Anda di halaman 1dari 1

Penayangan Perdana Film Laskar Pelangi

(Laporan : M. Alam Agung / MC11-1B / 2007110140)

Pada penayangan perdana tanggal 25 September 2008, tiket untuk film ini selalu habis terjual
pada setiap jadwal penayangan di XXI Summarecon Mall Serpong, Tangerang. Banyaknya
peminat dan kurangnya studio untuk film ini, menjadikan para calon penonton yang di mulai dari
anak-anak hingga orang tua terpaksa harus mengantri berjam-jam.

Siapa yang tidak tahu film Laskar


Pelangi? Film garapan Riri Riza ini
menceritakan tentang perjuangan 12
anak Bangka Belitung yang berasal dari
keluarga yang kurang mampu untuk
bersekolah demi mencapai cita-citanya.
Meskipun mereka bersekolah di tempat
yang sangat tidak layak, tapi mereka
semua pandai dan kreatif sehingga
mendapatkan dua piala juara 1 beserta
lemarinya. Hingga akhirnya mereka
dewasa dan meraih cita-cita yang
diinginkan. Tiket untuk pukul 15.30 & 17.30 habis terjual.

Untuk menonton film tersebut, para Pada pukul 14.00, tiket hingga pukul
calon penonton harus rela mengantri. 17.30 sudah habis terjual dan tiket untuk
Hal ini terjadi karena pada saat yang jadwal 19.30 pun langsung dijual guna
bersamaan juga, mereka sudah banyak mengurangi antrian. Pengelola XXI SMS
yang libur lebaran. mengatakan, ”Saya juga tidak mengira
kalau antrian untuk menonton film
Sekitar pukul 12.00 tanggal 25 Laskar Pelangi, mengakibatkan antrian
September 2008, di XXI Summarecon sepanjang ini. Sampai-sampai tiket
Mall Serpong sudah dipenuhi antrian untuk jadwal pukul 15.30 dan 17.30
sebelum bioskop dibuka. ”Saya datang habis pada pukul 14.00. Padahal sudah
jam 12.00, saya kira masih belum ada di posisikan di studio 1. Mungkin dua
orang kesini. Ternyata sudah banyak atau tiga hari lagi, film ini akan menjadi
orang yang mengantri untuk menonton 2 studio agar tidak terjadi seperti ini
film ini”, ucap salah satu calon penonton lagi.”
XXI SMS yang bernama Nyimas Siti
Amelia. Keamanan di XXI SMS juga diperketat
supaya tidak terjadi desak-desakkan
Setelah pintu masuk dibuka, para calon ketika mengantri. ”Saya hampir
penonton langsung menyerbu loket. kewalahan menghadapi panjangnya
Film yang diangkat dari Novel karya antrian orang yang ingin menonton.
Andrea Hirata ini di posisikan di studio Tidak biasanya pada penayangan
1, yaitu studio paling besar di XXI SMS perdana sebuah film seperti ini”, ujar
yang berkapasitas 400 orang. seorang keamanan XXI SMS.