya lebih baik dan si%at adsorpsi yang baik. 'i sisi
lain, penggunaan bahan kimia berupa asam kuat atau basa kuat sebagai akti@ator
dapat mencemari lingkungan (tidak ramah terhadap lingkungan).
b. Akti(asi )isika
1)
<etode dasar akti@asi %isika ditandai dengan adanya penggunaan
oxidating agent (gas-gas pengoksidasi) misalnya uap air, *+

dan +

pada
temperatur tinggi (F6!!-1!!!
o
*). .ada proses akti@asi ini, karbon bereaksi
dengan gas pengoksidasi dan menghasilkan *+ yang terlepas dari permukaan
karbon. #al ini menyebabkan terbentuknya struktur karbon yang berpori. .ori-
pori karbon biasanya mengandung tar dan menutup permukaan struktur amor%
karbon. 7arbon amor% ini kemudian direaksikan dengan gas oksidator yang
menyebabkan terbukanya pori-pori dan menghasilkan suatu struktur karbon yang
baru. Temperatur saat akti@asi %isika berperan penting dalam keberhasilan proses
oksidasi. .ada temperatur rendah, la$u reaksi oksidasi sangat kecil sehingga
menghambat perpindahan gas pengoksidasi menu$u permukaan karbon.
Sebaliknya, pada temperatur tinggi, la$u reaksi oksidasi $uga men$adi sangat tinggi
sehingga memungkinkan seluruh oksidator bereaksi dengan karbon.
2.* Lum"ur Peng!lahan Air
.engolahan air dengan ta,as selain menghasilkan air bersih $uga diikuti
dengan dihasilkannya lumpur (sludge) sebagai produk sampingan. >umpur yang
dihasilkan harus ditangani dengan baik agar tidak menimbulkan dampak negati%
pada lingkungan. #ampir semua lumpur hasil pengolahan air dibuang begitu sa$a
ke sungai maupun men$adi suatu timbunan tanah. .enga,asan dan pembuangan
dari lumpur berpengaruh secara signi%ikan terhadap biaya pengolahan air. +leh
karena itu, perlu diadakan pengolahan secara khusus agar lumpur tersebut dapat
diman%aatkan kembali untuk berbagai keperluan, misalnya sebagai koagulan
(.ollution .re@ention *hallenge =rant, 126:G Selintung dan A&ikin, !!).
>umpur pengolahan air merupakan hasil dari proses kimia yang meliputi
proses koagulasi, %lokulasi dan sedimentasi dari air baku. .roses koagulasi dan
%lokulasi yang tidak sempurna menghasilkan lumpur yang penanganannya tidak
e%isien. .enanganan lumpur dari pencucian saringan baik pada bak sedimentasi
maupun bak penyaring, biasanya sulit ditangani karena kandungan padatannya
yang rendah bahkan setelah mengalami pemekatan (thickening) sekalipun. .roses
13
pengeringannya buruk dan padatan tersebut umumnya sulit dipisahkan secara
gra@itasi tanpa penggunaan koagulan.
/paya mengurangi @olume lumpur yang dihasilkan pada 5nstalasi
.engolahan Air (5.A) dapat diterapkan dengan pemberian konsentrasi yang tepat
untuk menghasilkan %lok yang e%isien, yaitu dapat mengendap dengan baik dan
mudah. Dumlah lumpur dapat diketahui berdasarkan $umlah pemakaian bahan
kimia untuk proses koagulasi dan %lokulasi. .roduksi lumpur meningkat pada
musim hu$an akibat peningkatan kekeruhan yang disebabkan oleh erosi. #al ini
merupakan salah satu ciri air permukaan. Dumlah pemakaian bahan kimia untuk
penanganan kekeruhan tergantung pada tingkat kekeruhan, dengan demikian
pemakaian bahan kimia yang meningkat mengindikasikan adanya peningkatan
produksi lumpur (Selintung dan A&ikin, !!).
>umpur yang dihasilkan dari proses koagulasi-%lokulasi banyak
mengandung pengotor, material tanah, material organik dan logam. >umpur yang
terakumulasi di dalam suatu proses pengolahan air harus diperlakukan dan
dibuang dengan cara yang e%ekti% dan aman. Ada dua $enis lumpur yang
dihasilkan dalam pengolahan air, yaitu "
a. lumpur yang dihasilkan dari proses koagulasi
b. lumpur yang berasal dari proses pelunakan air (kesadahan)
>umpur ini sulit untuk dikeringkan atau bersi%at dewatering.
.enyebabnya adalah dalam proses koagulasi $uga dihasilkan aluminium
hidroksida, Al(+#)
)
. Aluminium hidroksida ini akan membentuk matriks yang
menyerupai agar-agar yang dapat mengikat air dalam $umlah yang besar. <atriks
Al(+#)
)
ini selan$utnya membentuk sistem yang sangat besar dengan $umlah
padatan total yang kecil. >umpur yang berasal dari proses pelunakan air
(kesadahan) sebagian besar mengandung kalsium karbonat dan magnesium
dengan beberapa &at organik dan anorganik (=oldman and Batson, 12-:G
4eynolds et al., 122:).