Anda di halaman 1dari 56

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Dengan keadaan alam yang beberapa tahun belakangan ini terkesan tidak
bersahabat lagi dengan manusia, yang ditandai dengan banyaknya bencana alam dan
terjadinya perubahan iklim yang sangat signifikan, serta masih banyak fenomena alam
lainnya yang sangat mengejutkan dan mengkhawatirkan di sekitar kita. Secara tidak
langsung memancing bekembangnya banyak isu yg muncul di tengah-tengah
masyarakat baik secara global, maupun pada masyarakat Indonesia sendiri, yang
menyatakan bahwa kiamat/ akhir jaman sudah dekat. Banyak ramalan tentang kiamat
tahun 2012, yang bersumber dari paranormal masa kini maupun ramalan suku-suku
tertentu yang sudah meramalkan kapan kiamat atau akhir jaman akan terjadi sejak
dahulu kala, dengan kalender sukunya, berikut dengan tanda-tanda yang menandakan
bahwa kiamat/ akhir jaman akan tiba. Khususnya merebaknya ramalan kalender suku
maya yang sangat fenomenal dibahas oleh banyak peneliti dan juga dimunculkan oleh
media.

Bangsa Maya terkenal memiliki pengetahuan astronomi yang sangat maju.


Mereka memiliki observatorium sekaligus komplek pemujaan yang digunakan untuk
mengamati pergerakan benda langit. Dengan kemampuan astronomi yang luar biasa
mereka kemudian membuat kalender Maya. Kalender yang diciptakan bangsa Maya ini
adalah salah satu kalender paling rumit yang pernah dibuat manusia. Kerumitan ini
dikarenakan bangsa Maya memiliki visi yang baik dalam menciptakan penjejak waktu
atau kalender. Untuk mewujudkan visi ini, dari generasi ke generasi bangsa Maya terus
melakukan pengamatan dan pencatatan yang teliti. Keberhasilan mencapai
pengetahuan yang luar biasa menjadikan bangsa Maya terus berusaha menjaga
kesinambungan waktu.

1
Kegemparan ramalan tahun 2012 sudah berlangsung sejak lama, tetapi baru meluas
sekitar 10 tahun terakhir ini. Penelitian tentang kiamat 2012 sudah dilakukan oleh para
ahli dari berbagai bidang ilmu, dan banyak juga diterbitkan buku-buku mengenai kiamat
2012. Para astronom genius Maya memberi pertanda bahwa pada tanggal 21/12/2012
akan terjadi kelahiran zaman baru, masa itu akan menjadi masa yang paling sakral
sekaligus paling berbahaya dalam sejarah Bumi.

Laurence E Joseph dalam bukunya Apocalypse 2012 yang diterbitkan pada


tahun 2007 yang lalu menyatakan bahwa tanggal 21/12/2012 merupakan titik balik
musim dingin tahunan, karena pada saat itu belahan Utara Bumi berada di titik yang
terjauh dari matahari sehingga siang terasa sangat pendek. Pada saat itu bangsa Maya
menyakini tata surya, matahari sebagai pusatnya akan menutupi pemandangan bumi.
Keyakinan ini didukung pula oleh para astronom bahwa disanalah tempat terciptanya
bintang-bintang galaksi. Pada saat ini, sejumlah lembaga penelitian ilmiah mengenai
atmosfer, ruang angkasa, dan teknologi di Barat menduga bahwa ada lubang hitam di
pusat tersebut yang menyedot massa, energi, dan waktu yang merupakan bahan baku
dari penciptaan bintang pada masa depan. Pada pukul 11.11 malam pada tanggal
21/12/2012, untuk pertama kalinya dalam 26.000 tahun, energi yang mengalir dari titik
pusat Bimasakti ke Bumi akan sangat terganggu. Semua hal terseut disebabkan oleh
guncangan kecil pada rotasi Bumi. Bangsa Maya meyakini bahwa sesingkat apapun
pancaran dari pusat galaksi ke Bumi akan merusak keseimbangan mekanisme vital dari
Bumi dan semua makhluk,termasuk manusia.(23/02/09, Kompas.com)

Perbincangan misteri 2012 ini juga melanda dunia literatur, toko buku online
Amazon.com memiliki lebih dari 40 judul buku dengan tema Kiamat 2012. Dari semua
jumlah buku itu, ada tiga buku yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Sejauh ini
terdapat 24 tulisan yang dibuat oleh ilmuwan fisika, filsuf, seniman, sampai pemimpin
spiritual termasuk Lawrence E. Joseph. Mereka kebanyakan membedah tentang
peradaban Maya sebagai sumber misteri, serta mengulas misteri 2012 dari sudut
pandang sains, politik, ekonomi, dan spiritual. Prediksi suku Maya tentang kiamat yang
akan terjadi pada 21/12/2012 ini telah memenuhi tulisan situs-situs di internet. Menurut
peninggalan suku yang dikenal menguasai ilmu falak dan sistem penanggalan ini, pada
2
hari tersebut akan muncul gelombang galaksi besar yang bisa mengakibatkan
terhentinya semua kegiatan yang ada di muka Bumi ini.

Seiring dengan mendekatnya waktu pada tahun 2012, banyak yang mulai
mengaitkan penanggalan Maya itu dengan aktivitas matahari yang akan mencapai
puncaknya dua tahun lagi. Setidaknya terdapat 6 isu besar mengenai kiamat 2012 yang
kini merebak di tengah-tengah masyarakat. Disamping isu ramalan kiamat 2012 dari
Bangsa Maya dan akan terjadinya badai matahari pada tahun 2012, terdapat lagi isu
kiamat yaitu, adanya Planet Nibiru yang akan menghampiri Bumi dan mengganggu orbit
Bumi pada tahun 2012; Matahari akan mengalami erupsi besar-besaran pada tahun
2012 Pada tahun 2012 Bumi berada pada titik sejajar dengan pusat Galaksi Bima Sakti
sehingga medan magnetik Galaksi akan merusak kehidupan di Bumi; Pada tanggal 21
Desember 2012 planet-planet di tata surya akan berada pada satu garis; kemudian
pembalikan medan magnet bumi ini juga katanya terjadi pada tahun 2012.(Diolah dari
data internal LAPAN)

Banyaknya pemberitaan mengenai kiamat 2012 di media massa belakangan ini


menarik perhatian masyarakat luas, dan membentuk sebuah pemikiran bahwa tanda-
tanda bencana yang bergejolak di alam ini sanggup mempengaruhi masyarakat bahwa
kiamat akan terjadi pada tahun 2012. Banyak pihak yang menjadi penasaran dan ingin
mengetahui kebenaran dari semua pemberitaan yang beredar. Begitu pula yang
dirasakan dan dialami oleh peneliti, sehingga peneliti mengangkat topik “KIAMAT 2012”
sebagai penelitiannya, dalam sudut pandang semiotika. Maka melalui penelitian
kualitatif mengenai “ Mitos Kiamat 2012 dimata Orang-orang Jakarta”, peneliti ingin
menemukan kebenaran isu-isu yang berkembang saat ini dan dihubungkan dengan
pengalaman prbadi dan pandangan narasumber yang difokuskan pada beberapa
orang Jakarta dalam memaknai isu atau mitos kiamat 2012 ini. Ditambah dengan
penelusuran terhadap peranan media selama ini dalam mengangkat isu kiamat 2012
hingga sampai menimbulkan kegemparan yang hingga saat ini masih bergejolak
ditengah-tengah masyarakat luas.

1.2 Rumusan Masalah


3
Bagaimana makna dibalik isu “Kiamat 2012” yang marak berkembang
belakangan ini?

1.3 Tujuan Penelitian

Menemukan Makna yang terkandung dalam setiap ramalan mengenai kiamat


2012

Dengan mangkaji analasis semiotika.

1.4 Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan kontribusi sebagai


berikut :

1.4.1 Manfaat Praktis

1) Bagi pembaca

Sebagai referensi dan bahan bacaan untuk menambah pengetahuan


ataupun ingin melakukan penelitian lebih lanjut.

1.4.2 Manfaat akademis

2) Bagi Peneliti

Menambah pengetahuan baik secara teoritis maupun praktek,khusunya


dibidang penelitian semiotika. Selain itu, dengan hasil penelitian yang
diharpakan dapat memperluas wawasan dan juga penelitian ini belum
pernah diteliti sebelumnya.

1.5 Sistematika Penulisan

4
Untuk mempermudah pembahasan, secara keseluruhan disajikan sistematik
pembahasan

Yang terdiri dari 5 Bab, sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini memberikan uraian mengenai hal-hal yang relevan dengan topic
penelitian. Berisi latarbelakang masalah tentang semiotika kiamat 2012,
alas an peneliti mengangkat topic ini, runmusan masalah, tujuan
diadaknnyapenelitian ini, manfaat penelitian ini, manfaat penelitian dan
sistematika penulisan skripsi.

BAB II KERANGKA TEORITIS

Bab ini memberikan uraian secara sistematis tentang hasil penelitian yang
didapat oleh peneliti terlebih dahulu dan teori-teori yang ada hubungannya
dengan penelitian yang akan dilakukan. Dalam bab ini djabarkan tentang
konsep yang digunakan oleh peneliti dalam menyelesaikan y ang dteliti.
Kerangka tertulis yang dijelaskan antaralain : mengenai
pengertian/definisi, jenis-jenis komunikasi secara umum, periklanan,
desain komunikasi visual pada iklan dan semiotika Indonesia 2008. Serta
proses langkah-langkah apa yang digunakan dlm penelitian.

BAB II I Metodologi Penelitian, yaitu analisis semiotika terhadap ramalan dan


tanda-tanda

alam yg menguatkan bahwa kiamat pada tahun 2012. Metode


pengumpulan data, metode analisi data dengan menggunakan teori
semiotika charles Sanders Peirce,disertai keterbatasan penelitian.

BAB IV Analisis dan Pembahasan

5
Pada bab ini akan dibahas analisis semiotika menurut pandangan pierce
dan penerapannya pada tanda-tanda dari alam serta ramalan-ramalan
suku maya mengenai kiamat 2012.

BAB VBab ini berisi kesimpulan atas analisis yang telah dilakukan pada bab
sebelumnya. Setelah itu diberikan saran-saran bersangkutan dengan topik
penelitian.

BAB II

6
KERANGKA TEORITIS

2.1 Ilmu Komunikasi

2.1.1 Pengertian Komunikasi

Menurut Wiryanto (2004), komunikasi (communication) berasal dari kata


kerja latin, yaitu communicare, yang artinya mnyebarkan, memberitahukan dan
seterusnya, seperti apa yang dikemukakan Sir Gerald Barry , yang berarti “To talk
together, conver, discourse and consul with another “. Wilbur Schramm
mengemukakan istilah communication berasal dari kata latin “communist” yang
artinya sama (common). Jadi menurutnya, Jika kita ingin mengadakan komunikasi
dengan sesuatu pihak, maka kita menyatakan gagasan kita untuk memperoleh
communist dengan pihak lain itu mengenai sesuatu objek.

