Anda di halaman 1dari 167

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

DIREKTORAT J ENDERAL PAJ AK



BUKU INI TIDAK UNTUK DIPERJUAL BELIKAN

BENDAHARA MAHIR PAJAK
EDISI REVISI
ii
BENDAHARA MAHIR PAJAK
(EDISI REVISI)
Buku II 2013
Diterbitkan oleh Tim Penyusun Direktorat Peraturan Perpajakan II
2013
Direktorat Jenderal Pajak
Jl. Gatot Subroto Kav. 40-42
Jakarta Selatan 12190
Telp. (021) 5250208, Fax. (021) 5732064
E-mail: pengaduan@pajak.go.id
iii
SAMBUTAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
berkat rahmat-Nya Direktorat Jenderal Pajak, diberi
amanat negara sebagai institusi yang sangat besar oleh
Pemerintah dan DPR untuk menghimpun penerimaan
negara dari sektor pajak. Target penerimaan pajak akan
menembus angka lebih dari Rp1.000 triliun pada tahun
2014 yang akan datang, dan akan terus meningkat setiap
tahunnya. Porsi penerimaan tersebut bersumber dari
penerimaan PPh orang pribadi dan badan, penerimaan
dari pemotongan dan/atau pemungutan PPh, serta
penerimaan dari pemungutan PPN yang dilakukan oleh
Bendahara Pemerintah atas pembayaran yang bersumber
dari APBN/APBD. Seperti diketahui bahwa saat ini Ditjen
Anggaran mengelola dana APBN/APBD lebih kurang
Rp1.600 triliun.
Sebagai pihak yang diberikan amanat oleh Undang-
Undang Perpajakan untuk memotong/memungut
dan menyetorkan PPh dan/atau PPN yang terutang,
Bendahara Pemerintah harus memahami dengan benar
ketentuan perpajakan yang berlaku. Untuk itu, Bendahara
Pemerintah perlu dibekali buku panduan yang singkat
tetapi komprehensif mengenai tata cara pemenuhan hak
dan kewajiban perpajakan.
iv
Kami menyambut baik diterbitkannya buku
Bendahara Mahir Pajak edisi revisi ini, yang merupakan
penyempurnaan buku edisi sebelumnya sesuai dengan
ketentuan perpajakan yang terbaru. Diharapkan buku ini
dapat memberikan manfaat yang besar bagi semua pihak
dan tak lupa kami sampaikan ucapan terima kasih dan
penghargaan yang tinggi kepada Bendahara Pemerintah
yang telah ikut membantu tugas Direktorat Jenderal Pajak
dalam mengamankan penerimaan negara.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu memberi kekuatan
dan petunjuk kepada kita untuk dapat melaksanakan
tugas menghimpun penerimaan negara dari sektor pajak
dengan penuh tanggung jawab.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Jakarta, November 2013
Direktur Jenderal Pajak
Ahmad Fuad Rahmany
v
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Pada pertengahan tahun 2011, Direktorat Jenderal
Pajak telah menerbitkan buku panduan perpajakan bagi
Bendahara Pemerintah yaitu buku Bendahara Mahir
Pajak. Sambutan dari para pemangku kepentingan yang
sangat membutuhkan buku tersebut sangat positif. Hal
ini dapat tercermin dari tingginya permintaan akan buku
tersebut baik yang berbentuk buku maupun e-book yang
dapat diunduh secara gratis di situs Direktorat Jenderal
Pajak.
Seiring dengan berjalannya waktu, ada beberapa
ketentuan perpajakan yang mengalami perubahan dan
ada ketentuan perpajakan yang sifatnya baru. Ketentuan
yang mengalami perubahan antara lain ketentuan
mengenai besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)
dan ketentuan mengenai PPh Pasal 22. Sedangkan
ketentuan yang sifatnya baru adalah pengenaan PPh
fnal sebesar 1% terhadap penghasilan Wajib Pajak yang
melakukan kegiatan usaha dengan peredaran bruto tidak
melebihi Rp4,8 miliar.
Dampak dari adanya perubahan peraturan maupun
peraturan baru tersebut adalah perlu dilakukan penyesuaian
terhadap simulasi penghitungan pemotongan atau
pemungutan PPh yang terdapat dalam buku Bendahara
Mahir Pajak. Hal yang cukup mendasar adalah ketentuan
mengenai Surat Keterangan Bebas bagi Wajib Pajak yang
melakukan kegiatan usaha dengan peredaran bruto
vi
tidak melebihi Rp4,8 miliar yang diatur dalam Peraturan
Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013.
Semoga buku ini dapat memberikan manfaat bagi
Bendahara Pemerintah dalam melaksanakan seluruh
kewajiban perpajakannya dengan baik dan benar sesuai
dengan ketentuan yang berlaku sehingga kepatuhan
Wajib Pajak diharapkan juga akan semakin meningkat.
Penghargaan saya sampaikan kepada segenap
pegawai Direktorat Peraturan Perpajakan II dan pegawai
di unit lainnya serta pihak-pihak lain yang telah ikut
berkontribusi dalam penyusunan buku ini, semoga usaha
yang telah dilakukan akan memberikan manfaat bagi
Direktorat Jenderal Pajak.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Jakarta, November 2013
Direktur Peraturan Perpajakan II,

P.M. John L. Hutagaol
vii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL .............................................................................. i
SAMBUTAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK ......................................... iii
KATA PENGANTAR ............................................................................ v
DAFTAR ISI .......................................................................................... vii
CARA MUDAH MEMAHAMI BUKU INI .............................................. ix
I. PENJELASAN UMUM ..................................................................... 1
A. Mendaftarkan Diri Menjadi Wajib Pajak ............................... 1
B. Melakukan Pemotongan dan/atau pemungutan PPh, PPN
dan Bea Materai ...................................................................... 2
1. Pemotongan PPh Pasal 21 ................................................... 2
2. Pemungutan PPh Pasal 22 ................................................... 4
3. Pemotongan PPh Pasal 23 ................................................... 5
4. Pemotongan/Pemungutan PPh Pasal 4 ayat (2) .............. 7
5. Pemungutan Pajak Pertambahan Nilai ........................... 11
6. Bea Materai ......................................................................... 13
C. Kewajiban Penyetoran dan Pelaporan ............................... 17
II. SIMULASI PENGHITUNGAN, PEMOTONGAN DAN PEMUNGUTAN
PAJAK OLEH BENDAHARA ......................................................... 21
A. Belanja Gaji, Tunjangan, dan Honorarium ..................... 21
1. Belanja Gaji dan Tunjangan ....................................... 21
2. Belanja Honorarium ...................................................... 26
B. Belanja Barang, Modal, Jasa dan Hibah ........................ 28
1. Belanja Barang ................................................................ 28
2. Belanja Modal ................................................................. 34
3. BelanjaJasa ..................................................................... 45
4. belanja Hibah .................................................................. 53
viii
III. PENGISIAN FORMULIR BUKTI PEMOTONGAN, SURAT SETORAN
PAJAK, FAKTUR PAJAK DAN SURAT PEMBERITAHUAN MASA42
A. Belanja Gaji, Tunjangan, dan Honorarium .......................... 57
1. Pengisian formulir untuk T1, T2, T3 dan T4 ........................ 57
B. Belanja Barang Modal, Jasa dan Hibah .............................. 90
1. Pengisian formulir untuk T5-2 ............................................. 90
2. Pengisian formulir untuk T5-4 ............................................. 93
3. Pengisian formulir untuk T6 ................................................. 95
4. Pengisian formulir untuk T7 ................................................. 98
5. Pengisian formulir untuk T8 ............................................... 105
6. Pengisian formulir untuk T9 .............................................. 116
7. Pengisian formulir untuk T11..............................................119
8. Pengisian formulir untuk T12..............................................123
9. Pengisian formulir untuk T13..............................................132
10. Pengisian formulir untuk T14............................................142
DAFTAR PERATURAN TERKAIT..........................................................147
TIM PENYUSUN .................................................................................154
ix
*
T1: Pertanyaan nomor 1

**J1: Jawaban atas pertanyaan nomor 1


Bagaimana cara pengisian formulirnya?

mengidentifikasi
pengeluaran anggaran
sesuai dengan Kode Mata
Anggaran Kegiatan/Proyek
Belanja
Gaji/Honorarium
Belanja
Barang
/Modal
Belanja
Jasa
Hibah






Bab

III
CARA MUDAH MEMAHAMI BUKU INI

Penjelasan umum pajak yang terkait dengan
pengeluaran tersebut: (BAB I)
a. PPh Pasal 21
b. PPh Pasal 22
c. PPh Pasal 23
d. PPh Pasal 4 (2)
e. PPN
f. Bea Meterai



Bab I

Bagaimana cara menghitung pemotongan dan
pemungutan pajaknya? (BAB II)
T1* : Bendahara Kantor Imigrasi Medan ...

J1
**
: Atas pembayaran gaji ...

.
Bab II
1
S
esuai dengan ketentuan yang
berlaku di bidang perpajakan, pihak
yang melakukan pemotongan dan
pemungutan pajak atas pengeluaran yang
berasal dari APBN/APBD adalah bendahara
pemerintah. Termasuk dalam pengertian
bendahara pemerintah antara lain bendahara
pengeluaran, pemegang kas dan pejabat lain
yang menjalankan fungsi yang sama.
Sebagai pihak yang melakukan
pemotongan dan pemungutan pajak,
bendahara pemerintah harus mengerti aspek-aspek
perpajakan, terutama yang berkaitan dengan kewajiban
untuk melakukan pemotongan dan/atau pemungutan
Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN) serta
Bea Meterai. Secara umum, kewajiban perpajakan bagi
bendahara pemerintah adalah:
A. Mendaftarkan Diri Menjadi Wajib Pajak
Bendahara pemerintah yang mengelola dana yang
bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
wajib mendaftarkan diri untuk mendapatkan Nomor
Pokok Wajib Pajak (NPWP) sebagai identitas bendahara
dalam menjalankan kewajiban perpajakannya yaitu
memotong/memungut, menyetor, dan melaporkan
PPh dan/atau PPN.
1. Tempat pendaftaran
Bendahara pemerintah wajib mendaftarkan diri ke
Kantor Pelayanan Pajak (KPP) yang sesuai dengan
tempat kedudukan unit kerja.
I. PENJELASAN UMUM

Pokok Pembahasan:
A. Mendaftarkan Diri Menjadi Wajib
Pajak
B. Melakukan Pemotongan dan/atau
Pemungutan PPh, PPN dan Bea
Materai
C. Kewajiban Penyetoran dan
pelaporan


2
2. Tata cara pendaftaran
a. mengisi formulir pendaftaran Wajib Pajak
untuk Wajib Pajak bendahara yang tersedia
di KPP dengan melampirkan fotokopi surat
penunjukan sebagai bendahara dan Kartu
Tanda Penduduk bendahara tersebut;
b. KPP menerbitkan NPWP yang terdiri dari 15 digit
dan Surat Keterangan Terdaftar paling lama 1
(satu) hari kerja sejak permohonan diterima secara
lengkap;
NPWP akan diterbitkan oleh KPP dengan nama
bendahara unit/satuan kerja, misal Bendahara SD
Negeri 1 Kalitinggar dengan NPWP 00.031.557.0-
529.000.
B. Melakukan Pemotongan dan/atau Pemungutan PPh,
PPN dan Bea Materai
Kewajiban bendahara pemerintah sehubungan
dengan Pajak Penghasilan, Pajak Pertambahan
Nilai dan Bea Meterai adalah pemotongan dan/
atau pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 21, Pajak
Penghasilan Pasal 22, Pajak Penghasilan Pasal 23, Pajak
Penghasilan Pasal 4 ayat (2), Pajak Pertambahan Nilai
dan Bea Meterai.
1. Pemotongan PPh Pasal 21
Pemotongan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21
adalah cara pelunasan pajak dalam tahun berjalan
melalui pemotongan pajak atas penghasilan yang
diterima atau diperoleh Wajib Pajak Orang Pribadi
dalam negeri sehubungan dengan pekerjaan,
jasa, dan kegiatan. Bendahara pemerintah yang
membayar gaji, upah, honorarium, tunjangan,
dan pembayaran lainnya sehubungan dengan
pekerjaan/jasa/kegiatan wajib melakukan
pemotongan PPh Pasal 21.
3
Pembayaran Penghasilan yang wajib dipotong
PPh Pasal 21 oleh bendahara pemerintah antara
lain adalah pembayaran atas gaji, tunjangan,
honorarium, upah, uang makan dan pembayaran
lainnya (tidak termasuk pembayaran biaya
perjalanan dinas), baik kepada pegawai maupun
bukan pegawai.
Berikut skema pemotongan PPh Pasal 21 oleh
bendahara adalah sebagai berikut:
Terutang PPh Pasal 21
Sumber Dana: APBN/APBD
Penghasilan tetap dan teratur
setiap bulan
Pejabat Negara, PNS, Anggota TNI, Anggota POLRI dan Pensiunannya
Ditanggung Pemerintah,
KECUALI atas PPh Pasal 21
atas tambahan tarif 20%
karena belum punya NPWP
Tidak Ditanggung
Pemerintah
Tidak Bersifat Final Bersifat Final
Penghasilan lainnya
Diterima oleh
Gambar 1. Skema Pemotongan PPh Pasal 21 oleh Bendahara
Catatan: apabila penerima penghasilan adalah
selain Pejabat Negara, PNS, Anggota TNI/POLRI dan
pensiunannya, pemotongan PPh Pasal 21 mengacu pada
ketentuan umum pemotongan PPh Pasal 21.
4

Peraturan terkait pelaksanaan pemotongan PPh Pasal 21 adalah:
1. Pasal 21 Undang-undang PPh;
2. Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2010;
3. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 252/PMK.03/2008;
4. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 262/PMK.03/2010;
5. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 162/PMK.011/2012;
6. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-31/PJ/2012;
7. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-14/PJ/2013.
2. Pemungutan PPh Pasal 22
Pemungutan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22
dilakukan sehubungan dengan pembayaran atas
pembelian barang seperti: komputer, meubeler, mo-
bil dinas, ATK dan barang lainnya oleh Pemerintah
kepada Wajib Pajak penyedia barang. Pemungutan
PPh Pasal 22 dilakukan oleh:
a. bendahara pemerintah dan Kuasa Pengguna
Anggaran (KPA) sebagai pemungut pajak
pada Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah,
Instansi atau lembaga Pemerintah dan
lembaga-lembaga negara lainnya berkenaan
dengan pembayaran atas pembelian barang;
b. bendahara pengeluaran untuk pembayaran yang
dilakukan dengan mekanisme uang persediaan
(UP);
c. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) atau pejabat
penerbit Surat Perintah Membayar yang diberi
delegasi oleh KPA, untuk pembayaran kepada
pihak ketiga yang dilakukan dengan mekanisme
pembayaran langsung (LS).
Besarnya PPh Pasal 22 yang wajib dipungut adalah:
1,5% x harga beli (tidak termasuk PPN)
5
Pemungutan PPh Pasal 22 atas belanja
barang tidak dilakukan apabila:
a. pembelian barang dengan nilai maksimal
pembelian Rp2.000.000,00 dengan tidak
dipecah-pecah dalam beberapa faktur;
b. pembelian bahan bakar minyak,
listrik, gas, pelumas, air minum/
PDAM dan benda-benda pos; dan
c. pembayaran untuk pembelian barang
sehubungan dengan penggunaan dana
Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Peraturan terkait pelaksanaan pemungutan PPh Pasal 22 adalah:
1. Pasal 22 Undang-Undang PPh;
2. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 154/PMK.03/2010
sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri
Keuangan Nomor 224/PMK.11/2012;
3. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-57/PJ/2010
sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Direktur
Jenderal Pajak Nomor PER-06/PJ/2013.
3. Pemotongan PPh Pasal 23
Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 23 atau
PPh Pasal 23 adalah cara pelunasan pajak dalam
tahun berjalan melalui pemotongan pajak atas
penghasilan yang dibayarkan oleh bendahara
kepada pihak lain. Penghasilan yang dibayarkan
tersebut antara lain:
a. sewa dan penghasilan (PPh) lain sehubungan
dengan penggunaan harta, royalti, hadiah/
penghargaan.
b. imbalan sehubungan dengan jasa teknik, jasa
manajemen, jasa konsultan dan jasa lain.


Tidak dipungut PPh Pasal
22:
Pembelian barang s/d
Rp2.000.000,00
Pembelian BBM,
listrik, gas, pelumas,
air minum/PDAM dan
benda pos
Pembelian barang
dengan dana BOS
6
Jasa lain yang menjadi objek pemotongan PPh Pasal 23
antara lain:
1. Jasa penilai (appraisal);
2. Jasa aktuaris;
3. Jasa akuntansi, pembukuan,
dan atestasi laporan
keuangan;
4. Jasa perancang (design);
5. Jasa penunjang di bidang
penerbangan dan bandar
udara;
6. Jasa penebangan hutan;
7. Jasa pengolahan limbah;
8. Jasa penyedia tenaga kerja
(outsourcing services)
9. Jasa perantara dan/atau
keagenan;
10. Jasa kustodian/penyimpanan/
penitipan, kecuali yang
dilakukan oleh KSEI;
11. Jasa sehubungan dengan
software computer, termasuk
perawatan, pemeliharaan
dan perbaikan;
12. Jasa instalasi/pemasangan
mesin, peralatan, listrik,
telepon, air, gas, AC, dan/atau
TV kabel, selain yang dilakukan
oleh Wajib Pajak yang ruang
lingkupnya di bidang konstruksi
dan mempunyai izin dan/atau
sertifkasi sebagai pengusaha
konstruksi;
13. Jasa Perawatan/perbaikan/
pemeliharaan mesin,
peralatan, listrik, telepon,
air, gas, AC, TV kabel, alat
transportasi/kendaraan dan/
atau bangunan, selain yang
dilakukan oleh Wajib Pajak yang
ruang lingkupnya di bidang
konstruksi dan mempunyai izin
dan/atau sertifkasi sebagai
pengusaha konstruksi;
14. Jasa maklon;
15. Jasa penyelenggara kegiatan
atau event organizer;
16. Jasa pengepakan;
17. Jasa penyediaan tempat dan/
atau waktu dalam media
masa, media luar ruang atau
media lain untuk penyampaian
informasi;
18. Jasa pembasmian hama;
19. Jasa kebersihan atau cleaning
service;
20. Jasa catering atau tata boga.

Peraturan-peraturan terkait pelaksanaan pemotongan PPh Pasal
23 adalah:
1. Pasal 23 Undang-Undang PPh
2. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 244/PMK.03/
2008
7
4. Pemotongan / Pemungutan PPh Pasal 4 ayat (2)
Pemotongan atau pemungutan Pajak Penghasilan
(PPh) Pasal 4 ayat (2) adalah cara pelunasan
pajak dalam tahun berjalan antara lain melalui
pemotongan atau pemungutan pajak yang bersifat
fnal atas penghasilan tertentu yang ditetapkan
dengan Peraturan Pemerintah.
Penghasilan tertentu yang dikenai Pajak
Penghasilan bersifat fnal adalah:
a. Persewaan tanah dan/atau bangunan
1) objek PPh Final adalah sewa tanah dan/
atau bangunan berupa tanah, rumah, rumah
susun, apartemen, kondominium, gedung
perkantoran, pertokoan, gedung pertemuan
termasuk bagiannya, rumah kantor, toko,
rumah toko, gudang, bangunan industri.
2) besarnya PPh Final yang dipotong adalah
10% dari jumlah bruto nilai persewaan, baik
yang menyewakan Wajib Pajak Orang Pribadi
maupun Badan.
3) jumlah bruto nilai persewaan adalah jumlah
yang dibayarkan/terutang oleh penyewa
termasuk biaya perawatan, pemeliharaan,
keamanan, fasilitas lainnya, dan service charge
(baik perjanjiannya dibuat secara terpisah
maupun disatukan).
b. Pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan
1) objek PPh fnal adalah penghasilan dari
pengalihan hak atas tanah dan/atau
bangunan meliputi penjualan, tukar-menukar,
perjanjian pemindahan hak, pelepasan hak,
penyerahan hak, lelang, hibah, atau cara lain
yang disepakati.
2) besarnya PPh Final yang dipungut adalah 5%
dari jumlah bruto nilai pengalihan hak atas
8
tanah dan/atau bangunan.
3) pembebasan PPh Final dapat diberikan
atas pengalihan hak atas tanah dan/atau
bangunan kepada:
a) orang pribadi yang mempunyai
penghasilan di bawah PTKP yang jumlah
bruto pengalihan hak atas tanah dan/atau
bangunannya kurang dari Rp60.000.000,00
(enam puluh juta rupiah) dan bukan
merupakan jumlah yang dipecah-pecah.
Pembebasan diberikan melalui penerbitan
Surat Keterangan Bebas (SKB) oleh Kepala
KPP tempat Wajib Pajak terdaftar
b) pengalihan hak atas tanah dan/atau
bangunan kepada pemerintah guna
pelaksanaan pembangunan untuk
kepentingan umum yang memerlukan
persyaratan khusus yaitu pembebasan
tanah oleh pemerintah untuk proyek-
proyek jalan umum, saluran pembuangan
air, waduk, bendungan dan bangunan
pengairan lainnya, saluran irigasi,
pelabuhan laut, bandar udara, fasilitas
keselamatan umum seperti tanggul
penanggulangan bahaya banjir, lahar dan
bencana lainnya, dan fasilitas Angkatan
Bersenjata Republik Indonesia.
c) pengalihan hak atas tanah dan/atau
bangunan yang dilakukan oleh orang
pribadi atau badan yang tidak termasuk
subjek pajak (seperti: pemerintah dan
perwakilan negara asing).
9
Pembebasan sebagaimana dimaksud
dalam huruf b) dan c) diberikan tanpa
melalui penerbitan SKB
c. Jasa konstruksi
1) pekerjaan konstruksi adalah keseluruhan atau
sebagian rangkaian kegiatan perencanaan
dan/atau pelaksanaan beserta pengawasan
yang mencakup pekerjaan arsitektural, sipil,
mekanikal, elektrikal, dan tata lingkungan
masing-masing beserta kelengkapannya untuk
mewujudkan suatu bangunan atau bentuk fsik
lain.
2) perencanaan konstruksi adalah pemberian
jasa oleh orang pribadi atau badan yang
dinyatakan ahli yang profesional di bidang
perencanaan jasa konstruksi yang mampu
mewujudkan pekerjaan dalam bentuk
dokumen perencanaan bangunan fsik lain.
3) pelaksanaan konstruksi adalah pemberian
jasa oleh orang pribadi atau badan yang
dinyatakan ahli yang profesional di bidang
pelaksanaan jasa konstruksi yang mampu
menyelenggarakan kegiatannya untuk
mewujudkan suatu hasil perencanaan
menjadi bentuk bangunan atau bentuk
fsik lain, termasuk di dalamnya pekerjaan
konstruksi terintegrasi yaitu penggabungan
fungsi layanan dalam model penggabungan
perencanaan, pengadaan, dan
pembangunan (engineering, procurement
and construction) serta model penggabungan
perencanaan dan pembangunan (design and
build).
4) pengawasan konstruksi adalah pemberian
jasa oleh orang pribadi atau badan yang
10
dinyatakan ahli yang profesional di bidang
pengawasan jasa konstruksi, yang mampu
melaksanakan pekerjaan pengawasan sejak
awal pelaksanaan pekerjaan konstruksi sampai
selesai dan diserahterimakan.
5) Tarif dan Dasar Pengenaan PPh Final Jasa
Konstruksi:
JASA KONSTRUKSI
mempunyai
kualifikasi
usaha
Tidak
mempunyai
kualifikasi
usaha
Dengan
kualifikasi
usaha
tanpa
kualifikasi
usaha
kecil Selain kecil
TARIF
6% 4% 4% 3% 2%
PPh bersifat final
Perencana/Pengawas
Konstruksi
Pelaksana
Konstruksi

Gambar 2. Tarif dan Dasar Pengenaan PPh Final atas Jasa
Konstruksi
Peraturan-peraturan terkait pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) adalah:
1. Pasal 4 ayat (2) Undang-Undang PPh;
2. PP Nomor 48 Tahun 1994 sebagaimana telah diubah terakhir dengan PP
Nomor 71 Tahun 2008;
3. PP Nomor 29 Tahun 1996 sebagaimana telah diubah dengan PP Nomor
5 Tahun 2002;
4. PP Nomor 51 Tahun 2008 sebagaimana telah diubah dengan PP Nomor
40 Tahun 2009;
5. Keputusan Menteri Keuangan 635/KMK.04/1994 sebagaimana telah
beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Keuangan
Nomor 243/PMK.03/2008;
6. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 394/KMK.04/1996 sebagaimana
telah diubah dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 120/
KMK.03/2002;
7. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 187/PMK.03/2008 sebagaimana telah
diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 153/PMK.03/2009;
8. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-227/PJ./2002.
11
5. Pemungutan Pajak Pertambahan Nilai
Pemungutan Pajak Pertambahan Nilai
atau PPN merupakan pelunasan pajak yang
dikenakan atas setiap transaksi pembelian
barang atau perolehan jasa dari pihak
ketiga, misal pembelian alat tulis kantor,
pembelian seragam untuk keperluan dinas,
pembelian komputer, pembelian mesin
absensi pegawai, perolehan jasa konstruksi,
perolehan jasa pemasangan mesin absensi,
perolehan jasa perawatan AC kantor, dan
perolehan jasa atas tenaga keamanan.
Secara umum, atas setiap transaksi
pembelian barang dan perolehan jasa dari
pihak ketiga/rekanan yang dibayar oleh
bendahara harus dipungut PPN. Namun
demikian, terdapat beberapa transaksi
pembelian barang dan perolehan jasa dari pihak
ketiga yang tidak perlu dipungut PPN oleh bendahara
yaitu:
a. pembayaran yang jumlahnya paling banyak
Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah) dan tidak
merupakan pembayaran yang terpecah-pecah;
b. pembayaran untuk pembebasan tanah, kecuali
pembayaran atas penyerahan tanah oleh real
estate atau industrial estate;
c. pembayaran atas penyerahan Barang Kena
Pajak dan/atau Jasa Kena Pajak yang menurut
ketentuan perundang-undangan yang berlaku,
mendapat fasilitas Pajak Pertambahan Nilai tidak
dipungut dan/atau dibebaskan dari pengenaan
Pajak Pertambahan Nilai;
d. pembayaran atas penyerahan Bahan Bakar
Minyak dan Bukan Bahan Bakar Minyak oleh PT
Pertamina (Persero);
Tidak dipungut PPN:
pembayaran
Rp1.000.000,00
pembayaran untuk
pembebasan tanah
pembayaran BKP/JKP yang
PPN tidak dipungut
dan/atau dibebaskan
pembayaran BBM dan
bukan BBM oleh Pertamina
pembayaran rekening
telepon
pembayaran jasa angkutan
udara
pembayaran barang yang
tidak dikenakan PPN


12
e. pembayaran atas rekening telepon;
f. pembayaran atas jasa angkutan udara yang
diserahkan oleh perusahaan penerbangan;
g. pembayaran lainnya untuk penyerahan barang
atau jasa yang menurut ketentuan perundang-
undangan yang berlaku tidak dikenakan Pajak
Pertambahan Nilai.
Apabila terjadi kesalahan pemungutan Pajak
Pertambahan Nilai berupa pemungutan Pajak
Pertambahan Nilai yang lebih besar daripada
yang seharusnya atau kesalahan pemungutan
yang bukan merupakan objek Pajak Pertambahan
Nilai, maka atas kelebihan pembayaran PPN yang
seharusnya tidak terutang tersebut dapat dimintakan
pengembalian.
Pada prinsipnya, permohonan pengembalian
kelebihan pembayaran PPN yang seharusnya tidak
terutang hanya dapat diajukan oleh pihak yang
benar-benar menanggung pajak yaitu pihak yang
harus menanggung pemungutan pajak tersebut.
Dalam hal PPN dan/atau PPnBM yang telah
dipungut oleh bendahara Pemerintah lebih besar
daripada pajak yang seharusnya dipungut, maka
atas kelebihan pemungutan PPN dan/atau PPnBM
tersebut hanya dapat diajukan permohonan
pengembalian kelebihan pembayaran pajak
yang seharusnya tidak terutang oleh bendahara
Pemerintah selaku pihak yang dipungut ke KPP
tempat bendahara terdaftar.
Sebagai contoh, bendahara telah memungut PPN
sebesar Rp500.000.000 atas transaksi pembebasan
tanah senilai Rp5.000.000.000,00 dari Wajib Pajak
orang pribadi yang bukan pengusaha real estate.
Berdasarkan ketentuan, atas pembebasan tanah
tersebut seharusnya tidak dipungut PPN oleh
13
bendahara. Maka atas PPN yang telah dipungut
tersebut, dapat dimintakan pengembalian pajak
yang seharusnya tidak terutang oleh bendahara ke
KPP tempat bendahara terdaftar sesuai PMK Nomor
10/PMK.03/2013.
Peraturan-peraturan terkait pemungutan PPN adalah antara lain:
1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 sebagaimana telah
beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor
42 Tahun 2009;
2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2012;
3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2001
sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan
Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2007;
4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 1995
sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan
Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2001;
5. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68/PMK.03/2010;
6. Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 563/
KMK.03/2003;
7. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-24/PJ/2012
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Direktur Jenderal
Pajak Nomor PER-08/PJ/2013;
8. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-44/PJ/2010
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Direktur Jenderal
Pajak Nomor PER-11/PJ/2013;
9. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-147/PJ./2006;
10. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-382/PJ./2002.
6. Bea Meterai
Bea meterai adalah pajak yang dikenakan atas
dokumen berupa kertas yang menurut Undang-
Undang Bea Meterai menjadi objek Bea Meterai.
Dokumen yang dikenai bea meterai antara lain
adalah dokumen yang berbentuk surat yang
memuat jumlah uang, seperti kuitansi, dan dokumen
yang bersifat perdata, seperti dokumen perjanjian
pembangunan gedung kantor dengan pengusaha
jasa konstruksi dan dokumen kontrak pengadaan
jasa tenaga kebersihan.
14
Objek dan Tarif Bea Meterai
No. Objek Tarif
1. Surat perjanjian dan surat-surat lainnya yang dibuat
dengan tujuan untuk digunakan sebagai alat
pembuktian mengenai perbuatan, kenyataan atau
keadaan yang bersifat perdata.
Rp6.000,00
2. akta-akta notaris termasuk salinannya. Rp6.000,00
3. akta-akta yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta
Tanah termasuk rangkap-rangkapnya.
Rp6.000,00
4. Surat yang memuat jumlah uang, seperti kuitansi, billing
statement, dll:
a. 0 s.d. Rp250.000,00; -
b. Di atas Rp250.000,00 s.d. Rp1.000.000,00; Rp3.000,00
c. Di atas Rp1.000.000,00. Rp6.000,00
5. Surat berharga seperti wesel, promes, dan aksep. Rp6.000,00
6. Cek dan bilyet giro. Rp3.000,00
7. Efek atau sekumpulan efek dengan nama dan dalam
bentuk apapun:
a. Harga nominal sampai dengan Rp1.000.000,00; Rp3.000,00
b. Harga nominal di atas Rp1.000.000,00. Rp6.000,00
8. Dokumen yang akan digunakan sebagai alat
pembuktian di muka Pengadilan.
Rp6.000,00
Bea Meterai tidak dikenakan atas:
a. dokumen yang berupa :
1) surat penyimpanan barang;
2) konosemen;
3) surat angkutan penumpang dan barang;
4) keterangan pemindahan yang dituliskan di
atas dokumen sebagaimana dimaksud dalam
huruf a, huruf b, dan huruf c;
5) bukti untuk pengiriman dan penerimaan
barang;
6) surat pengiriman barang untuk dijual atas
tanggungan pengirim;
15
7) surat-surat lainnya yang dapat disamakan
dengan surat-surat sebagaimana dimaksud
dalam huruf a sampai huruf f.
b. segala bentuk Ijazah;
c. tanda terima gaji, uang tunggu, pensiun, uang
tunjangan, dan pembayaran lainnya yang ada
kaitannya dengan hubungan kerja serta surat-
surat yang diserahkan untuk mendapatkan
pembayaran itu;
d. tanda bukti penerimaan uang Negara dari kas
Negara, Kas Pemerintah Daerah, dan bank;
e. kuitansi untuk semua jenis pajak dan untuk
penerimaan lainnya yang dapat disamakan
dengan itu dari Kas Negara, Kas Pemerintahan
Daerah dan bank;
f. tanda penerimaan uang yang dibuat untuk
keperluan intern organisasi;
g. dokumen yang menyebutkan tabungan,
pembayaran uang tabungan kepada penabung
oleh bank, koperasi, dan badan-badan lainnya
yang bergerak di bidang tersebut;
h. surat gadai yang diberikan oleh Perusahaan
Jawatan Pegadaian;
i. tanda pembagian keuntungan atau bunga dari
efek, dengan nama dan dalam bentuk apapun.
16
Gambar 3. Tata cara pelunasan Bea Materai
Dokumen yang merupakan objek Bea Meterai
yang Bea Meterainya tidak atau kurang dilunasi
sebagaimana mestinya dikenakan denda
administrasi sebesar 200% (dua ratus persen) dari Bea
Meterai yang tidak atau kurang dibayar. Pelunasan
atas Bea Meterai dan denda administrasi tersebut
dilakukan dengan cara Pemeteraian Kemudian di
Kantor Pos.

Peraturan-peraturan terkait Bea Meterai adalah:
1) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1985;
2) Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2000;
3) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 55/PMK.02/2009;
4) Keputusan Menteri Keuangan Nomor 133b/KMK.04/2000;
5) Keputusan Menteri Keuangan Nomor 476/KMK.03/2002;
6) Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-66/PJ/2010;
7) Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-122c/PJ./2000;
8) Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-122d/PJ./2000;
9) Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-02/PJ/2003.
17
C. Kewajiban Penyetoran dan Pelaporan
Kewajiban bendahara pemerintah selanjutnya
adalah menyetorkan PPh dan/atau PPN ke Bank
Persepsi/Kantor Pos penerima pembayaran dan
melaporkan SPT Masa PPh dan/atau PPN ke Kantor
Pelayanan Pajak (KPP) tempat Wajib Pajak bendahara
terdaftar sesuai batas waktu yang telah diatur dalam
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 80/PMK.03/2010
tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan
Nomor 184/PMK.03/2007 tentang Penentuan Tanggal
Jatuh Tempo Pembayaran dan Penyetoran Pajak,
Penentuan Tempat Pembayaran Pajak, dan Tata Cara
Pembayaran, Penyetoran, dan Pelaporan Pajak, serta
Tata Cara Pengangsuran dan Penundaan Pembayaran
Pajak.
Batas waktu pembayaran/penyetoran pajak
yang sudah dipotong dan/atau dipungut oleh
bendahara pemerintah serta tanggal pelaporan Surat
Pemberitahuan Masa adalah sebagai berikut:
Pasal Tanggal Penyetoran Tanggal Pelaporan
PPh Pasal 21 Paling lama tanggal 10
bulan berikutnya setelah
Masa Pajak berakhir
Paling lama 20 hari
setelah Masa Pajak
berakhir
PPh Pasal 22 Disetor pada hari
yang sama dengan
pelaksanaan
pembayaran
Paling lama 14 hari
setelah Masa Pajak
berakhir
Kewajiban pemotongan dan/atau pemungutan Pajak
Penghasilan yang bersifat tidak fnal tidak dilakukan dalam
hal bendahara pemerintah melakukan transaksi dengan
Wajib Pajak yang memenuhi ketentuan Peraturan Pemerintah
Nomor 46 Tahun 2013 dan menyerahkan Surat Keterangan
Bebas PPh yang telah dilegalisasi.
18
PPh Pasal 23 Paling lama tanggal 10
bulan berikutnya setelah
Masa Pajak berakhir
Paling lama 20 hari
setelah Masa Pajak be-
rakhir
PPh Pasal 4 ayat
(2)
Paling lama tanggal 10
bulan berikutnya setelah
Masa Pajak berakhir
Paling lama 20 hari
setelah Masa Pajak be-
rakhir
PPN a. Bendahara pengelu-
aran sebagai Pemu-
ngut PPN paling lama
tanggal 7 (tujuh) bu-
lan berikutnya setelah
Masa Pajak berakhir;
b. Pejabat Penandatan-
gan Surat Perintah
Membayar sebagai
Pemungut PPN harus
disetor pada hari yang
sama dengan pelaksa-
naan pembayaran ke-
pada Pengusaha Kena
Pajak Rekanan Pemer-
intah melalui Kantor
Pelayanan Perbenda-
haraan Negara.
a. Paling lama akhir bu-
lan berikutnya setelah
Masa Pajak berakhir;
b. Paling lama akhir bu-
lan berikutnya setelah
Masa Pajak berakhir.
Beberapa hal yang harus diperhatikan terkait dengan
kewajiban pemotongan/pemungutan, penyetoran
dan pelaporan pajak-pajak yang telah dipotong/
dipungut antara lain:
1. apabila batas akhir pembayaran atau penyetoran
pajak bertepatan dengan hari libur termasuk hari
Sabtu atau hari libur nasional, pembayaran atau
penyetoran pajak dapat dilakukan pada hari kerja
berikutnya;
2. apabila batas akhir pelaporan bertepatan dengan
hari libur termasuk hari Sabtu atau hari libur nasional,
19
pelaporan dapat dilakukan pada hari kerja
berikutnya;
3. pembayaran dan penyetoran pajak dilakukan di
Kantor Pos atau bank yang ditunjuk oleh Menteri
Keuangan dengan menggunakan Surat Setoran
Pajak atau sarana administrasi lain yang disamakan
dengan Surat Setoran Pajak;
4. dalam hal pencairan anggaran dengan mekanisme
pembayaran langsung (LS), maka pemindahbukuan
pajak yang dilakukan oleh KPPN merupakan
pembayaran dan penyetoran pajak yang terutang,
namun Surat Setoran Pajak tetap dipersiapkan oleh
bendahara yang bersangkutan;
5. Surat Setoran Pajak atau sarana administrasi lain
dianggap sah apabila telah divalidasi dengan
Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN);
6. bendahara sebagai Pemotong atau Pemungut PPh
memberikan tanda bukti pemotongan atau tanda
bukti pemungutan kepada orang pribadi atau
badan yang dipotong atau dipungut PPh setiap
melakukan pemotongan atau pemungutan;
7. bendahara sebagai Pemotong PPh Pasal 21 atas
penghasilan PNS di satuan kerjanya, memberikan
tanda bukti pemotongan paling lama 1 (satu) bulan
setelah tahun kalender berakhir;
8. bendahara sebagai Pemungut PPN melakukan
validasi Faktur Pajak yang diterbitkan oleh rekanan;
9. Pelaporan SPT Masa PPh Pasal 21 wajib menggunakan
e-SPT apabila jumlah bukti pemotongan dan/atau
SSP dan/atau bukti Pbk lebih dari 20 dokumen dalam
satu masa pajak;
10. Bendahara Pengeluaran Satuan Kerja Perangkat
Daerah (SKPD)/Kuasa Bendahara Umum Daerah
(Kuasa BUD) wajib membuat Daftar Transaksi Harian
Belanja Daerah (DTH) atas Belanja Daerah yang
memuat rincian transaksi harian belanja daerah per
20
Surat Perintah Membayar/Surat Penyediaan Dana
(SPM/SPD) dan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D).
DTH yang dibuat oleh Bendahara Pengeluaran
SKPD disampaikan kepada Kuasa BUD paling lama
tanggal 10 setelah bulan yang bersangkutan berakhir
dengan dilampiri fotokopi SSP lembar ke-3;
11. Kuasa BUD membuat Rekapitulasi Transaksi Harian
Belanja Daerah (RTH) yang memuat rekapitulasi dari
DTH dalam satu wilayah Provinsi/Kabupaten/Kota
berdasarkan DTH yang disampaikan oleh Bendahara
Pengeluaran SKPD. RTH disampaikan kepada
Kepala KPP tempat Kuasa BUD terdaftar secara
bulanan paling lama tanggal 20 setelah bulan yang
bersangkutan berakhir dengan dilampiri DTH dan
SSP lembar ke-3. Dalam pembuatan laporan DTH/
RTH, bendahara SKPD maupun Kuasa BUD dapat
memanfaatkan sistem informasi yang digunakan
oleh Pemda (SIMDA,SIPKD, SIMAKDA dan lain-lain).
Untuk lebih memudahkan bendahara dalam
melakukan kewajiban pemotongan/pemungutan
Pajak Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai, Pajak
Penjualan atas Barang Mewah dan Bea Meterai,
pada Bab II akan diberikan simulasi contoh-contoh
penghitungan pemotongan/pemungutan pajak sesuai
jenis transaksi pengeluaran bendahara.
21
II. SIMULASI PENGHITUNGAN
PEMOTONGAN DAN
PEMUNGUTAN PAJAK OLEH
BENDAHARA
A. Belanja Gaji, Tunjangan dan Honorarium
1. Belanja Gaji dan Tunjangan
Bendahara Kantor Imigrasi Medan Rahmat Widodo
(NPWP 00.030.485.6-122.000) melakukan pembayaran
gaji kepada para pegawai dengan daftar penghasilan
sebagai berikut:
No NAMA NPWP
GAJI (*)
RP
TUNJANGAN
JABATAN
RP
STATUS
1
2
3
4
5
Rifki Zain
(07.777.440.5-122.000)
Rahmat Widodo
(07.777.444.5-122.000)
Dody
(07.777.454.5-122.000)
Heri
(07.777.441.5-122.000)
Nasrun
(belum ber-NPWP)
*)angka ilustrasi
2.870.000
2.240.000
2.570.700
2.750.500
2.235.500
540.000
440.000
-
520.000
Kawin, 3
Anak
Kawin, 2
Anak
Tidak Kawin
Kawin
Kawin
Tabel 1. Daftar Penghasilan Pegawai Kantor Imigrasi Medan
Pengajuan daftar pembayaran gaji bulan Maret
ke KPPN dilakukan pada tanggal 10 Februari 2014.
Bagaimana perlakuan perpajakan berkenaan dengan
pembayaran gaji bulan Maret 2014?
Atas pembayaran gaji bulan Maret 2014 tersebut
terutang PPh Pasal 21 dengan penghitungan sebagai
berikut:
J1
T1
22
Penghitungan PPh Pasal 21 Untuk Masa Pajak Maret 2014
Rifki Zain Rahmat W. Dody Heri Nasrun
1 Gaji pokok 2.870.000 2.240.000 2.570.700 2.750.500 2.235.500
Tunjangan istri 287.000 224.000 - 275.050 223.550
Tunjangan anak 114.800 89.600 - - -
Tunjangan jabatan 540.000 440.000 - 520.000 -
Tunjangan beras 198.000 198.000 49.500 99.000 99.000
Pembulatan
Penghasilan bruto 4.009.800 3.191.600 2.620.200 3.644.550 2.558.050
2 Pengurang
Biaya jabatan 5% 200.490 159.580 131.010 182.228 127.903
Iuran pensiun 4,75% 155.411 121.296 122.108 143.714 116.805
355.901 280.876 253.118 325.941 244.707
3 Penghasilan neto 3.653.900 2.910.724 2.367.082 3.318.609 2.313.343
Penghasilan neto disetahunkan 43.846.794 34.928.688 28.404.981 39.823.307 27.760.112
4 PTKP
Untuk Wajib Pajak 24.300.000 24.300.000 24.300.000 24.300.000 24.300.000
Status WP Kawin 2.025.000 2.025.000 2.025.000 2.025.000
Tanggungan 6.075.000 4.050.000
32.400.000 30.375.000 24.300.000 26.325.000 26.325.000
5 PKP 11.446.794 4.553.688 4.104.981 13.498.307 1.435.112
Pembulatan 11.446.000 4.553.000 4.104.000 13.498.000 1.435.000
6 PPh Pasal 21 setahun 5% 572.300 227.650 205.200 674.900 71.750
PPh Pasal 21 sebulan 47.692 18.971 17.100 56.242 5.979
Tambahan 20% lebih tinggi - - - - 1.196
Bagi yang belum ber-NPWP
Total PPh Pasal 21 47.692 18.971 17.100 56.242 7.175

Kewajiban bendahara Kantor Imigrasi Medan atas
pembayaran gaji bulan Maret 2014 adalah:
a. memotong PPh Pasal 21 atas pembayaran gaji;
b. menyetorkan PPh Pasal 21 paling lama tanggal 10
April 2014;
c. melaporkan SPT Masa PPh Pasal 21 ke Kantor
Pelayanan Pajak Pratama Medan Kota paling lama
tanggal 20 April 2014. Dalam hal tanggal 20 April 2014
merupakan hari libur, pelaporan dapat dilakukan
pada hari kerja berikutnya (21 April 2014).
Pada bulan April 2014 Rifki Zain ditugaskan di Kantor
Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara
sehingga Rifki mendapatkan tunjangan jabatan
dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi
Sumatera Utara dan menerima tunjangan jabatan
sebesar Rp3.000.000,00 per bulan. Sedangkan dari
T2
Tabel 2. Daftar Penghitungan PPh Pasal 21 Kantor Imigrasi Medan Masa Pajak Maret 2014
23
Kantor Imigrasi Medan Rifki hanya mendapat gaji dan
tunjangan selain tunjangan jabatan.
Bagaimana penghitungan PPh Pasal 21 mulai Masa
Pajak April 2014 di Kantor Imigrasi Medan dan di Kantor
Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara?
Penghitungan PPh Pasal 21 di Kantor Imigrasi Medan
dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi
Sumatera Utara adalah:
a. Penghitungan PPh Pasal 21 Masa Pajak April sampai
dengan November 2014 di Kantor Imigrasi Medan
1 gaji pokok 2.870.000
Tunjangan istri 287.000
Tunjangan anak 114.800
Tunjangan jabatan* -
Tunjangan beras 198.000
Pembulatan
Penghasilan bruto 3.469.800
2 Pengurang
a. biaya jabatan 173.490
5% x 3.469.800
b. Iuran pensiun 155.411
4,75% x 3.271.800 328.901
3 Penghasilan neto 3.140.900
Penghasilan neto disetahunkan 37.690.794
4 PTKP (K/3)
Untuk Wajib Pajak 24.300.000
Status WP Kawin 2.025.000
Tanggungan 6.075.000
32.400.000
5 Penghasilan Kena Pajak (PKP) 5.290.794
Pembulatan 5.290.000
6 PPh Pasal 21 setahun 264.500
5% x 5.290.000
7 PPh Pasal 21 sebulan 22.042
264.500 : 12
*sejak bulan April tidak menerima tunjangan jabatan
Penghitungan PPh Pasal 21 Rifki Zain Untuk Masa Pajak
April s.d. November 2014
J2
Tabel 3. Penghitungan PPh Pasal 21 Rifki Zain Masa Pajak April s.d. November 2014
24
b. Perhitungan PPh Pasal 21 Masa Pajak Desember 2014 di
Kantor Imigrasi Medan

Penghitungan PPh Pasal 21 Rifki Zain Untuk Masa Pajak Desember 2014
1 Penghasilan Bruto Januari sampai Maret 12.029.400
Penghasilan Bruto April sampai Desember 31.228.200
Pembulatan -
Total Penghasilan Bruto setahun 43.257.600
2 Pengurang
a. biaya jabatan
5% x 43.257.600 2.162.880
b. iuran pensiun 1.864.926
4,75% x 39.261.600 4.027.806
3 Penghasilan neto setahun 39.229.794
4 PTKP
untuk Wajib Pajak 24.300.000
status WP Kawin 2.025.000
tanggungan 6.075.000
32.400.000
5 Penghasilan Kena Pajak (PKP) 6.829.794
pembulatan 6.829.000
6 PPh Pasal 21 setahun 341.450
5% x 6.829.000
PPh Pasal 21 terutang (Jan s.d Nov)
a. PPh Pasal 21 Januari sampai Maret 143.075
3 x 47.692
b. PPh Pasal 21 April sampai November 176.336
8 x 22.042
319.411
7 PPh Pasal 21 Bulan Desember 22.039
Perhitungan PPh Pasal 21 Masa April sampai November
di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera
Utara dilakukan dengan cara:
1) menghitung PPh Pasal 21 atas penghasilan yang
diterima dari Kantor Imigrasi Medan;
2) menghitung PPh Pasal 21 atas penghasilan yang
diterima dari Kantor Imigrasi Medan dan Kantor
Tabel 4. Penghitungan PPh Pasal 21 Rifki Zain Masa Pajak Desember 2014
25
Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara;
3) PPh Pasal 21 yang terutang atas tunjangan jabatan
yang dibayarkan oleh Kantor Wilayah Kementerian
Agama Provinsi Sumatera Utara adalah PPh Pasal 21
pada angka 2) dikurangi dengan PPh Pasal 21 pada
angka 1).
Dengan memperhatikan cara penghitungan tersebut
maka penghitungan PPh Pasal 21 untuk angka 1), angka
2), dan angka 3) adalah sebagai berikut:
1) penghitungan PPh Pasal 21 untuk angka 1) adalah
sebagaimana dimaksud pada J2 huruf a;
2) penghitungan PPh Pasal 21 untuk angka 2) adalah:
1 Penghasilan dari Kantor Imigrasi Medan
Gaji pokok 2.870.000
Tunjangan istri 287.000
Tunjangan anak 114.800
Tunjangan jabatan -
Tunjangan beras 198.000
Pembulatan
Jumlah 3.469.800
2 Penghasilan dari Kantor Wilayah Agama Medan
Tunjangan Jabatan 3.000.000
Jumlah Penghasilan Bruto 6.469.800
3 Pengurang
a. Biaya jabatan 323.490
5% x 6.469.800
b. Iuran pensiun 155.411
4,75% x 3.271.800 478.901
4 Penghasilan neto 5.990.900
Penghasilan neto disetahunkan 71.890.794
5 PTKP
Untuk Wajib Pajak 24.300.000
Status WP Kawin 2.025.000
Tanggungan 6.075.000
32.400.000
6 Penghasilan Kena Pajak (PKP) 39.490.794
Pembulatan 39.490.000
7 PPh Pasal 21 setahun 1.974.500
5% x 39.490.000 1.974.500
8 PPh Pasal 21 sebulan 164.542
1.974.500 : 12
PPh Pasal 21 sebulan di Kantor Imigrasi Medan 22.042
9 PPh Pasal 21 sebulan di Kanwil Agama Medan 142.499
Tabel 4. Penghitungan PPh Pasal 21 Rifki Zain Masa Pajak Desember 2014
Tabel 5. PPh Pasal 21 atas penghasilan yang diterima dari Kantor Imigrasi Medan
dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara
26
3) PPh Pasal 21 sebulan yang harus dipotong
oleh bendahara Kantor Wilayah Kementerian
Agama Provinsi Sumatera Utara adalah sebesar
Rp164.542,00 Rp22.042,00 = Rp142.499,00
Perhitungan PPh Pasal 21 Masa Pajak Desember 2014 di
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera
Utara:
Penghitungan PPh Pasal 21 Untuk Masa Pajak Desember 2014
1 Penghasilan Bruto April sampai Desember 27.000.000
Penghasilan di Kantor Imigrasi Medan (Jan-Des) 43.257.600
Pembulatan -
Total Penghasilan Bruto setahun 70.257.600
2 Pengurang
a. biaya jabatan
5% x 70.257.600 3.512.880
b. iuran pensiun 1.864.926
4,75% x 39.261.600 5.377.806
3 Penghasilan neto setahun 64.879.794
4 PTKP
untuk Wajib Pajak 24.300.000
status WP Kawin 2.025.000
tanggungan 6.075.000
32.400.000
5 Penghasilan Kena Pajak (PKP) 32.479.794
pembulatan 32.479.000
6 PPh Pasal 21 setahun 1.623.950
5% x 32.479.000
PPh Pasal 21 terutang di kantor imigrasi Medan
a. PPh Pasal 21 Januari sampai Maret 143.075
3 x 47.692
b. PPh Pasal 21 April sampai November 176.336
8 x 22.042
c. PPh Pasal 21 Desember 22.039
PPh Pasal 21 April sampai November
8 x 142.499 1.140.000
1.481.450
7 PPh Pasal 21 Masa Desember 142.500
2. Belanja Honorarium
Kantor Imigrasi Medan membentuk tim Peningkatan
Mutu Pelayanan yang anggotanya terdiri dari
T3
Tabel 6. Penghitungan PPh Pasal 21 Masa Pajak Desember 2014 di Kantor Wilayah
Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara
27
beberapa orang PNS. Bendahara Kantor Imigrasi
Medan membayar honorarium tim pada tanggal 25
Maret 2014, dengan perincian sebagai berikut:
Nama Golongan Jabatan Honorarium
*)
Rifki Zain IV/a Ketua Rp1.200,000,00
Dody III/c Wakil Ketua Rp1.000,000,00
Heri III/d Sekretaris Rp 900,000,00
Nasrun II/d Anggota Rp 900,000,00
*)angka ilustrasi
Tabel 7. Daftar Honorarium Tim pada Kantor Imigrasi Medan
Bagaimanakah pemotongan pajak atas honorarium
yang diterima oleh anggota tim tersebut?
Penghitungan PPh Pasal 21 atas honor anggota tim
Peningkatan Mutu Pelayanan didasarkan pada
golongan dari penerima honor sebagai berikut :
Nama Golongan Honorarium
*)
Tarif PPh terutang
Rifki Zain IV/a Rp1.200,000,00 15% Rp 180.000,00
Dody III/c Rp1.000,000,00 5% Rp 50.000,00
Heri III/d Rp 900,000,00 5% Rp 45.000,00
Nasrun II/d Rp 900,000,00 0% Rp 0,00
Jumlah Rp4.000.000,00
*) angka ilustrasi
Rp 275.000,00
Kewajiban bendahara Kantor Imigrasi Medan atas
pembayaran honor tersebut :
a. memotong PPh Pasal 21 Final atas pembayaran
honor;
b. membuat bukti potong PPh Pasal 21 Final atas pem-
bayaran honor;
J3
Tabel 8. Daftar Penghitungan PPh Pasal 21 atas Honorarium Tim pada Kantor Imigrasi
Medan
28
c. menyetorkan PPh Pasal 21 Final paling lama tanggal
10 April 2014;
d. melaporkan SPT Masa PPh Pasal 21 ke Kantor Pe-
layanan Pajak Pratama Medan Kota paling lama
tanggal 20 April 2014. Mengingat tanggal 20 April
2014 merupakan hari libur, pelaporan dapat dilaku-
kan pada hari kerja berikutnya (21 April 2014).
Untuk melaksanakan kegiatan tim tersebut, Kantor
Imigrasi Medan mengadakan workshop tentang
Pelayanan Publik untuk anggota Tim pada tanggal
28 Maret 2014 dengan mengundang Jason Pasaribu
(Non PNS, NPWP: 06.575.248.8-122.000), seorang ahli
di bidang pelayanan publik dengan honor sebesar
Rp5.000.000,00.
Bagaimanakah pemotongan pajak atas honorarium
yang diterima oleh Jason Pasaribu tersebut?
Penghitungan PPh Pasal 21 atas honorarium yang
diterima oleh Jason Pasaribu sebagai berikut:
Penghitungan PPh Pasal 21 atas honorarium tersebut
yaitu :
5% x 50 % x Rp5.000.000,00 = Rp125.000,00
B. Belanja Barang, Modal, Jasa dan Hibah
1. Belanja Barang
Taufk Hidayat merupakan bendahara satker Madrasah
Aliyah Negeri (MAN) Purbalingga yang beralamat di
Jl. Letnan Jenderal S. Parman Kabupaten Purbalingga
dengan NPWP 00.321.675.3-529.000 melakukan
transaksi-transaksi sebagai berikut:
Pada tanggal 1 Oktober 2013, membeli secara tunai
makanan siap saji dari sebuah restoran untuk keperluan
rapat dari sebuah restoran seharga Rp800.000,00.
T4
T5
J4



T5-1
29
Pada tanggal 4 Oktober 2013, membeli secara tunai
alat-alat tulis kantor Rp1.100.000,00 dan buku pelajaran
umum Rp1.500.000,00 dari toko buku PERWIRA yang
beralamat di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 90
Purbalingga milik Tuan Joko dengan Nomor Pokok
Wajib Pajak / Nomor Pengukuhan Pengusaha Kena
Pajak 06.325.456.3-529.000. Tuan Joko menerbitkan
Faktur Pajak dengan kode nomor seri 020.000-
13.00000101 pada tanggal 4 Oktober 2013 dengan
nilai PPN Rp110.000,00.
Pada tanggal 16 Oktober 2013, membeli bensin dari
SPBU Pertamina untuk keperluan kendaraan dinas
seharga Rp500.000,00, membayar tagihan rekening
listrik sebesar Rp1.000.000,00 kepada PLN, serta
membeli benda-benda pos sebesar Rp500.000,00 di
sebuah kantor pos.
Pada tanggal 18 Oktober 2013, membeli secara
tunai buku pelajaran umum seharga Rp2.500.000,00,
pakaian seragam jadi seharga Rp3.000.000,00 serta
pengadaan formulir dan kertas untuk ujian sekolah
sebesar Rp2.000.000,00 dari sebuah toko pedagang
eceran atas nama tuan Bagus yang beralamat di Jalan
Jenderal Katamso Nomor 1 Purbalingga dengan Nomor
Pokok Wajib Pajak / Nomor Pengukuhan Pengusaha
Kena Pajak 06.456.321-2-529.000. Pembelian tersebut
dananya bersumber dari Bantuan Operasional
Sekolah. Tuan Bagus menerbitkan Faktur Pajak dengan
kode nomor seri 020.000-13.00000501 pada tanggal 18
Oktober 2013 dengan nilai PPN sebesar Rp500.000,00.
Atas pembelian-pembelian tersebut, bagaimana
kewajiban perpajakannya?
Pemungutan PPh
Pembelian makanan siap saji di restoran pada dasarnya
harus dipungut PPh Pasal 22, akan tetapi karena nilai
J5-1



