Anda di halaman 1dari 23

Laporan Kasus

STROKE HEMORAGIK

Oleh

Nia Silvia Dini


0708120363

Pembimbing:
dr. Amsar AT, Sp.S

KEPANITERAAN KLINIK
BAGIAN ILMU PENYAKIT SARAF RSUD ARIFIN ACHMAD
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU
0

PEKANBARU
2013

RSUD ARIFIN ACHMAD


Fakultas Kedokteran UR
SMF/ BAGIAN SARAF
Sekretariat : SMF Saraf Irna Medikal Lantai 3
Jl. Diponegoro No. 2 Telp. (0761) 7026225

PE K AN BAR U
STATUS PASIEN
Nama Koass :

Nia Silvia Dini

NIM/NUK :

0708120363

Tanggal :

31 Desember 2012

Pembimbing

dr. Amsar, Sp.S

I. IDENTITAS PASIEN
Nama

Ny.Y

Umur

45 Tahun

Jenis kelamin

Perempuan

Alamat

Jl. Garuda Sakti Gg. Amal no.49, Panam Pekanbaru

Agama

Islam

Status perkawinan

Kawin

Pekerjaan

IRT

Tanggal Masuk RS

30 Desember 2010

Medical Record

52 54 65

II.

ANAMNESIS (autoanamnesis dan alloanamnesis dari istri pasien)


Keluhan Utama
Lemah anggota gerak sebelah kanan
Riwayat Penyakit Sekarang
2 hari sebelum pemeriksaan (31 Desember 2012), pasien mengalami
kelemahan pada anggota gerak sebelah kanan, keluhan datang tiba-tiba
1

sewaktu pasien mengikuti acara wirid pengajian. Pasien sebelumnya


mengeluhkan nyeri kepala (+) tidak terlalu hebat dan terasa berat pada bagian
tengkuk, mulut mencong (-), bicara pelo (+), mual (-), muntah menyemprot
(-), kejang (-), penurunan kesadaran (-). Pasien kemudian dibawa ke RS Ibnu
Sina dan langsung dirujuk ke RSUD AA.
Saat ini, pasien sudah bisa mengangkat lengan dan tungkai kanan,
namun masih lemah dibandingkan sebelah kiri. Pasien masih mengeluhkan
sakit kepala (+) dan terasa berat di bagian tengkuk.
Riwayat Penyakit Dahulu
Pasien tidak pernah menderita keluhan seperti ini sebelumnya
Riwayat Hipertensi tidak terkontrol (+) sejak 7 tahun yang lalu dengan
TD 200/....
Riwayat trauma (-)
Riwayat DM tidak diketahui pasien.
Riwayat penyakit jantung tidak diketahui pasien.
Riwayat kolesterol tinggi tidak diketahui pasien.
Riwayat Penyakit Keluarga
Tidak ada anggota keluarga yang menderita stroke.
RESUME ANAMNESIS

Lemah anggota gerak sebelah kanan, muncul mendadak, saat melakukan


aktivitas

Nyeri kepala (+)

Riwayat Hipertensi tidak terkontrol sejak 7 tahun yang lalu.

III. PEMERIKSAAN (31 Desember 2012)


A.

KEADAAN UMUM

Tekanan darah : kanan

: 220/120

Denyut nadi

: kanan

: 87 x/mnt, teratur

kiri

: 87 x/mnt, teratur

mmHg,

kiri :220/120 mmHg

Suhu

: 36,20C

Jantung

: HR

: 87 x/mnt, reguler, bising (-)

Paru

: Respirasi

: 19x/mnt, tipe: abdominothorakal

Status gizi

: Kesan normoweight

Berat badan: 60
Tinggi badan: 154 cm

B.

