Anda di halaman 1dari 3

Metode VAR dan VECM

Alat analisis yang biasa digunakan untuk menjawab permasalahan penelitian


secara kuantitatif adalah Vector Autoregression (VAR). Model VAR digunakan
untuk menjelaskan perilaku dinamis antar variabel yang diamati dan saling
mempunyai keterkaitan dan akan diuraikan lebih lanjut melalui fungsi propertinya
yaitu fungsi Impulse Response danVariance Decomposition. VAR terdiri dari dua
model alternatif yaitu : Unrestricted VARmodel (UnVAR) dan Vector Error
Correction Model (VECM). Model Unrestricted VAR digunakan jika terdapat sifat
stationary dalam data time series pada nilai level atau data time series setiap
variabel berintegrasi pada order 0, I[0]. Sebaliknya, jika data time series dari
setiap variabel stabil pada nilai first difference atau berintegrasi pada order 1, I[1]
dan seluruh variabel berkointegrasi pada order 1, CI[1,1], maka model yang
digunakan adalah Vector Error Correction Model (VECM).
1. Pengertian Metode VAR
VAR ( Vector Auto Regression ) Merupakan alat analisis yang sangat berguna
dalam memahami adanya hubungan timbal balik (interrelationship) antara
variabel-variabel ekonomi maupun dalam pembentukan ekonomi yang
berstruktur.

2. Syarat Penggunaan Metode VAR
a. Metode regresi linier yang menyatakan bahwa variabel pertumbuhan
diregresikan atas variabel ekspor atau variabel impor telah banyak
dikritik dan merupakan metode yang sangat lemah sehingga hasil
penggunaannya dapat menyesatkan. Dua kritik utama terhadap metode
regresi linier adalah : Pertama, meregresikan variabel pendapatan
nasional tahun berjalan atas ekspor tahun berjalan merupakan sebagian
pendapatan nasional tahun berjalan yang bermakna bahwa kita
meregresikan suatu variabel atas dirinya sendiri. Kedua, metode regresi
linier tidak mendeteksi kausalitas antara variabel-variabel yang
digunakan secara dinamis. Dapat terjadi kumulatif ekspor yang tidak
mempunyai dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi.
b. Data yang digunakan merupakan data time series yang menggambarkan
fluktuasi ekonomi.
c. Dampak kebijakan moneter terhadap perkembangan di sektor riil melalui
suatu mekanisme yang pada umumnya tidak berdampak seketika,
biasanya membutuhkan tenggang waktu tertentu (lag). Ketiga persoalan
ini dapat dijawab oleh model VAR sebagai salah satu bentuk model
makro-ekonometrika yang paling sering digunakan untuk melihat
permasalahan fluktuasi ekonomi.

3. Kelebihan Metode VAR
Di samping itu, Analisis VAR memiliki beberapa keunggulan antara lain:
c. Metode ini sederhana, kita tidak perlu khawatir untuk membedakan
mana variabel endogen, mana variabel eksogen;
b. Estimasinya sederhana, dimana metode OLS biasa dapat diaplikasikan
pada tiap-tiap persamaan secara terpisah;
a. Hasil perkiraan (forecast) yang diperoleh dengan menggunakan metode
ini dalam banyak kasus lebih bagus dibandingkan dengan hasil yang
didapat dengan menggunakan model persamaan simultan yang kompleks
sekalipun. Selain itu, VAR juga merupakan alat analisis yang sangat
berguna, baik dalam memahami adanya hubungan timbal balik antara
variabel-variabel ekonomi, maupun di dalam pembentukan model
ekonomi berstruktur (Enders, 2004).

4. Jenis Jenis Metode VAR
a. Unrestricted VAR. Terdapat dua bentuk:
(1) VAR in level . Jika data tidak stasioner pada level, harus
distasionerkan dulu sebelum menggunakan model VAR.
(2) VAR in difference. jika data tidak stasioner dalam level dan tidak
memiliki hubungan kointegrasi, estimasi VAR dilakukan pada data
diferens.
b. Restricted VAR atau disebut Vector Error Correction Model (VECM): bentuk
VAR yang terestriksi. Restriksi diberikan karena data tidak stasioner namun
terkointegrasi.
c. Struktural VAR biasa disebut VAR direstriksi berdasarkan hubungan teoritis
yang kuat dan skema ordering hubungan terhadap peubah-peubah yang
digunakan. S-VAR dikenal sebagai VAR yg teoritis (theoritical VAR) .