Anda di halaman 1dari 4

TINJAUAN PUSTAKA

Myoma Uteri
Definisi :
Mioma uteri adalah tumor jinak otot polos uterus yang terdiri dari sel sel jaringan otot polos,
jaringan pengikat fibroid dan kolagen.
Mioma uteri disebut juga dengan leimioma uteri atau fibromioma uteri. Mioma ini berbentuk
padat karena jaringan ikat dan otot rahimnya dominan. Mioma uteri merupakan neoplasma jinak
yang paling umum dan sering dialami oleh wanita. Neoplasma ini memperlihatkan gejala klinis
berdasarkan besar dan letak mioma.
Klasifikasi:

Etiologi:
Dalam Jeffcoates Principles of Gynecology, ada beberapa faktor yang diduga kuat sebagai faktor
predisposisi terjadinya mioma uteri, yaitu :
Umur
Proporsi mioma meningkat pada usia 35-45 tahun. Penelitian Chao-Ru Chen (2001) di New York
menemukan wanita kulit putih umur 40-44 tahun beresiko 6,3 kali menderita mioma uteri
dibandingkan umur < 30 tahun .Sedangkan pada wanita kulit hitam umur 40-44 tahun beresiko
27,5 kali untuk menderita mioma uteri jika dibandingkan umur < 30 tahun

Paritas
Lebih sering terjadi pada nullipara atau pada wanita yang relative infertile, tetapi sampai saat ini
belum diketahui apakah infertilitas menyebabkan mioma uteri atau sebaliknya mioma uteri yang
menyebabkan infertilitas, atau apakah keadaan ini saling mempengaruhi. Penelitian Okezie di
Nigeria terhadap 190 kasus mioma uteri, 128 (67,3%) adalah nullipara.
Faktor Ras dan Genetik
Pada wanita tertentu, khususnya wanita berkulit hitam, angka kejadian mioma uteri lebih tinggi.
Penelitian Baird di Amerika yang dilakukan terhadap wanita kulit hitam dan wanita kulit putih
menemukan bahwa wanita kulit hitam beresiko 2,9 kali menderita mioma uteri .Terlepas dari
faktor ras, kejadian mioma juga tinggi pada wanita dengan riwayat keluarga ada yang menderita
mioma uteri.
Epidemiologi :
Mioma uteri merupakan tumor pelvis yang terbanyak pada organ reproduksi wanita. Jarang
sekali ditemukan pada wanita berumur 20 tahun dan belum pernah (dilaporkan) terjadi sebelum
menarche,paling banyak ditemukan pada wanita berumur 35-45 tahun (proporsi 25%). Setelah
menopause hanya kira-kira 10% mioma masih tumbuh. Proporsi mioma uteri pada masa
reproduksi 20-25%.
Gejala Klinis :
Perdarahan abnormal
Adanya massa di abdomen
Patofisiologi:
Sampai saat ini belum diketahui pasti patifisiologi mioma uteri. Diduga mioma merupakan
sebuah tumor monoklonal yang dihasilkan dari mutasi somatik dari sebuah sel neoplas faktor
yatik tunggal. Sel-sel tumor ini mempunyai abnormalitas kromosom. etiologi yang diajukan
termasuknya didalamnya perkembangan dari sel otot uterus atau arteri pada uterus, dari
transformasi metaplastik sel jaringan ikat, dan dari sel-sel embrionik sisa yang persisten. Efek
estrogen pada pertumbuhan mioma mungkin berhubungan dengan respon mediasi oleh estrogen
terhadap reseptor dan faktor pertumbuhan lain.
Diagnosis:
Perdarahan abnormal

Gangguan kencing bila myoma menyumbat kandung kemih


Ada massa di abdomen
Palpasi ditemukan ada massa keras, bentuk tidak teratur, gerakan bebas dan tidak sakit
Pemeriksaan lab darah lengkap biasa ditemukan adanya anemia
USG ditemukan massa padat dan homgen pada uterus, tampak gambaran pusaran air
Histerosalfingografi
MRI

Penatalaksanaan :
Konservatif (bila mioma berukuran kecil pada pra dan post menopause) :

Observasi dengan pemeriksaan pelvis secara periodik tiap 3-6 bulan

Bila anemis sedang berikan sulfas ferous 600 mg, bila berat lakukan transfusi

Operatif, bila besarnya mioma melebihi besar rahim seperti pada kehamilan 12-14 minggu,
kemudian bila adanya mioma uteri subserous bertangkai.

Komplikasi:
Degenerasi, yang paling berbahaya degenerasi ganas abdomen
Torsi, ada kalanya tangkai pada mioma uteri subserosum mengalami putaran. Kalau proses ini
terjadi mendadak, tumor akan mengalami gangguan sirkulasi akut dengan nekrosis jaringan dan
akan nampak gambaran klinik dari akut
Nekrosis dan infeksi.

Prognosis:

Diagnosis dini dan penanganan yang tepat akan menurunkan resiko komplikasi