STATUS NEUROLOGIK
1) KESADARAN

: Komposmentis

2) FUNGSI LUHUR

: Normal

3) KAKU KUDUK

: (-)

GCS : 15 E4, M6, V5

4) SARAF KRANIAL :
1. N. I (Olfactorius )
Kanan
N

Daya pembau

Kiri
N

Keterangan
Normal

2. N.II (Opticus)
Daya penglihatan
Lapang pandang
Pengenalan warna

Kanan
N
N
N

Kiri
N
N
N

Keterangan
Normal

Kanan
-

Kiri
-

Keterangan

Bulat
3 mm
N

Bulat
3 mm
N

3. N.III (Oculomotorius)
Ptosis
Pupil
Bentuk
Ukuran
Gerak bola mata
Refleks pupil
Langsung
Tidak langsung

+
+

+
+

Kanan
N

Kiri
N

Normal

4. N. IV (Trokhlearis)
Gerak bola mata

Keterangan
Normal

5. N. V (Trigeminus)
3

Kanan
N
N
+

Motorik
Sensibilitas
Refleks kornea

Kiri
N
N
+

Keterangan
Normal

6. N. VI (Abduscens)
Gerak bola mata
Strabismus
Deviasi

Kanan
N
-

Kiri
N
-

Keterangan
Normal

7. N. VII (Facialis)
Tic
Motorik :
- mengerutkan dahi
- mengangkat alis
- menutup mata
- sudut mulut
- lipatan nasolabial
- Meringis
- Menggembungkan
Pipi
Daya perasa
Tanda chvostek

Kanan
-

Kiri
-

+
+
+
+
+
+
+

+
+
+
+
+
+
+

+
-

+
-

Keterangan

Normal

8. N. VIII (Akustikus)
Pendengaran

Kanan
N

Kiri
N

Keterangan
Normal

Kanan
N
N
+

Kiri
N
N
+

Keterangan

Kanan
N

Kiri
N

Keterangan
Normal

9. N. IX (Glossofaringeus)
Arkus farings
Daya perasa
Refleks muntah

Normal

10. N. X (Vagus)
Arkus farings

Dysfonia

Kanan
N
Eutropi

Kiri
N
Eutropi

11. N. XI (Assesorius)
Motorik
Trofi

Keterangan
Normal

12. N. XII (Hipoglossus)


Motorik
Trofi
Tremor
Disartri

Kanan
DBN
Eutrofi
-

Kiri
DBN
Eutrofi
-

Keterangan
Normal

IV. SISTEM MOTORIK


Ekstremitas atas
Kekuatan
Distal
Proksimal
Tonus
Trofi
Ger.involunter
Ekstremitas bawah
Kekuatan
Distal
Proksimal
Tonus
Trofi
Ger.involunter
Badan
Trofi
Ger. involunter
Ref.dinding perut

Kanan

Kiri

4
4
N
Eutropi
-

5
5
N
Eutropi
-

Keterangan

Kesan : Hemiparese dextra


4
4
N
Eutropi
-

5
5
N
Eutropi
-

Eutropi
+

Eutropi
+

Kanan

Kiri

V. SISTEM SENSORIK
Sensasi

Keterangan

Raba
Nyeri
Suhu
Propioseptif

N
N
N
N

N
N
N
N

Normal

VI. REFLEKS
Kanan
Fisiologis
Biseps
Triseps
KPR
APR
Patologis
Babinski
Chaddock
Hoffman Tromer
Reflek primitif :
Palmomental
Snout

Kiri

Keterangan

+
+
+
+

+
+
+
+

Normal

Normal

VII. FUNGSI KORDINASI


Test telunjuk hidung
Test tumit lutut
Gait
Tandem
Romberg

Kanan
N
N
N
N
N

Kiri
N
N
N
N
N

Keterangan
Normal

VIII. SISTEM OTONOM


Miksi

: BAK (+) Normal

Defekasi

: BAB (+) Normal

IX. PEMERIKSAAN KHUSUS/LAIN


a. Laseque

: Tidak terbatas

b. Kernig

: Tidak terbatas

c. Patrick

: -/-

d. Kontrapatrick : -/e. Valsava test

: -/-

f. Brudzinski I

: -/6

X. RESUME PEMERIKSAAN

Keadaan umum

Kesadaran

: Komposmentis, GCS : E4, M6,V5= 15

Tekanan darah

: 220/120 mmHg

Pernafasan

: 19x/ mnt, teratur

Nadi

: 87x/menit

Fungsi luhur

: normal

Rangsang meningeal

: (-)

Saraf kranial

: Dalam batas normal

Motorik

: Hemiparese dekstra dengan kekuatan 4 5


4 5

C.