Menurut Effendy (1994), Komunikasi adalah proses penyampaian suatu


pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu atau mengubah
sikap, pendapat atau perilaku, baik berlangsung secara lisan, maupun tak
langsung melalui media.

Menurut Lasswell, sebagaimana dikutip oleh Wiryanto (2004) cara yang


baik untuk menggambarkan komunikasi adalah menjawab pertanyaan berikut :
Who says what in which channel to whom with what effect? (siapa mengatakan
apa dengan saluran apa kepada siapa dengan efek bagaimana?).

Menurut Edward Depari, “Komunikasi adalah proses penyampaian pesan,


gagasan, harapan dan pesan yang disampaikan melalui lambing-lambang
tertentu, mengandung arti, dilakukan oleh penyampai pesan ditujukan kepada
penerima pesan”.

Dari beberapa pendapat para pakar di atas, dapat dirangkum bahwa :”


Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dengan lambang-lambang yang
memiliki arti atau makna dari komunikator kepada komunikan, baik di sampaikan
7
secara lisan maupun tulisan, langsung melalui media, sehingga memungkinkan
timbulnya pemahaman yang dapat mempengaruhi komunikan”.

2.1.2 Lambang komunikasi

Lambang komunikasi dapat diartikan sebagai tanda yang mengandung


arti yang digunakan dalam proses komunikasi. Lambang komunikasi ini dibagi
dua menurut jumlah manusia yang menggunakannya yaitu lambang komunikasi
umum dan lambang komunikasi khusus.

Lambang komunikasi umum dibagi empat golongan menurut bentuk


perwujudannya yaitu berikut ini:

1) Lambang komunikasi mimik


2) Lambang komunikasi gerak gerik
3) Lambang komunikasi suara
4) Lambang komunikasi bahasa

Lambang komunikasi bahasa dapat dibagi lagi menjadi bahasa tulisan


(dicetak) dan bahasa lisan. Disamping lambang komunikasi umum, ada juga
lambang komunikasi yang acap kali digunakan oleh manusia yaitu lambang
komunikasi khusus. Misalnya dalam sebuah produksi film, seperti tata rias
pemain, dekorasi, aneka warna, tata lampu, dan lainnya.

2.1.3 Unsur-unsur Komunikasi


Semua peristiwa komunikasi akan melibatkan sumber sebagai pembuat
atau pengirim informasi.

1. Pesan
Pesan yang dimaksud dalam proses komunikasi adalah sesuatu yang
disampaikan pengirim kepada penerima.
8
2. Media
Alat yang digunakan untuk memindahkan pesan dari sumber kepada
penerima.

3. Penerima
Pihak yang menjadi sasaran pesan yang dikirim oleh sumber

4. Pengaruh
Perbedaan antara apa yang dipikirkan, dirasakan dan dilakukan oleh
penerima sebelum dan sesudah menerima pesan.

5. Tanggapan Baik
Salah satu bentuk daripada pengaruh yang berasal dari penerima

6. Lingkungan
Faktor-faktor tertentu yang dapat mempengaruhi jalannya komunikasi.
(Cangara, 2003:23)

2.1.4 Proses Komunikasi ?????????????

Proses komunikasi terbagi menjadi dua tahap, yaitu:

1. Proses Komunikasi Secara Primer


Proses ini menyampaikan pikiran dan atau perasaan seseorang kepada
orang lain dengan menggunakan lambang (symbol) sebagai media. Lambang
sebagai media primer dalam proses komunikasi adalah bahasa, isyarat, gambar,
warna dan lain sebagainya yang secara langsung mampu "menerjemahkan"
pikiran dan atau perasaan komunikator kepada komunikan.

2. Proses Komunikasi Secara Sekunder

9
Proses ini merupakan proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang
lain dengan menggunakan alat atau sarana sebagai media kedua setelah
memakai lambang sebagai media pertama.

2.1.5 Efek Komunikasi (Wiryanto,2000)

Efek adalah hasil akhir dari suatu komunikasi, yakni sikap dan tingkah
laku seseorang, sesuai atau tidak dengan yang kita harapkan.

Efek ini terlihat dari :

1. Personal Opinion adalah sikap dan pendapat seseorang terhadap sesuatu


masalah tertentu.
2. Public Opinion atau pendapat umum adalah penilaian sosial mengenai
sesuatu hal yang penting dan berarti asas dasar pertukaran pikiran yang
dilakukan individu secara sadar dan rasional.
3. Majority Opinion adalah pendapat terbesar dari publik atau masyarakat.

2.1.6 Sifat Komunikasi ???????????????

Sifat Komunikasi

1) Komunikasi tatap muka (face-to-face communication), dalam hal ini pihak-


pihak yang berkomunikasi saling bertemu dalam suatu tempat tertentu.

2) Komunikasi bermedia (mediated communication), ialah komunikasi dengan


menggunakan media, seperti telepon, surat, radio, dan sebagainya.

3) Komunikasi verbal, komunikasi dengan ciri bahwa pesan yang dikirimkan


berupa pesan verbal atau dalam bentuk ungkapan kalimat, baik secara lisan
maupun tulisan.

10
4) Komunikasi non-verbal, komunikasi dengan ciri yang disampaikan berupa
pesan non-verbal atau bahasa isyarat, baik isyarat badaniah (gestural) maupun
isyarat gambar (pictoral).

2.1.7 Fungsi Komunikasi (Nurudin, 2006)

Fungsi Komunikasi

Komunikasi dalam arti luas diartikan sebagai individu dan kelompok mengenai
tukar-menukar data dan ide. Oleh karena itu, fungsi komunikasi, antara lain :

1) Informasi, pengumpulan, penyimpangan, dan penyebaran berita, data,


gambar, fakta dan pesan, opini dan komentar yang dibutuhkan agar orang
dapat mengerti dan bereaksi secara jelas terhadap kondisi internasional,
lingkungan dan orang lain agar dapat mengambil suatu keputusan yang
tepat.

2) Sosialiasi, penyediaan sumber ilmu pengetahuan yang memungkinkan orang


bersikap dan bertindak sebagai anggota masyarakat yang efektif sehingga ia
sadar akan fungsi sosialnya dan aktif di dalam masyarakat.

3) Motivasi, menjelaskan tujuan hidup setiap masyarakat jangka pendek


maupun jangka panjang, mendorong orang menentukan pilihan.

4) Perdebatan dan diskusi, menyediakan dan saling tukar fakta yang diperlukan
untuk memungkinkan persetujuan atau menyelesaikan perbedaan pendapat
mengenai masalah publik.

5) Pendidikan, pengalihan ilmu pengetahuan dapat mendorong perkembangan


intelektual, pembentukan watak, serta membentuk keterampilan.

6) Memajukan kehidupan, menyebarkan hasil kebudayaan dan seni dengan


maksud melestarikan warisan masa lalu.

11
7) Hiburan, penyebarluasan sinyal, simbol, suara, dan citra (image) dari drama,
tari, kesenian, musik, olah raga, dan sebagainya untuk rekreasi dan
kesenangan kelompok dan individu.

Dengan adanya penjelasan mengenai fungsi komunikasi, komunikasi


memegang peranan penting dalam suatu kehidupan upaya pencapaian tujuan.
Komunikasi juga dapat dikatakan sebagai alat yang dapat merubah perilaku
seseorang. Fungsi komunikasi dapat tercapai melalui tahapan-tahapan yang
biasa disebut proses komunikasi.

2.1.8 Bentuk - bentuk Komunikasi (H.A.W. WIDJAJA,2000)

1. Bentuk Komunikasi berdasarkan


a. Komunikasi langsung
Komunikasi langsung tanpa mengguanakan alat.

Komunikasi berbentuk kata-kata, gerakan-gerakan yang berarti khusus dan


penggunaan isyarat,misalnya kita berbicara langsung kepada seseorang
dihadapan kita.

b. Komunikasi tidak langsung


Biasanya menggunakan alat dan mekanisme untuk melipat gandakan jumlah
penerima penerima pesan (sasaran) ataupun untuk menghadapi hambatan
geografis, waktu misalnya menggunakan radio, buku, dll.

Contoh : “ JANGAN MENGINJAK RUMPUT!”

2. Bentuk komunikasi berdasarkan besarnya sasaran :


a. Komunikasi massa, yaitu komunikasi dengan sasarannya kelompok orang
dalam jumlah yang besar, umumnya tidak dikenal.
Komunikasi masa yang baik harus :

- Pesan disusun dengan jelas, tidak rumit dan tidak bertele-tele

- Bahasa yang mudah dimengerti/dipahami


12
- Bentuk gambar yang baik

- Membentuk kelompok khusus, misalnya kelompok pendengar (radio)

1. Komunikasi kelompok
Adalah komunikasi yang sasarannya sekelompok orang yang umumnya dapat
dihitung dan dikenal dan merupakan komunikasi langsung dan timbal balik.

b. Komunikasi perorangan.
Adalah komunikasi dengan tatap muka dapat juga melalui telepon.

3. Bentuk komunikasi berdasarkan arah pesan :

a. Komunikasi satu arah


Pesan disampaikan oleh sumber kepada sasaran dan sasaran tidak dapat atau
tidak mempunyai kesempatan untuk memberikan umpan balik atau bertanya,
misalnya radio.

A ------------------→ B

b. Komunikasi timbal balik.


Pesan disampaikan kepada sasaran dan sasaran memberikan umpan balik.
Biasanya komunikasi kelompok atau perorangan merupakan komunikasi timbal
balik

2.2 Komunikasi Massa ????????????????

2.2.1 Pengertian Komunikasi Massa

Beberapa defenisi komunikasi massa :

13
• Komunikasi massa adalah proses di mana informasi diciptakan dan disebarkan
oleh organisasi untuk dikonsumsi oleh khalayak (Ruben, 1992)
• Komunikasi massa adalah pesan-pesan yang dikomunikasikan melalui media
massa pada sejumlah orang. (Bittner, 1980)
• Komunikasi massa adalah suatu proses dalam mana komunikator-komunikator
menggunakan media untuk menyebarkan pesan-pesan secara luas, dan secara
terus menerus menciptakan makna-makna yang diharapkan dapat
mempengaruhi khalayak yang besar dan berbeda-beda dengan melalui berbagai
cara. (DeFleur dan Denis, 1985)

2.2.2 Fungsi Komunikasi Massa ( DEDY NUR HIDAYAT,2007)

Fungsi Surveillance dan Fungsi Korelasi

Untuk memperoleh gambaran isi pesan komunikasi massa dilakukan secara:

1. Objektif
Analisis isi dirumuskan dengan persis agar siapa saja yang menggunakan akan
memperoleh hasil yang sama.

2. Sistematik
Isi media massa yang akan dianalisis dipilih dengan cara yang telah ditetapkan.

3. Sosiologis
Masalah yang akan dianalisis mempunyai relevansi dengan kehidupan
kemasyarakatan.

Analisis ini dapat menghasilkan pemahaman tentang pengiriman atau sumber


pesan, kecerdasan, kepribadian, sikap, motif, nilai dan tujuan serta pengaruh dari
kelompok. .

