Anda di halaman 1dari 5

Nama

Malsya Ghassani

NPM

143112350750039

MK

Geopolitik

Semester

sks

Tgl Dibagi

5 April 2016

Tgl

12 April 2016

Analisis kawasan Asia Tenggara


Asia Tenggara menjadi sebuah kawasan regionalisme yang terhimpun dalam komunitas
ASEAN (Association of South East Asia Nations) yang hingga saat ini beranggotakan 10
negara di kawasan yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Myanmar,
Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, dan Kamboja. Terbentuknya ASEAN sendiri
dikarenakan pada awalnya adanya urgensi akibat perang dingin antara AS dan Uni Soviet
agar pengaruh kedua negara tidak menyebar di kawasan Asia Tenggara, selain itu
dikarenakan faktor sejarah negara-negara kawasan Asia Tenggara yang pernah dijajah
kecuali Thailand.
Asia Tenggara merupakan kawasan unik yang mana keberagaman atau heteroginitas dapat
berjalan seiringan dengan kemudahan terbentuknya kerja sama di wilayah regional tersebut.
Hal tersebut tidak lain juga dilatarbelakangi oleh kesamaan pengalamaan akan kolonialisme
dan imperialisme bangsa asing yang menyisakan banyak penderitaan bagi negara-negara di
Asia Tenggara.
Kawasan Asia Tenggara memiliki potensi sumber daya yang melimpah dan posisi strategis.
Begitu strategisnya kawasan tersebut memang membuat Asia Tenggara rawan akan
masuknya intervensi asing. Sehingga mau tidak mau, Aisa Tenggara harus menerapkan
gepolitik di segala bidang dengan tepat agar tidak menjadi ladang berkah bagi negara lain
atai pihak asing dan sebaliknya memberikan kerugian bagi wilayah atau negara negara
anggota itu sendiri.
Namun dalam perkembanganya sepak terjang ASEAN sendiri masih menimbulkan pro dan
kontra. Beberapa masih meragukan peranannya dalam kemampuan mengakomodasi
kepentingan dan kebutuhan para anggotanya, dan sebagian pula meyakini bahwa ASEAN
memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas kawasan.

Skema geopolitik Asia Tenggara:

Teritorial
1) 2/3 kawasan ini merupakan perairan.
2) Hampir semua perairan Asia Tenggara diapit sebagai laut teritorial, Zona Ekonomi
Eksklusif (ZEE) dan perairan kepulauan.
3) Banyak konflik di batas wilayah negara. Contohnya seperti Kamboja dengan
Thailand adalah negara yang berbatasan secara langsung, yaitu wilayah Preah
Vihear berbatasan dengan wilayah Sisaket di bagian Timur Laut Thailand. Ketika
merdeka tahun 1953, Kamboja mulai mengangkat permasalahan kepemilikan Kuil
Preah Vihear dengan Thailand. Hubungan kedua negara sempat tegang setelah
Thailand mengirim tentaranya ke kuil tersebut. Thailand bahkan sempat
mengamankan sebagian arca dan obyek kuil ke negerinya. Setelah upaya
diplomatik gagal, kedua negara telah sepakat menyerahkan permasalahan ini ke
Mahkamah Internasional, lalu Mahkamah Internasional memutuskan bahwa
Kamboja sebagai pemilik Kuil Preah Vihear dan akibatnya Thailand harus menarik
pasukan militernya maupun para penjaga yang dikerahkan di sekitar kuil atau
disekitar wilayah kedaulatan Kamboja.
4) Asia Tenggara adalah salah satu kawasan strategis. Asia Tenggara memiliki potensi
sumber daya yang melimpah dan posisi strategis kawasan Asia Tenggara sebagai
pemegang empat chock point dari sembilan chock point yang tersebar diseluruh
dunia menjadikan Asia Tenggara kerap menjadi target geostrategi. Choke point
merupakan istilah di dunia militer yang mengacu pada kondisi geografis suatu
wilayah yang harus dilalui dengan cara mengurangi kekuatan. Begitu strategisnya
kawasan tersebut memang membuat Asia Tenggara rawan akan masuknya
intervensi asing.
5) Salah satu sumber daya yang di punyai oleh Asia Tenggara meliputi, letak yang
strategis . Dikatakan strategis di karenakan wilayahnya terletak di antara dua
samudra yaitu Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Hal ini menyebabkan
pelayaran dari dan ke dua samudra tersebut harus melalui Selat Malaka, Selat
Sunda, Selat Bali dan Selat Lombok.
6) Asia Tenggara menjadi wilayah penghubung antara negara-negara Asia Timur
(Jepang, Korea Utara, Korea Selatan, China, Taiwan) dengan negara-negara
dikawasan Asia Barat, Asia Selatan. Selain itu, Asia tenggara juga menghubungkan
wilayah Asia daratan dengan wilayah Australia dan Selandia Baru.