Sensorik

: Normal

Koordinasi

: Normal

Otonom

: BAK normal, BAB normal

Refleks
- Fisiologis

: (+/+) N

- Patologis

: (-/-)

DIAGNOSIS
DIAGNOSIS KLINIS

: Stroke

DIAGNOSIS TOPIK

: Sistem karotis sinistra

DIAGNOSIS ETIOLOGIK

: Susp. stroke hemoragik

DIAGNOSIS BANDING

: Stroke non hemoragik

D. USULAN PEMERIKSAAN PENUNJANG


1. Pemeriksaan darah rutin dan urin rutin
2. Pemeriksaan kimia darah (Glukosa, kolesterol, kreatinin, ureum, HDL,
LDL)
3. CT scan kepala tanpa kontras
4. Foto Thorak
7

5. EKG
E. HASIL PEMERIKSAAN
Darah rutin (29 Desember 2012)
Hb

: 14,6gr%

Leukosit

: 13.900/mm3

Trombosit

: 353.000/mm3

Ht

: 47,8 vol%

GDS

: 122 mg%

Kimia darah (29 Desember 2012)


Glu

: 124 mg/dl

BUN

: 14 mg/dl

Crea

: 1,3 mg/dl

Ureum : 30 mg/dl
EKG

Kesan

: Normal

Rontgen Thorax

CTR > 50%

Tampak pembesaran aorta

Kesan : Kardiomegali

CT scan

Tampak lesi hiperdens pada periventrikuler kiri bentuk


memanjang

Mid line di tengah

Sistem ventrikel tidak melebar

Batas cortex dan medulla jelas.

Kesan : Perdarahan Intraserebral

F. DIAGNOSIS AKHIR
Stroke Hemoragik ec Perdarahan intraserebral
G. PENATALAKSANAAN
9

Umum
-

Kontrol tanda-tanda vital dan neurologis

Pemberian nutrisi peroral sesuai kebutuhan kalori pasien

Mobilisasi dan rehabilitasi dini

Khusus
- IVFD RL 16 gtt/mnt
- IVFD Manitol 125 cc/6 jam
- Inj. Kalnex 3x500 mg
- Inj. Citikolin 3x250 mg
- Amlodipin 1x5 mg

F. FOLLOW UP
2 Januari 2012
S : Lengan dan tungkai kanan sudah bisa digerakkan, sakit kepala (+/+)
O : Keadaan umum
Kesadaran : Komposmentis, GCS 15 E4M6V5
Vital sign : TD : 210/120 mmHg
N : 89x/menit
RR : 20x/menit
T : 36,10 C
Fungsi luhur : normal
Saraf kranial : DBN
Motorik
Kekuatan otot
4

Sensorik

: Normal

Refleks
Fisiologis

: +/+

Patologis

: -/-

Fungsi Otonom : Miksi

: Normal

Defekasi : Normal
10

Koordinasi

: Normal

Pemeriksaan lain : Kaku kuduk

:-

Laseque

: tidak terbatas

Kernig

: tidak terbatas

Brudzinski I

: -/-

Laboratorium (2 Januari 2013)


Darah rutin
Hb

: 13,3 gr%

Ht

: 39,5 vol%

Leukosit

: 12.500/mm3

Trombosit

: 322.000 /mm3

Kimia darah
CLOL

: 265

AST

: 12

HDL

: 32,4

ALT

: 15

TG

: 205

ALB

:4

BUN

: 12,6

TB

: 8,24

CR-S

: 0,19

Ureum : 27

URIC

: 4,6

A : Stroke hemoragik ec Perdarahan Intraserebral


P:
- IVFD RL 16 gtt/mnt
- Inj. Kalnex 3x500 mg
- Inj. Citikolin 3x250 mg
- Amlodipin 1x5 mg
- Konsul Rehabilitasi Medik

3 Januari 2012
S : Lengan dan tungkai kanan sudah bisa digerakkan, sakit kepala (+/+)
O : Keadaan umum
Kesadaran : GCS 15 E4M6V5
11

Vital sign : TD : 220/120 mmHg


N : 90x/menit
RR : 19x/menit
T : 36,40 C
Fungsi luhur : Normal
Saraf kranial : Normal
Motorik
Kekuatan otot
4

Sensorik

: Normal

Refleks
Fisiologis

: +/+

Patologis

: -/-

Fungsi Otonom : Miksi : Normal


Defekasi : Normal
Koordinasi

: Normal

Pemeriksaan lain : Kaku kuduk

:-

Laseque

: tidak terbatas

Kernig

: tidak terbatas

Brudzinski I

: -/-

A : Stroke hemoragik ec Perdarahan Intraserebral


P:

- IVFD RL 16 gtt/mnt
- Inj. Kalnex 3x500 mg
- Inj Citikolin 3x125 mg
- Amlodipin 1x5 mg
- Catopril 2x1

4 Januari 2012
S : Lengan dan tungkai kanan sudah bias digerakkan, sakit kepala (+)
O : Keadaan umum
Kesadaran : GCS 15 E4M6V5
Vital sign : TD : 220/120 mmHg
12

N : 92 x/menit
RR : 19 x/menit
T : 360 C
Fungsi luhur : Normal
Saraf kranial : Normal
Motorik
Kekuatan otot
4

Sensorik

: Normal

Refleks
Fisiologis

: +/+

Patologis

: -/-

Fungsi Otonom : Miksi : Normal


Defekasi : Normal
Koordinasi

: Normal

Pemeriksaan lain : Kaku kuduk

: tidak ada

Laseque

: tidak terbatas

Kernig

: tidak terbatas

Brudzinski I

: -/-

A : Stroke hemoragik ec Perdarahan Intraserebral


P:

- IVFD RL 16 gtt/mnt
- Inj. Kalnex 3x500 mg
- Inj Citikolin 3x125 mg
- Amlodipin 1x5 mg
- Catopril 2x1

13

PEMBAHASAN

Definisi Stroke
Menurut World Health Organization (WHO) stroke adalah manifestasi klinik dari
gangguan fungsi serebral, baik fokal maupun global, yang berlangsung dengan cepat
dan lebih dari 24 jam atau berakhir dengan kematian tanpa ditemukannya penyakit
selain daripada gangguan vaskular.1
Klasifikasi stroke1,2
A. Berdasarkan kelainan patologik pada otak :
1. Stroke Hemoragik
:

Perdarahan intraserebral

Perdarahan ekstraserebral (perdarahan subaraknoid)


2. Stroke non hemoragik (stroke iskemik, infark otak, penyumbatan)
Yang dibagi atas subtipe :
Trombosis serebri
Emboli serebri
Hipoperfusi sistemik
B. Berdasarkan penilaian terhadap waktu kejadiannya
1. Transient Ischemik Attack (TIA) atau serangan stroke sementara, gejala defisit
neurologis hanya berlangsung kurang dari 24 jam.
2. Reversible Ischemic Neurological Deficits (RIND), kelainannya atau gejala
neurologis menghilang lebih dari 24 jam sampai 3 minggu.
3. Stroke progresif atau Stroke in Evolution (SIE) yaitu stroke yang gejala
klinisnya secara bertahap berkembang dari yang ringan sampai semakin berat.
4. Stoke komplit atau completed stroke, yaitu stroke dengan defisit neurologis
yang menetap dan sudah tidak berkembang lagi.
C. Berdasarkan lokasi lesi vaskuler
1. Sistem karotis
14

Motorik
Sensorik

: hemiparese kontralateral, disartria


: hemihipestesi alternans, parestesi

- Gangguan visual : hemianopsia homonym kontralteral, amaurosis fugaks


- Gangguan fungsi luhur : afasia, agnosia
2. Sistem vertebrobasiler
- Motorik
: hemiparese alternans. Disartria
- Sensorik
: hemihipestesi alternans, parestesi
- Gangguan lain : gangguan keseimbangan, vertigo, diplopia
Stroke Hemoragik
Pecahnya pembuluh darah otak menyebabkan kelurnya darah ke jaringan
parenkim otak, ruang cairan serebrospinal disekitar otak atau kombinasi keduanya.
Perdarahan tersebut menyebabkan gangguan serabut saraf otak melalui penekanan
struktur otak dan juga oleh karena hematom yang menyebabkan iskemik pada
jaringan sekitarnya. Peningkatan tekanan intrakranial pada gilirannya akan
menimbulkan herniasi jaringan otak dan menekan batang otak.2
Etiologi Stroke Hemoragik
1. Perdarahan Intraserebral
Perdarahan intraserebral adalah perdarahan yang terjadi di dalam jaringan otak
akibat pecahnya pembuluh darah otak. Salah satu penyebab tersering adalah
tekanan darah tinggi (hipertensi). Perdarahan intraserebral ditemukan pada 10%
dari seluruh kasus stroke, terdiri dari 80% di hemisfere otak dan sisanya di batang
otak dan serebellum. Pada perdarahan otak terjadi ekstravasasi darah ke dalam
jaringan otak yang menyebabkan penekanan, pergeseran dan pemisahan jaringan
otak yang berdekatan tetapi tidak merusak jaringan otak seperti yang terjadi pada
infark otak.1
Gejala klinis: 1
-

