Anda di halaman 1dari 13

I.

PENGENALAN, KEGUNAAN, KARAKTER/SIFAT KHUSUS dari OBJEK


Pompa

merupakan

mesin

fluida

yang

digunakan

untuk

memindahkan fluida cair dari suatu tempat ke tempat lainnya melalui sistem
perpipaan. Pada prinsipnya, pompa mengubah energi mekanik motor
menjadi energi aliran fluida. Penggunaannya sudah semakin luas, misalnya
pompa untuk keperluan rumah tangga, pertanian, bahkan untuk keperluan
industri-industri besar seperti industri perminyakan.
Pompa Sentrifugal
Salah satu jenis pompa pemindah non positip adalah pompa
sentrifugal yang prinsip kerjanya mengubah energi kinetis (kecepatan)
cairan menjadi energi potensial (dinamis) melalui suatu impeller yang
berputar

dalam

casing.

Sesuai dengan data-data yang didapat, pompa reboiler debutanizer di


Hidrokracking Unibon menggunakan pompa sentrifugal single - stage
double suction.
Bagian-bagian Utama Pompa Sentrifugal
Secara umum bagian-bagian utama pompa sentrifugal dapat dilihat
seperti gambar berikut:
A.Stuffing Box

Stuffing Box berfungsi untuk mencegah kebocoran pada daerah


dimana poros pompa menembus casing.

B. Packing
Digunakan untuk mencegah dan mengurangi bocoran cairan dari
casing pompa melalui poros. Biasanya terbuat dari asbes atau teflon.
C. Shaft (poros)
Poros berfungsi untuk meneruskan momen puntir dari penggerak
selama beroperasi dan tempat kedudukan impeller dan bagian-bagian
berputar lainnya.
D. Shaft sleeve
Shaft sleeve berfungsi untuk melindungi poros dari erosi, korosi dan
keausan pada stuffing box. Pada pompa multi stage dapat sebagai leakage
joint, internal bearing dan interstage atau distance sleever.
E. Vane
Sudu dari impeller sebagai tempat berlalunya cairan pada impeller.
F. Casing
Merupakan bagian paling luar dari pompa yang berfungsi sebagai
pelindung elemen yang berputar, tempat kedudukan diffusor (guide vane),
inlet dan outlet nozel serta tempat memberikan arah aliran dari impeller dan
mengkonversikan energi kecepatan cairan menjadi energi dinamis (single
stage).
G. Eye of Impeller
Bagian sisi masuk pada arah isap impeller.
H. Impeller
Impeller berfungsi untuk mengubah energi mekanis dari pompa
menjadi energi kecepatan pada cairan yang dipompakan secara kontinyu,
sehingga cairan pada sisi isap secara terus menerus akan masuk mengisi
kekosongan akibat perpindahan dari cairan yang masuk sebelumnya.

I.

Wearing Ring
Wearing ring berfungsi untuk memperkecil kebocoran cairan yang
melewati bagian depan impeller maupun bagian belakang impeller, dengan
cara memperkecil celah antara casing dengan impeller.
J. Bearing
Beraing (bantalan) berfungsi untuk menumpu dan menahan beban
dari poros agar dapat berputar, baik berupa beban radial maupun beban
axial. Bearing juga memungkinkan poros untuk dapat berputar dengan
lancar dan tetap pada tempatnya, sehingga kerugian gesek menjadi kecil.
K. Casing
Merupakan bagian paling luar dari pompa yang berfungsi sebagai
pelindung elemen yang berputar, tempat kedudukan diffusor (guide vane),
inlet dan outlet nozel serta tempat memberikan arah aliran dari impeller dan
mengkonversikan energi kecepatan cairan menjadi energi dinamis (single
stage).
Cara Kerja Pompa Sentrifugal
Pompa sentrifugal bekerja berdasarkan prinsip gaya sentrifugal
yaitu bahwa benda yang bergerak secara melengkung akan mengalami gaya
yang arahnya keluar dari titik pusat lintasan yang melengkung tersebut.
Besarnya gaya sentrifugal yang timbul tergantung dari masa benda,
kecepatan gerak benda, dan jari-jari lengkung lintasannya.