14
Fungsi Pewarisan Budaya dan Fungsi Penghiburan

Komunikasi yang berlaku pada masyarakat tertentu menentukan kelembagaan


yang mewadahi aktivitas komunikasi massa dikarenakan adanya tata cara, prosedur
serta aturan-aturan yang mengikat. Dengan demikian komunikasi sosial yang ada di
tengah masyarakat terbentuk oleh berbagai ketentuan tersebut di atas.

2.2.3 Efek Komunikasi Massa

Efek komunikasi merupakan setiap perubahan yang terjadi di dalam diri


penerima, karena menerima pesan-pesan dari suatu sumber. Perubahan-perubahan
yang dimaksud adalah perubahan pengetahuan, perubahan sikap, dan perubahan
perilaku nyata. Suatu komunikasi bisa dikatakan efektif apabila komunikasi tersebut
menghasilkan perubahan-perubahan yang diharapkan oleh sumber tersebut, seperti
pengetahuan, sikap, dan perilaku, atau ketiganya.

Alasan kita mempelajari proses komunikasi adalah untuk mengetahui


bagaimana komunikasi itu bisa mendapatkan efek. Banyak sekali efek-efek yang ingin
kita ketahui dari komunikasi, misalnya kita ingin mengetahui jenis komunikasi suatu
kelompok atas seseorang ataupun juga sekelompok orang. Kita seringkali ingin
mengetahui apa yang sebenarnya telah terjadi, apakah sesuai dengan yang kita
inginkan, tetapi mungkin juga tidak seperti yang kita harapkan, maka dari itu efek dari
komunikasi ini memberitahukan apakah komunikasi yang telah kita lakukan itu berhasil
atau tidak, memberikan efek sesuai yang kita harapkan atau tidak.

Dalam suatu komunikasi, umpan balik merupakan unsur yang sangat penting,
tanpa adanya umpan balik, kita tidak akan mengetahui bahwa komunikasi itu efektif
atau tidak. Apabila dalam suatu komunikasi antar pribadi, ketika antara komunikator
dan komunikan saling bertatap-tatapan, maka akan mudah diperoleh umpan balik,
bahkan pada saat komunikasi itu berlangsung. Dari komunikasi tersebut, komunikator
lebih mudah dalam menangkap reaksi-reaksi yang dibuat oleh komunikan.

15
Berbeda halnya dengan komunikasi massa yang berkomunikasi dengan
saluran-saluran media massa. Dalam komunikasi massa ini komunikator tidak bertatap
muka atau berinteraksi langsung dengan khalayak. Oleh karena itu, umpan balik tidak
bisa didapatkan secara langsung, demikian pula efeknya.

Ada lima faktor penting dalam formulasi Berelson, yang dapat dijelaskan
sebagai berukut :

1. Jenis saluran komunikasi yang digunakan.


Dalam hal ini, efektivitas komunikasi dalam mempengaruhi opini public
berubah-ubah menurut sifat salurannya.

a. semakin pribadi suatu saluran komunikasi, semakin efektif dalam


mempengaruhi opini publik.
b. Semakin informal suatu saluran komunikasi, semakin efektif dalam
mempengaruhi opini publik.
c. Semakin khusus suatu saluran komunikasi, semakin kuat
pengaruhnya atas khalayak dibandingkan dengan saluran
komunikasi yang lebih umum.
d. Isi yang sifatnya menggunakan suatu penyampaian yang apa adanya
umumnya lebih efektif daripada isi yang bersifat editorial atau yang
bersifat interpretative.
e. Peristiwa umumnya lebih efektif daripada kata-kata, sebab peristiwa
lebih bersifat ‘fait accompli’. Hal ini sulit dicapai melalui kata-kata.
Selain itu, membuktikan hal yang bersifat reportorial lebih
berpengaruh daripada yang interpretatif.
f. Isi yang bersifat emosional cenderung lebih efektif dibandingkan
dengan isi yang bersifat rasional.

16
2. Jenis persoalan
Efektivitas komunikasi dalam mempengaruhi opini masyarakat
berubah-ubah menurut persoalannya.

a. Persoalan yang baru atau belum tersusun umunya lebih efektif,


sebab untuk jenis persoalan semacam ini di publik belum memmiliki
kesan atau pengalaman dank arena itu memiliki daya pengaruh.
Dengan kata lain, untuk jenis-jenis perosalan diaman opini public
belum terseusun, cenderung lebih efektif.
b. Komunikasi cenderung lebih efektif bila persoalannya tidak tegas,
dalam hal ini, relevance quotient atau intensity quotient mempunyai
hubungan yang berlawanan dengan kapasitas isi.
c. Isi komunikasi yang menyangkut pribad-pribadi umumnya lebih kuat
dibanding dengan argumentasi-argumentasi yang bersifat persoalan.
Pribadi-pribadi ini misalnya adalah tokoh-tokoh yang disenangin dan
para pahlawan.

3. Jenis orang
Efektivitas komunikasi dalam mempengaruhi opini publik berubah-ubah
menurut sifat orang atau komunikannya.

a. Semakin kuat predisposisi orang terhadap suatu persoalannya


semakin sulit untuk diubah. Komunikasi massa biasanya amat efektif
untuk memperkuat predisposisi yang sudah ada daripada
mengubahya.
b. Semakin sedikit pengetahuan orang tentang suatu persoalan,
semakin mudah komunikasi massa mempengaruhi opini mereka.
4. Jenis kondisi
Efektivitas komunikasi dalam mempengaruhi opini publik.berubah-ubah
menurut sifat kondisinya.

17
a. pada umumnya komunikasi yang berlangsung dalam kondisi
monopoli lebih efektif dibanding dengan yang berlangsung dalam
kondisi persaingan.
b. Penampilan komunikasi yang dibuat-buat, disengaja atau
direncanakan sering kurang efektif disbanding dengan penampilan
yang dibuat seakan-akan tanpa disengaja atau direncanakan.

5. Jenis efek
Dari formula Berelson dikatakan, jenis efek yang timbul bervariasi dan
berubah-ubah menurut jenis salurannya, jenis persoalan, jenis orang serta
jenis kondisinya.

Sebagai tambahan, efek komunikasi juga dapat dilihat dari beberapa


perpektif seperti :

a. Efek jangka panjang dan efek jangka pendek


b. Efek yang mengubah dan efek yang mempertahankan
c. Efek yang diharapkan dan efek yang tidak diharapkan
d. Efek yang langsung dan efek tidak langsung
e. Efek yang disengaja dan efek yang tidak disengaja
f. Efek besar dan efek kecil
g. Efek dari segi komunikator dan efek dari segi komunkan.

2.3 Semiotika (ALEX SOBOUR,2003)

2.3.1 Pengertian Semiotika

Dalam kehidupan kita terdapat banyak tanda-tanda baik yg terlihat jelas


maupun yang memiliki makna tersembunyi.

Ilmu yang memepelajari tentang tanda-tanda disebt semiotika atau dalam


istilah Barthes semiologi, yang pada dasarnya mempelajari tentang kemanusiaan
dan memaknai hal-hal.
18
2.3.2 Penggunaan istilah semiotika

Semiotika dan semiologi adalah istilah yang dipakai memiliki kesamaan


pengertian yaitu mengenai bidang studi yang mempelajari makna atau arti dari
suatu tanda ataua lambang. Perbedaan dari kedua istilah itu adalah seseorang
yang berfikir tentang tradisi saysurean dan biasany dipakai di eropa akan
memakai isitilah semiologi, sedangkan istilah semiotika digunakan jika orang itu
berfikir ke arah Charles Sander Peirce dan Charles Morris dan biasanya dipakai
oleh orang-orang yang berbahasa inggris.

Saussure mengartikan semiologi dengan sebuah ilmu yang mengkaji


kehidupan tanda-tanda ditengah masyarakat dan menjadi bagian dari disiplin
psikologi sosial. Ini bertujuan untuk menunjukan bagaiman terbentuknya tanda-
tanda beserta kaidah-kaidah yang mengaturnya.Sedangkan semiotika
mmengacu pada doktrin formal tentang tanda-tanda dan dasarnya adalah
konsep tentang tanda tidak hanya bahasa dan sistem komunikasi dunia itu sndiri
pun tersusun oleh tanda-tandam,jika tidak, manusia tidak buisa menjalin
hubungannya dengan realitas.

Bahasa merupakan tanda yang paling fundamental bagi manusia. Tanda


non verbal seperti gerak-gerik, bentuk-bentuk pakaian serta praktik sosial
konvensional lainnya dipandang sebagai jenis bahasa yang tersusun dari tanda-
tanda bermakna yang dikomunikasikan berdasarkan relasi-relasi.

Pada akhirnya semiotika adalah istilah yang dipakai berdasarkan revolusi


yang diambil oleh komite internasional di Paris pada Januari 1565 dan kemudian
oleh Associiation for Semiotics Studies pada kongresnya yang pertama tahun
1965.

2.3.3 Tanda

19
“Tanda adalah kesatuan dari suatu bentuk penanda (signifier) dengan
sebuah ide atau penanda (signified). Penanda adalah "bunyi yang bermakna"
atau "coretan yang bermakna". Jadi penanda adalah aspek material dari bahasa,
apa yang mau dikatakan atau didengar dan apa yang ditulis atau di baca.
Petanda adalah gambaran mental, pikiran atau konsep (aspek mental dari
bahasa). " Penanda dan petanda merupakan kesatuan seperti dua sisi dari
sehelai kertas", kata Saussure.” (Sobur,2004:46)

2.3.4 Model Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce

Menurut buku SEMIOTIKA KOMUNIKASI yang ditulis oleh Alex Sobur,


yang mengutip pernyataan Pierce yang adalah ilmuwan terkenal dengan teori
tandanya, yaitu “is something which stands to somebody for something in some
respect or capacity”. Ground adalah Sesuatu yang digunakan agar tanda bisa
berfungsi. Konsekuensinya, tanda (sign atau representamen) selalu terdapat
dalam hubungan triadic, yakni ground, object, dan interpretant. Berdasarkan hal
tersebut, tanda yang dikaitkan dengan ground dibagi menjadi qualisign, sinsign,
dan legisign. Qualisign adalah kualitas yang ada pada tanda, misalnya kata-kata
kasar, keras, lemah, lembut, merdu. Sinsign adalah eksistensi actual benda atau
peristiwa yang ada pada tanda: misalnya kata kabur atau keruh yang ada pada
urutan kata air sungai keruh yang berarti ada hujan di hulu sungai. Legisign
adalah norma yang dikandung oleh tanda, misalnya rambu-rambu lalu lintas
yang menandakan hal-hal yang boleh atau tidak noleh dilakukan manusia.

