Anda di halaman 1dari 2

Winny Sanjaya- 2013200054

berdasarkan waktu ini hanya dikhususkan untuk pedagang kuliner. Terakhir, zona hijaumerupakan wilayahwilayah tertentu berdasarkan hasil relokasi, revitalisasi pasar,konsep belanja tematik, konsep festival dan
konsep Pujasera sesuai dengan ketentuanyang berlaku.Selain itu, sebagai bentuk pencegahan kembalinya
PKL berjualan liar danmenganggu kelancaran penggunaan jalan, maka diberlakukan ketentuan
sanksi bagipara PKL di daerah zona merah. Bagi PKL yang melanggar aturan menjual di daerahzona merah
padahal memiliki tanda pengenal khusus PKL yang diperbolehkanberjualan di zona hijau, maka akan diberi
peringatan paling banyak tiga kali berturut-turut dalam waktu sembilan bulan. Jika masih dilanggar, maka akan
dikenai sanksiberupa pencabutan tanda pengenal khusus PKL. Apabila kondisi ini tidak diindahkan,maka
Kepala SKPD yang membidangi ketentraman dan ketertiban umum melakukanpenutupan, pembongkaran
terhadap tempat berjualan PKL dan dapat dikenakan sanksisesuai peraturan perundang-perundangan.
Sedangkan untuk PKL yang tidak memilikitanda pengenal khusus PKL tidak diperbolehkan sama sekali
berjualan di KotaBandung. Hal ini disebabkan karena yang diprioritaskan untuk berjualan adalah paraPKL
yang merupakan asli Bandung.Berdasarkan ketentuan dalam Perda Kota Bandung No.4/2011, ternyata
tidakhanya PKL sebagai penjual yang akan dikenakan sanksi jika melanggar, bagi pembeliapabila yang
melanggar aturan dengan membeli hasil dagangan dari PKL di wilayahzona merah dan zona kuning yang
tidak sesuai waktunya juga akan dikenai sanksiberupa denda paksa penegakkan hukum sebesar
Rp.1.000.000,- (satu juta rupiah).Sedangkan bagi masyarakat yang tidak mampu membayar denda, jika
dalam waktu3x24 jam tidak memenuhi mampu bayar, pelaku akan diproses ke tindak pidana
ringan(selanjutnya disingkat menjadi tipiring) atau denda kelipatan Rp.200.000,- (dua ratusribu rupiah).Di stu
sisi, menurut salah satu pengamat sosial Indonesia, Dudung Nurahmatmengatakan bahwa denda sebesar
Rp.1.000.000,- (satu juta rupiah) bagi pembeli yangmembeli barang dagangan dari PKL di zona merah
tampaknya mulai efektif. KebijakanWali Kota Bandung dalam menangani PKL yang bandel ini harus
dudukung. Salah satubukti bentuk justifikasi pemberlakuan Perda Kota Bandung No.4/2011 telah dialami
olehdua lelaki warga Malang dan Sumedang. Para pemuda ini tertangkap basah sedangmakan bakso di
alun-alun Kota Bandung oleh petugas setempat. Kedua pemudatersebut ditangkap petugas Satpol PP yang
sedang patroli dan diperiksa di mejaPenyidik Pegawai Negeri Sipil (selanjutnya disingkat PPNS). Salah satu
dari pelakudikenakan biaya denda paksa sebesar Rp.200.000,- (dua ratus ribu), sedangkan
Winny Sanjaya- 2013200054
pemuda lainnya Kartu Tanda Penduduknya (selanjutnya disingkat KTP) disita.
4
Tujuandari sanksi denda paksa ini adalah menertibkan baik PKL mau pun pembeli supayauntuk tidak
berjualan dan bertransaksi apa lagi makan di sekitar tempat umum. Sanksibiaya denda paksa diharapkan
bisa menjadi solusi memberi efek jerah bagi PKL danpembeli untuk tidak berjualan dan bertransaksi tidak
pada tempatnya.Di samping sanksi yang diberikan, sesungguhnya ada lebih banyak manfaatyang akan
diterima baik PKL dan masyarakat Kota Bandung. Misalnya saja, dilansirdalam harian Tribun News,
sebanyak 61 PKL dari jalan Merdeka Bandung direlokasikanke lantai basement 1 (B1) Mal Bandung Indah
Plaza yang tertata rapi. Para PKLmengaku kini mereka telah terhindar dari sengatan matahari dan hujan. Di
samping itu,para PKL tidak perlu susah-susah membongkar dan membereskan barangdagangannya seperti
selama ini, fasilitas yang diberikan juga sangat memadahi, parapembeli juga banyak karena merupakan
lokasi pusat perbelanjaan yang strategis.
5
Disisi lain, masyarakat kini bisa bertransaksi dan menemukan para PKL di tempat-tempatyang mudah
dijangkau, aman dan nyaman. Mereka tidak perlu lagi berdesak-desakandi jalan yang macet dan ramai.
Jalanan bisa kembali difungsikan sebagai saranaprasarana kelancaran kendaraan serta keindahan kota bisa
lebih tertata dengan baik.Kota Bandung sebagai Kota wisata yang aman, nyaman, bersih dan tertib tentunya
bisalebih mudah terwujud.Lagi pula, menurut Nugraha Ramadhan, berdasarkan riset dalam salah
satumakalahnya pada tahun 2013, jika PKL ditata, dibina dan diberdayakan, PKL bisamenjadi sumber
penarik wisatawan dan sebagai alternatif bagi lapangan
pekerjaan. Apabila PKL yang berada di kawasan alun-alun kota Bandung diizinkan ole
hpemerintah untuk berjualan, maka hal ini justru tidak sesuai dengan tujuan asaskemanfaatan, yang

