Anda di halaman 1dari 10

Fungsi Jantung Dalam Sirkulasi Peredaran Darah

B2
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Jl. Terusan Arjuna No.6 Jakarta Barat 11510 Telp. 021-56942061 Fax. 021-5631731

Abstrak
Jantung manusia adalah organ yang memompa darah ke seluruh tubuh melalui sistem peredaran
darah, memasok oksigen dan nutrisi ke jaringan dan menghapus karbon dioksida dan limbah
lainnya. Jantung terletak di dalam rongga torasik, di balik tulang dada. Struktur jantung berbelok
ke bawah dan sedikit ke arah kiri. Jantung hampir sepenuhnya diselubungi oleh paru-paru,
namun tertutup oleh selaput ganda yang bernama perikardium, yang tertempel pada diafragma.
Lapisan pertama menempel sangat erat kepada jantung, sedangkan lapisan luarnya lebih longgar
dan berair, untuk menghindari gesekan antar organ dalam tubuh yang terjadi karena gerakan
memompa konstan jantung. Jantung dijaga di tempatnya oleh pembuluh-pembuluh darah yang
meliputi daerah jantung yang merata/datar, seperti di dasar dan di samping. Dua garis pembelah
(terbentuk dari otot) pada lapisan luar jantung menunjukkan di mana dinding pemisah di antara
serambi & bilik jantung.
Kata Kunci: jantung, endothelium, pericardium, pembuluh darah
Abstract
The human heart is an organ that pumps blood throughout the body via the circulatory system,
supplying oxygen and nutrients to the tissues and removing carbon dioxide and other wastes.
Located in the heart of toracic cavity, behind the sternum. The structure of the heart to turn
down and slightly to the left. The heart is almost completely enveloped by the lungs, but enclosed
by a double membrane called the pericardium, which is attached to the diaphragm. The first
layer is closely attached to the heart, while the outer layer is loose and watery, to avoid friction
between organs in the body that occur because the constant pumping motion of the heart. Heart
kept in place by the blood vessels which covers the area of the heart that is evenly / flat, as in the
base and on the side. Two lines of cleavage ( formed from muscle) on the outer layer of the heart
showing where the dividing wall between the foyer and chambers of the heart.
Keywords: heart, endothelium, pericardium, blood vessels

Pendahuluan
Secara umum fungsi jantung adalah memompa darah ke seluruh tubuh dan menampungnya
kembali setelah dibersihkan organ paru-paru. Hal ini berarti bahwa fungsi jantung manusia
adalah sebagai alat atau organ pemompa darah pada manusia. Pada saat itu jantung menyediakan
oksigen darah yang cukup dan dialirkan ke seluruh tubuh, serta membersihkan tubuh darih hasil
metabolisme (karbondioksida). Sehingga untuk melaksanakan fungsi jantung mengumpulkan

darah yang kekurangan oksigen dari seluruh tubuh dan selanjutnya memompanya ke paru-paru,
dengan cara darah pada jantung mengambil oksigen dan membuang karbondioksida. Pada
jantung darah yang kaya akan oksigen yang berasal dari paru-paru dipompa ke jaringan seluruh
tubuh manusia.
Skenario 7
Seorang laki-laki usia 80 tahun penderita jantung koroner datang ke UGD dengan keluhan sesak
napas dan sakit dada sebelah kiri. Pasien segera diberi pertolongan pertama dan dilakukan
pemeriksaan EKG serta pemeriksaan penunjang lainnya termasuk pemeriksaan petanda dalam
darah untuk deteksi kerusakan otot jantung disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah
jantung.
Rumusan Masalah
1. Laki-laki usia 80 tahun penderita jantung koroner, datang ke UGD dengan keluhan
sesak napasdan sakit dada sebelah kiri.
Analisa Masalah

Hipotesis
1. Serangan jantung pada pasien tersebut terjadi akibat berlakunya penyumbatan pada
pembuluh darah jantung

Perbahasan
Jantung
Jantung adalah organ berotot yang berfungsi sebagai pompa sirkulasi tubuh. Ia membawa darah
terdeoksigenasi melalui pembuluh darah atau vena dan menghantar darah itu ke paru-paru untuk
proses oksigenasi sebelum dipompa ke dalam arteri. Darah yang ditranspor oleh arteri akan
Azreena Hanim Azril Haris Yafee