T5-2



T5-3



T5-4
30
pembeliannya di bawah Rp2.000.000,00 maka atas
pembelian tersebut tidak dipungut PPh Pasal 22.
Pemungutan PPN
Makanan dan minuman yang disajikan di hotel,
restoran, rumah makan, warung, dan sejenisnya
merupakan jenis barang yang tidak dikenai Pajak
Pertambahan Nilai sehingga atas pembelian tersebut
tidak dipungut PPN.
Pemungutan PPh
Pembelian alat-alat tulis kantor Rp1.100.000,00 dan
buku pelajaran umum Rp1.500.000,00 dari toko PERWIRA
dipungut PPh Pasal 22 karena total pembelian tersebut
telah melebihi nilai Rp2.000.000,00.
PPh Pasal 22 ( 1,5% x Rp2.600.000,00 ). Rp39.000,00
Dalam hal Tuan Joko merupakan Wajib Pajak dengan
peredaran bruto tidak melebihi Rp4,8 miliar dalam 1
tahun pajak yang dikenai PPh fnal dengan tarif sebesar
1% sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah
Nomor 46 tahun 2013, dibebaskan dari pemungutan
PPh Pasal 22 sepanjang Tuan Joko dapat menyerahkan
fotokopi Surat Keterangan Bebas Pemotongan dan/
atau Pemungutan PPh Pasal 22 atas nama Tuan Joko
yang telah dilegalisasi oleh Kepala Kantor Pelayanan
Pajak tempat Wajib Pajak terdaftar.
Pemungutan PPN
Buku pelajaran umum merupakan salah satu jenis
barang kena pajak yang dibebaskan dari pengenaan
PPN sehingga bendahara hanya memungut PPN atas
pembelian alat-alat tulis kantor sebesar:
PPN (10% x Rp1.100.000,00)............Rp110.000,00
Kewajiban selanjutnya yang harus dilakukan oleh Taufk
J5-2
31
Hidayat sebagai bendahara MAN Purbalingga adalah:
a. melakukan validasi faktur pajak yang telah diisi
dengan data Wajib Pajak Tuan Joko dengan
cara membubuhi cap disetor tanggal serta
membubuhi tanda tangan;
b. menyetorkan PPh Pasal 22 atas pembelian alat-
alat tulis kantor dan buku pelajaran umum sebesar
Rp39.000,00 ke kas negara melalui Bank Persepsi atau
Kantor Pos dan Giro pada tanggal 4 Oktober 2013
dengan menggunakan Surat Setoran Pajak (SSP)
atas nama Tuan Joko yang telah ditandatangani
oleh bendahara;
c. menyetorkan PPN atas pembelian alat-alat tulis
kantor sebesar Rp110.000,00 ke kas negara melalui
Bank Persepsi atau Kantor Pos dan Giro paling lama
tanggal 7 November 2013 dengan menggunakan
Surat Setoran Pajak (SSP) atas nama Tuan Joko yang
telah ditandatangani oleh bendahara;
d. melaporkan SPT Masa PPh Pasal 22 ke Kantor
Pelayanan Pajak Pratama Purbalingga paling lama
tanggal 14 November 2013;
e. melaporkan SPT Masa PPN ke Kantor Pelayanan
Pajak Pratama Purbalingga paling lama tanggal 30
November 2013. Mengingat tanggal 30 November
2013 merupakan hari libur, pelaporan dapat
dilakukan pada hari kerja berikutnya (2 Desember
2013);
f. memberikan SSP PPh Pasal 22, SSP PPN lembar ke-1
dan faktur pajak lembar ke-2 kepada Tuan Joko
(Toko PERWIRA);
g. membuat Daftar Transaksi Harian Belanja Daerah
(DTH) atas Belanja Daerah bulan Oktober 2013 yang
memuat rincian transaksi harian belanja daerah per
32
Surat Perintah Membayar/Surat Penyediaan Dana
(SPM/SPD) dan Surat Perintah Pencairan Dana
(SP2D) dan menyampaikannya kepada Kuasa BUD
paling lama tanggal 10 November 2013 dengan
dilampiri fotokopi SSP lembar ke-3.
Pemungutan PPh
Atas pembelian bahan bakar minyak, listrik, dan
benda-benda pos tidak dipungut PPh Pasal 22.
Pemungutan PPN
Terkait dengan PPN, dalam hal bahan bakar
minyak dibeli dari Pertamina maka tidak dilakukan
pemungutan PPN. Selain itu, listrik ditetapkan sebagai
barang kena pajak tertentu yang dibebaskan dari
pemungutan PPN sehingga atas pembayaran tagihan
listrik tidak perlu dipungut PPN. Sedangkan atas
pembelian benda-benda pos karena nilai pembelian
di bawah Rp1.000.000,00 maka tidak dipungut PPN
oleh Bendaharawan, tetapi dipungut dan disetor oleh
PKP yang bersangkutan sesuai ketentuan yang berlaku
umum.
Pemungutan PPh
Atas pembelian barang sehubungan dengan
penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah tidak
dilakukan pemungutan PPh Pasal 22.
Pemungutan PPN
Buku pelajaran umum merupakan salah satu barang
kena pajak yang dibebaskan dari pengenaan PPN
sehingga atas pembelian barang tersebut tidak perlu
dipungut PPN. Sedangkan atas pembelian pakaian
seragam dan pengadaan kertas dipungut PPN sebagai
berikut:
- Pakaian seragam ( 10% x Rp3.000.000,00 ) ............ Rp300.000,00
J5-4
J5-3
33
- Formulir dan kertas ujian ( 10% x Rp2.000.000,00 ) .. Rp200.000,00
- Jumlah .......................................................................... Rp500.000,00
a. melakukan validasi faktur pajak yang telah diisi
dengan data Wajib Pajak Tuan Bagus dengan
cara membubuhi cap disetor tanggal ..... serta
membubuhi tanda tangan.
b. menyetorkan PPN atas pembelian pakaian seragam
dan formulir kertas ujian sebesar Rp500.000,00 ke
kas negara melalui Bank Persepsi atau Kantor Pos
dan Giro paling lama tanggal 7 November 2013
dengan menggunakan Surat Setoran Pajak (SSP)
atas nama Tuan Bagus yang telah ditandatangani
oleh bendahara;
c. melaporkan SPT Masa PPN ke Kantor Pelayanan
Pajak Pratama Purbalingga paling lama tanggal 30
November 2013. Mengingat tanggal 30 November
2013 merupakan hari libur, pelaporan dapat
dilakukan pada hari kerja berikutnya (2 Desember
2013);
d. memberikan faktur pajak lembar ke-2 dan SSP PPN
lembar ke-1 kepada Tuan Bagus.
Bea Meterai
Dalam setiap pembuatan bukti pembayaran,
bendahara sebagai pihak penerima kuitansi
terutang bea meterai sebesar:
a. Rp3.000,00 di setiap bukti pembayaran yang nilai
transaksinya di atas Rp250.000,00 s.d. Rp1.000.000,00;
b. Rp6.000,00 di setiap bukti pembayaran yang nilai
transaksinya di atas Rp1.000.000,00.
34
2. Belanja Modal
Pada tanggal 21 Oktober 2013 bendahara satker
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Purbalingga
melakukan pembelian 4 (empat) buah printer
seharga Rp20.000.000,00 dari CV Susanto (NPWP/
NPPKP 01.222.355.5-529.000) yang beralamat di Jl.
Raya Bobotsari No. 1 Purbalingga. SP2D diterbitkan
KPPN pada tanggal 23 Oktober 2013. CV Susanto
menerbitkan Faktur Pajak dengan kode nomor
seri 020.000-13.00000700 tanggal 21 Oktober 2013
dengan nilai PPN sebesar Rp2.000.000,00. Bagaimana
pengenaan pajaknya?
Pemungutan PPh
Atas pembayaran printer kepada CV Susanto sebesar
Rp20.000.000,00 dipungut PPh Pasal 22 sebagai berikut:
Pembelian printer :
- Harga pembelian ...... Rp 20.000.000,00
- PPh Pasal 22 (1.5% x Rp 20.000.000,00). Rp 300.000,00
Dalam hal CV Susanto merupakan Wajib Pajak
dengan peredaran bruto tidak melebihi Rp4,8 miliar
dalam 1 tahun pajak yang dikenai PPh fnal dengan
tarif sebesar 1% sebagaimana diatur dalam Peraturan
Pemerintah Nomor 46 tahun 2013, dibebaskan dari
pemungutan PPh Pasal 22 sepanjang CV Susanto
dapat menyerahkan fotokopi Surat Keterangan Bebas
Pemotongan dan/atau Pemungutan PPh Pasal 22 atas
nama CV Susanto yang telah dilegalisasi oleh Kepala
Kantor Pelayanan Pajak tempat Wajib Pajak terdaftar.
Pemungutan PPN
Atas pembayaran printer kepada CV Susanto sebesar
Rp20.000.000,00 dipungut PPN sebagai berikut:
PPN ( 10% x Rp20.000.000,00) .Rp 2.000.000,00
J6
T6
35
Kewajiban selanjutnya yang harus dilakukan oleh Taufk
Hidayat sebagai bendahara MAN Purbalingga adalah
sebagai berikut:
a. melakukan pengecekan keabsahan Faktur Pajak
yang telah diisi dengan data Wajib Pajak CV
Susanto, dan membubuhi cap disetor tanggal
serta membubuhi tanda tangan;
b. menyetorkan PPh Pasal 22 dan PPN dengan cara:
1) membuat SSP PPh Pasal 22 dan SSP PPN atas
nama CV Susanto dan ditandatangani oleh
bendahara;
2) menyerahkan dokumen SPM dilengkapi dengan
SSP dan Faktur Pajak ke KPPN;
3) setelah terbit SP2D, bendahara menyerahkan:
a) SSP PPh Pasal 22 dan SSP PPN lembar ke-1
yang telah divalidasi (dibubuhi cap telah
dibukukan) oleh KPPN; dan
b) Faktur pajak lembar ke-2, kepada CV
Susanto.
c) melaporkan SPT Masa PPh Pasal 22 ke Kantor
Pelayanan Pajak Pratama Purbalingga pal-
ing lama tanggal 14 November 2013;
d) melaporkan SPT Masa PPN ke Kantor Pe-
layanan Pajak Pratama Purbalingga paling
lama tanggal 30 November 2013. mengingat
tanggal 30 November 2013 merupakan hari
libur, pelaporan dapat dilakukan pada hari
kerja berikutnya (2 Desember 2013).
Bea Meterai
Dalam setiap pembuatan dokumen kontrak dan bukti
pembayaran, bendahara sebagai pihak penerima
kuitansi terutang bea meterai sebesar:
36
a. Rp3.000,00 di setiap bukti pembayaran yang nilai
transaksinya di atas Rp250.000,00 s.d. Rp1.000.000,00;
b. Rp6.000,00 di setiap bukti pembayaran yang nilai
transaksinya di atas Rp1.000.000,00.
Selanjutnya pada tanggal 21 Oktober 2013, Taufk
Hidayat yang merupakan bendahara satker Madrasah
Aliyah Negeri (MAN) Purbalingga melakukan
pembelian komputer kepada CV Wijaya dengan
harga pembelian Rp11.000.000,00, (sudah termasuk
PPN). CV Wijaya (NPWP/NPPKP 01.562.358.3-529.000)
yang beralamatkan di Jl. Jenderal Sudirman No. 99
Purbalingga menerbitkan Faktur Pajak dengan kode
nomor seri 020.000-13.00000800 pada tanggal yang
sama, yaitu tanggal 21 Oktober 2013. Berdasarkan
tagihan tersebut diterbitkan SPM oleh satker MAN
yang diajukan kepada KPPN untuk membayar tagihan
tersebut. SP2D diterbitkan oleh KPPN pada tanggal
28 Oktober 2013. Bagaimana kewajiban perpajakan
yang harus dilakukan oleh Bendahara mulai dari
memungut pajak sampai dengan melaporkan pajak
yang dipungut tersebut?
Pemungutan PPh
Atas pembayaran komputer tersebut dipungut PPh
Pasal 22 dengan perincian sebagai berikut:
- Nilai pembelian sudah termasuk PPN..................Rp11.000.000,00
- PPh Pasal 22 [1,5% x (100/110 x Rp11.000.000,00)]......Rp150.000,00
Dalam hal CV Wijaya merupakan Wajib Pajak dengan
peredaran bruto tidak melebihi Rp4,8 miliar dalam 1
tahun pajak yang dikenai PPh fnal dengan tarif sebesar
1% sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah
Nomor 46 tahun 2013, dibebaskan dari pemungutan
J7
T7
37
PPh Pasal 22 sepanjang CV Wijaya dapat menyerahkan
fotokopi Surat Keterangan Bebas Pemotongan dan/
atau Pemungutan PPh Pasal 22 atas nama CV Wijaya
yang telah dilegalisasi oleh Kepala Kantor Pelayanan
Pajak tempat Wajib Pajak terdaftar.
Pemungutan PPN
- Nilai pembelian sudah termasuk PPN .... Rp11.000.000,00
- PPN ( 10/110 x Rp 11.000.000,00 ).............. Rp 1.000.000,00
Bea Meterai
Dalam setiap pembuatan bukti pembayaran,
bendahara sebagai pihak penerima kuitansi terutang
bea meterai sebesar:
a. Rp3.000,00 di setiap bukti pembayaran yang
nilai transaksinya di atas Rp250.000,00 s.d.
Rp1.000.000,00;
b. Rp6.000,00 di setiap bukti pembayaran yang nilai
transaksinya di atas Rp1.000.000,00
Kewajiban selanjutnya yang harus dilakukan oleh
Taufk Hidayat sebagai bendahara MAN Purbalingga
adalah sebagai berikut:
a. melakukan pengecekan keabsahan Faktur Pajak
yang telah diisi dengan data Wajib Pajak CV
Wijaya, dan membubuhi cap disetor tanggal
serta membubuhi tanda tangan;
b. membuat SSP PPN atas nama CV Wijaya dan
ditandatangani oleh Taufk Hidayat;
c. menyerahkan dokumen SPM dilengkapi dengan
SSP dan Faktur Pajak ke KPPN;
d. setelah terbit SP2D, bendahara menyerahkan:
1) SSP PPh Pasal 22 dan PPN lembar ke-1 yang telah
divalidasi (dibubuhi cap telah dibukukan)
38
oleh KPPN; dan
2) Faktur pajak lembar ke-2 kepada CV Wijaya;
e. melaporkan SPT Masa PPh Pasal 22 paling lama
tanggal 14 November 2013 ke KPP Pratama
Purbalingga;
f. melaporkan SPT Masa PPN ke KPP Pratama
Purbalingga paling lama tanggal 30 November
2013. Mengingat tanggal 30 November 2013
merupakan hari libur, pelaporan dapat dilakukan
pada hari kerja berikutnya (2 Desember 2013).
membuat SSP atas nama CV Wijaya dan
ditandatangani oleh Taufk Hidayat;
Inspektorat Provinsi Jambi akan melakukan
pembangunan gedung kantor Inspektorat Provinsi.
Adapun yg menjadi pemenang tender adalah PT
Jaya Karya sebagai pelaksana konstruksi dan Tuan
Zaky, seorang PKP, sebagai perencana konstruksi.
PT Jaya Karya adalah perusahaan konstruksi yang
memiliki kualifkasi usaha menengah (dibuktikan
dengan sertifkasi pelaksana konstruksi dari Lembaga
Pengembangan Jasa Konstruksi), sedangkan Tuan
Zaky adalah konsultan sipil yang memiliki sertifkasi
untuk perencanaan konstruksi dengan kualifkasi
usaha kecil.
Nilai proyek berdasarkan Kontrak adalah sebesar
Rp5.000.000.000,00 (tidak termasuk PPN).
Pembayaran dilakukan sesuai dengan progress
pembangunan yang dilaporkan. Di tahun 2013,
dilakukan pembayaran atas pelaksanaan konstruksi
kepada PT Jaya Karya pada tanggal 22 Juli 2013
sebesar Rp1.500.000.000,00 atas tagihan tanggal 15
Juli 2013 dengan kode nomor Faktur Pajak 020.000-
13.00000650. Sedangkan pembayaran atas kontrak
T8
39
perencanaan konstruksi kepada Tuan Zaky dilakukan
pada tanggal 5 Juli 2013 sebesar Rp50.000.000,00
atas tagihan tanggal 4 Juli 2013 dengan kode nomor
seri Faktur Pajak 020.000-13.00000950. Bagaimanakah
kewajiban perpajakan yang harus dilakukan?
Pemotongan/Pemungutan PPh
Penghitungan pemotongan PPh Final Pasal 4 ayat (2)
atas jasa konstruksi tersebut, yaitu:
Bendahara Inspektorat Provinsi memotong PPh Final
atas jasa konstruksi sebagai berikut:
a. Pelaksanaan Konstruksi oleh PT Jaya Karya
dibayar pada tanggal 22 Juli 2013
Rp1.500.000.000,00 x 3% = Rp45.000.000,00
b. Perencanaan Konstruksi oleh Tuan Zaky dibayar
pada tanggal 5 Juli 2013
Rp50.000.000,00 x 4% = Rp2.000.000,00
PPh Final tersebut dipotong dari pembayaran kepada
PT Jaya Karya dan Tuan Zaky.
Pemungutan PPN
Bendahara Inspektorat Provinsi memungut Pajak
Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10% dari transaksi
jasa konstruksi tersebut.
a. Pelaksanaan Konstruksi oleh PT Jaya Karya
dibayar pada tanggal 22 Juli 2013
Rp1.500.000.000,00 x 10% = Rp150.000.000,00
b. Perencanaan Konstruksi oleh Tuan Zaky dibayar
pada tanggal 5 Juli 2013
Rp50.000.000,00 x 10% = Rp5.000.000,00
J8
40
Bea Meterai
Dalam setiap pembuatan bukti pembayaran,
bendahara sebagai pihak penerima kuitansi terutang
bea meterai sebesar:
a. Rp3.000,00 di setiap bukti pembayaran yang
nilai transaksinya di atas Rp250.000,00 s.d.
Rp1.000.000,00;
b. Rp6.000,00 di setiap bukti pembayaran yang nilai
transaksinya di atas Rp1.000.000,00.
Kewajiban bendahara Inspektorat Provinsi Jambi atas
pembayaran jasa konstruksi tersebut adalah:
a. melakukan pengecekan keabsahan Faktur Pajak
yang telah diisi dengan data Wajib Pajak PT
Jaya Karya dan Tuan Zaky, dan membubuhi cap
disetor tanggal serta membubuhi tanda
tangan;
b. membuat bukti potong PPh Final Pasal 4 ayat (2)
atas jasa konstruksi paling lama 31 Juli 2013:
1) untuk PT Jaya Karya sebesar Rp45.000.000,00;
dan
2) untuk Tuan Zaky sebesar Rp2.000.000,00.
c. menyerahkan dokumen SPM dilengkapi dengan
SSP dan Faktur Pajak ke KPPN;
d. setelah terbit SP2D, bendahara menyerahkan:
1) SSP PPh Final Pasal 4 ayat (2) dan SSP PPN
lembar ke-1 yang telah divalidasi (dibubuhi
cap telah dibukukan) oleh KPPN;
2) Faktur pajak lembar ke-2; dan
3) bukti potong PPh Final Pasal 4 ayat (2), kepada
PT Jaya Karya dan Tuan Zaky.
41
e. melakukan pelaporan SPT Masa PPh Final Pasal 4
ayat (2) paling lama tanggal 20 Agustus 2013 ke
KPP Pratama Jambi;
f. melakukan pelaporan SPT Masa PPN ke Kantor
Pelayanan Pajak Pratama Jambi paling lama
tanggal 31 Agustus 2013. Mengingat tanggal 31
Agustus 2013 merupakan hari libur, pelaporan
dapat dilakukan pada hari kerja berikutnya (2
September 2013);
g. Membuat Daftar Transaksi Harian Belanja Daerah
(DTH) atas Belanja Daerah bulan Juli 2013 yang
memuat rincian transaksi harian belanja daerah
per Surat Perintah Membayar/Surat Penyediaan
Dana (SPM/SPD) dan Surat Perintah Pencairan
Dana (SP2D) yang disampaikan kepada Kuasa
BUD paling lama tanggal 10 Agustus 2013 dengan
dilampiri fotokopi SSP lembar ke-3.
Bendahara Dinas Perhubungan Kabupaten
Hulu Sungai Tengah (00.695.754.0-721.000 )
akan membangun gedung kantor yang baru.
Untuk keperluan gedung tersebut, kantor Dinas
Perhubungan Kabupaten Hulu Sungai Tengah akan
melakukan pembebasan tanah seluas 2.000 m2 yang
dimiliki oleh Bapak Nasrun (14.495.723.0-721.000)
seluas 800 m2 (NOP 63.07.040.005.451.0010.0) dan
Ibu Mega (08.614.284.0-721.000) seluas 1200 m2 (NOP
63.07.040.005.451.0054.0).
NJOP Tahun 2013 atas tanah tersebut adalah
Rp400.000,00/m2 untuk tanah Bapak Nasrun dan
Ibu Mega. Atas pembebasan lahan tersebut Dinas
Perhubungan Kabupaten Hulu Sungai Tengah
menetapkan ganti rugi sebesar Rp400.000,00/m2.
Bendahara Pemda Kabupaten Hulu Sungai Tengah,
Wahyono, mengajukan SPM kepada KPPN untuk
T9
42
membayar ganti rugi pembebasan lahan kepada
Bapak Nasrun dan Ibu Mega. SP2D diterbitkan
KPPN pada tanggal 25 Maret 2013. Bagaimanakah
kewajiban perpajakan yang harus dilakukan?
Pemotongan/Pemungutan PPh
Atas pembayaran pembebasan tanah untuk
pembangunan Kantor Dinas Perhubungan
Kabupaten Hulu Sungai Tengah tersebut Bendahara
Dinas Perhubungan Kabupaten Hulu Sungai Tengah,
Wahyono, memungut PPh Final Pasal 4 ayat (2) atas
penghasilan dari pengalihan hak atas tanah dan/
atau bangunan dari jumlah bruto nilai pengalihan hak
atas tanah dan/atau bangunan sebelum melakukan
pembayaran ganti rugi.
Bendahara tidak memungut PPh Pasal 22 atas
pembelian tanah dan/atau bangunan.
Penghitungan pemotongan PPh Final Pasal 4 ayat (2)
atas penghasilan dari ganti rugi pembebasan tanah
yang dilakukan Wahyono tersebut, sebagai berikut:
Nilai sebagai dasar penghitungan pajak yang terutang
adalah sebesar nilai yang ditetapkan oleh Dinas
Perhubungan Kabupaten Hulu Sungai Tengah yaitu
sebesar Rp400.000,00/m2 sehingga atas pembayaran
ganti rugi atas pembebasan tanah tersebut Wahyono
sebagai Bendahara Dinas Perhubungan Kabupaten
Hulu Sungai Tengah harus melakukan pemungutan
PPh Final Pasal 4 ayat (2) atas penghasilan dari
pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan
sebagai berikut:
a. untuk Penghasilan yang diberikan kepada Bapak
Nasrun:
(800m x Rp400.000,00) x 5% = Rp16.000.000,00
J9
43
b. untuk Penghasilan yang diberikan kepada Ibu
Mega:
(1.200m x Rp400.000,00) x 5% = Rp24.000.000,00
Kewajiban Wahyono, sebagai Bendahara Pemda
Kabupaten Hulu Sungai Tengah, atas pembayaran
ganti rugi pembebasan tanah tersebut adalah:
a. membuat SSP PPh Final Pasal 4 ayat (2) atas nama
Bapak Nasrun dan Ibu Mega dan ditandatangani
oleh Wahyono;
b. menyerahkan dokumen SPM dilengkapi dengan
SSP ke KPPN;
c. setelah terbit SP2D, bendahara menyerahkan SSP
PPh Final Pasal 4 ayat (2) yang telah divalidasi
(dibubuhi cap telah dibukukan) oleh KPPN;
d. melaporkan pemungutan PPh Final Pasal 4 ayat
(2) tersebut ke KPP Pratama Barabai paling lama
tanggal 20 April 2013. Mengingat tanggal 20 April
2013 hari libur, pelaporan dapat dilakukan pada
hari kerja berikutnya (22 April 2013);
e. memberikan SSP lembar 1 kepada Bapak Nasrun
dan Ibu Mega;
f. membuat Daftar Transaksi Harian Belanja Daerah
(DTH) atas Belanja Daerah bulan April 2013 yang
memuat rincian transaksi harian belanja daerah
per Surat Perintah Membayar/Surat Penyediaan
Dana (SPM/SPD) dan Surat Perintah Pencairan
Dana (SP2D) yang disampaikan kepada Kuasa
BUD paling lama tanggal 10 April 2013 dengan
dilampiri fotokopi SSP lembar ke-3.
44
Pemungutan PPN
PPN tidak dipungut oleh bendahara pemerintah
dalam hal pembayaran untuk pembebasan tanah,
kecuali atas pengadaan tanah dari real estate atau
industrial estate.
Dinas Pekerjaan Umum akan melakukan
pembayaran ganti rugi pembebasan tanah untuk
pembuatan saluran irigasi kepada Tuan Moelyana
sebesar Rp75.000.000,00. Bagaimanakah perlakuan
pajaknya?
Pemotongan/Pemungutan PPh
Pembayaran pembebasan tanah kepada orang
pribadi atau badan untuk kepentingan umum yang
memerlukan persyaratan khusus yaitu pembebasan
tanah oleh pemerintah untuk proyek-proyek jalan
umum, saluran pembuangan air, waduk, bendungan
dan bangunan pengairan lainnya, saluran irigasi,
pelabuhan laut, bandar udara, fasilitas keselamatan
umum seperti tanggul penanggulangan bahaya
banjir, lahar dan bencana lainnya, dan fasilitas
Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, dikecualikan
dari kewajiban pembayaran PPh Final Pasal 4 ayat (2)
atas penghasilan dari pengalihan hak atas tanah dan/
atau bangunan.
Atas pembayaran ganti rugi pembebasan tanah
kepada Tuan Moelyana sebesar Rp75.000.000,00 tidak
dipungut PPh Final Pasal 4 ayat (2).
Pemungutan PPN
PPN tidak dipungut oleh bendahara pemerintah dalam
hal pembayaran untuk pembebasan tanah, kecuali
J10
T10
45
atas pengadaan tanah dari real estate atau industrial
estate.
Bea Meterai
Dalam setiap pembuatan bukti pembayaran,
bendahara sebagai pihak penerima kuitansi
terutang Bea Meterai sebesar:
a. Rp3.000,00 di setiap bukti pembayaran yang
nilai transaksinya di atas Rp250.000,00 s.d.
Rp1.000.000,00;
b. Rp6.000,00 di setiap bukti pembayaran yang nilai
transaksinya di atas Rp1.000.000,00.
3. Belanja Jasa
Untuk acara rapat koordinasi daerah, Bendahara
Pemda Kota Gorontalo (00.875.469.0-822.000)
menunjuk CV Sedap (02.425.743.2-822.000)
beralamat di Jalan Inspeksi Kalimalang Nomor 40-
42 Gorontolo yang bergerak di bidang jasa katering
untuk menyediakan konsumsi rapat tersebut. Kontrak
yang disepakati untuk jasa katering tersebut adalah
Rp3.500.000,00. Bendahara Pemda Kota Gorontalo,
Bagus, membayar tagihan katering tersebut pada
tanggal 25 Februari 2013.
Bagaimanakah kewajiban perpajakan yang harus
dilakukan?
Pemotongan/Pemungutan PPh
Terhadap jumlah bruto tagihan sebesar Rp3.500.000,00
atas jasa katering dikenakan pemotongan PPh Pasal
23 sebagai berikut:
2% x Rp3.500.000,00 = Rp70.000,00
Dalam hal CV Sedap merupakan Wajib Pajak dengan
J11
T11
46
peredaran bruto tidak melebihi Rp4,8 miliar dalam 1 ta-
hun pajak yang dikenai PPh fnal dengan tarif sebesar
1% sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah
Nomor 46 tahun 2013, dibebaskan dari pemungutan
PPh Pasal 22 sepanjang CV Sedap dapat menyerah-
kan fotokopi Surat Keterangan Bebas Pemotongan
dan/atau Pemungutan PPh Pasal 22 atas nama CV
Sedap yang telah dilegalisasi oleh Kepala Kantor Pe-
layanan Pajak tempat Wajib Pajak terdaftar.
Pemungutan PPN
Bendahara tidak memungut PPN atas jasa katering
karena penyerahan jasa boga atau katering tersebut
tidak dikenai PPN.
Kewajiban Bagus sebagai Bendahara Pemda
Kabupaten Gorontalo atas pembayaran jasa katering
tersebut adalah:
a. memotong PPh Pasal 23 atas jasa katering sebesar
Rp70.000,00;
b. membuat bukti potong PPh Pasal 23;
c. menyetorkan pemotongan PPh Pasal 23 paling
lama tanggal 10 Maret 2013 dengan menggunakan
Surat Setoran Pajak (SSP) ke kas negara melalui
Bank Persepsi atau Kantor Pos dan Giro. Mengingat
tanggal 10 Maret 2013 hari libur, penyetoran dapat
dilakukan pada hari kerja berikutnya (11 Maret
2013);
d. melaporkan SPT Masa PPh Pasal 23 paling lama
tanggal 20 Maret 2013 ke Kantor Pelayanan Pajak
Pratama Gorontalo;
e. memberikan bukti pemotongan PPh pasal 23;
f. membuat Daftar Transaksi Harian Belanja Daerah
(DTH) atas Belanja Daerah bulan Februari 2013 yang
memuat rincian transaksi harian belanja daerah
per Surat Perintah Membayar/Surat Penyediaan
47
Dana (SPM/SPD) dan Surat Perintah Pencairan
Dana (SP2D) yang disampaikan kepada Kuasa BUD
paling lama tanggal 10 Maret 2013 dengan dilampiri
fotokopi SSP lembar ke-3.
Bea Meterai
Dalam setiap pembuatan bukti pembayaran,
bendahara sebagai pihak penerima kuitansi terutang
bea meterai sebesar:
a. Rp3.000,00 di setiap bukti pembayaran yang nilai
transaksinya di atas Rp250.000,00 s.d. Rp1.000.000,00;
b. Rp6.000,00 di setiap bukti pembayaran yang nilai
transaksinya di atas Rp1.000.000,00.
Dalam rangka ikut melestarikan warisan budaya
negara, maka Dinas Pendidikan Kabupaten Boyolali
membuat baju seragam dengan corak batik untuk
seluruh pegawainya dan untuk seluruh guru yang
berada di bawah wilayah kerjanya sejumlah 2.000
potong. Pada tanggal 4 September 2013 telah
disepakati kontrak pengerjaan tersebut dengan PT
Garmindo (02.425.347.2-527.000), sebuah perusahaan
garmen yang beralamat di Jalan Sakti Raya Nomor
101 Boyolali. Kontrak ditandatangani oleh direktur PT
Garmindo, Sdr. Budiman.
Spesifkasi, model ditentukan oleh Dinas Pendidikan
Kabupaten Boyolali serta bahan baku utama berupa
kain batik yang dibeli pada tahun sebelumnya dari PT
Batikindo.
PT Garmindo sebagai pihak yang mengerjakan
pembuatan baju seragam tersebut menyediakan
bahan tambahan yang diperlukan. Atas pekerjaan ini
disepakati biaya pengerjaan sebesar Rp60.000.000,00
(tidak termasuk PPN) selain biaya untuk bahan
tambahan sebesar Rp10.000.000,00 (tidak termasuk
T12
48
PPN) yang dikeluarkan PT Garmindo.
Rincian tagihan PT Garmindo kepada Dinas Pendidikan
Kabupaten Boyolali:
Biaya untuk bahan tambahan .........Rp10.000.000,00
Biaya pembuatan baju seragam ......Rp60.000.000,00
Handayani, Bendahara Dinas Pendidikan Kabupaten
Boyolali (NPWP 00.875.964.0-527.000), menerima tagihan
dari PT Garmindo atas pengerjaan baju seragam
tersebut pada tanggal 18 Oktober 2013 dengan Faktur
Pajak bernomor seri 020.000-13.00000875. Bendahara
melunasi pembayarannya pada tanggal 22 Oktober
2013.
Pemotongan/pemungutan PPh
Atas pembayaran ongkos pembuatan baju seragam
kepada PT Garmindo dipotong PPh Pasal 23 atas
jasa maklon sebesar:
2% x Rp60.000.000,00 = Rp1.200.000,00
Atas pembayaran bahan tambahan kepada PT
Garmindo dipungut PPh Pasal 22 atas belanja barang
sebesar:
1,5% x Rp.10.000.000,00 = Rp150.000,00
Apabila tidak ada bukti pendukung atas rincian tagihan
di atas, maka jumlah bruto sebagai dasar pemotongan
PPh Pasal 23 adalah sebesar Rp70.000.000,00. Sehingga
PPh Pasal 23 yang harus dipotong atas pembayaran
kepada PT Garmindo adalah sebesar :
2% x Rp70.000.000,00 = Rp1.400.000,00
Dalam hal PT Garmindo merupakan Wajib Pajak
dengan peredaran bruto tidak melebihi Rp4,8 miliar
dalam 1 tahun pajak yang dikenai PPh fnal dengan
tarif sebesar 1% sebagaimana diatur dalam Peraturan
J12
49
Pemerintah Nomor 46 tahun 2013, dibebaskan dari
pemungutan PPh Pasal 22 sepanjang PT Garmindo
dapat menunjukkan menyerahkan Surat Keterangan
Bebas Pemotongan dan/atau Pemungutan PPh Pasal
22 atas nama PT Garmindo yang diterbitkan oleh
Kepala Kantor Pelayanan Pajak tempat Wajib Pajak
terdaftar.
Bea Meterai
Dalam setiap pembuatan bukti pembayaran,
bendahara sebagai pihak penerima kuitansi terutang
bea meterai sebesar:
a. Rp3.000,00 di setiap bukti pembayaran yang nilai
transaksinya di atas Rp250.000,00 s.d. Rp1.000.000,00;
b. Rp6.000,00 di setiap bukti pembayaran yang nilai
transaksinya di atas Rp1.000.000,00.
Pemungutan PPN
Atas penyerahan jasa maklon dan bahan tambahan
tersebut, Handayani sebagai Bendahara Dinas
Pendidikan Kabupaten Boyolali, memungut PPN
sebesar:
10% x Rp70.000.000,00 = Rp7.000.000,00
Kewajiban Handayani sebagai Bendahara Dinas
Pendidikan Kabupaten Boyolali atas pembayaran jasa
maklon tersebut adalah:
a. melakukan pengecekan keabsahan Faktur Pajak
yang telah diisi dengan data Wajib Pajak PT
Garmindo, dan membubuhi cap disetor tanggal
serta membubuhi tanda tangan;
b. membuat SSP PPh Pasal 22 dan SSP PPN atas nama
PT. Garmndo dan ditandatangani oleh Handayani;
c. membuat bukti potong PPh Pasal 23 atas PT.
50
Garmindo;
d. menyerahkan dokumen SPM dilengkapi dengan SSP
dan Faktur Pajak ke KPPN;
e. setelah terbit SP2D, bendahara menyerahkan:
1) SSP PPh Pasal 22 dan PPN lembar ke-1 yang telah
divalidasi (dibubuhi cap telah dibukukan) oleh
KPPN;
2) Faktur pajak lembar ke-2; dan
3) Bukti pemotongan PPh Pasal 23, kepada PT
Garmindo.
f. melaporkan SPT Masa PPh Pasal 23 yang telah
dilengkapi dengan SSP PPh Pasal 23 atas nama
bendahara ke KPP Pratama Boyolali paling lama
tanggal 20 November 2013;
g. melaporkan SPT Masa PPh Pasal 22 ke KPP Pratama
Boyolali paling lama tanggal 14 November 2013;
h. melaporkan SPT Masa PPN ke KPP Pratama Boyolali
paling lama tanggal 30 November 2013. Dalam
hal tanggal 30 November 2013 merupakan hari
libur, pelaporan dapat dilakukan pada hari kerja
berikutnya (2 Desember 2013);
i. membuat Daftar Transaksi Harian Belanja Daerah
(DTH) atas Belanja Daerah bulan Oktober 2013 yang
memuat rincian transaksi harian belanja daerah per
Surat Perintah Membayar/Surat Penyediaan Dana
(SPM/SPD) dan Surat Perintah Pencairan Dana
(SP2D) yang disampaikan kepada Kuasa BUD paling
lama tanggal 10 November 2013 dengan dilampiri
fotokopi SSP lembar ke-3.
51
Pada tanggal 5 Juli 2013, Prabu Wijaya, Bendahara
Dinas Tata Ruang Pemerintah Kota Manado (NPWP
00.799.100.0-821.000) membayar sewa rukan semester
kedua tahun 2013 di Jalan Jaksa Nomor 1 kota Manado
(NOP 49.73.100.821.676.9002.0) sebesar Rp50.000.000,00
dan biaya service charge serta fasilitas lainnya sebesar
Rp12.000.000,00 tidak termasuk PPN kepada PT Maju
Hidayat (NPWP/NPPKP 02.003.457.0-821.000) yang
beralamat di Jalan Gunung Kerinci Nomor 46 Manado.
PT Maju Hidayat menerbitkan Faktur Pajak dengan kode
nomor seri 020.000-13.00001001 pada tanggal 5 Juli
2013 dengan nilai PPN Rp 6.200.000,00. Bagaimanakah
perlakuan pajaknya?
Pemotongan/pemungutan PPh
Atas penghasilan yang diterima atau diperoleh dari
persewaan tanah dan/atau bangunan berupa tanah,
rumah, rumah susun, apartemen, kondominium,
gedung perkantoran, rumah kantor, toko, rumah toko,
gudang dan industri, wajib dibayar PPh yang bersifat
fnal dengan tarif 10% dari jumlah bruto nilai persewaan.
Jumlah bruto nilai persewaan adalah semua jumlah
yang dibayarkan oleh penyewa yang berkaitan
dengan tanah dan/atau bangunan yang disewa
termasuk biaya perawatan, biaya pemeliharaan,
biaya keamanan, biaya fasilitas lainnya dan service
charge baik yang perjanjiannya dibuat secara
terpisah maupun yang disatukan.
Atas pembayaran tersebut bendahara membuat
perhitungan sebagai berikut:
Besarnya PPh Final Pasal 4 ayat (2) yang harus dipotong
atas pembayaran sewa dan service charge rukan
10% x Rp62.000.000,00 = Rp6.200.000,00.
J13
T13
52
Pemungutan PPN
Atas pembayaran sewa dan service charge rukan
wajib dipungut PPN oleh bendahara dengan tarif 10% x
Rp62.000.000,00 = Rp6.200.000,00. PPN tersebut disetor
ke kas negara pada tanggal 5 Juli 2013.
Kewajiban bendahara Dinas Tata Ruang adalah:
a. melakukan pengecekan keabsahan Faktur Pajak
yang telah diisi dengan data Wajib Pajak PT Maju
Hidayat, dan membubuhi cap disetor tanggal
serta membubuhi tanda tangan;
b. membuat bukti potong PPh Final Pasal 4 ayat (2)
atas nama PT Maju Hidayat;
c. membuat SSP PPh Final Pasal 4 ayat (2) dan SSP PPN
atas nama PT Maju Hidayat dan ditandatangani
oleh Prabu Wijaya;
d. menyerahkan dokumen SPM dilengkapi dengan
SSP dan Faktur Pajak ke KPPN;
e. setelah terbit SP2D, bendahara menyerahkan:
1) SSP PPh Final Pasal 4 ayat (2) dan PPN lembar
ke-1 yang telah divalidasi (dibubuhi cap telah
dibukukan) oleh KPPN;
2) Faktur pajak lembar ke-2; dan
3) bukti potong PPh Final Pasal 4 ayat (2), kepada
PT Maju Hidayat;
f. melaporkan SPT Masa PPh Final Pasal 4 ayat (2)
ke KPP Pratama Manado paling lama tanggal 20
Agustus 2013;
g. melaporkan SPT Masa PPN ke KPP Pratama Manado
paling lama tanggal 31 Agustus 2013. Mengingat
tanggal 31 Agustus 2013 merupakan hari libur,
pelaporan dapat dilakukan pada hari kerja
berikutnya (2 September 2013);
53
h. membuat Daftar Transaksi Harian Belanja Daerah
(DTH) atas Belanja Daerah bulan Juli 2013 yang
memuat rincian transaksi harian belanja daerah
per Surat Perintah Membayar/Surat Penyediaan
Dana (SPM/SPD) dan Surat Perintah Pencairan
Dana (SP2D) yang disampaikan kepada Kuasa
BUD paling lama tanggal 10 Agustus 2013 dengan
dilampiri fotokopi SSP lembar ke-3.
Bea Meterai
Dalam setiap pembuatan bukti pembayaran,
bendahara sebagai pihak penerima kuitansi terutang
bea meterai sebesar:
a. Rp3.000,00 di setiap bukti pembayaran yang nilai
transaksinya di atas Rp250.000,00 s.d. Rp1.000.000,00;
b. Rp6.000,00 di setiap bukti pembayaran yang nilai
transaksinya di atas Rp1.000.000,00
4. Belanja Hibah
Kementerian Pekerjaan Umum (NPWP:00.849.100.0-
012.000) beralamat di Jalan Pattimura 20, Kebayoran
Baru Jakarta Selatan, melaksanakan proyek Pemerintah
pembangunan jalan lintas Kalimantan dengan
menggunakan dana yang berasal dari Hibah Luar
Negeri dari Asia Foundation sebesar US$ 100.000.000,00
(Rp950.000.000.000,00 dengan kurs Menteri Keuangan
pada saat ditandatanganinya kontrak sebesar
Rp9.500,00/US$) yang telah tercantum dalam DIPA
Kementerian Pekerjaan Umum. Proyek Pemerintah
tersebut dilaksanakan selama jangka waktu 3 tahun
yaitu dari tahun 2011 sampai dengan 2013. Untuk tahun
2013 sisa anggaran yang belum dicairkan adalah
Rp350.000.000.000,00. Proyek Pemerintah tersebut
dilaksanakan oleh kontraktor utama PT Andang
Konstruksi (NPWP/NPPKP: 02.668.854.2-012.000) yang
T14
54
beralamat di Jalan Melawai No. 399 Jakarta Selatan,
dan memiliki kualifkasi usaha besar yang dibuktikan
dengan sertifkasi pelaksana konstruksi dari Lembaga
Pengembangan Jasa Konstruksi.
Bagaimanakah kewajiban perpajakan yang harus
dilakukan oleh Syarif selaku bendahara Kementerian
Pekerjaan Umum, apabila pada bulan Juli 2013 Syarif
mencairkan sisa anggaran untuk membayar jasa
pelaksanaan konstruksi yang dilakukan oleh PT. Andang
Konstruksi? PT. Andang Konstruksi menerbitkan Faktur
Pajak dengan kode nomor seri 020.000-13.00001100
pada tanggal 5 Juli 2013.
Proyek Pemerintah adalah proyek yang tercantum
dalam Daftar Isian Proyek (DIP) atau dokumen yang
dipersamakan dengan DIP, termasuk proyek yang
dibiayai dengan Perjanjian Penerusan Pinjaman (PPP)/
Subsidiary Loan Agreement (SLA).
Pemotongan/pemungutan PPh
Pajak Penghasilan yang terhutang atas penghasilan
yang diterima atau diperoleh kontraktor, konsultan
dan pemasok (supplier) utama dari pekerjaan yang
dilakukan dalam rangka pelaksanaan proyek-proyek
Pemerintah yang dibiayai dengan dana hibah dan/
atau dana pinjaman luar negeri, ditanggung oleh
Pemerintah.
PPh Final Pasal 4 ayat (2) yang ditanggung oleh
Pemerintah adalah sebesar:
3% x Rp350.000.000.000,00 = Rp10.500.000.000,00
Pemungutan PPN
Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan
Atas Barang Mewah yang terutang atas impor
serta penyerahan Barang dan Jasa dalam rangka
J14
55
pelaksanaan Proyek Pemerintah yang dibiayai dengan
hibah atau dana pinjaman luar negeri, tidak dipungut.
Bea Meterai
Dalam setiap pembuatan bukti pembayaran,
bendahara sebagai pihak penerima kuitansi terutang
bea meterai sebesar:
a. Rp3.000,00 di setiap bukti pembayaran yang nilai
transaksinya di atas Rp250.000,00 s.d. Rp1.000.000,00;
b. Rp6.000,00 di setiap bukti pembayaran yang nilai
transaksinya di atas Rp1.000.000,00.
Kewajiban Syarif sebagai bendahara Kementerian
Pekerjaan Umum:
a. melakukan pengecekan keabsahan Faktur Pajak
yang telah dibubuhi cap PAJAK PERTAMBAHAN
NILAI DAN PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG
MEWAH TIDAK DIPUNGUT yang telah dibuat oleh PT
Andang Konstruksi;
b. membuat SSP PPh Final Pasal 4 ayat (2) atas nama
PT Andang Konstruksi, yang dibubuhi cap PAJAK
PENGHASILAN DITANGGUNG OLEH PEMERINTAH
serta menandatanganinya;
c. membuat bukti potong PPh Final Pasal 4 ayat (2)
atas Penghasilan dari usaha Jasa Konstruksi atas
nama PT Andang Konstruksi;
d. menyerahkan dokumen SPM yang dilengkapi
dengan SSP dan Faktur Pajak ke KPPN;
e. setelah terbit SP2D, bendahara menyerahkan:
1) SSP PPh Final Pasal 4 ayat (2) lembar ke-1
yang telah divalidasi (dibubuhi cap telah
dibukukan) oleh KPPN;
2) Faktur pajak lembar ke-2; dan
56
3) bukti potong PPh Final Pasal 4 ayat (2) atas
Penghasilan dari usaha Jasa Konstruksi, kepada
PT Andang Konstruksi;
f. melaporkan SPT Masa PPh Final Pasal 4 ayat (2) ke
KPP Pratama Jakarta Kebayoran Baru Satu paling
lama tanggal 20 Agustus 2013.
57
Setelah dalam Bab II dijelaskan mengenai simulasi
penghitungan pemotongan dan pemungutan pajak oleh
bendahara, dalam Bab III ini akan dijelaskan mengenai
pengisian formulir Bukti Pemotongan, Surat Setoran Pajak,
Faktur Pajak, dan Surat Pemberitahuan Masa.
A. Belanja Gaji, Tunjangan dan Honorarium
1. Pengisian formulir untuk T1, T2, T3 dan T4
Pembuatan bukti pemotongan PPh
Pasal 21 bersifat fnal
III. PENGISIAN FORMULIR BUKTI PEMOTONGAN,
SURAT SETORAN PAJAK, FAKTUR PAJAK DAN SURAT
PEMBERITAHUAN MASA
Bendahara Mahir Pajak 2014
42

I
III
III
II.
.. P
PPE
EEN
NNG
GGI
IIS
SSI
IIA
AAN
NN F
FFO
OOR
RRM
MMU
UUL
LLI
IIR
RR B
BBU
UUK
KKT
TTI
II
P
PPE
EEM
MMO
OOT
TTO
OON
NNG
GGA
AAN
NN,
,, S
SSU
UUR
RRA
AAT
TT S
SSE
EET
TTO
OOR
RRA
AAN
NN
P
PPA
AAJ
JJA
AAK
KK,
,, F
FFA
AAK
KKT
TTU
UUR
RR P
PPA
AAJ
JJA
AAK
KK D
DDA
AAN
NN
S
SSU
UUR
RRA
AAT
TT P
PPE
EEM
MMB
BBE
EER
RRI
IIT
TTA
AAH
HHU
UUA
AAN
NN M
MMA
AAS
SSA
AA

Setelah dalam Bab II dijelaskan mengenai simulasi penghitungan
pemotongan dan pemungutan pajak oleh bendahara, dalam Bab III
ini akan dijelaskan mengenai pengisian formulir Bukti Pemotongan,
Surat Setoran Pajak, Faktur Pajak, dan Surat Pemberitahuan Masa.

A. Belanja Gaji, Tunjangan dan Honorarium
1. Pengisian formulir untuk T1, T2, T3 dan T4
Pembuatan bukti pemotongan PPh Pasal 21 bersifat final


Pengisian formulir
T3
Atas Pembayaran
gaji bulan Maret 2014 (T1
Atas pembayaran
honorarium tim (T3)
Rifki Z Rp1.200.000
Doddy Rp1.000.000
Heri Rp900.000
Nasrun Rp900.000
Atas pembayaran
honorarium kepada Jason
Pasaribu Rp5.000.000(T4)

Pemotongan PPh Pasal 21

Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 21
final / non final

Menyetorkan PPh Pasal 21
yang dipotong dengan SSP

Melaporkan dalam SPT
Masa PPh Pasal 21/26

Melengkapi lampiran SPT
Masa PPh Pasal 21/26
dengan lampiran:
- Bukti Pemotongan
- Daftar Bukti
Pemotongan
- SSP



.
-
:
:
:
B. PPh PASAL 21 YANG DIPOTONG
-
: -
: - -
C.03
2. NAMA
(3)
PPh DIPOTONG
(RP)
(4)
C. IDENTITAS PEMOTONG
402 21
00.030.485.6. 122 000
Bendahara Kantor Imigrasi Medan 25
1.200.000 180.000
JUMLAH
PENGHASILAN BRUTO
(Rp)
KODE OBJEK PAJAK
TARIF
(%)
Lembar ke-1 : untuk Penerima Penghasilan
Lembar ke-2 : untuk Pemotong
BUKTI PEMOTONGAN PAJAK
PENGHASILAN PASAL 21
(FINAL)
A. IDENTITAS PENERIMA PENGHASILAN YANG DIPOTONG
-
NPWP
FORMULIR 1721 - VII
KEMENTERIAN KEUANGAN RI
NOMOR : 1
1.
03 14 0000001
07.777.440.5 122 0
.
2. NIK / NO. PASPOR :
4
A.02 - .
a r e a s t a p l e s
3. TANGGAL & TANDA TANGAN
C.02
.
A.01
A.04
(1)
01
1. NPWP
C.01
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
H.01
A.03
(2)
ALAMAT
RIFKI ZAIN
PONDOK JAYA NO. 12 MEDAN
15%
[dd - mm - yyyy]
2.
3.
NAMA
03 2014
-
KODE OBJEK PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 ( FINAL)
1.
Honor dan Imbalan Lain yang Dibebankan kepada APBN atau APBD yang Diterima oleh PNS, Anggota TNI/POLRI, Pejabat
Negara dan Pensiunannya
2.
3.
4.
Uang Manfaat Pensiun, Tunjangan Hari Tua, atau Jaminan Hari Tua yang Dibayarkan Sekaligus
Objek PPh Pasal 21 Final Lainnya
21-401-02
21-402-01
Uang Pesangon yang Dibayarkan Sekaligus 21-401-01
21-499-99
[dd - mm - yyyy]
58
.
-
:
:
:
B. PPh PASAL 21 YANG DIPOTONG
-
: -
: - -
C.03
2. NAMA
(3)
4
A.02
PPh DIPOTONG
(RP)
(4)
50.000
JUMLAH
PENGHASILAN BRUTO
(Rp)
- .
KODE OBJEK PAJAK
TARIF
(%)
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK H.01
A.03
(2)
ALAMAT
DODY
SARMILI PERMAI BLOK G3 MEDAN
a r e a s t a p l e s
3. TANGGAL & TANDA TANGAN
C.02
.
A.01
A.04
(1)
01
1. NPWP
C.01
Lembar ke-1 : untuk Penerima Penghasilan
Lembar ke-2 : untuk Pemotong
BUKTI PEMOTONGAN PAJAK
PENGHASILAN PASAL 21
(FINAL)
A. IDENTITAS PENERIMA PENGHASILAN YANG DIPOTONG
-
NPWP
FORMULIR 1721 - VII
KEMENTERIAN KEUANGAN RI
NOMOR : 1
1.
03 14 0000002
07.777.454.5 122 0
.
2. NIK / NO. PASPOR :
5%
[dd - mm - yyyy]
2.
3.
NAMA
03 2014
-
C. IDENTITAS PEMOTONG
402 21
00.030.485.6. 122 000
Bendahara Kantor Imigrasi Medan 25
1.000.000
KODE OBJEK PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 ( FINAL)
1.
Honor dan Imbalan Lain yang Dibebankan kepada APBN atau APBD yang Diterima oleh PNS, Anggota TNI/POLRI, Pejabat
Negara dan Pensiunannya
2.
3.
4.
Uang Manfaat Pensiun, Tunjangan Hari Tua, atau Jaminan Hari Tua yang Dibayarkan Sekaligus
Objek PPh Pasal 21 Final Lainnya
21-401-02
21-402-01
Uang Pesangon yang Dibayarkan Sekaligus 21-401-01
21-499-99
[dd - mm - yyyy]
Bendahara Mahir Pajak 2014 B
43




Pengisian formulir
T3
Atas Pembayaran gaji
bulan Maret 2014 (T1
Atas pembayaran
honorarium tim (T3)
Rifki Z Rp1.200.000
Doddy Rp1.000.000
Heri Rp900.000
Nasrun Rp900.000
Atas pembayaran
honorarium kepada
Jason Pasaaribu
Rp5.000.000(T4)

Pemotongan PPh Pasal 21


Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 21
final / non final


Menyetorkan PPh Pasal 21
yang dipotong dengan SSP


Melaporkan dalam SPT
Masa PPh Pasal 21/26


Melengkapi SPT Masa PPh
Pasal 21/26 dengan
lampiran:
- Bukti Pemotongan
- Daftar Bukti
Pemotongan
- SSP



59
Bendahara Mahir Pajak 2014
44








Pengisian formulir
T3
Atas Pembayaran gaji
bulan Maret 2014 (T1
Atas pembayaran
honorarium tim (T3)
Rifki Z Rp1.200.000
Doddy Rp1.000.000
Heri Rp900.000
Nasrun Rp900.000
Atas pembayaran
honorarium kepada
Jason Pasaaribu
Rp5.000.000(T4)

Pemotongan PPh Pasal 21


Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 21
final / non final


Menyetorkan PPh Pasal 21
yang dipotong dengan SSP


Melaporkan dalam SPT
Masa PPh Pasal 21/26


Melengkapi SPT Masa PPh
Pasal 21/26 dengan
lampiran:
- Bukti Pemotongan
- Daftar Bukti
Pemotongan
- SSP



.
-
:
:
:
B. PPh PASAL 21 YANG DIPOTONG
-
: -
: - -
C.03
2. NAMA
(3)
4
A.02
PPh DIPOTONG
(RP)
(4)
45.000
JUMLAH
PENGHASILAN BRUTO
(Rp)
- .
KODE OBJEK PAJAK
TARIF
(%)
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK H.01
A.03
(2)
ALAMAT
HERI
PONDOK SAFARI NO13 MEDAN
a r e a s t a p l e s
3. TANGGAL & TANDA TANGAN
C.02
.
A.01
A.04
(1)
01
1. NPWP
C.01
Lembar ke-1 : untuk Penerima Penghasilan
Lembar ke-2 : untuk Pemotong
BUKTI PEMOTONGAN PAJAK
PENGHASILAN PASAL 21
(FINAL)
A. IDENTITAS PENERIMA PENGHASILAN YANG DIPOTONG
-
NPWP
FORMULIR 1721 - VII
KEMENTERIAN KEUANGAN RI
NOMOR : 1
1.
03 14 0000003
07.777.441.5 122 0
.
2. NIK / NO. PASPOR :
5%
[dd - mm - yyyy]
2.
3.
NAMA
03 2014
-
C. IDENTITAS PEMOTONG
402 21
00.030.485.6. 122 000
Bendahara Kantor Imigrasi Medan 25
900.000
KODE OBJEK PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 ( FINAL)
1.
Honor dan Imbalan Lain yang Dibebankan kepada APBN atau APBD yang Diterima oleh PNS, Anggota TNI/POLRI, Pejabat
Negara dan Pensiunannya
2.
3.
4.
Uang Manfaat Pensiun, Tunjangan Hari Tua, atau Jaminan Hari Tua yang Dibayarkan Sekaligus
Objek PPh Pasal 21 Final Lainnya
21-401-02
21-402-01
Uang Pesangon yang Dibayarkan Sekaligus 21-401-01
21-499-99
[dd - mm - yyyy]
60
.
-
:
:
:
B. PPh PASAL 21 YANG DIPOTONG
-
: -
: - -
0%
[dd - mm - yyyy]
2.
3.
NAMA
03 2014
-
C. IDENTITAS PEMOTONG
402 21
00.030.485.6. 122 000
Bendahara Kantor Imigrasi Medan 25
900.000
Lembar ke-1 : untuk Penerima Penghasilan
Lembar ke-2 : untuk Pemotong
BUKTI PEMOTONGAN PAJAK
PENGHASILAN PASAL 21
(FINAL)
A. IDENTITAS PENERIMA PENGHASILAN YANG DIPOTONG
-
NPWP
FORMULIR 1721 - VII
KEMENTERIAN KEUANGAN RI
NOMOR : 1
1.
03 14 0000005
00.000.000.0 000 000
.
2. NIK / NO. PASPOR :
a r e a s t a p l e s
3. TANGGAL & TANDA TANGAN
C.02
.
A.01
A.04
(1)
01
1. NPWP
C.01
C.03
2. NAMA
(3)
4
A.02
PPh DIPOTONG
(RP)
(4)
-
JUMLAH
PENGHASILAN BRUTO
(Rp)
- .
KODE OBJEK PAJAK
TARIF
(%)
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK H.01
A.03
(2)
ALAMAT
NASRUN
ALAM SUTRA BLOK-G8 MEDAN
[dd - mm - yyyy]
2.
3.
4.
Uang Manfaat Pensiun, Tunjangan Hari Tua, atau Jaminan Hari Tua yang Dibayarkan Sekaligus
Objek PPh Pasal 21 Final Lainnya
21-401-02
21-402-01
Uang Pesangon yang Dibayarkan Sekaligus 21-401-01
21-499-99
KODE OBJEK PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 ( FINAL)
1.
Honor dan Imbalan Lain yang Dibebankan kepada APBN atau APBD yang Diterima oleh PNS, Anggota TNI/POLRI, Pejabat
Negara dan Pensiunannya
Bendahara Mahir Pajak 2014 B
45




Pengisian formulir
T3
Atas Pembayaran gaji
bulan Maret 2014 (T1
Atas pembayaran
honorarium tim (T3)
Rifki Z Rp1.200.000
Doddy Rp1.000.000
Heri Rp900.000
Nasrun Rp900.000
Atas pembayaran
honorarium kepada
Jason Pasaaribu
Rp5.000.000(T4)

Pemotongan PPh Pasal 21


Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 21
final / non final


Menyetorkan PPh Pasal
21 yang dipotong dengan
SSP


Melaporkan dalam SPT
Masa PPh Pasal 21/26


Melengkapi SPT Masa
PPh Pasal 21/26 dengan
lampiran:
- Bukti Pemotongan
- Daftar Bukti
Pemotongan
- SSP






61
.
-
:
:
:
B. PPh PASAL 21 YANG DIPOTONG
-
: -
: - -
0%
[dd - mm - yyyy]
2.
3.
NAMA
03 2014
-
C. IDENTITAS PEMOTONG
402 21
00.030.485.6. 122 000
Bendahara Kantor Imigrasi Medan 25
900.000
Lembar ke-1 : untuk Penerima Penghasilan
Lembar ke-2 : untuk Pemotong
BUKTI PEMOTONGAN PAJAK
PENGHASILAN PASAL 21
(FINAL)
A. IDENTITAS PENERIMA PENGHASILAN YANG DIPOTONG
-
NPWP
FORMULIR 1721 - VII
KEMENTERIAN KEUANGAN RI
NOMOR : 1
1.
03 14 0000004
06-575-248-8 122 000
.
2. NIK / NO. PASPOR :
a r e a s t a p l e s
3. TANGGAL & TANDA TANGAN
C.02
.
A.01
A.04
(1)
01
1. NPWP
C.01
C.03
2. NAMA
(3)
4
A.02
PPh DIPOTONG
(RP)
(4)
-
JUMLAH
PENGHASILAN BRUTO
(Rp)
- .
KODE OBJEK PAJAK
TARIF
(%)
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK H.01
A.03
(2)
ALAMAT
JASON PASARIBU
JL. DIPONEGORO NO.2 MEDAN
[dd - mm - yyyy]
2.
3.
4.
Uang Manfaat Pensiun, Tunjangan Hari Tua, atau Jaminan Hari Tua yang Dibayarkan Sekaligus
Objek PPh Pasal 21 Final Lainnya
21-401-02
21-402-01
Uang Pesangon yang Dibayarkan Sekaligus 21-401-01
21-499-99
KODE OBJEK PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 ( FINAL)
1.
Honor dan Imbalan Lain yang Dibebankan kepada APBN atau APBD yang Diterima oleh PNS, Anggota TNI/POLRI, Pejabat
Negara dan Pensiunannya
Bendahara Mahir Pajak 2014
46




Pengisian formulir
T4
Atas Pembayaran gaji
bulan Maret 2041 (T1
Atas pembayaran
honorarium tim (T3)
Rifki Z Rp1.200.000
Doddy Rp1.000.000
Heri Rp900.000
Nasrun Rp900.000
Atas pembayaran
honorarium kepada
Jason Pasaaribu
Rp5.000.000(T4)

Pemotongan PPh Pasal 21


Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 21
final / non final


Menyetorkan PPh Pasal 21
yang dipotong dengan SSP


Melaporkan dalam SPT
Masa PPh Pasal 21/26


Melengkapi SPT Masa PPh
Pasal 21/26 dengan
lampiran:
- Bukti Pemotongan
- Daftar Bukti
Pemotongan
- SSP





62
a r e a b a r c o d e
[mm - yyyy]
H.01 - H.02 H.03 H.04
:
:
:
:
B. OBJEK PAJAK
Jalan Gatot Subroto No. 268 Medan
Formulir ini digunakan untuk melaporkan
Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 dan/atau
Pasal 26
SPT
NORMAL
PENERIMA PENGHASILAN
-
KODE OBJEK
PAJAK
ALAMAT
1.
2.
3.
NPWP
Bendahara Kantor Imigrasi Medan
JUMLAH
PENERIMA
PENGHASILAN
A.01
A.02
A.03
03 2014
00.030.485.6
4.
NAMA
A.04
PEGAWAI TETAP
Bacalah petunjuk pengisian sebelum mengisi formulir ini
MASA PAJAK :
X
(4) (5)
PENERIMA PENSIUN BERKALA
A. IDENTITAS PEMOTONG
.
2.
No
JUMLAH PAJAK
DIPOTONG (Rp)
21-100-03
4. BUKAN PEGAWAI
3. PEGAWAI TIDAK TETAP ATAU TENAGA KERJA LEPAS
DISTRIBUTOR MULTILEVEL MARKETING (MLM) 4a.
a r e a s t a p l e s
145.983
21-100-04
NO. TELEPON
(6)
21-100-02
21-100-01
(3) (1) (2)
1.
FORMULIR 1721
JUMLAH LEMBAR SPT
TERMASUK LAMPIRAN:
(DIISI OLEH PETUGAS)
H.05 H.06
5.
000
SPT
PEMBETULAN KE-
A.05
061-452100
5
EMAIL :
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
KEMENTERIAN KEUANGAN RI
SURAT PEMBERITAHUAN (SPT) MASA
PAJAK PENGHASILAN
PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26
JUMLAH PENGHASILAN
BRUTO (Rp)
122
16.024.200
KELEBIHAN PENYETORAN PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 DARI :
MASA PAJAK:
B.03
JUMLAH (ANGKA 12 + ANGKA 13) B.04
PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR (ANGKA 11 KOLOM 6 - ANGKA 14) B.05
270.983
1 5.000.000
9.
16.
PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR PADA SPT YANG DIBETULKAN
(PINDAHAN DARI BAGIAN B ANGKA 15 DARI SPT YANG DIBETULKAN)
PETUGAS DINAS LUAR ASURANSI
4c.
5.
6.
12.
LANJUTKAN PENGISIAN PADA ANGKA 16 & 17 APABILA SPT PEMBETULAN DAN/ATAU PADA ANGKA 18 APABILA PPh LEBIH DISETOR
4.
7. PEGAWAI YANG MELAKUKAN PENARIKAN DANA PENSIUN
ANGGOTA DEWAN KOMISARIS ATAU DEWAN PENGAWAS YANG
TIDAK MERANGKAP SEBAGAI PEGAWAI TETAP
BUKAN PEGAWAI
DISTRIBUTOR MULTILEVEL MARKETING (MLM) 4a.
4f.
BUKAN PEGAWAI YANG MENERIMA IMBALAN YANG
TIDAK BERSIFAT BERKESINAMBUNGAN
18.
17.
14.
13.
B.06
01
10.
06
15.
STP PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 (HANYA POKOK PAJAK)
09
4b.
MANTAN PEGAWAI YANG MENERIMA JASA PRODUKSI, TANTIEM,
BONUS ATAU IMBALAN LAIN
21-100-12
8. PESERTA KEGIATAN
11.
PENJAJA BARANG DAGANGAN
21-100-04
21-100-05
21-100-06
21-100-07
21-100-08
21-100-09
4d. TENAGA AHLI
4e.
BUKAN PEGAWAI YANG MENERIMA IMBALAN YANG
BERSIFAT BERKESINAMBUNGAN
PENERIMA PENGHASILAN YANG DIPOTONG PPh PASAL 21 TIDAK
FINAL LAINNYA
PEGAWAI/PEMBERI JASA/PESERTA KEGIATAN/PENERIMA
PENSIUN BERKALA SEBAGAI WAJIB PAJAK LUAR NEGERI
03 04
PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR KARENA PEMBETULAN
(ANGKA 15 - ANGKA 16)
21.024.200
21-100-10
21-100-11
21-100-99
27-100-99
JUMLAH (PENJUMLAHAN ANGKA 1 S.D.10)
PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR
21-100-13
B.07
07 08
B.02
10 02 11 12
B.01
05 TAHUN KALENDER (yyyy)
270.983
JUMLAH (Rp)
125.000
KELEBIHAN SETOR PADA ANGKA 15 ATAU ANGKA 17 AKAN DIKOMPENSASIKAN KE MASA PAJAK (mm - yyyy) B.08 -
HALAMAN 1
18.
Bendahara Mahir Pajak 2014 B
47


Pengisian SPT Masa Maret 2014

a r e a b a r c o d e
[mm - yyyy]
H.01 - H.02 H.03 H.04
:
:
:
:
B. OBJEK PAJAK
KELEBIHAN PENYETORAN PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 DARI :
MASA PAJAK:
B.03
JUMLAH (ANGKA 12 + ANGKA 13) B.04
PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR (ANGKA 11 KOLOM 6 - ANGKA 14) B.05
KELEBIHAN SETOR PADA ANGKA 15 ATAU ANGKA 17 AKAN DIKOMPENSASIKAN KE MASA PAJAK (mm - yyyy) B.08 -
270.983
Jalan Gatot Subroto No. 268 Medan
1 5.000.000
Formulir ini digunakan untuk melaporkan
Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 dan/atau
Pasal 26
SPT
NORMAL
PENERIMA PENGHASILAN
-
KODE OBJEK
PAJAK
ALAMAT
1.
2.
3.
NPWP
Bendahara Kantor Imigrasi Medan
JUMLAH
PENERIMA
PENGHASILAN
A.01
A.02
A.03
03 2014
00.030.485.6
4.
1.
A.04
PEGAWAI TETAP
Bacalah petunjuk pengisian sebelum mengisi formulir ini
MASA PAJAK :
X
(4) (5)
PENERIMA PENSIUN BERKALA
9.
21-100-03
16.
PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR PADA SPT YANG DIBETULKAN
(PINDAHAN DARI BAGIAN B ANGKA 15 DARI SPT YANG DIBETULKAN)
PETUGAS DINAS LUAR ASURANSI
4c.
5.
6.
12.
LANJUTKAN PENGISIAN PADA ANGKA 16 & 17 APABILA SPT PEMBETULAN DAN/ATAU PADA ANGKA 18 APABILA PPh LEBIH DISETOR
4.
7. PEGAWAI YANG MELAKUKAN PENARIKAN DANA PENSIUN
ANGGOTA DEWAN KOMISARIS ATAU DEWAN PENGAWAS YANG
TIDAK MERANGKAP SEBAGAI PEGAWAI TETAP
BUKAN PEGAWAI
3. PEGAWAI TIDAK TETAP ATAU TENAGA KERJA LEPAS
DISTRIBUTOR MULTILEVEL MARKETING (MLM) 4a.
4f.
BUKAN PEGAWAI YANG MENERIMA IMBALAN YANG
TIDAK BERSIFAT BERKESINAMBUNGAN
a r e a s t a p l e s
HALAMAN 1
18.
17.
14.
13.
B.06
01
10.
06
15.
STP PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 (HANYA POKOK PAJAK)
09
4b.
MANTAN PEGAWAI YANG MENERIMA JASA PRODUKSI, TANTIEM,
BONUS ATAU IMBALAN LAIN
21-100-12
8. PESERTA KEGIATAN
11.
A. IDENTITAS PEMOTONG
.
145.983
PENJAJA BARANG DAGANGAN
21-100-04
21-100-05
21-100-06
21-100-07
21-100-08
21-100-09
2.
No
JUMLAH PAJAK
DIPOTONG (Rp)
NO. TELEPON
(6)
21-100-02
21-100-01
(3)
4d. TENAGA AHLI
(1) (2)
4e.
BUKAN PEGAWAI YANG MENERIMA IMBALAN YANG
BERSIFAT BERKESINAMBUNGAN
PENERIMA PENGHASILAN YANG DIPOTONG PPh PASAL 21 TIDAK
FINAL LAINNYA
PEGAWAI/PEMBERI JASA/PESERTA KEGIATAN/PENERIMA PENSIUN
BERKALA SEBAGAI WAJIB PAJAK LUAR NEGERI
03 04
PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR KARENA PEMBETULAN
(ANGKA 15 - ANGKA 16)
21.024.200
21-100-10
21-100-11
21-100-99
27-100-99
JUMLAH (PENJUMLAHAN ANGKA 1 S.D.10)
PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR
21-100-13
B.07
07 08
B.02
10 02 11 12
B.01
05
FORMULIR 1721
JUMLAH LEMBAR SPT
TERMASUK LAMPIRAN:
(DIISI OLEH PETUGAS)
H.05 H.06
5.
000
SPT
PEMBETULAN KE-
A.05 061-452100
5
EMAIL :
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
NAMA
KEMENTERIAN KEUANGAN RI
SURAT PEMBERITAHUAN (SPT) MASA
PAJAK PENGHASILAN
PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26
TAHUN KALENDER (yyyy)
JUMLAH PENGHASILAN
BRUTO (Rp)
JUMLAH (Rp)
125.000
122
16.024.200
Pengisian formulir
T1, T3, dan T4
Atas Pembayaran gaji
bulan Maret 2014 (T1
Atas pembayaran
honorarium tim (T3)
Rifki Z Rp1.200.000
Doddy Rp1.000.000
Heri Rp900.000
Nasrun Rp900.000
Atas pembayaran
honorarium kepada
Jason Pasaaribu (T4)

Pemotongan PPh Pasal 21


Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 21
final dan non final


Menyetorkan PPh Pasal 21
yang dipotong dengan SSP


Melaporkan dalam SPT
Masa PPh Pasal 21/26


Melengkapi SPT Masa PPh
Pasal 21/26 dengan
lampiran:
- Bukti Pemotongan
- Daftar Bukti
Pemotongan
- SSP



Pengisian SPT 1721 Masa Pajak Maret 2014
63
NPWP PEMOTONG : B.09 - .
D.13
5.
X
00.030.485.6 122 000
PENERIMA UANG PESANGON YANG DIBAYARKAN
SEKALIGUS
LEMBAR
D.04
FORMULIR 1721 - II
(Untuk Satu Tahun Pajak)
FORMULIR 1721
JUMLAH
PENERIMA
PENGHASILAN
JUMLAH PENGHASILAN
BRUTO (Rp)
(4) (5) (6)
D.01
a r e a s t a p l e s
SURAT SETORAN PAJAK (SSP) DAN/ATAU
BUKTI PEMINDAHBUKUAN (Pbk)
FORMULIR 1721 - I
PENERIMA PENGHASILAN
(2)
D.07 D.08
2.
FORMULIR 1721 - I
D.03
7.
D.12
PENERIMA PENGHASILAN YANG DIPOTONG PPh PASAL 21
FINAL LAINNYA
21-499-99
21-401-02
21-402-01 3.
LEMBAR
D.11
1 LEMBAR
D.10
1.
Formulir 1721 - IV
D.02
1
1
1
6.
Formulir 1721 - V
X
X
LEMBAR
5.
C. OBJEK PAJAK FINAL
NO
KODE OBJEK
PAJAK
(3)
8.
Dengan menyadari sepenuhnya atas segala akibatnya termasuk sanksi-sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku, saya menyatakan
bahwa apa yang telah saya beritahukan di atas beserta lampiran-lampirannya adalah benar, lengkap dan jelas.
X LEMBAR
D.09
LEMBAR
D.05 D.06
D.14
E. PERNYATAAN DAN TANDA TANGAN PEMOTONG
FORMULIR 1721 - III
JUMLAH PAJAK DIPOTONG
(Rp)
2.
PENERIMA UANG MANFAAT PENSIUN, TUNJANGAN HARI TUA ATAU
JAMINAN HARI TUA DAN PEMBAYARAN SEJENIS YANG
DIBAYARKAN SEKALIGUS
21-401-01
PEJABAT NEGARA, PEGAWAI NEGERI SIPIL, ANGGOTA TNI/POLRI
DAN PENSIUNAN YANG MENERIMA HONORARIUM DAN IMBALAN
LAIN YANG DIBEBANKAN KEPADA KEUANGAN NEGARA/DAERAH
3.
SURAT KUASA KHUSUS
(1)
D. LAMPIRAN
JUMLAH BAGIAN C (PENJUMLAHAN ANGKA 1 S.D. 5)
(Untuk Satu Masa Pajak)
4.
X
4.
1.
4
PEMOTONG KUASA
6. TANDA TANGAN :
- .
- - (dd - mm - yyyy)
TEMPAT :
122
11
E.06
E.02
Dengan menyadari sepenuhnya atas segala akibatnya termasuk sanksi-sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku, saya menyatakan
bahwa apa yang telah saya beritahukan di atas beserta lampiran-lampirannya adalah benar, lengkap dan jelas.
1. E.01
NPWP : E.03
4 2014
5.
X
MEDAN
00.030.485.6
000
3. NAMA : E.04
4. TANGGAL : E.05
2.
E. PERNYATAAN DAN TANDA TANGAN PEMOTONG
Bendahara Kantor Imigrasi Medan
Bendahara Mahir Pajak 2014 B
47