Onset perdahan bersifat mendadak, terutama saat melakukan aktivitas dan


dapat didahului oleh gejala prodromal berupa peningkatan tekanan darah,
yaitu nyeri kepala, mual dan muntah, gangguan memori, bingung, perdarahan
retina dan epistaksis.

Penurunan kesadaran yang berat sampai koma disertai hemiplegia/hemiparese


dan dapat disertai kejang fokal/umum.

Tanda-tanda penekanan batang otak, gejala pupil unilateral, refleks pergerakan


bola mata menghilang dan deserebrasi.
15

Dapat dijumpai tekanan tinggi intrakranial, misalnya muntah proyektil, papil


udem.

Gambar 1.Perdarahan Intraserebral4


2. Perdarahan subarachnoid
Perdarahan subarachnoid adalah suatu keadaan dimana terjadi perdarahan akibat
pecahnya pembuluh darah di ruangan subarachnoid (diantara lapisan arahnoid dan
piamater). Perdarahan subarachnoid biasanya disebabkan abnormal arteri pada
lapisan dasar otak, disebut juga aneurisma cerebral.4 Perdarahan subarachnoid
dapat terjadi infark karena adanya vasospasme. Vasospasme terjadi pada hari ke 26 hari setelah perdarahan, dan menetap selama 5 minggu. Vasospasme terjadi pada
daerah aneurisma yang pecah, tetapi dapat juga pada tempat yang jauh dan
bilateral. Darah dalam subarachnoid dapat menghilang pada 9-12 hari.1
Gejala klinisnya, yaitu:1
-

Onset penyakit berupa nyeri kepala mendadak seperti meledak, dramatis,


berlangsung dalam 1-2 detik hingga 1 menit.

Vertigo, mual, muntah, banyak keringat, menggigil, mudah terangsang, gelisah


dan kejang. Dapat ditemukan penurunan kesadaran dan kemudian sadar dalam
beberapa menit sampai beberapa jam.

Dijumpai gejala-gejala rangsangan meningeal.

Gangguan fungsi otonom berupa bradikardi atau takikardi, hipotensi atau


hipertensi, banyak keringat, suhu badan meningkat, atau gangguan pernafasan.

16

Gambar 2. Perdarahan subarachnoid4

Stroke non hemoragik (Stroke iskemik, Infark otak, penyumbatan)


Stroke iskemik terjadi karena adanya sumbatan pada pembuluh darah (arteri)
servikokranial atau hipoperfusi jaringan otak oleh berbagai faktor seperti
aterotrombosis, emboli, atau ketidakstabilan hemodinamik.1,4
Otak mendapat darah bersih dari jantung, darah mengandung oksigen dan
nutrisi untuk otak. Jumlah aliran darah ke otak dalam keadaan normal biasanya sekitar
50-60 ml/100 gram jaringan otak/menit, berarti otak membutuhkan 20% darah yang
dipompakan dari jantung. Apabila arteri tersumbat, sel otak (neuron) tidak dapat
menghasilkan energi yang cukup dan kerja otak berhenti.1
Bila aliran darah ke otak terhenti dalam waktu 6 detik akan terjadi gangguan
metabolisme neuron, lebih dari 30 detik gambaran EEG mendatar, dalam 2 menit
terjadi penghentian aktivitas otak, dalam 5 menit mulai terjadi kerusakan otak dan
lebih dari 9 menit manusia akan meninggal. Iskemik ke otak terjadi bila aliran darah
ke otak berkurang 25-30 ml/100 gram jaringan otak permenit.1

17

Gambar 3. Stroke infark4


Patofisiologi
Stroke dapat disebabkan oleh satu dari beberapa proses yang meliputi
pembuluh darah di otak yaitu: 1

Proses intrinsik pembuluh darah, misalnya: aterosklerosis, inflamasi, deposit


amiloid, deseksi arteri, atau trombosis vena.