Halaman 2

dibawa ke seluruh tubuh and juga menyediakan oksigen dan nutrisi ke jaringan tubuh. Jantung
terletak di rongga dada medial ke paru-paru dan posterior sternum. Dasar jantung pula melekat
pada aorta, arteri pulmonal, vena dan vena cava. Di bahagian inferior ujung jantung yang dikenal
sebagai apex jantung, terletak pada superior diaphragma.1

Anatomi Jantung
Lapisan Perikardium
Jantung duduk dalam rongga berisi cairan yang disebut rongga perikardial. Dinding dan selaput
rongga perikardial adalah terdiri membran khusus yang dikenal sebagai perikardium.
Perikardium adalah jenis membran serosa yang menghasilkan cairan serosa yang bertindak
sebagai pelumas jantung dan mencegah pergeseran antara jantung dan organ sekitarnya. Selain
bertindak sebagai pelumas, perikardium berfungsi untuk menahan posisi jantung dan
mempertahankan ruang untuk jantung membesar. Pericardium memiliki 2 lapisan yaitu;
1. Perikardium Visceralis
Lapisan yang menutupi bagian luar jantung dan,
2. Perikardium Parietalis
Lapisan yang membentuk kantung di sekitar bagian luar rongga perikardial.1,2

Permukaan Jantung
Jantung memiliki tiga permukaan yaitu anterior, inferior dan posterior. Seringkali permukaan
disebut sebagai fascies sternocostalis (anterior), fascies diafragmatica (inferior) dan fascies
basalis (posterior).

i)

Fascies Sternocostalis
Permukaan ini terbentuk oleh atrium dextra dan ventriculus dextra. Atrium dan
ventriculus ini dipisahkan oleh suatu alur yaitu sulcus sulcus atrioventricularis
anterior. Batas kanan anterior dibentuk oleh atrium dextra sedangkan perbatasan kiri
dibentuk oleh atrium sinistra dan auriculanya.

ii)

Fascies Diaphragmatica

Azreena Hanim Azril Haris Yafee

Halaman 3

Permukaan ini dibentuk oleh ventriculus dextra dan sinistra. Kedua ventriculus ini
dipisahkan oleh sulcus interventricularis posterior. Permukaan inferior atrium dextra
dimana vena cava inferior terbuka juga membentuk permukaan ini.
iii)

Fascies Basalis
Permukaan ini dibentuk oleh atrium sinistra, di mana empat Vv. pulmonalis
dialirkan.1,2

Ruang Jantung
Jantung dibagi dengan septa vertikal menjadi empat ruang yaitu dua atrium (dextra dan sinistra)
dan dua ventrikel (dextra dan sinistra). Atrium ini terletak posterior ventriculus. Dalam posisi
anatomis, atrium dextra terletak pada anterior atrium sinistra dan ventriculus dextra terletak pada
anterior ventriculus sinistra.

i)

Atrium Dextra
Ini terdiri dari dua daerah yaitu, atrium propria dan auricula dextra. Pada wilayah
persimpangan antara dua bagian ini, di sisi luar, ada alur vertikal yang disebut sebagai
sulkus terminalis dan di bagian dalam membentuk tonjolan dikenal sebagai crista
terminalis. Bagian utama dari atrium terletak pada posterior crista terminalis dan
berasal dari sinus venosus. Terdapat bagian dari atrium ini yang terletak di depan
crista terminalis, dikenal sebagai musculus pectinati. Musculus pectinati ini menjadi
kasar karena dibungkus oleh serat-serat otot.
Bukaan di atrium kanan : Ada empat bukaan di atrium kanan yang dijelaskan di
bawah ini :
Ostium Vena Cava Superior
Merupakan muara dari vena cava superior dan tidak memiliki katup.
Ostium Vena Cava Inferior
Merupakan muara dari vena cava inferior dan lebih besar dari ostium vena cava
superior.
Sinus Coronarius
Merupakan muara dari dari berbagai vena jantung.

Azreena Hanim Azril Haris Yafee

Halaman 4

ii)

Ventriculus Dextra
Dinding ventrculus dextra jauh lebih tebal dibandingkan atrium dextra. Ventruclus
dextra ini menunjukkan beberapa pegunungan atau massa otot yang dikenal sebagai
trabecula carnae. dan mereka memberikan dinding penampilan spons. Ada tiga jenis
trabecula ini:
Tipe 1:
Jenis Pertama trabekula terdiri dari M. Papillaris, yang proyek ke dalam. Mereka
melekat dengan basis mereka ke dinding ventrikel dan apeks mereka melekat oleh
corda tendinae dengan valvula trikuspidalis.
Tipe 2:
Jenis kedua terdiri dari serat otot yang melekat pada dinding ventriculus dengan cara
yang sama seperti jenis pertama tetapi mereka bebas di tengah. Salah satunya , yang
dikenal sebagai moderator band, melintasi seluruh rongga ventriculus dari septum
interventrikular ke dinding anterior.