Pengisian SPT Masa Maret 2014

a r e a b a r c o d e
[mm - yyyy]
H.01 - H.02 H.03 H.04
:
:
:
:
B. OBJEK PAJAK
KELEBIHAN PENYETORAN PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 DARI :
MASA PAJAK:
B.03
JUMLAH (ANGKA 12 + ANGKA 13) B.04
PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR (ANGKA 11 KOLOM 6 - ANGKA 14) B.05
KELEBIHAN SETOR PADA ANGKA 15 ATAU ANGKA 17 AKAN DIKOMPENSASIKAN KE MASA PAJAK (mm - yyyy) B.08 -
270.983
Jalan Gatot Subroto No. 268 Medan
1 5.000.000
Formulir ini digunakan untuk melaporkan
Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 dan/atau
Pasal 26
SPT
NORMAL
PENERIMA PENGHASILAN
-
KODE OBJEK
PAJAK
ALAMAT
1.
2.
3.
NPWP
Bendahara Kantor Imigrasi Medan
JUMLAH
PENERIMA
PENGHASILAN
A.01
A.02
A.03
03 2014
00.030.485.6
4.
1.
A.04
PEGAWAI TETAP
Bacalah petunjuk pengisian sebelum mengisi formulir ini
MASA PAJAK :
X
(4) (5)
PENERIMA PENSIUN BERKALA
9.
21-100-03
16.
PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR PADA SPT YANG DIBETULKAN
(PINDAHAN DARI BAGIAN B ANGKA 15 DARI SPT YANG DIBETULKAN)
PETUGAS DINAS LUAR ASURANSI
4c.
5.
6.
12.
LANJUTKAN PENGISIAN PADA ANGKA 16 & 17 APABILA SPT PEMBETULAN DAN/ATAU PADA ANGKA 18 APABILA PPh LEBIH DISETOR
4.
7. PEGAWAI YANG MELAKUKAN PENARIKAN DANA PENSIUN
ANGGOTA DEWAN KOMISARIS ATAU DEWAN PENGAWAS YANG
TIDAK MERANGKAP SEBAGAI PEGAWAI TETAP
BUKAN PEGAWAI
3. PEGAWAI TIDAK TETAP ATAU TENAGA KERJA LEPAS
DISTRIBUTOR MULTILEVEL MARKETING (MLM) 4a.
4f.
BUKAN PEGAWAI YANG MENERIMA IMBALAN YANG
TIDAK BERSIFAT BERKESINAMBUNGAN
a r e a s t a p l e s
HALAMAN 1
18.
17.
14.
13.
B.06
01
10.
06
15.
STP PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 (HANYA POKOK PAJAK)
09
4b.
MANTAN PEGAWAI YANG MENERIMA JASA PRODUKSI, TANTIEM,
BONUS ATAU IMBALAN LAIN
21-100-12
8. PESERTA KEGIATAN
11.
A. IDENTITAS PEMOTONG
.
145.983
PENJAJA BARANG DAGANGAN
21-100-04
21-100-05
21-100-06
21-100-07
21-100-08
21-100-09
2.
No
JUMLAH PAJAK
DIPOTONG (Rp)
NO. TELEPON
(6)
21-100-02
21-100-01
(3)
4d. TENAGA AHLI
(1) (2)
4e.
BUKAN PEGAWAI YANG MENERIMA IMBALAN YANG
BERSIFAT BERKESINAMBUNGAN
PENERIMA PENGHASILAN YANG DIPOTONG PPh PASAL 21 TIDAK
FINAL LAINNYA
PEGAWAI/PEMBERI JASA/PESERTA KEGIATAN/PENERIMA PENSIUN
BERKALA SEBAGAI WAJIB PAJAK LUAR NEGERI
03 04
PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR KARENA PEMBETULAN
(ANGKA 15 - ANGKA 16)
21.024.200
21-100-10
21-100-11
21-100-99
27-100-99
JUMLAH (PENJUMLAHAN ANGKA 1 S.D.10)
PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR
21-100-13
B.07
07 08
B.02
10 02 11 12
B.01
05
FORMULIR 1721
JUMLAH LEMBAR SPT
TERMASUK LAMPIRAN:
(DIISI OLEH PETUGAS)
H.05 H.06
5.
000
SPT
PEMBETULAN KE-
A.05 061-452100
5
EMAIL :
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
NAMA
KEMENTERIAN KEUANGAN RI
SURAT PEMBERITAHUAN (SPT) MASA
PAJAK PENGHASILAN
PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26
TAHUN KALENDER (yyyy)
JUMLAH PENGHASILAN
BRUTO (Rp)
JUMLAH (Rp)
125.000
122
16.024.200
Pengisian formulir
T1, T3, dan T4
Atas Pembayaran gaji
bulan Maret 2014 (T1
Atas pembayaran
honorarium tim (T3)
Rifki Z Rp1.200.000
Doddy Rp1.000.000
Heri Rp900.000
Nasrun Rp900.000
Atas pembayaran
honorarium kepada
Jason Pasaaribu (T4)

Pemotongan PPh Pasal 21


Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 21
final dan non final


Menyetorkan PPh Pasal 21
yang dipotong dengan SSP


Melaporkan dalam SPT
Masa PPh Pasal 21/26


Melengkapi SPT Masa PPh
Pasal 21/26 dengan
lampiran:
- Bukti Pemotongan
- Daftar Bukti
Pemotongan
- SSP



64
H
.
0
1
-

S
A
T
U

T
A
H
U
N

P
A
J
A
K

N
P
W
P

P
E
M
O
T
O
N
G

:
H
.
0
2
-
.
A
.
a r e a s t a p l e s
K
E
M
E
N
T
E
R
I
A
N

K
E
U
A
N
G
A
N

R
I
D
I
R
E
K
T
O
R
A
T

J
E
N
D
E
R
A
L

P
A
J
A
K
S
A
T
U

M
A
S
A

P
A
J
A
K
N
O
M
O
R


P
E
G
A
W
A
I

T
E
T
A
P

D
A
N

P
E
N
E
R
I
M
A

P
E
N
S
I
U
N

A
T
A
U

T
H
T
/
J
H
T

S
E
R
T
A

P
N
S
,

A
N
G
G
O
T
A

T
N
I
/
P
O
L
R
I
,

P
E
J
A
B
A
T

N
E
G
A
R
A

D
A
N

P
E
N
S
I
U
N
A
N
N
Y
A

Y
A
N
G

P
E
N
G
H
A
S
I
L
A
N
N
Y
A

M
E
L
E
B
I
H
I

P
E
N
G
H
A
S
I
L
A
N

T
I
D
A
K

K
E
N
A

P
A
J
A
K

(
P
T
K
P
)
N
O
N
P
W
P
N
A
M
A
:
F
O
R
M
U
L
I
R

1
7
2
1
-
I
D
A
F
T
A
R

P
E
M
O
T
O
N
G
A
N

P
A
J
A
K

P
E
N
G
H
A
S
I
L
A
N

P
A
S
A
L

2
1

B
A
G
I

P
E
G
A
W
A
I

T
E
T
A
P

D
A
N

P
E
N
E
R
I
M
A

P
E
N
S
I
U
N

A
T
A
U
T
U
N
J
A
N
G
A
N

H
A
R
I

T
U
A
/
J
A
M
I
N
A
N

H
A
R
I

T
U
A

B
E
R
K
A
L
A

S
E
R
T
A

B
A
G
I

P
E
G
A
W
A
I

N
E
G
E
R
I

S
I
P
I
L
,

A
N
G
G
O
T
A

T
E
N
T
A
R
A

N
A
S
I
O
N
A
L
I
N
D
O
N
E
S
I
A
,

A
N
G
G
O
T
A

P
O
L
I
S
I

R
E
P
U
B
L
I
K

I
N
D
O
N
E
S
I
A
,

P
E
J
A
B
A
T

N
E
G
A
R
A

D
A
N

P
E
N
S
I
U
N
A
N
N
Y
A
P
P
h

D
I
P
O
T
O
N
G

(
R
p
)


L
e
m
b
a
r

k
e
-
1
:
u
n
t
u
k

K
P
P


L
e
m
b
a
r

k
e
-
2
:
u
n
t
u
k

P
e
m
o
t
o
n
g
K
O
D
E

O
B
J
E
K
P
A
J
A
K
J
U
M
L
A
H

P
E
N
G
H
A
S
I
L
A
N
B
R
U
T
O

(
R
p
)
M
A
S
A
P
E
R
O
L
E
H
A
N
P
E
N
G
H
A
S
I
L
A
N



M
A
S
A

P
A
J
A
K


[
m
m

-

y
y
y
y
]
B
U
K
T
I

P
E
M
O
T
O
N
G
A
N
(
8
)
(
4
)
(
5
)
T
A
N
G
G
A
L

(
d
d

-

m
m

-

y
y
y
y
)
X
4
.
5
.
6
.
0
0
.
0
3
0
.
4
8
5
.
6
3
.
7
.
8
.
(
9
)
(
1
0
)
1
.
2
.
1
2
2
0
0
0
0
7
.
7
7
7
.
4
4
0
.
5
-
1
2
2
.
0
0
0
0
7
.
7
7
7
.
4
4
4
.
5
-
1
2
2
.
0
0
0
K
O
D
E
N
E
G
A
R
A
D
O
M
I
S
I
L
I
(
7
)
(
2
)
(
3
)
0
3
2
0
1
4
(
1
)
4
7
.
6
9
2
1
8
.
9
7
1
4
.
0
0
9
.
8
0
0
3
.
1
9
1
.
6
0
0
(
6
)
R
i
f
k
i

Z
a
i
n
R
a
h
m
a
t

W
i
d
o
d
o
D
o
d
y
H
e
r
i
N
a
s
r
u
n
0
7
.
7
7
7
.
4
5
4
.
5
-
1
2
2
.
0
0
0
0
7
.
7
7
7
.
4
4
1
.
5
-
1
2
2
.
0
0
0
0
0
.
0
0
0
.
0
0
0
.
0
-
0
0
0
.
0
0
0
2
1
-
1
0
0
-
0
1
2
1
-
1
0
0
-
0
1
2
1
-
1
0
0
-
0
1
2
1
-
1
0
0
-
0
1
2
1
-
1
0
0
-
0
1
2
.
6
2
0
.
2
0
0
3
.
6
4
4
.
5
5
0
2
.
5
5
8
.
0
5
0
1
7
.
1
0
0
5
6
.
2
4
2
7
.
1
7
5
O
R
A
N
G
C
.
T
O
T
A
L

(
J
U
M
L
A
H

A

+

B
)
B
.
J
U
M
L
A
H

A

(
P
E
N
J
U
M
L
A
H
A
N

A
N
G
K
A

1

S
.
D

A
N
G
K
A

2
0
)
1
2
.
1
3
.
1
4
.
7
.
8
.
9
.
1
0
.
1
1
.
1
5
.
1
6
.
1
7
.
1
8
.
P
E
G
A
W
A
I

T
E
T
A
P

D
A
N

P
E
N
E
R
I
M
A

P
E
N
S
I
U
N

A
T
A
U

T
H
T
/
J
H
T

S
E
R
T
A

P
N
S
,

A
N
G
G
O
T
A

T
N
I
/
P
O
L
R
I
,

P
E
J
A
B
A
T

N
E
G
A
R
A
D
A
N

P
E
N
S
I
U
N
A
N
N
Y
A

Y
A
N
G

P
E
N
G
H
A
S
I
L
A
N
N
Y
A

T
I
D
A
K

M
E
L
E
B
I
H
I

P
T
K
P
:
B
.
0
1
0
2
0
.
1
9
.
1
6
.
0
2
4
.
2
0
0
1
4
7
.
1
8
0
1
4
7
.
1
8
0
1
6
.
0
2
4
.
2
0
0
Bendahara Mahir Pajak 2014 B
47


Pengisian SPT Masa Maret 2014

a r e a b a r c o d e
[mm - yyyy]
H.01 - H.02 H.03 H.04
:
:
:
:
B. OBJEK PAJAK
KELEBIHAN PENYETORAN PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 DARI :
MASA PAJAK:
B.03
JUMLAH (ANGKA 12 + ANGKA 13) B.04
PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR (ANGKA 11 KOLOM 6 - ANGKA 14) B.05
KELEBIHAN SETOR PADA ANGKA 15 ATAU ANGKA 17 AKAN DIKOMPENSASIKAN KE MASA PAJAK (mm - yyyy) B.08 -
270.983
Jalan Gatot Subroto No. 268 Medan
1 5.000.000
Formulir ini digunakan untuk melaporkan
Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 dan/atau
Pasal 26
SPT
NORMAL
PENERIMA PENGHASILAN
-
KODE OBJEK
PAJAK
ALAMAT
1.
2.
3.
NPWP
Bendahara Kantor Imigrasi Medan
JUMLAH
PENERIMA
PENGHASILAN
A.01
A.02
A.03
03 2014
00.030.485.6
4.
1.
A.04
PEGAWAI TETAP
Bacalah petunjuk pengisian sebelum mengisi formulir ini
MASA PAJAK :
X
(4) (5)
PENERIMA PENSIUN BERKALA
9.
21-100-03
16.
PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR PADA SPT YANG DIBETULKAN
(PINDAHAN DARI BAGIAN B ANGKA 15 DARI SPT YANG DIBETULKAN)
PETUGAS DINAS LUAR ASURANSI
4c.
5.
6.
12.
LANJUTKAN PENGISIAN PADA ANGKA 16 & 17 APABILA SPT PEMBETULAN DAN/ATAU PADA ANGKA 18 APABILA PPh LEBIH DISETOR
4.
7. PEGAWAI YANG MELAKUKAN PENARIKAN DANA PENSIUN
ANGGOTA DEWAN KOMISARIS ATAU DEWAN PENGAWAS YANG
TIDAK MERANGKAP SEBAGAI PEGAWAI TETAP
BUKAN PEGAWAI
3. PEGAWAI TIDAK TETAP ATAU TENAGA KERJA LEPAS
DISTRIBUTOR MULTILEVEL MARKETING (MLM) 4a.
4f.
BUKAN PEGAWAI YANG MENERIMA IMBALAN YANG
TIDAK BERSIFAT BERKESINAMBUNGAN
a r e a s t a p l e s
HALAMAN 1
18.
17.
14.
13.
B.06
01
10.
06
15.
STP PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 (HANYA POKOK PAJAK)
09
4b.
MANTAN PEGAWAI YANG MENERIMA JASA PRODUKSI, TANTIEM,
BONUS ATAU IMBALAN LAIN
21-100-12
8. PESERTA KEGIATAN
11.
A. IDENTITAS PEMOTONG
.
145.983
PENJAJA BARANG DAGANGAN
21-100-04
21-100-05
21-100-06
21-100-07
21-100-08
21-100-09
2.
No
JUMLAH PAJAK
DIPOTONG (Rp)
NO. TELEPON
(6)
21-100-02
21-100-01
(3)
4d. TENAGA AHLI
(1) (2)
4e.
BUKAN PEGAWAI YANG MENERIMA IMBALAN YANG
BERSIFAT BERKESINAMBUNGAN
PENERIMA PENGHASILAN YANG DIPOTONG PPh PASAL 21 TIDAK
FINAL LAINNYA
PEGAWAI/PEMBERI JASA/PESERTA KEGIATAN/PENERIMA PENSIUN
BERKALA SEBAGAI WAJIB PAJAK LUAR NEGERI
03 04
PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR KARENA PEMBETULAN
(ANGKA 15 - ANGKA 16)
21.024.200
21-100-10
21-100-11
21-100-99
27-100-99
JUMLAH (PENJUMLAHAN ANGKA 1 S.D.10)
PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR
21-100-13
B.07
07 08
B.02
10 02 11 12
B.01
05
FORMULIR 1721
JUMLAH LEMBAR SPT
TERMASUK LAMPIRAN:
(DIISI OLEH PETUGAS)
H.05 H.06
5.
000
SPT
PEMBETULAN KE-
A.05 061-452100
5
EMAIL :
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
NAMA
KEMENTERIAN KEUANGAN RI
SURAT PEMBERITAHUAN (SPT) MASA
PAJAK PENGHASILAN
PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26
TAHUN KALENDER (yyyy)
JUMLAH PENGHASILAN
BRUTO (Rp)
JUMLAH (Rp)
125.000
122
16.024.200
Pengisian formulir
T1, T3, dan T4
Atas Pembayaran gaji
bulan Maret 2014 (T1
Atas pembayaran
honorarium tim (T3)
Rifki Z Rp1.200.000
Doddy Rp1.000.000
Heri Rp900.000
Nasrun Rp900.000
Atas pembayaran
honorarium kepada
Jason Pasaaribu (T4)

Pemotongan PPh Pasal 21


Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 21
final dan non final


Menyetorkan PPh Pasal 21
yang dipotong dengan SSP


Melaporkan dalam SPT
Masa PPh Pasal 21/26


Melengkapi SPT Masa PPh
Pasal 21/26 dengan
lampiran:
- Bukti Pemotongan
- Daftar Bukti
Pemotongan
- SSP



65
Bendahara Mahir Pajak 2014 B
47


Pengisian SPT Masa Maret 2014

a r e a b a r c o d e
[mm - yyyy]
H.01 - H.02 H.03 H.04
:
:
:
:
B. OBJEK PAJAK
KELEBIHAN PENYETORAN PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 DARI :
MASA PAJAK:
B.03
JUMLAH (ANGKA 12 + ANGKA 13) B.04
PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR (ANGKA 11 KOLOM 6 - ANGKA 14) B.05
KELEBIHAN SETOR PADA ANGKA 15 ATAU ANGKA 17 AKAN DIKOMPENSASIKAN KE MASA PAJAK (mm - yyyy) B.08 -
270.983
Jalan Gatot Subroto No. 268 Medan
1 5.000.000
Formulir ini digunakan untuk melaporkan
Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 dan/atau
Pasal 26
SPT
NORMAL
PENERIMA PENGHASILAN
-
KODE OBJEK
PAJAK
ALAMAT
1.
2.
3.
NPWP
Bendahara Kantor Imigrasi Medan
JUMLAH
PENERIMA
PENGHASILAN
A.01
A.02
A.03
03 2014
00.030.485.6
4.
1.
A.04
PEGAWAI TETAP
Bacalah petunjuk pengisian sebelum mengisi formulir ini
MASA PAJAK :
X
(4) (5)
PENERIMA PENSIUN BERKALA
9.
21-100-03
16.
PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR PADA SPT YANG DIBETULKAN
(PINDAHAN DARI BAGIAN B ANGKA 15 DARI SPT YANG DIBETULKAN)
PETUGAS DINAS LUAR ASURANSI
4c.
5.
6.
12.
LANJUTKAN PENGISIAN PADA ANGKA 16 & 17 APABILA SPT PEMBETULAN DAN/ATAU PADA ANGKA 18 APABILA PPh LEBIH DISETOR
4.
7. PEGAWAI YANG MELAKUKAN PENARIKAN DANA PENSIUN
ANGGOTA DEWAN KOMISARIS ATAU DEWAN PENGAWAS YANG
TIDAK MERANGKAP SEBAGAI PEGAWAI TETAP
BUKAN PEGAWAI
3. PEGAWAI TIDAK TETAP ATAU TENAGA KERJA LEPAS
DISTRIBUTOR MULTILEVEL MARKETING (MLM) 4a.
4f.
BUKAN PEGAWAI YANG MENERIMA IMBALAN YANG
TIDAK BERSIFAT BERKESINAMBUNGAN
a r e a s t a p l e s
HALAMAN 1
18.
17.
14.
13.
B.06
01
10.
06
15.
STP PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 (HANYA POKOK PAJAK)
09
4b.
MANTAN PEGAWAI YANG MENERIMA JASA PRODUKSI, TANTIEM,
BONUS ATAU IMBALAN LAIN
21-100-12
8. PESERTA KEGIATAN
11.
A. IDENTITAS PEMOTONG
.
145.983
PENJAJA BARANG DAGANGAN
21-100-04
21-100-05
21-100-06
21-100-07
21-100-08
21-100-09
2.
No
JUMLAH PAJAK
DIPOTONG (Rp)
NO. TELEPON
(6)
21-100-02
21-100-01
(3)
4d. TENAGA AHLI
(1) (2)
4e.
BUKAN PEGAWAI YANG MENERIMA IMBALAN YANG
BERSIFAT BERKESINAMBUNGAN
PENERIMA PENGHASILAN YANG DIPOTONG PPh PASAL 21 TIDAK
FINAL LAINNYA
PEGAWAI/PEMBERI JASA/PESERTA KEGIATAN/PENERIMA PENSIUN
BERKALA SEBAGAI WAJIB PAJAK LUAR NEGERI
03 04
PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR KARENA PEMBETULAN
(ANGKA 15 - ANGKA 16)
21.024.200
21-100-10
21-100-11
21-100-99
27-100-99
JUMLAH (PENJUMLAHAN ANGKA 1 S.D.10)
PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR
21-100-13
B.07
07 08
B.02
10 02 11 12
B.01
05
FORMULIR 1721
JUMLAH LEMBAR SPT
TERMASUK LAMPIRAN:
(DIISI OLEH PETUGAS)
H.05 H.06
5.
000
SPT
PEMBETULAN KE-
A.05 061-452100
5
EMAIL :
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
NAMA
KEMENTERIAN KEUANGAN RI
SURAT PEMBERITAHUAN (SPT) MASA
PAJAK PENGHASILAN
PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26
TAHUN KALENDER (yyyy)
JUMLAH PENGHASILAN
BRUTO (Rp)
JUMLAH (Rp)
125.000
122
16.024.200
Pengisian formulir
T1, T3, dan T4
Atas Pembayaran gaji
bulan Maret 2014 (T1
Atas pembayaran
honorarium tim (T3)
Rifki Z Rp1.200.000
Doddy Rp1.000.000
Heri Rp900.000
Nasrun Rp900.000
Atas pembayaran
honorarium kepada
Jason Pasaaribu (T4)

Pemotongan PPh Pasal 21


Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 21
final dan non final


Menyetorkan PPh Pasal 21
yang dipotong dengan SSP


Melaporkan dalam SPT
Masa PPh Pasal 21/26


Melengkapi SPT Masa PPh
Pasal 21/26 dengan
lampiran:
- Bukti Pemotongan
- Daftar Bukti
Pemotongan
- SSP



Lembar ke-1 : untuk KPP
Lembar ke-2 : untuk Pemotong
MASA PAJAK :
[mm - yyyy]
H.01 NPWP PEMOTONG : - .
FORMULIR 1721 - IV
H.02
No
KODE AKUN
PAJAK (KAP)
KODE JENIS
SETORAN
(KJS)
TGL SSP/BUKTI Pbk
[dd - mm - yyyy)
NTPN/NOMOR BUKTI Pbk JUMLAH PPh DISETOR KET.
- 000
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
00.030.485.6
122
(5) (6) (7)
3.
4.
5.
6.
11.
12.
13.
18.
a r e a s t a p l e s
10.
9.
KEMENTERIAN KEUANGAN RI
1.
2.
7.
17.
16.
15.
14.
8.
DAFTAR SURAT SETORAN PAJAK (SSP)
DAN/ATAU BUKTI PEMINDAHBUKUAN (Pbk)
UNTUK PEMOTONGAN PAJAK
PENGHASILAN PASAL 21
DAN/ATAU PASAL 26
411121
03 2014
(1) (2) (3) (4)
100
402
100
100
411121
411121
411121
08-04-2014
08-04-2014
08-04-2014
08-04-2014
144.787
1.196
0
0
1
0
126.196
275.000
0 :
1 :
2 :
JUMLAH (PENJUMLAHAN BAGIAN ANGKA 1 S.D ANGKA 13)
KETERANGAN :
KOLOM (7) DIISI DENGAN ANGKA :
UNTUK SSP
UNTUK BUKTI Pbk
547.179
UNTUK SSP PPh PASAL 21 DITANGGUNG PEMERINTAH
18.
19.
20.
17.
66
Bendahara Mahir Pajak 2014 B
49

Pembuatan SSP PPh Pasal 21 yang tidak bersifat Final untuk
Masa Pajak Maret 2014



T1, T3, dan T4
Atas Pembayaran gaji
bulan Maret 2014 (T1
Atas pembayaran
honorarium tim (T3)
Rifki Z Rp1.200.000
Doddy Rp1.000.000
Heri Rp900.000
Nasrun Rp900.000
Atas pembayaran
honorarium kepada
Jason Pasaaribu (T4)

Pemotongan PPh Pasal 21


Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 21
final dan non final


Menyetorkan PPh Pasal 21
yang dipotong dengan SSP


Melaporkan dalam SPT
Masa PPh Pasal 21/26


Melengkapi SPT Masa PPh
Pasal 21/26 dengan
lampiran:
- Bukti Pemotongan
- Daftar Bukti
Pemotongan
- SSP



LEMBAR
Untuk Arsip Wajib Pajak
:
:
Diisi sesuai Nomor Ketetapan : STP, SKPKB, SKPKBT
Jumlah Pembayaran :
Terbilang :
.......
Diisi Tahun terutangnya Pajak
Nomor Ketetapan
Diisi dengan rupiah penuh
seribu seratus sembilan puluh enam rupiah
/
Rp1.196
/ /
Beri tanda silang (x) pada kolom bulan, sesuai dengan pembayaran untuk masa yang berkenaan
: /
2 0 1 4
Jan Feb Mar Apr Ags Mei Jun Jul
X
8 2 0
ALAMAT OP
NOP
......
1
Okt Sep Nov Des
Tahun Pajak
......
......
Kode Jenis Setoran
PPh Pasal 21
.....
.....
0
Uraian Pembayaran : ....
2 1 1 0 0
Diisi sesuai dengan Nomor Pokok Wajib Pajak yang dimiliki
KEMENTERIAN KEUANGAN R.I.
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
NPWP 4 0 5 6 1 :
NAMA WP :
:
0
Kode Akun Pajak
3 0
SURAT SETORAN PAJAK
(SSP)
Diisi sesuai dengan Nomor Objek Pajak
Masa Pajak
ALAMAT WP
2 0 0
Bendahara Kantor Imigrasi Medan
Jalan Gatot Subroto No 268 Medan
4 1 1 1
Terbilang :
, Tanggal 8 April 2014
Cap dan tanda tangan
Nama Jelas : . Nama Jelas : Rahmat Widodo
F.2.0.32.01
.......
.......
seribu seratus sembilan puluh enam rupiah
Cap dan tanda tangan
Ruang Validasi Kantor Penerima Pembayaran
" Terima kasih Telah Membayar Pajak - Pajak Untuk Pembangunan Bangsa "
Tanggal
Wajib Pajak/Penyetor
Medan
Diterima oleh Kantor Penerima Pembayaran
Pembuatan SSP PPh Pasal 21 untuk Masa Pajak Maret 2014
67
Bendahara Mahir Pajak 2014 B
49

Pembuatan SSP PPh Pasal 21 yang tidak bersifat Final untuk
Masa Pajak Maret 2014



T1, T3, dan T4
Atas Pembayaran gaji
bulan Maret 2014 (T1
Atas pembayaran
honorarium tim (T3)
Rifki Z Rp1.200.000
Doddy Rp1.000.000
Heri Rp900.000
Nasrun Rp900.000
Atas pembayaran
honorarium kepada
Jason Pasaaribu (T4)

Pemotongan PPh Pasal 21


Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 21
final dan non final


Menyetorkan PPh Pasal 21
yang dipotong dengan SSP


Melaporkan dalam SPT
Masa PPh Pasal 21/26


Melengkapi SPT Masa PPh
Pasal 21/26 dengan
lampiran:
- Bukti Pemotongan
- Daftar Bukti
Pemotongan
- SSP



LEMBAR
Untuk Arsip Wajib Pajak
:
:
Diisi sesuai Nomor Ketetapan : STP, SKPKB, SKPKBT
Diisi Tahun terutangnya Pajak
Nomor Ketetapan
Diisi dengan rupiah penuh
/
Rp126.196
/ /
Beri tanda silang (x) pada kolom bulan, sesuai dengan pembayaran untuk masa yang berkenaan
: /
Jan Feb Mar Apr Ags Mei Jun Jul
X
1
Okt Sep Nov Des
Tahun Pajak
......
......
Kode Jenis Setoran
PPh Pasal 21
.....
.....
0
Uraian Pembayaran : ....
2 0 1 4
Kode Akun Pajak
3 8 2 0
ALAMAT OP
NOP
......
2 1 1 0 0
Diisi sesuai dengan Nomor Pokok Wajib Pajak yang dimiliki
KEMENTERIAN KEUANGAN R.I.
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
NPWP 4 0 5 6 1 :
NAMA WP :
:
0 0
SURAT SETORAN PAJAK
(SSP)
Diisi sesuai dengan Nomor Objek Pajak
Masa Pajak
ALAMAT WP
2 0 0
Bendahara Kantor Imigrasi Medan
Jalan Gatot Subroto No 268 Medan
4 1 1 1
Jumlah Pembayaran :
Terbilang :
, Tanggal 8 April 2014
Cap dan tanda tangan
Nama Jelas : . Nama Jelas : Rahmat Widodo
F.2.0.32.01
.......
.......
Diisi dengan rupiah penuh
seratus dua puluh enam ribu seratus sembilan puluh enam rupiah
Rp126.196
Cap dan tanda tangan
Ruang Validasi Kantor Penerima Pembayaran
" Terima kasih Telah Membayar Pajak - Pajak Untuk Pembangunan Bangsa "
Tanggal
Wajib Pajak/Penyetor
Medan
Diterima oleh Kantor Penerima Pembayaran
Pembuatan SSP PPh Pasal 21 yang tidak bersifat fnal untuk
Masa Pajak Maret 2014
68
Bendahara Mahir Pajak 2014
50

Pembuatan SSP PPh Pasal 21 yang bersifat Final untuk Masa Pajak
Maret 2014







Pengisian formulir
T1, T3, dan T4
Atas Pembayaran gaji
bulan Maret 2014 (T1
Atas pembayaran
honorarium tim (T3)
Rifki Z Rp1.200.000
Doddy Rp1.000.000
Heri Rp900.000
Nasrun Rp900.000
Atas pembayaran
honorarium kepada
Jason Pasaaribu (T4)

Pemotongan PPh Pasal 21


Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 21
final dan non final


Menyetorkan PPh Pasal 21
yang dipotong dengan SSP


Melaporkan dalam SPT
Masa PPh Pasal 21/26


Melengkapi SPT Masa PPh
Pasal 21/26 dengan
lampiran:
- Bukti Pemotongan
- Daftar Bukti
Pemotongan
- SSP










LEMBAR
Untuk Arsip Wajib Pajak
:
:
Diisi sesuai Nomor Ketetapan : STP, SKPKB, SKPKBT
Jumlah Pembayaran :
Terbilang :
0
SURAT SETORAN PAJAK
(SSP)
Diisi sesuai dengan Nomor Objek Pajak
Masa Pajak
ALAMAT WP
2 0 0
Bendahara Kantor Imigrasi Medan
Jalan Gatot Subroto No 268 Medan
4 1 1 1 2 1 4 0 2
Diisi sesuai dengan Nomor Pokok Wajib Pajak yang dimiliki
KEMENTERIAN KEUANGAN R.I.
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
NPWP 4 0 5 6 1 :
NAMA WP :
:
0
Kode Akun Pajak
3 8 2 0
ALAMAT OP
NOP
......
1
Okt Sep Nov Des
Tahun Pajak
......
......
Kode Jenis Setoran
diterima Pejabat Negara, PNS, Anggota TNI/POLri & Para
Pensiunannya
.....
0
Uraian Pembayaran : Atas honorarium imbalan lain yang
2 0 1 4
Jan Feb Mar Apr Ags Mei Jun Jul
X
.......
Diisi Tahun terutangnya Pajak
Nomor Ketetapan
Diisi dengan rupiah penuh
dua ratus tujuh puluh lima ribu rupiah
/
Rp275.000
/ /
Beri tanda silang (x) pada kolom bulan, sesuai dengan pembayaran untuk masa yang berkenaan
: /
Terbilang :
, Tanggal 8 April 2014
Cap dan tanda tangan
Nama Jelas : . Nama Jelas : Rahmat Widodo
F.2.0.32.01
Tanggal
Wajib Pajak/Penyetor
Medan
Diterima oleh Kantor Penerima Pembayaran
Cap dan tanda tangan
Ruang Validasi Kantor Penerima Pembayaran
" Terima kasih Telah Membayar Pajak - Pajak Untuk Pembangunan Bangsa "
.......
.......
dua ratus tujuh puluh lima ribu rupiah
Pembuatan SSP PPh Pasal 21 yang bersifat fnal untuk Masa
Pajak Maret 2014
69
LEMBAR
Untuk Arsip Wajib Pajak
:
:
Diisi sesuai Nomor Ketetapan : STP, SKPKB, SKPKBT
Jumlah Pembayaran :
Terbilang :
0
SURAT SETORAN PAJAK
(SSP)
Diisi sesuai dengan Nomor Objek Pajak
Masa Pajak
ALAMAT WP
2 0 0
Bendahara Kantor Imigrasi Medan
Jalan Gatot Subroto No 268 Medan
4 1 1 1 2 1 1 0 0
Diisi sesuai dengan Nomor Pokok Wajib Pajak yang dimiliki
KEMENTERIAN KEUANGAN R.I.
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
NPWP 4 0 5 6 1 :
NAMA WP :
:
0
Kode Akun Pajak
3 8 2 0
ALAMAT OP
NOP
......
1
Okt Sep Nov Des
Tahun Pajak
......
......
Kode Jenis Setoran
PPh Pasal 21
.....
.....
0
Uraian Pembayaran : ....
2 0 1 4
Jan Feb Mar Apr Ags Mei Jun Jul
X
.......
Diisi Tahun terutangnya Pajak
Nomor Ketetapan
Diisi dengan rupiah penuh
seratus empat puluh empat ribu tujuh ratus delapan puluh tujuh rupiah
/
Rp144.787
/ /
Beri tanda silang (x) pada kolom bulan, sesuai dengan pembayaran untuk masa yang berkenaan
: /
Terbilang :
, Tanggal 8 April 2014
Cap dan tanda tangan
Nama Jelas : . Nama Jelas : Rahmat Widodo
F.2.0.32.01
Tanggal
Wajib Pajak/Penyetor
Medan
Diterima oleh Kantor Penerima Pembayaran
Cap dan tanda tangan
Ruang Validasi Kantor Penerima Pembayaran
" Terima kasih Telah Membayar Pajak - Pajak Untuk Pembangunan Bangsa "
.......
.......
seratus empat puluh empat ribu tujuh ratus delapan puluh tujuh rupiah
Bendahara Mahir Pajak 2014 B
51

Pembuatan SSP PPh Pasal 21 DTP untuk Masa Pajak Maret 2014

Pengisian formulir
T1, T3, dan T4
Atas Pembayaran gaji
bulan Maret 2014 (T1
Atas pembayaran
honorarium tim (T3)
Rifki Z Rp1.200.000
Doddy Rp1.000.000
Heri Rp900.000
Nasrun Rp900.000
Atas pembayaran
honorarium kepada
Jason Pasaaribu (T4)

Pemotongan PPh Pasal 21


Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 21
final dan non final


Menyetorkan PPh Pasal 21
yang dipotong dengan SSP


Melaporkan dalam SPT
Masa PPh Pasal 21/26


Melengkapi SPT Masa PPh
Pasal 21/26 dengan
lampiran:
- Bukti Pemotongan
- Daftar Bukti
Pemotongan
- SSP



Pembuatan SSP PPh Pasal 21 DTP untuk Masa Pajak Maret 2014
70
Bendahara Mahir Pajak 2014
52

Daftar Bukti Pemotongan PPh Pasal 21 dan/atau Pasal 26








Pengisian formulir
T1, T3, dan T4
Atas Pembayaran gaji
bulan Maret 2014 (T1
Atas pembayaran
honorarium tim (T3)
Rifki Z Rp1.200.000
Doddy Rp1.000.000
Heri Rp900.000
Nasrun Rp900.000
Atas pembayaran
honorarium kepada
Jason Pasaaribu (T4)

Pemotongan PPh Pasal 21


Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 21
final dan non final


Menyetorkan PPh Pasal 21
yang dipotong dengan SSP


Melaporkan dalam SPT
Masa PPh Pasal 21/26


Melengkapi SPT Masa PPh
Pasal 21/26 dengan
lampiran:
- Bukti Pemotongan
- Daftar Bukti
Pemotongan
- SSP










H
.
0
1
-
2
0
1
4
N
P
W
P

P
E
M
O
T
O
N
G

:

H
.
0
2
-
.
0
0
0
areastaples
1
2
5
.
0
0
0




















5
.
0
0
0
.
0
0
0























2
5
/
0
3
/
2
0
1
4
1
7
.
5
.
6
.
7
.
8
.
5
.
0
0
0
.
0
0
0























1
2
5
.
0
0
0




















9
.
1
0
.
N
O
(
1
)
1
.
2
.
3
.
4
.
0
5
/
T
I
M

P
M
P
/
I
I
I
/
2
0
1
4
:


[
m
m

-

y
y
y
y
]
F
O
R
M
U
L
I
R

1
7
2
1
-
I
I


L
e
m
b
a
r

k
e
-
1
:
u
n
t
u
k

K
P
P


L
e
m
b
a
r

k
e
-
2
:
u
n
t
u
k

P
e
m
o
t
o
n
g
P
P
h

D
I
P
O
T
O
N
G

(
R
p
)
(
8
)
K
O
D
E

N
E
G
A
R
A
D
O
M
I
S
I
L
I
D
A
F
T
A
R

B
U
K
T
I

P
E
M
O
T
O
N
G
A
N

P
A
J
A
K

P
E
N
G
H
A
S
I
L
A
N

P
A
S
A
L

2
1

(
T
I
D
A
K

F
I
N
A
L
)
D
A
N
/
A
T
A
U

P
A
S
A
L

2
6
F
o
r
m
u
l
i
r

i
n
i

d
i
g
u
n
a
k
a
n

u
n
t
u
k

m
e
l
a
p
o
r
k
a
n

p
e
m
o
t
o
n
g
a
n

P
P
h

d
e
n
g
a
n

b
u
k
t
i

p
e
m
o
t
o
n
g
a
n

m
e
n
g
g
u
n
a
k
a
n

f
o
r
m
u
l
i
r

1
7
2
1
-
V
I
J
U
M
L
A
H

P
E
N
G
H
A
S
I
L
A
N
B
R
U
T
O

(
R
p
)
(
7
)



M
A
S
A

P
A
J
A
K

0
0
.
0
3
0
.
4
8
5
.
6
(
9
)
B
U
K
T
I

P
E
M
O
T
O
N
G
A
N
(
4
)
(
5
)
(
6
)
K
O
D
E

O
B
J
E
K

P
A
J
A
K
1
2
2
N
P
W
P
N
A
M
A
(
2
)
(
3
)
J
a
s
o
n

P
a
s
a
r
i
b
u
0
6
.
5
7
5
.
2
4
8
.
8
-
1
2
2
.
0
0
0
J
U
M
L
A
H

(
P
E
N
J
U
M
L
A
H
A
N

A
N
G
K
A

1

S
.
D
.

A
N
G
K
A

2
0
)
K
E
M
E
N
T
E
R
I
A
N

K
E
U
A
N
G
A
N

R
I
D
I
R
E
K
T
O
R
A
T

J
E
N
D
E
R
A
L

P
A
J
A
K
N
O
M
O
R
T
A
N
G
G
A
L

(
d
d

-

m
m

-

y
y
y
y
)
0
3
1
8
.
1
9
.
2
0
.
1
1
.
1
2
.
1
3
.
1
4
.
1
5
.
1
6
.
H
.
0
1
-
2
0
1
4
N
P
W
P

P
E
M
O
T
O
N
G

:
H
.
0
2
-
.
0
0
0
K
E
M
E
N
T
E
R
I
A
N

K
E
U
A
N
G
A
N

R
I
D
I
R
E
K
T
O
R
A
T

J
E
N
D
E
R
A
L

P
A
J
A
K
N
O
M
O
R
T
A
N
G
G
A
L

(
d
d

-

m
m

-

y
y
y
y
)
0
3
D
A
F
T
A
R

B
U
K
T
I

P
E
M
O
T
O
N
G
A
N

P
A
J
A
K

P
E
N
G
H
A
S
I
L
A
N

P
A
S
A
L

2
1

(
T
I
D
A
K

F
I
N
A
L
)
D
A
N
/
A
T
A
U

P
A
S
A
L

2
6
F
o
r
m
u
l
i
r

i
n
i

d
i
g
u
n
a
k
a
n

u
n
t
u
k

m
e
l
a
p
o
r
k
a
n

p
e
m
o
t
o
n
g
a
n

P
P
h

d
e
n
g
a
n

b
u
k
t
i

p
e
m
o
t
o
n
g
a
n

m
e
n
g
g
u
n
a
k
a
n

f
o
r
m
u
l
i
r

1
7
2
1
-
V
I
J
U
M
L
A
H

P
E
N
G
H
A
S
I
L
A
N
B
R
U
T
O

(
R
p
)
(
7
)



M
A
S
A

P
A
J
A
K
0
0
.
0
3
0
.
4
8
5
.
6
(
9
)
B
U
K
T
I

P
E
M
O
T
O
N
G
A
N
(
4
)
(
5
)
(
6
)
K
O
D
E

O
B
J
E
K
P
A
J
A
K
1
2
2
N
A
M
A
(
3
)
0
5
/
T
I
M

P
M
P
/
I
I
I
/
2
0
1
4
:


[
m
m

-

y
y
y
y
]
J
a
s
o
n

P
a
s
a
r
i
b
u
N
O
(
1
)
1
.
2
.
3
.
4
.
N
P
W
P
(
2
)
0
6
.
5
7
5
.
2
4
8
.
8
-
1
2
2
.
0
0
0
5
.
0
0
0
.
0
0
0
1
2
5
.
0
0
0
P
P
h

D
I
P
O
T
O
N
G

(
R
p
)
(
8
)
5
.
6
.
7
.
2
5
/
0
3
/
2
0
1
4
a r e a s t a p l e s
F
O
R
M
U
L
I
R

1
7
2
1
-
I
I


L
e
m
b
a
r

k
e
-
1
:
u
n
t
u
k

K
P
P


L
e
m
b
a
r

k
e
-
2
:
u
n
t
u
k

P
e
m
o
t
o
n
g
K
O
D
E
N
E
G
A
R
A
D
O
M
I
S
I
L
I
J
U
M
L
A
H

(
P
E
N
J
U
M
L
A
H
A
N

A
N
G
K
A

1

S
.
D
.

A
N
G
K
A

2
0
)
1
8
.
1
9
.
2
0
.
1
1
.
1
2
.
1
3
.
1
4
.
1
5
.
1
6
.
1
7
.
6
.
7
.
8
.
9
.
1
0
.
5
.
0
0
0
.
0
0
0
1
2
5
.
0
0
0
Daftar Bukti Pemotongan PPh Pasal 21 (tidak fnal) dan/atau
Pasal 26
71
H
.
0
1
-
2
0
1
4
N
P
W
P

P
E
M
O
T
O
N
G

:
H
.
0
2
-
.
0
0
0
0
2
.
7
7
7
.
4
4
0
.
5
-
1
2
2
.
0
0
0
R
i
f
k
i

Z
a
i
n
0
7
.
7
7
7
.
4
5
4
.
5
-
1
2
2
.
0
0
0
D
o
d
y
0
7
.
7
7
7
.
4
4
1
.
5
-
1
2
2
.
0
0
0
H
e
r
i
-
N
a
s
r
u
n
areastaples
N
P
W
P
(
2
)
N
A
M
A
(
3
)
B
U
K
T
I

P
E
M
O
T
O
N
G
A
N
N
O
M
O
R
(
4
)
2
5
/
0
3
/
2
0
1
4
2
5
/
0
3
/
2
0
1
4
(
7
)
(
8
)
:
P
P
h

D
I
P
O
T
O
N
G

(
R
p
)
K
E
M
E
N
T
E
R
I
A
N

K
E
U
A
N
G
A
N

R
I
D
A
F
T
A
R

B
U
K
T
I

P
E
M
O
T
O
N
G
A
N

P
A
J
A
K

P
E
N
G
H
A
S
I
L
A
N

P
A
S
A
L

2
1
(
F
I
N
A
L
)
F
o
r
m
u
l
i
r

i
n
i

d
i
g
u
n
a
k
a
n

u
n
t
u
k

m
e
l
a
p
o
r
k
a
n

p
e
m
o
t
o
n
g
a
n

P
P
h

d
e
n
g
a
n

b
u
k
t
i

p
e
m
o
t
o
n
g
a
n

m
e
n
g
g
u
n
a
k
a
n

f
o
r
m
u
l
i
r

1
7
2
1
-
V
I
I
1
8
0
.
0
0
0
5
0
.
0
0
0
4
5
.
0
0
0
-
(
5
)
K
O
D
E

O
B
J
E
K
P
A
J
A
K
1
.
2
0
0
.
0
0
0
1
.
0
0
0
.
0
0
0
9
0
0
.
0
0
0
9
0
0
.
0
0
0
(
6
)
N
O
(
1
)


[
m
m

-

y
y
y
y
]
T
A
N
G
G
A
L

(
d
d

-

m
m

-

y
y
y
y
)
D
I
R
E
K
T
O
R
A
T

J
E
N
D
E
R
A
L

P
A
J
A
K
2
5
/
0
3
/
2
0
1
4
2
5
/
0
3
/
2
0
1
4
1
.
2
.
3
.
4
.
5
.
6
.
0
1
/
T
I
M

P
M
P
/
I
I
I
/
2
0
1
4
0
2
/
T
I
M

P
M
P
/
I
I
I
/
2
0
1
4
0
3
/
T
I
M

P
M
P
/
I
I
I
/
2
0
1
4
0
4
/
T
I
M

P
M
P
/
I
I
I
/
2
0
1
4
J
U
M
L
A
H

P
E
N
G
H
A
S
I
L
A
N
B
R
U
T
O

(
R
p
)
F
O
R
M
U
L
I
R

1
7
2
1
-
I
I
I


L
e
m
b
a
r

k
e
-
1
:
u
n
t
u
k

K
P
P


L
e
m
b
a
r

k
e
-
2
:
u
n
t
u
k

P
e
m
o
t
o
n
g



M
A
S
A

P
A
J
A
K
1
2
2
7
.
0
3
0
0
.
0
3
0
.
4
8
5
.
6
1
9
.
6
.
2
7
5
.
0
0
0
J
U
M
L
A
H

(
P
E
N
J
U
M
L
A
H
A
N

A
N
G
K
A

1

S
.
D
.

A
N
G
K
A

2
0
)
2
0
.
1
1
.
1
2
.
1
3
.
1
4
.
1
5
.
1
6
.
7
.
8
.
9
.
1
0
.
1
7
.
1
8
.
Bendahara Mahir Pajak 2014 B
53





H
.
0
1
-
2
0
1
4
N
P
W
P

P
E
M
O
T
O
N
G

:

H
.
0
2
-
.
0
0
0
0
2
.
7
7
7
.
4
4
0
.
5
-
1
2
2
.
0
0
0
R
i
f
k
i

Z
a
i
n
0
7
.
7
7
7
.
4
5
4
.
5
-
1
2
2
.
0
0
0
D
o
d
y
0
7
.
7
7
7
.
4
4
1
.
5
-
1
2
2
.
0
0
0
H
e
r
i
-
N
a
s
r
u
n
N
P
W
P
(
2
)
N
A
M
A
(
3
)
B
U
K
T
I

P
E
M
O
T
O
N
G
A
N
N
O
M
O
R
(
4
)
2
5
/
0
3
/
2
0
1
4
2
5
/
0
3
/
2
0
1
4
(
7
)
(
8
)
:
P
P
h

D
I
P
O
T
O
N
G

(
R
p
)
K
E
M
E
N
T
E
R
I
A
N

K
E
U
A
N
G
A
N

R
I
D
A
F
T
A
R

B
U
K
T
I

P
E
M
O
T
O
N
G
A
N

P
A
J
A
K

P
E
N
G
H
A
S
I
L
A
N

P
A
S
A
L

2
1

(
F
I
N
A
L
)
F
o
r
m
u
l
i
r

i
n
i

d
i
g
u
n
a
k
a
n

u
n
t
u
k

m
e
l
a
p
o
r
k
a
n

p
e
m
o
t
o
n
g
a
n

P
P
h

d
e
n
g
a
n

b
u
k
t
i

p
e
m
o
t
o
n
g
a
n

m
e
n
g
g
u
n
a
k
a
n

f
o
r
m
u
l
i
r

1
7
2
1
-
V
I
I
1
8
0
.
0
0
0






















5
0
.
0
0
0























4
5
.
0
0
0
























-


































1
.
2
0
0
.
0
0
0
























1
.
0
0
0
.
0
0
0

























9
0
0
.
0
0
0



























9
0
0
.
0
0
0




























(
5
)
K
O
D
E

O
B
J
E
K

P
A
J
A
K
(
6
)
N
O
(
1
)


[
m
m

-

y
y
y
y
]
T
A
N
G
G
A
L

(
d
d

-

m
m

-

y
y
y
y
)
D
I
R
E
K
T
O
R
A
T

J
E
N
D
E
R
A
L

P
A
J
A
K
2
5
/
0
3
/
2
0
1
4
2
5
/
0
3
/
2
0
1
4
1
9
.
1
.
2
.
3
.
4
.
5
.
6
.
0
1
/
T
I
M

P
M
P
/
I
I
I
/
2
0
1
4
0
2
/
T
I
M

P
M
P
/
I
I
I
/
2
0
1
4
0
3
/
T
I
M

P
M
P
/
I
I
I
/
2
0
1
4
0
4
/
T
I
M

P
M
P
/
I
I
I
/
2
0
1
4
J
U
M
L
A
H

(
P
E
N
J
U
M
L
A
H
A
N

A
N
G
K
A

1

S
.
D
.

A
N
G
K
A

2
0
)
J
U
M
L
A
H

P
E
N
G
H
A
S
I
L
A
N
B
R
U
T
O

(
R
p
)
F
O
R
M
U
L
I
R

1
7
2
1
-
I
I
I


L
e
m
b
a
r

k
e
-
1
:
u
n
t
u
k

K
P
P


L
e
m
b
a
r

k
e
-
2
:
u
n
t
u
k

P
e
m
o
t
o
n
g



M
A
S
A

P
A
J
A
K

1
2
2
2
0
.
1
1
.
1
2
.
1
3
.
1
4
.
1
5
.
1
6
.
7
.
8
.
9
.
1
0
.
1
7
.
1
8
.
0
3
0
0
.
0
3
0
.
4
8
5
.
6
Pengisian formulir
T1, T3, dan T4
Atas Pembayaran gaji
bulan Maret 2014 (T1
Atas pembayaran
honorarium tim (T3)
Rifki Z Rp1.200.000
Doddy Rp1.000.000
Heri Rp900.000
Nasrun Rp900.000
Atas pembayaran
honorarium kepada
Jason Pasaaribu (T4)


Pemotongan PPh Pasal 21


Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 21
final dan non final


Menyetorkan PPh Pasal 21
yang dipotong dengan SSP


Melaporkan dalam SPT
Masa PPh Pasal 21/26


Melengkapi SPT Masa PPh
Pasal 21/26 dengan
lampiran:
- Bukti Pemotongan
- Daftar Bukti
Pemotongan
- SSP




Daftar Bukti Pemotongan PPh Pasal 21 (fnal)
72
Bendahara Mahir Pajak 2014
54

Pengisian SPT Masa Pajak April 2014 Pengisian formulir
T2
Rifki Zain ditugaskan
di Kanwil Kemenag
Sumut dan
mendapatkan
tunjangan Rp3.000.000
sedangkan di Kantor
Imigrasi Medan tidak
lagi mendapatkan
tunjangan jabatan


Pemotongan PPh Pasal
21



Menyetorkan PPh
Pasal 21 yang dipotong
dengan SSP


Melaporkan dalam SPT
Masa PPh Pasal 21/26





a r e a b a r c o d e
[mm - yyyy]
H.01 - H.02 H.03 H.04
:
:
:
:
B. OBJEK PAJAK
KELEBIHAN PENYETORAN PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 DARI :
MASA PAJAK:
B.03
JUMLAH (ANGKA 12 + ANGKA 13) B.04
PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR (ANGKA 11 KOLOM 6 - ANGKA 14) B.05
KELEBIHAN SETOR PADA ANGKA 15 ATAU ANGKA 17 AKAN DIKOMPENSASIKAN KE MASA PAJAK (mm - yyyy) B.08 -
KEMENTERIAN KEUANGAN RI
SURAT PEMBERITAHUAN (SPT) MASA
PAJAK PENGHASILAN
PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26
TAHUN KALENDER (yyyy)
JUMLAH PENGHASILAN
BRUTO (Rp)
JUMLAH (Rp)
122
15.484.200
11 12
B.01
05
FORMULIR 1721
JUMLAH LEMBAR SPT
TERMASUK LAMPIRAN:
(DIISI OLEH PETUGAS)
H.05 H.06
5.
000
SPT
PEMBETULAN KE-
A.05 061-452100
5
EMAIL :
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
4e.
BUKAN PEGAWAI YANG MENERIMA IMBALAN YANG
BERSIFAT BERKESINAMBUNGAN
PENERIMA PENGHASILAN YANG DIPOTONG PPh PASAL 21 TIDAK
FINAL LAINNYA
PEGAWAI/PEMBERI JASA/PESERTA KEGIATAN/PENERIMA PENSIUN
BERKALA SEBAGAI WAJIB PAJAK LUAR NEGERI
03 04
PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR KARENA PEMBETULAN
(ANGKA 15 - ANGKA 16)
15.484.200
21-100-10
21-100-11
21-100-99
27-100-99
JUMLAH (PENJUMLAHAN ANGKA 1 S.D.10)
PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR
21-100-13
B.07
07 08
B.02
10 02
2.
No
JUMLAH PAJAK
DIPOTONG (Rp)
NO. TELEPON
(6)
21-100-02
21-100-01
(3)
4d. TENAGA AHLI
(1) (2)
120.333
PENJAJA BARANG DAGANGAN
21-100-04
21-100-05
21-100-06
21-100-07
21-100-08
21-100-09
a r e a s t a p l e s
HALAMAN 1
18.
17.
14.
13.
B.06
01
10.
06
15.
STP PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 (HANYA POKOK PAJAK)
09
4b.
MANTAN PEGAWAI YANG MENERIMA JASA PRODUKSI, TANTIEM,
BONUS ATAU IMBALAN LAIN
21-100-12
8. PESERTA KEGIATAN
11.
9.
21-100-03
16.
PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR PADA SPT YANG DIBETULKAN
(PINDAHAN DARI BAGIAN B ANGKA 15 DARI SPT YANG DIBETULKAN)
PETUGAS DINAS LUAR ASURANSI
4c.
5.
6.
12.
LANJUTKAN PENGISIAN PADA ANGKA 16 & 17 APABILA SPT PEMBETULAN DAN/ATAU PADA ANGKA 18 APABILA PPh LEBIH DISETOR
4.
7. PEGAWAI YANG MELAKUKAN PENARIKAN DANA PENSIUN
ANGGOTA DEWAN KOMISARIS ATAU DEWAN PENGAWAS YANG
TIDAK MERANGKAP SEBAGAI PEGAWAI TETAP
BUKAN PEGAWAI
3. PEGAWAI TIDAK TETAP ATAU TENAGA KERJA LEPAS
DISTRIBUTOR MULTILEVEL MARKETING (MLM) 4a.
4f.
BUKAN PEGAWAI YANG MENERIMA IMBALAN YANG
TIDAK BERSIFAT BERKESINAMBUNGAN
1.
A.04
PEGAWAI TETAP
Bacalah petunjuk pengisian sebelum mengisi formulir ini
MASA PAJAK :
X
(4) (5)
PENERIMA PENSIUN BERKALA
A. IDENTITAS PEMOTONG
.
Formulir ini digunakan untuk melaporkan
Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 dan/atau
Pasal 26
SPT
NORMAL
PENERIMA PENGHASILAN
-
KODE OBJEK
PAJAK
ALAMAT
1.
2.
3.
NPWP
Bendahara Kantor Imigrasi Medan
JUMLAH
PENERIMA
PENGHASILAN
A.01
A.02
A.03
4 2014
00.030.485.6
4.
NAMA
120.333
Jalan Gatot Subroto No. 268 Medan
a r e a b a r c o d e
[mm - yyyy]
H.01 - H.02 H.03 H.04
:
:
:
:
B. OBJEK PAJAK
KEMENTERIAN KEUANGAN RI
SURAT PEMBERITAHUAN (SPT) MASA
PAJAK PENGHASILAN
PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26
JUMLAH PENGHASILAN
BRUTO (Rp)
122
15.484.200
FORMULIR 1721
JUMLAH LEMBAR SPT
TERMASUK LAMPIRAN:
(DIISI OLEH PETUGAS)
H.05 H.06
5.
000
SPT
PEMBETULAN KE-
A.05
061-452100
5
EMAIL :
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
NO. TELEPON
(6)
21-100-02
21-100-01
(3) (1) (2)
1. 120.333
21-100-04
a r e a s t a p l e s
21-100-03
4. BUKAN PEGAWAI
3. PEGAWAI TIDAK TETAP ATAU TENAGA KERJA LEPAS
DISTRIBUTOR MULTILEVEL MARKETING (MLM) 4a.
A.04
PEGAWAI TETAP
Bacalah petunjuk pengisian sebelum mengisi formulir ini
MASA PAJAK :
X
(4) (5)
PENERIMA PENSIUN BERKALA
A. IDENTITAS PEMOTONG
.
2.
No
JUMLAH PAJAK
DIPOTONG (Rp)
Formulir ini digunakan untuk melaporkan
Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 dan/atau
Pasal 26
SPT
NORMAL
PENERIMA PENGHASILAN
-
KODE OBJEK
PAJAK
ALAMAT
1.
2.
3.
NPWP
Bendahara Kantor Imigrasi Medan
JUMLAH
PENERIMA
PENGHASILAN
A.01
A.02
A.03
4 2014
00.030.485.6
4.
NAMA
Jalan Gatot Subroto No. 268 Medan
KELEBIHAN PENYETORAN PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 DARI :
MASA PAJAK:
B.03
JUMLAH (ANGKA 12 + ANGKA 13) B.04
PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR (ANGKA 11 KOLOM 6 - ANGKA 14) B.05
TAHUN KALENDER (yyyy)
120.333
JUMLAH (Rp)
11 12
B.01
05
4e.
BUKAN PEGAWAI YANG MENERIMA IMBALAN YANG
BERSIFAT BERKESINAMBUNGAN
PENERIMA PENGHASILAN YANG DIPOTONG PPh PASAL 21 TIDAK
FINAL LAINNYA
PEGAWAI/PEMBERI JASA/PESERTA KEGIATAN/PENERIMA
PENSIUN BERKALA SEBAGAI WAJIB PAJAK LUAR NEGERI
03 04
PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR KARENA PEMBETULAN
(ANGKA 15 - ANGKA 16)
15.484.200
21-100-10
21-100-11
21-100-99
27-100-99
JUMLAH (PENJUMLAHAN ANGKA 1 S.D.10)
PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR
21-100-13
B.07
07 08
B.02
10 02
4d. TENAGA AHLI
PENJAJA BARANG DAGANGAN
21-100-04
21-100-05
21-100-06
21-100-07
21-100-08
21-100-09
18.
17.
14.
13.
B.06
01
10.
06
15.
STP PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 (HANYA POKOK PAJAK)
09
4b.
MANTAN PEGAWAI YANG MENERIMA JASA PRODUKSI, TANTIEM,
BONUS ATAU IMBALAN LAIN
21-100-12
8. PESERTA KEGIATAN
11.
9.
16.
PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR PADA SPT YANG DIBETULKAN
(PINDAHAN DARI BAGIAN B ANGKA 15 DARI SPT YANG DIBETULKAN)
PETUGAS DINAS LUAR ASURANSI
4c.
5.
6.
12.
LANJUTKAN PENGISIAN PADA ANGKA 16 & 17 APABILA SPT PEMBETULAN DAN/ATAU PADA ANGKA 18 APABILA PPh LEBIH DISETOR
4.
7. PEGAWAI YANG MELAKUKAN PENARIKAN DANA PENSIUN
ANGGOTA DEWAN KOMISARIS ATAU DEWAN PENGAWAS YANG
TIDAK MERANGKAP SEBAGAI PEGAWAI TETAP
BUKAN PEGAWAI
DISTRIBUTOR MULTILEVEL MARKETING (MLM) 4a.
4f.
BUKAN PEGAWAI YANG MENERIMA IMBALAN YANG
TIDAK BERSIFAT BERKESINAMBUNGAN
120.333
KELEBIHAN SETOR PADA ANGKA 15 ATAU ANGKA 17 AKAN DIKOMPENSASIKAN KE MASA PAJAK (mm - yyyy) B.08 -
HALAMAN 1
18.
Pengisian SPT 1721 Masa Pajak April 2014
73
NPWP PEMOTONG : B.09 - .
JUMLAH PAJAK DIPOTONG
(Rp)
2.
PENERIMA UANG MANFAAT PENSIUN, TUNJANGAN HARI TUA ATAU
JAMINAN HARI TUA DAN PEMBAYARAN SEJENIS YANG
DIBAYARKAN SEKALIGUS
21-401-01
PEJABAT NEGARA, PEGAWAI NEGERI SIPIL, ANGGOTA TNI/POLRI
DAN PENSIUNAN YANG MENERIMA HONORARIUM DAN IMBALAN
LAIN YANG DIBEBANKAN KEPADA KEUANGAN NEGARA/DAERAH
3.
SURAT KUASA KHUSUS
(1)
D. LAMPIRAN
JUMLAH BAGIAN C (PENJUMLAHAN ANGKA 1 S.D. 5)
(Untuk Satu Masa Pajak)
4.
4.
1.
2
D.09
LEMBAR
D.05 D.06
D.14
E. PERNYATAAN DAN TANDA TANGAN PEMOTONG
FORMULIR 1721 - III
C. OBJEK PAJAK FINAL
NO
KODE OBJEK
PAJAK
(3)
8.
Dengan menyadari sepenuhnya atas segala akibatnya termasuk sanksi-sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku, saya menyatakan
bahwa apa yang telah saya beritahukan di atas beserta lampiran-lampirannya adalah benar, lengkap dan jelas.
LEMBAR
1 LEMBAR
D.10
1.
Formulir 1721 - IV
D.02
1
6.
Formulir 1721 - V
X
X
LEMBAR
5.
a r e a s t a p l e s
SURAT SETORAN PAJAK (SSP) DAN/ATAU
BUKTI PEMINDAHBUKUAN (Pbk)
FORMULIR 1721 - I
PENERIMA PENGHASILAN
(2)
D.07 D.08
2.
FORMULIR 1721 - I
D.03
7.
D.12
PENERIMA PENGHASILAN YANG DIPOTONG PPh PASAL 21
FINAL LAINNYA
21-499-99
21-401-02
21-402-01 3.
LEMBAR
D.11
D.13
5.
X
PENERIMA UANG PESANGON YANG DIBAYARKAN
SEKALIGUS
LEMBAR
D.04
FORMULIR 1721 - II
(Untuk Satu Tahun Pajak)
FORMULIR 1721
JUMLAH
PENERIMA
PENGHASILAN
JUMLAH PENGHASILAN
BRUTO (Rp)
(4) (5) (6)
D.01
PEMOTONG KUASA
6. TANDA TANGAN :
- .
- - (dd - mm - yyyy)
TEMPAT :
000
3. NAMA : E.04
4. TANGGAL : E.05
2.
E. PERNYATAAN DAN TANDA TANGAN PEMOTONG
Bendahara Kantor Imigrasi Medan
11
E.06
E.02
Dengan menyadari sepenuhnya atas segala akibatnya termasuk sanksi-sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku, saya menyatakan
bahwa apa yang telah saya beritahukan di atas beserta lampiran-lampirannya adalah benar, lengkap dan jelas.
1. E.01
NPWP : E.03
5 2014
5.
X
MEDAN
0.030.485.6 122
Bendahara Mahir Pajak 2014
54

Pengisian SPT Masa Pajak April 2014 Pengisian formulir
T2
Rifki Zain ditugaskan
di Kanwil Kemenag
Sumut dan
mendapatkan
tunjangan Rp3.000.000
sedangkan di Kantor
Imigrasi Medan tidak
lagi mendapatkan
tunjangan jabatan


Pemotongan PPh Pasal
21



Menyetorkan PPh
Pasal 21 yang dipotong
dengan SSP


Melaporkan dalam SPT
Masa PPh Pasal 21/26





a r e a b a r c o d e
[mm - yyyy]
H.01 - H.02 H.03 H.04
:
:
:
:
B. OBJEK PAJAK
KELEBIHAN PENYETORAN PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 DARI :
MASA PAJAK:
B.03
JUMLAH (ANGKA 12 + ANGKA 13) B.04
PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR (ANGKA 11 KOLOM 6 - ANGKA 14) B.05
KELEBIHAN SETOR PADA ANGKA 15 ATAU ANGKA 17 AKAN DIKOMPENSASIKAN KE MASA PAJAK (mm - yyyy) B.08 -
KEMENTERIAN KEUANGAN RI
SURAT PEMBERITAHUAN (SPT) MASA
PAJAK PENGHASILAN
PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26
TAHUN KALENDER (yyyy)
JUMLAH PENGHASILAN
BRUTO (Rp)
JUMLAH (Rp)
122
15.484.200
11 12
B.01
05
FORMULIR 1721
JUMLAH LEMBAR SPT
TERMASUK LAMPIRAN:
(DIISI OLEH PETUGAS)
H.05 H.06
5.
000
SPT
PEMBETULAN KE-
A.05 061-452100
5
EMAIL :
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
4e.
BUKAN PEGAWAI YANG MENERIMA IMBALAN YANG
BERSIFAT BERKESINAMBUNGAN
PENERIMA PENGHASILAN YANG DIPOTONG PPh PASAL 21 TIDAK
FINAL LAINNYA
PEGAWAI/PEMBERI JASA/PESERTA KEGIATAN/PENERIMA PENSIUN
BERKALA SEBAGAI WAJIB PAJAK LUAR NEGERI
03 04
PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR KARENA PEMBETULAN
(ANGKA 15 - ANGKA 16)
15.484.200
21-100-10
21-100-11
21-100-99
27-100-99
JUMLAH (PENJUMLAHAN ANGKA 1 S.D.10)
PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR
21-100-13
B.07
07 08
B.02
10 02
2.
No
JUMLAH PAJAK
DIPOTONG (Rp)
NO. TELEPON
(6)
21-100-02
21-100-01
(3)
4d. TENAGA AHLI
(1) (2)
120.333
PENJAJA BARANG DAGANGAN
21-100-04
21-100-05
21-100-06
21-100-07
21-100-08
21-100-09
a r e a s t a p l e s
HALAMAN 1
18.
17.
14.
13.
B.06
01
10.
06
15.
STP PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 (HANYA POKOK PAJAK)
09
4b.
MANTAN PEGAWAI YANG MENERIMA JASA PRODUKSI, TANTIEM,
BONUS ATAU IMBALAN LAIN
21-100-12
8. PESERTA KEGIATAN
11.
9.
21-100-03
16.
PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR PADA SPT YANG DIBETULKAN
(PINDAHAN DARI BAGIAN B ANGKA 15 DARI SPT YANG DIBETULKAN)
PETUGAS DINAS LUAR ASURANSI
4c.
5.
6.
12.
LANJUTKAN PENGISIAN PADA ANGKA 16 & 17 APABILA SPT PEMBETULAN DAN/ATAU PADA ANGKA 18 APABILA PPh LEBIH DISETOR
4.
7. PEGAWAI YANG MELAKUKAN PENARIKAN DANA PENSIUN
ANGGOTA DEWAN KOMISARIS ATAU DEWAN PENGAWAS YANG
TIDAK MERANGKAP SEBAGAI PEGAWAI TETAP
BUKAN PEGAWAI
3. PEGAWAI TIDAK TETAP ATAU TENAGA KERJA LEPAS
DISTRIBUTOR MULTILEVEL MARKETING (MLM) 4a.
4f.
BUKAN PEGAWAI YANG MENERIMA IMBALAN YANG
TIDAK BERSIFAT BERKESINAMBUNGAN
1.
A.04
PEGAWAI TETAP
Bacalah petunjuk pengisian sebelum mengisi formulir ini
MASA PAJAK :
X
(4) (5)
PENERIMA PENSIUN BERKALA
A. IDENTITAS PEMOTONG
.
Formulir ini digunakan untuk melaporkan
Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 dan/atau
Pasal 26
SPT
NORMAL
PENERIMA PENGHASILAN
-
KODE OBJEK
PAJAK
ALAMAT
1.
2.
3.
NPWP
Bendahara Kantor Imigrasi Medan
JUMLAH
PENERIMA
PENGHASILAN
A.01
A.02
A.03
4 2014
00.030.485.6
4.
NAMA
120.333
Jalan Gatot Subroto No. 268 Medan
74
H
.
0
1
-

