Anda di halaman 1dari 12

PENGENDALIAN KOROSI

Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Korosi


Dosen Pengampu : Drs. Ranto, M.T.

Disusun Oleh:
ASFANI ERVIYANTO

(K2514011)

PENDIDIKAN TEKNIK MESIN


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
2016

PENGENDALIAN KOROSI
Proses korosi tidak dapat dicegah, karena reaksi korosi merupakan reaksi
yang nilai perubahan entalpi reaksinya negatif. Menurut termodinamika, reaksi
semacam ini adalah reaksi yang berlangsung secara spontan. Oleh sebab itu,
proses terkorosinya logam oleh lingkungannya adalah proses yang spontan dan
tidak dapat dicegah terjadinya.
A. DASAR PENGENDALIAN
Dasar pengendalian korosi secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi
empat, yaitu:
1. Membuat logam tahan korosi.
Metode ini dimaksudkan untuk memperoleh ketahanan korosi dari logam
dalam lingkungan tertentu. Metode ini akan melibatkan ahli metalurgi.
Ketahanan korosi dari logam dapat diperoleh karena pada permukaan logam
dapat dihindarkan adanya daerah-daerah anodik dan katodik, atau menjadikan
permukaan logam tertutup oleh lapisan yang protektif seperti baja tahan karat
dan sebagainya. Metode ini akan mengakibatkan harga logam menjadi tinggi.
2. Membuat lingkungan menjadi tidak korosif.
Metode ini umumnya dilakukan dengan menggunakan zat kimia yang
ditambahkan ke dalam lingkungan elektrolit. Metode ini cocok untuk
lingkungan yang terbatas dan terkontrol. Zat kimia yang ditambahkan dapat
mempengaruhi reaksi di anoda, katoda ataupun keduanya, sehingga proses
korosi diperlambat. Zat kimia yang ditambahkan disebut sebagai inhibitor.
3. Membalikkan arah korosi.
Tujuan metode ini adalah membalik arus arah korosi sehingga proses korosi
logam dikurangi atau bahkan ditiadakan sama sekali. Metode ini umumnya
disebut sebagai proteksi katodik, di mana proses korosi dicegah dengan jalan
memperlakukan logam yang dilindungi sebagai katoda.
4. Memisahkan logam dari lingkungan.
Metode ini merupakan yang paling populer dan banyak digunakan. Metode
ini meliputi pelapisan dengan lapis lindung organik atau anorganik (logam dan
bukan logam). Teknik perlindungan dapat dilakukan dengan pengecatan,
semprot, lapis listrik, celup dan sebagainya. Untuk proses lapis listrik
(elektroplating), logam yang umum digunakan untuk melapis adalah kadmium,
krom, tembaga, emas, timah putih, timah hitam, nikel, perak dan seng.

Sedangkan untuk paduan antara lain kuningan, perunggu, nikel-besi dan


sebagainya. Dilihat dari fungsi proteksinya, jenis logam pelindung dapat dibagi
menjadi dua. Golongan pertama adalah logam yang bersifat sacrificial, yaitu
logam yang bersifat lebih anodis dari logam yang dilindungi sehingga akan
habis terlebih dahulu. Golongan kedua adalah logam yang betul-betul
melindungi sehingga bersifat katodis dan mengisolasi permukaan bahan agar
terpisah dari lingkungan.
B. METODE PENGENDALIAN KOROSI
Metoda-metoda yang di lakukan dalam pengendalian korosi adalah :
1. Menekan terjadinya reaksi kimia atau elektrokimianya seperti reaksi anoda
dan katoda
2. Mengisolasi logam dari lingkungannya
3. Mengurangi ion hydrogen di dalam lingkungan yang di kenal dengan
4.
5.
6.
7.
8.

mineralisasi
Mengurangi oksigen yang larut dalam air
Mencegah kontak dari dua material yang tidak sejenis
Memilih logam-logam yang memiliki unsure-unsur yang berdekatan
Mencegah celah atau menutup celah
Mengadakan proteksi katodik,dengan menempelkan anoda umpan.

