Anda di halaman 1dari 10

ASUHAN KEPERAWATAAN

PADA Tn C DENGAN GANGGUAN SISTEM KARDIOVASKULER


ACS + ARITMIA
DI RUANG ZAMRUD RSU dr. SLAMET GARUT

I.

Pengkajian
1. Identitas
a. Identitas klien
Nama

: Tn. C

Umur

: 67 tahun

Jenis kelamin

: Lakilaki

Alamat

: Wanaraja

Agama

: Islam

Pendidikan

: SD

Pekerjaan

: Wiraswasta

Suku bangsa

: Sunda /Indonesia

No. CM

: 697150

Tgl. Masuk

: 05 September 2014

Tgl pengkajian

: 9 September 2014

b. Biodata penanggung jawab


Nama

: Ny. E

Umur

: 56 tahun

Jenis kelamin

: Perempuan

Alamat

: Wanaraja

Agama

: Islam

Pendidikan

: SD

Pekerjaan

: Wiraswasta

Suku bangsa

: Sunda /Indonesia

Hubungan dgn klien

: Istri

2. Riwayat Kesehatan
a.

Keluhan utama
Klien mengeluh sesak

b.

Riwayat kesehatan sekarang


Pada saat dilakukan pengkajian tanggal 9 September 2014 klien mengeluh
sesak, batuk dan nyeri ulu hati. sesak berkurang jika klien memakai oksigen dan
bertambah jika pasien banyak aktifitas, sesak dirasakan setiap waktu.

c.

Riwayat kesehatan dahulu


Menurut penuturan istrinya, klien belum pernah mengalami penyakit seperti
saat sekarang, dan baru mengetahui penyakitnya saat ini.

d.

Riwayat kesehatan keluarga


Menurut penuturan istri klien di keluarganya belum pernah ada yang
mengalami penyakit seperti ini .

3. Pola Kesehatan Fungsional


a.

Pemeliharaan Kesehatan
Klien dan keluarga menuturkan apabila sakit selalu memeriksakan atau berobat ke
tempat pelayanan kesehatan seperti Puskesmas, dokter dan Rumah Sakit.

b.
No Jenis
1.
Pola Makan
Jenis
Porsi
Frekuensi
2.
Pola Minum
Jenis
Frekuensi
c.
No Jenis
1.
BAB
Frekuensi
Warna
Masalah
2.
BAK
Frekuensi
Warna
Masalah

Nutrisi metabolik
Di Rumah

Di RS

Nasi
1 Porsi
3 x/ hari

BN TKTP
Porsi
3 x/hari

Air putih
8 gelas/hari

Air putih
5 gelas/hari

Pola Eliminasi
Di Rumah

Di RS

1x/hari
khas feses
Tidak ada

1x/hari
khas feses
Tidak ada

3-4x/hari
khas urine
Tidak ada

terpasang kateter
khas urine
Tidak ada

Bau

khas urine

d.

khas urine

Pola Aktifitas Sehari Hari


No

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Jenis
Mandi
Berpakaian
Eliminasi
Mobilisasi di tempat tidur
Berpindah
Berjalan

Ket:

Di Rumah
1 2 3

Di RS
2 3

0 = Mandiri
1= Alat Bantu
2= Dibantu orang lain
3= Dibantu orang lain alat
4= Tergabtung/ Tidak mampu

e.

Pola Persepsi Kognitif


Klien mampu berbicara tanpak hambatan. Klien menggunakan bahasa sunda saat
berbicara dan paham apa yang ditanyakan pengkaji, klien tidak kesulitan
berinteraksi dengan perawat, keluarga dan orang lain.

f.

Pola Istirahat Tidur


No

1.
2.

Jenis
Tidur Siang
Lama Tidur
Keluhan
Tidur Malam
Lama Tidur
Keluhan

g.

Di Rumah

Di RS

1jam
Tidak ada

jam
susah

6 8 jam
Tidak ada

6 7 jam
susah

Pola Konsep diri

1) Gambaran Diri
Klien mengatakan bahwa sekarang sedang sakit dan harus dihadapi dengan
penuh kesabaran
2) Ideal Diri
Klien mengatakan ingin segera pulang dari RS
3) Harga Diri
Klien mengatakan bahwa klien menerima kondisinya saat ini

4) Identitas diri
Klien mengatakan bahwa klien adalah seorang suami dan ayah dari anak
anaknya
5) Peran Diri
Klien mengungkapkan mengalami gangguan dalam perannya sebagai seorang
suami dan ayah dari anakanaknya.
h.