Demografi

1) Pesatnya kenaikan jumlah penduduk. Pada awal abad ke-21, angka harapan
hidup di Asia Tenggara lebih tinggi dari 60 tahun, bahkan di atas 70 tahun pada
beberapa negara. Total penduduk di kawasan Asia Tenggara mencapai tiga kali
lipat, dari 176 juta jiwa menjadi 590 juta jiwa, pada tahun 1950 sampai 2010.
Penggunaan kontrasepsi pada awal 1970-an mulai memperlambat pertambahan
penduduk. Tingkat kelahiran berkurang, diikuti tren menunda perkawinan dan
fenomena orangtua tunggal. Ditambah turunnya jumlah kematian, struktur
demografi berubah. Akan semakin banyak warga berusia lanjut, seperti
terindikasi di Singapura dan Thailand. Indonesia dan Vietnam diproyeksi segera
menyusul ke posisi ini. Perlu diantisipasi konsekuensi budaya dan sosioekonomi
untuk memastikan warga tua hidup dengan layak.
2) Beragamnya suku-suku dan agama di kawasan Asia Tenggara. Sehingga dengan
beragamnya ini lebih banyak kemungkinan terjadinya konflik antar agama
maupun suku. Contohnya adalah terlihat pada masalah Rohingya di Myanmar,
yang pada kenyatannya negara-negara anggota ASEAN tidak dapat berbuat apaapa, padahal itu merupakan pelanggaran HAM.
3) Dengan keragaman yang ada suku, budaya, maupun keindahan alam. Bisa
menjadi salah satu daya Tarik di bidang pariwisata

Iklim
1) Memiliki 2 iklim yaitu Tropik dan Subtropik.
2) Kawasan Asia Tenggara terletak pada pertemuan lempeng-lempeng geologi,
dengan aktivitas kegempaan (seismik) dan gunung berapi (vulkanik) yang
tinggi. Sehingga kawasan ini lebih sering terjadi gempa dibandingkan kawasan
lain.
3) Tanah nya subur karena factor cuaca dan banyaknya gunung berapi. Sehingga
mudah untuk mendapatkan pangan.
4) Dengan banyaknya Sumber Daya Alam yang disebabkan iklim ini, banyak
membuat negara-negara dari kawwasan lain untuk tergiur mencuri secara illegal
hasil-hasil alam kawasan Asia Tenggara ini. Contohnya seperti Kapal Viking
yang beranggotakan warga negara Nigeria, Argentina, Afrika, Norwegia mencuri
ikan di kawasan Indonesia.
5) Lembah-lembah sungainya di sebelah utara sempit tetapi makin ke selatan
makin lebar dan datar dan dekat pantai berubah menjadi dataran rendah.
Lembah-lembah sungai itu antara lain: Sungai Mekhong, Salween, dan Irawadi.
Hawanya panas, banyak turun hujan, mengakibatkan adanya rimba yang subur
dan menghasilkan kayu, terutama di Muang Thai (Thailand) dan Myanmar.

Geopolitik kawasan Asia Tenggara akan selalu dipengaruhi oleh dinamika yang terjadi pada
domain maritim, sebab dua pertiga kawasan ini berupa perairan. Perkembangan lingkungan
strategis menunjukkan bahwa dinamika geopolitik kawasan diwarnai oleh isu-isu simetris
dan asimetris sekaligus. Persaingan antar negara dalam perebutan wilayah maupun pengaruh
pada domain maritim berjalan bersamaan dengan semakin terintegrasinya ekonomi kawasan
melalui berbagai moda kerjasama. Pembangunan kekuatan Angkatan Laut terus berlangsung
di kawasan meskipun belum dapat dikategorikan sebagai perlombaan senjata.
Menurut Doreen Massey, ruang hidup adalah hasil dari interaksi sosial, yang didalamnya
terdapat human productivity. Sehingga suka tidak suka ruang hidup akan berpengaruh
dengan ruang hidup lain dan pasti berinteraksi dengan lingkungan.
Meskupun Asia Tenggara bisa dibilang bukan termasuk kawasan yang mendominasi dan
menonjol disbandingkan dengan kawasan lainnya, kebijakan-kebijakan yang di ambil
maupun tindakan yang di ambil negara yang berada di kawasan Asia Tenggara pun juga
dapat mempengaruhi ruang hidup sekitarnya seperti kawasan Asia Timur. Karena adanya
interkasi sosial ini negara Jepang kebanyakan perawatnya orang dari Filipina yang berada di
Asia Tenggara.

Negara-negara di Asia Tenggara bisa dibilang merupakan negara yang berkembang yang
masih tetap membutuhkan bantuan di bidang-bidang tertentu dari negara-negara yang berada
di kawasan lain. Begitupun sebaliknya, kawasan Asia Tenggara ini terletak di tempat yang
strategis yang pastinya adanya menjadi salahsatu daya Tarik bagi perusahaan asing.
Singapore juga bisa dibilang ikut membantu mengangkat nama Asia Tenggara akan
keberhasilan dan kesuksean negaranya. Singapore bisa menjadi sentralnya Asia Tenggara,
bahkan kawasan sekelilingnya.

Asia Tenggara yang saat ini telah terhimpun ke dalam ASEAN menerapkan geostrategi dan
geopolitiknya berdasarkan pada tujuan-tujuan yang ingin dicapai baik dalam bidang
ekonomi, keamanan, sosial, politik, dan budaya. Namun bidang ekonomi dan pertahanan
keamanan menjadi fokus yang saat ini tengah dijalani baik oleh ASEAN maupun negaranegara anggota secara individual. Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan
perekonomian, ASEAN membuka kerjasama dengan mitra kerja negara-negara yang
dianggap mampu membuat perekonomian ASEAN meningkat. Kesungguhan dalam
meningkatkan laju perekonomian ASEAN terlihat dari adanya Asean Economic Community
yang akan diresmikan pada akhir tahun 2015.