Peirce membagi tanda berdasarkan objeknya, yang terdiri dari icon (ikon),
index (indeks), dan symbol (symbol). Ikon adalah tanda yang hubungan antara
penanda dan petandanya bersifat bersamaan bentuk alamiah. Misalnya potret
dan peta. Indeks adalah tanda yang menunjukkan adanya hubungan alamiah
antara tanda dan petanda yang bersifat kausal atau hubungan sebab akibat,
atau tanda yang langsung mengacu pada kenyataan. Contohnya asap sebagai
tanda adanya api. Simbol adalah tanda yang menunjukkan hubungan alamiah
antara penanda dengan petandanya. Contohnya kata-kata dan isyarat.
20
Berdasarkan interpretant, tanda (sign, representamen) dibagi atas rheme,
dicent sign atau dicisign dan argument, rheme adalah tanda yang
memungkinkan orang menafsirkan berdasarkan pilihan. Misalnya, orang yang
merah matanya dapat saja menandakan bahwa orang itu baru menangis, atau
menderita penyakit mata, ataua mata dimasuki insekta, atau baru bangun, atau
ingin tidur. Dicent sign atau dicisign adalah tanda sesuai kenyataan. Misalnya,
jika pada suatu jalan sering terjadi kecelakaan, maka di tepi jalan dipasang
rambu lalu lintas yang menyatakan bahwa di situ serimg terjadi kecelakaan.
Argument adalah tanda yang langsung memberikan alasan tentang sesuatu.

Berdasarkan berbagai klasifikasi tersebut, Peirce membagi tanda menjadi


sepuluh jenis :

1. Qualisign , yakni kualitas sejauh mana yang dimiliki tanda. Kata keras
menunjukkan kualitas tanda.

2. Iconic Sinsign, yakni tanda yang memperlihatkan kemiripan. Contoh: foto,


diagram, peta, dan tanda baca.

3. Rhematic Indexical Sinsign, yakni tanda berdasarkan pengalaman langsung,


yang secara langsung menarik perhatian karena kehadirannya disebabkan
oleh sesuatu.

4. Dicent Sinsign, yakni tanda yang memberikan informasi tentang sesuatu.

5. Iconic Legisign, yakni tanda yang mengonformasikan norma atau hukum.

6. Rhematic Indexical Legisign, yakni tanda yang mengacu kepada objek


tertentu, misalnya kata ganti petunjuk.

21
7. Dicent Indexical Legisign, yakni tanda yang bermakna informasi dan menujuk
subjek informasi.

8. Rhematic Symbol atau Symbolic Rheme, yakni tranda yang dihubungkan


dengan objeknya melalui asosiasi ide umum.

9. Dicent Symbol atau proposition (proposisi) adalah tanda yang langsung


menghubungkan dengan objek melalui asosiasi dalam otak.

10. Argument, yakni tanda yang merupakan reference seseorang terhadap


sesuatu berdasarkan alasan tertentu.

1. 2.3.4 Makna denotatif dan konotatif menurut buku Semiotika Komunikasi (Alex
Sobur,2003)
Makna denotatif adalah makna yang biasa kita temukan dalam kamus. Sebagai
contoh, di dalam kamus, kata mawar berarti sejenis bunga. Makna konotatif adalah
makna denotatif yang ditambah dengan segala gambaran, ingatan, dan perasaan
yang ditimbulkan oleh kata mawar itu. Kata konotasi itu sendiri berasal dari bahasa
Latin connotare, yang berarti menjadi tanda dan mengarah kepada makna-makna
kultural yang terpisah/berbeda dengan kata.

Disebut makna denotasional, referensial, konseptual, atau ideasional, karena


makna itu menunjuk (denote) kepada suatu referen, konsep, atau ide tertentu dari
suatu referen. Disebut makna kognitif karena makna itu bertalian dengan kesadaran
atau pengetahuan; stimulus (dari pihak pembicara) dan respons (dari pihak
pendengar) menyangkut hal-hal yang dapat dicerap pancaindera (kesadaran) dan
rasio manusia. Dan makna ini disebut juga makna proposisioonal karena ia bertalian
dengan informasi-informasi atau pernyataan-pernyataan yang bersifat faktual.
Makna ini yang diacu dengan bermacam-macam nama, adalah makna yang paling
dasar pada suatu kata.

22
Makna konotatif, adalah suatu jenis makna di mana stimulus dan respons
mengandung nilai-nilai emosional. Makna konotatif sebagian terjadi karena
pembicara ingin menimbulkan perasaan setuju-tidak setuju, senang-tidak senang,
dan sebagainya pada pihak pendengar; di pihak lain, kata yang dipilih itu
memperlihatkan bahwa pembicaranya juga memendam perasaan yang sama.

Sesungguhnya , perubahan makna menyangkut banyak hal. Perubahan makna


yang dimaksud disini meliputi : pelemahan, pembatasan, penggantian,
penggeseran, perluasan dan juga kekaburan makna. Perubahan makna tersebut
bisa saja terjadi karena perubahan kata dari bahasa lain. Perubahan makna terjadi
pula akibat perubahan lingkungan, akibat pertukaran tanggapan indera, karena
gabungan leksem, atau boleh juga terjadi karena akibat tanggapan pemakai bahasa,
serta akibat asosiasi pemakai bahasa terhadap sesuatu.

2. Teori-teori Makna
Ada beberapa pandangan yang menjelaskan ihwal teori atau konsep makna.
Model proses makna Wendell Johnson (1951, dalam DeVito, 1997:123-125)
menawarkan sejumlah implikasi bagi komunikasi antar manusia :

a. Makna ada dalam diri manusia.


Makna tidak terletak pada kata-kata melainkan pada manusia. Kita
menggunakan kata-kata untuk mendekati makna yang ingin kita komunikasikan.
Tetapi kata-kata ini tidak secara sempurna dan lengkap menggambarkan makna
yang kita maksudkan. Demikian pula, makna yang didapat pendengar dari
pesan-pesan kita akan sangat berbeda dengan makna yang ingin kita
komunikasikan. Misalnya, Komunikasi adalah sebuah proses yang kita gunakan
untuk mereproduksi, di benak pendengar, apa yang ada dalam benak kita.
Reproduksi ini hanyalah sebuah parsial dan selalu bisa salah.

b. Makna berubah.
Kata-kata relatif statis. Banyak dari kata-kata yang kita gunakan 200 atau 300
tahun yang lalu. Tetapi makna dari kata-kata ini terus berubah, dan ini
23
khususnya terjadi pada dimensi emosional dari makna. Bandingkanlah,
misalnya, makna kata-kata berikut bertahun-tahun yang lalu dan sekarang,
hubungan di luar nikah, obat, agama, hiburan, dan perkawinan (di Amerika
Serikat, kata-kata ini diterima secara berbeda pada saat ini dan di masa-masa
yang lalu).

c. Makna membutuhkan acuan.


Walaupun tidak semua komunikasi mengacu pada dunia nyata, komunikasi
hanya masuk akal bilamana ia mempunyai kaitan dengan dunia atau lingkungan
eksternal. Obsesi seorang paranoid yang selalu merasa diawasi dan teraniaya
merupakan contoh makna yang tidak mempunyai acuan yang memadai.

d. Penyingkatan yang berlebihan akan mengubah makna.


Berkaitan erat dengan gagasan bahwa makna membutuhkan acuan adalah
masalah komunikasi yang timbul akibat penyingkatan berlebihan tanpa
mengaitkannya dengan acuan yang konkret dan dapat diamati. Bila kita
berbicara tentang cinta, persahabatan, kebahagiaan, kebaikan kejahatan, dan
konsep-konsep lain yang serupa tanpa mengaitkannya dengan sesuatu yang
spesifik, kita tidak akan bisa berbagi makna dengan lawan bicara. Mengatakan
kepada seorang anak untuk “manis” dapat mempunyai banyak makna.
Penyingkatan perlu dikaitkan dengan objek, kejadian, dan perilaku dalam dunia
nyata : “Berlaku manislah dan bermain sendirilah sementara ayah memasak.”
Bila anda telah membuat hubungan seperti ini, anda akan bisa membagi apa
yang anda maksudkan dan tidak membiarkan keseluruhan tindak komunikasi
berubah.

e. Makna tidak terbatas jumlahnya.


Pada suatu saat tertentu, jumlah kata dalam suatu bahasa terbatas, tetapi
maknanya tidak terbatas. Karena itu, kebanyakan kata mempunyai banyak
makna. Ini bisa menimbulkan masalah bila sebuah kata diartikan secara berbeda
oleh dua orang yang sedang berkomunikasi. Bila ada keraguan, sebaiknya anda
bertanya dan bukan membuat asumsi ; ketidaksepakatan akan hilang bila makna
yang diberikan masing-masing pihak diketahui.
24
f. Makna dikomunikasikan hanya sebagian.
Makna yang kita peroleh dari suatu kejadian (event) bersifat multiaspek dan
sangat kompleks, tetapi hanya sebgian saja dari makna-makna ini yang benar-
benar dapat dijelaskan. Banyak dari makna tersebut tetap tinggal dalam benak
kita. Karenanya, pemahaman yang sebenarnya barangkali merupakan tujuan
ideal yang ingin kita capai tetapi tidak pernah tercapai.

25
BAB III

METODOLOGI

3.1 Paragdima/Pendekatan Penelitian

3.1.1 Kualitatif

Menurut buku Metode Penelitian Komunikasi, Deddy Mulyana dan Solatun


(2007). Kulitatif itu adalah realitas, realitas alam sekalipun. Dalam ilmu alam pun
karena alam tidak bisa dirundingkan dengan peneliti maka hasil pengamatannya
lebih berdasarkan kesepakatan dari para peneliti peneliti dan hasil penelitian itu
pun tidak boleh berbeda/ adanya pertentangan yang meneliti fenomena yang
sama. Maka dari itu penelitian kualitatif diangggap lebih cocok digunakan karena
mempertimbangkan kehidupan manusia yang berubah-ubah, dan penelitian
kualitatif ini dianggap cocok untuk mengukur fenomena yang tunggal, seragam
dan statis dan dapat diramalkan sepertio fenomena alam. Hingga kini pun
penelitian kualitatif ini terkadang dianggap sebelah mata. Jika kita menggunakan
dfinisi yang sederhana, penelitian kualitatif adalah penelitian yang interpretatif
yang melibatkan banyak metode dalam meneliti masalah penelitiannya.

Banyaknya metode yang digunakan dalam kuantitatif sering


membingungkan, kadang-kadang para penulis menggunakan istilah berbeda
tetapi dengan makna yang sama, sedangkan seorang peneliti kualitatif
menggunakan istilah responden, tetapi penelitian kualitatif lainnya menyarankan

26
istilah informan, kedua istilah tersebut sebenarnya sah-sah saja digunakan tetapi
sebenarnya mempunyai pengertian yang sedikit berbeda.