iii)

Atrium Sinistra
Atrium ini terdiri dari rongga utama dan daun auricular sinistra. Atrium ini juga
terdiri atas 2 bagian, yaitu:
Atrium Propria
Merupakan muara dari keempat vv. pulmonalis. Muara ini tidak memiliki katup.
Pada ostium A-V sinistra, dilekati oleh katup yang terdiri atas 2 daun pintu atau biasa
disebut valva bicuspidalis/valva.

Auricula Sinistra
Dinding dalamnya dibentuk oleh otot-otot berbentuk rigi dari mm. pectinati.

iv)

Ventriculus Sinistra
Ini adalah ruang terkuat jantung. Dindingnya tiga kali lebih tebal daripada ventrculus
dextra . Tekanan di dalam ventriculus sinistra adalah sekitar enam kali lebih tinggi

Azreena Hanim Azril Haris Yafee

Halaman 5

daripada di dalam ventriculus dextra. Terdapat dua bukaan di ventriculus sinistra


yaitu ostium atrioventricularis sinistra yang dijaga oleh katup mitral, juga dikenal
sebagai valva bicuspidalis dan ostium aorticum dijaga oleh katup aorta.1,2

Katup Jantung
Katup jantug berperan untuk mencegah darah mengalir mundur atau "memuntahkan" kembali ke
jantung. Katup jantung dapat dibagi menjadi dua jenis; katup atrioventrikular dan semilunar.
i)

Katup Atrioventrikuler
Merupakan katup yang terletak diantara atrium dan ventrikel. Katup antara
atrium kanan dan ventrikel kanan mempunyai tiga buah daun katup disebut
katup trikuspidalis. Sedangkan katup yang terletak diantara atrium kiri dan
ventrikel kiri mempunyai dua buah daun katup disebut katup bikuspidalis atau
katup mitral.
Katup AV memungkinkan darah mengalir dari masing-masing atrium ke
ventrikel pada waktu diastole ventrikel, serta mencegah aliran balik ke atrium
pada saat sistol ventrikel.

ii)

Katup Semilunar
Katup pulmonal, terletak antara arteri pulmonalis dan ventrikel kanan. Katup
aorta, terletak antara ventrikel kiri dan aorta. Kedua katup semilunar terdiri
dari 3 daun katup. Adanya katup semilunar memungkinkan darah mengalir
dari masing-masing ventrikel ke arteri pulmonalis atau aorta selama sistol
ventrikel, dan mencegah aliran balik ke ventrikel sewaktu diastole ventrikel.1-3

Struktur Pembuluh Darah


Pembuluh-Pembuluh Darah Pembuluh darah biasanya terdiri atas lapisan-lapisan sebagai
berikut:
1. Tunika intima (tunika interna)
Terdiri atas selapis sel endotel yang membatasi permukaan dalam pembuluh. Di bawah
endotel adalah lapisan subendotel, terdiri atas jaringan penyambung jarang halus yang
kadang-kadang mengandung sel otot polos yang berperan untuk kontraksi pembuluh
darah.
2. Tunika media
Azreena Hanim Azril Haris Yafee

Halaman 6

Terdiri dari sel-sel otot polos yang tersusun melingkar (sirkuler). Pada arteri, tunika
media dipisahkan dari tunika intima oleh suatu membrana elastik interna. Membran ini
terdiri atas elastin, biasanya berlubang-lubang sehingga zat-zat dapat berdifusi melalui
lubang-lubang yang terdapat dalam membran dan memberi makan pada sel-sel yang
terletak jauh di dalam dinding pembuluh. Pada pembuluh besar, sering ditemukan
membrana elstika externa yang lebih tipis yang memisahkan tunika media dari tunika
adventitia yang terletak di luar.
3. Tunika adventitia
Terdiri atas jaringan penyambung dengan serabut-serabut elastin. Pada pembuluh yang
lebih besar, vasa vasorum (pembuluh dalam pembuluh) bercabang-cabang luas dalam
adventitia.