Aliran dua fase merupakan bagian dari aliran multi-fase. Aliran dua
fase merupakan bagian dari aliran multi-fase yang dibedakan atas fase-fase
aliran (gas-cair, cair-padat dan padat-gas), arah aliran (searah dan
berlawanan arah) dan kedudukan saluran (tegak, mendatar atau miring).
Aliran dua fase ini banyak dijumpai baik dalam kehidupan sehari-hari
maupun dalam proses-proses industri, seperti pada ketel uap, kondensor, alat

penukar panas, reaktor nuklir, pencairan gas alam, pipa saluran dan lainlain. Pola aliran dua fase dalam saluran mendatar akan berbeda dengan yang
vertikal. Dalam saluran mendatar gas akan cenderung berada diatas, karena
lebih ringan.

II.

JENIS/BENTUK MASALAH (GANGGUAN)


Saat proses berlangsung sering dijumpai gangguan atau
kesalahan-kesalahan yang disebabkan berbagai faktor. Apabila suatu proses

yang sedang berlangsung mengalami gangguan, tentu tidak mudah untuk


menetukan faktor penyebabnya.
Aliran dua fasa memiliki arti yaitu didalam suatu aliran ada satu
bahan kimia dengan fasa yang berbeda. Fasa tersebut bisa berupa antara fasa
cair dan gas, maupun fasa cair dan padat. Biasanya pada pompa
menggunakan fasa cair dan gas untuk dipompakan. Aliran yang memiliki
dua fasa menyebabkan:
1. pompa akan menjadi bising atau noise
2. Tekanannya naik turun (hunting)
3. Pengaruhnya pada pompa yaitu pompa jadi sulit memompakan
yang berefek pada kerusakan pada pompa dan umur pengguna
pompa.
4. Pada prosesnya akan menyebabkan sulit untuk diatur, flow tidak
sesuai dengan setinggan menyebabkan produk out off spec.
Fenomena aliran dua fase, khususnya gas-cair yang merupakan
bagian dari aliran multi fase, banyak dijumpai dalam berbagai proses
industri

seperti

sistem

pengkondisian

udara,

transportasi

produk

perminyakan, pencairan gas dan lain-lain.


Masuknya aliran gas-cair ke dalam pompa akan mengakibatkan
turunnya tekanan keluar pompa. Penurunan tekanan keluar pompa tersebut
mengakibatkan pompa tidak akan dapat bekerja secara normal. Pada aliran
dua fase gas-cair didalam pompa,distribusi tekanan dalam saluran impeler
tidak membentuk pola yang merata pada setiap tempat. Kedua fase fluida
tersebut mengumpul secara terpisah, dengan gas cenderung mengumpul
dibagian tengah dan fase cair berada pada bagian pinggir. Pengumpulan
gelembung gas pada bagian tengah impeler akan mengakibatkan penurunan
tekanan dan penurunan debit pompa sehingga hal tersebut dapat
mengakibatkan pompa tidak bekerja secara normal.
Pengaruh aliran dua fase terhadap unjuk kerja pompa sentrifugal
menunjukan bahwa unjuk kerja pompa menjadi menurun. Hal ini ditunjukkan
oleh kurva head pompa yang dihasilkan lebih rendah daripada head pompa pada

aliran satu fase. Selain itu, diketahui pula bahwa meningkatnya kecepatan udara akan
berakibat menurunnya head pompa.
Distribusi tekanan aliran gas-cair dalam pompa sentrifugal pada
berbagai tegangan permukaan cairan, penurunan tegangan permukaan fluida
kerja akibat penambahan deterjen meningkatkan distribusi tekanan dan debit

pompa sentrifugal. Pada fluida semakin bertambahnya aliran fase gas yang
masuk maka pada kondisi dua fase unjuk kerja pompa akan menurun.
Secara umum parameter parameter yang diperhatikan diantaranya debit
fluida cair dan gas, viskositas fluida, flow patern,tegangan geser antar fase
dan konfigurasi pipa.