S
A
T
U

T
A
H
U
N

P
A
J
A
K

N
P
W
P

P
E
M
O
T
O
N
G

:
H
.
0
2
-
.
A
.
1
7
.
1
0
0
5
6
.
2
4
2
7
.
1
7
5
2
.
6
2
0
.
2
0
0
3
.
6
4
4
.
5
5
0
2
.
5
5
8
.
0
5
0
2
1
-
1
0
0
-
0
1
2
1
-
1
0
0
-
0
1
2
1
-
1
0
0
-
0
1
2
1
-
1
0
0
-
0
1
2
1
-
1
0
0
-
0
1
R
i
f
k
i

Z
a
i
n
R
a
h
m
a
t

W
i
d
o
d
o
D
o
d
y
H
e
r
i
N
a
s
r
u
n
0
7
.
7
7
7
.
4
5
4
.
5
-
1
2
2
.
0
0
0
0
7
.
7
7
7
.
4
4
1
.
5
-
1
2
2
.
0
0
0
0
0
.
0
0
0
.
0
0
0
.
0
-
0
0
0
.
0
0
0
(
9
)
(
1
0
)
1
.
2
.
1
2
2
0
0
0
0
7
.
7
7
7
.
4
4
0
.
5
-
1
2
2
.
0
0
0
0
7
.
7
7
7
.
4
4
4
.
5
-
1
2
2
.
0
0
0
K
O
D
E
N
E
G
A
R
A
D
O
M
I
S
I
L
I
(
7
)
(
2
)
(
3
)
0
4
2
0
1
4
(
1
)
2
2
.
0
4
2
1
8
.
9
7
1
3
.
4
6
9
.
8
0
0
3
.
1
9
1
.
6
0
0
(
6
)
T
A
N
G
G
A
L

(
d
d

-

m
m

-

y
y
y
y
)
X
4
.
5
.
6
.
0
0
.
0
3
0
.
4
8
5
.
6
3
.
7
.
8
.
a r e a s t a p l e s
K
E
M
E
N
T
E
R
I
A
N

K
E
U
A
N
G
A
N

R
I
D
I
R
E
K
T
O
R
A
T

J
E
N
D
E
R
A
L

P
A
J
A
K
S
A
T
U

M
A
S
A

P
A
J
A
K
N
O
M
O
R


P
E
G
A
W
A
I

T
E
T
A
P

D
A
N

P
E
N
E
R
I
M
A

P
E
N
S
I
U
N

A
T
A
U

T
H
T
/
J
H
T

S
E
R
T
A

P
N
S
,

A
N
G
G
O
T
A

T
N
I
/
P
O
L
R
I
,

P
E
J
A
B
A
T

N
E
G
A
R
A

D
A
N

P
E
N
S
I
U
N
A
N
N
Y
A

Y
A
N
G

P
E
N
G
H
A
S
I
L
A
N
N
Y
A

M
E
L
E
B
I
H
I

P
E
N
G
H
A
S
I
L
A
N

T
I
D
A
K

K
E
N
A

P
A
J
A
K

(
P
T
K
P
)
N
O
N
P
W
P
N
A
M
A
:
F
O
R
M
U
L
I
R

1
7
2
1
-
I
D
A
F
T
A
R

P
E
M
O
T
O
N
G
A
N

P
A
J
A
K

P
E
N
G
H
A
S
I
L
A
N

P
A
S
A
L

2
1

B
A
G
I

P
E
G
A
W
A
I

T
E
T
A
P

D
A
N

P
E
N
E
R
I
M
A

P
E
N
S
I
U
N

A
T
A
U
T
U
N
J
A
N
G
A
N

H
A
R
I

T
U
A
/
J
A
M
I
N
A
N

H
A
R
I

T
U
A

B
E
R
K
A
L
A

S
E
R
T
A

B
A
G
I

P
E
G
A
W
A
I

N
E
G
E
R
I

S
I
P
I
L
,

A
N
G
G
O
T
A

T
E
N
T
A
R
A

N
A
S
I
O
N
A
L
I
N
D
O
N
E
S
I
A
,

A
N
G
G
O
T
A

P
O
L
I
S
I

R
E
P
U
B
L
I
K

I
N
D
O
N
E
S
I
A
,

P
E
J
A
B
A
T

N
E
G
A
R
A

D
A
N

P
E
N
S
I
U
N
A
N
N
Y
A
P
P
h

D
I
P
O
T
O
N
G

(
R
p
)


L
e
m
b
a
r

k
e
-
1
:
u
n
t
u
k

K
P
P


L
e
m
b
a
r

k
e
-
2
:
u
n
t
u
k

P
e
m
o
t
o
n
g
K
O
D
E

O
B
J
E
K
P
A
J
A
K
J
U
M
L
A
H

P
E
N
G
H
A
S
I
L
A
N
B
R
U
T
O

(
R
p
)
M
A
S
A
P
E
R
O
L
E
H
A
N
P
E
N
G
H
A
S
I
L
A
N



M
A
S
A

P
A
J
A
K


[
m
m

-

y
y
y
y
]
B
U
K
T
I

P
E
M
O
T
O
N
G
A
N
(
8
)
(
4
)
(
5
)
O
R
A
N
G
C
.
T
O
T
A
L

(
J
U
M
L
A
H

A

+

B
)
1
5
.
4
8
4
.
2
0
0
1
2
1
.
5
3
0
1
2
1
.
5
3
0
1
5
.
4
8
4
.
2
0
0
P
E
G
A
W
A
I

T
E
T
A
P

D
A
N

P
E
N
E
R
I
M
A

P
E
N
S
I
U
N

A
T
A
U

T
H
T
/
J
H
T

S
E
R
T
A

P
N
S
,

A
N
G
G
O
T
A

T
N
I
/
P
O
L
R
I
,

P
E
J
A
B
A
T

N
E
G
A
R
A
D
A
N

P
E
N
S
I
U
N
A
N
N
Y
A

Y
A
N
G

P
E
N
G
H
A
S
I
L
A
N
N
Y
A

T
I
D
A
K

M
E
L
E
B
I
H
I

P
T
K
P
:
B
.
0
1
0
2
0
.
B
.
6
.
J
U
M
L
A
H

A

(
P
E
N
J
U
M
L
A
H
A
N

A
N
G
K
A

1

S
.
D

A
N
G
K
A

2
0
)
1
2
.
1
3
.
1
4
.
7
.
8
.
9
.
1
0
.
1
1
.
1
5
.
1
6
.
1
7
.
1
8
.
1
9
.
Bendahara Mahir Pajak 2014
54

Pengisian SPT Masa Pajak April 2014 Pengisian formulir
T2
Rifki Zain ditugaskan
di Kanwil Kemenag
Sumut dan
mendapatkan
tunjangan Rp3.000.000
sedangkan di Kantor
Imigrasi Medan tidak
lagi mendapatkan
tunjangan jabatan


Pemotongan PPh Pasal
21



Menyetorkan PPh
Pasal 21 yang dipotong
dengan SSP


Melaporkan dalam SPT
Masa PPh Pasal 21/26





a r e a b a r c o d e
[mm - yyyy]
H.01 - H.02 H.03 H.04
:
:
:
:
B. OBJEK PAJAK
KELEBIHAN PENYETORAN PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 DARI :
MASA PAJAK:
B.03
JUMLAH (ANGKA 12 + ANGKA 13) B.04
PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR (ANGKA 11 KOLOM 6 - ANGKA 14) B.05
KELEBIHAN SETOR PADA ANGKA 15 ATAU ANGKA 17 AKAN DIKOMPENSASIKAN KE MASA PAJAK (mm - yyyy) B.08 -
KEMENTERIAN KEUANGAN RI
SURAT PEMBERITAHUAN (SPT) MASA
PAJAK PENGHASILAN
PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26
TAHUN KALENDER (yyyy)
JUMLAH PENGHASILAN
BRUTO (Rp)
JUMLAH (Rp)
122
15.484.200
11 12
B.01
05
FORMULIR 1721
JUMLAH LEMBAR SPT
TERMASUK LAMPIRAN:
(DIISI OLEH PETUGAS)
H.05 H.06
5.
000
SPT
PEMBETULAN KE-
A.05 061-452100
5
EMAIL :
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
4e.
BUKAN PEGAWAI YANG MENERIMA IMBALAN YANG
BERSIFAT BERKESINAMBUNGAN
PENERIMA PENGHASILAN YANG DIPOTONG PPh PASAL 21 TIDAK
FINAL LAINNYA
PEGAWAI/PEMBERI JASA/PESERTA KEGIATAN/PENERIMA PENSIUN
BERKALA SEBAGAI WAJIB PAJAK LUAR NEGERI
03 04
PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR KARENA PEMBETULAN
(ANGKA 15 - ANGKA 16)
15.484.200
21-100-10
21-100-11
21-100-99
27-100-99
JUMLAH (PENJUMLAHAN ANGKA 1 S.D.10)
PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR
21-100-13
B.07
07 08
B.02
10 02
2.
No
JUMLAH PAJAK
DIPOTONG (Rp)
NO. TELEPON
(6)
21-100-02
21-100-01
(3)
4d. TENAGA AHLI
(1) (2)
120.333
PENJAJA BARANG DAGANGAN
21-100-04
21-100-05
21-100-06
21-100-07
21-100-08
21-100-09
a r e a s t a p l e s
HALAMAN 1
18.
17.
14.
13.
B.06
01
10.
06
15.
STP PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 (HANYA POKOK PAJAK)
09
4b.
MANTAN PEGAWAI YANG MENERIMA JASA PRODUKSI, TANTIEM,
BONUS ATAU IMBALAN LAIN
21-100-12
8. PESERTA KEGIATAN
11.
9.
21-100-03
16.
PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR PADA SPT YANG DIBETULKAN
(PINDAHAN DARI BAGIAN B ANGKA 15 DARI SPT YANG DIBETULKAN)
PETUGAS DINAS LUAR ASURANSI
4c.
5.
6.
12.
LANJUTKAN PENGISIAN PADA ANGKA 16 & 17 APABILA SPT PEMBETULAN DAN/ATAU PADA ANGKA 18 APABILA PPh LEBIH DISETOR
4.
7. PEGAWAI YANG MELAKUKAN PENARIKAN DANA PENSIUN
ANGGOTA DEWAN KOMISARIS ATAU DEWAN PENGAWAS YANG
TIDAK MERANGKAP SEBAGAI PEGAWAI TETAP
BUKAN PEGAWAI
3. PEGAWAI TIDAK TETAP ATAU TENAGA KERJA LEPAS
DISTRIBUTOR MULTILEVEL MARKETING (MLM) 4a.
4f.
BUKAN PEGAWAI YANG MENERIMA IMBALAN YANG
TIDAK BERSIFAT BERKESINAMBUNGAN
1.
A.04
PEGAWAI TETAP
Bacalah petunjuk pengisian sebelum mengisi formulir ini
MASA PAJAK :
X
(4) (5)
PENERIMA PENSIUN BERKALA
A. IDENTITAS PEMOTONG
.
Formulir ini digunakan untuk melaporkan
Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 dan/atau
Pasal 26
SPT
NORMAL
PENERIMA PENGHASILAN
-
KODE OBJEK
PAJAK
ALAMAT
1.
2.
3.
NPWP
Bendahara Kantor Imigrasi Medan
JUMLAH
PENERIMA
PENGHASILAN
A.01
A.02
A.03
4 2014
00.030.485.6
4.
NAMA
120.333
Jalan Gatot Subroto No. 268 Medan
75
Bendahara Mahir Pajak 2014
54

Pengisian SPT Masa Pajak April 2014 Pengisian formulir
T2
Rifki Zain ditugaskan
di Kanwil Kemenag
Sumut dan
mendapatkan
tunjangan Rp3.000.000
sedangkan di Kantor
Imigrasi Medan tidak
lagi mendapatkan
tunjangan jabatan


Pemotongan PPh Pasal
21



Menyetorkan PPh
Pasal 21 yang dipotong
dengan SSP


Melaporkan dalam SPT
Masa PPh Pasal 21/26





a r e a b a r c o d e
[mm - yyyy]
H.01 - H.02 H.03 H.04
:
:
:
:
B. OBJEK PAJAK
KELEBIHAN PENYETORAN PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 DARI :
MASA PAJAK:
B.03
JUMLAH (ANGKA 12 + ANGKA 13) B.04
PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR (ANGKA 11 KOLOM 6 - ANGKA 14) B.05
KELEBIHAN SETOR PADA ANGKA 15 ATAU ANGKA 17 AKAN DIKOMPENSASIKAN KE MASA PAJAK (mm - yyyy) B.08 -
KEMENTERIAN KEUANGAN RI
SURAT PEMBERITAHUAN (SPT) MASA
PAJAK PENGHASILAN
PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26
TAHUN KALENDER (yyyy)
JUMLAH PENGHASILAN
BRUTO (Rp)
JUMLAH (Rp)
122
15.484.200
11 12
B.01
05
FORMULIR 1721
JUMLAH LEMBAR SPT
TERMASUK LAMPIRAN:
(DIISI OLEH PETUGAS)
H.05 H.06
5.
000
SPT
PEMBETULAN KE-
A.05 061-452100
5
EMAIL :
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
4e.
BUKAN PEGAWAI YANG MENERIMA IMBALAN YANG
BERSIFAT BERKESINAMBUNGAN
PENERIMA PENGHASILAN YANG DIPOTONG PPh PASAL 21 TIDAK
FINAL LAINNYA
PEGAWAI/PEMBERI JASA/PESERTA KEGIATAN/PENERIMA PENSIUN
BERKALA SEBAGAI WAJIB PAJAK LUAR NEGERI
03 04
PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR KARENA PEMBETULAN
(ANGKA 15 - ANGKA 16)
15.484.200
21-100-10
21-100-11
21-100-99
27-100-99
JUMLAH (PENJUMLAHAN ANGKA 1 S.D.10)
PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR
21-100-13
B.07
07 08
B.02
10 02
2.
No
JUMLAH PAJAK
DIPOTONG (Rp)
NO. TELEPON
(6)
21-100-02
21-100-01
(3)
4d. TENAGA AHLI
(1) (2)
120.333
PENJAJA BARANG DAGANGAN
21-100-04
21-100-05
21-100-06
21-100-07
21-100-08
21-100-09
a r e a s t a p l e s
HALAMAN 1
18.
17.
14.
13.
B.06
01
10.
06
15.
STP PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 (HANYA POKOK PAJAK)
09
4b.
MANTAN PEGAWAI YANG MENERIMA JASA PRODUKSI, TANTIEM,
BONUS ATAU IMBALAN LAIN
21-100-12
8. PESERTA KEGIATAN
11.
9.
21-100-03
16.
PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR PADA SPT YANG DIBETULKAN
(PINDAHAN DARI BAGIAN B ANGKA 15 DARI SPT YANG DIBETULKAN)
PETUGAS DINAS LUAR ASURANSI
4c.
5.
6.
12.
LANJUTKAN PENGISIAN PADA ANGKA 16 & 17 APABILA SPT PEMBETULAN DAN/ATAU PADA ANGKA 18 APABILA PPh LEBIH DISETOR
4.
7. PEGAWAI YANG MELAKUKAN PENARIKAN DANA PENSIUN
ANGGOTA DEWAN KOMISARIS ATAU DEWAN PENGAWAS YANG
TIDAK MERANGKAP SEBAGAI PEGAWAI TETAP
BUKAN PEGAWAI
3. PEGAWAI TIDAK TETAP ATAU TENAGA KERJA LEPAS
DISTRIBUTOR MULTILEVEL MARKETING (MLM) 4a.
4f.
BUKAN PEGAWAI YANG MENERIMA IMBALAN YANG
TIDAK BERSIFAT BERKESINAMBUNGAN
1.
A.04
PEGAWAI TETAP
Bacalah petunjuk pengisian sebelum mengisi formulir ini
MASA PAJAK :
X
(4) (5)
PENERIMA PENSIUN BERKALA
A. IDENTITAS PEMOTONG
.
Formulir ini digunakan untuk melaporkan
Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 dan/atau
Pasal 26
SPT
NORMAL
PENERIMA PENGHASILAN
-
KODE OBJEK
PAJAK
ALAMAT
1.
2.
3.
NPWP
Bendahara Kantor Imigrasi Medan
JUMLAH
PENERIMA
PENGHASILAN
A.01
A.02
A.03
4 2014
00.030.485.6
4.
NAMA
120.333
Jalan Gatot Subroto No. 268 Medan
Lembar ke-1 : untuk KPP
Lembar ke-2 : untuk Pemotong
MASA PAJAK :
[mm - yyyy]
H.01
NPWP PEMOTONG : - .
FORMULIR 1721 - IV
H.02
No
KODE AKUN
PAJAK (KAP)
KODE JENIS
SETORAN
(KJS)
TGL SSP/BUKTI Pbk
[dd - mm - yyyy)
NTPN/NOMOR BUKTI Pbk JUMLAH PPh DISETOR KET.
- 000
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
00.030.485.6
122
(5) (6) (7)
3.
4.
5.
6.
11.
12.
13.
a r e a s t a p l e s
10.
9.
KEMENTERIAN KEUANGAN RI
1.
2.
7.
16.
15.
14.
8.
DAFTAR SURAT SETORAN PAJAK (SSP)
DAN/ATAU BUKTI PEMINDAHBUKUAN (Pbk)
UNTUK PEMOTONGAN PAJAK
PENGHASILAN PASAL 21
DAN/ATAU PASAL 26
03 2014
(1) (2) (3) (4)
100
100
411121
411121
09-05-2014
09-05-2014
1
0
119.137
1.196
0 :
1 :
2 :
JUMLAH (PENJUMLAHAN BAGIAN ANGKA 1 S.D ANGKA 13)
KETERANGAN :
KOLOM (7) DIISI DENGAN ANGKA :
UNTUK SSP
UNTUK BUKTI Pbk
120.333
UNTUK SSP PPh PASAL 21 DITANGGUNG PEMERINTAH
18.
19.
20.
17.
16.
15.
76
Bendahara Mahir Pajak 2014
56



Pengisian formulir
T2
Rifki Zain ditugaskan di
Kanwil Kemenag Sumut
dan mendapatkan
tunjangan Rp3.000.000
sedangkan di Kantor
Imigrasi Medan tidak
lagi mendapatkan
tunjangan jabatan


Pemotongan PPh Pasal
21



Menyetorkan PPh Pasal
21 yang dipotong dengan
SSP


Melaporkan dalam SPT
Masa PPh Pasal 21/26




Pembuatan SSP Masa Pajak April 2014
LEMBAR
Untuk Arsip Wajib Pajak
:
:
Diisi sesuai Nomor Ketetapan : STP, SKPKB, SKPKBT
Jumlah Pembayaran :
Terbilang :
.......
Diisi Tahun terutangnya Pajak
Nomor Ketetapan
Diisi dengan rupiah penuh
seratus sembilan belas ribu seratus tiga puluh tujuh rupiah
/
Rp119.137
/ /
Beri tanda silang (x) pada kolom bulan, sesuai dengan pembayaran untuk masa yang berkenaan
: /
2 0 1 4
Jan Feb Mar Apr Ags Mei Jun Jul
8 2 0
ALAMAT OP
NOP
......
1
Okt Sep Nov Des
Tahun Pajak
......
......
Kode Jenis Setoran
PPh Pasal 21
.....
.....
0
Uraian Pembayaran : ....
X
2 1 1 0 0
Diisi sesuai dengan Nomor Pokok Wajib Pajak yang dimiliki
KEMENTERIAN KEUANGAN R.I.
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
NPWP 4 0 5 6 1 :
NAMA WP :
:
0
Kode Akun Pajak
3 0
SURAT SETORAN PAJAK
(SSP)
Diisi sesuai dengan Nomor Objek Pajak
Masa Pajak
ALAMAT WP
2 0 0
Bendahara Kantor Imigrasi Medan
Jalan Gatot Subroto No 268 Medan
4 1 1 1
Terbilang :
, Tanggal 9 Mei 2014
Cap dan tanda tangan
Nama Jelas : . Nama Jelas : Rahmat Widodo
F.2.0.32.01
.......
.......
seratus sembilan belas ribu seratus tiga puluh tujuh rupiah
Cap dan tanda tangan
Ruang Validasi Kantor Penerima Pembayaran
" Terima kasih Telah Membayar Pajak - Pajak Untuk Pembangunan Bangsa "
Tanggal
Wajib Pajak/Penyetor
Medan
Diterima oleh Kantor Penerima Pembayaran
Pengisian SSP PPh Pasal 21 DTP Masa Pajak April 2014
77
LEMBAR
Untuk Arsip Wajib Pajak
:
:
Diisi sesuai Nomor Ketetapan : STP, SKPKB, SKPKBT
Jumlah Pembayaran :
Terbilang :
.......
Diisi Tahun terutangnya Pajak
Nomor Ketetapan
Diisi dengan rupiah penuh
seribu seratus sembilan puluh enam rupiah
/
Rp1.196
/ /
Beri tanda silang (x) pada kolom bulan, sesuai dengan pembayaran untuk masa yang berkenaan
: /
2 0 1 4
Jan Feb Mar Apr Ags Mei Jun Jul
8 2 0
ALAMAT OP
NOP
......
1
Okt Sep Nov Des
Tahun Pajak
......
......
Kode Jenis Setoran
PPh Pasal 21
.....
.....
0
Uraian Pembayaran : ....
X
2 1 1 0 0
Diisi sesuai dengan Nomor Pokok Wajib Pajak yang dimiliki
KEMENTERIAN KEUANGAN R.I.
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
NPWP 4 0 5 6 1 :
NAMA WP :
:
0
Kode Akun Pajak
3 0
SURAT SETORAN PAJAK
(SSP)
Diisi sesuai dengan Nomor Objek Pajak
Masa Pajak
ALAMAT WP
2 0 0
Bendahara Kantor Imigrasi Medan
Jalan Gatot Subroto No 268 Medan
4 1 1 1
Terbilang :
, Tanggal 9 Mei 2014
Cap dan tanda tangan
Nama Jelas : . Nama Jelas : Rahmat Widodo
F.2.0.32.01
.......
.......
seribu seratus sembilan puluh enam rupiah
Cap dan tanda tangan
Ruang Validasi Kantor Penerima Pembayaran
" Terima kasih Telah Membayar Pajak - Pajak Untuk Pembangunan Bangsa "
Tanggal
Wajib Pajak/Penyetor
Medan
Diterima oleh Kantor Penerima Pembayaran
Bendahara Mahir Pajak 2014 B
57





Pengisian formulir
T2
Rifki Zain ditugaskan di
Kanwil Kemenag Sumut
dan mendapatkan
tunjangan Rp3.000.000
sedangkan di Kantor
Imigrasi Medan tidak lagi
mendapatkan tunjangan
jabatan

Pemotongan PPh Pasal 21



Menyetorkan PPh Pasal 21
yang dipotong dengan SSP


Melaporkan dalam SPT
Masa PPh Pasal 21/26







78
Bendahara Mahir Pajak 2014
58

Pengisian SPT Masa Pajak Desember 2014

a r e a b a r c o d e
[mm - yyyy]
H.01 - H.02 H.03 H.04
:
:
:
:
B. OBJEK PAJAK
KELEBIHAN PENYETORAN PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 DARI :
MASA PAJAK:
B.03
JUMLAH (ANGKA 12 + ANGKA 13) B.04
PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR (ANGKA 11 KOLOM 6 - ANGKA 14) B.05
KELEBIHAN SETOR PADA ANGKA 15 ATAU ANGKA 17 AKAN DIKOMPENSASIKAN KE MASA PAJAK (mm - yyyy) B.08 -
1.660.300
Jalan Gatot Subroto No. 268 Medan
1 5.000.000
Formulir ini digunakan untuk melaporkan
Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 dan/atau
Pasal 26
SPT
NORMAL
PENERIMA PENGHASILAN
-
KODE OBJEK
PAJAK
ALAMAT
1.
2.
3.
NPWP
Bendahara Kantor Imigrasi Medan
JUMLAH
PENERIMA
PENGHASILAN
A.01
A.02
A.03
4 2014
00.030.485.6
4.
NAMA
A.04
PEGAWAI TETAP
Bacalah petunjuk pengisian sebelum mengisi formulir ini
MASA PAJAK :
X
(4) (5)
PENERIMA PENSIUN BERKALA
A. IDENTITAS PEMOTONG
.
9.
21-100-03
16.
PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR PADA SPT YANG DIBETULKAN
(PINDAHAN DARI BAGIAN B ANGKA 15 DARI SPT YANG DIBETULKAN)
PETUGAS DINAS LUAR ASURANSI
4c.
5.
6.
12.
LANJUTKAN PENGISIAN PADA ANGKA 16 & 17 APABILA SPT PEMBETULAN DAN/ATAU PADA ANGKA 18 APABILA PPh LEBIH DISETOR
4.
7. PEGAWAI YANG MELAKUKAN PENARIKAN DANA PENSIUN
ANGGOTA DEWAN KOMISARIS ATAU DEWAN PENGAWAS YANG
TIDAK MERANGKAP SEBAGAI PEGAWAI TETAP
BUKAN PEGAWAI
3. PEGAWAI TIDAK TETAP ATAU TENAGA KERJA LEPAS
DISTRIBUTOR MULTILEVEL MARKETING (MLM) 4a.
4f.
BUKAN PEGAWAI YANG MENERIMA IMBALAN YANG
TIDAK BERSIFAT BERKESINAMBUNGAN
a r e a s t a p l e s
HALAMAN 1
18.
17.
14.
13.
B.06
01
10.
06
15.
STP PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 (HANYA POKOK PAJAK)
09
4b.
MANTAN PEGAWAI YANG MENERIMA JASA PRODUKSI, TANTIEM,
BONUS ATAU IMBALAN LAIN
21-100-12
8. PESERTA KEGIATAN
11.
1.535.300
PENJAJA BARANG DAGANGAN
21-100-04
21-100-05
21-100-06
21-100-07
21-100-08
21-100-09
2.
No
JUMLAH PAJAK
DIPOTONG (Rp)
NO. TELEPON
(6)
21-100-02
21-100-01
(3)
4d. TENAGA AHLI
(1) (2)
1.
4e.
BUKAN PEGAWAI YANG MENERIMA IMBALAN YANG
BERSIFAT BERKESINAMBUNGAN
PENERIMA PENGHASILAN YANG DIPOTONG PPh PASAL 21 TIDAK
FINAL LAINNYA
PEGAWAI/PEMBERI JASA/PESERTA KEGIATAN/PENERIMA PENSIUN
BERKALA SEBAGAI WAJIB PAJAK LUAR NEGERI
03 04
PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR KARENA PEMBETULAN
(ANGKA 15 - ANGKA 16)
192.430.000
21-100-10
21-100-11
21-100-99
27-100-99
JUMLAH (PENJUMLAHAN ANGKA 1 S.D.10)
PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR
21-100-13
B.07
07 08
B.02
10 02 11 12
B.01
05
FORMULIR 1721
JUMLAH LEMBAR SPT
TERMASUK LAMPIRAN:
(DIISI OLEH PETUGAS)
H.05 H.06
5.
000
SPT
PEMBETULAN KE-
A.05 061-452100
5
EMAIL :
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
KEMENTERIAN KEUANGAN RI
SURAT PEMBERITAHUAN (SPT) MASA
PAJAK PENGHASILAN
PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26
TAHUN KALENDER (yyyy)
JUMLAH PENGHASILAN
BRUTO (Rp)
121.526
JUMLAH (Rp)
125.000
122
187.430.000
Pengisian formulir
T1, T2, T3,
dan T4
Atas Pembayaran gaji
bulan Maret s.d.
Desember 2014 (T1, T2)
Atas pembayaran
honorarium kepada
Jason Pasaaribu (T4)

Pemotongan PPh Pasal 21


Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 21
final dan non final


Menyetorkan PPh Pasal 21
yang dipotong dengan SSP


Melaporkan dalam SPT
Masa PPh Pasal 21/26


Melengkapi SPT Masa PPh
Pasal 21/26 dengan
lampiran:
- Bukti Pemotongan
- Daftar Bukti
Pemotongan
- SSP



a r e a b a r c o d e
[mm - yyyy]
H.01 - H.02 H.03 H.04
:
:
:
:
B. OBJEK PAJAK
Jalan Gatot Subroto No. 268 Medan
Formulir ini digunakan untuk melaporkan
Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 dan/atau
Pasal 26
SPT
NORMAL
PENERIMA PENGHASILAN
-
KODE OBJEK
PAJAK
ALAMAT
1.
2.
3.
NPWP
Bendahara Kantor Imigrasi Medan
JUMLAH
PENERIMA
PENGHASILAN
A.01
A.02
A.03
12 2014
00.030.485.6
4.
NAMA
A.04
PEGAWAI TETAP
Bacalah petunjuk pengisian sebelum mengisi formulir ini
MASA PAJAK :
X
(4) (5)
PENERIMA PENSIUN BERKALA
A. IDENTITAS PEMOTONG
.
2.
No
JUMLAH PAJAK
DIPOTONG (Rp)
21-100-03
4. BUKAN PEGAWAI
3. PEGAWAI TIDAK TETAP ATAU TENAGA KERJA LEPAS
DISTRIBUTOR MULTILEVEL MARKETING (MLM) 4a.
a r e a s t a p l e s
121.526
21-100-04
NO. TELEPON
(6)
21-100-02
21-100-01
(3) (1) (2)
1.
FORMULIR 1721
JUMLAH LEMBAR SPT
TERMASUK LAMPIRAN:
(DIISI OLEH PETUGAS)
H.05 H.06
5.
000
SPT
PEMBETULAN KE-
A.05
061-452100
5
EMAIL :
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
KEMENTERIAN KEUANGAN RI
SURAT PEMBERITAHUAN (SPT) MASA
PAJAK PENGHASILAN
PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26
JUMLAH PENGHASILAN
BRUTO (Rp)
122
15.484.200
KELEBIHAN PENYETORAN PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 DARI :
MASA PAJAK:
B.03
JUMLAH (ANGKA 12 + ANGKA 13) B.04
PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR (ANGKA 11 KOLOM 6 - ANGKA 14) B.05
121.526
9.
16.
PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR PADA SPT YANG DIBETULKAN
(PINDAHAN DARI BAGIAN B ANGKA 15 DARI SPT YANG DIBETULKAN)
PETUGAS DINAS LUAR ASURANSI
4c.
5.
6.
12.
LANJUTKAN PENGISIAN PADA ANGKA 16 & 17 APABILA SPT PEMBETULAN DAN/ATAU PADA ANGKA 18 APABILA PPh LEBIH DISETOR
4.
7. PEGAWAI YANG MELAKUKAN PENARIKAN DANA PENSIUN
ANGGOTA DEWAN KOMISARIS ATAU DEWAN PENGAWAS YANG
TIDAK MERANGKAP SEBAGAI PEGAWAI TETAP
BUKAN PEGAWAI
DISTRIBUTOR MULTILEVEL MARKETING (MLM) 4a.
4f.
BUKAN PEGAWAI YANG MENERIMA IMBALAN YANG
TIDAK BERSIFAT BERKESINAMBUNGAN
18.
17.
14.
13.
B.06
01
10.
06
15.
STP PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 (HANYA POKOK PAJAK)
09
4b.
MANTAN PEGAWAI YANG MENERIMA JASA PRODUKSI, TANTIEM,
BONUS ATAU IMBALAN LAIN
21-100-12
8. PESERTA KEGIATAN
11.
PENJAJA BARANG DAGANGAN
21-100-04
21-100-05
21-100-06
21-100-07
21-100-08
21-100-09
4d. TENAGA AHLI
4e.
BUKAN PEGAWAI YANG MENERIMA IMBALAN YANG
BERSIFAT BERKESINAMBUNGAN
PENERIMA PENGHASILAN YANG DIPOTONG PPh PASAL 21 TIDAK
FINAL LAINNYA
PEGAWAI/PEMBERI JASA/PESERTA KEGIATAN/PENERIMA
PENSIUN BERKALA SEBAGAI WAJIB PAJAK LUAR NEGERI
03 04
PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR KARENA PEMBETULAN
(ANGKA 15 - ANGKA 16)
15.484.200
21-100-10
21-100-11
21-100-99
27-100-99
JUMLAH (PENJUMLAHAN ANGKA 1 S.D.10)
PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR
21-100-13
B.07
07 08
B.02
10 02 11 12
B.01
05 TAHUN KALENDER (yyyy)
121.526
JUMLAH (Rp)
KELEBIHAN SETOR PADA ANGKA 15 ATAU ANGKA 17 AKAN DIKOMPENSASIKAN KE MASA PAJAK (mm - yyyy) B.08 -
HALAMAN 1
18.
Pengisian SPT 1721 Masa Pajak Desember 2014
79
NPWP PEMOTONG : B.09 - .
D.13
5.
X
PENERIMA UANG PESANGON YANG DIBAYARKAN
SEKALIGUS
LEMBAR
D.04
FORMULIR 1721 - II
(Untuk Satu Tahun Pajak)
FORMULIR 1721
JUMLAH
PENERIMA
PENGHASILAN
JUMLAH PENGHASILAN
BRUTO (Rp)
(4) (5) (6)
D.01
a r e a s t a p l e s
SURAT SETORAN PAJAK (SSP) DAN/ATAU
BUKTI PEMINDAHBUKUAN (Pbk)
FORMULIR 1721 - I
PENERIMA PENGHASILAN
(2)
D.07 D.08
2.
FORMULIR 1721 - I
D.03
7.
D.12
PENERIMA PENGHASILAN YANG DIPOTONG PPh PASAL 21
FINAL LAINNYA
21-499-99
21-401-02
21-402-01 3.
LEMBAR
D.11
1 LEMBAR
D.10
1.
Formulir 1721 - IV
D.02
1
1
6.
Formulir 1721 - V
X
X
LEMBAR
5.
C. OBJEK PAJAK FINAL
NO
KODE OBJEK
PAJAK
(3)
8.
Dengan menyadari sepenuhnya atas segala akibatnya termasuk sanksi-sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku, saya menyatakan
bahwa apa yang telah saya beritahukan di atas beserta lampiran-lampirannya adalah benar, lengkap dan jelas.
LEMBAR
D.09
LEMBAR
D.05 D.06
D.14
E. PERNYATAAN DAN TANDA TANGAN PEMOTONG
FORMULIR 1721 - III
JUMLAH PAJAK DIPOTONG
(Rp)
2.
PENERIMA UANG MANFAAT PENSIUN, TUNJANGAN HARI TUA ATAU
JAMINAN HARI TUA DAN PEMBAYARAN SEJENIS YANG
DIBAYARKAN SEKALIGUS
21-401-01
PEJABAT NEGARA, PEGAWAI NEGERI SIPIL, ANGGOTA TNI/POLRI
DAN PENSIUNAN YANG MENERIMA HONORARIUM DAN IMBALAN
LAIN YANG DIBEBANKAN KEPADA KEUANGAN NEGARA/DAERAH
3.
SURAT KUASA KHUSUS
(1)
D. LAMPIRAN
JUMLAH BAGIAN C (PENJUMLAHAN ANGKA 1 S.D. 5)
(Untuk Satu Masa Pajak)
4.
4.
X
1.
2
PEMOTONG KUASA
6. TANDA TANGAN :
- .
- -
(dd - mm - yyyy)
TEMPAT :
122
11
E.06
E.02
Dengan menyadari sepenuhnya atas segala akibatnya termasuk sanksi-sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku, saya menyatakan
bahwa apa yang telah saya beritahukan di atas beserta lampiran-lampirannya adalah benar, lengkap dan jelas.
1. E.01
NPWP : E.03
1 2015
5.
X
MEDAN
0.030.485.6
000
3. NAMA : E.04
4. TANGGAL : E.05
2.
E. PERNYATAAN DAN TANDA TANGAN PEMOTONG
Bendahara Kantor Imigrasi Medan
Bendahara Mahir Pajak 2014
58

Pengisian SPT Masa Pajak Desember 2014

a r e a b a r c o d e
[mm - yyyy]
H.01 - H.02 H.03 H.04
:
:
:
:
B. OBJEK PAJAK
KELEBIHAN PENYETORAN PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 DARI :
MASA PAJAK:
B.03
JUMLAH (ANGKA 12 + ANGKA 13) B.04
PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR (ANGKA 11 KOLOM 6 - ANGKA 14) B.05
KELEBIHAN SETOR PADA ANGKA 15 ATAU ANGKA 17 AKAN DIKOMPENSASIKAN KE MASA PAJAK (mm - yyyy) B.08 -
1.660.300
Jalan Gatot Subroto No. 268 Medan
1 5.000.000
Formulir ini digunakan untuk melaporkan
Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 dan/atau
Pasal 26
SPT
NORMAL
PENERIMA PENGHASILAN
-
KODE OBJEK
PAJAK
ALAMAT
1.
2.
3.
NPWP
Bendahara Kantor Imigrasi Medan
JUMLAH
PENERIMA
PENGHASILAN
A.01
A.02
A.03
4 2014
00.030.485.6
4.
NAMA
A.04
PEGAWAI TETAP
Bacalah petunjuk pengisian sebelum mengisi formulir ini
MASA PAJAK :
X
(4) (5)
PENERIMA PENSIUN BERKALA
A. IDENTITAS PEMOTONG
.
9.
21-100-03
16.
PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR PADA SPT YANG DIBETULKAN
(PINDAHAN DARI BAGIAN B ANGKA 15 DARI SPT YANG DIBETULKAN)
PETUGAS DINAS LUAR ASURANSI
4c.
5.
6.
12.
LANJUTKAN PENGISIAN PADA ANGKA 16 & 17 APABILA SPT PEMBETULAN DAN/ATAU PADA ANGKA 18 APABILA PPh LEBIH DISETOR
4.
7. PEGAWAI YANG MELAKUKAN PENARIKAN DANA PENSIUN
ANGGOTA DEWAN KOMISARIS ATAU DEWAN PENGAWAS YANG
TIDAK MERANGKAP SEBAGAI PEGAWAI TETAP
BUKAN PEGAWAI
3. PEGAWAI TIDAK TETAP ATAU TENAGA KERJA LEPAS
DISTRIBUTOR MULTILEVEL MARKETING (MLM) 4a.
4f.
BUKAN PEGAWAI YANG MENERIMA IMBALAN YANG
TIDAK BERSIFAT BERKESINAMBUNGAN
a r e a s t a p l e s
HALAMAN 1
18.
17.
14.
13.
B.06
01
10.
06
15.
STP PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 (HANYA POKOK PAJAK)
09
4b.
MANTAN PEGAWAI YANG MENERIMA JASA PRODUKSI, TANTIEM,
BONUS ATAU IMBALAN LAIN
21-100-12
8. PESERTA KEGIATAN
11.
1.535.300
PENJAJA BARANG DAGANGAN
21-100-04
21-100-05
21-100-06
21-100-07
21-100-08
21-100-09
2.
No
JUMLAH PAJAK
DIPOTONG (Rp)
NO. TELEPON
(6)
21-100-02
21-100-01
(3)
4d. TENAGA AHLI
(1) (2)
1.
4e.
BUKAN PEGAWAI YANG MENERIMA IMBALAN YANG
BERSIFAT BERKESINAMBUNGAN
PENERIMA PENGHASILAN YANG DIPOTONG PPh PASAL 21 TIDAK
FINAL LAINNYA
PEGAWAI/PEMBERI JASA/PESERTA KEGIATAN/PENERIMA PENSIUN
BERKALA SEBAGAI WAJIB PAJAK LUAR NEGERI
03 04
PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR KARENA PEMBETULAN
(ANGKA 15 - ANGKA 16)
192.430.000
21-100-10
21-100-11
21-100-99
27-100-99
JUMLAH (PENJUMLAHAN ANGKA 1 S.D.10)
PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR
21-100-13
B.07
07 08
B.02
10 02 11 12
B.01
05
FORMULIR 1721
JUMLAH LEMBAR SPT
TERMASUK LAMPIRAN:
(DIISI OLEH PETUGAS)
H.05 H.06
5.
000
SPT
PEMBETULAN KE-
A.05 061-452100
5
EMAIL :
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
KEMENTERIAN KEUANGAN RI
SURAT PEMBERITAHUAN (SPT) MASA
PAJAK PENGHASILAN
PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26
TAHUN KALENDER (yyyy)
JUMLAH PENGHASILAN
BRUTO (Rp)
121.526
JUMLAH (Rp)
125.000
122
187.430.000
Pengisian formulir
T1, T2, T3,
dan T4
Atas Pembayaran gaji
bulan Maret s.d.
Desember 2014 (T1, T2)
Atas pembayaran
honorarium kepada
Jason Pasaaribu (T4)

Pemotongan PPh Pasal 21


Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 21
final dan non final


Menyetorkan PPh Pasal 21
yang dipotong dengan SSP


Melaporkan dalam SPT
Masa PPh Pasal 21/26


Melengkapi SPT Masa PPh
Pasal 21/26 dengan
lampiran:
- Bukti Pemotongan
- Daftar Bukti
Pemotongan
- SSP



80
H
.
0
1
-

S
A
T
U

T
A
H
U
N

P
A
J
A
K

N
P
W
P

P
E
M
O
T
O
N
G

:
H
.
0
2
-
.
A
.
a r e a s t a p l e s
K
E
M
E
N
T
E
R
I
A
N

K
E
U
A
N
G
A
N

R
I
D
I
R
E
K
T
O
R
A
T

J
E
N
D
E
R
A
L

P
A
J
A
K
S
A
T
U

M
A
S
A

P
A
J
A
K
N
O
M
O
R


P
E
G
A
W
A
I

T
E
T
A
P

D
A
N

P
E
N
E
R
I
M
A

P
E
N
S
I
U
N

A
T
A
U

T
H
T
/
J
H
T

S
E
R
T
A

P
N
S
,

A
N
G
G
O
T
A

T
N
I
/
P
O
L
R
I
,

P
E
J
A
B
A
T

N
E
G
A
R
A

D
A
N

P
E
N
S
I
U
N
A
N
N
Y
A

Y
A
N
G

P
E
N
G
H
A
S
I
L
A
N
N
Y
A

M
E
L
E
B
I
H
I

P
E
N
G
H
A
S
I
L
A
N

T
I
D
A
K

K
E
N
A

P
A
J
A
K

(
P
T
K
P
)
N
O
N
P
W
P
N
A
M
A
:
F
O
R
M
U
L
I
R

1
7
2
1
-
I
D
A
F
T
A
R

P
E
M
O
T
O
N
G
A
N

P
A
J
A
K

P
E
N
G
H
A
S
I
L
A
N

P
A
S
A
L

2
1

B
A
G
I

P
E
G
A
W
A
I

T
E
T
A
P

D
A
N

P
E
N
E
R
I
M
A

P
E
N
S
I
U
N

A
T
A
U
T
U
N
J
A
N
G
A
N

H
A
R
I

T
U
A
/
J
A
M
I
N
A
N

H
A
R
I

T
U
A

B
E
R
K
A
L
A

S
E
R
T
A

B
A
G
I

P
E
G
A
W
A
I

N
E
G
E
R
I

S
I
P
I
L
,

A
N
G
G
O
T
A

T
E
N
T
A
R
A

N
A
S
I
O
N
A
L
I
N
D
O
N
E
S
I
A
,

A
N
G
G
O
T
A

P
O
L
I
S
I

R
E
P
U
B
L
I
K

I
N
D
O
N
E
S
I
A
,

P
E
J
A
B
A
T

N
E
G
A
R
A

D
A
N

P
E
N
S
I
U
N
A
N
N
Y
A
P
P
h

D
I
P
O
T
O
N
G

(
R
p
)


L
e
m
b
a
r

k
e
-
1
:
u
n
t
u
k

K
P
P


L
e
m
b
a
r

k
e
-
2
:
u
n
t
u
k

P
e
m
o
t
o
n
g
K
O
D
E

O
B
J
E
K
P
A
J
A
K
J
U
M
L
A
H

P
E
N
G
H
A
S
I
L
A
N
B
R
U
T
O

(
R
p
)
M
A
S
A
P
E
R
O
L
E
H
A
N
P
E
N
G
H
A
S
I
L
A
N



M
A
S
A

P
A
J
A
K


[
m
m

-

y
y
y
y
]
B
U
K
T
I

P
E
M
O
T
O
N
G
A
N
(
8
)
(
4
)
(
5
)
T
A
N
G
G
A
L

(
d
d

-

m
m

-

y
y
y
y
)
X
4
.
5
.
6
.
0
0
.
0
3
0
.
4
8
5
.
6
3
.
7
.
8
.
(
9
)
(
1
0
)
1
.
2
.
1
2
2
0
0
0
0
7
.
7
7
7
.
4
4
0
.
5
-
1
2
2
.
0
0
0
0
7
.
7
7
7
.
4
4
4
.
5
-
1
2
2
.
0
0
0
K
O
D
E
N
E
G
A
R
A
D
O
M
I
S
I
L
I
(
7
)
(
2
)
(
3
)
1
2
2
0
1
4
(
1
)
2
2
.
0
3
9
1
8
.
9
7
1
3
.
4
6
9
.
8
0
0
3
.
1
9
1
.
6
0
0
(
6
)
R
i
f
k
i

Z
a
i
n
R
a
h
m
a
t

W
i
d
o
d
o
D
o
d
y
H
e
r
i
N
a
s
r
u
n
0
7
.
7
7
7
.
4
5
4
.
5
-
1
2
2
.
0
0
0
0
7
.
7
7
7
.
4
4
1
.
5
-
1
2
2
.
0
0
0
0
0
.
0
0
0
.
0
0
0
.
0
-
0
0
0
.
0
0
0
2
1
-
1
0
0
-
0
1
2
1
-
1
0
0
-
0
1
2
1
-
1
0
0
-
0
1
2
1
-
1
0
0
-
0
1
2
1
-
1
0
0
-
0
1
2
.
6
2
0
.
2
0
0
3
.
6
4
4
.
5
5
0
2
.
5
5
8
.
0
5
0
1
7
.
1
0
0
5
6
.
2
4
2
7
.
1
7
5
O
R
A
N
G
C
.
T
O
T
A
L

(
J
U
M
L
A
H

A

+

B
)
B
.
J
U
M
L
A
H

A

(
P
E
N
J
U
M
L
A
H
A
N

A
N
G
K
A

1

S
.
D

A
N
G
K
A

2
0
)
1
2
.
1
3
.
1
4
.
7
.
8
.
9
.
1
0
.
1
1
.
1
5
.
1
6
.
1
7
.
1
8
.
P
E
G
A
W
A
I

T
E
T
A
P

D
A
N

P
E
N
E
R
I
M
A

P
E
N
S
I
U
N

A
T
A
U

T
H
T
/
J
H
T

S
E
R
T
A

P
N
S
,

A
N
G
G
O
T
A

T
N
I
/
P
O
L
R
I
,

P
E
J
A
B
A
T

N
E
G
A
R
A
D
A
N

P
E
N
S
I
U
N
A
N
N
Y
A

Y
A
N
G

P
E
N
G
H
A
S
I
L
A
N
N
Y
A

T
I
D
A
K

M
E
L
E
B
I
H
I

P
T
K
P
:
B
.
0
1
0
2
0
.
1
9
.
1
5
.
4
8
4
.
2
0
0
1
2
1
.
5
2
7
1
2
1
.
5
2
7
1
5
.
4
8
4
.
2
0
0
Bendahara Mahir Pajak 2014
58

Pengisian SPT Masa Pajak Desember 2014

a r e a b a r c o d e
[mm - yyyy]
H.01 - H.02 H.03 H.04
:
:
:
:
B. OBJEK PAJAK
KELEBIHAN PENYETORAN PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 DARI :
MASA PAJAK:
B.03
JUMLAH (ANGKA 12 + ANGKA 13) B.04
PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR (ANGKA 11 KOLOM 6 - ANGKA 14) B.05
KELEBIHAN SETOR PADA ANGKA 15 ATAU ANGKA 17 AKAN DIKOMPENSASIKAN KE MASA PAJAK (mm - yyyy) B.08 -
1.660.300
Jalan Gatot Subroto No. 268 Medan
1 5.000.000
Formulir ini digunakan untuk melaporkan
Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 dan/atau
Pasal 26
SPT
NORMAL
PENERIMA PENGHASILAN
-
KODE OBJEK
PAJAK
ALAMAT
1.
2.
3.
NPWP
Bendahara Kantor Imigrasi Medan
JUMLAH
PENERIMA
PENGHASILAN
A.01
A.02
A.03
4 2014
00.030.485.6
4.
NAMA
A.04
PEGAWAI TETAP
Bacalah petunjuk pengisian sebelum mengisi formulir ini
MASA PAJAK :
X
(4) (5)
PENERIMA PENSIUN BERKALA
A. IDENTITAS PEMOTONG
.
9.
21-100-03
16.
PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR PADA SPT YANG DIBETULKAN
(PINDAHAN DARI BAGIAN B ANGKA 15 DARI SPT YANG DIBETULKAN)
PETUGAS DINAS LUAR ASURANSI
4c.
5.
6.
12.
LANJUTKAN PENGISIAN PADA ANGKA 16 & 17 APABILA SPT PEMBETULAN DAN/ATAU PADA ANGKA 18 APABILA PPh LEBIH DISETOR
4.
7. PEGAWAI YANG MELAKUKAN PENARIKAN DANA PENSIUN
ANGGOTA DEWAN KOMISARIS ATAU DEWAN PENGAWAS YANG
TIDAK MERANGKAP SEBAGAI PEGAWAI TETAP
BUKAN PEGAWAI
3. PEGAWAI TIDAK TETAP ATAU TENAGA KERJA LEPAS
DISTRIBUTOR MULTILEVEL MARKETING (MLM) 4a.
4f.
BUKAN PEGAWAI YANG MENERIMA IMBALAN YANG
TIDAK BERSIFAT BERKESINAMBUNGAN
a r e a s t a p l e s
HALAMAN 1
18.
17.
14.
13.
B.06
01
10.
06
15.
STP PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 (HANYA POKOK PAJAK)
09
4b.
MANTAN PEGAWAI YANG MENERIMA JASA PRODUKSI, TANTIEM,
BONUS ATAU IMBALAN LAIN
21-100-12
8. PESERTA KEGIATAN
11.
1.535.300
PENJAJA BARANG DAGANGAN
21-100-04
21-100-05
21-100-06
21-100-07
21-100-08
21-100-09
2.
No
JUMLAH PAJAK
DIPOTONG (Rp)
NO. TELEPON
(6)
21-100-02
21-100-01
(3)
4d. TENAGA AHLI
(1) (2)
1.
4e.
BUKAN PEGAWAI YANG MENERIMA IMBALAN YANG
BERSIFAT BERKESINAMBUNGAN
PENERIMA PENGHASILAN YANG DIPOTONG PPh PASAL 21 TIDAK
FINAL LAINNYA
PEGAWAI/PEMBERI JASA/PESERTA KEGIATAN/PENERIMA PENSIUN
BERKALA SEBAGAI WAJIB PAJAK LUAR NEGERI
03 04
PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR KARENA PEMBETULAN
(ANGKA 15 - ANGKA 16)
192.430.000
21-100-10
21-100-11
21-100-99
27-100-99
JUMLAH (PENJUMLAHAN ANGKA 1 S.D.10)
PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR
21-100-13
B.07
07 08
B.02
10 02 11 12
B.01
05
FORMULIR 1721
JUMLAH LEMBAR SPT
TERMASUK LAMPIRAN:
(DIISI OLEH PETUGAS)
H.05 H.06
5.
000
SPT
PEMBETULAN KE-
A.05 061-452100
5
EMAIL :
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
KEMENTERIAN KEUANGAN RI
SURAT PEMBERITAHUAN (SPT) MASA
PAJAK PENGHASILAN
PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26
TAHUN KALENDER (yyyy)
JUMLAH PENGHASILAN
BRUTO (Rp)
121.526
JUMLAH (Rp)
125.000
122
187.430.000
Pengisian formulir
T1, T2, T3,
dan T4
Atas Pembayaran gaji
bulan Maret s.d.
Desember 2014 (T1, T2)
Atas pembayaran
honorarium kepada
Jason Pasaaribu (T4)

Pemotongan PPh Pasal 21


Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 21
final dan non final


Menyetorkan PPh Pasal 21
yang dipotong dengan SSP


Melaporkan dalam SPT
Masa PPh Pasal 21/26


Melengkapi SPT Masa PPh
Pasal 21/26 dengan
lampiran:
- Bukti Pemotongan
- Daftar Bukti
Pemotongan
- SSP



Lampiran SPT Masa Pajak Desember 2014
Daftar Bukti Pemotongan PPh Pasal 21 untuk Pegawai Tetap
81
Bendahara Mahir Pajak 2014
60

Lampiran SPT Masa Pajak Desember 2014
Daftar Bukti Pemotongan PPh Pasal 21/26 untuk Pegawai Tetap



H
.
0
1
-

S
A
T
U

T
A
H
U
N

P
A
J
A
K


N
P
W
P

P
E
M
O
T
O
N
G

:

H
.
0
2
-
.
A
.
O
R
A
N
G
C
.
T
O
T
A
L

(
J
U
M
L
A
H

A

+

B
)
areastaples
K
E
M
E
N
T
E
R
I
A
N

K
E
U
A
N
G
A
N

R
I
D
I
R
E
K
T
O
R
A
T

J
E
N
D
E
R
A
L

P
A
J
A
K
S
A
T
U

M
A
S
A

P
A
J
A
K
N
O
M
O
R


P
E
G
A
W
A
I

T
E
T
A
P

D
A
N

P
E
N
E
R
I
M
A

P
E
N
S
I
U
N

A
T
A
U

T
H
T
/
J
H
T

S
E
R
T
A

P
N
S
,

A
N
G
G
O
T
A

T
N
I
/
P
O
L
R
I
,

P
E
J
A
B
A
T

N
E
G
A
R
A

D
A
N

P
E
N
S
I
U
N
A
N
N
Y
A

Y
A
N
G

P
E
N
G
H
A
S
I
L
A
N
N
Y
A

M
E
L
E
B
I
H
I

P
E
N
G
H
A
S
I
L
A
N

T
I
D
A
K

K
E
N
A

P
A
J
A
K

(
P
T
K
P
)
N
O
N
P
W
P
N
A
M
A
:
F
O
R
M
U
L
I
R

1
7
2
1
-
I
D
A
F
T
A
R

P
E
M
O
T
O
N
G
A
N

P
A
J
A
K

P
E
N
G
H
A
S
I
L
A
N

P
A
S
A
L

2
1

B
A
G
I

P
E
G
A
W
A
I

T
E
T
A
P

D
A
N

P
E
N
E
R
I
M
A

P
E
N
S
I
U
N

A
T
A
U
T
U
N
J
A
N
G
A
N

H
A
R
I

T
U
A
/
J
A
M
I
N
A
N

H
A
R
I

T
U
A

B
E
R
K
A
L
A

S
E
R
T
A

B
A
G
I

P
E
G
A
W
A
I

N
E
G
E
R
I

S
I
P
I
L
,

A
N
G
G
O
T
A

T
E
N
T
A
R
A

N
A
S
I
O
N
A
L
I
N
D
O
N
E
S
I
A
,

A
N
G
G
O
T
A

P
O
L
I
S
I

R
E
P
U
B
L
I
K

I
N
D
O
N
E
S
I
A
,

P
E
J
A
B
A
T

N
E
G
A
R
A

D
A
N

P
E
N
S
I
U
N
A
N
N
Y
A
P
P
h

D
I
P
O
T
O
N
G

(
R
p
)


L
e
m
b
a
r

k
e
-
1
:
u
n
t
u
k

K
P
P


L
e
m
b
a
r

k
e
-
2
:
u
n
t
u
k

P
e
m
o
t
o
n
g
K
O
D
E

O
B
J
E
K

P
A
J
A
K
J
U
M
L
A
H

P
E
N
G
H
A
S
I
L
A
N
B
R
U
T
O

(
R
p
)
M
A
S
A

P
E
R
O
L
E
H
A
N

P
E
N
G
H
A
S
I
L
A
N



M
A
S
A

P
A
J
A
K



[
m
m

-

y
y
y
y
]
B
U
K
T
I

P
E
M
O
T
O
N
G
A
N
(
8
)
(
4
)
(
5
)
T
A
N
G
G
A
L

(
d
d

-

m
m

-

y
y
y
y
)
X
B
.
4
.
5
.
6
.
J
U
M
L
A
H

A

(
P
E
N
J
U
M
L
A
H
A
N

A
N
G
K
A

1

S
.
D

A
N
G
K
A

2
0
)
0
0
.
0
3
0
.
4
8
5
.
6
3
.
1
2
.
1
3
.
1
4
.
7
.
8
.
9
.
1
0
.
1
1
.
1
5
.
1
6
.
1
7
.
1
8
.
(
9
)
(
1
0
)
1
.
2
.
1
2
2
0
0
0
0
2
.
7
7
7
.
4
4
0
.
5
-
1
2
2
.
0
0
0
0
7
.
7
7
7
.
4
4
4
.
5
-
1
2
2
.
0
0
0
K
O
D
E

N
E
G
A
R
A
D
O
M
I
S
I
L
I
(
7
)
(
2
)
(
3
)
1
2
2
0
1
4
(
1
)
3
4
1
.
4
5
0














2
2
7
.
6
5
0















4
3
.
2
5
7
.
6
0
0









3
8
.
2
9
9
.
2
0
0










(
6
)
P
E
G
A
W
A
I

T
E
T
A
P

D
A
N

P
E
N
E
R
I
M
A

P
E
N
S
I
U
N

A
T
A
U

T
H
T
/
J
H
T

S
E
R
T
A

P
N
S
,

A
N
G
G
O
T
A

T
N
I
/
P
O
L
R
I
,

P
E
J
A
B
A
T

N
E
G
A
R
A
D
A
N

P
E
N
S
I
U
N
A
N
N
Y
A

Y
A
N
G

P
E
N
G
H
A
S
I
L
A
N
N
Y
A

T
I
D
A
K

M
E
L
E
B
I
H
I

P
T
K
P
:
B
.
0
1
5
2
0
.
1
9
.
R
i
f
k
i

Z
a
i
n
R
a
h
m
a
t

W
i
d
o
d
o
D
o
d
y
H
e
r
i
N
a
s
r
u
n
0
7
.
7
7
7
.
4
5
4
.
5
-
1
2
2
.
0
0
0
0
7
.
7
7
7
.
4
4
1
.
5
-
1
2
2
.
0
0
0
-
3
1
.
4
4
2
.
4
0
0









4
3
.
7
3
4
.
6
0
0









3
0
.
6
9
6
.
6
0
0










0
1
1
2
0
1
1
2
0
1
1
2
0
1
1
2
0
1
1
2
2
0
5
.
2
0
0














6
7
4
.
9
0
0















8
6
.
1
0
0

















1
8
7
.
4
3
0
.
4
0
0








1
.
5
3
5
.
3
0
0












Pengisian formulir
T1, T2, T3,
dan T4
Atas Pembayaran gaji
bulan Maret s.d.
Desember 2014 (T1, T2)
Atas pembayaran
honorarium kepada
Jason Pasaaribu (T4)

Pemotongan PPh Pasal 21


Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 21
final dan non final


Menyetorkan PPh Pasal 21
yang dipotong dengan SSP


Melaporkan dalam SPT
Masa PPh Pasal 21/26


Melengkapi SPT Masa PPh
Pasal 21/26 dengan
lampiran:
- Bukti Pemotongan
- Daftar Bukti
Pemotongan
- SSP









H
.
0
1
-

S
A
T
U

T
A
H
U
N

P
A
J
A
K

N
P
W
P

P
E
M
O
T
O
N
G

:
H
.
0
2
-
.
A
.
areastaples
K
E
M
E
N
T
E
R
I
A
N

K
E
U
A
N
G
A
N

R
I
D
I
R
E
K
T
O
R
A
T

J
E
N
D
E
R
A
L

P
A
J
A
K
S
A
T
U

M
A
S
A

P
A
J
A
K
N
O
M
O
R


P
E
G
A
W
A
I

T
E
T
A
P

D
A
N

P
E
N
E
R
I
M
A

P
E
N
S
I
U
N

A
T
A
U

T
H
T
/
J
H
T

S
E
R
T
A

P
N
S
,

A
N
G
G
O
T
A

T
N
I
/
P
O
L
R
I
,

P
E
J
A
B
A
T

N
E
G
A
R
A

D
A
N

P
E
N
S
I
U
N
A
N
N
Y
A

Y
A
N
G

P
E
N
G
H
A
S
I
L
A
N
N
Y
A

M
E
L
E
B
I
H
I

P
E
N
G
H
A
S
I
L
A
N

T
I
D
A
K

K
E
N
A

P
A
J
A
K

(
P
T
K
P
)
N
O
N
P
W
P
N
A
M
A
:
F
O
R
M
U
L
I
R

1
7
2
1
-
I
D
A
F
T
A
R

P
E
M
O
T
O
N
G
A
N

P
A
J
A
K

P
E
N
G
H
A
S
I
L
A
N

P
A
S
A
L

2
1

B
A
G
I

P
E
G
A
W
A
I

T
E
T
A
P

D
A
N

P
E
N
E
R
I
M
A

P
E
N
S
I
U
N

A
T
A
U
T
U
N
J
A
N
G
A
N

H
A
R
I

T
U
A
/
J
A
M
I
N
A
N

H
A
R
I

T
U
A

B
E
R
K
A
L
A

S
E
R
T
A

B
A
G
I

P
E
G
A
W
A
I

N
E
G
E
R
I

S
I
P
I
L
,

A
N
G
G
O
T
A

T
E
N
T
A
R
A

N
A
S
I
O
N
A
L
I
N
D
O
N
E
S
I
A
,

A
N
G
G
O
T
A

P
O
L
I
S
I

R
E
P
U
B
L
I
K

I
N
D
O
N
E
S
I
A
,

P
E
J
A
B
A
T

N
E
G
A
R
A

D
A
N

P
E
N
S
I
U
N
A
N
N
Y
A
P
P
h

D
I
P
O
T
O
N
G

(
R
p
)


L
e
m
b
a
r

k
e
-
1
:
u
n
t
u
k

K
P
P


L
e
m
b
a
r

k
e
-
2
:
u
n
t
u
k

P
e
m
o
t
o
n
g
K
O
D
E

O
B
J
E
K
P
A
J
A
K
J
U
M
L
A
H

P
E
N
G
H
A
S
I
L
A
N
B
R
U
T
O

(
R
p
)
M
A
S
A
P
E
R
O
L
E
H
A
N
P
E
N
G
H
A
S
I
L
A
N



M
A
S
A

P
A
J
A
K


[
m
m

-

y
y
y
y
]
B
U
K
T
I

P
E
M
O
T
O
N
G
A
N
(
8
)
(
4
)
(
5
)
T
A
N
G
G
A
L

(
d
d

-

m
m

-

y
y
y
y
)
X
4
.
5
.
6
.
0
0
.
0
3
0
.
4
8
5
.
6
3
.
7
.
8
.
(
9
)
(
1
0
)
1
.
2
.
1
2
2
0
0
0
0
2
.
7
7
7
.
4
4
0
.
5
-
1
2
2
.
0
0
0
0
7
.
7
7
7
.
4
4
4
.
5
-
1
2
2
.
0
0
0
K
O
D
E
N
E
G
A
R
A
D
O
M
I
S
I
L
I
(
7
)
(
2
)
(
3
)
1
2
2
0
1
4
(
1
)
1
-
2
-
1
2
-
1
3
-
0
0
0
0
0
0
1
1
-
2
-
1
2
-
1
3
-
0
0
0
0
0
0
2
0
9
-
0
1
-
2
0
1
5
0
9
-
0
1
-
2
0
1
5
3
4
1
.
4
5
0
2
2
7
.
6
5
0
4
3
.
2
5
7
.
6
0
0
3
8
.
2
9
9
.
2
0
0
(
6
)
R
i
f
k
i

Z
a
i
n
R
a
h
m
a
t

W
i
d
o
d
o
D
o
d
y
H
e
r
i
N
a
s
r
u
n
0
7
.
7
7
7
.
4
5
4
.
5
-
1
2
2
.
0
0
0
0
7
.
7
7
7
.
4
4
1
.
5
-
1
2
2
.
0
0
0
-
1
-
2
-
1
2
-
1
3
-
0
0
0
0
0
0
3
1
-
2
-
1
2
-
1
3
-
0
0
0
0
0
0
4
1
-
2
-
1
2
-
1
3
-
0
0
0
0
0
0
5
2
1
-
1
0
0
-
0
1
2
1
-
1
0
0
-
0
1
2
1
-
1
0
0
-
0
1
2
1
-
1
0
0
-
0
1
2
1
-
1
0
0
-
0
1
0
9
-
0
1
-
2
0
1
5
0
9
-
0
1
-
2
0
1
5
0
9
-
0
1
-
2
0
1
5
3
1
.
4
4
2
.
4
0
0
4
3
.
7
3
4
.
6
0
0
3
0
.
6
9
6
.
6
0
0
0
1
1
2
0
1
1
2
0
1
1
2
0
1
1
2
0
1
1
2
2
0
5
.
2
0
0
6
7
4
.
9
0
0
8
6
.
1
0
0
O
R
A
N
G
C
.
T
O
T
A
L

(
J
U
M
L
A
H

A

+

B
)
B
.
J
U
M
L
A
H

A

(
P
E
N
J
U
M
L
A
H
A
N

A
N
G
K
A

1

S
.
D

A
N
G
K
A

2
0
)
1
2
.
1
3
.
1
4
.
7
.
8
.
9
.
1
0
.
1
1
.
1
5
.
1
6
.
1
7
.
1
8
.
1
9
.
P
E
G
A
W
A
I

T
E
T
A
P

D
A
N

P
E
N
E
R
I
M
A

P
E
N
S
I
U
N

A
T
A
U

T
H
T
/
J
H
T

S
E
R
T
A

P
N
S
,

A
N
G
G
O
T
A

T
N
I
/
P
O
L
R
I
,

P
E
J
A
B
A
T

N
E
G
A
R
A
D
A
N

P
E
N
S
I
U
N
A
N
N
Y
A

Y
A
N
G

P
E
N
G
H
A
S
I
L
A
N
N
Y
A

T
I
D
A
K

M
E
L
E
B
I
H
I

P
T
K
P
:
B
.
0
1
5
2
0
.
1
8
7
.
4
3
0
.
4
0
0
1
.
5
3
5
.
3
0
0
Lampiran SPT Masa Pajak Desember 2014
Daftar Bukti Pemotongan PPh Pasal 21 untuk Pegawai Tetap
selama 1 Tahun Pajak
82
Bendahara Mahir Pajak 2014
58