4. Vasa vasorum
Memberikan metabolit-metabolit untuk adventitia dan tunika media pembuluh-pembuluh
besar, karena lapisan-lapisannya terlalu tebal untuk diberi makanan oleh difusi dari aliran
darah.
Arteri
Berdasarkan ukurannya, arteri dapat diklasifikasikan menjadi arteri besar atau arteri elastis; arteri
ukuran sedang, arteri muskuler, dan arteriola. Arteri besar (arteri elastin) termasuk aorta dan
cabang-cabang besarnya. Arteri jenis ini mempunyai beberapa sifat. Intima, dibatasi oleh sel-sel
endotel. Pada arteri besar membrana basalis subendotel kadang-kadang tidak terlihat. Membrana
elastika interna tidak selalu ada. Lapisan media terdiri atas serangkaian membran elastin yang
tersusun konsentris. Tunika adventitia tidak menunjukkan membrana externa, relatif tidak
berkembang dan mengandung serabut-serabut elastin dan kolagen.
Arteri ukuran sedang dan kecil memiliki lapisan muskuler yang tebal. Sel-sel ini bercampur
dengan sejumlah serabut elastin serta kolagen dan proteoglikan. Arteriola merupakan pembuluh
arteri yang paling kecil (halus), bergaris tengah kurang dari 0,5 mm dan relatif mempunyai
lumen yang sempit. Memiliki tunika intima dengan tanpa lapisan subendotel dan umumnya tidak
mempunyai membrana elastik interna. Lapisan media adalah lapisan sel-sel otot polos yang
tersusun melingkar. Lapisan adventitia tipis, tidak berkembang dengan baik dan tidak
menunjukkan adanya membrana elastik externa.1-3

Vena
Azreena Hanim Azril Haris Yafee

Halaman 7

Vena biasanya digolongkan menjadi:


Venula, garis tengah 0,2 1 mm, ditandai oleh tunika intima yang terdiri atas endotel, tunika
media tebal yang terdiri atas lapisan sel otot polos, dan lapisan adventitia merupakan lapisan
yang paling tebal, terdiri atas jaringan penyambung yang kaya akan serabut-serabut kolagen.
Vena ukuran kecil atau sedang dan mempunyai garis tengah 1 9 mm. Tunika intima biasanya
mempunyai lapisan subendotel yang tipis, tetapi hal ini pada suatu saat mungkin tidak ada.
Tunika media terdiri atas berkas-berkas kecil otot polos yang bercampur dengan serabut-serabut
kecil kolagen dan jala-jala halus serabut elastin. Lapisan kolagen adventitia berkembang dengan
baik.
Vena besar mempunyai tunika intima yang berkembang dengan baik.Contohnya vena kava.
Tunika media jauh lebih kecil, dengan sedikit sel-sel otot polos dan banyak jaringan
penyambung. Tunika adventitia adalah lapisan yang paling tebal dan pada pembuluh yang paling
besar dapat mengandung berkas-berkas longitudinal otot polos. Di samping perbedaan lapisan
ini, vena ukuran-kecil atau sedang menunjukkan adanya katup-katup di dalamnya. Struktur ini
terdiri atas 2 lipatan semilunaris dari lapisan dalam pembuluh yang menonjol ke dalam lumen.
Mereka terdiri atas jaringan penyambung elastin dan dibatasi pada kedua sisinya oleh endotel.
Katup-katup khususnya banyak pada vena anggota badan (lengan dan tungkai). Mereka
mendorong darah vena ke arah jantung berkat kontraksi otot-otot rangka yang terletak di sekitar
vena.1-3

Faktor Pembekuan Darah


Setelah homeostasis mulai, aktivitas berurutan yang akan terjadi adalah secara intrinsic dan
ekstrinsik dari pembekuan darah yang menyebabkan adanya pembentukan bekuan padat, yang
menjamin pencegahan kehilangan darah dalam kasus cedera vascular. Dapat terjadi permbekuan
dalam sistem vascular atau pada endothelium jantung yang rusak sering menyebabkan masalah
sirkulasi mayor. ada tiga reaksi dasar yang secara berurutan akan terjadi setalah proses
homeostasis berlangsung yaitu; (1) activator protrombin dibentuk oleh cara intrinsik atau
ekstrinsik dalam berespon pada kerusakan jaringan atau endotel, (2) activator protrombin
mengkatalilis peribahan protrombin menjadi thrombin, dan (3) thrombin mengkatalisis
perubahan fibrinogen yang dapat larut menjadi benang-benang pilimer fibrin padat. Benangbenang fibrin ini membentuk jaringan-jaringan dimana plasma, sel-sel darah, dan trombosit
menempel untuk membuat bekuan.
Azreena Hanim Azril Haris Yafee