III.

TINDAKAN PENANGGULANGAN
a) Secara teoritis
Secara teoritis cara penanggulangan apabila terjadi masalah pada
aliran dua fase pada pompa sentrifugal seperti salah satunya terjadi
penurunan tekanan, maka dari itu kita harus mengetahui penurunan
tekanan aliran dua fase dengan menggunakan perhitungan seperi untuk

fase gas-cair, yang mana sebelumnya kita harus tahu penurunan tekanan
satu aliran dengan rumus:

Dimana perhitungan untuk aliran dua fase yaitu:

Sehingga dengan mengetahui penurunan tekanan antara aliran satu


fase dan dua fase dapat dibandingkan, karena pada keberadaan fase gas
didalam aliran dua fase cairan-gas akan berkontribusi terhadap penurunan
total tekanan, apabila jumlah gas didalam aliran dua fase cairan-gas
bertambah maka penurunan tekanan yang terjadi akan meningkat,
sehingga dapat diantisipasi mengatur

penambahan jumlah gas yang

terjadi.
Begitu juga apabila aliran dua fase berupa cairan dan cairan
contohnya yaitu minyak dan air, keberadaan fase minyak di dalam aliran
dua fase minyak-air akan berkontribusi terhadap total penurunan tekanan.
Dan dengan bertambahnya jumlah minyak di dalam aliran dua fase
minyak-air maka total penurunan tekanan yang tejadi akan meningkat, sehingga
agar menghindari terjadinya penurunan tekanan yang berpengaruh terhadap hasil
produk, maka jumlah minyak dalam aliran dua fase harus diperhitungkan dengan
benar.

b) Secara perlakuan kerja


Secara perlakuan kerja penanggulangan yang harus dilakukan salah
satunya yaitu pastikan dan monitor temperatur media tidak terlalu panas
atau terlalu dingin, agar media tersebut tidak terlalu cepat menguap
maupun membeku.
Selain itu dilakukannya Condition Monitoring, yang mana
Condition Monitoring adalah suatu metode yang dilakukan dengan
memonitor kondisi sistem pada waktu tertentu untuk memprediksi kondisi
sistem pada masa yang akan datang dengan mengoleksi dan mengextract
informasi dari sistem seperti getaran, temperature, lingkungan.
Pengontrolan

atau

pengendalian

secara

manual

adalah

pengontrolan yang dilakaukan oleh seorang operator, sedangkan


pengontrolan secara otomatis adalah pengontrolan yang dilakukan oleh
mesin mesin / peralatan yang bekerja secara otomatis dan operasinya
dibawah pengawasan oleh seorang operator.
Pelaksanaan pemeliharaan perbaikan mencakup keseluruhan
komponen peralatan, baik yang terpasang di bagian luar maupun yang
terpasang di bagian dalam disebut Shut Down Maintenance. Pada bagian
ini alat dalam keadaan berhenti. Yang termasuk dalam pemeriksaan
maintenance adalah cleaning, inspection, dan running maintenance.
Sistem perawatan pada pompa sentrifugal dibagi menjadi 3
macam yaitu:
1. Routine Maintenance
Merupakan inspeksi harian terhadap peralatan yang terpasang dan
dalam keadaan beroperasi. Hal ini dilakukan agar gejala-gejala kerusakan
dapat segera diketahui, sehingga kerusakan dapat segera diketahui,
sehingga kerusakan yang lebih fatal dapat dihindari. Sedangkan untuk
menetapkan