Pola peran dan hubungan


Klien seorang kepala keluarga. Hubungan klien dengan anak dan istrinya baik

4. Pemeriksaan Fisik
Kesadaran: Composmentis
Tanda-tanda vital
1. Tekanan darah

: 140/90 mmHg

2. Nadi

: 80 x/menit

3. Respirasi

: 32 x/menit

4. Suhu

: 37c

a. Head To Toe
1. Rambut dan kulit kepala
Warna rambut hitam dan pendek, penyebaran rambut merata di seluruh
permukaan kulit kepala, tekstur halus, kulit kepala bersih, tidak ada lesi
ataupun benjolan.
2. Mata
Mata kanan dan kiri tampak simetri, 4embra putih, konjungtiva atas dan
bawah berwarna merah muda, fungsi penglihatan klien baik.
3. Hidung
Bentuk simetris, hidung bersih, tidak terdapat kotoran.
4. Telinga
Letak daun telinga kanan dan kiri simetris, tidak tampak adanya serumen,
fungsi pendengaran baik terbukti klien dapat menjawab pertanyaan sesuai
dengan yang diajukan oleh pengkaji.
5. Mulut

Warna mukosa merah muda, lembab, tidak ada stomatitis, tidak terdapat
caries.
6. Leher
Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, tidak ada pembesaran JVP.
7. Dada: paru-paru dan jantung
Paru-paru
Bentuk dada normal, pergerakan dada simetris saat inspirasi dan ekspirasi,
tidak ada retraksi dinding dada, frekuensi napas 32x/m, suara nafas vesikuler.
8. Abdomen
Bentuk abdomen datar, tidak ada benjolan, bising usus normal 13x/menit,
tympani, tidak ada nyeri tekan
9. Genetalia
Klien terpasang kateter
10. Ekstremitas
-

Ekstremitas atas
Tangan kanan dan tangan kiri simetris, tidak terdapat udema, terpasang
infus di tangan sebelah kiri.

Ekstremitas bawah
Simetris antara kaki kiri dan kanan, tidak ada edema.

5. Data Penunjang
a. Laboratorium
No. Lab

Nama

: Tn. C

Tanggal

: 05 September 2014

Ruang

: Zamrud

Nama Test
Hematologi
darah rutin
Hemoglobin

Hasil

Nilai Normal

12,3 gr/dl

13 18

Hematokrit
Leukosit
Trombosit
eritrosit
AST (SGOT)
ALT(SGPT)
Ureum
kreatinin
Glukosa Darah Sewaktu

35%
6080 /mm3
81000 /mm3
4,41
51U/L
42 U/L
69 mg/dl
0,7 mg/dl
109

35 47
3.800 10.000
150.000 440.000
2,3-6,5
s/d 31
s/d 31
15 50
0,5-0,9
<140

Laboratorium
No. Lab

Nama

: Tn. C

Tanggal

: 09 September 2014

Ruang

: Zamrud

Nama Tes
mikrobiologi
preparat BTA

Hasil
negatif
BTA I negatif
BTA II negatif
BTA III negatif

a.

flag

unit

nilai normal
Negatif

Therapy :
1. Asering 20 tetes / menit
2. Cefotaxim 2x1 g iv
3. Ranitidine 2x1 4mg iv
4. Furosemide 2x1 4mg iv

B.
No

Analisa Data
Symptom

Etiologi

Problem

Ds :

suplai O2 ke miokard turun


Klien

penurunan

curah

jantung
seluler hipoksia

mengeluh sesak nafas


Klien

integritas membran sel

mengatakan suka batuk

berubah

Klien

mengatakan nyeri ulu


kontraktilitas turun

hati
Do :

penurunan curah jantung

Klien

memakai oksigen
Sesekali

o
2

klien batuk
Ds :

suplai O2 ke jaringan sedikit

Do:

intoleransi
aktifitas

aktivitas

klien

ketidak seimbangan O2

dibantu keluarga
-

dengan kebutuhan

klien terlihat lemah


intoleransi aktifitas

C.