Pengisian SPT Masa Pajak Desember 2014

a r e a b a r c o d e
[mm - yyyy]
H.01 - H.02 H.03 H.04
:
:
:
:
B. OBJEK PAJAK
KELEBIHAN PENYETORAN PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 DARI :
MASA PAJAK:
B.03
JUMLAH (ANGKA 12 + ANGKA 13) B.04
PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR (ANGKA 11 KOLOM 6 - ANGKA 14) B.05
KELEBIHAN SETOR PADA ANGKA 15 ATAU ANGKA 17 AKAN DIKOMPENSASIKAN KE MASA PAJAK (mm - yyyy) B.08 -
1.660.300
Jalan Gatot Subroto No. 268 Medan
1 5.000.000
Formulir ini digunakan untuk melaporkan
Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 dan/atau
Pasal 26
SPT
NORMAL
PENERIMA PENGHASILAN
-
KODE OBJEK
PAJAK
ALAMAT
1.
2.
3.
NPWP
Bendahara Kantor Imigrasi Medan
JUMLAH
PENERIMA
PENGHASILAN
A.01
A.02
A.03
4 2014
00.030.485.6
4.
NAMA
A.04
PEGAWAI TETAP
Bacalah petunjuk pengisian sebelum mengisi formulir ini
MASA PAJAK :
X
(4) (5)
PENERIMA PENSIUN BERKALA
A. IDENTITAS PEMOTONG
.
9.
21-100-03
16.
PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR PADA SPT YANG DIBETULKAN
(PINDAHAN DARI BAGIAN B ANGKA 15 DARI SPT YANG DIBETULKAN)
PETUGAS DINAS LUAR ASURANSI
4c.
5.
6.
12.
LANJUTKAN PENGISIAN PADA ANGKA 16 & 17 APABILA SPT PEMBETULAN DAN/ATAU PADA ANGKA 18 APABILA PPh LEBIH DISETOR
4.
7. PEGAWAI YANG MELAKUKAN PENARIKAN DANA PENSIUN
ANGGOTA DEWAN KOMISARIS ATAU DEWAN PENGAWAS YANG
TIDAK MERANGKAP SEBAGAI PEGAWAI TETAP
BUKAN PEGAWAI
3. PEGAWAI TIDAK TETAP ATAU TENAGA KERJA LEPAS
DISTRIBUTOR MULTILEVEL MARKETING (MLM) 4a.
4f.
BUKAN PEGAWAI YANG MENERIMA IMBALAN YANG
TIDAK BERSIFAT BERKESINAMBUNGAN
a r e a s t a p l e s
HALAMAN 1
18.
17.
14.
13.
B.06
01
10.
06
15.
STP PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 (HANYA POKOK PAJAK)
09
4b.
MANTAN PEGAWAI YANG MENERIMA JASA PRODUKSI, TANTIEM,
BONUS ATAU IMBALAN LAIN
21-100-12
8. PESERTA KEGIATAN
11.
1.535.300
PENJAJA BARANG DAGANGAN
21-100-04
21-100-05
21-100-06
21-100-07
21-100-08
21-100-09
2.
No
JUMLAH PAJAK
DIPOTONG (Rp)
NO. TELEPON
(6)
21-100-02
21-100-01
(3)
4d. TENAGA AHLI
(1) (2)
1.
4e.
BUKAN PEGAWAI YANG MENERIMA IMBALAN YANG
BERSIFAT BERKESINAMBUNGAN
PENERIMA PENGHASILAN YANG DIPOTONG PPh PASAL 21 TIDAK
FINAL LAINNYA
PEGAWAI/PEMBERI JASA/PESERTA KEGIATAN/PENERIMA PENSIUN
BERKALA SEBAGAI WAJIB PAJAK LUAR NEGERI
03 04
PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR KARENA PEMBETULAN
(ANGKA 15 - ANGKA 16)
192.430.000
21-100-10
21-100-11
21-100-99
27-100-99
JUMLAH (PENJUMLAHAN ANGKA 1 S.D.10)
PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG KURANG (LEBIH) DISETOR
21-100-13
B.07
07 08
B.02
10 02 11 12
B.01
05
FORMULIR 1721
JUMLAH LEMBAR SPT
TERMASUK LAMPIRAN:
(DIISI OLEH PETUGAS)
H.05 H.06
5.
000
SPT
PEMBETULAN KE-
A.05 061-452100
5
EMAIL :
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
KEMENTERIAN KEUANGAN RI
SURAT PEMBERITAHUAN (SPT) MASA
PAJAK PENGHASILAN
PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26
TAHUN KALENDER (yyyy)
JUMLAH PENGHASILAN
BRUTO (Rp)
121.526
JUMLAH (Rp)
125.000
122
187.430.000
Pengisian formulir
T1, T2, T3,
dan T4
Atas Pembayaran gaji
bulan Maret s.d.
Desember 2014 (T1, T2)
Atas pembayaran
honorarium kepada
Jason Pasaaribu (T4)

Pemotongan PPh Pasal 21


Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 21
final dan non final


Menyetorkan PPh Pasal 21
yang dipotong dengan SSP


Melaporkan dalam SPT
Masa PPh Pasal 21/26


Melengkapi SPT Masa PPh
Pasal 21/26 dengan
lampiran:
- Bukti Pemotongan
- Daftar Bukti
Pemotongan
- SSP



Lembar ke-1 : untuk KPP
Lembar ke-2 : untuk Pemotong
MASA PAJAK :
[mm - yyyy]
H.01 NPWP PEMOTONG : - .
0
0
120.330
1.196
09-01-2015
09-01-2015
(2) (3) (4)
100
100
411121
411121
a r e a s t a p l e s
10.
9.
KEMENTERIAN KEUANGAN RI
1.
2.
7.
16.
15.
14.
8.
DAFTAR SURAT SETORAN PAJAK (SSP)
DAN/ATAU BUKTI PEMINDAHBUKUAN (Pbk)
UNTUK PEMOTONGAN PAJAK
PENGHASILAN PASAL 21
DAN/ATAU PASAL 26
12 2014
(1)
3.
4.
5.
6.
11.
12.
13.
(5) (6) (7)
FORMULIR 1721 - IV
H.02
No
KODE AKUN
PAJAK (KAP)
KODE JENIS
SETORAN
(KJS)
TGL SSP/BUKTI Pbk
[dd - mm - yyyy)
NTPN/NOMOR BUKTI Pbk JUMLAH PPh DISETOR KET.
- 000
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
00.030.485.6
122
0 :
1 :
2 :
19.
20.
17.
16.
15.
UNTUK SSP PPh PASAL 21 DITANGGUNG PEMERINTAH
18.
JUMLAH (PENJUMLAHAN BAGIAN ANGKA 1 S.D ANGKA 13)
KETERANGAN :
KOLOM (7) DIISI DENGAN ANGKA :
UNTUK SSP
UNTUK BUKTI Pbk
121.526
83
LEMBAR
Untuk Arsip Wajib Pajak
:
:
Diisi sesuai Nomor Ketetapan : STP, SKPKB, SKPKBT
Jumlah Pembayaran :
Terbilang :
.......
Diisi Tahun terutangnya Pajak
Nomor Ketetapan
Diisi dengan rupiah penuh
seribu seratus sembilan puluh enam rupiah
/
Rp1.196
/ /
Beri tanda silang (x) pada kolom bulan, sesuai dengan pembayaran untuk masa yang berkenaan
: /
Mei Jun Jul
2 1 1 0 0
1
Okt Sep Nov Des
X
Tahun Pajak
......
......
Kode Jenis Setoran
PPh Pasal 21
.....
.....
0
Uraian Pembayaran : ....
2 0 1 4
Diisi sesuai dengan Nomor Pokok Wajib Pajak yang dimiliki
KEMENTERIAN KEUANGAN R.I.
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
NPWP 4 0 5 6 1 :
SURAT SETORAN PAJAK
8 2 0
NAMA WP :
:
0
Kode Akun Pajak
3
Bendahara Kantor Imigrasi Medan
Jalan Gatot Subroto No 268 Medan
4 1 1 1
ALAMAT OP
NOP
......
Jan Feb Mar Apr Ags
0
(SSP)
Diisi sesuai dengan Nomor Objek Pajak
Masa Pajak
ALAMAT WP
2 0 0
Terbilang :
, Tanggal 9 Januari 2015
Cap dan tanda tangan
Nama Jelas : . Nama Jelas : Rahmat Widodo
F.2.0.32.01
.......
.......
seribu seratus sembilan puluh enam rupiah
Cap dan tanda tangan
Ruang Validasi Kantor Penerima Pembayaran
" Terima kasih Telah Membayar Pajak - Pajak Untuk Pembangunan Bangsa "
Tanggal
Wajib Pajak/Penyetor
Medan
Diterima oleh Kantor Penerima Pembayaran
Bendahara Mahir Pajak 2014 B
61

Pembuatan SSP PPh Pasal 21 Masa Pajak Desember 2014
yang disetor sendiri oleh Bendahara





Pengisian formulir
T1, T2, T3,
dan T4
Atas Pembayaran gaji
bulan Maret s.d.
Desember 2014 (T1,
T2)
Atas pembayaran
honorarium kepada
Jason Pasaaribu (T4)

Pemotongan PPh Pasal 21


Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 21
final dan non final


Menyetorkan PPh Pasal 21
yang dipotong dengan SSP


Melaporkan dalam SPT
Masa PPh Pasal 21/26


Melengkapi SPT Masa
PPh Pasal 21/26 dengan
lampiran:
- Bukti Pemotongan
- Daftar Bukti
Pemotongan
- SSP




Pembuatan SSP PPh Pasal 21 Masa Pajak Desember 2014
84
Bendahara Mahir Pajak 2014
62

Pembuatan SSP PPh Pasal 21 DTP Masa Pajak Desember 2014





Pengisian formulir
T1, T2, T3,
dan T4
Atas Pembayaran gaji
bulan Maret s.d.
Desember 2014 (T1,
T2)
Atas pembayaran
honorarium kepada
Jason Pasaaribu (T4)

Pemotongan PPh Pasal 21


Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 21
final dan non final


Menyetorkan PPh Pasal 21
yang dipotong dengan SSP


Melaporkan dalam SPT
Masa PPh Pasal 21/26


Melengkapi SPT Masa
PPh Pasal 21/26 dengan
lampiran:
- Bukti Pemotongan
- Daftar Bukti
Pemotongan
- SSP





LEMBAR
Untuk Arsip Wajib Pajak
:
:
Diisi sesuai Nomor Ketetapan : STP, SKPKB, SKPKBT
Jumlah Pembayaran :
Terbilang :
0
(SSP)
Diisi sesuai dengan Nomor Objek Pajak
Masa Pajak
ALAMAT WP
2 0 0
NAMA WP :
:
0
Kode Akun Pajak
3
Bendahara Kantor Imigrasi Medan
Jalan Gatot Subroto No 268 Medan
4 1 1 1
Diisi sesuai dengan Nomor Pokok Wajib Pajak yang dimiliki
KEMENTERIAN KEUANGAN R.I.
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
NPWP 4 0 5 6 1 :
SURAT SETORAN PAJAK
8 2 0
ALAMAT OP
NOP
......
1
Okt Sep Nov Des
X
Tahun Pajak
......
......
Kode Jenis Setoran
PPh Pasal 21
.....
.....
0
Uraian Pembayaran : ....
2 0 1 4
Jan Feb Mar Apr Ags Mei Jun Jul
2 1 1 0 0
.......
Diisi Tahun terutangnya Pajak
Nomor Ketetapan
Diisi dengan rupiah penuh
seratus duapuluh ribu tiga ratus tiga puluh rupiah
/
Rp120.330
/ /
Beri tanda silang (x) pada kolom bulan, sesuai dengan pembayaran untuk masa yang berkenaan
: /
Terbilang :
, Tanggal 9 Januari 2015
Cap dan tanda tangan
Nama Jelas : . Nama Jelas : Rahmat Widodo
F.2.0.32.01
Ruang Validasi Kantor Penerima Pembayaran
" Terima kasih Telah Membayar Pajak - Pajak Untuk Pembangunan Bangsa "
Tanggal
Wajib Pajak/Penyetor
Medan
Diterima oleh Kantor Penerima Pembayaran
Cap dan tanda tangan
.......
.......
seratus duapuluh ribu tiga ratus tiga puluh rupiah
Pembuatan SSP PPh Pasal 21 DTP Masa Pajak Desember 2014
85
-
NPWP
:
:
- .
:
: STATUS / JUMLAH TANGGUNGAN KELUARGA UNTUK PTKP
A.10
: :
:
a r e a s t a p l e s
BUKTI PEMOTONGAN PAJAK PENGHASILAN
PASAL 21 BAGI PEGAWAI NEGERI SIPIL ATAU
ANGGOTA TENTARA NASIONAL INDONESIA
ATAU ANGGOTA POLISI REPUBLIK INDONESIA
ATAU PEJABAT NEGARA ATAU PENSIUNANNYA
FORMULIR 1721 - A2
Lembar ke-1 : untuk Penerima Penghasilan
Lembar ke-2 : untuk Pemotong
MASA PEROLEHAN
KEMENTERIAN KEUANGAN RI
1
.
2 - 12 13 0000010
PENGHASILAN [mm - mm]
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK NOMOR :
H.01 .
-
H.02 04 12
NAMA INSTANSI/
BENDAHARA KANWIL KEMENAG SUMUT
BADAN LAIN H.03 BENDAHARA : H.05
NAMA
SURYA WIJOYO
00.035.596.7
197005091995011001
7. NIK : A.09
122 000 BENDAHARA
H.04
A. IDENTITAS PENERIMA PENGHASILAN YANG DIPOTONG
1. NPWP
A.01 07.777.440.5-122.000
6. JENIS KELAMIN : A.07 X LAKI-LAKI A.09 PEREMPUAN
K / 3 TK / HB /
A.11 A.12
2.
NIP/
NRP :
3. NAMA A.03 RIFKI ZAIN
8.
4. PANGKAT/
GOLONGAN : A.04 PEMBINA A.05 IV.A
A.02
5. ALAMAT
A.06 PONDOK JAYA NO. 12 MEDAN
9. NAMA JABATAN A.13
MEDAN
B. RINCIAN PENGHASILAN DAN PENGHITUNGAN PPh PASAL 21
URAIAN JUMLAH (Rp)
KODE OBJEK PAJAK X 21-100-01 21-100-02
PENGHASILAN BRUTO :
1. GAJI POKOK/PENSIUN 34.440.000
2. TUNJANGAN ISTERI 3.444.000
3. TUNJANGAN ANAK 1.377.600
4. JUMLAH GAJI DAN TUNJANGAN KELUARGA (1 S.D. 3) 39.261.600
5. TUNJANGAN PERBAIKAN PENGHASILAN
6. TUNJANGAN STRUKTURAL/FUNGSIONAL 1.620.000
:
: D.04 - -
5. TUNJANGAN PERBAIKAN PENGHASILAN
6. TUNJANGAN STRUKTURAL/FUNGSIONAL 1.620.000
7. TUNJANGAN BERAS 2.376.000
8. TUNJANGAN KHUSUS
9. TUNJANGAN LAIN-LAIN
10. PENGHASILAN TETAP DAN TERATUR LAINNYA YANG PEMBAYARANNYA TERPISAH DARI PEMBAYARAN GAJI 27.000.000
11. JUMLAH PENGHASILAN BRUTO (4 S.D. 10) 70.257.600
PENGURANGAN :
12. BIAYA JABATAN/ BIAYA PENSIUN 3.512.880
13. IURAN PENSIUN ATAU IURAN THT 1.864.926
14. JUMLAH PENGURANGAN (12 S.D 14) 5.377.806
PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 :
15. JUMLAH PENGHASILAN NETO (11 - 14) 64.879.794
16. JUMLAH PENGHASILAN NETO MASA SEBELUMNYA
17. JUMLAH PENGHASILAN NETO UNTUK PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 (SETAHUN/DISETAHUNKAN)
18. PENGHASILAN TIDAK KENA PAJAK (PTKP) 32.400.000
23. PPh PASAL 21 YANG TELAH DIPOTONG DAN DILUNASI 164.539
19. PENGHASILAN KENA PAJAK SETAHUN/DISETAHUNKAN (17 - 18) 32.479.794
20. PPh PASAL 21 ATAS PENGHASILAN KENA PAJAK SETAHUN/DISETAHUNKAN 1.623.950
21. PPh PASAL 21 YANG TELAH DIPOTONG MASA SEBELUMNYA 1.459.411
22. PPh PASAL 21 TERUTANG 164.539
23A. ATAS GAJI DAN TUNJANGAN 22.039
C.04 C.03
00.030.485.6
-
122
.
C. PEGAWAI TERSEBUT : BARU
000
PINDAHAN C.01 PENSIUN
D. TANDA TANGAN BENDAHARA
1. NPWP
23B ATAS PENGHASILAN TETAP DAN TERATUR LAINNYA YANG PEMBAYARANNYA TERPISAH DARI PEMBAYARAN GAJI 142.500
3. NIP/NRP : D.03 197308061998011001
4. TANGGAL & TANDA TANGAN
2. NAMA D.02
[dd - mm - yyyy]
RAHMAT WIDODO 09 01 2015
D.01
DIPINDAHKAN C.02
3. NIP/NRP : D.03 197308061998011001
[dd - mm - yyyy]
Bendahara Mahir Pajak 2014 B
63

Pembuatan Bukti Pemotongan


Bukti Potong PPh Pasal 21Rifki Zain Oleh Kantor Imigrasi Medan
Pengisian formulir
T1, T2, T3,
dan T4
Atas Pembayaran gaji
bulan Maret s.d.
Desember 2014 (T1, T2)
Atas pembayaran
honorarium kepada
Jason Pasaaribu (T4)

Pemotongan PPh Pasal 21


Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 21
final dan non final


Menyetorkan PPh Pasal 21
yang dipotong dengan SSP


Melaporkan dalam SPT
Masa PPh Pasal 21/26


Melengkapi SPT Masa PPh
Pasal 21/26 dengan
lampiran:
- Bukti Pemotongan
- Daftar Bukti
Pemotongan
- SSP





Bukti Potong PPh Pasal 21Rifki Zain Oleh Kanwil Kemenag Sumatera Utara


Pembuatan Bukti Pemotongan PPh Pasal 21 Tahun Pajak
2014 Oleh Kanwil Kemenag Sumut Untuk Rifki Zain
Untuk dilaporkan oleh Rifki Zain pada SPT Tahunan PPh Orang Pribadi
86
-
NPWP
:
:
- .
:
: STATUS / JUMLAH TANGGUNGAN KELUARGA UNTUK PTKP
A.10
:
:
:
a r e a s t a p l e s
BUKTI PEMOTONGAN PAJAK PENGHASILAN
PASAL 21 BAGI PEGAWAI NEGERI SIPIL ATAU
ANGGOTA TENTARA NASIONAL INDONESIA
ATAU ANGGOTA POLISI REPUBLIK INDONESIA
ATAU PEJABAT NEGARA ATAU PENSIUNANNYA
FORMULIR 1721 - A2
Lembar ke-1 : untuk Penerima Penghasilan
Lembar ke-2 : untuk Pemotong
MASA PEROLEHAN
KEMENTERIAN KEUANGAN RI
1 . 2 - 12 13 0000002
PENGHASILAN [mm - mm]
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
NOMOR : H.01 .
-
H.02 01 12
NAMA INSTANSI/
BENDAHARA KANTOR IMIGRASI MEDAN
BADAN LAIN H.03 BENDAHARA : H.05
NAMA
RAHMAT WIDODO
00.030.485.6
197308061998011001
7. NIK : A.09
122 000 BENDAHARA H.04
A. IDENTITAS PENERIMA PENGHASILAN YANG DIPOTONG
1. NPWP
A.01 07.777.444.5-122.000
6. JENIS KELAMIN : A.07 X LAKI-LAKI A.09 PEREMPUAN
K /
2
TK / HB /
A.11 A.12
2.
NIP/
NRP :
3. NAMA A.03 RAHMAT WIDODO
8.
4. PANGKAT/
GOLONGAN : A.04 PENATA MUDA A.05 III.A
A.02
5. ALAMAT
A.06 JL. PEMUDA NO.45
9. NAMA JABATAN A.13
BENDAHARA
MEDAN
B. RINCIAN PENGHASILAN DAN PENGHITUNGAN PPh PASAL 21
URAIAN JUMLAH (Rp)
KODE OBJEK PAJAK X 21-100-01 21-100-02
PENGHASILAN BRUTO :
1. GAJI POKOK/PENSIUN 26.880.000
2. TUNJANGAN ISTERI 2.688.000
3. TUNJANGAN ANAK 1.075.200
4. JUMLAH GAJI DAN TUNJANGAN KELUARGA (1 S.D. 3) 30.643.200
5. TUNJANGAN PERBAIKAN PENGHASILAN
:
4. JUMLAH GAJI DAN TUNJANGAN KELUARGA (1 S.D. 3) 30.643.200
5. TUNJANGAN PERBAIKAN PENGHASILAN
6. TUNJANGAN STRUKTURAL/FUNGSIONAL 5.280.000
7. TUNJANGAN BERAS 2.376.000
8. TUNJANGAN KHUSUS
9. TUNJANGAN LAIN-LAIN
10. PENGHASILAN TETAP DAN TERATUR LAINNYA YANG PEMBAYARANNYA TERPISAH DARI PEMBAYARAN GAJI
11. JUMLAH PENGHASILAN BRUTO (4 S.D. 10) 38.299.200
PENGURANGAN :
12. BIAYA JABATAN/ BIAYA PENSIUN 1.914.960
13. IURAN PENSIUN ATAU IURAN THT 1.455.552
14. JUMLAH PENGURANGAN (12 S.D 14) 3.370.512
PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 :
15. JUMLAH PENGHASILAN NETO (11 - 14) 34.928.688
16. JUMLAH PENGHASILAN NETO MASA SEBELUMNYA
17. JUMLAH PENGHASILAN NETO UNTUK PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 (SETAHUN/DISETAHUNKAN)
18. PENGHASILAN TIDAK KENA PAJAK (PTKP) 30.375.000
23. PPh PASAL 21 YANG TELAH DIPOTONG DAN DILUNASI 18.971
19. PENGHASILAN KENA PAJAK SETAHUN/DISETAHUNKAN (17 - 18) 4.553.688
20. PPh PASAL 21 ATAS PENGHASILAN KENA PAJAK SETAHUN/DISETAHUNKAN 227.650
21. PPh PASAL 21 YANG TELAH DIPOTONG MASA SEBELUMNYA 208.679
22. PPh PASAL 21 TERUTANG 18.971
23A. ATAS GAJI DAN TUNJANGAN
C.04 C.03
00.030.485.6 - 122 .
C. PEGAWAI TERSEBUT :
BARU
000
PINDAHAN C.01 PENSIUN
D. TANDA TANGAN BENDAHARA
1. NPWP
23B ATAS PENGHASILAN TETAP DAN TERATUR LAINNYA YANG PEMBAYARANNYA TERPISAH DARI PEMBAYARAN GAJI
4. TANGGAL & TANDA TANGAN
2. NAMA
D.02 RAHMAT WIDODO 09 01 2015
D.01
DIPINDAHKAN C.02
: D.04 - -
3. NIP/NRP : D.03 197308061998011001
2. NAMA
D.02
[dd - mm - yyyy]
RAHMAT WIDODO 09 01 2015
Bendahara Mahir Pajak 2014 B
65




Pengisian formulir
T1, T2, T3,
dan T4
Atas Pembayaran gaji
bulan Maret s.d.
Desember 2014 (T1, T2)
Atas pembayaran
honorarium kepada
Jason Pasaaribu (T4)

Pemotongan PPh Pasal 21


Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 21
final dan non final


Menyetorkan PPh Pasal 21
yang dipotong dengan SSP


Melaporkan dalam SPT
Masa PPh Pasal 21/26


Melengkapi SPT Masa PPh
Pasal 21/26 dengan
lampiran:
- Bukti Pemotongan
- Daftar Bukti
Pemotongan
- SSP



Pembuatan Bukti Pemotongan PPh Pasal 21 Tahun Pajak
2014 Oleh Kantor Imigrasi Medan
87
-
NPWP
:
:
- .
:
: STATUS / JUMLAH TANGGUNGAN KELUARGA UNTUK PTKP
A.10
:
:
:
a r e a s t a p l e s
BUKTI PEMOTONGAN PAJAK PENGHASILAN
PASAL 21 BAGI PEGAWAI NEGERI SIPIL ATAU
ANGGOTA TENTARA NASIONAL INDONESIA
ATAU ANGGOTA POLISI REPUBLIK INDONESIA
ATAU PEJABAT NEGARA ATAU PENSIUNANNYA
FORMULIR 1721 - A2
Lembar ke-1 : untuk Penerima Penghasilan
Lembar ke-2 : untuk Pemotong
MASA PEROLEHAN
KEMENTERIAN KEUANGAN RI
1 . 2 - 12 13 0000003
PENGHASILAN [mm - mm]
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
NOMOR : H.01 .
-
H.02 01 12
NAMA INSTANSI/
BENDAHARA KANTOR IMIGRASI MEDAN
BADAN LAIN H.03 BENDAHARA : H.05
NAMA
RAHMAT WIDODO
00.030.485.6
197301161993121001
7. NIK : A.09
122 000 BENDAHARA H.04
A. IDENTITAS PENERIMA PENGHASILAN YANG DIPOTONG
1. NPWP
A.01 07.777.454.5-122.000
6. JENIS KELAMIN : A.07 X LAKI-LAKI A.09 PEREMPUAN
K /
0
TK / HB /
A.11 A.12
2.
NIP/
NRP :
3. NAMA A.03 DODY
8.
4. PANGKAT/
GOLONGAN : A.04 PENATA A.05 III.C
A.02
5. ALAMAT
A.06 SARMILI PERMAI BLOK G3
9. NAMA JABATAN A.13
MEDAN
B. RINCIAN PENGHASILAN DAN PENGHITUNGAN PPh PASAL 21
URAIAN JUMLAH (Rp)
KODE OBJEK PAJAK X 21-100-01 21-100-02
PENGHASILAN BRUTO :
1. GAJI POKOK/PENSIUN 30.848.400
2. TUNJANGAN ISTERI -
3. TUNJANGAN ANAK -
4. JUMLAH GAJI DAN TUNJANGAN KELUARGA (1 S.D. 3) 30.848.400
5. TUNJANGAN PERBAIKAN PENGHASILAN
:
4. JUMLAH GAJI DAN TUNJANGAN KELUARGA (1 S.D. 3) 30.848.400
5. TUNJANGAN PERBAIKAN PENGHASILAN
6. TUNJANGAN STRUKTURAL/FUNGSIONAL -
7. TUNJANGAN BERAS 594.000
8. TUNJANGAN KHUSUS
9. TUNJANGAN LAIN-LAIN
10. PENGHASILAN TETAP DAN TERATUR LAINNYA YANG PEMBAYARANNYA TERPISAH DARI PEMBAYARAN GAJI
11. JUMLAH PENGHASILAN BRUTO (4 S.D. 10) 31.442.400
PENGURANGAN :
12. BIAYA JABATAN/ BIAYA PENSIUN 1.572.120
13. IURAN PENSIUN ATAU IURAN THT 1.465.299
14. JUMLAH PENGURANGAN (12 S.D 14) 3.037.419
PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 :
15. JUMLAH PENGHASILAN NETO (11 - 14) 28.404.981
16. JUMLAH PENGHASILAN NETO MASA SEBELUMNYA
17. JUMLAH PENGHASILAN NETO UNTUK PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 (SETAHUN/DISETAHUNKAN)
18. PENGHASILAN TIDAK KENA PAJAK (PTKP) 24.300.000
23. PPh PASAL 21 YANG TELAH DIPOTONG DAN DILUNASI 17.100
19. PENGHASILAN KENA PAJAK SETAHUN/DISETAHUNKAN (17 - 18) 4.104.981
20. PPh PASAL 21 ATAS PENGHASILAN KENA PAJAK SETAHUN/DISETAHUNKAN 205.200
21. PPh PASAL 21 YANG TELAH DIPOTONG MASA SEBELUMNYA 188.100
22. PPh PASAL 21 TERUTANG 17.100
23A. ATAS GAJI DAN TUNJANGAN
C.04 C.03
00.030.485.6 - 122 .
C. PEGAWAI TERSEBUT :
BARU
000
PINDAHAN C.01 PENSIUN
D. TANDA TANGAN BENDAHARA
1. NPWP
23B ATAS PENGHASILAN TETAP DAN TERATUR LAINNYA YANG PEMBAYARANNYA TERPISAH DARI PEMBAYARAN GAJI
4. TANGGAL & TANDA TANGAN
2. NAMA
D.02 RAHMAT WIDODO 09 01 2015
D.01
DIPINDAHKAN C.02
: D.04 - -
3. NIP/NRP : D.03 197308061998011001
2. NAMA
D.02
[dd - mm - yyyy]
RAHMAT WIDODO 09 01 2015
Bendahara Mahir Pajak 2014
66


Pengisian formulir
T1, T2, T3,
dan T4
Atas Pembayaran
gaji bulan Maret s.d.
Desember 2014 (T1,
T2)
Atas pembayaran
honorarium kepada
Jason Pasaaribu (T4)

Pemotongan PPh Pasal
21


Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal
21 final dan non final


Menyetorkan PPh Pasal
21 yang dipotong dengan
SSP


Melaporkan dalam SPT
Masa PPh Pasal 21/26


Melengkapi SPT Masa
PPh Pasal 21/26 dengan
lampiran:
- Bukti Pemotongan
- Daftar Bukti
Pemotongan
- SSP




88
-
NPWP
:
:
- .
:
: STATUS / JUMLAH TANGGUNGAN KELUARGA UNTUK PTKP
A.10
:
:
:
4. JUMLAH GAJI DAN TUNJANGAN KELUARGA (1 S.D. 3) 36.306.600
5. TUNJANGAN PERBAIKAN PENGHASILAN
PENGHASILAN BRUTO :
1. GAJI POKOK/PENSIUN 33.006.000
2. TUNJANGAN ISTERI 3.300.600
3. TUNJANGAN ANAK -
B. RINCIAN PENGHASILAN DAN PENGHITUNGAN PPh PASAL 21
URAIAN JUMLAH (Rp)
KODE OBJEK PAJAK X 21-100-01 21-100-02
5. ALAMAT
A.06 PONDOK SAFARI NO. 13
9. NAMA JABATAN A.13
KASI PENGAWASAN
MEDAN
K /
0
TK / HB /
A.11 A.12
2.
NIP/
NRP :
3. NAMA A.03 HERI
8.
4. PANGKAT/
GOLONGAN : A.04 PENATA TK. I A.05 III.D
A.02 197001161990121001
7. NIK : A.09
122 000 BENDAHARA H.04
A. IDENTITAS PENERIMA PENGHASILAN YANG DIPOTONG
1. NPWP
A.01 07.777.441.5-122.000
6. JENIS KELAMIN : A.07 X LAKI-LAKI A.09 PEREMPUAN
NAMA INSTANSI/
BENDAHARA KANTOR IMIGRASI MEDAN
BADAN LAIN H.03 BENDAHARA : H.05
NAMA
RAHMAT WIDODO
00.030.485.6
a r e a s t a p l e s
BUKTI PEMOTONGAN PAJAK PENGHASILAN
PASAL 21 BAGI PEGAWAI NEGERI SIPIL ATAU
ANGGOTA TENTARA NASIONAL INDONESIA
ATAU ANGGOTA POLISI REPUBLIK INDONESIA
ATAU PEJABAT NEGARA ATAU PENSIUNANNYA
FORMULIR 1721 - A2
Lembar ke-1 : untuk Penerima Penghasilan
Lembar ke-2 : untuk Pemotong
MASA PEROLEHAN
KEMENTERIAN KEUANGAN RI
1 . 2 - 12 13 0000004
PENGHASILAN [mm - mm]
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
NOMOR : H.01 .
-
H.02 01 12
: 4. TANGGAL & TANDA TANGAN
2. NAMA
D.02 RAHMAT WIDODO 09 01 2015
D.01
DIPINDAHKAN C.02
23A. ATAS GAJI DAN TUNJANGAN
C.04 C.03
00.030.485.6 - 122 .
C. PEGAWAI TERSEBUT :
BARU
000
PINDAHAN C.01 PENSIUN
D. TANDA TANGAN BENDAHARA
1. NPWP
23B ATAS PENGHASILAN TETAP DAN TERATUR LAINNYA YANG PEMBAYARANNYA TERPISAH DARI PEMBAYARAN GAJI
23. PPh PASAL 21 YANG TELAH DIPOTONG DAN DILUNASI 56.242
19. PENGHASILAN KENA PAJAK SETAHUN/DISETAHUNKAN (17 - 18) 13.498.306
20. PPh PASAL 21 ATAS PENGHASILAN KENA PAJAK SETAHUN/DISETAHUNKAN 674.900
21. PPh PASAL 21 YANG TELAH DIPOTONG MASA SEBELUMNYA 618.658
22. PPh PASAL 21 TERUTANG 56.242
16. JUMLAH PENGHASILAN NETO MASA SEBELUMNYA
17. JUMLAH PENGHASILAN NETO UNTUK PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 (SETAHUN/DISETAHUNKAN)
18. PENGHASILAN TIDAK KENA PAJAK (PTKP) 26.325.000
13. IURAN PENSIUN ATAU IURAN THT 1.724.564
14. JUMLAH PENGURANGAN (12 S.D 14) 3.911.294
PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 :
15. JUMLAH PENGHASILAN NETO (11 - 14) 39.823.306
10. PENGHASILAN TETAP DAN TERATUR LAINNYA YANG PEMBAYARANNYA TERPISAH DARI PEMBAYARAN GAJI
11. JUMLAH PENGHASILAN BRUTO (4 S.D. 10) 43.734.600
PENGURANGAN :
12. BIAYA JABATAN/ BIAYA PENSIUN 2.186.730
7. TUNJANGAN BERAS 1.188.000
8. TUNJANGAN KHUSUS
9. TUNJANGAN LAIN-LAIN
4. JUMLAH GAJI DAN TUNJANGAN KELUARGA (1 S.D. 3) 36.306.600
5. TUNJANGAN PERBAIKAN PENGHASILAN
6. TUNJANGAN STRUKTURAL/FUNGSIONAL 6.240.000
: D.04 - -
3. NIP/NRP : D.03 197308061998011001
2. NAMA
D.02
[dd - mm - yyyy]
RAHMAT WIDODO 09 01 2015
Bendahara Mahir Pajak 2014 B
67


Pengisian formulir
T1, T2, T3,
dan T4
Atas Pembayaran gaji
bulan Maret s.d.
Desember 2014 (T1, T2)
Atas pembayaran
honorarium kepada
Jason Pasaaribu (T4)

Pemotongan PPh Pasal 21


Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 21
final dan non final


Menyetorkan PPh Pasal 21
yang dipotong dengan SSP


Melaporkan dalam SPT
Masa PPh Pasal 21/26


Melengkapi SPT Masa PPh
Pasal 21/26 dengan
lampiran:
- Bukti Pemotongan
- Daftar Bukti
Pemotongan
- SSP



89
-
NPWP
:
:
- .
:
: STATUS / JUMLAH TANGGUNGAN KELUARGA UNTUK PTKP
A.10
:
:
:
4. JUMLAH GAJI DAN TUNJANGAN KELUARGA (1 S.D. 3) 29.508.600
5. TUNJANGAN PERBAIKAN PENGHASILAN
PENGHASILAN BRUTO :
1. GAJI POKOK/PENSIUN 26.826.000
2. TUNJANGAN ISTERI 2.682.600
3. TUNJANGAN ANAK -
B. RINCIAN PENGHASILAN DAN PENGHITUNGAN PPh PASAL 21
URAIAN JUMLAH (Rp)
KODE OBJEK PAJAK X 21-100-01 21-100-02
5. ALAMAT
A.06 ALAM SUTRA BLOK G-8
9. NAMA JABATAN A.13
MEDAN
K /
0
TK / HB /
A.11 A.12
2.
NIP/
NRP :
3. NAMA A.03 NASRUN
8.
4. PANGKAT/
GOLONGAN : A.04 PENGATUR TK.I A.05 II.D
A.02 198001162003121001
7. NIK : A.09
122 000 BENDAHARA H.04
A. IDENTITAS PENERIMA PENGHASILAN YANG DIPOTONG
1. NPWP
A.01 -
6. JENIS KELAMIN : A.07 X LAKI-LAKI A.09 PEREMPUAN
NAMA INSTANSI/
BENDAHARA KANTOR IMIGRASI MEDAN
BADAN LAIN H.03 BENDAHARA : H.05
NAMA
RAHMAT WIDODO
00.030.485.6
a r e a s t a p l e s
BUKTI PEMOTONGAN PAJAK PENGHASILAN
PASAL 21 BAGI PEGAWAI NEGERI SIPIL ATAU
ANGGOTA TENTARA NASIONAL INDONESIA
ATAU ANGGOTA POLISI REPUBLIK INDONESIA
ATAU PEJABAT NEGARA ATAU PENSIUNANNYA
FORMULIR 1721 - A2
Lembar ke-1 : untuk Penerima Penghasilan
Lembar ke-2 : untuk Pemotong
MASA PEROLEHAN
KEMENTERIAN KEUANGAN RI
1 . 2 - 12 13 0000005
PENGHASILAN [mm - mm]
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
NOMOR : H.01 .
-
H.02 01 12
: 4. TANGGAL & TANDA TANGAN
2. NAMA
D.02 RAHMAT WIDODO 09 01 2015
D.01
DIPINDAHKAN C.02
23A. ATAS GAJI DAN TUNJANGAN
C.04 C.03
00.030.485.6 - 122 .
C. PEGAWAI TERSEBUT :
BARU
000
PINDAHAN C.01 PENSIUN
D. TANDA TANGAN BENDAHARA
1. NPWP
23B ATAS PENGHASILAN TETAP DAN TERATUR LAINNYA YANG PEMBAYARANNYA TERPISAH DARI PEMBAYARAN GAJI
23. PPh PASAL 21 YANG TELAH DIPOTONG DAN DILUNASI 7.175
19. PENGHASILAN KENA PAJAK SETAHUN/DISETAHUNKAN (17 - 18) 1.435.111
20. PPh PASAL 21 ATAS PENGHASILAN KENA PAJAK SETAHUN/DISETAHUNKAN 86.100
21. PPh PASAL 21 YANG TELAH DIPOTONG MASA SEBELUMNYA 78.925
22. PPh PASAL 21 TERUTANG 7.175
16. JUMLAH PENGHASILAN NETO MASA SEBELUMNYA
17. JUMLAH PENGHASILAN NETO UNTUK PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 (SETAHUN/DISETAHUNKAN)
18. PENGHASILAN TIDAK KENA PAJAK (PTKP) 26.325.000
13. IURAN PENSIUN ATAU IURAN THT 1.401.659
14. JUMLAH PENGURANGAN (12 S.D 14) 2.936.489
PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 :
15. JUMLAH PENGHASILAN NETO (11 - 14) 27.760.111
10. PENGHASILAN TETAP DAN TERATUR LAINNYA YANG PEMBAYARANNYA TERPISAH DARI PEMBAYARAN GAJI
11. JUMLAH PENGHASILAN BRUTO (4 S.D. 10) 30.696.600
PENGURANGAN :
12. BIAYA JABATAN/ BIAYA PENSIUN 1.534.830
7. TUNJANGAN BERAS 1.188.000
8. TUNJANGAN KHUSUS
9. TUNJANGAN LAIN-LAIN
4. JUMLAH GAJI DAN TUNJANGAN KELUARGA (1 S.D. 3) 29.508.600
5. TUNJANGAN PERBAIKAN PENGHASILAN
6. TUNJANGAN STRUKTURAL/FUNGSIONAL -
: D.04 - -
3. NIP/NRP : D.03 197308061998011001
2. NAMA
D.02
[dd - mm - yyyy]
RAHMAT WIDODO 09 01 2015
Bendahara Mahir Pajak 2014 B
67


Pengisian formulir
T1, T2, T3,
dan T4
Atas Pembayaran gaji
bulan Maret s.d.
Desember 2014 (T1, T2)
Atas pembayaran
honorarium kepada
Jason Pasaaribu (T4)

Pemotongan PPh Pasal 21


Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 21
final dan non final


Menyetorkan PPh Pasal 21
yang dipotong dengan SSP


Melaporkan dalam SPT
Masa PPh Pasal 21/26


Melengkapi SPT Masa PPh
Pasal 21/26 dengan
lampiran:
- Bukti Pemotongan
- Daftar Bukti
Pemotongan
- SSP



90
LEMBAR
Untuk Arsip Wajib Pajak
:
:
Diisi sesuai Nomor Ketetapan : STP, SKPKB, SKPKBT
Diisi Tahun terutangnya Pajak
Nomor Ketetapan / / /
Beri tanda silang (x) pada kolom bulan, sesuai dengan pembayaran untuk masa yang berkenaan
: /
2 0 1 3
Jan Feb Mar Apr Ags Mei Jun Jul
5 2 0
ALAMAT OP
NOP
......
1
X
Okt Sep Nov Des
Tahun Pajak
......
......
Kode Jenis Setoran
......
.....
.....
6
Uraian Pembayaran : Pemungut PPh Pasal 22
2 2 9 0 0
Diisi sesuai dengan Nomor Pokok Wajib Pajak yang dimiliki
KEMENTERIAN KEUANGAN R.I.
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
NPWP
4 5 6 3 5
:
NAMA WP :
:
0
Kode Akun Pajak
2 3
SURAT SETORAN PAJAK
(SSP)
Diisi sesuai dengan Nomor Objek Pajak
Masa Pajak
ALAMAT WP
9 0 0
Joko
Jl. Jenderal Sudirman No.90 Purbalingga
4 1 1 1
Jumlah Pembayaran :
Terbilang :
, Tanggal 04 Oktober 2013
Cap dan tanda tangan
Bendahara MAN Purbalingga
Nama Jelas : . Nama Jelas : Taufik Hidayat
F.2.0.32.01
.......
.......
Diisi dengan rupiah penuh
tiga puluh sembilan ribu rupiah
Rp39.000
Cap dan tanda tangan
Ruang Validasi Kantor Penerima Pembayaran
" Terima kasih Telah Membayar Pajak - Pajak Untuk Pembangunan Bangsa "
Tanggal
Wajib Pajak/Penyetor
Purbalingga
Diterima oleh Kantor Penerima Pembayaran
Bendahara Mahir Pajak 2014 B
69

B. Belanja Barang, Modal, Jasa dan Hibah
1. Pengisian formulir untuk T5-2
Pembuatan SSP PPh Pasal 22


Pengisian formulir
T5-2
Pembelian ATK dan
buku pelajaran
Rp2.600.000 kepada
tuan Joko

Pemungutan PPh Pasal
22 (1.5% x Rp2.600.000)

Pemungutan PPN

Membuat bukti
pemungutan PPh Pasal
22 berupa SSP

Validasi faktur pajak
dan pengisian SSP

Menyetorkan PPh Pasal
22 / PPN yang dipotong
dengan SSP

Melaporkan PPh Pasal
22 yang dipungut dalam
SPT Masa PPh Pasal 22

Melaporkan PPN yang
dipungut dalam SPT
Masa PPN



Pembuatan SSP PPh Pasal 22
B. Belanja Barang Modal dan Jasa
1. Pengisian formulir untuk T5 - 2
91
LEMBAR
Untuk Arsip Wajib Pajak
:
:
Diisi sesuai Nomor Ketetapan : STP, SKPKB, SKPKBT
Diisi Tahun terutangnya Pajak
Nomor Ketetapan / / /
Beri tanda silang (x) pada kolom bulan, sesuai dengan pembayaran untuk masa yang berkenaan
: /
2 0 1 3
Jan Feb Mar Apr Ags Mei Jun Jul
5 2 0
ALAMAT OP
NOP
......
1
X
Okt Sep Nov Des
Tahun Pajak
......
......
Kode Jenis Setoran
......
.....
.....
6
Uraian Pembayaran : Pemungut PPN Dalam Negeri
1 1 9 0 0
Diisi sesuai dengan Nomor Pokok Wajib Pajak yang dimiliki
KEMENTERIAN KEUANGAN R.I.
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
NPWP
4 5 6 3 5
:
NAMA WP :
:
0
Kode Akun Pajak
2 3
SURAT SETORAN PAJAK
(SSP)
Diisi sesuai dengan Nomor Objek Pajak
Masa Pajak
ALAMAT WP
9 0 0
Joko
Jl. Jenderal Sudirman No.90 Purbalingga
4 1 1 2
Jumlah Pembayaran :
Terbilang :
, Tanggal 07 November 2013
Cap dan tanda tangan
Bendahara MAN Purbalingga
Nama Jelas : . Nama Jelas : Taufik Hidayat
F.2.0.32.01
.......
.......
Diisi dengan rupiah penuh
seratus sepuluh ribu rupiah
Rp110.000
Cap dan tanda tangan
Ruang Validasi Kantor Penerima Pembayaran
" Terima kasih Telah Membayar Pajak - Pajak Untuk Pembangunan Bangsa "
Tanggal
Wajib Pajak/Penyetor
Purbalingga
Diterima oleh Kantor Penerima Pembayaran
Bendahara Mahir Pajak 2014
70

Pembuatan SSP PPN





Pengisian formulir
T5-2
Pembelian ATK
Rp1.100.000 dan buku
pelajaran Rp1.500.000
kepada tuan Joko

Pemungutan PPh Pasal 22

Pemungutan PPN
(10%xRp1.100.000)

Membuat bukti
pemungutan PPh Pasal 22
berupa SSP

Validasi faktur pajak dan
pengisian SSP

Menyetorkan PPh Pasal 22
/ PPN yang dipotong
dengan SSP


Melaporkan PPh Pasal 22
yang dipungut dalam SPT
Masa PPh Pasal 22

Melaporkan PPN yang
dipungut dalam SPT Masa
PPN


Melengkapi SPT Masa PPh
Pasal 22 dengan lampiran:
- Daftar Bukti
Pemungutan
- SSP






Pembuatan SSP PPN
92
Lembar ke-1 : Untuk Pembeli BKP/Penerima JKP
sebagai bukti Pajak Masukan
Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak :
Pengusaha Kena Pajak
Nama :
Alamat :
NPWP :
Pembeli Barang Kena Pajak/ Penerima Jasa Kena Pajak
Nama :
Alamat :
NPWP :
1.100.000
FAKTUR PAJAK
Harga Jual/Penggantian/Uang
Muka/Termin
(Rp)
00.321.675.3-529.000
Bendahara MAN Purbalingga
No.
Urut
020.000-13.00000101
Alat tulis kantor
Joko
Jl. Jenderal Sudirman No.90 Purbalingga
Nama Barang Kena Pajak/ Jasa Kena Pajak
06.325.456.3-529.000
Jl. Let. Jen S. Parman Purbalingga
Harga Jual/Penggantian/Uang Muka/Termin *)
Dikurangi Potongan Harga
Dikurangi Uang Muka yang telah diterima
Dasar Pengenaan Pajak
PPN = 10% x Dasar Pengenaan Pajak
Pajak Penjualan Atas Barang Mewah
,
Nama
*) Coret yang tidak perlu
Rp. Rp.
Rp. Jumlah
.. %
Rp.
Rp. Rp.
.. %
.. % Rp. Rp.
Rp.
Joko
1.100.000
-
-
1.100.000
.. %
DPP
04 Oktober 2013 Purbalingga
110.000
Tarif PPn BM
Bendahara Mahir Pajak 2014 B
71

Faktur Pajak



Pengisian formulir
T5-2
Pembelian ATK
Rp1.100.000 dan buku
pelajaran Rp1.500.000
kepada tuan Joko

Pemungutan PPh Pasal 22

Pemungutan PPN
(10%xRp1.100.000)

Membuat bukti
pemungutan PPh Pasal 22
berupa SSP

Validasi faktur pajak dan
pengisian SSP

Menyetorkan PPh Pasal 22
/ PPN yang dipotong
dengan SSP


Melaporkan PPh Pasal 22
yang dipungut dalam SPT
Masa PPh Pasal 22

Melaporkan PPN yang
dipungut dalam SPT Masa
PPN


Melengkapi SPT Masa PPh
Pasal 22 dengan lampiran:
- Daftar Bukti
Pemungutan
- SSP





Faktur Pajak
93
LEMBAR
Untuk Arsip Wajib Pajak
:
:
Diisi sesuai Nomor Ketetapan : STP, SKPKB, SKPKBT
Jumlah Pembayaran :
Terbilang :
4
(SSP)
Diisi sesuai dengan Nomor Objek Pajak
Masa Pajak
ALAMAT WP
9 0 0
NAMA WP :
:
0
Kode Akun Pajak
5
Bagus
Jl. Jenderal Katamso No.1 Purbalingga
4 1 1 2
Diisi sesuai dengan Nomor Pokok Wajib Pajak yang dimiliki
KEMENTERIAN KEUANGAN R.I.
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
NPWP
3 6 1 2 5 :
SURAT SETORAN PAJAK
2 2 0
ALAMAT OP
NOP
......
1
X
Okt Sep Nov Des
Tahun Pajak
......
......
Kode Jenis Setoran
......
.....
.....
6
Uraian Pembayaran : Pemungut PPN Dalam Negeri
2 0 1 3
Jan Feb Mar Apr Ags Mei Jun Jul
1 1 9 0 0
.......
Diisi Tahun terutangnya Pajak
Nomor Ketetapan
Diisi dengan rupiah penuh
lima ratus ribu rupiah
/
Rp500.000
/ /
Beri tanda silang (x) pada kolom bulan, sesuai dengan pembayaran untuk masa yang berkenaan
: /
Terbilang :
, Tanggal 07 November 2013
Cap dan tanda tangan
Bendahara MAN Purbalingga
Nama Jelas : . Nama Jelas : Taufik Hidayat
F.2.0.32.01
Ruang Validasi Kantor Penerima Pembayaran
" Terima kasih Telah Membayar Pajak - Pajak Untuk Pembangunan Bangsa "
Tanggal
Wajib Pajak/Penyetor
Purbalingga
Diterima oleh Kantor Penerima Pembayaran
Cap dan tanda tangan
.......
.......
lima ratus ribu rupiah
Bendahara Mahir Pajak 2014
72

2. Pengisian formulir untuk T5-4
Pembuatan SSP PPN



Pengisian formulir
T5-4
Pembelian buku
pelajaran umum
Rp2.500.000,00,
pakaian seragam
Rp3.000.000,00,
formulir dan kertas
Rp2.000.000,00
kepada tuan Bagus,
sumber dana dari BOS


Pemungutan PPN
(10%x(Rp3.000.000 +
Rp2.000.000)


Validasi faktur pajak dan
pengisian SSP


Melaporkan PPN yang
dipungut dalam SPT Masa
PPN




Pembuatan SSP PPN
2. Pengisian formulir untuk T5 - 4
94
Bendahara Mahir Pajak 2014 B
73

Faktur Pajak

Pengisian formulir
T5-4
Pembelian buku
pelajaran umum
Rp2.500.000,00,
pakaian seragam
Rp3.000.000,00,
formulir dan kertas
Rp2.000.000,00
kepada tuan Bagus,
sumber dana dari BOS

Pemungutan PPN
(10%x(Rp3.000.000 +
Rp2.000.000)


Validasi faktur pajak dan
pengisian SSP


Melaporkan PPN yang
dipungut dalam SPT Masa
PPN





Lembar ke-1 : Untuk Pembeli BKP/Penerima JKP
sebagai bukti Pajak Masukan
Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak :
Pengusaha Kena Pajak
Nama :
Alamat :
NPWP :
Pembeli Barang Kena Pajak/ Penerima Jasa Kena Pajak
Nama :
Alamat :
NPWP :
Formulir dan kertas ujian
3.000.000
2.000.000
FAKTUR PAJAK
Harga Jual/Penggantian/Uang
Muka/Termin
(Rp)
00.321.675.3-529.000
Bendahara MAN Purbalingga
No.
Urut
020.000-13.00000501
Pakaian seragam
Bagus
Jl. Jenderal Katamso No.1 Purbalingga
Nama Barang Kena Pajak/ Jasa Kena Pajak
06.456.321.2-529.000
Jl. Letjen S. Parman Purbalingga
Harga Jual/Penggantian/Uang Muka/Termin *)
Dikurangi Potongan Harga
Dikurangi Uang Muka yang telah diterima
Dasar Pengenaan Pajak
PPN = 10% x Dasar Pengenaan Pajak
Pajak Penjualan Atas Barang Mewah
,
Nama
*) Coret yang tidak perlu
Rp. Rp.
Rp. Jumlah
.. %
Rp.
Rp. Rp.
.. %
.. % Rp. Rp.
Rp.
Bagus
5.000.000
-
-
5.000.000
.. %
DPP
18 Oktober 2013 Purbalingga
500.000
Tarif PPn BM
Faktur Pajak
95
Bendahara Mahir Pajak 2014
74

3. Pengisian formulir untuk T6
Pembuatan SSP PPh Pasal 22






Pengisian formulir
T6
Pembelian 4 printer
kepada CV Susanto
Rp20.000.000

Pemungutan PPh Pasal 22

Pemungutan PPN
(10%xRp20.000.000)

Membuat bukti
pemungutan PPh Pasal 22
berupa SSP

Pengecekan keabsahan
faktur pajak dan pengisian
SSP

Menyetorkan PPh Pasal 22
/ PPN yang dipotong
dengan SSP

Melaporkan PPh Pasal 22
yang dipungut dalam SPT
Masa PPh Pasal 22

Melaporkan PPN yang
dipungut dalam SPT Masa
PPN

Melengkapi SPT Masa PPh
Pasal 22 dengan lampiran:
- Daftar Bukti
Pemungutan
- SSP










LEMBAR
Untuk Arsip Wajib Pajak
:
:
Diisi sesuai Nomor Ketetapan : STP, SKPKB, SKPKBT
Jumlah Pembayaran :
Terbilang :
2
(SSP)
Diisi sesuai dengan Nomor Objek Pajak
Masa Pajak
ALAMAT WP
9 0 0
NAMA WP :
:
0
Kode Akun Pajak
2
CV Susanto
Jl. Raya Bobotsari No. 1 Purbalingga
4 1 1 1
ALAMAT OP
NOP
......
Jan Feb Mar Apr Ags
Diisi sesuai dengan Nomor Pokok Wajib Pajak yang dimiliki
KEMENTERIAN KEUANGAN R.I.
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
NPWP 3 2 5 6 5 :
SURAT SETORAN PAJAK
5 2 0
1
X
Okt Sep Nov Des
Tahun Pajak
......
......
Kode Jenis Setoran
.....
.....
.....
1
Uraian Pembayaran : Pemungut PPh Pasal 22
2 0 1 3
Mei Jun Jul
2 2 9 0 0
.......
Diisi Tahun terutangnya Pajak
Nomor Ketetapan
Diisi dengan rupiah penuh
tiga ratus ribu rupiah
/
Rp300.000
/ /
Beri tanda silang (x) pada kolom bulan, sesuai dengan pembayaran untuk masa yang berkenaan
: /
Terbilang :
, Tanggal 23 Oktober 2013
Cap dan tanda tangan
Bendahara MAN Purbalingga
Nama Jelas : . Nama Jelas : Taufik Hidayat
F.2.0.32.01
Ruang Validasi Kantor Penerima Pembayaran
" Terima kasih Telah Membayar Pajak - Pajak Untuk Pembangunan Bangsa "
Tanggal
Wajib Pajak/Penyetor
Purbalingga
Diterima oleh Kantor Penerima Pembayaran
Cap dan tanda tangan
.......
.......
tiga ratus ribu rupiah
Pembuatan SSP PPh Pasal 22
3. Pengisian formulir untuk T6
96
Bendahara Mahir Pajak 2014 B
75

Pembuatan SSP PPN



Pengisian formulir
T6
Pembelian 4 printer
kepada CV Susanto
Rp20.000.000

Pemungutan PPh Pasal 22

Pemungutan PPN
(10%xRp20.000.000)

Membuat bukti
pemungutan PPh Pasal 22
berupa SSP

Pengecekan keabsahan
faktur pajak dan pengisian
SSP

Menyetorkan PPh Pasal 22
/ PPN yang dipotong
dengan SSP

Melaporkan PPh Pasal 22
yang dipungut dalam SPT
Masa PPh Pasal 22

Melaporkan PPN yang
dipungut dalam SPT Masa
PPN

Melengkapi SPT Masa PPh
Pasal 22 dengan lampiran:
- Daftar Bukti
Pemungutan
- SSP




LEMBAR
Untuk Arsip Wajib Pajak
:
:
Diisi sesuai Nomor Ketetapan : STP, SKPKB, SKPKBT
Jumlah Pembayaran :
Terbilang :
.......
Diisi Tahun terutangnya Pajak
Nomor Ketetapan
Diisi dengan rupiah penuh
dua juta rupiah
/
Rp2.000.000
/ /
Beri tanda silang (x) pada kolom bulan, sesuai dengan pembayaran untuk masa yang berkenaan
: /
Mei Jun Jul
1 1 9 0 0
1
X
Okt Sep Nov Des
Tahun Pajak
......
......
Kode Jenis Setoran
.....
.....
.....
1
Uraian Pembayaran : Pemungut PPN Dalam Negeri
2 0 1 3
Diisi sesuai dengan Nomor Pokok Wajib Pajak yang dimiliki
KEMENTERIAN KEUANGAN R.I.
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
NPWP 3 2 5 5 5 :
SURAT SETORAN PAJAK
5 2 0
NAMA WP :
:
0
Kode Akun Pajak
2
CV Susanto
Jl. Raya Bobotsari No. 1 Purbalingga
4 1 1 2
ALAMAT OP
NOP
......
Jan Feb Mar Apr Ags
2
(SSP)
Diisi sesuai dengan Nomor Objek Pajak
Masa Pajak
ALAMAT WP
9 0 0
Terbilang :
, Tanggal 07 November 2013
Cap dan tanda tangan
Bendahara MAN Purbalingga
Nama Jelas : . Nama Jelas : Taufik Hidayat
F.2.0.32.01
.......
.......
dua juta rupiah
Cap dan tanda tangan
Ruang Validasi Kantor Penerima Pembayaran
" Terima kasih Telah Membayar Pajak - Pajak Untuk Pembangunan Bangsa "
Tanggal
Wajib Pajak/Penyetor
Purbalingga
Diterima oleh Kantor Penerima Pembayaran
Pembuatan SSP PPN
97
Bendahara Mahir Pajak 2014
76

Faktur Pajak

Pengisian formulir
T6
Pembelian 4 printer
kepada CV Susanto
Rp20.000.000

Pemungutan PPh Pasal 22

Pemungutan PPN
(10%xRp20.000.000)

Membuat bukti
pemungutan PPh Pasal 22
berupa SSP

Pengecekan keabsahan
faktur pajak dan pengisian
SSP

Menyetorkan PPh Pasal 22
/ PPN yang dipotong
dengan SSP

Melaporkan PPh Pasal 22
yang dipungut dalam SPT
Masa PPh Pasal 22

Melaporkan PPN yang
dipungut dalam SPT Masa
PPN

Melengkapi SPT Masa PPh
Pasal 22 dengan lampiran:
- Daftar Bukti
Pemungutan
- SSP




Lembar ke-1 : Untuk Pembeli BKP/Penerima JKP
sebagai bukti Pajak Masukan
Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak :
Pengusaha Kena Pajak
Nama :
Alamat :
NPWP :
Pembeli Barang Kena Pajak/ Penerima Jasa Kena Pajak
Nama :
Alamat :
NPWP :
020.000-13.00000700
Printer
CV Susanto
Jl. Raya Bobotsari No. 1 Purbalingga
Nama Barang Kena Pajak/ Jasa Kena Pajak
01.222.355.5-529.000
Jl. Letjen S. Parman Purbalingga
02.321.675.3-529.000
Bendahara MAN Purbalingga
No.
Urut
1
FAKTUR PAJAK
Harga Jual/Penggantian/Uang
Muka/Termin
(Rp)
20.000.000
Harga Jual/Penggantian/Uang Muka/Termin *)
Dikurangi Potongan Harga
Dikurangi Uang Muka yang telah diterima
Dasar Pengenaan Pajak
PPN = 10% x Dasar Pengenaan Pajak
Pajak Penjualan Atas Barang Mewah
,
Susanto
*) Coret yang tidak perlu
2.000.000
21 Oktober 2013 Purbalingga
Jumlah
.. %
Rp.
Rp. Rp.
.. %
.. % Rp. Rp.
Rp.
Tarif
.. %
DPP PPn BM
Rp. Rp.
20.000.000
-
20.000.000
-
Rp.
Faktur Pajak
98
Bendahara Mahir Pajak 2014 B
77

4. Pengisian formulir untuk T7
Pembuatan SSP PPh Pasal 22

Pengisian formulir
T7
Pembelian komputer
kepada CV Wijaya
Rp11.000.000,00
(sudah termasuk
PPN)

Pemungutan PPh Pasal 22
(1.5%x100/110x Rp
11.000.000)

Pemungutan PPN
(10/110xRp11.000.000)

Membuat bukti
pemungutan PPh Pasal 22
berupa SSP

Pengecekan keabsahan
faktur pajak dan pengisian
SSP

Menyetorkan PPh Pasal
22 / PPN yang dipotong
dengan SSP

Melaporkan PPh Pasal 22
yang dipungut dalam SPT
Masa PPh Pasal 22

Melaporkan PPN yang
dipungut dalam SPT Masa
PPN

Melengkapi SPT Masa
PPh Pasal 22 dengan
lampiran:
- Daftar Bukti
Pemungutan
- SSP



LEMBAR
Untuk Arsip Wajib Pajak
:
:
Diisi sesuai Nomor Ketetapan : STP, SKPKB, SKPKBT
Jumlah Pembayaran :
Terbilang :
5
(SSP)
Diisi sesuai dengan Nomor Objek Pajak
Masa Pajak
ALAMAT WP
9 0 0
NAMA WP :
:
0
Kode Akun Pajak
6
CV Wijaya
Jl. Jenderal Sudirman No. 99 Purbalingga
4 1 1 1
ALAMAT OP
NOP
......
Jan Feb Mar Apr Ags
Diisi sesuai dengan Nomor Pokok Wajib Pajak yang dimiliki
KEMENTERIAN KEUANGAN R.I.
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
NPWP 3 2 8 3 5 :
SURAT SETORAN PAJAK
5 2 0
1
X
Okt Sep Nov Des
Tahun Pajak
......
......
Kode Jenis Setoran
.....
.....
.....
1
Uraian Pembayaran : Pemungut PPh Pasal 22
2 0 1 3
Mei Jun Jul
2 2 9 0 0
.......
Diisi Tahun terutangnya Pajak
Nomor Ketetapan
Diisi dengan rupiah penuh
seratus lima puluh ribu rupiah
/
Rp150.000
/ /
Beri tanda silang (x) pada kolom bulan, sesuai dengan pembayaran untuk masa yang berkenaan
: /
Terbilang :
, Tanggal 28 Oktober 2013
Cap dan tanda tangan
Bendahara MAN Purbalingga
Nama Jelas : . Nama Jelas : Taufik Hidayat
F.2.0.32.01
Ruang Validasi Kantor Penerima Pembayaran
" Terima kasih Telah Membayar Pajak - Pajak Untuk Pembangunan Bangsa "
Tanggal
Wajib Pajak/Penyetor
Purbalingga
Diterima oleh Kantor Penerima Pembayaran
Cap dan tanda tangan
.......
.......
seratus lima puluh ribu rupiah
Pembuatan SSP PPh Pasal 22
4. Pengisian formulir untuk T7
99
Bendahara Mahir Pajak 2014
78

Pembuatan SSP PPN

Pengisian formulir
T7
Pembelian komputer
kepada CV Wijaya
Rp11.000.000,00
(sudah termasuk PPN)

Pemungutan PPh Pasal 22
(1.5%x100/110x Rp
11.000.000)

Pemungutan PPN (10/110 x
Rp11.000.000)

Membuat bukti
pemungutan PPh Pasal 22
berupa SSP

Pengecekan keabsahan
faktur pajak dan pengisian
SSP

Menyetorkan PPh Pasal 22
/ PPN yang dipotong
dengan SSP

Melaporkan PPh Pasal 22
yang dipungut dalam SPT
Masa PPh Pasal 22

Melaporkan PPN yang
dipungut dalam SPT Masa
PPN

Melengkapi SPT Masa PPh
Pasal 22 dengan lampiran:
- Daftar Bukti
Pemungutan
- SSP




LEMBAR
Untuk Arsip Wajib Pajak
:
:
Diisi sesuai Nomor Ketetapan : STP, SKPKB, SKPKBT
Jumlah Pembayaran :
Terbilang :
5
(SSP)
Diisi sesuai dengan Nomor Objek Pajak
Masa Pajak
ALAMAT WP
9 0 0
NAMA WP :
:
0
Kode Akun Pajak
6
CV Wijaya
Jl. Jenderal Sudirman No. 99 Purbalingga
4 1 1 2
ALAMAT OP
NOP
......
Jan Feb Mar Apr Ags
Diisi sesuai dengan Nomor Pokok Wajib Pajak yang dimiliki
KEMENTERIAN KEUANGAN R.I.
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
NPWP 3 2 8 3 5 :
SURAT SETORAN PAJAK
5 2 0
1
X
Okt Sep Nov Des
Tahun Pajak
......
......
Kode Jenis Setoran
.....
.....
.....
1
Uraian Pembayaran : Pemungut PPN Dalam Negeri
2 0 1 3
Mei Jun Jul
1 1 9 0 0
.......
Diisi Tahun terutangnya Pajak
Nomor Ketetapan
Diisi dengan rupiah penuh
satu juta rupiah
/
Rp1.000.000
/ /
Beri tanda silang (x) pada kolom bulan, sesuai dengan pembayaran untuk masa yang berkenaan
: /
Terbilang :
, Tanggal 28 Oktober 2013
Cap dan tanda tangan
Bendahara MAN Purbalingga
Nama Jelas : . Nama Jelas : Taufik Hidayat
F.2.0.32.01
Ruang Validasi Kantor Penerima Pembayaran
" Terima kasih Telah Membayar Pajak - Pajak Untuk Pembangunan Bangsa "
Tanggal
Wajib Pajak/Penyetor
Purbalingga
Diterima oleh Kantor Penerima Pembayaran
Cap dan tanda tangan
.......
.......
satu juta rupiah
Pembuatan SSP PPN
100
Bendahara Mahir Pajak 2014
78

Pembuatan SSP PPN

Pengisian formulir
T7
Pembelian komputer
kepada CV Wijaya
Rp11.000.000,00
(sudah termasuk PPN)

Pemungutan PPh Pasal 22
(1.5%x100/110x Rp
11.000.000)

Pemungutan PPN (10/110 x
Rp11.000.000)

Membuat bukti
pemungutan PPh Pasal 22
berupa SSP

Pengecekan keabsahan
faktur pajak dan pengisian
SSP

Menyetorkan PPh Pasal 22
/ PPN yang dipotong
dengan SSP

Melaporkan PPh Pasal 22
yang dipungut dalam SPT
Masa PPh Pasal 22

Melaporkan PPN yang
dipungut dalam SPT Masa
PPN

Melengkapi SPT Masa PPh
Pasal 22 dengan lampiran:
- Daftar Bukti
Pemungutan
- SSP




Lembar ke-1 : Untuk Pembeli BKP/Penerima JKP
sebagai bukti Pajak Masukan
Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak :
Pengusaha Kena Pajak
Nama :
Alamat :
NPWP :
Pembeli Barang Kena Pajak/ Penerima Jasa Kena Pajak
Nama :
Alamat :
NPWP :
020.000-13.00000800
Komputer (100/110 x Rp 11.000.000)
CV Wijaya
Jl. Jenderal Sudirman No. 99 Purbalingga
Nama Barang Kena Pajak/ Jasa Kena Pajak
01.562.358.3-529.000
Jl. Letjen S. Parman Purbalingga
02.321.675.3-529.000
Bendahara MAN Purbalingga
No.
Urut
1
FAKTUR PAJAK
Harga Jual/Penggantian/Uang
Muka/Termin
(Rp)
10.000.000
Harga Jual/Penggantian/Uang Muka/Termin *)
Dikurangi Potongan Harga
Dikurangi Uang Muka yang telah diterima
Dasar Pengenaan Pajak
PPN = 10% x Dasar Pengenaan Pajak
Pajak Penjualan Atas Barang Mewah
,
Budi Dermawan
*) Coret yang tidak perlu
1.000.000
21 Oktober 2013 Purbalingga
Jumlah
.. %
Rp.
Rp. Rp.
.. %
.. % Rp. Rp.
Rp.
Tarif
.. %
DPP PPn BM
Rp. Rp.
10.000.000
-
10.000.000
-
Rp.
Faktur Pajak
101
X SPT Normal
SPT Pembetulan Ke-
1 0
/
2 0 1 3
1. NPWP : 0 0 8 7 5 9 6 4 0 - 5 2 7 0 0 0
2. Nama : B E N D A H A R A M A N P U R B A L I N G G A
3. Alamat : J L L E T J E N S P A R M A N P U R B A L I N G G
1. Badan Usaha Industri/Eksportir
2. Penjualan Barang yang tergolong Sangat Mewah
3. Pembelian Barang Oleh Bendaharawan/Badan
Tertentu Yang Ditunjuk
4. Nilai Impor Bank Devisa/Ditjen Bea dan Cukai*)
a. API
b. Non API
5. Hasil Lelang (Ditjen Bea dan Cukai)
6. Penjualan Migas Oleh Pertamina / Badan Usaha
Selain Pertamina
a. SPBU/Agen/Penyalur (Final)
b. Pihak lain (Tidak Final)
411122/401
411122/100
489.000
BAGIAN B. OBJEK PAJAK
Nilai Objek Pajak
(Rp)
Uraian
411122/100
(1)
411122/403
411122/100
32.600.000
411122/100
Masa Pajak
(4)
PPh yang Dipungut
(Rp)
KEMENTERIAN
KEUANGAN R.I.
SURAT PEMBERITAHUAN (SPT) MASA
PAJAK PENGHASILAN PASAL 22
DIREKTORAT
JENDERAL PAJAK
Formulir ini digunakan untuk melaporkan Pemungutan
KAP/KJS
(2) (3)
Pajak Penghasilan Pasal 22
BAGIAN A. IDENTITAS PEMUNGUT PAJAK/WAJIB PAJAK
411122/100
411122/100
b. Pihak lain (Tidak Final)
7.