Proses yang berasal dari tempat lain (yang jauh) menimbulkan embolus,
misalnya: emboli dari jantung atau sirkulasi ekstrakranial yang menyebabkan
gangguan pembuluh darah intrakranial.

Proses yang timbul akibat aliran darah ke otak inadekuat akibat menurunnya
tekanan perfusi otak atau meningkatnya viskositas darah.

Proses yang terjadi akibat pecahnya pembuluh darah di ruang subaraknoid


atau jaringan otak/intraserebral.

Tiga proses pertama menyebabkan timbulnya TIA dan stroke iskemik (infark
otak), sedangkan yang keempat menyebabkan terjadinya stroke hemoragis
(perdarahan intraserebral dan perdarahan subaraknoid).
Faktor Resiko Stroke
Secara umum faktor resiko stroke dapat dibagi menjadi:1,3
a. Faktor resiko yang tidak dapat dimodifikasi, yaitu :
1.
2.
3.

Usia
Jenis kelamin
Herediter

4.

Ras

b. Faktor resiko yang dapat di modifikasi, yaitu :


18

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Riwayat stroke
Hipertensi
Penyakit jantung
Diabetes melitus
Stenosis karotis
TIA
Hiperkolesterol
Penggunaan kontrasepsi oral
Obesitas

10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.

Merokok
Alkoholik
Penggunaan narkotik
Hiperhomosisteinemia
Antibodi anti fosfolipid
Hiperurisemia
Peninggian hematokrit
Peninggian kadar fibrinogen

Tabel 2. Perbedaan gejala klinis stroke infark dan perdarahan1


Gejala atau pemeriksaan

Infark otak

Perdarahan intra
Pasien
serebral
Gejala yang mendahului
TIA (+) 50%
TIA (-)
TIA (-)
Beraktivitas/istirahat
Istirahat, tidur atau Sering pada waktu Pada saat aktifitas
segera setelah bangun aktifitas fisik
(duduk)
tidur
Nyeri kepala dan muntah
Jarang
Sangat sering dan (+)
hebat
Penurunan
kesadaran Jarang
Sering
(-)
waktu onset
Hipertensi
Sedang/ normotensi
Berat,kadang sedang
Hipertensi (+)
Rangsangan meningen
Tidak ada
Ada
Tidak ada
Defisit neurologis fokal
Sering kelumpuhan dan Defisit
neurologik (+)
gangguan fungsi mental cepat terjadi
Gejala tekanan tinggi Jarang papiludem
Papiludem
dan (-)
intracranial/papiludem
perdarahan subhialoid
Darah
dalam
cairan Tidak ada
Ada
Tidak dilakukan
serebrospinal
Foto kepala
Dapat
dijumpai Tidak dilakukan
pergeseran glandula
pinealis
CT-Scan kepala
Terdapat
area Massa
intrakranial Massa
intracranial
hipodensitas
dengan
area area hiperdens
hiperdensitas
Angiografi
Dapat
dijumpai Dapat
dijumpai Tidak dilakukan
gambaran penyumbatan, aneurisma,
AVM,
penyempitan
dan massa intrahemisfer
vaskulitis
atau vasospasme

Tabel 3. Perbedaan gejala klinik Perdarahan Intraserebral, Perdarahan


Subarachnoid, dan Perdarahan Non Hemoragik
19

Klinis
Defisit fokal
Onset
Nyeri kepala
Muntah
pada
awalnya
Hipertensi
Penurunan
kesadaran
Kaku kuduk
Hemiparesis
Gangguan bicara
Likuor
Paresis/gangguan
N III

PIS
Berat
Menit/jam
Hebat
Sering

PSA
Ringan
1-2 menit
Sangat hebat
Sering

Hampir selalu
Ada

Biasanya tidak
Ada

Non Hemoragik
Berat ringan
Pelan (jam/hari)
Ringan
Tidak, kec lesi di batang
otak
Sering kali
Tidak ada

Jarang
Sering dari awal
Bisa ada
Berdarah
Tidak ada

Ada
Permulaan tidak ada
Jarang
Berdarah
Bisa ada

Tidak ada
Sering dari awal
Sering
Jernih
Tidak ada

Tabel 4. Perbedaan gejala klinik sistem carotis dan sistem vertebrobasiler1


Gangguan yang
terjadi
Motorik
Sensorik
Visual
Fungsi luhur atau
lainnya

Sistem Carotis
Hemiparese kontralateral, disatria
Hemihipestesi kontralateral,
parestesia
Hemianopsia homonym
kontralateral, amaurosis fugax
Afasia, anogsia