bertujuan untuk memberikan manfaat bagi sebanyak-banyaknyaorang. Atas dasar hal tersebut, maka
seharusnya PKL tidak diizinkan berjualan ditempat yang tidak sepatutnya melainkan direlokasi ke tempat
yang lebih baik.
6
Penertiban PKL melalui aturan Perda Kota Bandung No.4/2011 juga harusdisertai dengan lembaga
perizinan sesuai dengan asas pemanfaatan dan pengawasanyang ketat oleh petugas baik terhadap PKL
mau pun pembeli. Perizinan untukmendapatkan tanda pengenal khusus PKL yang dikelolah dengan baik,
tentunya akan
4
http://www.tribunnews.com/regional/2014/02/05/aturan-zona-merah-pkl-makankorban-makan-bakso-bayar-rp-200-ribu
5
http://bandung.okezone.com/read/2014/02/20/526/943788/asyiknya-pkl-di-jalanmerdeka-bandung-kini-pindah-ke-bip
6
Ramadhan, Nugraha.
Analisis Terhadap Penataaan Pedagang Kaki Lima Berizin Berdasarkan PeraturanDaereah
Kota Bandung Nomor 04 Tahun 2011 Tentang Penataan dan pembinaan Pedagang Kaki
LimaDihubungkan dengan Asas Kemanfaatan. 2013.

Winny Sanjaya- 2013200054


mempermudah PKL mendapatkan akses kelayakan dan syarat berjualan di lokasi zonahijau. Sedangkan
pengawasan ketat oleh petugas yang berwenang (dalam hal iniSatpol PP) harus konsisten dan tidak tebang
pilih dalam memberikan sanksi. Intipermasalahan dari munculnya aturan ini adalah PKL sebagai subjek yang
wajibditertibkan, jangan sampai PKL yang seharusnya ditertibkan malah justru diberikelonggaran dengan
munculnya tawar menawar untuk tidak didenda oleh petugas.Denda atau biaya paksa harus diberlakukan
tanpa kompromi. Peraturan dan sanksiharus ditegakkan dengan jelas dan
adil. Akhir kata, dikeluarkannya Perda Kota Bandung No.4/2011 merupakan suatulangkah
yang baik dalam menghadapi kehabisan cara dari pemerintah kota Bandungsebelumnya untuk menghadapi
para PKL nakal. Dengan dikeluarkannya PeraturanDaerah ini, tentu pelaksanaannya harus berjalan disertai
dengan asas pemanfaatanyang seoptimal mungkin, serta pengawasan yang ketat baik dari pemerintah
danpetugas pelaksana melalui pemberian sanksi biaya paksa. Dengan demikian, sangatdiharapkan bahwa
masyarakat dapat turut serta bekerja sama dalam menata KotaBandung yang lebih baik, sesuai dengan
tujuan utama dari peraturan terkait yaitu demitercapainya Kota Bandung yang aman, bersih, dan tertib serta
memantapkan KotaBandung sebagai kota destinasi wisata di Indonesia, demi terwujudnya
kesejahteraanmasyarakat Indonesia.