kerusakan

yang

terjadi

dilakukan

dengan

langkah

pemeriksaan

menggunakan

instrumen

seperti

pada

predictive

maintenance.
Kegiatan yang dilakukan pada saat melakukan routine maintenance
adalah :
Pemeriksaan kondisi oli.
Pemeriksaan temperature fluida.
Memeriksa apakah terjadi vibrasi yang terlalu besar.
Pemeriksaan baut-baut pada sambungan.
2. Predictive Maintenance
Merupakan tindakan perawatan yang bersifat pengamatan terhadap
objek dengan melakukan pengukuran-pengukuran tertentu. Kegiatan ini
dilakukan untuk menentukan langkah perawatan yang dilakukan serta
menigkatkan kesiapan untuk melakukan perawatan. Kegiatan yang
dilakuakan saat predictive maintenance adalah :
Pengecekan terhadap temperature mesin.
Mengukur tingkat kebisingan mesin.
Pengecekan vibrasi pada alat putar.
Memprediksi terhadap kerusakan dari mesin tersebut.
3. Preventive Maintenance
Preventive Maintenance merupakan pekerjaan perawatan yang
sifatnya berupa pencegahan dan dilakukan secara rutin sesuai jadwal. Hal
ini

bertujuan

untuk

meningkatkan

keandalan

peralatan

dan

memperpanjang umur peralatan tersebut.


Hal-hal

yang

dilakukan

pada

saat

melakukan

preventive

maintenance pada pompa sentrifugal adalah sebagi berikut :


Tambah/ ganti Greas Coupling.
Periksa line pompa & check valve (ganti bila perlu)
Bersihkan oli filter & cooler (bila perlu).

Periksa kondisi oli gear box.


Periksa lateral play pompa.
Periksa dan bersihkan suction starainer pompa.
Ukur vibrasi sebelum dan sesudah preventive maintenance.
Periksa Alignment/ kelurusan poros sebelum dan sesudah
preventive maintenance.
Periksa baut-baut pondasi.
Bersihkan mesin dan area sekitarnya.

IV.

MANFAAT PENANGGULANGAN
Manfaat dari penanggulangan atau pemeliharaan yang dilakukan
adalah adalah:
1. Memperoleh mutu dan kualitas dari produksi sesuai dengan yang
diinginkan,
2. Memperpanjang umur dari peralatan.
3. Menekan biaya yang serendah rendahnya.
Peningkatan Preventive maintenance juga di perlukan dalam upaya
meningkatkan kemampuan mesin pompa. Hal ini di perlukan guna menjaga
kondisi mesin agar tetap dalam kondisi baik dan memastikan tidak ada
komponen-komponen yang rusak maupun tidak berfungsi sebagaimana
mestinya.

Melakukana perawatan (maintenence) pada peralatan dengan


sesering mungkin, hal ini dilakukan untuk mencapai kinerja dan mutu mesin
dengan optimal dalam perusahaan, sebagai salah satu bagian penunjang
produksi.

DAFTAR PUSTAKA

Gusniar, Iwan nugraha.2014. Optimalisasi Sistem Perawatan Pompa Sentrifugal


di Unit Utility. Karawang: Universitas Singaperbangsa Karawang.
H. Church Austin, diterjemahkan oleh Ir. Zulkifli Harahap, 1986. Pompa dan Blower
Sentrifugal. Jakarta: Erlangga.

Taqwa, M Ridhah, dkk.2008.Pengaruh Jumlah Sudu Impeler Terhadap


Distribusi Aliran Gas Cair dalam Pompa Sentrifugal. Yogyakarta:
Universitas Gajah Mada.

TUGAS TEKNOLOGI OPERASI PABRIK I


PENGARUH ALIRAN DUA FASE TERHADAP UNJUK
KERJA POMPA SENTRIFUGAL

DISUSUN OLEH
NAMA

: ASHA FLORENSISKA SIALLAGAN

NIM

: 13 01 059

GROUP

:C

JURUSAN

: TEKNOLOGI KIMIA INDUSTRI

KEMENTRIAN PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK TEKNOLOGI KIMIA INDUSTRI
MEDAN
2015