Diagnosa Keperawatan Berdasarkan Prioritas Masalah


1. Penurunan curah jantung b. d suplai oksigen ke jaringan menurun ditandai
dengan:
Ds :

Klien mengeluh sesak nafas


Klien mengatakan suka batuk
Klien mengatakan nyeri ulu hati

Do :

Klien memakai oksigen


Klien sesekali batuk

2. Intoleransi aktivitas b.d ketidakseimbangan antara suplai oksigen dengan


kebutuhan ditandai dengan:
Ds:
Do: aktivitas klien dibantu keluarga
Klien terlihat lemah

D.

PERENCANAAN

DIAGNOSA
KEPERAWATAN
2

No
1
1

Gangguan
kebutuahn
penurunan

PERENCANAAN
TUJUAN DAN KRITERIA HASIL
3

pemenuhan NOC:
oksigen
curah

INTERVENSI
5

b.d - Vital sign status

Ds : Klien mengeluh sesak


nafas
Do : Klien memakai oksigen

Setelah

dan

dokumentasikan

jantung - circulasi status

ditandai dengan:

Kaji
tekanan

dilakukan

tindakan

darah,

adanya

sianosis,

keperawatan selama 2 x 24 jam klien

status pernapasan

tidak merasakan sesak dengan kriteria

dan status mental

Evaluasi

o TTV dalam rentang normal

respon

klien

o Tidak ada penurunan kesadaran

terhadap

terapi

oksigen
o

Posisikan
klien

senyaman

mungkin
o

Kolaborasi
dengan dokter

Intoleransi aktivitas b.d

NOC:

ketidakseimbangan antara

Self care: ADLs

suplai oksigen dengan

setelah

kebutuhan ditandai dengan:

keperawatan

Ds:

masalah teratasi dengan kriteria hasil:

Do: aktivitas klien dibantu

mampu melakukan aktifitas sehari-

keluarga
klien terlihat lemah

NIC:
-

dilakukan
selama

tindakan
2x24

hari (ADLs) secara mandiri

observasi adanya
pembatasan klien

jam

dalam melakukan
aktifitas
-

kaji adanya faktor


yang
mneyebabkan
kelelahan

No
1

DIAGNOSA
KEPERAWATAN
2

PERENCANAAN
TUJUAN DAN KRITERIA HASIL
3
-

INTERVENSI
5
monitor
pola
tidur/

istirahat

klien
-

bantu klien untuk


mengidentifikasi
aktivitas

yang

mampu dilakukan
E.

IMPLEMENTASI
Hari/Tgl/Jam
selasa
09-09-2014

No Dp
1

selasa
09-09-2014

Implementasi
Mengkaji TTV
Memberikan
oksigen
sesuai kebutuhan
Mempertahankan posisi
klien senyaman mungkin
Memberikan terapi obat

rabu
10-14-2014

kamis
11-09-2014

kamis
11-09-2014

Mengkaji penyebab
kelemahan
Mengevaluasi pola
tidur

Mengkaji TTV

Memberikan
oksigen
sesuai kebutuhan

Mempertahankan posisi
klien senyaman mungkin
Memberikan terapi obat

Mengkaji TTV

Mempertahankan posisi
klien senyaman mungkin
Mengevaluasi
aktifitas
klien

Evaluasi Respon
S: klien masih mengeluh sesak
O: terpasang O2 3l/m
S: klien mengatakan masih sesak
O: O2 terpasang nasal kanul
S: klien mengatakan nyaman
O: klien tampak rileks
S: klien mengeluh nyeri saat
dimasukan obat
O: klien tampak meringis
S: klien mengatakan lemah
O: aktifitas klien dibantu
S: klien mengatakan susah tidur
kalau sering batuk
O:
S: klien mengatakan sesak
berkurang
O: terpasang O2 nasal kanul
S: klien mengatakan sesak
berkurang
O: O2 terpasang nasal kanul
S: klien mengatakan nyaman
O: klien tampak rileks
S: klien mengeluh nyeri saat
dimasukan obat
O: klien tampak meringis
S: klien mengatakan sudah tidak
sesak
O: tidak terpasang oksigen
S: klien mengatakan nyaman
O: klien tampak rileks
S: klien mengatakan sudah bisa
minum sendiri
O:

Paraf

F.

EVALUASI