Menurut Bavelas, 1995,menggambarkan perbandingan salah kaprah


antara penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif, sebagai berikut :

Penelitian kuantitatif Kualitatif

Angka-angka Tanpa angka-angka

Parametik Nonparametik

Statistik Tanpa statistik

Empiris Tidak empiris

Objektif Subjektif

Deduktif Induktif

Pengujian Hipotesis Penjelajahan

Eksperimental Non eksperimental

Laboratorium Dunia nyata

Artifisial Alamiah

Dapat digeneralisasikan Tidak dapat

Menurut Bavelas istilah kualitatif lebih pas kalau disandingkan dengan


kata data, seperti dalam kalimat ”saya lebih banyak ,engumpulkan data kualitatif
daripada data kuantitif”. Jadi, kata ”kualitatif” dalam konteks ini adalah sifat data
alih-alih paradigma penelitian. Kualitatif pun bukan berarti lawan kata dari
27
kuantitattif, karena dalam penelitian yang sangat kuantitaif sekalipun sebenarnya
kita akan menemukan uraian yang kualitatif. Akan tetapi, sebenarnya data
kuantitaif dapat dikombinasikan dengan data kualitatif, sejauh berdasarkan
pandangan yang sama, meskipun salah satu kategori data, misalnya data
kuantitaif lebih dominan daripasda data kualitatif, atau sebaliknya.

3.2 Narasumber

Pengertian Narasumber menurut kamus besar bahasa indonesia edisi ketiga:

Orang yang memberi (mengetahui secara jelas atau menjadi sumber) informasi.

Informant : penduduk asli pulau itu dapat menjadi—dalam pengertian


bahasa daerah setempat.

• Pendeta : orang pandai, pertapa , pemuka atau pemimpin agama


atau jemaah( dalam agama hindu atau protestan); rohaniwan; guru agama.
• Pastor : Kris pendeta ; padri.
• Ulama : Orang yang ahli dalam hal atau dalam pengetahuan agama
islam.
• Dukun : Orang yang mengobati menolong orang sakit , memberi
jampi-
jampi(mantra,guna-guna,dsb)
• Masyarakat : Sejumlah manusia dalam arti seluas-luasnya dan terikat
oleh suatu kebudayaan yang mereka anggap sama/terpelajar.

Expert atau tenaga ahli :

Peneliti memilih pendeta , ulama dan pastor( tokoh agama) :

28
Karena bangsa kita ini bangsa indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama .
Menurut peneliti orang-orang yang sangat dipercaya dan memiliki peranan penting dan
sangat berpengaruh adalah para tokoh-tokoh agama.

Peneliti memilih Dukun/peramal :

Karena menurut peneliti sebagian besar masyarakat indonesia masih sangat percaya
terhadap hal-hal yang berbau gaib dan masih mepercayai adanya mitos, sehingga
mereka masih sangatlah percaya dengan apa yang di katakana oleh para
peramal/dukun.

Peneliti memilih masyarakat dari berbagai golongan dan berbgai kepercayaan :

Karena setiap orang / individu memiliki penilaian dan pemikiran sendiri-sendiri, menurut
apa yang mereka ketahui dan mereka percayai.

3.3 Teknik Pengumpulan Data

3 teknik pengumpulan data :

1. interview

Teknik Pengumpulan data dengan cara menanyakan beberapa


pertanyaan ke informan kunci tentang peristiwa yang ada. (menurut buku Robert
K. Yin Halaman 108 judul Studi Kasus [desain dan metode] Jakarta 1996)

2. FGD (Focus Group Discussion)

Teknik pengumpulan data dengan mengumpulkan sebuah grup diskusi


yang terdiri maksimal 8 orang dengan latar belakang yang berbeda yang
bertujuan agar jawaban dari pertanyaan peneliti dapat bervariasi.

3. Observasi

29
Teknik pengumpulan data dengan cara terjun langsung ke lapangan
dengan berpikiran bahwa peristiwa yang dimininati tidak asli sejarah. (menurut
buku Robert K. Yin Halaman 112 judul Studi Kasus [desain dan metode] Jakarta
1996)

Menurut Karl Weick, observasi didefinisikan sebagai “pemilihan,


pengubahan, pencatatan, dan pengodean serangkaian perilaku dan suasana
yang berkenaan dengan organisme in situ, sesuai dengan tujuan-tujuan empiris”.
(menurut buku Jalaludin Rakhmat, Halaman 83 judul Metode Penelitian
Komunikasi Bandung 2002)

3.4 Teknik Analisis Data

Coding dan categorizing

Coding adalah pemberian kode-kode pada seperangkat kejadian.

Kategorisasi adalah penyusunan kategori. Kategori tidak lain adalah salah satu
tumpukan dari seperangkat tumpukan yang disusun atas dasar pikiran, intuisi, pendapat
atau kriteria tertentu.

3.5 Waktu dan tempat

Waktu Narasumber Tempat

Desember minggu ke-1 Pendeta, Pastor GKI Harapan Indah,

30
Gereja Santa Maria
(Tangerang)

Desember minggu ke-2 ulama Al-Kautsar,tangerang

Desember minggu ke-4 Masyarakat (FGD) Tangerang

Januari Minggu ke-1 Lembaga Penerbangan Bandung

Dan Antariksa Indonesia

(LAPAN)

BAB IV

ANALISIS

4.1 Mitos dan Isu-Isu Kiamat

Isu Kiamat yang akan terjadi pada tahun 2012 terus berkembang hingga saat ini.
Terdapat 6 isu mengenai kejadian hebat yang menandai berakhirnya zaman. 6 Isu
kiamat itu anataralain, ramalan suku maya yang mengatakan bahwa kiamat pada
tanggal 21 Desember 2012, karena perhitungan kalender mereka habis pada tanggal
tersebut; Planet Nibiru akan menghampiri Bumi dan mengganggu orbit Bumi pada
tahun 2012; Matahari akan mengalami erupsi besar-besaran pada tahun 2012; Pada
tahun 2012 Bumi berada pada titik sejajar dengan pusat Galaksi Bima Sakti sehingga
medan magnetik Galaksi akan merusak kehidupan di Bumi; Pada tanggal 21 Desember
2012 planet-planet di tata surya akan berada pada satu garis; kemudian pembalikan
medan magnet bumi ini juga katanya terjadi pada tahun 2012.

4.1.1 Ramalan Suku Maya

31
Dari semua ramalan atau isu mengenai kiamat 2012, ramalan suku maya lah
yang paling banyak diperbincangkan dan cukup bergejolak dalam pembertaan yang
ada. Banyak orang yang menghubungkan ramalan suku maya dan kehancuran
dunia pada tahun 2012. Bangsa Maya sendiri terkenal dengan pengetahuan
astronominya yang sangat maju. Mereka memiliki observatorium sekaligus komplek
pemujaan yang digunakan untuk mengamati pergerakan benda langit. Dengan
kemampuan astronomi yang luar biasa mereka kemudian membuat kalender Maya.
Kalender yang diciptakan bangsa Maya adalah salah satu kalender paling rumit
yang pernah dibuat manusia. Kerumitan ini dikarenakan bangsa Maya memiliki visi
yang baik dalam menciptakan penjejak waktu atau kalender. Untuk mewujudkan
visi ini bangsa Maya melakukan pengamatan dan pencatata yang teliti dan
diteruskan dari generasi ke generasi. Pencapaian pengetahuan yang luar biasa
menjadikan bangsa Maya terus optimis menjaga kesinambungan waktu. Kalender
manapun di seluruh dunia, termasuk kalender Maya, digunakan untuk membaca
lintasan waktu, bukan untuk memprediksi akhir waktu. Bangsa Maya menjalani
peradabannya di Amerika Tengah dan Meksiko dan tanpa mengenal adanya logam
dan roda yang menjadi bahan dasar pembuat teleskop dan mesin hitung, mereka
dapat menyusun kalender hanya dengan melakukan pengamatan benda langit
tanpa menggunakan alat. Perkembangan peradaban Maya baru berlangsung pada
abad keempat dan kelima masehi sedangkan sistem penanggalan yang mereka
ciptakan dimulai pada 13 agustus 3113 sebelum masehi dan berakhir pada 12
Desember 2012 Masehi. Kalender suci bangsa Maya atau Tzolkin adalah pintu
memasuki pemikiran suatu peradaban sangat maju di dunia Barat sebelum
kedatangan bangsa-bangsa Eropa. Kalender Gregorian adalah kalender yg
digunakan pada masa itu sejak tahun 1582, tetapi semenjak munculnya astronomi
Maya Kuno, banyak orang yang lebih percaya dengan Kalender yang menjadi
sumber ramalan bahwa kiamat datang pada 2012. Ramalan ini dipercaya karena
adanya sistem penanggalan di peradaban kuno Cina, India dan Persia menunjukan

32
bahwa akan terjadi sesuatu yang besar sekitar tanggal tersebut.

Kalender Aztec El Castillo. Chichen Itza, Yucatan, Mexico


Merupakan adaptasi dari (4 x 91 + 1 =3 65 hari)

Carl Johan dalam bukunya The Mayan and the Transformation of


Consciousness (2004) mengatakan bahwa, selain memiliki kebudaayaan yang
tinggi di bidang seni dan arsitektur yang ditemukan di kawasan-kawasan piramida,
sepertiPalenque, Tikal, Copán, dan Chitchén Itzá, ilmu astronomi dan matematika
juga terkenal dengan kemampuannya dalam ilmu astronomi dan matematika,
karena bangsa Maya Kuno yang pertamaaa kali menggunakan angka nol (0).

Menurut Lawrence E Joseph dalam bukunya (Apocalypse 2012, 2007)


menuliskan bahwa bangsa Maya Kuno terobsesi pada waktu. Bangsa maya juga
dikenal dengan penghitungan orbitnya yang sangat akurat dengan selisih hanya
satu hari setiap 1000 tahun. Mereka menciptakan sedikitnya 20 kalender yang
disesuaikan dengan berbagai siklus, mulai dari kehamilan hingga panen dan bulan
hingga Venus.

33
Jared Diamond, dalam bukunya Collapse: How Societies Choose to Fail or
Survive (2005), reruntuhan dari kota-kota bangsa Maya Kuno baru ditemukan
tahun 1839 leh ahli hukum dari Amerika Serikat.

Etos kosmis merupakan hal yang dianggap paling penting oleh masyarakat
Maya Kuno. Kedamaian berarti sikap harmoni dengan gerakan abadi alam
semesta. Karena terlalu terpaku pada siklus bangsa Maya Kuno tidak menyadari
akan adanya perubahan di sekitar mereka yang mungkin menjelaskan keambrukan
dari bangsa tersebut. Jared Diamond secara metodologis menjelaskan penyebab
dari keambrukan bangsa mereka, yakni hancurnya lingkungan karena bertani dan
membabat hutan secara berlebihan, serta pertumbuhan penduduk yang sangat
tinggi. Hal tersebut dikonfirmasi oleh penelitian Badan Penerbangan dan Antariksa
Amerika Serikat (NASA) yang menemukan serbuk sari terperangkap di dalam
sedimen berusia 1.200 tahun, dimana saat itu adalah saat dimana menjelang
keruntuhan peradaban Maya di sekitar wilayah Tikal. Itu pertanda deforestasi
massif dimana pepohonan lenyap dan hanya tinggal rerumputan.
(http://tahun2012.com/article/13697/artikel-4--tentang-kehancuran-tahun-2012.html)

Penyebab lain dari keruntuhan bangsa Maya Kuno adalah perang terus
menerus untuk memperebutkan kekuasaan dan sumber daya alam. Di masa
peperangan itu, selama kurang dari satu abad, jumlah penduduk berkurang 80-90
persen. Menurut Diamond, para pemimpin pada saat itu gila kekuasaan dan suka
menindas menindas rakyatnya dan lagi para pemimpin pada saat itu terlalu
terpusat pada masalah jangka pendek.