*) Coret yang tidak perlu


1. X Daftar Surat Setoran Pajak PPh Pasal 22 (Khusus untuk Bank Devisa, Bendaharawan/Badan Tertentu Yang Ditunjuk dan
Pertamina/Badan Usaha selain Pertamina).
2. X Surat Setoran Pajak (SSP) yang disetor oleh importir atau Pembeli Barang sebanyak: lembar
(Khusus untuk Bank Devisa, Bendaharawan/Badan Tertentu Yang Ditunjuk dan Pertamina/Badan Usaha Selain Pertamina).
3. SSP yang disetor oleh Pemungut Pajak sebanyak: lembar
(Khusus untuk Badan Usaha Industri/Eksportir Tertentu, Ditjen Bea dan Cukai).
4. Daftar Bukti Pemungutan PPh Pasal 22 (Khusus untuk Badan Usaha Industri/Importir Tertentu dan Ditjen Bea dan Cukai).
5. Bukti Pemungutan PPh Pasal 22 (Khusus untuk Badan Usaha Industri/Eksportir Tertentu dan Ditjen Bea dan Cukai).
6. Daftar rincian penjualan dan retur penjualan (dalam hal ada penjualan retur).
7. Risalah lelang (dalam hal pelaksanaan lelang).
8. Surat Kuasa Khusus.
SPT Masa Diterima:
Langsung dari WP
X PEMUNGUT PAJAK/PIMPINAN KUASA WAJIB PAJAK Melalui Pos
Nama B E N D M A N P U R B A L I N G G A 2 0
NPWP 0 0 3 2 1 6 7 5 3 - 5 2 9 0 0 0
Tanda Tangan & Cap Tanggal 1 4 1 1 2 0 1 3 Tanda Tangan
2
411122/100
489.000
JUMLAH
32.600.000
ketentuan perundang-undangan yang berlaku, saya menyatakan bahwa apa yang telah saya
beritahukan di atas beserta lampiran-lampirannya adalah benar, lengkap dan jelas.
tanggal tahun
Terbilang empat ratus delapan puluh sembilan ribu rupiah
BAGIAN C. LAMPIRAN
BAGIAN D. PERNYATAAN DAN TANDA TANGAN
bulan tahun
Diisi Oleh Petugas
tanggal
bulan
T
a
n
g
g
a
l
Dengan menyadari sepenuhnya akan segala akibatnya termasuk sanksi-sanksi sesuai dengan
Tanda Tangan & Cap Tanggal 1 4 1 1 2 0 1 3 Tanda Tangan
F.1.1.32.02
Lampiran III.1 Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER- 53/PJ/2009
tanggal tahun bulan
Pengisian SPT Masa PPh Pasal 22 untuk T5, T6, dan T7
Bendahara Mahir Pajak 2014
80

Pengisian SPT Masa PPh Pasal 22 untuk T5, T6 dan T7


gisian formulir
T5, T6 dan T7
Pembelian ATK, buku
pelajaran, printer,
komputer


Pemungutan PPh Pasal 22


Pemungutan PPN


Membuat bukti
pemungutan PPh Pasal 22
berupa SSP

Validasi faktur pajak dan
pengisian SSP

Menyetorkan PPh Pasal 22
/ PPN yang dipotong
dengan SSP

Melaporkan PPh Pasal 22
yang dipungut dalam SPT
Masa PPh Pasal 22

Melaporkan PPN yang
dipungut dalam SPT Masa
PPN

Melengkapi SPT Masa PPh
Pasal 22 dengan lampiran:
- Daftar Bukti
Pemungutan
- SSP



102
1 0 / 2 0 1 3
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
04 Oktober 2013
23 Oktober 2013
28 Oktober 2013 01.562.358.3-529.000 CV. Wijaya
300.000
06.325.456.3-529.000 Joko 2.600.000 39.000
10.000.000 150.000
01.222.355.5-529.000
KEMENTERIAN
KEUANGAN R.I.
DIREKTORAT
JENDERAL PAJAK
CV. Susanto
Masa Pajak
No. NPWP Nama
PPh yang
Dipungut (Rp)
DAFTAR SURAT SETORAN PAJAK
PPh PASAL 22
Surat Setoran Pajak Nilai Obyek Pajak
(Rp)
Tanggal
20.000.000
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
489.000 JUMLAH
dst.
32.600.000
X PEMUNGUT PAJAK/PIMPINAN KUASA WAJIB PAJAK Tanggal
1 4 1 1 2 0 1 3
Nama B E N D M A N P U R B A L I N G G A
NPWP 0 0 3 2 1 6 7 5 3
-
5 2 9 0 0 0 Tanda Tangan & Cap
D.1.1.32.04 Lampiran III.2 Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER- 53/PJ/2009
tanggal bulan tahun
Lampiran SPT Masa PPh Pasal 22 Masa Pajak Oktober 2013
Bendahara Mahir Pajak 2014 B
81


Lampiran SPT Masa PPh Pasal 22

Pengisian formulir
T5, T6 dan T7
Pembelian ATK, buku
pelajaran, printer,
komputer


Pemungutan PPh Pasal 22


Pemungutan PPN


Membuat bukti
pemungutan PPh Pasal 22
berupa SSP

Validasi faktur pajak dan
pengisian SSP

Menyetorkan PPh Pasal 22
/ PPN yang dipotong
dengan SSP

Melaporkan PPh Pasal 22
yang dipungut dalam SPT
Masa PPh Pasal 22

Melaporkan PPN yang
dipungut dalam SPT Masa
PPN

Melengkapi SPT Masa PPh
Pasal 22 dengan lampiran:
- Daftar Bukti
Pemungutan
- SSP



103
Beri tanda X dalam
Nama Pemungut : Bendahara MAN Purbalingga NPWP : 0 0 - 3 2 1 - 6 7 5 - 3 - 5 2 9 - 0 0 0
Alamat : Jl. Letjen S. Parman Purbalingga Masa : 1 0 1 0 - 2 0 1 3
No. Telp : 0281-658900 .. ()
Usaha : Sekolah Instansi Pemerintah
DEPARTEMEN KEUANGAN RI
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
2
P
e
r
h
a
t
i
a
n
B. PPN DAN PPn BM YANG DIPUNGUT OLEH SELAIN BENDAHARAWAN PEMERINTAH
PPN yang dipungut oleh Penerbit SPM melalui KPPN
Pembetulan Ke :
Rp3.000.000
Rp0
Rp3.000.000
Jumlah PPN dan PPn BM yang dipungut oleh Penerbit SPM
melalui KPPN
Jumlah PPN dan PPn BM yang dipungut oleh Bendahara
Pengeluaran
S
e
s
u
a
i
d
e
n
g
a
n
k
e
t
e
n
t
u
a
n
P
a
s
a
l
3
a
y
a
t
(
7
)
U
U
N
o
m
o
r
6
T
a
h
u
n
1
9
8
3
s
e
b
a
g
a
i
m
a
n
a
t
e
l
a
h
b
e
b
e
r
a
p
a
k
a
l
i
d
i
u
b
a
h
t
e
r
a
k
h
i
r
d
e
n
g
a
n
U
U
N
o
m
o
r
1
6
T
a
h
u
n
2
0
0
0
,
a
p
a
b
i
l
a
S
P
T
M
a
s
a
y
a
n
g
S
a
u
d
a
r
a
s
a
m
p
a
i
k
a
n
t
i
d
a
k
d
i
t
a
n
d
a
t
a
n
g
a
n
i
a
t
a
u
t
i
d
a
k
s
e
p
e
n
u
h
n
y
a
d
i
l
a
m
p
i
r
i
k
e
t
e
r
a
n
g
a
n

d
a
n
/
a
t
a
u

d
o
k
u
m
e
n

y
a
n
g

d
i
t
e
t
a
p
k
a
n
,

m
a
k
a

S
P
T

S
a
u
d
a
r
a

d
i
a
n
g
g
a
p

t
i
d
a
k

d
i
s
a
m
p
a
i
k
a
n
.
Rp
PPn BM yang dipungut oleh Penerbit SPM melalui KPPN
A. PPN DAN PPn BM YANG DIPUNGUT OLEH BENDAHARAWAN PEMERINTAH
1
Rp610.000
FORMULIR SURAT PEMBERITAHUAN MASA
Bacalah terlebih dahulu Buku Petunjuk Pengisian SPT Masa PPN
s.d.
1107 PUT
PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (SPT MASA PPN)
BAGI PEMUNGUT PPN
yang sesuai
PPN yang dipungut oleh Bendahara Pengeluaran
PPn BM yang dipungut oleh Bendahara Pengeluaran
Rp610.000
1
2
X
1
2 Rp
Pernyataan
Kuasa Bendaharawan/Pengurus
Tanda tangan :
Nama Jelas : Taufik Hidayat
X Pemungut Jabatan : Bendahara
Cap Perusahaan :
F.1.2.32.02
Rp3.610.000
P
e
r
h
a
t
i
a
n
Jumlah PPN dan PPn BM yang dipungut
PPN yang dipungut
B. PPN DAN PPn BM YANG DIPUNGUT OLEH SELAIN BENDAHARAWAN PEMERINTAH
PPn BM yang dipungut
Lampiran :
Kuasa
Purbalingga, 2 Desember 2013
S
e
s
u
a
i
d
e
n
g
a
n
k
e
t
e
n
t
u
a
n
P
a
s
a
l
3
a
y
a
t
(
7
)
U
U
N
o
m
o
r
6
T
a
h
u
n
1
9
8
3
s
e
b
a
g
a
i
m
a
n
a
t
e
l
a
h
b
e
b
e
r
a
p
a
k
a
l
i
d
i
u
b
a
h
t
e
r
a
k
h
i
r
d
e
n
g
a
n
U
U
N
o
m
o
r
1
6
T
a
h
u
n
2
0
0
0
,
a
p
a
b
i
l
a
S
P
T
M
a
s
a
y
a
n
g
S
a
u
d
a
r
a
s
a
m
p
a
i
k
a
n
t
i
d
a
k
d
i
t
a
n
d
a
t
a
n
g
a
n
i
a
t
a
u
t
i
d
a
k
s
e
p
e
n
u
h
n
y
a
d
i
l
a
m
p
i
r
i
k
e
t
e
r
a
n
g
a
n

d
a
n
/
a
t
a
u

d
o
k
u
m
e
n

y
a
n
g

d
i
t
e
t
a
p
k
a
n
,

m
a
k
a

S
P
T

S
a
u
d
a
r
a

d
i
a
n
g
g
a
p

t
i
d
a
k

d
i
s
a
m
p
a
i
k
a
n
.
PPN sebanyak 4 Lembar
Dengan menyadari sepenuhnya akan segala akibatnya, saya menyatakan bahwa
apa yang telah saya beritahukan di atas beserta lampiran-lampirannya adalah
benar, lengkap, jelas dan tidak bersyarat
..
SSP
Surat Kuasa Khusus
PPn BM sebanyak . Lembar
Rp
Rp
Rp
3
Pengisian SPT Masa PPN Bagi Pemungut PPN
Bendahara Mahir Pajak 2014
82


Pengisian SPT Masa PPN Bagi Pemungut PPN

Pengisian formulir
T5, T6 dan T7
Pembelian ATK, buku
pelajaran, printer,
komputer


Pemungutan PPh Pasal 22


Pemungutan PPN


Membuat bukti
pemungutan PPh Pasal 22
berupa SSP

Validasi faktur pajak dan
pengisian SSP

Menyetorkan PPh Pasal 22
/ PPN yang dipotong
dengan SSP

Melaporkan PPh Pasal 22
yang dipungut dalam SPT
Masa PPh Pasal 22

Melaporkan PPN yang
dipungut dalam SPT Masa
PPN

Melengkapi SPT Masa PPh
Pasal 22 dengan lampiran:
- Daftar Bukti
Pemungutan
- SSP




104
1
0
1
0
2
0
1
3
B
e
n
d
a
h
a
r
a

M
A
N

P
u
r
b
a
l
i
n
g
g
a
0
0
.
3
2
1
.
6
7
5
.
3
-
5
2
9
.
0
0
0
P
P
n

B
M

(
R
u
p
i
a
h
)
1 2
C
V
.

S
u
s
a
n
t
o
0
1
.
2
2
2
.
3
5
5
.
5
-
5
2
9
.
0
0
0
C
V
.

W
i
j
a
y
a
0
1
.
5
6
2
.
3
5
8
.
3
-
5
2
9
.
0
0
0
2
1
/
1
0
/
2
0
1
3
0
2
0
.
0
0
0
-
1
3
.
0
0
0
0
0
8
0
0
1
0
.
0
0
0
.
0
0
0
1
.
0
0
0
.
0
0
0
2
8
/
1
0
/
2
0
1
3
2
8
/
1
0
/
2
0
1
3
2
.
0
0
0
.
0
0
0
2
8
/
1
0
/
2
0
1
3
: :
K
o
d
e

d
a
n

N
o
m
o
r

S
e
r
i
T
a
n
g
g
a
l
F

O

R

M

U

L

I

R
D
E
P
A
R
T
E
M
E
N

K
E
U
A
N
G
A
N

R
I
D
I
R
E
K
T
O
R
A
T

J
E
N
D
E
R
A
L

P
A
J
A
K
L
A
M
P
I
R
A
N

1
D
A
F
T
A
R

P
P
N

D
A
N

P
P
n

B
M

Y
A
N
G

D
I
P
U
N
G
U
T

O
L
E
H

B
E
N
D
A
H
A
R
A
W
A
N

P
E
M
E
R
I
N
T
A
H
-
s
.
d
.
P
e
m
b
e
t
u
l
a
n

K
e
-

:

.
)
1
1
0
7
P
U
T

1
N
A
M
A

P
E
M
U
N
G
U
T
N
P
W
P
M
a
s
a

P
a
j
a
k



:
N
o
.
N
a
m
a

R
e
k
a
n
a
n
N
P
W
P

R
e
k
a
n
a
n
F

A

K

T

U

R



P

A

J

A

K
T
a
n
g
g
a
l

B
a
y
a
r
T
a
g
i
h
a
n
T
a
n
g
g
a
l

S
e
t
o
r
P
P
N
A
.

P
P
N

d
a
n

P
P
n

B
M

Y
A
N
G

D
I
P
U
N
G
U
T

O
L
E
H

P
E
N
E
R
B
I
T

S
P
M

M
E
L
A
L
U
I

K
P
P
N
K
o
d
e

d
a
n

N
o
m
o
r
S
e
r
i

F
P

Y
a
n
g
D
i
g
a
n
t
i
P
P
n

B
M
D
P
P


(
R
u
p
i
a
h
)
P
P
N

(
R
u
p
i
a
h
)
2
1
/
1
0
/
2
0
1
3
2
0
.
0
0
0
.
0
0
0
2
8
/
1
0
/
2
0
1
3
0
2
0
.
0
0
0
-
1
3
.
0
0
0
0
0
7
0
0
1
8
/
1
0
/
2
0
1
3
1
8
/
1
0
/
2
0
1
3
0
4
/
1
0
/
2
0
1
3
J
o
k
o
0
6
.
3
2
5
.
4
5
6
.
3
-
5
2
9
.
0
0
0
0
4
/
1
0
/
2
0
1
3
0
2
0
.
0
0
0
-
1
3
.
0
0
0
0
0
1
0
1
2 3 4
C
V
.

W
i
j
a
y
a
0
1
.
5
6
2
.
3
5
8
.
3
-
5
2
9
.
0
0
0
J
U
M
L
A
H

-
d
i
p
i
n
d
a
h
k
a
n

k
e

F
o
r
m
u
l
i
r

1
1
0
7

P
U
T
d
s
t
2
1
/
1
0
/
2
0
1
3
0
2
0
.
0
0
0
-
1
3
.
0
0
0
0
0
8
0
0
1
0
.
0
0
0
.
0
0
0
1
.
0
0
0
.
0
0
0
2
8
/
1
0
/
2
0
1
3
2
8
/
1
0
/
2
0
1
3











3
.
0
0
0
.
0
0
0
5
B
a
g
u
s
0
6
.
4
5
6
.
3
2
1
.
2
-
5
2
9
.
0
0
0
B
.

P
P
N

d
a
n

P
P
n

B
M

Y
A
N
G

D
I
P
U
N
G
U
T

O
L
E
H

B
E
N
D
A
H
A
R
A

P
E
N
G
E
L
U
A
R
A
N
1 2
1
.
1
0
0
.
0
0
0
1
1
0
.
0
0
0
0
4
/
1
0
/
2
0
1
3
1
8
/
1
0
/
2
0
1
3
5
.
0
0
0
.
0
0
0
d
s
t
4
0
2
0
.
0
0
0
-
1
3
.
0
0
0
0
0
5
0
1
53
5
0
0
.
0
0
0
1
D
.
1
.
2
.
3
2
.
0
3
6
1
0
.
0
0
0
C
.

J
U
M
L
A
H

(
A
+
B
)
d
s
t
J
U
M
L
A
H

-
d
i
p
i
n
d
a
h
k
a
n

k
e

F
o
r
m
u
l
i
r

1
1
0
7

P
U
T
5
2
105
Lembar ke-1 untuk : Wajib Pajak
Lembar ke-2 untuk : Kantor Pelayanan Pajak
Lembar ke-3 untuk : Pemotong/Pemungut Pajak
(2)
NPWP : 0 1 - 2 3 4 - 5 6 7 - 8 - 3 3 1 - 0 0 0
(3)
Nama : P T J A Y A K A R Y A
Alamat : J L . P E M U D A N O . 3 5 J A M B I
(5) (4)
BUKTI PEMOTONGAN/PEMUNGUTAN PPh FINAL PASAL 4 AYAT (2)
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
KANTOR PELAYANAN PAJAK
PRATAMA JAMBI (1)
ATAS PENGHASILAN DARI USAHA JASA KONSTRUKSI
No.
PPh yang Dipotong/
Dipungut (Rp)
Tarif
(%)
Jumlah Nilai Bruto
(Rp)
Uraian
(3) (2) (1)
1.
4.
3.
2. Jasa pelaksanaan konstruksi oleh penyedia jasa
2%
Jasa pelaksanaan konstruksi oleh penyedia jasa
dengan kualifikasi usaha kecil
yang tidak memiliki kualifikasi usaha 4%
Jasa pelaksanaan konstruksi oleh penyedia jasa
selain angka 1 dan angka 2 di atas 15.000.000.000 3% 45.000.000
Jasa perencanaan atau pengawasan konstruksi
Nomor : 123/potput-final/2013
Pemotong/Pemungut Pajak
(5)
NPWP : 0 0 - 9 8 7 - 6 5 4 - 3 - 3 3 1 -
0 0 0
Nama : B E N D . I N S P E K T O R A T
W I L A Y A H P R O P . J A M B I
Perhatian :
1. Jumlah Pajak Penghasilan dari Jasa Tanda Tangan, Nama dan Cap
Konstruksi yang dipotong/dipungut di
2.
F.1.1.33.16 Lampiran I.8 Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER- 53/PJ/2009
4.
selain angka 1 dan angka 2 di atas 15.000.000.000 3% 45.000.000
Jasa perencanaan atau pengawasan konstruksi
oleh penyedia jasa yang memiliki kualifikasi usaha 4%
JUMLAH
6%
Jambi, 22 Juli 20 13
(4)
Syam Nugroho
(6)
5. Jasa perencanaan atau pengawasan konstruksi
oleh penyedia jasa yang tidak memiliki kualifikasi
usaha
45.000.000
atas bukan merupakan kredit pajak
Terbilang : empat puluh lima juta rupiah
lengkap dan benar.
dalam Surat Pemberitahuan (SPT)
Tahunan PPh.
Bukti Pemotongan/Pemungutan ini
dianggap sah apabila diisi dengan
Pembuatan Bukti Pemotongan PPh Final Pasal 4 ayat (2)
5. Pengisian formulir untuk T8
Pengisian formulir
T8
Pembangunan gedung
pelaksana PT Jaya
Karya, perencana
konstruksi Tuan Zaky,
nilai kontrak
Rp5.000.000.000
Pembayaran 22/7 2013
Pelaksana konstruksi
Rp1.500.000.000
Pembayaran 5/7 2011
perencana konstruksi
Rp50.000.000

Pemotongan PPh Pasal 4


ayat (2) pelaksana
konstruksi
(3%xRp1.500.000.000)

Pemungutan PPN

Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 4 (2)

Pengecekan keabsahan
faktur pajak dan pengisian
SSP

Menyetorkan PPh Pasal 4


(2)2 / PPN yang dipotong
dengan SSP

Melaporkan PPh Pasal 4(2)


yang dipotong dalam SPT
Masa PPh Pasal 4(2)

Melaporkan PPN yang


dipungut dalam SPT Masa
PPN
106
Lembar ke-1 untuk : Wajib Pajak
Lembar ke-2 untuk : Kantor Pelayanan Pajak
Lembar ke-3 untuk : Pemotong/Pemungut Pajak
(2)
NPWP : 0 9 - 5 7 3 - 8 8 2 - 9 - 3 3 1 - 0 0 0
(3)
Nama : Z A K Y
Alamat : G R T E L A N A I P U R A B L K M / 7 J A M B I
Nomor : 122/potput-final/2013
selain angka 1 dan angka 2 di atas 3%
Jasa perencanaan atau pengawasan konstruksi
yang tidak memiliki kualifikasi usaha 4%
Jasa pelaksanaan konstruksi oleh penyedia jasa
Jasa pelaksanaan konstruksi oleh penyedia jasa
2%
Jasa pelaksanaan konstruksi oleh penyedia jasa
dengan kualifikasi usaha kecil
(1)
1.
4.
3.
2.
(5) (4)
BUKTI PEMOTONGAN/PEMUNGUTAN PPh FINAL PASAL 4 AYAT (2)
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
KANTOR PELAYANAN PAJAK
PRATAMA JAMBI (1)
ATAS PENGHASILAN DARI USAHA JASA KONSTRUKSI
No.
PPh yang Dipotong/
Dipungut (Rp)
Tarif
(%)
Jumlah Nilai Bruto
(Rp)
Uraian
(3) (2)
Pemotong/Pemungut Pajak
(5)
NPWP : 0 0 - 9 8 7 - 6 5 4 - 3 - 3 3 1 -
0 0 0
Nama : B E N D . I N S P E K T O R A T
W I L A Y A H P R O P . J A M B I
Perhatian :
1. Jumlah Pajak Penghasilan dari Jasa Tanda Tangan, Nama dan Cap
Konstruksi yang dipotong/dipungut di
2.
F.1.1.33.16 Lampiran I.8 Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER- 53/PJ/2009
lengkap dan benar.
dalam Surat Pemberitahuan (SPT)
Tahunan PPh.
Bukti Pemotongan/Pemungutan ini
dianggap sah apabila diisi dengan
Jambi, 5 Juli 20 13
(4)
Syam Nugroho
(6)
5. Jasa perencanaan atau pengawasan konstruksi
oleh penyedia jasa yang tidak memiliki kualifikasi
usaha
2.000.000
atas bukan merupakan kredit pajak
Terbilang : dua juta rupiah
JUMLAH
6%
oleh penyedia jasa yang memiliki kualifikasi usaha 50.000.000 4% 2.000.000
selain angka 1 dan angka 2 di atas 3%
Jasa perencanaan atau pengawasan konstruksi 4.
Pengisian formulir
T8
Pembangunan gedung
pelaksana PT Jaya
Karya, perencana
konstruksi Tuan Zaky,
nilai kontrak
Rp5.000.000.000
Pembayaran 22/7 2013
Pelaksana konstruksi
Rp1.500.000.000
Pembayaran 5/7 2013
perencana konstruksi
Rp50.000.000

Pemotongan PPh Pasal 4


ayat (2) pelaksana
konstruksi
(4%xRp.50.000.000)

Pemungutan PPN

Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 4 (2)

Pengecekan keabsahan
faktur pajak dan pengisian
SSP

Menyetorkan PPh Pasal 4


(2)2 / PPN yang dipotong
dengan SSP

Melaporkan PPh Pasal 4(2)


yang dipotong dalam SPT
Masa PPh Pasal 4(2)

Melaporkan PPN yang


dipungut dalam SPT Masa
PPN
107
Bendahara Mahir Pajak 2014
86


Pembuatan SSP PPh Final Pasal 4 ayat (2) Masa Pajak Juni 2013


Pengisian formulir
T8
Pembangunan gedung
pelaksana PT Jaya
Karya, perencana
konstruksi Tuan Zaky,
nilai kontrak
Rp5.000.000.000

Pemotongan PPh Pasal 4
ayat (2)

Pemungutan PPN

Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 4 (2)

Pengecekan keabsahan
faktur pajak dan pengisian
SSP

Menyetorkan PPh Pasal 4
(2)2 / PPN yang dipotong
dengan SSP (Rp45.000.000
+ Rp2.000.000)

Melaporkan PPh Pasal 4(2)
yang dipungut dalam SPT
Masa PPh Pasal 4(2)

Melaporkan PPN yang
dipungut dalam SPT Masa
PPN





LEMBAR
Untuk Arsip Wajib Pajak
:
:
Diisi sesuai Nomor Ketetapan : STP, SKPKB, SKPKBT
Jumlah Pembayaran :
Terbilang :
9
(SSP)
Diisi sesuai dengan Nomor Objek Pajak
Masa Pajak
ALAMAT WP
1 0 0
NAMA WP :
:
0
Kode Akun Pajak
8
Bendahara Inspektorat Wilayah Propinsi Jambi
Jl. Veteran No. 2-4 Jambi
4 1 1 1
ALAMAT OP
NOP
......
Jan Feb Mar Apr Ags
Diisi sesuai dengan Nomor Pokok Wajib Pajak yang dimiliki
KEMENTERIAN KEUANGAN R.I.
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
NPWP 6 7 4 3 3 :
SURAT SETORAN PAJAK
5 3 0
1
Okt Sep Nov Des
Tahun Pajak
......
......
Kode Jenis Setoran
.....
.....
.....
0
Uraian Pembayaran : PPh Final Jasa Konstruksi
X 2 0 1 3
Mei Jun Jul
2 8 4 0 9
.......
Diisi Tahun terutangnya Pajak
Nomor Ketetapan
Diisi dengan rupiah penuh
empat puluh tujuh juta rupiah
/
Rp47.000.000
/ /
Beri tanda silang (x) pada kolom bulan, sesuai dengan pembayaran untuk masa yang berkenaan
: /
Terbilang :
, Tanggal 31 Juli 2013
Cap dan tanda tangan
Nama Jelas : . Nama Jelas : Syam Nugroho
F.2.0.32.01
Ruang Validasi Kantor Penerima Pembayaran
" Terima kasih Telah Membayar Pajak - Pajak Untuk Pembangunan Bangsa "
Tanggal
Wajib Pajak/Penyetor
Purbalingga
Diterima oleh Kantor Penerima Pembayaran
Cap dan tanda tangan
.......
.......
empat puluh tujuh juta rupiah
Pembuatan SSP PPh Final Pasal 4 ayat (2) Masa Pajak Juli 2013
108
Bendahara Mahir Pajak 2014 B
87

Pengisian SPT Masa PPh Final Pasal 4 ayat (2) Masa Pajak Juni 2011

Pengisian formulir
T8
Pembangunan
gedung pelaksana PT
Jaya Karya,
perencana konstruksi
Tuan Zaky, nilai
kontrak
Rp5.000.000.000

Pemotongan PPh Pasal 4
ayat (2)

Pemungutan PPN

Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 4
(2)

Pengecekan keabsahan
faktur pajak dan
pengisian SSP

Menyetorkan PPh Pasal 4
(2)2 / PPN yang dipotong
dengan SSP

Melaporkan PPh Pasal
4(2)
yang dipotong dalam
SPT Masa PPh Pasal 4(2)

Melaporkan PPN yang
dipungut dalam SPT
Masa PPN



X SPT Normal
SPT Pembetulan Ke-
0 7 / 2 0 1 3
1. NPWP : 0 0 9 8 7 6 5 4 3 - 3 3 1 0 0 0
2. Nama : B E N D A H A R A I N S P E K T O R A T W I L J A M B I
3. Alamat : J L . V E T E R A N N O . 2 - 4 J A M B I
1.
a. Bunga Deposito/Tabungan
1) Yang ditempatkan di Dalam Negeri
2) Yang ditempatkan di Luar Negeri
b. Diskonto Sertifikat Bank Indonesia
c. Jasa Giro
2. Transaksi Penjualan Saham
a. Saham Pendiri
b. Bukan Saham Pendiri
3. Bunga/Diskonto Obligasi dan Surat Berharga Negara
4. Hadiah Undian
5. Persewaan Tanah dan/atau Bangunan
a. Penyewa sebagai Pemotong Pajak
b. Orang Pribadi/Badan yang Menyetor Sendiri PPh
6. Jasa Konstruksi
411128/405
411128/403
411128/404
411128/404
411128/404
Nilai Obyek PajaK
(Rp)
(3)
411128/407
411128/407
411128/401
411128/403
KEMENTERIAN
KEUANGAN R.I.
DIREKTORAT
JENDERAL PAJAK
SURAT PEMBERITAHUAN (SPT) MASA
PAJAK PENGHASILAN FINAL PASAL 4 AYAT (2)
Formulir ini digunakan untuk melaporkan Pemotongan/Pemungutan
Pajak Penghasilan Final Pasal 4 Ayat (2)
(5) (2)
Masa Pajak
BAGIAN A. IDENTITAS PEMOTONG PAJAK/WAJIB PAJAK
BAGIAN B. OBJEK PAJAK
Uraian KAP/KJS
(1)
Bunga Deposito/Tabungan, Diskonto SBI dan Jasa Giro
411128/404
PPh yang Dipotong/
Dipungut/Disetor Sendiri (Rp)
Tarif
(%)
(4)
6. Jasa Konstruksi
a. Perencana Konstruksi
1) Pengguna Jasa sebagai Pemotong PPh
2) Penyedia Jasa yang Menyetor Sendiri PPh
b. Pelaksana Konstruksi
1) Pengguna Jasa sebagai Pemotong PPh
2) Penyedia Jasa yang Menyetor Sendiri PPh
c. Pengawas Konstruksi
1) Pengguna Jasa sebagai Pemotong PPh
2) Penyedia Jasa yang Menyetor Sendiri PPh
7. Wajib Pajak yang Melakukan Pengalihan Hak atas
Tanah/Bangunan
8. Bunga Simpanan yang Dibayarkan oleh Koperasi kepada
Anggota Wajib Pajak Orang Pribadi
9. Transaksi Derivatif Berupa Kontrak Berjangka yang
Diperdagangkan di Bursa
10. Dividen yang Diterima/Diperoleh Wajib Pajak Orang Pribadi
Dalam Negeri
11. Penghasilan Tertentu Lainnya
a.
b.
c.
1. X Surat Setoran Pajak : lembar.
2. X Daftar Bukti Pemotongan/Pemungutan PPh Final Pasal 4 ayat (2).
3. X Bukti Pemotongan/Pemungutan PPh Final Pasal 4 ayat (2) : lembar.
4. Surat Kuasa Khusus.
Terbilang : empat puluh tujuh juta rupiah
BAGIAN C. LAMPIRAN
BAGIAN D. PERNYATAAN DAN TANDA TANGAN
1
2
47.000.000 1.550.000.000
3% 45.000.000
4% 2.000.000 411128/409
JUMLAH
411128/402
411128/417
411128/418
......
.....
......
411128/409
411128/409
411128/409
411128/409
411128/409
411128/419
1.500.000.000
50.000.000
SPT Masa Diterima:
Langsung dari WP
X PEMOTONG PAJAK/PIMPINAN KUASA WAJIB PAJAK Melalui Pos
Nama B E N D A H A R A I T W I L P R J A M B I 2 0
NPWP 0 0 9 8 7 6 5 4 3 - 3 3 1 0 0 0
Tanda Tangan & Cap Tanggal 2 0 0 8 2 0 1 3 Tanda Tangan
F.1.1.32.04 Lampiran I.1 Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER- 53/PJ/2009
tanggal bulan tahun
Dengan menyadari sepenuhnya akan segala akibatnya termasuk sanksi-sanksi sesuai dengan ketentuan Diisi Oleh Petugas
BAGIAN D. PERNYATAAN DAN TANDA TANGAN
tahun
perundang-undangan yang berlaku, saya menyatakan bahwa apa yang telah saya beritahukan di atas beserta
lampiran-lampirannya adalah benar, lengkap dan jelas.
T
a
n
g
g
a
l
tanggal bulan
Pengisian SPT Masa PPh Final Pasal 4 ayat (2) Masa Pajak Juli 2013
109
Bendahara Mahir Pajak 2014
88

Daftar Bukti Pemotongan PPh Final Pasal 4 ayat (2)


Pengisian formulir
T8
Pembangunan
gedung pelaksana PT
Jaya Karya,
perencana konstruksi
Tuan Zaky, nilai
kontrak
Rp5.000.000.000

Pemotongan PPh Pasal 4
ayat (2)

Pemungutan PPN

Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 4
(2)

Pengecekan keabsahan
faktur pajak dan
pengisian SSP

Menyetorkan PPh Pasal 4
(2)2 / PPN yang dipotong
dengan SSP

Melaporkan PPh Pasal
4(2)
yang dipotong dalam
SPT Masa PPh Pasal 4(2)

Melaporkan PPN yang
dipungut dalam SPT
Masa PPN



0 7 / 2 0 1 3
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
(7)
Masa Pajak
No. NPWP Nama
PPh yang Dipotong
/Dipungut (Rp)
(5) (6) (2)
DAFTAR BUKTI PEMOTONGAN/PEMUNGUTAN
PPh FINAL PASAL 4 AYAT (2)
Bukti Pemotongan/Pemungutan
Nomor Tanggal
Nilai Obyek
Pajak (Rp)
(1)
KEMENTERIAN
KEUANGAN R.I.
DIREKTORAT
JENDERAL PAJAK
1.500.000.000
(3) (4)
09.573.882.9-331.000 Zaky 122/potput-final/2013 5 Juli 2013 50.000.000 2.000.000
PT. Jaya Karya 123/potput-final/2013 22 Juli 2013 01.234.567.8-331.000 45.000.000
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
1.550.000.000 47.000.000 JUMLAH
dst.
X PEMOTONG PAJAK/PIMPINAN KUASA WAJIB PAJAK Tanggal
2 0 0 8 2 0 1 3
Nama B E N D I T W I L P R O P J A M B I
NPWP 0 0 9 8 7 6 5 4 3
-
3 3 1 0 0 0 Tanda Tangan & Cap
D.1.1.32.06 Lampiran I.2 Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER- 53/PJ/2009
tahun tanggal bulan
Daftar Bukti Pemotongan PPh Final Pasal 4 ayat (2)
110
Bendahara Mahir Pajak 2014 B
89

Faktur Pajak

Pengisian formulir
T8
Pembangunan gedung
pelaksana PT Jaya
Karya, perencana
konstruksi Tuan
Zaky, nilai kontrak
Rp5.000.000.000

Pemotongan PPh Pasal 4
ayat (2)

Pemungutan PPN

Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 4
(2)

Pengecekan keabsahan
faktur pajak dan pengisian
SSP

Menyetorkan PPh Pasal 4
(2)2 / PPN yang dipotong
dengan SSP

Melaporkan PPh Pasal 4(2)
yang dipotong dalam SPT
Masa PPh Pasal 4(2)

Melaporkan PPN yang
dipungut dalam SPT Masa
PPN





Lembar ke-1 : Untuk Pembeli BKP/Penerima JKP
sebagai bukti Pajak Masukan
Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak :
Pengusaha Kena Pajak
Nama :
Alamat :
NPWP :
Pembeli Barang Kena Pajak/ Penerima Jasa Kena Pajak
Nama :
Alamat :
NPWP :
020.000-13.00000650
PT. Jaya Karya
Jl. Pemuda No. 35 Jambi
Nama Barang Kena Pajak/ Jasa Kena Pajak
01.234.567.8-331.000
Jl. Veteran No. 2-4 Jambi
00.987.654.3-331.000
1 1.500.000.000
Bendahara Itwilprop Jambi
Jasa Pelaksanaan Kontruksi Termin I
No.
Urut
FAKTUR PAJAK
Harga Jual/Penggantian/Uang
Muka/Termin
(Rp)
Harga Jual/Penggantian/Uang Muka/Termin *)
Dikurangi Potongan Harga
Dikurangi Uang Muka yang telah diterima
Dasar Pengenaan Pajak
PPN = 10% x Dasar Pengenaan Pajak
Pajak Penjualan Atas Barang Mewah
,
Nama Ray Mulyana
*) Coret yang tidak perlu
150.000.000
15 Juli 2013 Jambi
Jumlah
.. %
Rp.
Rp. Rp.
.. %
.. % Rp. Rp.
Rp.
Tarif
.. %
DPP PPn BM
Rp. Rp.
1.500.000.000
-
1.500.000.000
-
Rp.
Faktur Pajak
111
Bendahara Mahir Pajak 2014
90



Lembar ke-1 : Untuk Pembeli BKP/Penerima JKP
sebagai bukti Pajak Masukan
Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak :
Pengusaha Kena Pajak
Nama :
Alamat :
NPWP :
Pembeli Barang Kena Pajak/ Penerima Jasa Kena Pajak
Nama :
Alamat :
NPWP :
Harga Jual/Penggantian/Uang Muka/Termin *)
Dikurangi Potongan Harga
Dikurangi Uang Muka yang telah diterima
Dasar Pengenaan Pajak
PPN = 10% x Dasar Pengenaan Pajak
Pajak Penjualan Atas Barang Mewah
,
Nama Zaky
*) Coret yang tidak perlu
5.000.000
020.000-13.00000950
04 Juli 2013 Jambi
Zaky
Graha Telanai Pura Blok M No. 7 Jambi
Nama Barang Kena Pajak/ Jasa Kena Pajak
Jumlah
.. %
Rp.
Rp. Rp.
.. %
.. % Rp. Rp.
Rp.
09.573.882.9-331.000
Jl. Veteran No. 2-4 Jambi
00.987.654.3-331.000
1 50.000.000
Bendahara Itwilprop Jambi
Jasa Perencanaan Kontruksi
No.
Urut
FAKTUR PAJAK
Harga Jual/Penggantian/Uang
Muka/Termin
(Rp)
Tarif
.. %
DPP PPn BM
Rp. Rp.
50.000.000
-
50.000.000
-
Rp.
Pengisian formulir
T8
Pembangunan gedung
pelaksana PT Jaya
Karya, perencana
konstruksi Tuan Zaky,
nilai kontrak
Rp5.000.000.000

Pemotongan PPh Pasal 4
ayat (2)

Pemungutan PPN

Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 4 (2)

Pengecekan keabsahan
faktur pajak dan pengisian
SSP

Menyetorkan PPh Pasal 4
(2)2 / PPN yang dipotong
dengan SSP

Melaporkan PPh Pasal 4(2)
yang dipotong dalam SPT
Masa PPh Pasal 4(2)

Melaporkan PPN yang
dipungut dalam SPT Masa
PPN




Lembar ke-1 : Untuk Pembeli BKP/Penerima JKP
sebagai bukti Pajak Masukan
Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak :
Pengusaha Kena Pajak
Nama :
Alamat :
NPWP :
Pembeli Barang Kena Pajak/ Penerima Jasa Kena Pajak
Nama :
Alamat :
NPWP :
FAKTUR PAJAK
Harga Jual/Penggantian/Uang
Muka/Termin
(Rp)
Bendahara Itwilprop Jambi
No.
Urut
1 50.000.000 Jasa Perencanaan Kontruksi
09.573.882.9-331.000
Jl. Veteran No. 2-4 Jambi
00.987.654.3-331.000
020.000-13.00000950
Zaky
Graha Telanai Pura Blok M No. 7 Jambi
Nama Barang Kena Pajak/ Jasa Kena Pajak
Harga Jual/Penggantian/Uang Muka/Termin *)
Dikurangi Potongan Harga
Dikurangi Uang Muka yang telah diterima
Dasar Pengenaan Pajak
PPN = 10% x Dasar Pengenaan Pajak
Pajak Penjualan Atas Barang Mewah
,
Nama Zaky
*) Coret yang tidak perlu
50.000.000
-
50.000.000
-
Rp.
Tarif
.. %
DPP PPn BM
Rp. Rp.
Jumlah
.. %
Rp.
Rp. Rp.
.. %
.. % Rp. Rp.
Rp.
5.000.000
04 Juli 2013 Jambi
112
LEMBAR
Untuk Arsip Wajib Pajak
:
:
Diisi sesuai Nomor Ketetapan : STP, SKPKB, SKPKBT
Jumlah Pembayaran :
Terbilang :
2
(SSP)
Diisi sesuai dengan Nomor Objek Pajak
Masa Pajak
ALAMAT WP
1 0 0
NAMA WP :
:
0
Kode Akun Pajak
3
PT. Jaya Karya
Jl. Pemuda No. 35 Jambi
4 1 1 2
ALAMAT OP
NOP
......
Jan Feb Mar Apr Ags
Diisi sesuai dengan Nomor Pokok Wajib Pajak yang dimiliki
KEMENTERIAN KEUANGAN R.I.
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
NPWP 5 4 7 8 3 :
SURAT SETORAN PAJAK
6 3 0
1
Okt Sep Nov Des
Tahun Pajak
......
......
Kode Jenis Setoran
PPN Jasa Konstruksi oleh Pemungut PPN Dalam Negeri
.....
.....
1
Uraian Pembayaran :
X 2 0 1 3
Mei Jun Jul
1 1 9 0 0
.......
Diisi Tahun terutangnya Pajak
Nomor Ketetapan
Diisi dengan rupiah penuh
seratus lima puluh juta rupiah
/
Rp150.000.000
/ /
Beri tanda silang (x) pada kolom bulan, sesuai dengan pembayaran untuk masa yang berkenaan
: /
Terbilang :
, Tanggal 22 Juli 2013
Cap dan tanda tangan
Nama Jelas : . Nama Jelas : Syam Nugroho
F.2.0.32.01
Ruang Validasi Kantor Penerima Pembayaran
" Terima kasih Telah Membayar Pajak - Pajak Untuk Pembangunan Bangsa "
Tanggal
Wajib Pajak/Penyetor
Jambi
Diterima oleh Kantor Penerima Pembayaran
Cap dan tanda tangan
.......
.......
seratus lima puluh juta rupiah
Pembuatan SSP PPN
Bendahara Mahir Pajak 2014
92




Pengisian formulir
T8
Pembangunan gedung
pelaksana PT Jaya
Karya, perencana
konstruksi Tuan Zaky,
nilai kontrak
Rp5.000.000.000

Pemotongan PPh Pasal 4
ayat (2)

Pemungutan PPN

Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 4 (2)

Pengecekan keabsahan
faktur pajak dan pengisian
SSP

Menyetorkan PPh Pasal 4
(2)2 / PPN yang dipotong
dengan SSP

Melaporkan PPh Pasal 4(2)
yang dipotong dalam SPT
Masa PPh Pasal 4(2)

Melaporkan PPN yang
dipungut dalam SPT Masa
PPN




113
Bendahara Mahir Pajak 2014
92




Pengisian formulir
T8
Pembangunan gedung
pelaksana PT Jaya
Karya, perencana
konstruksi Tuan Zaky,
nilai kontrak
Rp5.000.000.000

Pemotongan PPh Pasal 4
ayat (2)

Pemungutan PPN

Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 4 (2)

Pengecekan keabsahan
faktur pajak dan pengisian
SSP

Menyetorkan PPh Pasal 4
(2)2 / PPN yang dipotong
dengan SSP

Melaporkan PPh Pasal 4(2)
yang dipotong dalam SPT
Masa PPh Pasal 4(2)

Melaporkan PPN yang
dipungut dalam SPT Masa
PPN




LEMBAR
Untuk Arsip Wajib Pajak
:
:
Diisi sesuai Nomor Ketetapan : STP, SKPKB, SKPKBT
Jumlah Pembayaran :
Terbilang :
.......
Diisi Tahun terutangnya Pajak
Nomor Ketetapan
Diisi dengan rupiah penuh
lima juta rupiah
/
Rp5.000.000
/ /
Beri tanda silang (x) pada kolom bulan, sesuai dengan pembayaran untuk masa yang berkenaan
: /
Mei Jun Jul
1 1 9 0 0
1
Okt Sep Nov Des
Tahun Pajak
......
......
Kode Jenis Setoran
PPN Jasa Konstruksi oleh Pemungut PPN Dalam Negeri
.....
.....
9
Uraian Pembayaran :
X 2 0 1 3
Diisi sesuai dengan Nomor Pokok Wajib Pajak yang dimiliki
KEMENTERIAN KEUANGAN R.I.
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
NPWP 8 3 2 9 3 :
SURAT SETORAN PAJAK
8 3 0
NAMA WP :
:
0
Kode Akun Pajak
7
Zaky
Graha Telanai Pura Blok M No.7 Jambi
4 1 1 2
ALAMAT OP
NOP
......
Jan Feb Mar Apr Ags
5
(SSP)
Diisi sesuai dengan Nomor Objek Pajak
Masa Pajak
ALAMAT WP
1 0 0
Terbilang :
, Tanggal 5 Juli 2013
Cap dan tanda tangan
Nama Jelas : . Nama Jelas : Syam Nugroho
F.2.0.32.01
.......
.......
lima juta rupiah
Cap dan tanda tangan
Ruang Validasi Kantor Penerima Pembayaran
" Terima kasih Telah Membayar Pajak - Pajak Untuk Pembangunan Bangsa "
Tanggal
Wajib Pajak/Penyetor
Jambi
Diterima oleh Kantor Penerima Pembayaran
114
Bendahara Mahir Pajak 2014 B
93

Pengisian SPT Masa PPN Bagi Pemungut PPN Masa Pajak Juli 2013

Pengisian formulir
T8
Pembangunan gedung
pelaksana PT Jaya
Karya, perencana
konstruksi Tuan Zaky,
nilai kontrak
Rp5.000.000.000

Pemotongan PPh Pasal 4
ayat (2)

Pemungutan PPN

Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 4 (2)

Pengecekan keabsahan
faktur pajak dan pengisian
SSP

Menyetorkan PPh Pasal 4
(2)2 / PPN yang dipotong
dengan SSP

Melaporkan PPh Pasal 4(2)
yang dipotong dalam SPT
Masa PPh Pasal 4(2)

Melaporkan PPN yang
dipungut dalam SPT Masa
PPN




Beri tanda X dalam
Nama Pemungut : Bendahara Itwilprop Jambi NPWP : 0 0 - 9 8 7 - 6 5 4 - 3 - 3 3 1 - 0 0 0
Alamat : Jl. Veteran No. 2-4 Jambi Masa : 0 7 0 7 - 2 0 1 3
No. Telp : .. ()
Usaha :
PPN yang dipungut oleh Bendahara Pengeluaran
PPn BM yang dipungut oleh Bendahara Pengeluaran
Rp
FORMULIR SURAT PEMBERITAHUAN MASA
Bacalah terlebih dahulu Buku Petunjuk Pengisian SPT Masa PPN
s.d.
1107 PUT
PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (SPT MASA PPN)
BAGI PEMUNGUT PPN
yang sesuai
Jumlah PPN dan PPn BM yang dipungut oleh Bendahara
Pengeluaran
S
e
s
u
a
i
d
e
n
g
a
n
k
e
t
e
n
t
u
a
n
P
a
s
a
l
3
a
y
a
t
(
7
)
U
U
N
o
m
o
r
6
T
a
h
u
n
1
9
8
3
s
e
b
a
g
a
i
m
a
n
a
t
e
l
a
h
b
e
b
e
r
a
p
a
k
a
l
i
d
i
u
b
a
h
t
e
r
a
k
h
i
r
d
e
n
g
a
n
U
U
N
o
m
o
r
1
6
T
a
h
u
n
2
0
0
0
,
a
p
a
b
i
l
a
S
P
T
M
a
s
a
y
a
n
g
S
a
u
d
a
r
a
s
a
m
p
a
i
k
a
n
t
i
d
a
k
d
i
t
a
n
d
a
t
a
n
g
a
n
i
a
t
a
u
t
i
d
a
k
s
e
p
e
n
u
h
n
y
a
d
i
l
a
m
p
i
r
i
k
e
t
e
r
a
n
g
a
n

d
a
n
/
a
t
a
u

d
o
k
u
m
e
n

y
a
n
g

d
i
t
e
t
a
p
k
a
n
,

m
a
k
a

S
P
T

S
a
u
d
a
r
a

d
i
a
n
g
g
a
p

t
i
d
a
k

d
i
s
a
m
p
a
i
k
a
n
.
Rp
PPn BM yang dipungut oleh Penerbit SPM melalui KPPN
A. PPN DAN PPn BM YANG DIPUNGUT OLEH BENDAHARAWAN PEMERINTAH
1
Rp
DEPARTEMEN KEUANGAN RI
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
2
P
e
r
h
a
t
i
a
n
B. PPN DAN PPn BM YANG DIPUNGUT OLEH SELAIN BENDAHARAWAN PEMERINTAH
PPN yang dipungut oleh Penerbit SPM melalui KPPN
Pembetulan Ke :
Rp155.000.000
Rp0
Rp155.000.000
Jumlah PPN dan PPn BM yang dipungut oleh Penerbit SPM
melalui KPPN
1
2
X
1
2 Rp
Pernyataan
Kuasa Bendaharawan/Pengurus
Tanda tangan :
Nama Jelas : Syam Nugroho
X Pemungut Jabatan : Bendahara Itwilprop Jambi
Cap Perusahaan :
F.1.2.32.02
Rp
Rp
Rp
Kuasa
Jambi, 20 Agustus 2013
S
e
s
u
a
i
d
e
n
g
a
n
k
e
t
e
n
t
u
a
n
P
a
s
a
l
3
a
y
a
t
(
7
)
U
U
N
o
m
o
r
6
T
a
h
u
n
1
9
8
3
s
e
b
a
g
a
i
m
a
n
a
t
e
l
a
h
b
e
b
e
r
a
p
a
k
a
l
i
d
i
u
b
a
h
t
e
r
a
k
h
i
r
d
e
n
g
a
n
U
U
N
o
m
o
r
1
6
T
a
h
u
n
2
0
0
0
,
a
p
a
b
i
l
a
S
P
T
M
a
s
a
y
a
n
g
S
a
u
d
a
r
a
s
a
m
p
a
i
k
a
n
t
i
d
a
k
d
i
t
a
n
d
a
t
a
n
g
a
n
i
a
t
a
u
t
i
d
a
k
s
e
p
e
n
u
h
n
y
a
d
i
l
a
m
p
i
r
i
k
e
t
e
r
a
n
g
a
n

d
a
n
/
a
t
a
u

d
o
k
u
m
e
n

y
a
n
g

d
i
t
e
t
a
p
k
a
n
,

m
a
k
a

S
P
T

S
a
u
d
a
r
a

d
i
a
n
g
g
a
p

t
i
d
a
k

d
i
s
a
m
p
a
i
k
a
n
.
PPN sebanyak 2 Lembar
Dengan menyadari sepenuhnya akan segala akibatnya, saya menyatakan bahwa
apa yang telah saya beritahukan di atas beserta lampiran-lampirannya adalah
benar, lengkap, jelas dan tidak bersyarat
..
SSP
Surat Kuasa Khusus
PPn BM sebanyak . Lembar
Rp155.000.000
P
e
r
h
a
t
i
a
n
Jumlah PPN dan PPn BM yang dipungut
PPN yang dipungut
B. PPN DAN PPn BM YANG DIPUNGUT OLEH SELAIN BENDAHARAWAN PEMERINTAH
PPn BM yang dipungut
Lampiran :
3
Pengisian SPT Masa PPN Bagi Pemungut PPN Masa Pajak Juli 2013
115
0
7
0
7
2
0
1
3
P
P
n

B
M

(
R
u
p
i
a
h
)
Z
a
k
y
0
9
.
5
7
3
.
8
8
2
.
9
-
3
3
1
.
0
0
0
P
T
.

J
a
y
a

K
a
r
y
a
0
1
.
2
3
4
.
5
6
7
.
8
-
3
3
1
.
0
0
0
1
5
/
0
7
/
2
0
1
3
0
2
0
.
0
0
0
-
1
3
.
0
0
0
0
0
6
5
0
1
.
5
0
0
.
0
0
0
.
0
0
0
0
5
/
0
7
/
2
0
1
3
::
K
o
d
e

d
a
n

N
o
m
o
r

S
e
r
i
T
a
n
g
g
a
l
A
.

P
P
N

d
a
n

P
P
n

B
M

Y
A
N
G

D
I
P
U
N
G
U
T

O
L
E
H

P
E
N
E
R
B
I
T

S
P
M

M
E
L
A
L
U
I

K
P
P
N
12
B
e
n
d
a
h
a
r
a

I
t
w
i
l
p
r
o
p

J
a
m
b
i
0
0
.
9
8
7
.
6
5
4
.
3
-
3
3
1
.
0
0
0
N
A
M
A

P
E
M
U
N
G
U
T
N
P
W
P
N
o
.
N
a
m
a

R
e
k
a
n
a
n
N
P
W
P

R
e
k
a
n
a
n
F

A

K

T

U

R



P

A

J

A

K
T
a
n
g
g
a
l

B
a
y
a
r
T
a
g
i
h
a
n
T
a
n
g
g
a
l

S
e
t
o
r
P
P
N
K
o
d
e

d
a
n

N
o
m
o
r
S
e
r
i

F
P

Y
a
n
g
D
i
g
a
n
t
i
F

O

R

M

U

L

I

R
D
E
P
A
R
T
E
M
E
N

K
E
U
A
N
G
A
N

R
I
D
I
R
E
K
T
O
R
A
T

J
E
N
D
E
R
A
L

P
A
J
A
K
L
A
M
P
I
R
A
N

1
D
A
F
T
A
R

P
P
N

D
A
N

P
P
n

B
M

Y
A
N
G

D
I
P
U
N
G
U
T

O
L
E
H

B
E
N
D
A
H
A
R
A
W
A
N

P
E
M
E
R
I
N
T
A
H
-
s
.
d
.
P
e
m
b
e
t
u
l
a
n

K
e
-

:

.
)
1
1
0
7
P
U
T

1
M
a
s
a

P
a
j
a
k



:
P
P
n

B
M
D
P
P


(
R
u
p
i
a
h
)
P
P
N

(
R
u
p
i
a
h
)
0
5
/
0
7
/
2
0
1
3
5
0
.
0
0
0
.
0
0
0
0
5
/
0
7
/
2
0
1
3
0
2
0
.
0
0
0
-
1
3
.
0
0
0
0
0
9
5
0
1
5
0
.
0
0
0
.
0
0
0
2
2
/
0
7
/
2
0
1
3
2
2
/
0
7
/
2
0
1
3
5
.
0
0
0
.
0
0
0







1
5
5
.
0
0
0
.
0
0
0
34
Z
a
k
y
0
9
.
5
7
3
.
8
8
2
.
9
-
3
3
1
.
0
0
0
P
T
.

J
a
y
a

K
a
r
y
a
0
1
.
2
3
4
.
5
6
7
.
8
-
3
3
1
.
0
0
0
J
U
M
L
A
H

-
d
i
p
i
n
d
a
h
k
a
n

k
e

F
o
r
m
u
l
i
r

1
1
0
7

P
U
T
d
s
t
1
5
/
0
7
/
2
0
1
3
0
2
0
.
0
0
0
-
1
3
.
0
0
0
0
0
6
5
0
1
.
5
0
0
.
0
0
0
.
0
0
0
5
0
5
/
0
7
/
2
0
1
3
12
0
5
/
0
7
/
2
0
1
3
5
0
.
0
0
0
.
0
0
0
0
5
/
0
7
/
2
0
1
3
0
2
0
.
0
0
0
-
1
3
.
0
0
0
0
0
9
5
0
B
.

P
P
N

d
a
n

P
P
n

B
M

Y
A
N
G

D
I
P
U
N
G
U
T

O
L
E
H

B
E
N
D
A
H
A
R
A

P
E
N
G
E
L
U
A
R
A
N
12
1
5
0
.
0
0
0
.
0
0
0
2
2
/
0
7
/
2
0
1
3
2
2
/
0
7
/
2
0
1
3
5
.
0
0
0
.
0
0
0
45 3
1
D
.
1
.
2
.
3
2
.
0
3
C
.

