Anda di halaman 1dari 4

Nama

NPM
MK
Tanggal
Review

:
:
:
:
:

Malsya Ghassani
143112350750039
Manajemen Resolusi Konflik Internasional
Kamis, 3 Maret 2016
Definisi dan Jenis Konflik beserta contoh kasus

Konflik adalah proses sosial yang terjadi ketika pihak yang satu berusaha
menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya.
Konflik diawali dengan adanya perbedaan atau persaingan yang serius sehingga sulit
didamaikan atau ditemukan kesamaannya. Sebenaranya konflik dapa sangat wajar terjadi
dalam sebuah interaksi sosial. Konflik menjadi berbahaya jika sampai menimbulkan
kekerasan dan sulit untuk diselesaikan.
Berikut beberapa jenis-jenis konflik:
1. Konflik individu yaitu konflik yag terjadi antara individu satu dengan individu yang
lain, disebabkan karena adanya perbedaan kepentingan.
2. Konflik antar kelas sosial yaitu koflik yang terjadi antara kelas sosial yang satu
dengan yang kelas sosial yang lain. contohnya, konflik antara pengusaha dengan
buruh. Buruh menuntut kenaikan upah dengan jam kerja sedikit, sedangkan
pengusaha sebaliknya.
3. Konflik rasial yaitu konflik yang terjadi atnara ras yang satu dengan yang lain. Hal ini
terjadi karena perbedaan ciri-ciri fisik.
4. Konflik politik yaitu konflik yang terjadi antara kelompok-kelompok yang memiliki
kepentingan yang sama dalam bidang politik atau hal-hal yang berhubungan dengan
masalah kenegaraan.
5. Konflik internasional yaitu konflik yang terjadi antarbangsa-bangsa di dunia yang
disebabkan oleh perbedaan kepentingan.
Kesimpulan:
Menurut saya konflik itu adalah kejadian dimana salah satu pihak yang satu memandang
pihak yang lain nya sebagai penghalang.Biasanya terjadi akibat adanya perasaan marah, tidak
percaya, tidak simpatik, takut dan penolakan, serta adanya pertantangan antar suatu pihak.

Contoh Kasus:
Perjanjian Celah Timor adalah sebuah perjanjian yang dibuat antara pemerintah Australia dan
Indonesia. Para penandatangan perjanjian ini adalah Menteri Luar Negeri Australia Gareth
Evans dan Menteri Luar Negeri Indonesia Ali Alatas. Perjanjian ini ditandatangani pada
tanggal 11 Desember 1989 dan diberlakukan tanggal 9 Februari 1991.
Perjanjian ini membahas eksploitasi bersama sumber daya alam di dasar laut Laut Timor
yang diklaim oleh Australia dan Indonesia.
Wilayah dasar laut itu dikenal dengan nama Celah Timor karena membentuk pemisah di
perbatasan laut Australia-Indonesia. Portugal yang merupakan penguasa kolonial Timor
Timur tidak berpartisipasi dalam negosiasi perbatasan. Setelah invasi dan aneksasi koloni
Portugal ini oleh Indonesia pada tahun 1975-1976, Timor Timur dijadikan provinsi Indonesia
dan baik Australia maupun Indonesia memulai negosiasi untuk menyelesaikan masalah klaim
dasar laut di kawasan ini. Para pengkritik berpendapat bahwa negosiasi dan penandatanganan
perjanjian ini berarti Australia mengakui secara de jure invasi dan aneksasi Timor Timur oleh
Indonesia.
Perjanjian ini tidak lagi berlaku setelah Timor Timur memisahkan diri dari Indonesia tahun
1998. Perjanjian baru yang menggantikan Perjanjian Celah Timor dinegosiasikan dan
muncullah Perjanjian Laut Timor.

Review Kasus:
Indonesia menuntut sebagian landas kontinen di antara Indonesia dan Australia yang meliputi
Celah Timor. Celah Timor ini dibatasi oleh garis equidistant (sama jarak,) dari garis pantai
kedua negara berdasarkan Konvensi Hukum Laut (yang kemudian menjadi Konvensi Hukum
Laut P.B.B, tahun 1982). Australia menuntut landas kontinennya berlanjut hingga mencapai
poros palung Laut Timor, yang merupakan kelanjutan alamiah dari kontinen Australia.
Tuntutan ini diajukan sesuai dengan Hukum Internasional Umum darv Perjanjian Indonesia-