Halaman 8

Jenjang pembekuan darah dimuai dengan terjadinya jenjang proenzin yang secara berurutan
mengaktifkan satu sama lain melaui pemutusan protoelitik. Pengaktifan pembentukan bekuan
berlangsung melalui dua jalur tepisah, yang disebut jalur intrinsic dan jalur ekstrinsik. Jalur
intrinsic menjadi aktif apabila protein plasma bereaksi dengan subendotel yang terpajan akibat
kerusakan pembuluh darah. trombosit dan protein yang disebut faktor von willebrand berikatan
dengan subendotel yang terpajan tersebut, dan trombosit kemudian mengikat fibrinogen. Jalur
ekstrinsik dialtifkan oleh faktor jaringan (TF atau Fakor III) yang merupakan suatu protein
terikat-membran yang tepajan pada permukaan sel setelah trauma. Trauma juga mengaktifkan
perubahan faktor VII menjadi VIIa. Dan faktor jaringan serta Faktor VIIa membentuk suatu
kompleks yang memutuskan faktor X menjadi faktor Xa. Jalur intrinsic dan ekstrinsik bertemu
pada pengaktifan proteolitik faktor X menjadi Xa. Faktor XII, XI, IX, VII, X, dan thrombin
adalah protease serin. Akhirnya thrombin memutuskan fibrinogen menjadi fibrin, dan terbentuk
bekuan kunak awal. Faktor XIIIa adalah suatu transglutaminidase. Faktor VIII dan V adalah
kofaktor yang masing-masing membentuk kompleks dengan permukaan endotel dan faktor IXa
dan Xa. Reaksi yang diberi tanda PL, Ca berlangsung melalui kofaktor yang terikat ke
fosfolipid (PL) di permukaan sel dalam suatu kompleks koordinasi-Ca2+.4,5

Elektrokardiogram (EKG)
Elektrokardiogram (juga dikenal sebagai EKG atau ECG) adalah perangkat non-invasif yang
mengukur dan memonitor aktivitas listrik jantung melalui kulit. EKG menghasilkan gelombang
khas dalam menanggapi perubahan listrik yang terjadi dalam hati.
Bagian pertama dari gelombang, yang disebut gelombang P, adalah peningkatan kecil di
tegangan sekitar 0,1 mV yang sesuai dengan depolarisasi atrium selama sistol atrium. Bagian
berikutnya dari gelombang EKG adalah kompleks QRS yang menampilkan penurunan kecil
dalam tegangan (Q) puncak besar tegangan (R) dan penurunan kecil lain di tegangan (S).
Kompleks QRS sesuai dengan depolarisasi ventrikel selama sistol ventrikel. Atrium juga
repolarize selama QRS kompleks, tapi hampir tidak berpengaruh pada EKG karena mereka jauh
lebih kecil dari ventrikel.
Bagian akhir dari gelombang EKG adalah gelombang T, puncak kecil yang mengikuti kompleks
QRS. Gelombang T menggambarkan repolarisasi ventrikel selama fase relaksasi dari siklus
jantung. Variasi dalam gelombang dan jarak antara gelombang EKG dapat digunakan secara
klinis untuk mendiagnosa efek serangan jantung, masalah jantung bawaan, dan
ketidakseimbangan elektrolit.4,5

Kesimpulan
Azreena Hanim Azril Haris Yafee

Halaman 9

Jantung merupakan organ terpenting dalam tubuh yang berperan untuk mempompa darah
beroksigen ke seluruh tubuh. Pembekuan darah dapat mengakibatkan darah tersumbat di
pembuluh jantung dan itulah yang menyebabkan sakit pada dada kiri seperti pada skenario.
Pembuluh darah yang tersumbat akan mengakibatkan timbul masalah dalam peredaran atau
sirkulasi darah yang normal. masalah pada jantung dapat dideteksi dengan menggunakan ekg.

Daftar Pustaka
1. Richard D, Wayne V, Adam. Grays anatomy for students. Ed 3. Philadelphia: Churchill
Livingstone; 2015.
2. Pearce EC. Anatomi & fisiologi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama; 2005.
3. Gerard T, Nicholas P.A. Principles of anatomy and physiology. Ed 6. Canada; Harper
Collins; 2004.
4. Watson R. Anatomi dan fisiologi untuk perawat. Ed 10. Jakarta: Penerbit Buku
Kedokteran EGC; 2002.
5. John H. Guyton and hall textbook of medical physiology. Ed 12. Canada: Saunders
Elsivier; 2011.

Azreena Hanim Azril Haris Yafee

Halaman 10