J
U
M
L
A
H

(
A
+
B
)
d
s
t
J
U
M
L
A
H

-
d
i
p
i
n
d
a
h
k
a
n

k
e

F
o
r
m
u
l
i
r

1
1
0
7

P
U
T
5
2
116
Bendahara Mahir Pajak 2014 B
95

6. Pengisian formulir untuk T9
Pembuatan SSP PPh Final Pasal 4 ayat (2)




Pengisian formulir
T9
Pembebasan tanah
atas nama Nasrun
800m x Rp400.000 dan
ibu Mega 1.200m x
Rp400.000


Pemotongan PPh Pasal 4
ayat (2)
Nasrun (800m x Rp400.000
x 5%)


Menyetorkan PPh Pasal 4
(2)2 dengan SSP


Melaporkan PPh Pasal 4(2)
yang dipotong dalam SPT
Masa PPh Pasal 4(2)








LEMBAR
Untuk Arsip Wajib Pajak
:
:
Diisi sesuai Nomor Ketetapan : STP, SKPKB, SKPKBT
Jumlah Pembayaran :
Terbilang :
Diisi sesuai dengan Nomor Objek Pajak
Masa Pajak
ALAMAT WP
: 0 0
Kode Akun Pajak
0 5 4 5 1 0 1
Jan Feb Mar
Nasrun
Hulu Sungai Tengah, Barabai
4 1 1 1
6 3 0 7 0 4 0 0
ALAMAT OP
NOP
......
NAMA WP :
Diisi sesuai dengan Nomor Pokok Wajib Pajak yang dimiliki
KEMENTERIAN KEUANGAN R.I.
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
NPWP 7 5 3 0 7 :
SURAT SETORAN PAJAK
2 2 0 4
(SSP)
1 0 0 1 9
1
Okt Sep Nov Des
Tahun Pajak
Hulu Sungai Tengah, Barabai
......
Kode Jenis Setoran
Atas Pengalihan Hak Atas Tanah dan/atau Bangunan
.....
.....
4
Uraian Pembayaran : PPh Final Pasal 4 ayat (2)
2 0 1 3
0
Mei Jun Jul
X
2 8 4 0 2
Apr Ags
.......
Diisi Tahun terutangnya Pajak
Nomor Ketetapan
Diisi dengan rupiah penuh
enam belas juta rupiah
/
Rp16.000.000
/ /
Beri tanda silang (x) pada kolom bulan, sesuai dengan pembayaran untuk masa yang berkenaan
: /
Terbilang :
, Tanggal Maret 2013
Cap dan tanda tangan
Bendahara Dinas Perhubungan Kab. Hulu Sungai Tengah
Nama Jelas : . Nama Jelas : Wahyono
F.2.0.32.01
Ruang Validasi Kantor Penerima Pembayaran
" Terima kasih Telah Membayar Pajak - Pajak Untuk Pembangunan Bangsa "
Tanggal
Cap dan tanda tangan
Wajib Pajak/Penyetor
Purbalingga
Diterima oleh Kantor Penerima Pembayaran
.......
.......
enam belas juta rupiah
Pembuatan Bukti Pemotongan PPh Final Pasal 4 ayat (2)
6. Pengisian formulir untuk T9
117
LEMBAR
Untuk Arsip Wajib Pajak
:
:
Diisi sesuai Nomor Ketetapan : STP, SKPKB, SKPKBT
Jumlah Pembayaran :
Terbilang :
Diisi sesuai dengan Nomor Objek Pajak
Masa Pajak
ALAMAT WP
: 4 0
Kode Akun Pajak
0 5 4 5 1 0 5
Jan Feb Mar
Mega
Hulu Sungai Tengah, Barabai
4 1 1 1
6 3 0 7 0 4 0 0
ALAMAT OP
NOP
......
NAMA WP :
Diisi sesuai dengan Nomor Pokok Wajib Pajak yang dimiliki
KEMENTERIAN KEUANGAN R.I.
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
NPWP 2 4 4 0 7 :
SURAT SETORAN PAJAK
8 2 0 6
(SSP)
1 0 0 0 1
1
Okt Sep Nov Des
Tahun Pajak
Hulu Sungai Tengah, Barabai
......
Kode Jenis Setoran
Atas Pengalihan Hak Atas Tanah dan/atau Bangunan
.....
.....
2
Uraian Pembayaran : PPh Final Pasal 4 ayat (2)
2 0 1 3
0
Mei Jun Jul
X
2 8 4 0 2
Apr Ags
.......
Diisi Tahun terutangnya Pajak
Nomor Ketetapan
Diisi dengan rupiah penuh
dua puluh empat juta rupiah
/
Rp24.000.000
/ /
Beri tanda silang (x) pada kolom bulan, sesuai dengan pembayaran untuk masa yang berkenaan
: /
Terbilang :
, Tanggal Maret 2013
Cap dan tanda tangan
Bendahara Dinas Perhubungan Kab. Hulu Sungai Tengah
Nama Jelas : . Nama Jelas : Wahyono
F.2.0.32.01
Ruang Validasi Kantor Penerima Pembayaran
" Terima kasih Telah Membayar Pajak - Pajak Untuk Pembangunan Bangsa "
Tanggal
Cap dan tanda tangan
Wajib Pajak/Penyetor
Purbalingga
Diterima oleh Kantor Penerima Pembayaran
.......
.......
dua puluh empat juta rupiah
Bendahara Mahir Pajak 2014 B
95

6. Pengisian formulir untuk T9
Pembuatan SSP PPh Final Pasal 4 ayat (2)




Pengisian formulir
T9
Pembebasan tanah
atas nama Nasrun
800m x Rp400.000 dan
ibu Mega 1.200m x
Rp400.000


Pemotongan PPh Pasal 4
ayat (2)
Nasrun (800m x Rp400.000
x 5%)


Menyetorkan PPh Pasal 4
(2)2 dengan SSP


Melaporkan PPh Pasal 4(2)
yang dipotong dalam SPT
Masa PPh Pasal 4(2)








118
Bendahara Mahir Pajak 2014 B
97

Pengisian SPT Masa PPh Final Pasal 4 ayat (2)
Pengisian formulir
T9
Pembebasan tanah
atas nama Nasrun
800m x Rp400.000
dan ibu Mega 1.200m
x Rp400.000


Pemotongan PPh Pasal 4
ayat (2)


Menyetorkan PPh Pasal 4
(2)2 dengan SSP


Melaporkan PPh Pasal
4(2)
yang dipotong dalam SPT
Masa PPh Pasal 4(2)




X SPT Normal
SPT Pembetulan Ke-
0 3 / 2 0 1 3
1. NPWP : 0 0 6 9 5 7 5 4 0 - 7 2 1 0 0 0
2. Nama : B E N D D I N A S P E R H U B U N G A N K A B H U L U
3. Alamat : H U L U S U N G A I T E N G A H B A R A B A I
1.
a. Bunga Deposito/Tabungan
1) Yang ditempatkan di Dalam Negeri
2) Yang ditempatkan di Luar Negeri
b. Diskonto Sertifikat Bank Indonesia
c. Jasa Giro
2. Transaksi Penjualan Saham
a. Saham Pendiri
b. Bukan Saham Pendiri
3. Bunga/Diskonto Obligasi dan Surat Berharga Negara
4. Hadiah Undian
5. Persewaan Tanah dan/atau Bangunan
a. Penyewa sebagai Pemotong Pajak
b. Orang Pribadi/Badan yang Menyetor Sendiri PPh
6. Jasa Konstruksi
PPh yang Dipotong/
Dipungut/Disetor Sendiri (Rp)
Tarif
(%)
(4)
KEMENTERIAN
KEUANGAN R.I.
DIREKTORAT
JENDERAL PAJAK
SURAT PEMBERITAHUAN (SPT) MASA
PAJAK PENGHASILAN FINAL PASAL 4 AYAT (2)
Formulir ini digunakan untuk melaporkan Pemotongan/Pemungutan
Pajak Penghasilan Final Pasal 4 Ayat (2)
(5) (2)
Masa Pajak
BAGIAN A. IDENTITAS PEMOTONG PAJAK/WAJIB PAJAK
BAGIAN B. OBJEK PAJAK
Uraian KAP/KJS
(1)
Bunga Deposito/Tabungan, Diskonto SBI dan Jasa Giro
411128/404
411128/404
411128/404
411128/404
Nilai Obyek PajaK
(Rp)
(3)
411128/407
411128/407
411128/401
411128/403
411128/405
411128/403
6. Jasa Konstruksi
a. Perencana Konstruksi
1) Pengguna Jasa sebagai Pemotong PPh
2) Penyedia Jasa yang Menyetor Sendiri PPh
b. Pelaksana Konstruksi
1) Pengguna Jasa sebagai Pemotong PPh
2) Penyedia Jasa yang Menyetor Sendiri PPh
c. Pengawas Konstruksi
1) Pengguna Jasa sebagai Pemotong PPh
2) Penyedia Jasa yang Menyetor Sendiri PPh
7. Wajib Pajak yang Melakukan Pengalihan Hak atas
Tanah/Bangunan
8. Bunga Simpanan yang Dibayarkan oleh Koperasi kepada
Anggota Wajib Pajak Orang Pribadi
9. Transaksi Derivatif Berupa Kontrak Berjangka yang
Diperdagangkan di Bursa
10. Dividen yang Diterima/Diperoleh Wajib Pajak Orang Pribadi
Dalam Negeri
11. Penghasilan Tertentu Lainnya
a.
b.
c.
1. X Surat Setoran Pajak : lembar.
2. Daftar Bukti Pemotongan/Pemungutan PPh Final Pasal 4 ayat (2).
3. Bukti Pemotongan/Pemungutan PPh Final Pasal 4 ayat (2) : lembar.
4. Surat Kuasa Khusus.
......
411128/409
411128/409
411128/409
411128/409
411128/409
411128/419
411128/409
JUMLAH
411128/402
411128/417
411128/418
......
.....
800.000.000 5% 40.000.000
40.000.000 800.000.000
Terbilang : empat puluh juta rupiah
BAGIAN C. LAMPIRAN
BAGIAN D. PERNYATAAN DAN TANDA TANGAN
2
SPT Masa Diterima:
Langsung dari WP
X PEMOTONG PAJAK/PIMPINAN KUASA WAJIB PAJAK Melalui Pos
Nama B E N D D I N A S P E R H U B K A B H U 2 0
NPWP 0 0 6 9 5 7 5 4 0 - 7 2 1 0 0 0
Tanda Tangan & Cap Tanggal 1 9 0 4 2 0 1 3 Tanda Tangan
F.1.1.32.04 Lampiran I.1 Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER- 53/PJ/2009
tanggal bulan tahun
Dengan menyadari sepenuhnya akan segala akibatnya termasuk sanksi-sanksi sesuai dengan ketentuan Diisi Oleh Petugas
BAGIAN D. PERNYATAAN DAN TANDA TANGAN
tahun
perundang-undangan yang berlaku, saya menyatakan bahwa apa yang telah saya beritahukan di atas beserta
lampiran-lampirannya adalah benar, lengkap dan jelas.
T
a
n
g
g
a
l
tanggal bulan
Pengisian SPT Masa PPh Final Pasal 4 ayat (2)
119
Bendahara Mahir Pajak 2014
98


T7. Pengisian formulir untuk T11
Pembuatan bukti pemotongan PPh Pasal 23

Pengisian formulir
T11
Pembayaran jasa
katering Rp3.500.000
kepada CV Sedap


Pemotongan PPh Pasal 23
(2% x Rp3.500.000)


Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 23


Menyetorkan PPh Pasal 23
dengan SSP


Melaporkan PPh Pasal 23
yang dipotong dalam SPT
Masa PPh Pasal 23/26



Lembar ke-1 untuk : Wajib Pajak
Lembar ke-2 untuk : Kantor Pelayanan Pajak
Lembar ke-3 untuk : Pemotong Pajak
(2)
NPWP : 0 2 - 4 2 5 - 7 4 3 - 2 - 8 2 2 - 0 0 0 (3)
Nama : C V S E D A P
Alamat : J L I N S P E K S I K A L I M A L A N G 4 0 - 4 2
Nomor : 0002/23XYZ02/2013
BUKTI PEMOTONGAN PPh PASAL 23
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
KANTOR PELAYANAN PAJAK
PRATAMA GORONTALO
Jenis Penghasilan
Jumlah Penghasilan
Bruto (Rp)
Tarif Lebih Tinggi
100% (Tdk ber-
NPWP)
Tarif
(%)
PPh yang Dipotong
(Rp)
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
No.
1. Dividen *) 15%
2. Bunga **) 15%
3. Royalti 15%
4. Hadiah dan penghargaan 15%
5. Sewa dan Penghasilan lain
sehubungan dengan
penggunaan harta ***) 2%
6. Jasa Teknik, Jasa Manajemen,
a. Jasa Teknik
b. Jasa Manajemen
c. Jasa Konsultan
d. Jasa lain :
1) Jasa Katering
2)
3)
4)
5)
6)
Perhatian :
1. Jumlah Pajak Penghasilan Pasal 23
yang dipotong di atas merupakan
angsuran atas Pajak Penghasilan yang Pemotong Pajak
(5)
terutang untuk tahun pajak yang
bersangkutan. Simpanlah bukti NPWP : 0 0 - 8 7 5 - 4 6 9 - 0 - 8 2 2 - 0 0 0
pemotongan ini baik-baik untuk
diperhitungkan sebagai kredit pajak Nama : B E N D P E M D A G O R O N T A L O
2. Bukti Pemotongan ini dianggap sah
6. Jasa Teknik, Jasa Manajemen,
sesuai PMK-244/PMK.03/2008:
2%
Jasa Konsultansi dan Jasa Lain
2%
3.500.000 2% 70.000
2%
2%
2%
3.500.000
2%
2%
JUMLAH 70.000
2%
Gorontalo, 25 Februari 2013
(4)
Terbilang : tujuh puluh ribu rupiah
****)
2. Bukti Pemotongan ini dianggap sah
apabila diisi dengan lengkap dan
benar. Tanda Tangan, Nama dan Cap
*) Tidak termasuk dividen kepada WP Orang Pribadi dalam negeri.
**) Tidak termasuk bunga simpanan yang dibayarkan oleh koperasi
kepada anggota WP Orang Pribadi.
***) Kecuali sewa tanah dan bangunan.
****) Apabila kurang harap diisi sendiri.
F.1.1.33.06 Lampiran IV.3 Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER- 53/PJ/2009
Bagus
(6)
Pembuatan Bukti Pemotongan PPh Pasal 23
7. Pengisian formulir untuk T11
120
Bendahara Mahir Pajak 2014 B
99



Pembuatan SSP PPh Pasal 23



Pengisian formulir
T11
Pembayaran jasa
katering
Rp3.500.000 kepada
CV Sedap


Pemotongan PPh Pasal
23 (2% x Rp3.500.000)


Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal
23


Menyetorkan PPh Pasal
23 dengan SSP


Melaporkan PPh Pasal
23
yang dipotong dalam
SPT Masa PPh Pasal
23/26









LEMBAR
Untuk Arsip Wajib Pajak
:
:
Diisi sesuai Nomor Ketetapan : STP, SKPKB, SKPKBT
Jumlah Pembayaran :
Terbilang :
.......
Diisi Tahun terutangnya Pajak
Nomor Ketetapan
Diisi dengan rupiah penuh
tujuh puluh ribu rupiah
/
Rp70.000
/ /
Beri tanda silang (x) pada kolom bulan, sesuai dengan pembayaran untuk masa yang berkenaan
: /
Mei Jun Jul
2 4 1 0 0
Apr Ags
1
Okt Sep Nov Des
Tahun Pajak
......
......
Kode Jenis Setoran
.....
.....
.....
0
Uraian Pembayaran : Setoran Masa PPh Pasal 23
2 0 1 3
Diisi sesuai dengan Nomor Pokok Wajib Pajak yang dimiliki
KEMENTERIAN KEUANGAN R.I.
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
NPWP 4 5 9 0 8 :
SURAT SETORAN PAJAK
6 2 0 8
(SSP)
2 0 0 0 7
Bendahara Pemda Gorontalo
Banyudono Gorontalo
4 1 1 1
ALAMAT OP
NOP
......
NAMA WP :
Diisi sesuai dengan Nomor Objek Pajak
Masa Pajak
ALAMAT WP
X
:
Kode Akun Pajak
Jan Feb Mar
Terbilang :
, Tanggal 7 Maret 2013
Cap dan tanda tangan
Bendahara Pemda Gorontalo
Nama Jelas : . Nama Jelas : Bagus
F.2.0.32.01
.......
.......
tujuh puluh ribu rupiah
Wajib Pajak/Penyetor
Gorontalo
Diterima oleh Kantor Penerima Pembayaran
Ruang Validasi Kantor Penerima Pembayaran
" Terima kasih Telah Membayar Pajak - Pajak Untuk Pembangunan Bangsa "
Tanggal
Cap dan tanda tangan
Pembuatan SSP PPh Pasal 23
121
Bendahara Mahir Pajak 2014
100

Pengisian SPT Masa PPh Pasal 23


Pengisian formulir
T11
Pembayaran jasa
katering Rp3.500.000
kepada CV Sedap


Pemotongan PPh Pasal 23
(2% x Rp3.500.000)


Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 23


Menyetorkan PPh Pasal 23
dengan SSP


Melaporkan PPh Pasal 23
yang dipotong dalam SPT
Masa PPh Pasal 23/26





X SPT Normal
SPT Pembetulan Ke-
0 2 / 2 0 1 3
1. NPWP : 0 0 8 7 5 4 6 9 0 - 8 2 2 0 0 0
2. Nama : B E N D A H A R A P E M D A G O R O N T A L O
3. Alamat : B A N Y U D O N O G O R O N T A L O
1. PPh Pasal 23 yang telah Dipotong
1.
2.
3.
4.
5.
6.
a. Jasa Teknik
b. Jasa Manajemen
c. Jasa Konsultan
d. Jasa lain :****)
1) Jasa Catering
2) ...
3) ...
7.
Bunga **)
.......
Hadiah dan penghargaan
Royalti
JUMLAH
Terbilang tujuh puluh ribu rupiah
70.000
o
411124/104
411124/101
411124/103
411124/102
dengan PMK-244/PMK.03/2008 :
Jasa Teknik, Jasa Manajemen, Jasa Konsultansi dan jasa lain sesuai
Sewa dan Penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta ***) 411124/100
411124/100
411124/104
411124/104
3.500.000
3.500.000
(1)
BAGIAN B. OBJEK PAJAK
(3) (4) (2)
KAP/KJS
PAJAK PENGHASILAN PASAL 23 DAN/ATAU PASAL 26
SURAT PEMBERITAHUAN (SPT) MASA
BAGIAN A. IDENTITAS PEMOTONG PAJAK/WAJIB PAJAK
Uraian
KEMENTERIAN
KEUANGAN R.I.
DIREKTORAT
JENDERAL PAJAK
Formulir ini digunakan untuk melaporkan Pemotongan
Pajak Penghasilan Pasal 23 dan/atau Pasal 26
Masa Pajak
Jumlah Penghasilan Bruto (Rp) PPh yang Dipotong (Rp)
Dividen *)
70.000
2. PPh Pasal 26 yang telah Dipotong
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
1. X Surat Setoran Pajak : lembar. 4. Surat Kuasa Khusus.
2. X Daftar Bukti Pemotongan PPh Pasal 23 dan/atau Pasal 26. 5. Legalisasi fotocopy Surat Keterangan Domisili yang masih
3. X Bukti Pemotongan PPh Pasal 23 berlaku, dalam hal PPh Pasal 26 dihitung berdasarkan tarif
dan/atau Pasal 26 : lembar. Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda (P3B).
Royalti
Sewa dan Penghasilan lain sehubungan penggunaan harta
Imbalan sehubungan dengan jasa, pekerjaan dan kegiatan
Hadiah dan penghargaan
Pensiun dan pembayaran berkala
Premi swap dan transaksi lindung nilai
411127/104
411127/100
(2)
KAP/KJS Uraian
JUMLAH
Terbilang tujuh puluh ribu rupiah
(4)
70.000
PPh yang Dipotong (Rp)
411127/101
411127/102
411127/103
Dividen
**) Tidak termasuk bunga simpanan yang dibayarkan oleh koperasi kepada WP OP. ****) Apabila kurang harap dibuat lampiran tersendiri.
411127/102
Terbilang .....
*) Tidak termasuk dividen kepada WP Orang Pribadi Dalam Negeri. ***) Kecuali sewa tanah dan bangunan.
411127/100
Premi asuransi/reasuransi
Penghasilan dari pengalihan saham
411127/100
411127/100
(1)
3.500.000
Jumlah Penghasilan
Bruto
(Rp)
Perkiraan
Penghasilan
Neto (%)
411127/100
Keuntungan karena pembebasan utang
Penjualan harta di Indonesia
Bunga
Penghasilan Kena Pajak BUT setelah pajak
411127/105
(5) (3)
411127/100
411127/100
BAGIAN C. LAMPIRAN
1
1
BAGIAN D. PERNYATAAN DAN TANDA TANGAN
JUMLAH
Dengan menyadari sepenuhnya akan segala akibatnya termasuk sanksi-sanksi sesuai dengan ketentuan
perundang-undangan yang berlaku, saya menyatakan bahwa apa yang telah saya beritahukan di atas beserta SPT Masa Diterima:
lampiran-lampirannya adalah benar, lengkap dan jelas. Langsung dari WP
X PEMOTONG PAJAK/PIMPINAN KUASA WAJIB PAJAK Melalui Pos
Nama B E N D A H A R A P E M D A G O R O N T A L 2 0
NPWP 0 0 8 7 5 4 6 9 0 - 8 2 2 0 0 0
Tanggal 1 5 0 3 2 0 1 3 Tanda Tangan
F.1.1.32.03 Lampiran IV.1 Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER- 53/PJ/2009
Tanda Tangan & Cap
tanggal bulan tahun
Diisi Oleh Petugas
T
a
n
g
g
a
l
tanggal bulan tahun
BAGIAN D. PERNYATAAN DAN TANDA TANGAN
Pengisian SPT Masa PPh Pasal 23
122
Bendahara Mahir Pajak 2014 B
101




Pengisian formulir
T11
Pembayaran jasa
katering Rp3.500.000
kepada CV Sedap


Pemotongan PPh Pasal 23
(2% x Rp3.500.000)


Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 23


Menyetorkan PPh Pasal 23
dengan SSP


Melaporkan PPh Pasal 23
yang dipotong dalam SPT
Masa PPh Pasal 23/26



0 2 / 2 0 1 3
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
02.425.743.2.-822.000 CV Sedap 0001/23XYZ02/2013 25/02/2013 3.500.000 70.000
(7)
Masa Pajak
PPh yang
Dipotong (Rp)
(4) (6)
DIREKTORAT
JENDERAL PAJAK
(1) (5) (2)
No. NPWP Nama
KEMENTERIAN
KEUANGAN R.I.
DAFTAR BUKTI PEMOTONGAN
PPh PASAL 23 DAN/ATAU PASAL 26
Bukti Pemotongan
Nomor Tanggal
Nilai Obyek Pajak
(Rp)
(3)
A. PPH PASAL 23
16
17
18
19
20
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
JUMLAH
dst.
70.000
B. PPH PASAL 26
dst.
JUMLAH
3.500.000
X PEMOTONG PAJAK/PIMPINAN KUASA WAJIB PAJAK Tanggal 1 5 0 3 2 0 1 3
Nama B E N D P E M D A G O R O N T A L O
NPWP 0 0 8 7 5 4 6 9 0
-
8 2 2 0 0 0 Tanda Tangan & Cap
D.1.1.32.05 Lampiran IV.2 Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER- 53/PJ/2009
tanggal bulan tahun
123
Bendahara Mahir Pajak 2014
102

8. Pengisian formulir untuk T12
Pembuatan SSP PPh Pasal 22
Pengisian formulir
T12
Dinas Pendidikan
Boyolali membuat
kontrak pembuatan
baju seragam dengan
PT Garmindo,
spesifikasi ditentukan
dinas pendidikan.
Biaya pengerjaan
Rp60.000.000, biaya
bahan tambahan
Rp10.000.000

Pemotongan PPh Pasal 23
atas jasa maklon (2% x
Rp60.000.000)

Pemungutan PPh Pasal 22
atas biaya bahan tambahan
(1.5% x Rp10.000.000)

Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 23

Pengecekan keabsahan
faktur pajak

Menyetorkan PPh Pasal
22/23/PPN dengan SSP

Melaporkan PPh Pasal
22/23/PPN
yang dipotong/dipungut
dalam SPT Masa PPh Pasal
22/23/PPN





LEMBAR
Untuk Arsip Wajib Pajak
:
:
Diisi sesuai Nomor Ketetapan : STP, SKPKB, SKPKBT
Jumlah Pembayaran :
Terbilang :
4
(SSP)
Diisi sesuai dengan Nomor Objek Pajak
Masa Pajak
ALAMAT WP
7 0 0
NAMA WP :
:
0
Kode Akun Pajak
2
PT. Garmindo
Jl. Sakti Raya No. 101 Boyolali
4 1 1 1
ALAMAT OP
NOP
......
Jan Feb Mar Apr Ags
Diisi sesuai dengan Nomor Pokok Wajib Pajak yang dimiliki
KEMENTERIAN KEUANGAN R.I.
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
NPWP 3 5 7 2 5 :
SURAT SETORAN PAJAK
4 2 0
1
X
Okt Sep Nov Des
Tahun Pajak
......
......
Kode Jenis Setoran
.....
.....
.....
2
Uraian Pembayaran : Pemungut PPh Pasal 22
2 0 1 3
Mei Jun Jul
2 2 1 0 0
.......
Diisi Tahun terutangnya Pajak
Nomor Ketetapan
Diisi dengan rupiah penuh
seratus lima puluh ribu rupiah
/
Rp150.000
/ /
Beri tanda silang (x) pada kolom bulan, sesuai dengan pembayaran untuk masa yang berkenaan
: /
Terbilang :
, Tanggal 22 Oktober 2013
Cap dan tanda tangan
Bendahara Dinas Pendidikan Kab Boyolali
Nama Jelas : . Nama Jelas : Handayani
F.2.0.32.01
Ruang Validasi Kantor Penerima Pembayaran
" Terima kasih Telah Membayar Pajak - Pajak Untuk Pembangunan Bangsa "
Tanggal
Wajib Pajak/Penyetor
Boyolali
Diterima oleh Kantor Penerima Pembayaran
Cap dan tanda tangan
.......
.......
seratus lima puluh ribu rupiah
Pembuatan Bukti Pemotongan PPh Pasal 23
8. Pengisian formulir untuk T12
124
Bendahara Mahir Pajak 2014 B
103

Pengisian SPT Masa PPh Pasal 22
Pengisian formulir
T12
Dinas Pendidikan
Boyolali membuat
kontrak pembuatan
baju seragam dengan
PT Garmindo,
spesifikasi
ditentukan dinas
pendidikan.
Biaya pengerjaan
Rp60.000.000, biaya
bahan tambahan
Rp10.000.000

Pemotongan PPh Pasal
23 atas jasa maklon (2% x
Rp60.000.000)

Pemungutan PPh Pasal
22 atas biaya bahan
tambahan (1.5% x
Rp10.000.000)

Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal
23

Pengecekan keabsahan
faktur pajak

Menyetorkan PPh Pasal
22/23/PPN dengan SSP

Melaporkan PPh Pasal
22/23/PPN
yang dipotong/dipungut
dalam SPT Masa PPh
Pasal 22/23/PPN




X SPT Normal
SPT Pembetulan Ke-
1 0
/
2 0 1 3
1. NPWP : 0 0 8 7 5 9 6 4 0 - 5 2 7 0 0 0
2. Nama : B E N D D I N A S P E N D B O Y O L A L I
3. Alamat : M O J O S O N G O B O Y O L A L I
1. Badan Usaha Industri/Eksportir
2. Penjualan Barang yang tergolong Sangat Mewah
3. Pembelian Barang Oleh Bendaharawan/Badan
Tertentu Yang Ditunjuk
4. Nilai Impor Bank Devisa/Ditjen Bea dan Cukai*)
a. API
b. Non API
5. Hasil Lelang (Ditjen Bea dan Cukai)
6. Penjualan Migas Oleh Pertamina / Badan Usaha
Selain Pertamina
a. SPBU/Agen/Penyalur (Final)
b. Pihak lain (Tidak Final)
411122/401
411122/100
150.000
BAGIAN B. OBJEK PAJAK
Nilai Objek Pajak
(Rp)
Uraian
411122/100
(1)
411122/403
411122/100
10.000.000
411122/100
Masa Pajak
(4)
PPh yang Dipungut
(Rp)
KEMENTERIAN
KEUANGAN R.I.
SURAT PEMBERITAHUAN (SPT) MASA
PAJAK PENGHASILAN PASAL 22
DIREKTORAT
JENDERAL PAJAK
Formulir ini digunakan untuk melaporkan Pemungutan
KAP/KJS
(2) (3)
Pajak Penghasilan Pasal 22
BAGIAN A. IDENTITAS PEMUNGUT PAJAK/WAJIB PAJAK
411122/100
411122/100
b. Pihak lain (Tidak Final)
7.

*) Coret yang tidak perlu


1. X Daftar Surat Setoran Pajak PPh Pasal 22 (Khusus untuk Bank Devisa, Bendaharawan/Badan Tertentu Yang Ditunjuk dan
Pertamina/Badan Usaha selain Pertamina).
2. X Surat Setoran Pajak (SSP) yang disetor oleh importir atau Pembeli Barang sebanyak: lembar
(Khusus untuk Bank Devisa, Bendaharawan/Badan Tertentu Yang Ditunjuk dan Pertamina/Badan Usaha Selain Pertamina).
3. SSP yang disetor oleh Pemungut Pajak sebanyak: lembar
(Khusus untuk Badan Usaha Industri/Eksportir Tertentu, Ditjen Bea dan Cukai).
4. Daftar Bukti Pemungutan PPh Pasal 22 (Khusus untuk Badan Usaha Industri/Importir Tertentu dan Ditjen Bea dan Cukai).
5. Bukti Pemungutan PPh Pasal 22 (Khusus untuk Badan Usaha Industri/Eksportir Tertentu dan Ditjen Bea dan Cukai).
6. Daftar rincian penjualan dan retur penjualan (dalam hal ada penjualan retur).
7. Risalah lelang (dalam hal pelaksanaan lelang).
8. Surat Kuasa Khusus.
SPT Masa Diterima:
Langsung dari WP
X PEMUNGUT PAJAK/PIMPINAN KUASA WAJIB PAJAK Melalui Pos
Nama B E N D D I N A S P E N D B Y L 2 0
NPWP 0 0 8 7 5 9 6 4 0 - 5 2 7 0 0 0
Tanda Tangan & Cap Tanggal 1 4 1 1 2 0 1 3 Tanda Tangan
1
411122/100
150.000
JUMLAH
10.000.000
ketentuan perundang-undangan yang berlaku, saya menyatakan bahwa apa yang telah saya
beritahukan di atas beserta lampiran-lampirannya adalah benar, lengkap dan jelas.
tanggal tahun
Terbilang seratus lima puluh ribu rupiah
BAGIAN C. LAMPIRAN
BAGIAN D. PERNYATAAN DAN TANDA TANGAN
bulan tahun
Diisi Oleh Petugas
tanggal
bulan
T
a
n
g
g
a
l
Dengan menyadari sepenuhnya akan segala akibatnya termasuk sanksi-sanksi sesuai dengan
Tanda Tangan & Cap Tanggal 1 4 1 1 2 0 1 3 Tanda Tangan
F.1.1.32.02
Lampiran III.1 Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER- 53/PJ/2009
tanggal tahun bulan
Pengisian SPT Masa PPh Pasal 22
125
Bendahara Mahir Pajak 2014
104



Pengisian formulir
T12
Dinas Pendidikan
Boyolali membuat
kontrak pembuatan
baju seragam dengan
PT Garmindo,
spesifikasi
ditentukan dinas
pendidikan.
Biaya pengerjaan
Rp60.000.000, biaya
bahan tambahan
Rp10.000.000

Pemotongan PPh Pasal
23 atas jasa maklon (2% x
Rp60.000.000)

Pemungutan PPh Pasal
22 atas biaya bahan
tambahan (1.5% x
Rp10.000.000)

Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal
23

Pengecekan keabsahan
faktur pajak

Menyetorkan PPh Pasal
22/23/PPN dengan SSP

Melaporkan PPh Pasal
22/23/PPN
yang dipotong/dipungut
dalam SPT Masa PPh
Pasal 22/23/PPN




1 0 / 2 0 1 3
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
Masa Pajak
No. NPWP Nama
PPh yang
Dipungut (Rp)
DAFTAR SURAT SETORAN PAJAK
PPh PASAL 22
Surat Setoran Pajak Nilai Obyek Pajak
(Rp)
Tanggal
KEMENTERIAN
KEUANGAN R.I.
DIREKTORAT
JENDERAL PAJAK
02.425.347.2-527.000 PT. Garmindo 10.000.000 150.000 22 Oktober 2013
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
10.000.000 150.000 JUMLAH
dst.
X PEMUNGUT PAJAK/PIMPINAN KUASA WAJIB PAJAK Tanggal
1 4 1 1 2 0 1 3
Nama B E N D D I N A S P E N D B Y L
NPWP 0 0 8 7 5 9 6 4 0
-
5 2 7 0 0 0 Tanda Tangan & Cap
D.1.1.32.04 Lampiran III.2 Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER- 53/PJ/2009
tanggal bulan tahun
126
Bendahara Mahir Pajak 2014 B
105

Pembuatan bukti pemotongan PPh Pasal 23


Pengisian formulir
T12
Dinas Pendidikan
Boyolali membuat
kontrak pembuatan
baju seragam dengan
PT Garmindo,
spesifikasi ditentukan
dinas pendidikan.
Biaya pengerjaan
Rp60.000.000, biaya
bahan tambahan
Rp10.000.000

Pemotongan PPh Pasal 23
atas jasa maklon (2% x
Rp60.000.000)

Pemungutan PPh Pasal 22
atas biaya bahan
tambahan

Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 23

Pengecekan keabsahan
faktur pajak

Menyetorkan PPh Pasal
22/23/PPN dengan SSP

Melaporkan PPh Pasal
22/23/PPN
yang dipotong/dipungut
dalam SPT Masa PPh
Pasal 22/23/PPN




Lembar ke-1 untuk : Wajib Pajak
Lembar ke-2 untuk : Kantor Pelayanan Pajak
Lembar ke-3 untuk : Pemotong Pajak
(2)
NPWP : 0 2 - 4 2 5 - 3 4 7 - 2 - 5 2 7 - 0 0 0 (3)
Nama : P T G A R M I N D O
Alamat : J L S A K T I R A Y A N O 1 0 1 B O Y O L A L I
Nomor : 0001/23XYZ10/2013
BUKTI PEMOTONGAN PPh PASAL 23
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
KANTOR PELAYANAN PAJAK
PRATAMA BOYOLALI
Jenis Penghasilan
Jumlah Penghasilan
Bruto (Rp)
Tarif Lebih Tinggi
100% (Tdk ber-
NPWP)
Tarif
(%)
PPh yang Dipotong
(Rp)
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
No.
1. Dividen *) 15%
2. Bunga **) 15%
3. Royalti 15%
4. Hadiah dan penghargaan 15%
5. Sewa dan Penghasilan lain
sehubungan dengan
penggunaan harta ***) 2%
6. Jasa Teknik, Jasa Manajemen,
a. Jasa Teknik
b. Jasa Manajemen
c. Jasa Konsultan
d. Jasa lain :
1) Jasa Maklon
2)
3)
4)
5)
6)
Perhatian :
1. Jumlah Pajak Penghasilan Pasal 23
yang dipotong di atas merupakan
angsuran atas Pajak Penghasilan yang Pemotong Pajak
(5)
terutang untuk tahun pajak yang
bersangkutan. Simpanlah bukti NPWP : 0 0 - 8 7 5 - 9 6 4 - 0 - 5 2 7 - 0 0 0
pemotongan ini baik-baik untuk
diperhitungkan sebagai kredit pajak Nama : B E N D D I N A S P E N D B Y L
2. Bukti Pemotongan ini dianggap sah
6. Jasa Teknik, Jasa Manajemen,
sesuai PMK-244/PMK.03/2008:
2%
Jasa Konsultansi dan Jasa Lain
2%
60.000.000 2% 1.200.000
2%
2%
2%
60.000.000
2%
2%
JUMLAH 1.200.000
2%
Boyolali, 22 Oktober 2013
(4)
Terbilang : satu juta dua ratus ribu rupiah
****)
2. Bukti Pemotongan ini dianggap sah
apabila diisi dengan lengkap dan
benar. Tanda Tangan, Nama dan Cap
*) Tidak termasuk dividen kepada WP Orang Pribadi dalam negeri.
**) Tidak termasuk bunga simpanan yang dibayarkan oleh koperasi
kepada anggota WP Orang Pribadi.
***) Kecuali sewa tanah dan bangunan.
****) Apabila kurang harap diisi sendiri.
F.1.1.33.06 Lampiran IV.3 Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER- 53/PJ/2009
Handayani
(6)
Pembuatan bukti pemotongan PPh Pasal 23
127
Bendahara Mahir Pajak 2014
106

Pembuatan SSP PPh Pasal 23








Pengisian formulir
T12
Dinas Pendidikan
Boyolali membuat
kontrak pembuatan
baju seragam dengan
PT Garmindo,
spesifikasi ditentukan
dinas pendidikan.
Biaya pengerjaan
Rp60.000.000, biaya
bahan tambahan
Rp10.000.000

Pemotongan PPh Pasal 23
atas jasa maklon (2% x
Rp60.000.000)

Pemungutan PPh Pasal 22
atas biaya bahan tambahan

Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 23

Pengecekan keabsahan
faktur pajak

Menyetorkan PPh Pasal
22/23/PPN dengan SSP

Melaporkan PPh Pasal
22/23/PPN
yang dipotong/dipungut
dalam SPT Masa PPh Pasal
22/23/PPN







LEMBAR
Untuk Arsip Wajib Pajak
:
:
Diisi sesuai Nomor Ketetapan : STP, SKPKB, SKPKBT
Jumlah Pembayaran :
Terbilang :
Diisi sesuai dengan Nomor Objek Pajak
Masa Pajak
ALAMAT WP
:
Kode Akun Pajak
Jan Feb Mar
Bendahara Dinas Pendidikan Kab. Boyolali
Mojosongo, Boyolali
4 1 1 1
ALAMAT OP
NOP
......
NAMA WP :
Diisi sesuai dengan Nomor Pokok Wajib Pajak yang dimiliki
KEMENTERIAN KEUANGAN R.I.
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
NPWP 9 5 4 0 5 :
SURAT SETORAN PAJAK
6 2 0 8
(SSP)
7 0 0 0 7
1
X
Okt Sep Nov Des
Tahun Pajak
......
......
Kode Jenis Setoran
.....
.....
.....
0
Uraian Pembayaran : Setoran Masa PPh Pasal 23
2 0 1 3
Mei Jun Jul
2 4 1 0 0
Apr Ags
.......
Diisi Tahun terutangnya Pajak
Nomor Ketetapan
Diisi dengan rupiah penuh
satu juta dua ratus ribu rupiah
/
Rp1.200.000
/ /
Beri tanda silang (x) pada kolom bulan, sesuai dengan pembayaran untuk masa yang berkenaan
: /
Terbilang :
, Tanggal 22 Oktober 2013
Cap dan tanda tangan
Bendahara Dinas Pendidikan Kab. Boyolali
Nama Jelas : . Nama Jelas : Handayani
F.2.0.32.01
Ruang Validasi Kantor Penerima Pembayaran
" Terima kasih Telah Membayar Pajak - Pajak Untuk Pembangunan Bangsa "
Tanggal
Cap dan tanda tangan
Wajib Pajak/Penyetor
Boyolali
Diterima oleh Kantor Penerima Pembayaran
.......
.......
satu juta dua ratus ribu rupiah
Pembuatan SSP PPh Pasal 23
128
Bendahara Mahir Pajak 2014 B
107







































































Pengisian SPT Masa PPh Pasal 23

Pengisian formulir
T12
Dinas Pendidikan
Boyolali membuat
kontrak pembuatan
baju seragam
dengan PT
Garmindo,
spesifikasi
ditentukan dinas
pendidikan.
Biaya pengerjaan
Rp60.000.000, biaya
bahan tambahan
Rp10.000.000

Pemotongan PPh Pasal
23 atas jasa maklon (2%
x Rp60.000.000)

Pemungutan PPh Pasal
22 atas biaya bahan
tambahan

Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal
23

Pengecekan keabsahan
faktur pajak

Menyetorkan PPh Pasal
22/23/PPN dengan SSP

Melaporkan PPh Pasal
22/23/PPN
yang dipotong/dipungut
dalam SPT Masa PPh
Pasal 22/23/PPN




X SPT Normal
SPT Pembetulan Ke-
1 0 / 2 0 1 3
1. NPWP : 0 0 8 7 5 9 6 4 0 - 5 2 7 0 0 0
2. Nama : B E N D D I N A S P E N D K A B B O Y O L A L I
3. Alamat : M O J O S O N G O B O Y O L A L I
1. PPh Pasal 23 yang telah Dipotong
1.
2.
3.
4.
5.
6.
a. Jasa Teknik
b. Jasa Manajemen
c. Jasa Konsultan
d. Jasa lain :****)
1) Jasa Catering
2) ...
3) ...
7.
Bunga **)
.......
Hadiah dan penghargaan
Royalti
JUMLAH
Terbilang satu juta dua ratus ribu rupiah
1.200.000
411124/104
411124/101
411124/103
411124/102
dengan PMK-244/PMK.03/2008 :
Jasa Teknik, Jasa Manajemen, Jasa Konsultansi dan jasa lain sesuai
Sewa dan Penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta ***) 411124/100
411124/100
411124/104
411124/104
60.000.000
60.000.000
(1)
BAGIAN B. OBJEK PAJAK
(3) (4) (2)
KAP/KJS
PAJAK PENGHASILAN PASAL 23 DAN/ATAU PASAL 26
SURAT PEMBERITAHUAN (SPT) MASA
BAGIAN A. IDENTITAS PEMOTONG PAJAK/WAJIB PAJAK
Uraian
KEMENTERIAN
KEUANGAN R.I.
DIREKTORAT
JENDERAL PAJAK
Formulir ini digunakan untuk melaporkan Pemotongan
Pajak Penghasilan Pasal 23 dan/atau Pasal 26
Masa Pajak
Jumlah Penghasilan Bruto (Rp) PPh yang Dipotong (Rp)
Dividen *)
1.200.000
2. PPh Pasal 26 yang telah Dipotong
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
1. X Surat Setoran Pajak : lembar. 4. Surat Kuasa Khusus.
2. X Daftar Bukti Pemotongan PPh Pasal 23 dan/atau Pasal 26. 5. Legalisasi fotocopy Surat Keterangan Domisili yang masih
3. X Bukti Pemotongan PPh Pasal 23 berlaku, dalam hal PPh Pasal 26 dihitung berdasarkan tarif
dan/atau Pasal 26 : lembar. Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda (P3B).
Royalti
Sewa dan Penghasilan lain sehubungan penggunaan harta
Imbalan sehubungan dengan jasa, pekerjaan dan kegiatan
Hadiah dan penghargaan
Pensiun dan pembayaran berkala
Premi swap dan transaksi lindung nilai
411127/104
411127/100
(2)
KAP/KJS Uraian
JUMLAH
Terbilang satu juta dua ratus ribu rupiah
(4)
1.200.000
PPh yang Dipotong (Rp)
411127/101
411127/102
411127/103
Dividen
**) Tidak termasuk bunga simpanan yang dibayarkan oleh koperasi kepada WP OP. ****) Apabila kurang harap dibuat lampiran tersendiri.
411127/102
Terbilang .....
*) Tidak termasuk dividen kepada WP Orang Pribadi Dalam Negeri. ***) Kecuali sewa tanah dan bangunan.
411127/100
Premi asuransi/reasuransi
Penghasilan dari pengalihan saham
411127/100
411127/100
(1)
60.000.000
Jumlah Penghasilan
Bruto
(Rp)
Perkiraan
Penghasilan
Neto (%)
411127/100
Keuntungan karena pembebasan utang
Penjualan harta di Indonesia
Bunga
Penghasilan Kena Pajak BUT setelah pajak
411127/105
(5) (3)
411127/100
411127/100
BAGIAN C. LAMPIRAN
1
1
BAGIAN D. PERNYATAAN DAN TANDA TANGAN
JUMLAH
Dengan menyadari sepenuhnya akan segala akibatnya termasuk sanksi-sanksi sesuai dengan ketentuan
perundang-undangan yang berlaku, saya menyatakan bahwa apa yang telah saya beritahukan di atas beserta SPT Masa Diterima:
lampiran-lampirannya adalah benar, lengkap dan jelas. Langsung dari WP
X PEMOTONG PAJAK/PIMPINAN KUASA WAJIB PAJAK Melalui Pos
Nama B E N D D I N A S P E N D K A B B Y L 2 0
NPWP 0 0 8 7 5 9 6 4 0 - 5 2 7 0 0 0
Tanggal 1 5 1 1 2 0 1 3 Tanda Tangan
F.1.1.32.03 Lampiran IV.1 Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER- 53/PJ/2009
Tanda Tangan & Cap
tanggal bulan tahun
Diisi Oleh Petugas
T
a
n
g
g
a
l
tanggal bulan tahun
BAGIAN D. PERNYATAAN DAN TANDA TANGAN
Pengisian SPT Masa PPh Pasal 23
129
Bendahara Mahir Pajak 2014
108






































































Pengisian formulir
T12
Dinas Pendidikan
Boyolali membuat
kontrak pembuatan
baju seragam
dengan PT
Garmindo,
spesifikasi
ditentukan dinas
pendidikan.
Biaya pengerjaan
Rp60.000.000, biaya
bahan tambahan
Rp10.000.000

Pemotongan PPh Pasal
23 atas jasa maklon (2%
x Rp60.000.000)

Pemungutan PPh Pasal
22 atas biaya bahan
tambahan

Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal
23

Pengecekan keabsahan
faktur pajak

Menyetorkan PPh Pasal
22/23/PPN dengan SSP

Melaporkan PPh Pasal
22/23/PPN
yang dipotong/dipungut
dalam SPT Masa PPh
Pasal 22/23/PPN




1 0 / 2
0 1 3
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
02.425.347.2.-527.000 PT Garmindo 0001/23XYZ10/2013 22/10/2013 60.000.000 1.200.000
(7)
Masa Pajak
PPh yang
Dipotong (Rp)
(4) (6)
DIREKTORAT
JENDERAL PAJAK
(1) (5) (2)
No. NPWP Nama
KEMENTERIAN
KEUANGAN R.I.
DAFTAR BUKTI PEMOTONGAN
PPh PASAL 23 DAN/ATAU PASAL 26
Bukti Pemotongan
Nomor Tanggal
Nilai Obyek Pajak
(Rp)
(3)
A. PPH PASAL 23
16
17
18
19
20
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
JUMLAH
dst.
1.200.000
B. PPH PASAL 26
dst.
JUMLAH
60.000.000
X PEMOTONG PAJAK/PIMPINAN KUASA WAJIB PAJAK Tanggal 1 5 1 1 2 0 1 3
Nama B E N D D I N A S P E N D K A B B Y L
NPWP 0 0 8 7 5 9 6 4 0
-
5 2 7 0 0 0 Tanda Tangan & Cap
D.1.1.32.05 Lampiran IV.2 Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER- 53/PJ/2009
tanggal bulan tahun
130
Bendahara Mahir Pajak 2014 B
109








































Faktur Pajak


Lembar ke-1 : Untuk Pembeli BKP/Penerima JKP
sebagai bukti Pajak Masukan
Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak :
Pengusaha Kena Pajak
Nama :
Alamat :
NPWP :
Pembeli Barang Kena Pajak/ Penerima Jasa Kena Pajak
Nama :
Alamat :
NPWP :
Harga Jual/Penggantian/Uang Muka/Termin *)
Dikurangi Potongan Harga
Dikurangi Uang Muka yang telah diterima
Dasar Pengenaan Pajak
PPN = 10% x Dasar Pengenaan Pajak
Pajak Penjualan Atas Barang Mewah
,
Nama Budiman
*) Coret yang tidak perlu
70.000.000
-
70.000.000
-
Rp.
Tarif
.. %
DPP PPn BM
Rp. Rp.
FAKTUR PAJAK
Harga Jual/Penggantian/Uang
Muka/Termin
(Rp)
Bendahara Dinas Pendidikan Boyolali
Jasa Maklon
No.
Urut
02.425.347.2-527.000
Mojosongo Boyolali
00.875.964.0-527.000
70.000.000
Jumlah
.. %
Rp.
Rp. Rp.
.. %
.. % Rp. Rp.
Rp.
7.000.000
020.000-11.00000001
18 Oktober 2013 Boyolali
PT. Garmindo
Jl. Sakti Raya No. 101 Boyolali
Nama Barang Kena Pajak/ Jasa Kena Pajak
Pengisian formulir
T12
Dinas Pendidikan
Boyolali membuat
kontrak pembuatan
baju seragam
dengan PT
Garmindo,
spesifikasi
ditentukan dinas
pendidikan.
Biaya pengerjaan
Rp60.000.000, biaya
bahan tambahan
Rp10.000.000

Pemotongan PPh Pasal
23 atas jasa maklon (2%
x Rp60.000.000)

Pemungutan PPh Pasal
22 atas biaya bahan
tambahan

Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal
23

Pengecekan keabsahan
faktur pajak

Menyetorkan PPh Pasal
22/23/PPN dengan SSP

Melaporkan PPh Pasal
22/23/PPN
yang dipotong/dipungut
dalam SPT Masa PPh
Pasal 22/23/PPN





Lembar ke-1 : Untuk Pembeli BKP/Penerima JKP
sebagai bukti Pajak Masukan
Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak :
Pengusaha Kena Pajak
Nama :
Alamat :
NPWP :
Pembeli Barang Kena Pajak/ Penerima Jasa Kena Pajak
Nama :
Alamat :
NPWP :
FAKTUR PAJAK
Harga Jual/Penggantian/Uang
Muka/Termin
(Rp)
Bendahara Dinas Pendidikan Boyolali
Jasa Maklon
No.
Urut
02.425.347.2-527.000
Mojosongo Boyolali
00.875.964.0-527.000
1 70.000.000
020.000-13.00000875
PT. Garmindo
Jl. Sakti Raya No. 101 Boyolali
Nama Barang Kena Pajak/ Jasa Kena Pajak
Harga Jual/Penggantian/Uang Muka/Termin *)
Dikurangi Potongan Harga
Dikurangi Uang Muka yang telah diterima
Dasar Pengenaan Pajak
PPN = 10% x Dasar Pengenaan Pajak
Pajak Penjualan Atas Barang Mewah
,
Nama Budiman
*) Coret yang tidak perlu
70.000.000
-
70.000.000
-
Rp.
Tarif
.. %
DPP PPn BM
Rp. Rp.
Jumlah
.. %
Rp.
Rp. Rp.
.. %
.. % Rp. Rp.
Rp.
7.000.000
18 Oktober 2013 Boyolali
Faktur Pajak
131
Bendahara Mahir Pajak 2014
110








































Pengisian SSP PPN

Pengisian formulir
T12
Dinas Pendidikan
Boyolali membuat
kontrak pembuatan
baju seragam
dengan PT
Garmindo,
spesifikasi
ditentukan dinas
pendidikan.
Biaya pengerjaan
Rp60.000.000, biaya
bahan tambahan
Rp10.000.000

Pemotongan PPh Pasal
23 atas jasa maklon (2%
x Rp60.000.000)

Pemungutan PPh Pasal
22 atas biaya bahan
tambahan

Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal
23

Pengecekan keabsahan
faktur pajak

Menyetorkan PPh Pasal
22/23/PPN dengan SSP

Melaporkan PPh Pasal
22/23/PPN
yang dipotong/dipungut
dalam SPT Masa PPh
Pasal 22/23/PPN




LEMBAR
Untuk Arsip Wajib Pajak
:
:
Diisi sesuai Nomor Ketetapan : STP, SKPKB, SKPKBT
Jumlah Pembayaran :
Terbilang :
.......
Diisi Tahun terutangnya Pajak
Nomor Ketetapan
Diisi dengan rupiah penuh
tujuh juta rupiah
/
Rp7.000.000
/ /
Beri tanda silang (x) pada kolom bulan, sesuai dengan pembayaran untuk masa yang berkenaan
: /
Mei Jun Jul
1 1 9 0 0
1
X
Okt Sep Nov Des
Tahun Pajak
......
......
Kode Jenis Setoran
PPN yang Dipungut oleh Pemungut PPN Dalam Negeri
.....
.....
2
Uraian Pembayaran :
2 0 1 3
Diisi sesuai dengan Nomor Pokok Wajib Pajak yang dimiliki
KEMENTERIAN KEUANGAN R.I.
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
NPWP 3 5 7 2 5 :
SURAT SETORAN PAJAK
4 2 0
NAMA WP :
:
0
Kode Akun Pajak
2
PT. Garmindo
Jl. Sakti Raya No. 101 Boyolali
4 1 1 2
ALAMAT OP
NOP
......
Jan Feb Mar Apr Ags
4
(SSP)
Diisi sesuai dengan Nomor Objek Pajak
Masa Pajak
ALAMAT WP
7 0 0
Terbilang :
, Tanggal 22 Oktober 2013
Cap dan tanda tangan
Bendahara Dinas Pendidikan Kab. Boyolali
Nama Jelas : . Nama Jelas : Handayani
F.2.0.32.01
.......
.......
tujuh juta rupiah
Cap dan tanda tangan
Ruang Validasi Kantor Penerima Pembayaran
" Terima kasih Telah Membayar Pajak - Pajak Untuk Pembangunan Bangsa "
Tanggal
Wajib Pajak/Penyetor
Boyolali
Diterima oleh Kantor Penerima Pembayaran
Pengisian SSP PPN
132
Bendahara Mahir Pajak 2014 B
111
































Pengisian SPT Masa PPN

Pengisian formulir
T12
Dinas Pendidikan
Boyolali membuat
kontrak pembuatan
baju seragam
dengan PT
Garmindo,
spesifikasi
ditentukan dinas
pendidikan.
Biaya pengerjaan
Rp60.000.000, biaya
bahan tambahan
Rp10.000.000

Pemotongan PPh Pasal
23 atas jasa maklon (2%
x Rp60.000.000)

Pemungutan PPh Pasal
22 atas biaya bahan
tambahan

Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal
23

Pengecekan keabsahan
faktur pajak

Menyetorkan PPh Pasal
22/23/PPN dengan SSP

Melaporkan PPh Pasal
22/23/PPN
yang dipotong/dipungut
dalam SPT Masa PPh
Pasal 22/23/PPN




Beri tanda X dalam
Nama Pemungut : Bendahara Dinas Pendidikan Boyolali NPWP : 0 0 - 8 7 3 - 9 6 4 - 3 - 5 2 7 - 0 0 0
Alamat : Mojosongo, Boyolali Masa : 1 0 1 0 - 2 0 1 3
No. Telp : 0276-3294809 .. ()
Usaha :
PPN yang dipungut oleh Bendahara Pengeluaran
PPn BM yang dipungut oleh Bendahara Pengeluaran
Rp
FORMULIR SURAT PEMBERITAHUAN MASA
Bacalah terlebih dahulu Buku Petunjuk Pengisian SPT Masa PPN
s.d.
1107 PUT
PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (SPT MASA PPN)
BAGI PEMUNGUT PPN
yang sesuai
Jumlah PPN dan PPn BM yang dipungut oleh Bendahara
Pengeluaran
S
e
s
u
a
i
d
e
n
g
a
n
k
e
t
e
n
t
u
a
n
P
a
s
a
l
3
a
y
a
t
(
7
)
U
U
N
o
m
o
r
6
T
a
h
u
n
1
9
8
3
s
e
b
a
g
a
i
m
a
n
a
t
e
l
a
h
b
e
b
e
r
a
p
a
k
a
l
i
d
i
u
b
a
h
t
e
r
a
k
h
i
r
d
e
n
g
a
n
U
U
N
o
m
o
r
1
6
T
a
h
u
n
2
0
0
0
,
a
p
a
b
i
l
a
S
P
T
M
a
s
a
y
a
n
g
S
a
u
d
a
r
a
s
a
m
p
a
i
k
a
n
t
i
d
a
k
d
i
t
a
n
d
a
t
a
n
g
a
n
i
a
t
a
u
t
i
d
a
k
s
e
p
e
n
u
h
n
y
a
d
i
l
a
m
p
i
r
i
k
e
t
e
r
a
n
g
a
n

d
a
n
/
a
t
a
u

d
o
k
u
m
e
n

y
a
n
g

d
i
t
e
t
a
p
k
a
n
,

m
a
k
a

S
P
T

S
a
u
d
a
r
a

d
i
a
n
g
g
a
p

t
i
d
a
k

d
i
s
a
m
p
a
i
k
a
n
.
Rp
PPn BM yang dipungut oleh Penerbit SPM melalui KPPN
A. PPN DAN PPn BM YANG DIPUNGUT OLEH BENDAHARAWAN PEMERINTAH
1
Rp
DEPARTEMEN KEUANGAN RI
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
2
P
e
r
h
a
t
i
a
n
B. PPN DAN PPn BM YANG DIPUNGUT OLEH SELAIN BENDAHARAWAN PEMERINTAH
PPN yang dipungut oleh Penerbit SPM melalui KPPN
Pembetulan Ke :
Rp7.000.000
Rp0
Rp7.000.000
Jumlah PPN dan PPn BM yang dipungut oleh Penerbit SPM
melalui KPPN
1
2
X
1
2 Rp
Pernyataan
Kuasa Bendaharawan/Pengurus
Tanda tangan :
Nama Jelas : Handayani
X Pemungut Jabatan : Bendahara Dinas Pendidikan Kab Boyolali
Cap Perusahaan :
F.1.2.32.02
Rp
Rp
Rp
Kuasa
Boyolali, 2 Desember 2013
S
e
s
u
a
i
d
e
n
g
a
n
k
e
t
e
n
t
u
a
n
P
a
s
a
l
3
a
y
a
t
(
7
)
U
U
N
o
m
o
r
6
T
a
h
u
n
1
9
8
3
s
e
b
a
g
a
i
m
a
n
a
t
e
l
a
h
b
e
b
e
r
a
p
a
k
a
l
i
d
i
u
b
a
h
t
e
r
a
k
h
i
r
d
e
n
g
a
n
U
U
N
o
m
o
r
1
6
T
a
h
u
n
2
0
0
0
,
a
p
a
b
i
l
a
S
P
T
M
a
s
a
y
a
n
g
S
a
u
d
a
r
a
s
a
m
p
a
i
k
a
n
t
i
d
a
k
d
i
t
a
n
d
a
t
a
n
g
a
n
i
a
t
a
u
t
i
d
a
k
s
e
p
e
n
u
h
n
y
a
d
i
l
a
m
p
i
r
i
k
e
t
e
r
a
n
g
a
n

d
a
n
/
a
t
a
u

d
o
k
u
m
e
n

y
a
n
g

d
i
t
e
t
a
p
k
a
n
,

m
a
k
a

S
P
T

S
a
u
d
a
r
a

d
i
a
n
g
g
a
p

t
i
d
a
k

d
i
s
a
m
p
a
i
k
a
n
.
PPN sebanyak 1 Lembar
Dengan menyadari sepenuhnya akan segala akibatnya, saya menyatakan bahwa
apa yang telah saya beritahukan di atas beserta lampiran-lampirannya adalah
benar, lengkap, jelas dan tidak bersyarat
..
SSP
Surat Kuasa Khusus
PPn BM sebanyak . Lembar
Rp7.000.000
P
e
r
h
a
t
i
a
n
Jumlah PPN dan PPn BM yang dipungut
PPN yang dipungut
B. PPN DAN PPn BM YANG DIPUNGUT OLEH SELAIN BENDAHARAWAN PEMERINTAH
PPn BM yang dipungut
Lampiran :
3
Pengisian SPT Masa PPN
133
1
0
1
0
2
0
1
3
P
P
n

B
M
D
P
P


(
R
u
p
i
a
h
)
P
P
N

(
R
u
p
i
a
h
)
1
8
/
1
0
/
2
0
1
3
7
0
.
0
0
0
.
0
0
0
2
2
/
1
0
/
2
0
1
3
0
2
0
.
0
0
0
-
1
3
.
0
0
0
0
0
8
7
5
7
.
0
0
0
.
0
0
0
F

O

R

M

U

L

I

R
D
E
P
A
R
T
E
M
E
N

K
E
U
A
N
G
A
N

R
I
D
I
R
E
K
T
O
R
A
T

J
E
N
D
E
R
A
L

P
A
J
A
K
L
A
M
P
I
R
A
N

1
D
A
F
T
A
R

P
P
N

D
A
N

P
P
n

B
M

Y
A
N
G

D
I
P
U
N
G
U
T

O
L
E
H

B
E
N
D
A
H
A
R
A
W
A
N

P
E
M
E
R
I
N
T
A
H
-
s
.
d
.
P
e
m
b
e
t
u
l
a
n

K
e
-

:

.
)
1
1
0
7
P
U
T

1
M
a
s
a

P
a
j
a
k



:
2
2
/
1
0
/
2
0
1
3
::
K
o
d
e

d
a
n

N
o
m
o
r

S
e
r
i
T
a
n
g
g
a
l
A
.

P
P
N

d
a
n

P
P
n

B
M

Y
A
N
G

D
I
P
U
N
G
U
T

O
L
E
H

P
E
N
E
R
B
I
T

S
P
M

M
E
L
A
L
U
I

K
P
P
N
12
B
e
n
d
a
h
a
r
a

D
i
n
a
s

P
e
n
d
i
d
i
k
a
n

B
o
y
o
l
a
l
i
0
0
.
8
7
5
.
9
6
4
.
0
-
5
2
7
.
0
0
0
N
A
M
A

P
E
M
U
N
G
U
T
N
P
W
P
N
o
.
N
a
m
a

R
e
k
a
n
a
n
N
P
W
P

R
e
k
a
n
a
n
F

A

K

T

U

R



P

A

J

A

K
T
a
n
g
g
a
l

B
a
y
a
r
T
a
g
i
h
a
n
T
a
n
g
g
a
l

S
e
t
o
r
P
P
N
K
o
d
e

d
a
n

N
o
m
o
r
S
e
r
i

F
P

Y
a
n
g
D
i
g
a
n
t
i
P
T
.

G
a
r
m
i
n
d
o
0
2
.
4
2
5
.
3
4
7
.
2
-
5
2
7
.
0
0
0
P
P
n

B
M

(
R
u
p
i
a
h
)
d
s
t
45 3
B
.

P
P
N

d
a
n

P
P
n

B
M

Y
A
N
G

D
I
P
U
N
G
U
T

O
L
E
H

B
E
N
D
A
H
A
R
A

P
E
N
G
E
L
U
A
R
A
N
12 234
J
U
M
L
A
H

-
d
i
p
i
n
d
a
h
k
a
n

k
e

F
o
r
m
u
l
i
r

1
1
0
7

P
U
T
d
s
t
5











7
.
0
0
0
.
0
0
0
1
D
.
1
.
2
.
3
2
.
0
3
C
.

J
U
M
L
A
H

(
A
+
B
)
d
s
t
J
U
M
L
A
H

-
d
i
p
i
n
d
a
h
k
a
n

k
e

F
o
r
m
u
l
i
r

1
1
0
7

P
U
T
5
2
134
Bendahara Mahir Pajak 2014 B
113






































































9. Pengisian formulir untuk T13
Pembuatan bukti pemotongan PPh Final Pasal 4 ayat (2)

Pengisian formulir
T13
Bendaharan dinas
tata ruang Manado
menyewa rukan
Rp50.000.000 dan
service charge
Rp12.000.000
kepada PT Maju
Hidayat.

Pemotongan PPh Pasal
4 ayat (2) (10% x
Rp62.000.000)

Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 4
(2)

Pengecekan keabsahan
faktur pajak

Menyetorkan PPh Pasal
4 (2) / PPN dengan SSP

Melaporkan PPh Pasal 4
(2)
yang dipotong/dipungut
dalam SPT Masa PPh
Pasal 4 (2) / PPN




Lembar ke-1 untuk : yang menyewakan
Lembar ke-2 untuk : Kantor Pelayanan Pajak
Lembar ke-3 untuk : penyewa
(2)
NPWP : 0 2 - 0 0 3 - 4 5 7 - 0 - 8 2 1 - 0 0 0 '(3)
Nama : P T M A J U H I D A Y A T
Alamat : J L G N K E R I N C I N O . 4 6 M A N A D O
Lokasi Tanah dan : J L J A K S A N O . 1 M A N A D O
(4)
atau Bangunan
BUKTI PEMOTONGAN PPh FINAL PASAL 4 AYAT (2)
ATAS PENGHASILAN DARI PERSEWAAN TANAH
DAN/ATAU BANGUNAN
Nomor : 023/07/2013
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
KANTOR PELAYANAN PAJAK
PRATAMA MANADO
PPh yang Dipotong
(Rp)
(1) (2) (3)
Jumlah Bruto Nilai Sewa
(Rp)
Tarif
(%)
Terbilang : Enam Juta Dua Ratus Ribu Rupiah
62.000.000 10%
Manado, 5 Juli 2013
(5)
6.200.000
(6)
NPWP : 0 0 - 7 9 9 - 1 0 0 - 0 - 8 2 1 - 0 0 0
Nama : B E N D A H A R A D I N A S T A T A
R U A N G
Perhatian : Tanda Tangan, Nama dan Cap
1.
2.
apabila diisi dengan lengkap dan benar.
F.1.1.33.12
Lampiran I.7 Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER- 53/PJ/2009
PRABU WIJAYA
(7)
Manado, 5 Juli 2013
(5)
Pemotong Pajak
Persewaan Tanah dan/atau Bangunan
Jumlah Pajak Penghasilan atas
Bukti Pemotongan ini dianggap sah
(SPT) Tahunan PPh.
kredit pajak dalam Surat Pemberitahuan
yang dipotong di atas bukan merupakan
Pembuatan Bukti Pemotongan PPh Final Pasal 4 ayat (2)
9. Pengisian formulir untuk T13
135
Bendahara Mahir Pajak 2014
114







































































Pengisian SSP PPh Final Pasal 4 ayat (2)

Pengisian formulir
T13
Bendaharan dinas
tata ruang Manado
menyewa rukan
Rp50.000.000 dan
service charge
Rp12.000.000
kepada PT Maju
Hidayat.

Pemotongan PPh Pasal
4 ayat (2) (10% x
Rp62.000.000)

Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 4
(2)

Pengecekan keabsahan
faktur pajak

Menyetorkan PPh Pasal
4 (2) / PPN dengan SSP

Melaporkan PPh Pasal 4
(2)
yang dipotong/dipungut
dalam SPT Masa PPh
Pasal 4 (2) / PPN




LEMBAR
Untuk Arsip Wajib Pajak
:
:
Diisi sesuai Nomor Ketetapan : STP, SKPKB, SKPKBT
Jumlah Pembayaran :
Terbilang :
.......
Diisi Tahun terutangnya Pajak
Nomor Ketetapan
Diisi dengan rupiah penuh
Enam juta dua ratus ribu rupiah
/
Rp6.200.000
/ /
Beri tanda silang (x) pada kolom bulan, sesuai dengan pembayaran untuk masa yang berkenaan
: /
Jan Feb Mar Apr Ags Mei Jun Jul
1
Okt Sep Nov Des
Tahun Pajak
JL. Jaksa No. 1
Manado
Kode Jenis Setoran
Persewaan tanah dan/atau bangunan
.....
.....
0
Uraian Pembayaran : PPh Final Pasal 4 ayat (2)
X 2 0 1 3
4 0 2 9
Kode Akun Pajak
9 0 2 0
ALAMAT OP
NOP
9 7 3 1 0 0 8 2 1 6 7 6 0
2 8 4 0 3
Diisi sesuai dengan Nomor Pokok Wajib Pajak yang dimiliki
KEMENTERIAN KEUANGAN R.I.
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
NPWP
1 9 0 0 8 :
NAMA WP :
:
0
0
7
SURAT SETORAN PAJAK
(SSP)
Diisi sesuai dengan Nomor Objek Pajak
Masa Pajak
ALAMAT WP
1 0 0
Bendahara Dinas Tata Ruang
JL. Jaksa No. 1 Manado
4 1 1 1
Terbilang :
, Tanggal 5 Juli 2013
Cap dan tanda tangan
Bendahara Dinas Tata Ruang Manado
Nama Jelas : . Nama Jelas : Prabu Wijaya
F.2.0.32.01
.......
.......
Enam juta dua ratus ribu rupiah
Cap dan tanda tangan
Ruang Validasi Kantor Penerima Pembayaran
" Terima kasih Telah Membayar Pajak - Pajak Untuk Pembangunan Bangsa "
Tanggal
Wajib Pajak/Penyetor
Manado
Diterima oleh Kantor Penerima Pembayaran
Pengisian SSP PPh Final Pasal 4 ayat (2)
136
Bendahara Mahir Pajak 2014 B
115
































Pengisian SPT Masa PPh Final Pasal 4 ayat (2)

Pengisian formulir
T13
Bendaharan dinas
tata ruang Manado
menyewa rukan
Rp50.000.000 dan
service charge
Rp12.000.000
kepada PT Maju
Hidayat.

Pemotongan PPh Pasal
4 ayat (2) (10% x
Rp62.000.000)

Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 4
(2)

Pengecekan keabsahan
faktur pajak

Menyetorkan PPh Pasal
4 (2) / PPN dengan SSP

Melaporkan PPh Pasal 4
(2)
yang dipotong/dipungut
dalam SPT Masa PPh
Pasal 4 (2) / PPN




X SPT Normal
SPT Pembetulan Ke-
0 7 / 2 0 1 3
1. NPWP : 0 0 7 9 9 1 0 0 0 - 8 2 1 0 0 0
2. Nama : B E N D A H A R A D I N A S T A T A R U A N G
3. Alamat : J L J A K S A N O 1 M A N A D O
1.
a. Bunga Deposito/Tabungan
1) Yang ditempatkan di Dalam Negeri
2) Yang ditempatkan di Luar Negeri
b. Diskonto Sertifikat Bank Indonesia
c. Jasa Giro
2. Transaksi Penjualan Saham
a. Saham Pendiri
b. Bukan Saham Pendiri
3. Bunga/Diskonto Obligasi dan Surat Berharga Negara
4. Hadiah Undian
5. Persewaan Tanah dan/atau Bangunan
a. Penyewa sebagai Pemotong Pajak
b. Orang Pribadi/Badan yang Menyetor Sendiri PPh
6. Jasa Konstruksi
a. Perencana Konstruksi
411128/405
411128/403 6.200.000
411128/409
411128/404
411128/404
411128/404
Nilai Obyek PajaK
(Rp)
(3)
411128/407
411128/407
411128/401
411128/403
KEMENTERIAN
KEUANGAN R.I.
DIREKTORAT
JENDERAL PAJAK
SURAT PEMBERITAHUAN (SPT) MASA
PAJAK PENGHASILAN FINAL PASAL 4 AYAT (2)
Formulir ini digunakan untuk melaporkan Pemotongan/Pemungutan
Pajak Penghasilan Final Pasal 4 Ayat (2)
(5) (2)
Masa Pajak
BAGIAN A. IDENTITAS PEMOTONG PAJAK/WAJIB PAJAK
BAGIAN B. OBJEK PAJAK
Uraian KAP/KJS
(1)
Bunga Deposito/Tabungan, Diskonto SBI dan Jasa Giro
411128/404
PPh yang Dipotong/
Dipungut/Disetor Sendiri (Rp)
Tarif
(%)
(4)
62.000.000 10
a. Perencana Konstruksi
1) Pengguna Jasa sebagai Pemotong PPh
2) Penyedia Jasa yang Menyetor Sendiri PPh
b. Pelaksana Konstruksi
1) Pengguna Jasa sebagai Pemotong PPh
2) Penyedia Jasa yang Menyetor Sendiri PPh
c. Pengawas Konstruksi
1) Pengguna Jasa sebagai Pemotong PPh
2) Penyedia Jasa yang Menyetor Sendiri PPh
7. Wajib Pajak yang Melakukan Pengalihan Hak atas
Tanah/Bangunan
8. Bunga Simpanan yang Dibayarkan oleh Koperasi kepada
Anggota Wajib Pajak Orang Pribadi
9. Transaksi Derivatif Berupa Kontrak Berjangka yang
Diperdagangkan di Bursa
10. Dividen yang Diterima/Diperoleh Wajib Pajak Orang Pribadi
Dalam Negeri
11. Penghasilan Tertentu Lainnya
a.
b.
c.
1. X Surat Setoran Pajak : lembar.
2. X Daftar Bukti Pemotongan/Pemungutan PPh Final Pasal 4 ayat (2).
3. Bukti Pemotongan/Pemungutan PPh Final Pasal 4 ayat (2) : lembar.
4. Surat Kuasa Khusus.
Terbilang : Enam juta dua ratus ribu rupiah
BAGIAN C. LAMPIRAN
Dengan menyadari sepenuhnya akan segala akibatnya termasuk sanksi-sanksi sesuai dengan ketentuan Diisi Oleh Petugas
BAGIAN D. PERNYATAAN DAN TANDA TANGAN
perundang-undangan yang berlaku, saya menyatakan bahwa apa yang telah saya beritahukan di atas beserta
1
1
6.200.000 62.000.000
411128/409
JUMLAH
411128/402
411128/417
411128/418
......
.....
......
411128/409
411128/409
411128/409
411128/409
411128/409
411128/419
SPT Masa Diterima:
Langsung dari WP
X PEMOTONG PAJAK/PIMPINAN KUASA WAJIB PAJAK Melalui Pos
Nama B E N D A H A R A D I N A S T A T A R N G 2 0
NPWP 0 0 7 9 9 1 0 0 0 - 8 2 1 0 0 0
Tanda Tangan & Cap Tanggal 0 5 0 2 2 0 1 3 Tanda Tangan
F.1.1.32.04 Lampiran I.1 Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER- 53/PJ/2009
tanggal bulan tahun
Dengan menyadari sepenuhnya akan segala akibatnya termasuk sanksi-sanksi sesuai dengan ketentuan Diisi Oleh Petugas
BAGIAN D. PERNYATAAN DAN TANDA TANGAN
tahun
perundang-undangan yang berlaku, saya menyatakan bahwa apa yang telah saya beritahukan di atas beserta
lampiran-lampirannya adalah benar, lengkap dan jelas.
T
a
n
g
g
a
l
tanggal bulan
Pengisian SPT Masa PPh Final Pasal 4 ayat (2)
137
Bendahara Mahir Pajak 2014
116
































Pengisian formulir
T13
Bendaharan dinas
tata ruang Manado
menyewa rukan
Rp50.000.000 dan
service charge
Rp12.000.000
kepada PT Maju
Hidayat.