C. UPAYA PENANGGULANGAN KOROSI


Proses korosi bisa dikendalikan sehingga kecepatan reaksinya tidak secepat
jika tidak dilakukan upaya penanggulangan. Usaha-usaha penanggulangan korosi
dapat dibedakan ke dalam 5 (lima) kategori, yaitu :
1. Desain
Usaha penanggulangan korosi sebaiknya sudah dilakukan sejak tahapan
desain proses.
Ahli-ahli korosi sebaiknya ikut dilibatkan dalam desain proses dari sejak
pemilihan proses, penentuan kondisi-kondisi prosesnya, penentuan bahanbahan konstruksi, pemilihan lay-out, saat konstruksi sampai tahap start-upnya.
Di antara cara-cara penanggulangan korosi dari segi desain yang sering
digunakan adalah:
a. isolasi alat dari lingkungan korosif
b. mencegah hadir/terbentuknya elektrolit
c. jaminan lancarnya aliran fluida
d. mencegah korosi erosi/abrasi akibat kecepatan aliran
e. mencegah terbentuknya sel galvanik
2. Pemilihan Material
Bahan konstruksi harus dipilih yang tahan korosi. Apalagi jika
lingkungannya korosif. Ketahanan korosi masing-masing bahan tidak sama

pada berbagai macam lingkungan. Mungkin sesuatu bahan sangat tahan korosi
dibanding bahan-bahan lain pada lingkungan tertentu. Tetapi bahan yang sama
mungkin adalah yang paling rawan korosi pada lingkungan yang berbeda
dibanding dengan bahan-bahan yang lain.
Di antara bahan-bahan konstruksi yang sering digunakan adalah :
a. Besi
b. Aluminium
c. Timah hitam
d. Tembaga
e. Nikel
f. Timah putih
g. TitaniumTantalum
3. Perlakuan Lingkungan
Upaya perlakuan lingkungan ini sangat penting dalam penanggulangan
korosi di industri. Lingkungan yang korosif diupayakan menjadi tidak atau
kurang korosif. Ada dua macam cara perlakuan lingkungan yaitu :
a. Pengubahan media/elektrolit. Misalnya penurunan suhu, penurunan
kecepatan alir, penghilangan oksigen atau oksidator, pengubahan
konsentrasi
b. Penggunaan inhibitor. Inhibitor adalah suatu bahan kimia yang jika
ditambahkan dalam jumlah yang kecil saja kepada lingkungan media
yang korosif, akan menurunkan kecepatan korosi. Inhibitor bekerja
menghambat laju korosi. Belum banyak diketahui bagaimana cara kerja
inhibitor dalam menghambat korosi.
4. Pelapisan
Metode pelapisan adalah suatu upaya mengendalikan korosi dengan
menerapkan suatu lapisan pada permukaan logam besi. Misalnya, dengan
pengecatan atau penyepuhan logam.
Pelapisan akan mengisolasi logam dari media korosifnya, sehingga
mencegah terjadinya korosi logam oleh lingkungannya. Ada 2 (dua) macam
cara pelapisan, yaitu:
a. Pelapisan dengan bahan logam.
Penyepuhan besi biasanya menggunakan logam krom atau timah. Kedua
logam ini dapat membentuk lapisan oksida yang tahan terhadap karat
(pasivasi)

sehingga

besi

terlindung

dari

korosi.

Pasivasi

adalah

pembentukan lapisan film permukaan dari oksida logam hasil oksidasi yang
tahan terhadap korosi sehingga dapat mencegah korosi lebih lanjut.

Logam seng juga digunakan untuk melapisi besi (galvanisir), tetapi seng
tidak membentuk lapisan oksida seperti pada krom atau timah, melainkan
berkorban demi besi. Seng adalah logam yang lebih reaktif dari besi, seperti
dapat dilihat dari potensial setengah reaksi oksidasinya:
Zn(s) Zn2+(aq) + 2e Eo= 0,44 V
Fe(s) Fe2+(g) + 2e
Eo= 0,76 V
Oleh karena itu, seng akan terkorosi terlebih dahulu daripada besi. Jika
pelapis seng habis maka besi akan terkorosi bahkan lebih cepat dari keadaan
normal (tanpa seng).
Paduan logam juga merupakan metode untuk mengendalikan korosi. Baja
stainless steel terdiri atas baja karbon yang mengandung sejumlah kecil
krom dan nikel. Kedua logam tersebut membentuk lapisan oksida yang
mengubah potensial reduksi baja menyerupai sifat logam mulia sehingga
tidak terkorosi.
Pada pelapisan dengan bahan logam, dapat digunakan bahan-bahan
logam yang lebih inert maupun yang kurang inert sebagai bahan pelapis.
Pemakaian kedua macam bahan tersebut mempunyai kelebihan dan
kekurangan masing-masing.
b. pelapisan dengan bahan non logam.
Yaitu dengan pelapis berbahan dasar organik seperti cat polimer dan
pelapis berbahan dasar anorganik seperti anodizing,
D. PENCEGAHAN KOROSI
Korosi pada logam menimbulkan kerugian yang tidak sedikit. Hasil riset yang
berlangsung tahun 2002 di Amerika Serikat memperkirakan kerugian akibat
korosi yang menyerag permesinan industri, infrastruktur, sampai perangkat
transportasi di negara adidaya tersebut mencapai 276 miliar dollar AS.
Kerusakan dan penanganan korosi pada benda-benda yang terbuat dari logam
telah menelan biaya yang sangat besar, untuk itu diperlukan upaya pencegahan
untuk meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkan oleh korosi. Pecegahan
terhadap korosi dapat dilakukan dengan perlindungan mekanis dan perlindungan
elektrokimia. Perlindungan mekanis dilakukan dengan mencegah agar permukaan
logam tidak bersentuhan dengan udara dan air, misalnya dengan pengecatan dan
pelapisan dengan logam lain (penyepuhan). Contoh lapisan pelindung yang
digunakan untuk mencegah kontak langsung dengan H2O adalah lapisan cat,