Australia tahun 1972. Untuk menyelesaikan perselisihan ini, Indonesia mengajukan konsep di
tahun 1979 berupa usul diadakannya moratorium dan ditetapkannya suatu Zona
Pengembangan Bersama (Joint Development Zone}; yang barn diterima pada tahun 1984
untuk dikem-bangkan bersama untuk menentukan definisinya, pengelolaannya, serta sistem
kerja samanya dengan industri untuk eksplorasi dan eksploitasi sumber daya migas. Usaha
bersama itulah yang telah menghasilkan Perjanjian Celah Timor yang ditandatangani pada
tanggal 11 Desember 1989 dalam pesawat terbang yang sedang melintasi Celah Timor.
Dengan demikian, sementara ini terbentuklah suatu Zone Kerja Sama guna memungkinkan
secepatnya diadakan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi migas di bawah ketentuan-ketentuan
yang cukup rinci namun praktis, tanpa menghalangi upaya pencapaian suatu persetu-juan
final atas garis atas batas landas kontinennya,1
Sebagai negara yang berbatasan dengan Timor Timur dan Australia di Laut Timor, seharusnya
Indonesia mempunyai hak pengelolaan bersama atas minyak dan gas bumi (migas) di Celah
Timor. Namun pada 1 Juni 2000 Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia melakukan
pertukaran nota diplomatik dengan Menlu Australia tentang pengakhiran Traktat Celah
Timor. Sejak saat itu Indonesia kehilangan haknya atas penambangan migas di Celah Timor.
Indonesia selalu menjadi pihak yang dirugikan dalam perjanjian batas maritim dengan
Australia. Pulau Pasir atau yang oleh Australia dinamakan Pulau Ashmore sudah lama
dimanfaatkan sebagai tempat mencari nafkah sekaligus tempat istirahat nelayan kita setelah
melakukan penangkapan ikan di Laut Timor. Nelayan yang sering berkunjung ke Pulau Pasir
berasal dari Pulau Rote, Flores, Buton, Sabu, Timor, Alor, Sulawesi dan Maluku.
Perjanjian perbatasan Indonesia Australia harus dikaji kembali dengan menggunakan
ketentuan yang tertuang dalam UNCLOS (United Nation Convention on the Law of the Sea)
1982. UNCLOS merupakan perubahan dan kodifikasi dari ketentuan yang telah ada.2
Australia dalam membantu memulihkan keamanan di Timor Leste pasca referendum 1999
dan Krisis Politik dan Keamanan di Timor Leste Bulan April dan Mei 2006. Secara global
Negara-negara besar memiliki kepentingan terhadap Negara-negara kecil, begitu juga
Australia, Australia memiliki kepentingan yang besar terhadap Timor Leste baik kepentingan
politik dan keamanan maupun ekonomi menjadi dasar bagi langkah baru Australia terhadap
Timor leste. Australia menjadikan isu Timor Leste menjadi perhatian public Australia, dari
reaksi rakyat Australia terhadap gejolak di Timor leste itu dibenarkan Australia melaksanakan
kebijakan luar negerinya dengan mendorong masuk tentaranya ke Timor Leste. Sedangkan
kepentingan Australia yang berdimensi ekonomi didorong oleh kebutuhan menemukan
sumber energy baru. Celah timor yang sudah dieksplorasi dan diperkirakan mengandung
cadangan minyak yang kaya menjadi alasan utama di masa depan. Australia juga
berkepentingan agar Timor leste ini juga tidak menjadi sumber instabilitas kawasan Asia
1

Joseph Halim. Jurnal Pusat Kajian Australia, 1 (1) Januari Juni 1998: 86-103

2 Adam Cobb, 'Timor Timur dan Australia Keamanan, Peran: Isu Skenario ', Current Issues
Brief, no. 3. Departemen Perpustakaan Parlemen, 21 September 1999.

Tenggara yang jadi zona penyangga keamanannya dari serangan utara dan juga tidak adanya
militer base yang dibangun oleh Negara lain. Selain untuk mendapatkan keuntungan
ekonomi, kehadiran Australia di Timor leste juga menunjukkan adanya indikasi kepentingan
pertahanan dan keamanan. Memahami tujuan ini harus dilihat dari kepentingan keamanan
Australia atas lingkunganinternal Timor Leste serta keamanan lingkungan strategis Australia.
Selain itu, kepentingan itu juga diperjuangkan dalam dua jangka waktu, yakni masa kini dan
yang akan datang (jangka panjang). Kepentingan jangka pendek Australia adalah untuk
menjaga stabilitas keamanan Timor Leste karena hal tersebut sangat dibutuhkan guna
mendukung kelancaran kegiatan eksplorasi dan keamanan bagi investasinya di celah Timor.
Sedangkan tujuan jangka panjangnya adalah mencegah agar Timor Leste tidak jatuh dalam
keterpurukan ekonomi yang makin parah yang dapat memicunya menjadi Negara gagal.
Pertahanan keamanan nasional menjadi taruhannya apabila Timor Leste jatuh. Ancaman
terorisme internasional kini bukan lagi menjadi masalah Negara-negara tertentu saja, akan
tetapi setiap Negara yang ada dimuka bumi ini sekali waktu dapat menjadi sasaran tindakan
tidak berperikemanusiaan ini. Australia yang bertindak sebagai deputy sherrif Amerika
Serikat dalam tugas menjaga pertahanan keamanan di kawasasn Asia Pasifik sangat
berpotensi bagi berkembangnya terorisme3. Timor leste merupakan sebuah negara dunia
ketiga dimana mereka merupan sebuah negara yang tergolong miskin, perekonomian atau
pendapatan negara yang sangat bertumpu pada minyak, masuknya Australia dalam
pengolahan minyak tersebut membuat sebuah kerugian oleh negara Timor Leste, namun ini
juga di sebabkan oleh kurangnya teknologi dan kemampuan negara dalam mengatasi
problema tersebut, Australia yang di untungkan dsini memliliki sebuah kekuatan yang bisa
mengendalikan kebijakan timor leste, karena di tarik dari histris Australia memiliki sebuah
kedekatan dengan timor leste, karena ia merupakan salah satu negara yang memperjuangkan
kemerdekaan Timor Leste, dan juga Australia memiliki power di atas Timor Leste dan dapat
mempengaruhi kebijakan di Timor Leste.

3 Ferdi Tanoni,Sskandal Laut Timor: sebuah barter politik-ekonomi,CanberraJakarta. Yayasan Peduli Timor Barat,Kupang:2008. Hal .88