Namun, keruntuhan dramatis yang dialami oleh bangsa Maya Kuno tidak
menghilangkan kearifan mereka, khususnya mengenai ramalan bencana yang
belim tertandingi. Penerbuan Spanyol atas perintah Roma pada tahun 1519 sudah
diramalkan sebelumnya dengan bantuan bintang-bintang di angkasa.

Ramalan tersebut menyelamatkan teks-teks kuno yang masih disimpan oleh


para tetua bangsa mereka di pedalaman. Teks-teks tersebut ditemukan diantara

34
ribuan teks yang dibakar oleh penjajah, kemudian ditemukan juga empat buku
tentang Kalender Maya di Eropa. Kalender Maya juga meramalkan kejadian kiamat
yang akan terjadi di dunia pada 21/12/2012.

4.1.2 Planet Nibiru Mendekati Bumi

Nibiru berasal dari astrologi bangsa


Sumeria dan Babilonia dan juga
adalah nama alternatif untuk raja
para dewa, Marduk. Planet-planet
yang kita kenal sekarang
dinamakan menurut nama dewa-
dewa peradaban Romawi dan
Yunani. Jupiter merupakan raja
para dewa bangsa Yunani yang tidak lain adalah Marduk atau Nibiru pada
peradaban Babilonia.

Sebuah mitos yang berusia ribuan tahun. Di jaman dahulu kala, Bangsa
Sumeria meramalkan akan lewatnya sebuah Planet raksasa sebesar Jupiter yang
akan bersentuhan dengan Planet Bumi. Mereka menamakannya Planet X, atau
Planet Nibiru Marduk).
Ini tidak akan banyak mendapat perhatian seandainya tidak ada buku kontroversial
35
dari Zacharia Sitchin berjudul ”The Twelfth Planet”, dan Nancy Lieder, yang
mendukung ramalan ini. Dan ketika saat itu datang, 2012, maka seluruh kehidupan
di Bumi akan musnah. Banyak pengikut Nancy yang percaya bahwa Marduk,
adalah planet yang hidup.

Terdapat penganut kepercayaan New Age percaya bahwa pada tahun


2012 akan ada planet dengan nama Nibiru atau dijuluki planet X akan bertabrakan,
atau melintas sangat luar biasa dekat dengan bumi. Tabrakan dengan planet ini
tentunya akan menghancurkan bumi, atau setidaknya akan membuat permukaan
bumi rusak berat karena getaran tabrakan tadi akan memicu berbagai bencana
alam. Jika tidak bertabrakan, maka karena jarak lintasan yang luar biasa dekat tadi,
maka atmosfer bumi akan tersedot oleh planet Nibiru, akibatnya, atmosfer bumi
menipis dan diprediksi hujan meteor dan kerusakan akibat energi dari matahari
yang akan menghabisi penduduk bumi.

4.1.3 Matahari akan Mengalami Erupsi Besar-besaran Tahun 2012

Matahari merupakan
bintang yang aktif. Setiap 11 tahun
Matahari akan mengalami
peningkatan aktivitas. Faktanya,
angka 11 tahun ini merupakan angka
rata-rata. Pengamatan semenjak
abad ke-18 menunjukkan siklus ini
bervariasi antara 9 hingga 13 tahun.

Jika dihubungkan pada


manuskrip peninggalan suku Maya yang tinggal di selatan Meksiko atau Guatemala
yang dikenal menguasai ilmu Falak, disebutkan bahwa kiamat akan terjadi pada 21
Desember 2012. Dimana pada waktu itu akan muncul gelombang galaksi yang

36
besar-besaran sehingga mengakibatkan terhentinya semua kegiatan di muka bumi
ini. (http://www.kapanlagi.com/h/badai-matahari-penyebab-isu-kiamat-2012.html)

4.1.4 Bumi akan Sejajar Matahari dan Pusat Galaksi Bima Sakti

Pada pertengahan 1980, seorang John Major Jenkins menemukan Teori


”Galactic Alignment”. Nantinya, berdasarkan pengamatan astronomi, pusat Galaksi
Bima Sakti (The Milky Way), Planet Bumi dan Matahari akan berada pada garis
sejajar yang sempurna. Dan di saat inilah planet Bumi akibat kekacauan Gravitasi
akan terdorong keluar dari orbitnya. Dan juga saat inilah, Armagedon, Apocalypse,
Qiyamah, akan terjadi. Dan kesejajaran antarplanet ini diperkirakan akan terjadi
persis, 21 Desember 2012.

Zecharian Sitchin (1976):

- Menterjemahkan tulisan kuno bangsa Sumeria (6000 – 3000 BC di Babilonia)

- Ras alien bernama Annunaki dari planet Nibiru

- Akan kembali di 2012

Patryk Lykawa dan Tadashi Mukai:

• Planet hipotetis di bagian luar sabuk Kuiper

• Jaraknya 100 SA

• Massanya 30 – 70% massa bumi

37
4.1.5 Pada tanggal 21 Desember 2012 planet-planet di tata surya akan berada
pada satu garis

Faktanya, pada tanggal 21 Desember 2012


planet-planet sama sekali tidak segaris. Gambar
di samping memperlihatkan konfigurasi planet-
planet pada tanggal 21 Desember 2012.
Merkurius, Venus, dan Saturnus akan tampak
menjelang subuh sementara Mars akan tampak
di awal malam. Satu-satunya planet yang bisa
terlihat hampir sepanjang malam adalah Jupiter. Dengan konfigurasi seperti ini
praktis tarikan gravitasi planet-planet tidak saling menguatkan sehingga sistem
tata surya masih stabil.

38
4.1.6 Pembalikan Medan Magnet Bumi

Polaritas Medan Magnetik Bumi akan mengalami pembalikan (magnetic reversal)


pada tahun 2012. Menurut Isu yang ada pembalikan medan magnet bumi akan
berdampak pada makhluk hidup di dalam bumi dan
akan terjadi kehancuran di dalamnya.

Arah orientasi geomagnet dapat mengalami


pembalikan. Proses berlangsung selama ribuan
tahun dengan ditandai terjadinya pelemahan kuat
medan magnet. Saat posisi kutub magnet utara-
selatan baru tercapai, fase pemulihan kuat dan
magnet secara tepat. Peristiwa pembalikan magnet
sering dihubngkan dengan isu kiamat 2012.

Berdasarkan rekaman magnetik pada batuan di Bumi, telah terjadi beberapa kali
pembalikan kutub magnet dengan periode sekitar jutaan tahun. Ketika peristiwa in
terjadi, kemungkina system navigasi (penetuan posisi dan arah menggunakan
kompas) akan terganggu. Pelemahan kuat medan magnet diperkirakan hanya
sepersepuluh dari kuat medan saat ini. Oleh karena itu peristiwa pembalikan kutub
maget bumit tidak akan terlalu memberikan dampak pada kehidupan di bumi.
Karena prosesnyaberlangsung sangat lama, manusia akan mampu beradaptasi
dengn peristiwa ini. (Fenomena Cuaca Antariksa,2009)

4.2 Denotatif/ Konotatif

4.2.1 Denotatif

Selain mengumpulkan dan menganalisa isu-isu kiamat dari website-website atau


pun buku-buku dan pemberitaan yang ada di media, kami pun medatangi
Lembaga Penerbangan dan Antariksa NAsiona (LAPAN) di bandung pada januari
lalu sebagai narasumber yang bisa memberikan penjelasan secara ilmiah

39
mengenai isu-isu kimat yang berkembang belakangan ini, khususnya mengenai
erupsi besar-besaran matahari (badai matahari) pada tahun 2012.

LAPAN Bidang Pemodelan Iklim melaksanakan kegiatan penelitian,


pengembangan dan pemanfaatan di bidang pemodelan dinamik dan statistik
atmosfer dan iklim skala global, regional, nasional, dan lokal serta pelayanan
data, informasi dan komputasi di bidang iklim dan atmosfer. Dalam
melaksanakan tugas tersebut bidang pemodelan iklim menjalankan fungsi:

1. Penelitian dan pengembangan model-model statistik dan model-model


dinamika iklim dan atmosfer serta antar-mukanya (interface) dengan model-
model ekosistem.
2. Verifikasi dan validasi model iklim dan atmosfer.
3. Penelitian dan pengembangan teknik-teknik pengamatan dan monitoring
parameter iklim.
Pembuatan prediksi dan skenario iklim global, regional, Indonesia, dan
daerah-daerah di Indonesia; penentuan awal musim dan sifat musim
Indonesia dan daerah-daerah di Indonesia.
4. Pengkajian dampak dan pengembangan sistem peringatan dini antisipasi
gejala ekstrim variabilitas, anomali dan perubahan iklim.
5. Pelayanan dan pemasyarakatan informasi peringatan dini (antisipasi gejala
ekstrim) perubahan iklim dan musim (kekeringan, banjir, kebakaran hutan
dsb).
6. Penelitian fisika dan dinamika atmosfer serta interaksinya dengan lautan,
daratan dan biosfer.
7. Penelitian variabilitas dan anomali atmosfer termasuk el-nino, la-nina, osilasi
tahunan (AO) dan setengah tahunan (SAO), osilasi kuasi dua tahunan
(QBO) dan monsun.
9. Penyediaan dan pelayanan data dan informasi di bidang pemodelan iklim.
10.Evaluasi dan penyusunan laporan hasil pelaksanaan program penelitian,
pengembangan dan pemanfaatan di bidang pemodelan iklim.

40
Dari hasil wawancara kami dengan. Informasi yang kami dapat
antaralain, bahwa pada Matahari sendiri terdapat beragam aktvitas. Aktivitas
yang ada pada bagian-bagian matahari misalnya sunspot, yang telah diketahui
orang sejak ratusan tahun yang lalu. Dalam 1 abad terakhir baru diketahui
sebagian aktivitas lainnya, seiring senga kemajaun teknologi pengamatan.
Matahari selalu melepaskan energy yang berbeda-beda. CME dan Flare adalah
aktivitas matahari uang memiliki efek yang besar pada kondisi cuaca antariksa
karena besarnya energiyang dilontarkan oleh peristiwa tersebut.

Sunspot adalah bintik hitam di


permukaan matahari. Daerah dengan
sunspot di Matahari memiliki medan
magnet yang sangat besar mencapai
1000-4000 Gauss.