lapisan oli dan gemuk, lapisan plastik, dan lapisan dengan logam lain, seperti Cr,
Zn, dan Sn.

Metode Metode untuk Menanggulangi Korosi


a. Metode Penyemprotan
Penyemprotan logam yang dicairkan di dalam nyala api gas bakaroksigen atau busur cahaya listrik dan dikabutkan dengan udara tekan juga
menghasilkan perlindungan yang baik terhadap korosi. Seng dan
aluminium misalnya dikerjakan dengan cara ini. Pemanasan difusi

susulan, yang mengakibatkan atom logam yang disemprotkan menembus


masuk ke dalam bahan dasarnya, memberikan pengukuhan mekanis
dan sifat tahan oksidasi yang baik.
b. Perlindungan Katode
Perlindungan katode dapat dilakukan dengan dua metode, yaitu:
Menggunakan Logam Lain yang Lebih Reaktif Sebagai Anode
Korban
Penggunaan logam lain yang lebih reaktif akan menempatkan logam
sebagai penyuplai e- atau bertindak sebagai anode dalam sel
elektrokimia korosi. Untuk memahami hal ini, ambil contoh
penggunaan logam MG (E = -2.37V).untuk perlindungan logam Fe (E
= -0.44V). Mg akan bertindak sebagai anode yang teroksidasi,
sedangkan Fe akan menjadi katode dimana reduksi oksigen
berlangsung.
Anode

: Mg Mg2+ + 2e

Katode (Fe) : O2(aq)2 + H2O(I) + 2e 2OH(aq)

Pencegahan Korosi Pipa Baja Menggunakan Metode Proteksi Katodik dengan


Anode Korban Batang Mg
Menyuplai Listrik dari Luar
Suatu sumber listrik dihubungkan ke tangki bawah tanah yang akan
dilindungi dan ke anode inert, seperti grafit. Elektron akan mengalir
dari sumber listrik ke anode inert. Reaksi oksidasi yang terjadi akan
melepas e, yang akan mengalir melalui elektrolit tanah menuju ke
tangki

yang

bertindak

sebagai

katode.

Metode

juga Impressed current cathodic protection (ICCP).

Pipa Minyak Diproteksi Menggunakan Metode ICCP

ini

disebut

c. Metode elektrolisis
Metode elektrolisis (galuanisasi) sering sekali dipakai untuk
pembuatan lapisan pelindung dari logam. Benda kerja yang akan
digalvanisasi dalam hal ini dijadikan katode di dalam larutan garam
logam. Unsur logam dalam larutan itu, memisahkan diri dan menjadi
lapisan pelindung. Jalannya reaksi dalam proses ini dapat dibandingkan
dengan reaksi yang diuraikan pada gambar 10.6.

Keterangan gambar 10.6;


Anoda; tembaga kasar diuraikan.
1) Sumber arus searah menarik masing-masing 2 elektron dari
atom tembaga; Cu 2e Cu2+ (oksidasi).
2) Ion-ion tembaga yang timbul berpindah kekatode. Katoda; tembaga
elektrolit terpisahkan.
3) Ion-ion tembaga Cu2+ ditarik.
4) Ion tembaga menerima masing-masing 2 elektron; yang timbul
berpindah kekatode Cu2+ + 2e Cu (reduksi).
Tujuan electroplating adalah memperbaiki

tampak

rupa,

mencegah terjadinya korosi, meningkatkan ketahanan logam dasar


terhadap gesekan, dan memperbaiki ukuran dan toleransi logam
dasar. Yang sering dipakai sebagai logam pelindung adalah tembaga,
timbel, timah, seng, kadmium, nikel dan kromium. Lapisan kromium
mengilap adalah lapisan luar yang tipis yang terutama berfungsi untuk
maksud dekoratif. Lapisan ini dihasilkan dengan pengaruh bahan

penghalus butiran. Lapisan kromium keras, yang antara lain berguna


untuk menambah kekerasan dan sifat tahan aus pada benda kerja,
adalah

lebih

tebal

daripada

lapisan

kromium

mengilap.