Pemotongan PPh Pasal
4 ayat (2) (10% x
Rp62.000.000)

Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 4
(2)

Pengecekan keabsahan
faktur pajak

Menyetorkan PPh Pasal
4 (2) / PPN dengan SSP

Melaporkan PPh Pasal 4
(2)
yang dipotong/dipungut
dalam SPT Masa PPh
Pasal 4 (2) / PPN




0 7 / 2 0 1 3
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
(7)
Masa Pajak
No. NPWP Nama
PPh yang Dipotong
/Dipungut (Rp)
(5) (6) (2)
DAFTAR BUKTI PEMOTONGAN/PEMUNGUTAN
PPh FINAL PASAL 4 AYAT (2)
Bukti Pemotongan/Pemungutan
Nomor Tanggal
Nilai Obyek
Pajak (Rp)
(1)
KEMENTERIAN
KEUANGAN R.I.
DIREKTORAT
JENDERAL PAJAK
(3) (4)
02.003.457.0-821.000 PT Maju Hidayat 023/07/2013 5 Januari 2013 62.000.000 6.200.000
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
62.000.000 6.200.000 JUMLAH
dst.
X
PEMOTONG PAJAK/PIMPINAN KUASA WAJIB PAJAK Tanggal
0 5 0 2 2 0 1 3
Nama
B E N D D I N A S T A T A R U A N G
NPWP
0 0 7 9 9 1 0 0 0 - 8 2 1 0 0 0
Tanda Tangan & Cap
D.1.1.32.06 Lampiran I.2 Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER- 53/PJ/2009
tanggal bulan tahun
138
Bendahara Mahir Pajak 2014 B
117






































































Faktur Pajak

Pengisian formulir
T13
Bendaharan dinas
tata ruang Manado
menyewa rukan
Rp50.000.000 dan
service charge
Rp12.000.000
kepada PT Maju
Hidayat.

Pemotongan PPh Pasal
4 ayat (2) (10% x
Rp62.000.000)

Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 4
(2)

Pengecekan keabsahan
faktur pajak

Menyetorkan PPh Pasal
4 (2) / PPN dengan SSP

Melaporkan PPh Pasal 4
(2)
yang dipotong/dipungut
dalam SPT Masa PPh
Pasal 4 (2) / PPN




Lembar ke-1 : Untuk Pembeli BKP/Penerima JKP
sebagai bukti Pajak Masukan
Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak :
Pengusaha Kena Pajak
Nama :
Alamat :
NPWP :
Pembeli Barang Kena Pajak/ Penerima Jasa Kena Pajak
Nama :
Alamat :
NPWP :
Sewa Rukan di Jl. Jaksa No. 1 Manado
020.000-13.00001001
Service charge Juli - Desember 2013
PT. Maju Hidayat
Jl. Gunung Kerinci Nomor 46 Manado
Nama Barang Kena Pajak/ Jasa Kena Pajak
02.003.457.0-821.000
Jl. Jaksa Nomor 1 Manado
00.799.100.0-821.000
50.000.000
Bendahara Dinas Tata Ruang Manado
No.
Urut
2 12.000.000
1
FAKTUR PAJAK
Harga Jual/Penggantian/Uang
Muka/Termin
(Rp)
Harga Jual/Penggantian/Uang Muka/Termin *)
Dikurangi Potongan Harga
Dikurangi Uang Muka yang telah diterima
Dasar Pengenaan Pajak
PPN = 10% x Dasar Pengenaan Pajak
Pajak Penjualan Atas Barang Mewah
,
Nama
*) Coret yang tidak perlu
6.200.000
5 Juli 2013 Manado
Rp. Jumlah
.. %
Rp.
Rp. Rp.
.. %
.. % Rp. Rp.
Rp.
Tarif
.. %
DPP PPn BM
Rp. Rp.
Budi Sudarsono
62.000.000
-
62.000.000
-
Faktur Pajak
139
Bendahara Mahir Pajak 2014
118








































































Pengisian formulir
T13
Bendaharan dinas
tata ruang Manado
menyewa rukan
Rp50.000.000 dan
service charge
Rp12.000.000
kepada PT Maju
Hidayat.

Pemotongan PPh Pasal
4 ayat (2) (10% x
Rp62.000.000)

Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 4
(2)

Pengecekan keabsahan
faktur pajak

Menyetorkan PPh Pasal
4 (2) / PPN dengan SSP

Melaporkan PPh Pasal 4
(2)
yang dipotong/dipungut
dalam SPT Masa PPh
Pasal 4 (2) / PPN




LEMBAR
Untuk Arsip Wajib Pajak
:
:
Diisi sesuai Nomor Ketetapan : STP, SKPKB, SKPKBT
Jumlah Pembayaran :
Terbilang : Enam juta dua ratus ribu rupiah
/
Rp6.200.000
/ /
Beri tanda silang (x) pada kolom bulan, sesuai dengan pembayaran untuk masa yang berkenaan
: /
4
Jan Feb Mar Apr Ags Mei Jun Jul
1 6 7 6 0
1
Okt Sep Nov Des
Tahun Pajak
Jl. Jaksa No. 1 Manado
Manado
Kode Jenis Setoran
PPN Sewa Rukan dan Service Charge Oleh Pemungut PPN Dalam Negeri
.....
.....
2
Uraian Pembayaran :
X
NAMA WP :
:
0
0 0 2 9
Kode Akun Pajak
0 5 2 0
ALAMAT OP
NOP
Manado
9 7 3 1 0 0 8 2
Diisi sesuai dengan Nomor Pokok Wajib Pajak yang dimiliki
KEMENTERIAN KEUANGAN R.I.
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
NPWP
4 3 7 0 8 :
2 1 1 9 0 0
2 0 1 3
.......
Diisi Tahun terutangnya Pajak
Nomor Ketetapan
Diisi dengan rupiah penuh
0
SURAT SETORAN PAJAK
(SSP)
Diisi sesuai dengan Nomor Objek Pajak
Masa Pajak
ALAMAT WP
1 0 0
PT Maju Hidayat
Jalan Gunung Kerinci Nomor 46
4 1 1
Terbilang :
, Tanggal
Cap dan tanda tangan
Bendahara Dinas Tata Ruang Pemkot Manado
Nama Jelas : . Nama Jelas : Prabu Wijaya
F.2.0.32.01
Enam juta dua ratus ribu rupiah
Cap dan tanda tangan
Ruang Validasi Kantor Penerima Pembayaran
" Terima kasih Telah Membayar Pajak - Pajak Untuk Pembangunan Bangsa "
.......
.......
05 Juli 2013 Tanggal
Wajib Pajak/Penyetor
Manado
Diterima oleh Kantor Penerima Pembayaran
Pembuatan SSP PPN
140
Bendahara Mahir Pajak 2014 B
119







































































Pengisian SPT Masa PPN

Pengisian formulir
T13
Bendaharan dinas
tata ruang Manado
menyewa rukan
Rp50.000.000 dan
service charge
Rp12.000.000
kepada PT Maju
Hidayat.

Pemotongan PPh Pasal
4 ayat (2) (10% x
Rp62.000.000)

Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 4
(2)

Pengecekan keabsahan
faktur pajak

Menyetorkan PPh Pasal
4 (2) / PPN dengan SSP

Melaporkan PPh Pasal 4
(2)
yang dipotong/dipungut
dalam SPT Masa PPh
Pasal 4 (2) / PPN




Beri tanda X dalam
Nama Pemungut : Bendahara Dinas Tata Ruang NPWP : 0 0 - 7 9 9 - 1 0 0 - 0 - 8 2 1 - 0 0 0
Alamat : Jalan Jaksa Nomor 1 Manado Masa : 0 7 0 7 - 2 0 1 3
No. Telp : .. ()
Usaha :
DEPARTEMEN KEUANGAN RI
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
2
P
e
r
h
a
t
i
a
n
B. PPN DAN PPn BM YANG DIPUNGUT OLEH SELAIN BENDAHARAWAN PEMERINTAH
PPN yang dipungut oleh Penerbit SPM melalui KPPN
Pembetulan Ke :
Rp6.200.000
Rp6.200.000
Rp
Jumlah PPN dan PPn BM yang dipungut oleh Penerbit SPM
melalui KPPN
Jumlah PPN dan PPn BM yang dipungut oleh Bendahara
Pengeluaran
S
e
s
u
a
i
d
e
n
g
a
n
k
e
t
e
n
t
u
a
n
P
a
s
a
l
3
a
y
a
t
(
7
)
U
U
N
o
m
o
r
6
T
a
h
u
n
1
9
8
3
s
e
b
a
g
a
i
m
a
n
a
t
e
l
a
h
b
e
b
e
r
a
p
a
k
a
l
i
d
i
u
b
a
h
t
e
r
a
k
h
i
r
d
e
n
g
a
n
U
U
N
o
m
o
r
1
6
T
a
h
u
n
2
0
0
0
,
a
p
a
b
i
l
a
S
P
T
M
a
s
a
y
a
n
g
S
a
u
d
a
r
a
s
a
m
p
a
i
k
a
n
t
i
d
a
k
d
i
t
a
n
d
a
t
a
n
g
a
n
i
a
t
a
u
t
i
d
a
k
s
e
p
e
n
u
h
n
y
a
d
i
l
a
m
p
i
r
i
k
e
t
e
r
a
n
g
a
n

d
a
n
/
a
t
a
u

d
o
k
u
m
e
n

y
a
n
g

d
i
t
e
t
a
p
k
a
n
,

m
a
k
a

S
P
T

S
a
u
d
a
r
a

d
i
a
n
g
g
a
p

t
i
d
a
k

d
i
s
a
m
p
a
i
k
a
n
.
Rp
PPn BM yang dipungut oleh Penerbit SPM melalui KPPN
A. PPN DAN PPn BM YANG DIPUNGUT OLEH BENDAHARAWAN PEMERINTAH
1
Rp
FORMULIR SURAT PEMBERITAHUAN MASA
Bacalah terlebih dahulu Buku Petunjuk Pengisian SPT Masa PPN
s.d.
1107 PUT
PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (SPT MASA PPN)
BAGI PEMUNGUT PPN
yang sesuai
PPN yang dipungut oleh Bendahara Pengeluaran
PPn BM yang dipungut oleh Bendahara Pengeluaran
Rp
1
2
X
1
2 Rp
Pernyataan
Kuasa Bendaharawan/Pengurus
Tanda tangan :
Nama Jelas : PRABU WIJAYA
X Pemungut Jabatan : Bendahara Pengeluaran
Cap Perusahaan :
F.1.2.32.02
Rp6.200.000
P
e
r
h
a
t
i
a
n
Jumlah PPN dan PPn BM yang dipungut
PPN yang dipungut
B. PPN DAN PPn BM YANG DIPUNGUT OLEH SELAIN BENDAHARAWAN PEMERINTAH
PPn BM yang dipungut
Lampiran :
Kuasa
Manado, 30 Agustus 2013
S
e
s
u
a
i
d
e
n
g
a
n
k
e
t
e
n
t
u
a
n
P
a
s
a
l
3
a
y
a
t
(
7
)
U
U
N
o
m
o
r
6
T
a
h
u
n
1
9
8
3
s
e
b
a
g
a
i
m
a
n
a
t
e
l
a
h
b
e
b
e
r
a
p
a
k
a
l
i
d
i
u
b
a
h
t
e
r
a
k
h
i
r
d
e
n
g
a
n
U
U
N
o
m
o
r
1
6
T
a
h
u
n
2
0
0
0
,
a
p
a
b
i
l
a
S
P
T
M
a
s
a
y
a
n
g
S
a
u
d
a
r
a
s
a
m
p
a
i
k
a
n
t
i
d
a
k
d
i
t
a
n
d
a
t
a
n
g
a
n
i
a
t
a
u
t
i
d
a
k
s
e
p
e
n
u
h
n
y
a
d
i
l
a
m
p
i
r
i
k
e
t
e
r
a
n
g
a
n

d
a
n
/
a
t
a
u

d
o
k
u
m
e
n

y
a
n
g

d
i
t
e
t
a
p
k
a
n
,

m
a
k
a

S
P
T

S
a
u
d
a
r
a

d
i
a
n
g
g
a
p

t
i
d
a
k

d
i
s
a
m
p
a
i
k
a
n
.
PPN sebanyak 1 Lembar
Dengan menyadari sepenuhnya akan segala akibatnya, saya menyatakan bahwa
apa yang telah saya beritahukan di atas beserta lampiran-lampirannya adalah
benar, lengkap, jelas dan tidak bersyarat
..
SSP
Surat Kuasa Khusus
PPn BM sebanyak . Lembar
Rp
Rp
Rp
3
Pengisian SPT Masa PPN
141
0
7
0
7
2
0
1
3
P
P
n

B
M
D
P
P


(
R
u
p
i
a
h
)
P
P
N

(
R
u
p
i
a
h
)
0
5
/
0
7
/
2
0
1
3
6
2
.
0
0
0
.
0
0
0
0
5
/
0
7
/
2
0
1
3
0
2
0
.
0
0
0
-
1
3
.
0
0
0
0
1
0
0
1
N
A
M
A

P
E
M
U
N
G
U
T
N
P
W
P
M
a
s
a

P
a
j
a
k



:
N
o
.
N
a
m
a

R
e
k
a
n
a
n
N
P
W
P

R
e
k
a
n
a
n
F

A

K

T

U

R



P

A

J

A

K
T
a
n
g
g
a
l

B
a
y
a
r
T
a
g
i
h
a
n
T
a
n
g
g
a
l

S
e
t
o
r
P
P
N
K
o
d
e

d
a
n

N
o
m
o
r
S
e
r
i

F
P

Y
a
n
g
D
i
g
a
n
t
i
F

O

R

M

U

L

I

R
D
E
P
A
R
T
E
M
E
N

K
E
U
A
N
G
A
N

R
I
D
I
R
E
K
T
O
R
A
T

J
E
N
D
E
R
A
L

P
A
J
A
K
L
A
M
P
I
R
A
N

1
D
A
F
T
A
R

P
P
N

D
A
N

P
P
n

B
M

Y
A
N
G

D
I
P
U
N
G
U
T

O
L
E
H

B
E
N
D
A
H
A
R
A
W
A
N

P
E
M
E
R
I
N
T
A
H
-
s
.
d
.
P
e
m
b
e
t
u
l
a
n

K
e
-

:

.
)
1
1
0
7
P
U
T

1
6
.
2
0
0
.
0
0
0
0
5
/
0
7
/
2
0
1
3
::
K
o
d
e

d
a
n

N
o
m
o
r

S
e
r
i
T
a
n
g
g
a
l
A
.

P
P
N

d
a
n

P
P
n

B
M

Y
A
N
G

D
I
P
U
N
G
U
T

O
L
E
H

P
E
N
E
R
B
I
T

S
P
M

M
E
L
A
L
U
I

K
P
P
N
12
P
T

M
a
j
u

H
i
d
a
y
a
t
0
2
.
0
0
3
.
4
5
7
.
0
-
8
2
1
.
0
0
0
B
e
n
d
a
h
a
r
a

D
i
n
a
s

T
a
t
a

R
u
a
n
g

P
e
m
k
o
t

M
a
n
a
d
o
0
0
.
7
9
9
.
1
0
0
.
0
-
8
2
1
.
0
0
0
P
P
n

B
M

(
R
u
p
i
a
h
)
d
s
t
45 3
B
.

P
P
N

d
a
n

P
P
n

B
M

Y
A
N
G

D
I
P
U
N
G
U
T

O
L
E
H

B
E
N
D
A
H
A
R
A

P
E
N
G
E
L
U
A
R
A
N
12 234
J
U
M
L
A
H

-
d
i
p
i
n
d
a
h
k
a
n

k
e

F
o
r
m
u
l
i
r

1
1
0
7

P
U
T
d
s
t
5









6
.
2
0
0
.
0
0
0
1
D
.
1
.
2
.
3
2
.
0
3
C
.

J
U
M
L
A
H

(
A
+
B
)
d
s
t
J
U
M
L
A
H

-
d
i
p
i
n
d
a
h
k
a
n

k
e

F
o
r
m
u
l
i
r

1
1
0
7

P
U
T
5
2
142
Lembar ke-1 untuk : Wajib Pajak
Lembar ke-2 untuk : Kantor Pelayanan Pajak
Lembar ke-3 untuk : Pemotong/Pemungut Pajak
(2)
NPWP : 0 2 - 6 6 8 - 8 5 4 - 2 - 0 1 2 - 0 0 0
(3)
Nama : P T A N D A N G K O N S T R U K S I
Alamat : J L M E L A W A I N O 3 9 9 J A K A R T A
Nomor : 003/HB/VII/2013
selain angka 1 dan angka 2 di atas 350.000.000.000 3% 10.500.000.000
Jasa perencanaan atau pengawasan konstruksi
yang tidak memiliki kualifikasi usaha 4%
Jasa pelaksanaan konstruksi oleh penyedia jasa
Jasa pelaksanaan konstruksi oleh penyedia jasa
2%
Jasa pelaksanaan konstruksi oleh penyedia jasa
dengan kualifikasi usaha kecil
(1)
1.
4.
3.
2.
(5) (4)
BUKTI PEMOTONGAN/PEMUNGUTAN PPh FINAL PASAL 4 AYAT (2)
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
KANTOR PELAYANAN PAJAK
PRATAMA JAKARTA KEBAYORAN BARU SATU
ATAS PENGHASILAN DARI USAHA JASA KONSTRUKSI
No.
PPh yang Dipotong/
Dipungut (Rp)
Tarif
(%)
Jumlah Nilai Bruto
(Rp)
Uraian
(3) (2)
Pemotong/Pemungut Pajak
(5)
NPWP : 0 0 - 8 4 9 - 1 0 0 - 0 - 0 1 2 - 0 0 0
Nama : B E N D K E M E N P E K E R J A A N
U M U M
Perhatian :
1. Jumlah Pajak Penghasilan dari Jasa Tanda Tangan, Nama dan Cap
Konstruksi yang dipotong/dipungut di
2.
lengkap dan benar.
dalam Surat Pemberitahuan (SPT)
Tahunan PPh.
Bukti Pemotongan/Pemungutan ini
dianggap sah apabila diisi dengan
Jakarta, 5 Juli 20 13
(4)
Syarif
5. Jasa perencanaan atau pengawasan konstruksi
oleh penyedia jasa yang tidak memiliki kualifikasi
usaha
10.500.000.000
atas bukan merupakan kredit pajak
Terbilang : sepuluh milyar lima ratus juta rupiah
350.000.000.000 JUMLAH
6%
oleh penyedia jasa yang memiliki kualifikasi usaha 4%
selain angka 1 dan angka 2 di atas 350.000.000.000 3% 10.500.000.000
Jasa perencanaan atau pengawasan konstruksi 4.
F.1.1.33.16 Lampiran I.8 Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER- 53/PJ/2009
Pembuatan bukti pemotongan PPh Final Pasal 4 ayat (2)
C. Hibah
1. Pengisian formulir untuk T14
Bendahara Mahir Pajak 2014 B
121
10. Pengisian formulir untuk T14
Pembuatan bukti pemotongan PPh Final Pasal 4 ayat
(2)
Lembar ke-1 untuk : Wajib Pajak
Lembar ke-2 untuk : Kantor Pelayanan Pajak
Lembar ke-3 untuk : Pemotong/Pemungut Pajak
(2)
NPWP : 0 2 - 6 6 8 - 8 5 4 - 2 - 0 1 2 - 0 0 0 (3)
Nama : P T A N D A N G K O N S T R U K S I
Alamat : J L M E L A W A I N O 3 9 9 J A K A R T A
Pemotong/Pemungut Pajak (5)
NPWP : 0 0 - 9 8 7 - 6 5 4 - 3 - 3 3 1 - 0 0 0
Nama : B E N D K E M E N P E K E R J A A N
U M U M
Perhatian :
1. Jumlah Pajak Penghasilan dari Jasa Tanda Tangan, Nama dan Cap
Konstruksi yang dipotong/dipungut di
2.
F.1.1.33.16 Lampiran I.8 Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER- 53/PJ/2009
lengkap dan benar.
dalam Surat Pemberitahuan (SPT)
Tahunan PPh.
Bukti Pemotongan/Pemungutan ini
dianggap sah apabila diisi dengan
Jakarta, 5 Juli 20 13 (4)
Syarif
Nomor : 003/HB/VII/2013
5. Jasa perencanaan atau pengawasan konstruksi
oleh penyedia jasa yang tidak memiliki kualifikasi
usaha
10.500.000.000
atas bukan merupakan kredit pajak
Terbilang : sepuluh milyar lima ratus juta rupiah
350.000.000.000
JUMLAH
6%
oleh penyedia jasa yang memiliki kualifikasi usaha 4%
selain angka 1 dan angka 2 di atas 350.000.000.000 3% 10.500.000.000
Jasa perencanaan atau pengawasan konstruksi
yang tidak memiliki kualifikasi usaha 4%
Jasa pelaksanaan konstruksi oleh penyedia jasa
Jasa pelaksanaan konstruksi oleh penyedia jasa
2%
Jasa pelaksanaan konstruksi oleh penyedia jasa
dengan kualifikasi usaha kecil
(1)
1.
4.
3.
2.
(5) (4)
BUKTI PEMOTONGAN/PEMUNGUTAN PPh FINAL PASAL 4 AYAT (2)
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
KANTOR PELAYANAN PAJAK
PRATAMA JAKARTA KEBAYORAN BARU SATU
ATAS PENGHASILAN DARI USAHA JASA KONSTRUKSI
No.
PPh yang Dipotong/
Dipungut (Rp)
Tarif
(%)
Jumlah Nilai Bruto
(Rp)
Uraian
(3) (2)
Pengisian formulir
T14
Kementerian
Pekerjaan Umum
melaksanakan proyek
pembangunan jalan
lintas Kalimantan
dengan dana hibah
Rp950.000.000.000.
Sisa anggaran tahun
2013
Rp350.000.000.000.
Kontraktor utama Pt
Andang Konstruksi

Pemotongan PPh Pasal


4 ayat (2) (3% x
Rp350.000.000.000)

Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 4
(2)

Menyetorkan PPh Pasal


4 (2) / PPN dengan SSP

Melaporkan PPh Pasal 4


(2) yang dipotong dalam
SPT Masa PPh Pasal 4
(2)
Bendahara Mahir Pajak 2014 B
121
10. Pengisian formulir untuk T14
Pembuatan bukti pemotongan PPh Final Pasal 4 ayat
(2)
Lembar ke-1 untuk : Wajib Pajak
Lembar ke-2 untuk : Kantor Pelayanan Pajak
Lembar ke-3 untuk : Pemotong/Pemungut Pajak
(2)
NPWP : 0 2 - 6 6 8 - 8 5 4 - 2 - 0 1 2 - 0 0 0 (3)
Nama : P T A N D A N G K O N S T R U K S I
Alamat : J L M E L A W A I N O 3 9 9 J A K A R T A
Pemotong/Pemungut Pajak (5)
NPWP : 0 0 - 9 8 7 - 6 5 4 - 3 - 3 3 1 - 0 0 0
Nama : B E N D K E M E N P E K E R J A A N
U M U M
Perhatian :
1. Jumlah Pajak Penghasilan dari Jasa Tanda Tangan, Nama dan Cap
Konstruksi yang dipotong/dipungut di
2.
F.1.1.33.16 Lampiran I.8 Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER- 53/PJ/2009
lengkap dan benar.
dalam Surat Pemberitahuan (SPT)
Tahunan PPh.
Bukti Pemotongan/Pemungutan ini
dianggap sah apabila diisi dengan
Jakarta, 5 Juli 20 13 (4)
Syarif
Nomor : 003/HB/VII/2013
5. Jasa perencanaan atau pengawasan konstruksi
oleh penyedia jasa yang tidak memiliki kualifikasi
usaha
10.500.000.000
atas bukan merupakan kredit pajak
Terbilang : sepuluh milyar lima ratus juta rupiah
350.000.000.000
JUMLAH
6%
oleh penyedia jasa yang memiliki kualifikasi usaha 4%
selain angka 1 dan angka 2 di atas 350.000.000.000 3% 10.500.000.000
Jasa perencanaan atau pengawasan konstruksi
yang tidak memiliki kualifikasi usaha 4%
Jasa pelaksanaan konstruksi oleh penyedia jasa
Jasa pelaksanaan konstruksi oleh penyedia jasa
2%
Jasa pelaksanaan konstruksi oleh penyedia jasa
dengan kualifikasi usaha kecil
(1)
1.
4.
3.
2.
(5) (4)
BUKTI PEMOTONGAN/PEMUNGUTAN PPh FINAL PASAL 4 AYAT (2)
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
KANTOR PELAYANAN PAJAK
PRATAMA JAKARTA KEBAYORAN BARU SATU
ATAS PENGHASILAN DARI USAHA JASA KONSTRUKSI
No.
PPh yang Dipotong/
Dipungut (Rp)
Tarif
(%)
Jumlah Nilai Bruto
(Rp)
Uraian
(3) (2)
Pengisian formulir
T14
Kementerian
Pekerjaan Umum
melaksanakan proyek
pembangunan jalan
lintas Kalimantan
dengan dana hibah
Rp950.000.000.000.
Sisa anggaran tahun
2013
Rp350.000.000.000.
Kontraktor utama Pt
Andang Konstruksi

Pemotongan PPh Pasal


4 ayat (2) (3% x
Rp350.000.000.000)

Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 4
(2)

Menyetorkan PPh Pasal


4 (2) / PPN dengan SSP

Melaporkan PPh Pasal 4


(2) yang dipotong dalam
SPT Masa PPh Pasal 4
(2)
Bendahara Mahir Pajak 2014 B
121
10. Pengisian formulir untuk T14
Pembuatan bukti pemotongan PPh Final Pasal 4 ayat
(2)
Lembar ke-1 untuk : Wajib Pajak
Lembar ke-2 untuk : Kantor Pelayanan Pajak
Lembar ke-3 untuk : Pemotong/Pemungut Pajak
(2)
NPWP : 0 2 - 6 6 8 - 8 5 4 - 2 - 0 1 2 - 0 0 0 (3)
Nama : P T A N D A N G K O N S T R U K S I
Alamat : J L M E L A W A I N O 3 9 9 J A K A R T A
Pemotong/Pemungut Pajak (5)
NPWP : 0 0 - 9 8 7 - 6 5 4 - 3 - 3 3 1 - 0 0 0
Nama : B E N D K E M E N P E K E R J A A N
U M U M
Perhatian :
1. Jumlah Pajak Penghasilan dari Jasa Tanda Tangan, Nama dan Cap
Konstruksi yang dipotong/dipungut di
2.
F.1.1.33.16 Lampiran I.8 Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER- 53/PJ/2009
lengkap dan benar.
dalam Surat Pemberitahuan (SPT)
Tahunan PPh.
Bukti Pemotongan/Pemungutan ini
dianggap sah apabila diisi dengan
Jakarta, 5 Juli 20 13 (4)
Syarif
Nomor : 003/HB/VII/2013
5. Jasa perencanaan atau pengawasan konstruksi
oleh penyedia jasa yang tidak memiliki kualifikasi
usaha
10.500.000.000
atas bukan merupakan kredit pajak
Terbilang : sepuluh milyar lima ratus juta rupiah
350.000.000.000
JUMLAH
6%
oleh penyedia jasa yang memiliki kualifikasi usaha 4%
selain angka 1 dan angka 2 di atas 350.000.000.000 3% 10.500.000.000
Jasa perencanaan atau pengawasan konstruksi
yang tidak memiliki kualifikasi usaha 4%
Jasa pelaksanaan konstruksi oleh penyedia jasa
Jasa pelaksanaan konstruksi oleh penyedia jasa
2%
Jasa pelaksanaan konstruksi oleh penyedia jasa
dengan kualifikasi usaha kecil
(1)
1.
4.
3.
2.
(5) (4)
BUKTI PEMOTONGAN/PEMUNGUTAN PPh FINAL PASAL 4 AYAT (2)
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
KANTOR PELAYANAN PAJAK
PRATAMA JAKARTA KEBAYORAN BARU SATU
ATAS PENGHASILAN DARI USAHA JASA KONSTRUKSI
No.
PPh yang Dipotong/
Dipungut (Rp)
Tarif
(%)
Jumlah Nilai Bruto
(Rp)
Uraian
(3) (2)
Pengisian formulir
T14
Kementerian
Pekerjaan Umum
melaksanakan proyek
pembangunan jalan
lintas Kalimantan
dengan dana hibah
Rp950.000.000.000.
Sisa anggaran tahun
2013
Rp350.000.000.000.
Kontraktor utama Pt
Andang Konstruksi

Pemotongan PPh Pasal


4 ayat (2) (3% x
Rp350.000.000.000)

Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 4
(2)

Menyetorkan PPh Pasal


4 (2) / PPN dengan SSP

Melaporkan PPh Pasal 4


(2) yang dipotong dalam
SPT Masa PPh Pasal 4
(2)
143
LEMBAR
Untuk Arsip Wajib Pajak
:
:
Diisi sesuai Nomor Ketetapan : STP, SKPKB, SKPKBT
Jumlah Pembayaran :
Terbilang :
.......
Diisi Tahun terutangnya Pajak
Nomor Ketetapan
Diisi dengan rupiah penuh
sepuluh miliar lima ratus juta rupiah
/
Rp10.500.000.000
/ /
Beri tanda silang (x) pada kolom bulan, sesuai dengan pembayaran untuk masa yang berkenaan
: /
Mei Jun Jul
2 8 4 0 9
1
Okt Sep Nov Des
Tahun Pajak
......
......
Kode Jenis Setoran
.....
.....
.....
0
Uraian Pembayaran : PPh Final 4 (2) Jasa Konstruksi
X 2 0 1 3
Diisi sesuai dengan Nomor Pokok Wajib Pajak yang dimiliki
KEMENTERIAN KEUANGAN R.I.
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
NPWP 1 9 0 0 0 :
SURAT SETORAN PAJAK
0 1 0
:
0
Kode Akun Pajak
4
Bendahara Kementerian Pekerjaan Umum
Jl. Pattimura, Kebayoran Baru, Jakarta
4 1 1 1
ALAMAT OP
NOP
......
Jan Feb Mar Apr Ags
8
(SSP)
Diisi sesuai dengan Nomor Objek Pajak
Masa Pajak
ALAMAT WP
2 0 0
NAMA WP :
Terbilang :
, Tanggal Juli 2013
Cap dan tanda tangan
Bendahara Kementerian Pekerjaan Umum
Nama Jelas : . Nama Jelas : Syarif
F.2.0.32.01
PAJAK PENGHASILAN DITANGGUNG
OLEH PEMERINTAH
.......
.......
sepuluh miliar lima ratus juta rupiah
Cap dan tanda tangan
Ruang Validasi Kantor Penerima Pembayaran
" Terima kasih Telah Membayar Pajak - Pajak Untuk Pembangunan Bangsa "
Tanggal
Wajib Pajak/Penyetor
Jakarta
Diterima oleh Kantor Penerima Pembayaran
Pengisian SSP PPh Final Pasal 4 ayat (2)
Bendahara Mahir Pajak 2014
122
Pengisian SSP PPh Final Pasal 4 ayat (2)
LEMBAR
Untuk Arsip Wajib Pajak
:
:
Diisi sesuai Nomor Ketetapan : STP, SKPKB, SKPKBT
Jumlah Pembayaran :
Terbilang :
, Tanggal Juli 2013
Cap dan tanda tangan
Bendahara Kementerian Pekerjaan Umum
Nama Jelas : . Nama Jelas : Syarif
F.2.0.32.01
Ruang Validasi Kantor Penerima Pembayaran
" Terima kasih Telah Membayar Pajak - Pajak Untuk Pembangunan Bangsa "
Tanggal
8
(SSP)
Wajib Pajak/Penyetor
Jakarta
Diterima oleh Kantor Penerima Pembayaran
Diisi sesuai dengan Nomor Objek Pajak
Masa Pajak
ALAMAT WP
2 0 0
NAMA WP :
:
0
Kode Akun Pajak
4
Cap dan tanda tangan
Bendahara Kementerian Pekerjaan Umum
Jl. Pattimura, Kebayoran Baru, Jakarta
4 1 1 1
ALAMAT OP
NOP
......
Jan Feb Mar Apr Ags
Diisi sesuai dengan Nomor Pokok Wajib Pajak yang dimiliki
KEMENTERIAN KEUANGAN R.I.
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
NPWP 1 9 0 0 0 :
SURAT SETORAN PAJAK
0 1 0
1
Okt Sep Nov Des
Tahun Pajak
......
......
Kode Jenis Setoran
.....
.....
.....
0
Uraian Pembayaran : PPh Final 4 (2) Jasa Konstruksi
X 2 0 1 3
Mei Jun Jul
2 8 4 0 9
PAJAK PENGHASILAN DITANGGUNG
OLEH PEMERINTAH
.......
.......
Diisi Tahun terutangnya Pajak
Nomor Ketetapan
Diisi dengan rupiah penuh
sepuluh miliar lima ratus juta rupiah
/
Rp10.500.000.000
/ /
Beri tanda silang (x) pada kolom bulan, sesuai dengan pembayaran untuk masa yang berkenaan
: /
Pengisian formulir
T14
Kementerian
Pekerjaan Umum
melaksanakan
proyek
pembangunan jalan
lintas Kalimantan
dengan dana hibah
Rp950.000.000.000.
Sisa anggaran tahun
2013
Rp350.000.000.000.
Kontraktor utama
Pt Andang
Konstruksi

Pemotongan PPh Pasal


4 ayat (2) (3% x
Rp350.000.000.000)

Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 4
(2)

Menyetorkan PPh Pasal


4 (2) dengan SSP

Melaporkan PPh Pasal 4


(2)
yang dipotong dalam
SPT Masa PPh Pasal 4
(2)
Bendahara Mahir Pajak 2014
122
Pengisian SSP PPh Final Pasal 4 ayat (2)
LEMBAR
Untuk Arsip Wajib Pajak
:
:
Diisi sesuai Nomor Ketetapan : STP, SKPKB, SKPKBT
Jumlah Pembayaran :
Terbilang :
, Tanggal Juli 2013
Cap dan tanda tangan
Bendahara Kementerian Pekerjaan Umum
Nama Jelas : . Nama Jelas : Syarif
F.2.0.32.01
Ruang Validasi Kantor Penerima Pembayaran
" Terima kasih Telah Membayar Pajak - Pajak Untuk Pembangunan Bangsa "
Tanggal
8
(SSP)
Wajib Pajak/Penyetor
Jakarta
Diterima oleh Kantor Penerima Pembayaran
Diisi sesuai dengan Nomor Objek Pajak
Masa Pajak
ALAMAT WP
2 0 0
NAMA WP :
:
0
Kode Akun Pajak
4
Cap dan tanda tangan
Bendahara Kementerian Pekerjaan Umum
Jl. Pattimura, Kebayoran Baru, Jakarta
4 1 1 1
ALAMAT OP
NOP
......
Jan Feb Mar Apr Ags
Diisi sesuai dengan Nomor Pokok Wajib Pajak yang dimiliki
KEMENTERIAN KEUANGAN R.I.
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
NPWP 1 9 0 0 0 :
SURAT SETORAN PAJAK
0 1 0
1
Okt Sep Nov Des
Tahun Pajak
......
......
Kode Jenis Setoran
.....
.....
.....
0
Uraian Pembayaran : PPh Final 4 (2) Jasa Konstruksi
X 2 0 1 3
Mei Jun Jul
2 8 4 0 9
PAJAK PENGHASILAN DITANGGUNG
OLEH PEMERINTAH
.......
.......
Diisi Tahun terutangnya Pajak
Nomor Ketetapan
Diisi dengan rupiah penuh
sepuluh miliar lima ratus juta rupiah
/
Rp10.500.000.000
/ /
Beri tanda silang (x) pada kolom bulan, sesuai dengan pembayaran untuk masa yang berkenaan
: /
Pengisian formulir
T14
Kementerian
Pekerjaan Umum
melaksanakan
proyek
pembangunan jalan
lintas Kalimantan
dengan dana hibah
Rp950.000.000.000.
Sisa anggaran tahun
2013
Rp350.000.000.000.
Kontraktor utama
Pt Andang
Konstruksi

Pemotongan PPh Pasal


4 ayat (2) (3% x
Rp350.000.000.000)

Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 4
(2)

Menyetorkan PPh Pasal


4 (2) dengan SSP

Melaporkan PPh Pasal 4


(2)
yang dipotong dalam
SPT Masa PPh Pasal 4
(2)
Bendahara Mahir Pajak 2014
122
Pengisian SSP PPh Final Pasal 4 ayat (2)
LEMBAR
Untuk Arsip Wajib Pajak
:
:
Diisi sesuai Nomor Ketetapan : STP, SKPKB, SKPKBT
Jumlah Pembayaran :
Terbilang :
, Tanggal Juli 2013
Cap dan tanda tangan
Bendahara Kementerian Pekerjaan Umum
Nama Jelas : . Nama Jelas : Syarif
F.2.0.32.01
Ruang Validasi Kantor Penerima Pembayaran
" Terima kasih Telah Membayar Pajak - Pajak Untuk Pembangunan Bangsa "
Tanggal
8
(SSP)
Wajib Pajak/Penyetor
Jakarta
Diterima oleh Kantor Penerima Pembayaran
Diisi sesuai dengan Nomor Objek Pajak
Masa Pajak
ALAMAT WP
2 0 0
NAMA WP :
:
0
Kode Akun Pajak
4
Cap dan tanda tangan
Bendahara Kementerian Pekerjaan Umum
Jl. Pattimura, Kebayoran Baru, Jakarta
4 1 1 1
ALAMAT OP
NOP
......
Jan Feb Mar Apr Ags
Diisi sesuai dengan Nomor Pokok Wajib Pajak yang dimiliki
KEMENTERIAN KEUANGAN R.I.
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
NPWP 1 9 0 0 0 :
SURAT SETORAN PAJAK
0 1 0
1
Okt Sep Nov Des
Tahun Pajak
......
......
Kode Jenis Setoran
.....
.....
.....
0
Uraian Pembayaran : PPh Final 4 (2) Jasa Konstruksi
X 2 0 1 3
Mei Jun Jul
2 8 4 0 9
PAJAK PENGHASILAN DITANGGUNG
OLEH PEMERINTAH
.......
.......
Diisi Tahun terutangnya Pajak
Nomor Ketetapan
Diisi dengan rupiah penuh
sepuluh miliar lima ratus juta rupiah
/
Rp10.500.000.000
/ /
Beri tanda silang (x) pada kolom bulan, sesuai dengan pembayaran untuk masa yang berkenaan
: /
Pengisian formulir
T14
Kementerian
Pekerjaan Umum
melaksanakan
proyek
pembangunan jalan
lintas Kalimantan
dengan dana hibah
Rp950.000.000.000.
Sisa anggaran tahun
2013
Rp350.000.000.000.
Kontraktor utama
Pt Andang
Konstruksi

Pemotongan PPh Pasal


4 ayat (2) (3% x
Rp350.000.000.000)

Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 4
(2)

Menyetorkan PPh Pasal


4 (2) dengan SSP

Melaporkan PPh Pasal 4


(2)
yang dipotong dalam
SPT Masa PPh Pasal 4
(2)
144
X SPT Normal
SPT Pembetulan Ke-
0 7 / 2 0 1 3
1. NPWP : 0 0 8 4 9 1 0 0 0 - 0 1 2 0 0 0
2. Nama : B E N D K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M
3. Alamat : J L . P A T T I M U R A J A K A R T A S E L A T A N
1.
a. Bunga Deposito/Tabungan
1) Yang ditempatkan di Dalam Negeri
2) Yang ditempatkan di Luar Negeri
b. Diskonto Sertifikat Bank Indonesia
c. Jasa Giro
2. Transaksi Penjualan Saham
a. Saham Pendiri
b. Bukan Saham Pendiri
3. Bunga/Diskonto Obligasi dan Surat Berharga Negara
4. Hadiah Undian
5. Persewaan Tanah dan/atau Bangunan
a. Penyewa sebagai Pemotong Pajak
b. Orang Pribadi/Badan yang Menyetor Sendiri PPh
6. Jasa Konstruksi
411128/405
411128/403
411128/404
411128/404
411128/404
Nilai Obyek PajaK
(Rp)
(3)
411128/407
411128/407
411128/401
411128/403
KEMENTERIAN
KEUANGAN R.I.
DIREKTORAT
JENDERAL PAJAK
SURAT PEMBERITAHUAN (SPT) MASA
PAJAK PENGHASILAN FINAL PASAL 4 AYAT (2)
Formulir ini digunakan untuk melaporkan Pemotongan/Pemungutan
Pajak Penghasilan Final Pasal 4 Ayat (2)
(5) (2)
Masa Pajak
BAGIAN A. IDENTITAS PEMOTONG PAJAK/WAJIB PAJAK
BAGIAN B. OBJEK PAJAK
Uraian KAP/KJS
(1)
Bunga Deposito/Tabungan, Diskonto SBI dan Jasa Giro
411128/404
PPh yang Dipotong/
Dipungut/Disetor Sendiri (Rp)
Tarif
(%)
(4)
6. Jasa Konstruksi
a. Perencana Konstruksi
1) Pengguna Jasa sebagai Pemotong PPh
2) Penyedia Jasa yang Menyetor Sendiri PPh
b. Pelaksana Konstruksi
1) Pengguna Jasa sebagai Pemotong PPh
2) Penyedia Jasa yang Menyetor Sendiri PPh
c. Pengawas Konstruksi
1) Pengguna Jasa sebagai Pemotong PPh
2) Penyedia Jasa yang Menyetor Sendiri PPh
7. Wajib Pajak yang Melakukan Pengalihan Hak atas
Tanah/Bangunan
8. Bunga Simpanan yang Dibayarkan oleh Koperasi kepada
Anggota Wajib Pajak Orang Pribadi
9. Transaksi Derivatif Berupa Kontrak Berjangka yang
Diperdagangkan di Bursa
10. Dividen yang Diterima/Diperoleh Wajib Pajak Orang Pribadi
Dalam Negeri
11. Penghasilan Tertentu Lainnya
a.
b.
c.
1. X Surat Setoran Pajak : lembar.
2. X Daftar Bukti Pemotongan/Pemungutan PPh Final Pasal 4 ayat (2).
3. X Bukti Pemotongan/Pemungutan PPh Final Pasal 4 ayat (2) : lembar.
4. Surat Kuasa Khusus.
Terbilang : sepuluh miliar lima ratus juta rupiah
BAGIAN C. LAMPIRAN
BAGIAN D. PERNYATAAN DAN TANDA TANGAN
1
1
10.500.000.000 350.000.000.000
3% 10.500.000.000
411128/409
JUMLAH
411128/402
411128/417
411128/418
......
.....
......
411128/409
411128/409
411128/409
411128/409
411128/409
411128/419
350.000.000.000
SPT Masa Diterima:
Langsung dari WP
X PEMOTONG PAJAK/PIMPINAN KUASA WAJIB PAJAK Melalui Pos
Nama B E N D K E M E N P E K E R J A A N U M 2 0
NPWP 0 0 8 4 9 1 0 0 0 - 0 1 2 0 0 0
Tanda Tangan & Cap Tanggal 2 0 0 8 2 0 1 3 Tanda Tangan
F.1.1.32.04 Lampiran I.1 Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER- 53/PJ/2009
tanggal bulan tahun
Dengan menyadari sepenuhnya akan segala akibatnya termasuk sanksi-sanksi sesuai dengan ketentuan Diisi Oleh Petugas
BAGIAN D. PERNYATAAN DAN TANDA TANGAN
tahun
perundang-undangan yang berlaku, saya menyatakan bahwa apa yang telah saya beritahukan di atas beserta
lampiran-lampirannya adalah benar, lengkap dan jelas.
T
a
n
g
g
a
l
tanggal bulan
Pengisian SPT Masa PPh Final Pasal 4 ayat (2)
Bendahara Mahir Pajak 2014 B
123
Pengisian SPT Masa PPh Final Pasal 4 ayat (2)
X SPT Normal
SPT Pembetulan Ke-
0 7 / 2 0 1 3
1. NPWP : 0 0 8 4 9 1 0 0 0 - 0 1 2 0 0 0
2. Nama : B E N D K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M
3. Alamat : J L . P A T T I M U R A J A K A R T A S E L A T A N
1.
a. Bunga Deposito/Tabungan
1) Yang ditempatkan di Dalam Negeri
2) Yang ditempatkan di Luar Negeri
b. Diskonto Sertifikat Bank Indonesia
c. Jasa Giro
2. Transaksi Penjualan Saham
a. Saham Pendiri
b. Bukan Saham Pendiri
3. Bunga/Diskonto Obligasi dan Surat Berharga Negara
4. Hadiah Undian
5. Persewaan Tanah dan/atau Bangunan
a. Penyewa sebagai Pemotong Pajak
b. Orang Pribadi/Badan yang Menyetor Sendiri PPh
6. Jasa Konstruksi
a. Perencana Konstruksi
1) Pengguna Jasa sebagai Pemotong PPh
2) Penyedia Jasa yang Menyetor Sendiri PPh
b. Pelaksana Konstruksi
1) Pengguna Jasa sebagai Pemotong PPh
2) Penyedia Jasa yang Menyetor Sendiri PPh
c. Pengawas Konstruksi
1) Pengguna Jasa sebagai Pemotong PPh
2) Penyedia Jasa yang Menyetor Sendiri PPh
7. Wajib Pajak yang Melakukan Pengalihan Hak atas
Tanah/Bangunan
8. Bunga Simpanan yang Dibayarkan oleh Koperasi kepada
Anggota Wajib Pajak Orang Pribadi
9. Transaksi Derivatif Berupa Kontrak Berjangka yang
Diperdagangkan di Bursa
10. Dividen yang Diterima/Diperoleh Wajib Pajak Orang Pribadi
Dalam Negeri
11. Penghasilan Tertentu Lainnya
a.
b.
c.
1. X Surat Setoran Pajak : lembar.
2. X Daftar Bukti Pemotongan/Pemungutan PPh Final Pasal 4 ayat (2).
3. X Bukti Pemotongan/Pemungutan PPh Final Pasal 4 ayat (2) : lembar.
4. Surat Kuasa Khusus.
SPT Masa Diterima:
Langsung dari WP
X PEMOTONG PAJAK/PIMPINAN KUASA WAJIB PAJAK Melalui Pos
Nama B E N D K E M E N P E K E R J A A N U M 2 0
NPWP 0 0 8 4 9 1 0 0 0 - 0 1 2 0 0 0
Tanda Tangan & Cap Tanggal 2 0 0 8 2 0 1 3 Tanda Tangan
F.1.1.32.04 Lampiran I.1 Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER- 53/PJ/2009
350.000.000.000
PPh yang Dipotong/
Dipungut/Disetor Sendiri (Rp)
Tarif
(%)
(4)
KEMENTERIAN
KEUANGAN R.I.
DIREKTORAT
JENDERAL PAJAK
SURAT PEMBERITAHUAN (SPT) MASA
PAJAK PENGHASILAN FINAL PASAL 4 AYAT (2)
Formulir ini digunakan untuk melaporkan Pemotongan/Pemungutan
Pajak Penghasilan Final Pasal 4 Ayat (2)
(5) (2)
Masa Pajak
BAGIAN A. IDENTITAS PEMOTONG PAJAK/WAJIB PAJAK
BAGIAN B. OBJEK PAJAK
Uraian KAP/KJS
(1)
Bunga Deposito/Tabungan, Diskonto SBI dan Jasa Giro
411128/404
411128/404
411128/404
411128/404
Nilai Obyek PajaK
(Rp)
(3)
......
411128/407
411128/407
411128/401
411128/409
411128/409
411128/409
411128/409
411128/409
411128/419
411128/403
411128/409
JUMLAH
411128/402
411128/417
411128/418
......
.....
411128/405
411128/403
3% 10.500.000.000
10.500.000.000 350.000.000.000
tanggal bulan tahun
Terbilang : sepuluh miliar lima ratus juta rupiah
BAGIAN C. LAMPIRAN
Dengan menyadari sepenuhnya akan segala akibatnya termasuk sanksi-sanksi sesuai dengan ketentuan Diisi Oleh Petugas
BAGIAN D. PERNYATAAN DAN TANDA TANGAN
tahun
perundang-undangan yang berlaku, saya menyatakan bahwa apa yang telah saya beritahukan di atas beserta
lampiran-lampirannya adalah benar, lengkap dan jelas.
T
a
n
g
g
a
l
tanggal bulan
1
1
Pengisian formulir
T14
Kementerian
Pekerjaan Umum
melaksanakan
proyek
pembangunan jalan
lintas Kalimantan
dengan dana hibah
Rp950.000.000.000.
Sisa anggaran tahun
2013
Rp350.000.000.000.
Kontraktor utama
Pt Andang
Konstruksi

Pemotongan PPh Pasal


4 ayat (2) (3% x
Rp350.000.000.000)

Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 4
(2)

Menyetorkan PPh Pasal


4 (2) dengan SSP

Melaporkan PPh Pasal 4


(2)
yang dipotong dalam
SPT Masa PPh Pasal 4
(2)
145
0 7 / 2 0 1 3
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
(7)
Masa Pajak
No. NPWP Nama
PPh yang Dipotong
/Dipungut (Rp)
(5) (6) (2)
DAFTAR BUKTI PEMOTONGAN/PEMUNGUTAN
PPh FINAL PASAL 4 AYAT (2)
Bukti Pemotongan/Pemungutan
Nomor Tanggal
Nilai Obyek
Pajak (Rp)
(1)
KEMENTERIAN
KEUANGAN R.I.
DIREKTORAT
JENDERAL PAJAK
(3) (4)
02.668.854.2-012.000 PT. Andang Konstruksi 003/HB/VII/2013 5 Juli 2013 350.000.000.000 10.500.000.000
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
350.000.000.000 10.500.000.000 JUMLAH
dst.
X PEMOTONG PAJAK/PIMPINAN KUASA WAJIB PAJAK Tanggal
2 0 0 8 2 0 1 3
Nama B E N D K E M E N P E K E R J A A N U M
NPWP 0 0 8 4 9 1 0 0 0
-
0 1 2 0 0 0 Tanda Tangan & Cap
D.1.1.32.06 Lampiran I.2 Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER- 53/PJ/2009
tahun tanggal bulan
Bendahara Mahir Pajak 2014
124
0 7 / 2 0 1 3
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
X PEMOTONG PAJAK/PIMPINAN KUASA WAJIB PAJAK Tanggal
2 0 0 8 2 0 1 3
Nama B E N D K E M E N P E K E R J A A N U M
NPWP 0 0 8 4 9 1 0 0 0
-
0 1 2 0 0 0 Tanda Tangan & Cap
D.1.1.32.06 Lampiran I.2 Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER- 53/PJ/2009
dst.
02.668.854.2-012.000 PT. Andang Konstruksi 003/HB/VII/2013 5 Juli 2013 350.000.000.000 10.500.000.000
(3) (4) (7)
Masa Pajak
No. NPWP Nama
PPh yang Dipotong
/Dipungut (Rp)
(5) (6) (2)
DAFTAR BUKTI PEMOTONGAN/PEMUNGUTAN
PPh FINAL PASAL 4 AYAT (2)
Bukti Pemotongan/Pemungutan
Nomor Tanggal
Nilai Obyek
Pajak (Rp)
(1)
KEMENTERIAN
KEUANGAN R.I.
DIREKTORAT
JENDERAL PAJAK
tahun
350.000.000.000 10.500.000.000 JUMLAH
tanggal bulan
Pengisian formulir
T14
Kementerian
Pekerjaan Umum
melaksanakan
proyek
pembangunan jalan
lintas Kalimantan
dengan dana hibah
Rp950.000.000.000.
Sisa anggaran tahun
2013
Rp350.000.000.000.
Kontraktor utama
Pt Andang
Konstruksi

Pemotongan PPh Pasal


4 ayat (2) (3% x
Rp350.000.000.000)

Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 4
(2)

Menyetorkan PPh Pasal


4 (2) dengan SSP

Melaporkan PPh Pasal 4


(2)
yang dipotong dalam
SPT Masa PPh Pasal 4
(2)
146
Lembar ke-1 : Untuk Pembeli BKP/Penerima JKP
sebagai bukti Pajak Masukan
Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak :
Pengusaha Kena Pajak
Nama :
Alamat :
NPWP :
Pembeli Barang Kena Pajak/ Penerima Jasa Kena Pajak
Nama :
Alamat :
NPWP :
FAKTUR PAJAK
Harga Jual/Penggantian/Uang
Muka/Termin
(Rp)
Bendahara Kementerian Pekerjaan Umum
Pekerjaan Jalan Lintas Kalimantan Tahap III
No.
Urut
PAJAK PERTAMBAHAN NILAI
DAN PAJAK PENJUALAN
ATAS BARANG MEWAH TIDAK
DIPUNGUT
02.668.854.2-012.000
Jl. Pattimura Jakarta Selatan
00.849.100.0-012.000
1 350.000.000.000
070.000-13.00001100
PT. Andang Konstruksi
Jl. Melawai No. 399 Jakarta
Nama Barang Kena Pajak/ Jasa Kena Pajak
Harga Jual/Penggantian/Uang Muka/Termin *)
Dikurangi Potongan Harga
Dikurangi Uang Muka yang telah diterima
Dasar Pengenaan Pajak
PPN = 10% x Dasar Pengenaan Pajak
Pajak Penjualan Atas Barang Mewah
,
Nama Djono
*) Coret yang tidak perlu
350.000.000.000
-
350.000.000.000
-
Rp.
Tarif
.. %
DPP PPn BM
Rp. Rp.
Jumlah
.. %
Rp.
Rp. Rp.
.. %
.. % Rp. Rp.
Rp.
35.000.000.000
05 Juli 2013 Jakarta
Faktur Pajak
Bendahara Mahir Pajak 2014 B
125
Faktur Pajak 3
Lembar ke-1 : Untuk Pembeli BKP/Penerima JKP
sebagai bukti Pajak Masukan
Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak :
Pengusaha Kena Pajak
Nama :
Alamat :
NPWP :
Pembeli Barang Kena Pajak/ Penerima Jasa Kena Pajak
Nama :
Alamat :
NPWP :
Harga Jual/Penggantian/Uang Muka/Termin *)
Dikurangi Potongan Harga
Dikurangi Uang Muka yang telah diterima
Dasar Pengenaan Pajak
PPN = 10% x Dasar Pengenaan Pajak
Pajak Penjualan Atas Barang Mewah
,
Nama Djono
*) Coret yang tidak perlu
-
020.000-11.00000057
05 Juli 2013 Jakarta
PT. Andang Konstruksi
Jl. Melawai No. 399 Jakarta
Nama Barang Kena Pajak/ Jasa Kena Pajak
Jumlah
.. %
Rp.
Rp. Rp.
.. %
.. % Rp. Rp.
Rp.
02.668.854.2-012.000
Jl. Pattimura Jakarta Selatan
00.849.100.0-012.000
1 350.000.000.000
Bendahara Kementerian Pekerjaan Umum
Pekerjaan Jalan Lintas Kalimantan Tahap III
No.
Urut
PPN TIDAK DIPUNGUT
FAKTUR PAJAK
Harga Jual/Penggantian/Uang
Muka/Termin
(Rp)
Tarif
.. %
DPP PPn BM
Rp. Rp.
350.000.000.000
-
350.000.000.000
-
Rp.
Pengisian formulir
T14
Kementerian
Pekerjaan Umum
melaksanakan
proyek
pembangunan jalan
lintas Kalimantan
dengan dana hibah
Rp950.000.000.000.
Sisa anggaran tahun
2013
Rp350.000.000.000.
Kontraktor utama
Pt Andang
Konstruksi

Pemotongan PPh Pasal


4 ayat (2) (3% x
Rp350.000.000.000)

Membuat bukti
pemotongan PPh Pasal 4
(2)

Validasi faktur pajak


(PPN tidak Dipungut)
Menyetorkan PPh Pasal
4 (2) dengan SSP

Melaporkan PPh Pasal 4


(2)
yang dipotong dalam
SPT Masa PPh Pasal 4
(2)
147
DAFTAR PERATURAN TERKAIT
1. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak
Penghasilan sebagaimana telah diubah terakhir
dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008.
2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak
Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak
Penjualan Atas Barang Mewah sebagaimana telah
beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-
Undang Nomor 42 Tahun 2009.
3. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1985 tentang Bea
Meterai.
4. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 1994 tentang
Pembayaran Pajak Penghasilan atas Penghasilan
dari Pengalihan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan
sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir
dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun
2008.
5. Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 1995
tentang Bea Masuk, Bea Masuk Tambahan, Pajak
Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang
Mewah dan Pajak Penghasilan dalam rangka
Pelaksanaan Proyek Pemerintah yang Dibiayai
dengan Hibah atau Dana Pinjaman Luar Negeri
sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir
dengan Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun
2001.
6. Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1996 tentang
Pembayaran Pajak Penghasilan atas Penghasilan
dari Persewaan Tanah dan/atau Bangunan
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Pemerintah Nomor 5 Tahun 2002.
7. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2000 tentang
Perubahan Tarif Bea Meterai dan Besarnya Batas
148
Pengenaan Harga Nominal yang Dikenakan Bea
Meterai.
8. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2001 tentang
Impor dan atau Penyerahan Barang Kena Pajak
Tertentu yang Bersifat Strategis yang Dibebaskan dari
Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai sebagaimana
telah beberapa kali diubah terakhir dengan
Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2007.
9. Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2008
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Pemerintah Nomor 40 Tahun 2009 tentang Pajak
Penghasilan atas Penghasilan dari Usaha Jasa
Konstruksi.
10. Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2010
tentang Tarif Pemotongan dan Pengenaan Pajak
Penghasilan Pasal 21 atas Penghasilan yang Menjadi
Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.
11. Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2012 tentang
Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983
Tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang Dan
Jasa Dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah
Sebagaimana Telah Beberapa Kali Diubah Terakhir
Dengan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009
Tentang Perubahan Ketiga Atas Undang-Undang
Nomor 8 Tahun 1983 Tentang Pajak Pertambahan
Nilai Barang Dan Jasa Dan Pajak Penjualan Atas
Barang Mewah.
12. Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013 tentang
Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Usaha yang
Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang Memiliki
Peredaran Bruto Tertentu.
13. Keputusan Menteri Keuangan 635/KMK.04/1994
tentang Pelaksanaan Pembayaran dan
149
Pemungutan Pajak Penghasilan atas Penghasilan
dari Pengalihan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan
sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir
dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 243/
PMK.03/2008.
14. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 394/
KMK.04/1996 tentang Pelaksanaan Pembayaran dan
Pemotongan Pajak Penghasilan atas Penghasilan
dari Persewaan Tanah dan/atau Bangunan
sebagaimana telah diubah dengan Keputusan
Menteri Keuangan Nomor 120/KMK.03/2002.
15. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 133b/
KMK.04/2000 tentang Pelunasan Bea Meterai
dengan Menggunakan Cara Lain.
16. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 476/
KMK.03/2002 tentang Pelunasan Bea Meterai
Dengan Cara Lain Pemeteraian Kemudian.
17. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 563/
KMK.03/2003 tentang Penunjukan Bendaharawan
Pemerintah dan Kantor Perbendaharaan dan
Kas Negara untuk Memungut, Menyetor, dan
Melaporkan PPN Pajak Pertambahan Nilai dan
PPnBM Pajak Penjualan atas Barang Mewah
beserta Tata Cara Pemungutan, Penyetoran dan
Pelaporannya.
18. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 187/
PMK.03/2008 tentang Tata Cara Pemotongan,
Penyetoran, Pelaporan dan Penatausahaan
Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Usaha
Jasa Konstruksi sebagaimana telah diubah
dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 153/
PMK.03/2009.
19. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 244/
PMK.03/2008 tentang Jenis Jasa Lain sebagaimana
150
dimaksud dalam Pasal 23 ayat (1) huruf c angka 2
Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak
Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali
diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 36
Tahun 2008.
20. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 250/
PMK.03/2008 tentang Besarnya Biaya Jabatan
atau Biaya Pensiun yang Dapat Dikurangkan dari
Penghasilan Bruto Pegawai Tetap atau Pensiunan.
21. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 252/
PMK.03/2008 tentang Petunjuk Pelaksanaan
Pemotongan Pajak atas Penghasilan sehubungan
dengan Pekerjaan, Jasa, dan Kegiatan Orang
Pribadi.
22. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 55/PMK.02/2009
tentang Bentuk, Ukuran, dan Warna Benda Meterai.
23. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68/
PMK.03/2010 tentang Batasan Pengusaha Kecil
Pajak Pertambahan Nilai.
24. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 262/
PMK.03/2010 tentang Tata Cara Pemotongan Pajak
Penghasilan Pasal 21 bagi Pejabat Negara, PNS,
Anggota TNI, Anggota Polri, dan Pensiunannya
atas Penghasilan yang Menjadi Beban Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara atau Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah.
25. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 154/
PMK.03/2010 tentang Pemungutan Pajak Penghasilan
Pasal 22 sehubungan dengan Pembayaran atas
Penyerahan Barang dan Kegiatan di Bidang Impor
atau Kegiatan Usaha di Bidang Lain sebagaimana
telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan
Nomor 224/PMK.011/2012.
151
26. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 162/
PMK.011/2012 tentang Penyesuaian Besarnya
Penghasilan Tidak Kena Pajak.
27. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 107/
PMK.011/2013 tentang Tata Cara Penghitungan,
Penyetoran dan Pelaporan Pajak Penghasilan
atas Penghasilan dari Usaha yang Diterima atau
Diperoleh Wajib Pajak yang Memiliki Peredaran
Bruto Tertentu.
28. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 10/PMK.03/2013
tentang Tata Cara Pengembalian atas Kelebihan
Pembayaran Pajak yang Seharusnya Tidak Terutang.
29. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-122c/
PJ./2000 tentang Tata Cara Pelunasan Bea Meterai
Dengan Membubuhkan Tanda Bea Meterai Lunas
Dengan Teknologi Percetakan.
30. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-122d/
PJ./2000 tentang Tata Cara Pelunasan Bea Meterai
Dengan Membubuhkan Tanda Bea Meterai Lunas
Dengan Sistem Komputerisasi.
31. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-
227/PJ./2002 tentang Tata Cara Pemotongan dan
Pembayaran, serta Pelaporan Pajak Penghasilan
dari Persewaan Tanah dan/atau Bangunan.
32. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-
382/PJ./2002 tentang Pedoman Pelaksanaan
Pemungutan, Penyetoran, dan Pelaporan Pajak
Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang
Mewah bagi Pemungut Pajak Pertambahan Nilai
dan Pengusaha Kena Pajak Rekanan.
33. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-02/
PJ/2003 tentang Tata Cara Pemeteraian Kemudian.
34. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-
152
147/PJ./2006 tentang Bentuk, Isi, dan Tata Cara
Penyampaian Surat Pemberitahuan Masa Pajak
Pertambahan Nilai (SPT Masa PPN) bagi Pemungut
PPN.
35. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-32/
PJ/2009 tentang Bentuk Formulir Surat Pemberitahuan
Masa Pajak Penghasilan Pasal 21 dan/atau Pasal
26 dan Bukti Pemotongan/Pemungutan Pajak
Penghasilan Pasal 21 dan/atau Pasal 26.
36. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-38/
PJ/2009 tentang Bentuk Formulir Surat Setoran
Pajak sebagaimana telah diubah terakhir dengan
Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER 24/
PJ/2013.
37. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-53/
PJ/2009 tentang Bentuk Formulir Surat Pemberitahuan
Masa Pajak Penghasilan Final Pasal 4 ayat (2), Surat
Pemberitahuan Masa Pajak Penghasilan Pasal 15,
Pasal 22, Pasal 23 dan/atau Pasal 26 serta Bukti
Pemotongan/Pemungutannya.
38. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-
57/PJ/2010 tentang Tata Cara dan Prosedur
Pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 22 sehubungan
dengan Pembayaran atas Penyerahan Barang dan
Kegiatan di Bidang Impor atau Kegiatan Usaha di
Bidang Lain sebagaimana telah diubah dengan
Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-15/
PJ/2011.
39. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-66/
PJ/2010 tentang Tata Cara Pelunasan Bea Meterai
Dengan Membubuhkan Tanda Bea Meterai Lunas
Dengan Mesin Teraan Meterai Digital.
40. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 44/PJ/2010
tentang Bentuk, Isi dan Tata Cara Pengisian Serta
153
Penyampaian SPT Masa Pajak Penghasilan PPN.
41. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-
24/PJ/2012 tentang Bentuk, Ukuran, Tata Cara
Pengisian Keterangan, Prosedur Pemberitahuan
dalam rangka Pembuatan, Tata Cara Pembetulan
atau Penggantian, dan Tata Cara Pembatalan
Faktur Pajak sebagaimana telah diubah dengan
Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-08/
PJ/2013.
42. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-
31/PJ/2012 tentang Pedoman Teknis Tata Cara
Pemotongan, Penyetoran dan Pelaporan Pajak
Penghasilan Pasal 21 dan/atau Pajak Penghasilan
Pasal 26 sehubungan dengan Pekerjaan, Jasa, dan
Kegiatan Orang Pribadi.
43. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-
32/PJ/2013 tentang Tata Cara Pembebasan
dari Pemotongan dan/atau Pemungutan Pajak
Penghasilan bagi Wajib Pajak yang Dikenai Pajak
Penghasilan Berdasarkan Peraturan Pemerintah
Nomor 46 Tahun 2013 tentang Pajak Penghasilan
atas Penghasilan dari Usaha yang Diterima atau
Diperoleh Wajib Pajak yang Memiliki Peredaran
Bruto Tertentu.
44. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-14/
PJ/2013 tentang Bentuk, Isi, Tata Cara Pengisian dan
Penyampaian SPT Masa Pajak Penghasilan Pasal 21
dan/atau Pasal 26 Serta Bentuk Bukti Pemotongan
PPh Pasal 21 dan/atau Pasal 26.
154
TIM PENYUSUN
Pengarah : Poltak Maruli John Liberty Hutagaol
Penanggungjawab : Goro Ekanto
Redaktur : Sudiro
Editor : Haris Faisal
Koordinator : 1. Nurbaeti Munawaroh
2. Putut Suyoso Tricahyono
3. Bambang Eko Nugroho
4. Arief Prasetyo
5. Mashar Resmawan
Anggota:
Aulia Rais
Yayuk Nurazizah
Arif Mulyono
Samuel Nugroho Tri U
Dewi Maslikah
Marhentin Ika Kurniawati
Raisita Agus Wahyono
Edward Parulian Donald Tua
Immanuel S
Raisita Agus Wahyono
Muhammad Shodiq
Masrul
Masykur
Dani Ramdani
Stefanus Hajar Banu Sujita
Ikha Yuni Hapsari
Irine Diani Tyasnita
Rizki Nugroho
Budiyanto
Irine Diani Tyasnita
Rizki Nugroho
Ari Eko Hartoyo
Eko Haryono Aritonang
155