Flare adalah ledakan di


matahar akibat terbukanya salah satu
kumparan medan magnet di matahari.
Selain melepaskan partikel berenergi
tinggi, flare juga memancarkan ra
diasi gelombang elektromagnetik
seperti sinar x dan sinar y. Radias
gelombang elektromagnetik ini dapat
mencapai bumi hanya delam waktu
sekitar 8 menit, sedangkan partike berenergi tinggi membutuhkan waktu sekitar
1-2 hati. Adanay flare yang besar dapat berdampak serius pada cuaca antariksa.
(Buku Fenomena Cuaca Antariksa, 2009)

CME merupakan singkatan dari Coronal Mass Ejection (Lontaran Massa


Korona). Saat terjadi CME , sebagian massa dari daerah korona matahari
41
terlontar kea rah bumi. Jika menggunakan kamera satelit, CME teraamati seperti
letupan yang menyembur matahari. Energi yang dilepaskan pada peristiwa ini
sangat besar dengan kecepatan tinggi. Pada saat terjadi CME, sekitar 2x1011 kg
hingga 2x1013 kg materi dari korona terlontar dengan energy sebesar 1022 joule
hingga 6x1024 joule. Kecepatan materi CME bervariasi dari 10km/s hingga

mencapai 2000kms, ratarata kecepatannya mencapai 350km/s. Lontaran materi


CME ini dapat mencapai bumi dalam waktu 1-3 hari. (Buku Fenomena Cuaca
Antariksa, 2009)

Selain memancarkan gelombang elektromagnetik, matahari juga


melepaskan partikel berenergi tinggi. Aliran partikel berenergi tinggi dari matahari
tersebar ke seluruh penjuru tata suryaseperti hembusan angin di bumi. partikel-
partikel ini dibermuatan listrik yang dihembuskan oleh angin matahari yang dapat
mempengaruhi dinamika medan magnet ruang antarplanet.

42
Secara alamiah, matahari memiliki siklus dimana memperlihatkan tingkat
aktvitas matahari yang berubah-ubah dengan munculnya sunspot di permukaan
matahari. Semakin banyak sunspot maka aktivitas matahari tinggi, dan demikian
sebaliknya. Berdasarkan pengamatankemunculan suspot memiliki periode
tertentu. Artinya, jumlah kemunculan sunspot tidaklah bervariasi sembarang
terhadap waktu, tetapi teratur seperti sebuah siklus.Inilah yang menjadi indicator
bagi siklus aktivitas matahari.

Ibu menyatakan bahwa matahari itu mempunyai siklus. Ada saat-saat


tertentu dalam keadaan tenang, ada saat-saat terjadi banyak badai. Saat ini
siklus matahari, yang terakhir itu berada di siklus ke 23, dan kita mulai masuk
siklus yang baru yaitu, siklus ke 24 yang dikatakan puncaknya tahun 2012. Jika
kita bandingkan matahari pada saat tenang dan pada saat akan terliha tidak
banyak ledakan sedangkan ketika aktif banyak sekali ledakan yang terjadi di
matahari dan pada tahun 2012 itu matahari mencapai aktivitas yang maksimum
sehingga akan terjadi banyak badai matahari.

“Memang pada awalnya dikatakan 2012 itu adalah puncak aktivitas matahari
tetapi kemungkinan prediksi itu bergeser bukan lagi tahun 2012 tapi akan terjadi
di 2013
karena
melihat

43
perkembangan matahari yang sekarang itu seperti apa itu dilakukan perhitungan
– perhitungan sehingga dipredikdi tahun 2013” ungkap ibu.

Periode siklus matahari berkisar antara 9-13 tahun, rata-rata siklus sekitar 11 tahun.
Siklus matahari menunjukan adanya masa adanya masa awal, puncak, dan akhir
siklus. Aktivitas matahari saat awal dan berakhir siklus cenderung tenang
sedangkan puncak aktivitas matahari banyak terjadi ledakan di matahari.

Badai Matahari

44
Saat berada di puncak siklus, matahari biasana menghasilkan CME dan
flare besar yang menyebabkan peningkatan angin matahari, serta radiasi
gelombang electromagnet yang terpancar dari matahari. JIka ini terjadi, cuaca
anatariksa akan berubah drastic sehingga mempengaruhi kondisi atmosfer dan
kemagnetan planet-planet di tata surya, termasuk bumi. Peristiwa ini disebut badai
matahari. Badai amatahari dapat membahayakan satelit dan astronot di luar
angkasa, serta mengganggu perangkat elektronika dan teknologi komunikasi
landas-bumi yang kerjanya terpengaruh oleh kelistrikan dan kemagnetan bumi.
Untuk siklus ke-24, badai matahari diperkirakan terjadi pada tahun 2012-2013.
(Buku Fenomena Cuaca Antariksa, 2009)

45
Menurut ibu ternyata badai matahari tidak hanya terjadi pada saat aktivitas matahari
pada puncaknya saja, “badai matahari itu tidak hanya terjadi pada aktivitas atau
siklus yg maksimum saja, tapi bisa terjadi kapan saja……..pada saat puncak, pada
saat menurun ini juga terjadi badai matahari jadi kita tidak bisa mengatakan pada
tahun 2012 terjadi badai yang akan menghancurkan bumi belum tentu di 2012 tetapi
bisa terjadi di waktu-waktu yang lain”.

Pada awalnya diperkirakan matahari akan mengalami aktifitas maksimum di sekitar


tahun 2012, tapi sekarang diperkirakan akan terjadi pada tahun 2013 karena
aktvitas matahari terus berubah-ubah. Apabila akan terjadi badai dan jika ditanya
apakah akan mengalami gangguan kita juga tidak tahu karena badai matahari itu
tidak bisa dieprkirakan dari jauh-jauh hari. Disamping itu tejadinya badai matahari
tidak dapat diperkirakan dari jauh-jauh hari, NASA sendiri baru dapat mnegetahuiya
minimal 2-3 hari sebelumnya, dan itu pun tidak diketahui lontaran partikel dari badai
matahari akan menyerang belahan bumi bagian mana. Namun pada umumnya
mengenai lintang tinggi. Oleh sebab itu dari sekarang belum bisa diperkirakan terjadi
pada tahun 2012, mungkin saja pada tahun 2012 tapi kapan tepatnya kita tidak tahu.

Disamping itu tejadinya badai matahari tidak dapat diperkirakan dari jauh-jauh hari,
NASA sendiri baru dapat mnegetahuiya minimal 2-3 hari sebelumnya, dan itu pun
tidak diketahui lontaran partikel dari badai matahari akan menyerang belahan bumi
bagian mana. Namun pada umumnya mengenai lintang tinggi.

Beberapa contoh peristiwa ledakan di matahari (badai matahari) yang


mempengaruhi bumi

 Bulan Januari 2005

46
- Mengganggu komunikasi radio

- Mengganggu satelit

 Bulan Oktober – November 2003 (Halloween storm):

- Memutus komunikasi radio

- Merusak beberapa satelit

- Power blackout di Swedia

 Bulan Maret – April 2001

- Mengganggu komunikasi radio (di beberapa tempat blackout)

- Merusak beberapa satelit komunikasi dan militer

 Bulan Juli 2000 (Bastille Day flare)

- Mengganggu komunikasi radio

 Bulan Maret 1989

- Power blackout di Quebec Canada

47
Kemudian yang menjadi pertanyaan kita bersama apabila terjadi badai matahari
tahun 2012 apakah akan menghancurkan bumi dan seberapa besar kekuatannya?.

Aktivitas matahari ekstrem

Catatan kejaidan mengenai aktivitas matahari menunjukan bahwa pada


beberapa tahun yang lalu telah terjadi aktivitas matahari yang sangat ekstrem. Salah
satunya adlah kejadian flare pada bulan Oktober 2003 yang menghasilkan falre
terbesar dalam sejarah pengamatan matahari modern. Peristiwa ini diketahhui
berpengaruh langsuang terhadap kondisi ionosfer, magnosfer, dan beberapa
teknoogi landas bumi dan luar angkas. Namun, peristiwa flare besar ini belum
diketahui menyebabkan kehancuran planet seperti yang dinyatakan oeleh ramalan
mengenai tahun 2012.

48
Mungkinkah super flare menelan bumi?

Hingga saat ini belum diketahui bahwa pada zaman dahulu telah terjadi
flare yang sangat dahsyat tau disebut de\sebagai super flare. Flare itu begitu besar
hingga dapat menelan bumi yang ukuranya hanya sekitar satu per tiga belas ribu
ukuran matahari. Akan tetapu, karena jarak Matahari-Bumi relative jauh (150 juta
kilometer), super flare tidak terlalu mengganggu kehidupan di bumi secara
keseluruhan. Selain itu, Bumi juga memiliki sistemperlindungan terhadap gangguan
dari matahari maupun benda langit lainnya. Namun, peristiwa super flare yang
belum terjadi di masa lalu tentu bukan berarti tidak mungkin terjadi di masa depan.
Ada banyak kemungkinan yang dapat terjadi dan manusia belum mampu
memprediksinya.

“Apabila terjadi ledakan yang paling besar tapi badai itu pun tidak
mengganggu, jadi meskipun terjadi ledakan yang besar di matahari tapi kalau
posisinya tidak pas tidak akan sampai ke bumi, bumi tidak akan mengalami
pengaruh apapun. pertama posisinya dimatahari, apakah posisinya itu menghadap
ke bumi, kalau sudah menghadap ke bumi baru kita lihat lagi posisi yang kedua
apakah medan magnet antar planetnya memenuhi syarat untuk menghantarkan
partikel itu ke bumi, jadi harus memenuhi persyaratan untuk partikel-partikel itu bisa
masuk ke bumi”.

Kalau terjadi badai matahari, maka terjadi aktivitas matahari berupa


ledakan, yang dimana pada ledakan pertama mengakibatkan badai ionosfer, badai
ionosfer itu mengganggu komunikasi, baik komunikasi radio maupun satelit karena
kedua komunikasi ini baik komunikasi radio maupun satelit akan melalui lapisan

49
ionosfer. Karena lapisan ini terganggu oleh aktivitas matahari maka akan terjadi
gangguan komunikasi.

Kemudian akibat badai matahari, juga dapat terjadi badai geomagnet.


Badai geomagnet ini akan mengakibatkan induksi pada jaringan listrik dibumi
kemudian jaringan pipa, maksudnya akan mempercepat dampak korosi pada pipa-
pipa dan akan mengganggu satelit dan kemudian pengaruhnya ke atmosfer akan
mengakibatkan variasi fluks matahari yang diterima di bumi dan ini akan
berpengaruh walaupun tidak pada saat itu juga, dan ini juga masih jadi perdebatan
para peneliti, akan berpengaruh pada iklim dan pada ozon. Pengaruh matahari itu,
berdampak pada satelit yang akan mengakibatkan penguatan (electronic charging).
Kemudian kerusakan solar cell dari matahari juga akan membahayakan astronot-
astronot yang sedang ada di ruang akan dan lebih di bawah lagi kalau partikel-
partikelnya lebih banyak lagi maka badan-badan satelit ini akan rusak dan akan
menurunkan ketinggian dari satelit lebih cepat dari yang diperkirakan dan suatu saat
akan jatuh kebumi.