Pembentukannya berlangsung dalam cairan berkomposisi khusus pada


suhu kerja dan kerapatan arus yang lebih tinggi dibandingkan
dengan yang biasa berlaku untuk pembuatan lapisan kromium
mengilap.
d. Metode lapisan pelindung asli
Lapisan

pelindung

asli timbul

apabila di

dalam deretan

tegangan, logam yang dilindungi terletak di sebelah kanan logam


pelindung. Seng untuk baja paduan adalah logam pelindung asli.
Dalam keadaan cacat dan dengan adanya cairan penghantar listrik,
logam

pelindung

tersebut

akan

hancur,

tetapi

masih berfungsi

melindungi bahan dasarnya. Disebut logam pelindung tidak asli apabila


di dalam deretan tegangan letaknya logam ini di sebelah kanan dari
logam yang akan dilindungi. Timah misalnya, untuk baja tanpa paduan
logam pelindung tidak asli. Karena timah lebih mulia daripada baja,
maka baja akan hancur jika lapisan timah lecet dan dengan adanya
cairan penghantar listrik. Lapisan pelindung nonlogam dapat berupa
lapisan oksida, fosfat, email, cat, gemuk, oli dan bahan plastik.
Lapisan oksida pada baja dibuat antara lain dengan teknik
pelapisan hitam. Yang dimaksud di sini adalah pemanasan di dalam
cairan yang untuk sebagian -besar mengandung lindi natron dan bahan
oksidasi.

Lapisan

pelindungnya terutama

terdiri

atas

besioksida

Fe304. Dengan membakar minyak atau gemuk pada sekitar 300 C


dapat diperoleh lapisan-pelindung tipis yang tidak berbeda. Pengaruh
lapisan ini kecil saja. Aluminium dioksidasi secara elektris dengan cara
memberlakukannya sebagai anode di dalam cairan yang mengandung
asamsulfat. Dalam proses ini terbentuklah lapisan Eloxal sany terdiri
atas aluminiumoksida Al203.
Lapisan fosfat dapat dibuat pada seng, aluminium, magnesium
dan

baja dengan berbagai proses, misalnya dengan pencelupan,

penyemprotan, atau melalui proses elekrolisis. Struktur lapisan fosfat


berupa kristal halus. Daya melindunginya terbatas. Oleh karena itu,
benda kerja yang berlapis fosfat masih harus dicat.
Lapisan email terdiri atas kaca khusus dari silikat yang bebas
timbel dan bebas racun dan yang dapat diwarnai dengan oksida logam.
Bahan ini disebarkan, pada bahan dasar dalam bentuk serbuk dan
kemudian dicairkan.
Lapisan cat (lak) adalah bahan yang paling banyak dipakai
untuk mencegah korosi. Kini kebanyakan dipakai cat yang terbuat
dengan bahan dasar resin sintetis. Bahan ini harus diolah dengan tepat
dan

diberikan

dengan

cukup tebal

supaya

mencapai

daya

perlindungan yang baik. Melalui cat dasar, udara dengan zat-zat


perusaknya disekat dari benda kerja. Cat luar melindungi cat dasar dan
sekaligus bersifat dekoratif. Kualitas painting akan semakin baik bila
baja yang akan dicat dicelupkan dulu kedalam asam fosfat.
Lapisan minyak dan gemuk tidak memberikan perlindungan
terhadap korosi yang tahan lama. Oleh karena itu pelapisan dengan cara
ini hanya dipakai apabila benda kerja atau mesin harus dilindungi dalam
jangka pendek.
Plastik (bahan sintetik) dipakai secara luas untuk perlindungan
terhadap korosi. Plastik dapat digabungkan dengan logam yang akan
dilindungi melalui pencelupan, penyemprotan, penuangan dan proses
sinter.
Pengendalian terhadap media penyerang kemungkinannya sangat
terbatas. Bahan yang dicampurkan ke dalam media penyerang untuk
menghindari korosi disebut bahan perintang atau inhibitor. Bergantung
pada komposisinya, bahan perintang ini akan menyebar pada obyek
yang akan dilindungi dalam bentuk cairan atau uap, atau juga
sebagai

lapisan

padat.

Gas

ainoniak

misalnya , menghindarkan

terbentuknya korosi pada ketel baja yang sedang tidak dipakai.


Nitrat dan kromat membentuk lapisan pelindung yang padat pada baja.
Anode umpan dipakai apabila komponen terus-menerus terkena air,
seperti halnya tangki minyak solar yang terletak di bawah tanah.
Efek perlindungan dicapai dengan cara menggabungkan obyek yang

akan dilindungi dengan logam yang kalah mulia berdasarkan deretab


tegangan. Magnesium dan seng misalnya merupakan logam yang
dipakai sebagai anode umpan untuk baja tanpa paduan. Selama
berfungsi sebagai pelindung, logam-logam ini akan larut.