Alogaritma Gajah Mada 1


Penderita Stroke Akut

Sistem Vertebrobasiler
Hemiparese alternan, disartria
Hemihipestesi alternan,
parestesia
Hemianopsia homonim,
Cortical Blindness, Black out
(TIA)
Gangguan keseimbangan,
vertigo, diplopia, nistagmus,
disfagi

1. Penurunan kesadaran
2. Sakit kepala
3. Refleks patologi

Ketiganya atau 2 dari ketiganya ada


Penurunan kesadaran (+), sakit kepala (-), refleks patologis (-)
Penurunan kesadaran (-), sakit kepala (+), reflek patologi (-)

Stroke
Hemoragi

Penurunan kesadaran (-), sakit kepala (-), refleks patologi (+) Stroke Infark
Penurunan kesadaran (-), sakit kepala (-), refleks patologi (-) Stroke Infark
Dasar diagnosis
20

a. Dasar diagnosis klinis


Anamnesis: defisit neurologis yang terjadi mendadak seperti lemah pada
lengan dan tungkai kanan, sakit kepala (+), mual (-), muntah menyemprot (-),
vertigo (-), riwayat hipertensi (+).
Stroke timbul mendadak dan gejala klinis tersebut berlangsung dalam 24 jam
atau lebih tanpa adanya penyebab lain selain vaskuler.
b. Dasar diagnosis topik
Sistem karotis sinistra, karena gejala yang timbul merupakan gejala
gangguan sistem sistem karotis

berupa hemiparese dextra (A. komunis

sinistra).
c. Dasar diagnosis etiologik
Dari anamnesis dan pemeriksaan fisik pada pasien ini, didapatkan :
- Penurunan kesadaran (-)
- Nyeri kepala (+)
- Onset pada waktu aktivitas
- Reflex Babynski (-)
Berdasarkan algoritma stroke gajah Mada, kemungkinan stroke pada pasien ini
adalah stroke akibat perdarahan intraserebral (PIS).
d. Dasar diagnosis banding
Stroke non hemoragik karena terjadi secara mendadak, kelemahan
anggota gerak, tidak ada penurunan kesadaran.
Dasar Diagnosis Akhir
Diagnosis akhir pasien ini adalah stroke hemoragik ec Perdarahan
intraserebral. Ditegakkan setelah dilakukan pemeriksaan penunjang Head CT scan,
yang mana merupakan gold standar untuk menentukan penyebab stroke yang terjadi.
Hasil head Ct scan menunjukkan adanya perdarahan intraserebral di periventrikuler
sinistra.
Dasar usulan pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan darah rutin: untuk mengetahui faktor resiko stroke berupa

hematokrit meningkat, fibrinogen tinggi


Pemeriksaan darah lengkap: untuk mengetahui faktor resiko stroke berupa

DM, hiperkolesterolemia dan berguna juga untuk penatalaksanaannya.


Rontgen toraks: mengetahui adanya kelainan jantung berupa pembesaran

jantung.
Head CT scan: menegakkan diagnosis kelainan patologi stroke (hemoragik

atau infark), lokasi dan luas lesi.


EKG: mengetahui kelainan jantung berupa LVH (left ventricel hypertrofi)
Funduskopi : untuk mengetahui kelainan pada vaskular orbita.
21

DAFTAR PUSTAKA
1.

Rumantir CU. Gangguan peredaran darah otak. Pekanbaru : SMF Saraf

2.

RSUD Arifin Achmad/ FK UNRI, 2007.


Rumantir CU. Pola penderita Stroke Di Lab/UPF Ilmu Penyakit Saraf
Fakultas Kedokteran Padjadjaran Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung periode
1984-1985. Laporan Penelitian Pengalaman Belajar Riset Dokter Spesialis Bidang

3.

Ilmu Saraf. 1986.


Baker DM. Risk Factor in Stroke. In : Stroke Prevention in Clinical

4.

Practice Springer. London, 2008.


Internet Stroke Center.

http://www.strokecenter.org/patients/ais.htm

Washington University in St. Louis. Medical School. 2010 [diakses 1 Januari


2013]

22