Badai matahari memang sangat berpengaruh tetapi kalau sampai dibilang


hancur, kiamat, kelihatannya tidak seperti itu. “tetapi saya lebih cenderung
mengatakan kiamat untuk sistem teknologi jadi kalau kita tidak mempersiapkan

50
untuk menghadapinya, akan mengalami kerugian yang besar…….satelit hancur
bukan seperti itu, jangan membayangkan seperti film 2012 semuanya hancur….
saya lebih cenderung mengatakan itu adalah kiamat dalam konteks kerugian sistem
teknologi yang besar, kerugian yang besar bagi pengguna teknologi yang tidak
bersiap-siap disitu”.

Apakah Badai matahari dapat dicegah?

Badai matahari tidak dapat dicegah karena itu adalah akibat dari gejala matahari
itu sendiri dan berada di luar kontrol manusia. Paling tidak yang bisa dilakukan oleh
manusia adalah mengurangi dampaknya, yaitu dengan mengurangi pada sistem
operasional, misalnya pada saat badai matahari satelit dimatikan dulu atau
mengubah sikap satelit supaya tidak menghadap ke matahari. Itu adalah contoh-
contoh usaha yang dilakukan untuk mengurangi dampaknya saja. Namun kita tidak
bisa mengehentikan. Misalnya pada saat itu kita akan meluncurkan satelit, apabila
sudah tahu akan ada badai matahari lebih baik ditunda dahulu untuk mengurangi
dampak-dampaknya.

51
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan data dan hasil wawancara yang kami dapat mengenai isu “kiamat 2012”,
dapat disimpulkan bahwa :

1. Ramalan Suku Maya

Suku maya sebagai suku yang memilki kebudayaan yang tinggi, menemukan
kalender yang ditengarai menimbulkan isu kiamat di tengah – tengah masyarakat
yang menjadi kontroversi belakangan ini. Namun setelah ditelusuri melalui
berbagai pemberitaan di media dan hasil wawancara kami dengan LAPAN,
bahwa pada kenyataannya keturunan Suku Maya yang masih ada sekarang ini,
tidak membenarkan dan bahkan tidak mengetahui bahwa habisnya kalender
Suku Maya tersebut berarti kiamat.

Latar belakang pemberitaan ini adalah sistem penanggalan panjang Suku Maya
yang habis pada tanggal 23 atau 21 desember 2012. Pada kenyataannya, hal ini
bukanlah sesuatu yang aneh, sama seperti pada tanggal 31 Desember kita akan
kembali lagi ke 1 Januari atau sama saja dengan kita merayakan Tahun baru.
Jadi dapat disimpulkan bahwa pemberitaan ini tidaklah benar berdasarkan data,
pemberitaan dan hasil wawancara sehingga masyarakat tidak perlu khawatir
atau mempermasalahkan isu kiamat berdasarkan Suku Maya karena orang -
orang yang terkaitpun menyatakan ketidakbenaran isu kiamat ini.

2. Planet Nibiru Mendekati Bumi

Pemberitaan mengenai Planet Nibiru ini adalah hasil ramalan dari bangsa
Sumeria yang menyatakan bahwa Planet Nibiru akan menghampiri bumi dan
mengganggu orbit bumi di Tahun 2012. Jika dikaitkan dengan ilmu pengetahuan,
sampai sekarang tidak ada pengamatan yang mengatakan ada planet yang
52
mendekati bumi. Ada beberapa planet baru yang ditemukan tetapi samapi
sekarangpun tidak ada yang dideteksi bahwa ada diantara planet baru tersebut
akan mengganggu bumi.

Selain ramalan dari Bangsa Sumeria, adanya planet tersebut dikaitkan dengan
planet hipotetis yang mengatakan bahwa sebenarnya ada planet dibagian pinggir
tata surya yang massanya 30 – 70% massa bumi tetapi walaupun planet ini
nantinya akan mendekati bumi seharusnya sekarang sudah diamati tetapi
sampai sekarang tidak ada planet yang teramati mendekati bumi. Jadi intinya isu
ini adalah hanya cerita mistis dan tidak perlu ditanggapi secara serius.

3. Matahari akan Mengalami Erupsi Besar-besaran pada Tahun 2012

Isu lain yang berkembang mengenai aktivitas matahari bahwa matahari itu
dikatakan akan mengalami erupsi besar-besaran pada tahun 2012. Matahari
memiliki siklus, siklus yang terakhir adalah siklus ke-23 dan sekarang kita sudah
memasuki siklus ke-24 yang puncaknya pernah diperkirakan akan terjadi pada
Tahun 2012 akan tetapi melihat aktivitas matahari yang terus berkembang,
prediksi bergeser menjadi tahun 2013.

Sedangkan terjadinya badai Matahari itu sendiri tidak dapat dipastikan jauh-jauh
hari karena NASA sendiri pun baru dapat mengetahui 3 sehari sebelum
terjadinya badai Matahari. Dalam kenyataannya dampak badai matahari pada
bumi tidak seperti digambarkan oleh media, film dan tulisan-tulisan yang beredar
ditengah-tengah masyarakat yang menimbulkan kepanikan. Jadi badai matahari
ini tidak dapat dipastikan dengan akurat dan seberapa besar kekuatannya pun
tidak dapat diketahui, yang pasti tidak membuat kehancuran bumi seperti isu- isu
belakangan ini, tetapi mempengaruhi atau merusak sistem teknologi, seperti
satelit, jaringan listrik, dan lain sebagainya.

4. Bumi akan Sejajar dengan Matahari dan Pusat Galaksi Bima Sakti
53
Kesejajaran bumi dengan Matahari dan Pusat Galaksi Bima sakti menyebabkan
kekacauan di planet Bumi karena Gravitasi terdorong keluar dari orbitnya. Dalam
pemberitaan disebutkan bahwa Bumi akan sejajar dengan Matahari dan Pusat
Galaksi Bima Sakti pada tahun 2012, hal ini tidak dapat dibenarkan karena sampai
sekarang Pusat Galaksi Bima Sakti tidak dapat dipastikan dengan tepat.

International Astronomical Union(IAU) memiliki definisi sendiri mengenai letak


Pusat Galaksi Bima Sakti dan jika kita menggunakan definisi mereka maka
kesejajaran itu seharusnya sudah terjadi sejak 1999 yang lalu dan tidak akan terjadi
lagi pada Tahun 2012.

5. Pada tanggal 21 Desember 2012 planet-planet di tata surya akan berada pada
satu garis

Diperkirakan pada 21 desember planet – planet di tata surya akan berada pada
satu garis lurus. Jika dilihat, tidaklah mungkin planet – planet berada dalam 1
garis pada tanggal tersebut karena Merkurius, Venus, dan Saturnus akan
tampak menjelang subuh sementara Mars akan tampak di awal malam. Satu-
satunya planet yang bisa terlihat hampir sepanjang malam adalah Jupiter.
Secara otomatis tarikan gravitasi planet-planet tidak saling menguatkan dan
sistem tata surya masih stabil dengan konfigurasi seperti ini.

6. Pembalikan Medan Magnet Bumi

Dalam posisi normal, kutub utara dan selatan di tempat yang sebenarnya namun
apabila terjadi pembalikan medan magnet bumi maka utara menjadi selatan dan
begitu pula sebaliknya. Sebenarnya hal ini normal terjadi dan tidak berkaitan
dengan dinamika Matahari. Pembalikan Medan Magnet Bumi ini tidak ada efek
yang drastis pada pembalikan medan magnet bumi ini,karena butuh waktu yang
lama dan memerlukan waktu jutaan tahun untuk terjadi sehingga tidak mungkin
terjadi ada tahun 2012.

Setiap manusia memiliki pandangan dan respon yang berbeda – beda akan
suatu fenomena atau isu yang ada disekitarnya. Dalam kasus ini, isu kiamat

54
2012 ini menimbulkan kontroversi dan juga adanya pandangan yang berbeda
dari berbagai lapisan masyarakat. Dalam observasi kami, kami mewawancarai
beberapa orang di Jakarta seputar isu kiamat 2012, ternyata tidak semua
kalangan menanggapi hal ini secara serius, memang beberapa dari mereka
sempat panik dan takut setelah menonton film “2012” bahkan ada yang bunuh
diri setelahnya. Namun ada juga yang tidak terlalu mempersoalkan hal ini karena
mereka melihat dari berbagai sisi dan berfikir secara rasional.

Tetapi setelah muncul penjelasan dari para ahli mengenai isu kiamat 2012 ini,
masyarakat menjadi lebih tenang karena kehancuran yang diberitakan tidaklah
benar. LAPAN telah mencoba meluruskan pandangan yang salah ini dengan
mengadakan beberapa seminar mengenai isu kiamat 2012.

Diantara 6 isu yang beredar, berdasarkan hasil wawancara dan data yang
diterima hanya Badai Matahari yang dimungkinkan akan terjadi karena sisanya
hanyalah mitos, cerita mistis ataupun fenomena alam yang dapat dibantahkan
secara ilmiah. Dampak Badai Matahari itu pun tidak sehebat seperti yang
diberitakan atau seperti dalam film, yang terjadi adalah kerusakan – kerusakan
pada sistem teknologi, seperti hilang atau rusaknya satelit.

Kerugian atau dampak Badai Matahari adalah uang dan tenaga yang besar
karena jika satelit hilang atau rusak, tidak mudah untuk meluncurkan satelit yang
baru karena dibutuhkan biaya yang besar, tenaga yang banyak dan waktu yag
tidak sedikit.

Kita tidak dapat mencegah badai Matahari itu, yang kita dapat lakukan hanyalah
mengurangi kerugian dari akibat terjadinya badai Matahari, yang dapat kita
lakukan antara lain mengurangi sistem operasional, misalnya mematikan satelit
pada saat badai matahari atau mengubah sikap satelit supaya tidak menghadap
ke matahari dan jika ada pemberitahuan akan terjadi badai Matahari, baiknya
melakukan penundaan peluncuran satelit.

Kami menyarankan untuk lebih bersikap bijak dalam menyikapi suatu masalah
atau pemberitaan, jangan menelan mentah – mentah apa yang di beritakan baik
55
oleh media massa karena belum tentu kebenarannya. Hendaknya mencari tahu
terlebih dahulu inti dari masalah sebelum bertindak dan bertanya kepada ahli –
ahli atau narasumber yang terpecaya.

Kami berharap melalui penulisan ini, kiranya membantu masyarakat untuk


mengetahui apa yang sebenarnya terjadi karena mungkin ada sebagian
masyarakat yang belum tahu dan mengerti kebenaran dari isu kiamat 2012 yang
secara ilmiah tidak terbukti dan ditentang oleh para ahli. Semoga pihak pers juga
dapat membantu mensosialisasikan dan meluruskan pandangan yang miring
mengenai isu kiamat 2012.

56