Anda di halaman 1dari 17

BAHAN AJAR

Nama Mata Kuliah


SKS
Program Studi
Pertemuan Ke
Waktu
Dosen

: Fisika Mekanika Terapan


: 3 (tiga)
: Teknik Pertambangan
: II - III (dua tiga)
: 6 x 50 menit
: Febri Silvia, S.Pd

Kode :

Learning Outcomes (Capaian Pembelajaran) terkait KKNI


Memiliki Pengetahuan dasar tentang mekanika gerak (gerak lurus, gerak melingkar dan
gerak melengkung)
Soft skills/Karakter:

Mampu berkomunikasi dengan baik dalam menjawab pertanyaan dosen,


mengajukan

pertanyaan,

mengemukakan

pendapat

dan

dalam

berdiskusi
Disiplin dalam mengikuti proses pembelajaran, datang tepat waktu dan

mengumpulkan tugas pada waktu yang telah ditetapkan


Jujur dan bertanggung jawab dalam mengerjakan tugas, latihan dan

ujian
Memiliki sikap ketakwan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang
diwujudkan dalam sikap dan perilaku dalam kegiatan pembelajaran

Gerak di dalam ilmu fisika didefinisikan sebagai perubahan tempat atau kedudukan, baik
hanya sekali maupun berkali-kali. Di dunia sains, gerak memiliki nilai besaran skalar dan vektor.
Kombinasi dari kedua besaran tersebut dapat menjadi besaran baru yang disebut kecepatan dan
percepatan. Gerak bersifat relatif artinya gerak suatu benda sangat bergantung pada titik
acuannya. Benda yang bergerak dapat dikatakan tidak bergerak, sebgai contoh meja yang ada
dibumi pasti dikatakan tidak bergerak oleh manusia yang ada dibumi. Tetapi bila matahari yang
melihat maka meja tersebut bergerak bersama bumi mengelilingi matahari.

Diagram alir gerak bedasarkan bentuk lintasannya:


k

k Melingkar

k Lurus

rabola

GLB

GLBB

Sepanjang sumbu x: GLB

GMB

GMBB

GLBB Horizontal
Sepanjang sumbu Y : GLBB

GLBB Vertikal

k Vertikal ke atas

k Vertikal ke bawah

k Jatuh Bebas

I.

GERAK LURUS
Besaran-besaran pada gerak lurus:
1.

KEDUDUKAN, JARAK DAN PERPINDAHAN

Pengukuran posisi, jarak, atau laju harus dibuat dengan mengacu pada
suatu kerangka acuan atau kerangka sudut pandang.

Kedudukan diartikan sebagai letak (posisi) suatu benda pada waktu


tertentu terhadap acuan.

Jarak diartikan sebagai panjang lintasan yang ditempuh oleh suatu

benda dalam selang waktu tertentu, dan merupakan besaran skalar.


Perpindahan adalah perubahan kedudukan suatu benda dalam selang

waktu tertentu dan merupakan besaran vektor.


2.

KELAJUAN DAN KECEPATAN


Kelajuan adalah cepat lambatnya perubahan jarak terhadap waktu dan merupakan
besaran skalar yang nilainya selalu positif, sehingga tidak memperhitungkan arah.
Kelajuan diukur dengan menggunakan spidometer.
Kecepatan adalah cepat lambatnya perubahan kedudukan suatu benda terhadap waktu
dan merupakan besaran vektor, sehingga memiliki arah.

Kecepatan diukur dengan menggunakan velocitometer.


a. Kelajuan dan Kecepatan Rata-Rata

Kelajuan rata-rata didefinisikan sebagai hasil bagi antara jarak total yang
ditempuh dengan waktu untuk menempuhnya.
dengan:
v

s
t

= laju rata-rata (m/s)

= jarak total yang ditempuh (m)

= waktu tempuh yang diperlukan (s)

Kecepatan rata-rata didefinisikan dalam hubungannya dengan perpindahan, dan


bukan dalam jarak total yang ditempuh.
s s
s
v 2 1
t 2 t1 t

dengan:
v

= kecepatan rata-rata (m/s)

s = s2 s1 = perpindahan benda (m)


t =t2 t1

= interval waktu yang diperlukan (s)

b. Kecepatan Sesaat
Kecepatan sesaat pada waktu tertentu adalah kecepatan rata-rata selama selang waktu
yang sangat kecil

v lim

t 0

x
t

Grafik gerak benda


Grafik S t
kecepatan rata-rata dari grafik S-t menentukan
kemiringan kurva sehingga:
v tg

Grafik v-t

S S O S
S S O Luas daerah diarsir

3.

PECEPATAN
Percepatan adalah perubahan kecepatan dan atau arah dalam selang waktu tertentu.
Percepatan merupakan besaran vektor.
Percepatan berharga positif jika kecepatan suatu benda bertambah dalam selang
waktu tertentu.
Percepatan berharga negatif jika kecepatan suatu benda berkurang dalam selang
waktu tertentu.
a. Percepatan rata-rata
Percepatan rata-rata didefinisikan sebagai perubahan kecepatan dibagi waktu yang
diperlukan untuk perubahan tersebut.

Keterangan:
a

v 2 v1 v

t 2 t1
t

= perceptan rata-rata (m/s2)

v = perubahan kecepatan (m/s)


t = selang waktu (s)
v1 = kecepatan awal (m/s)
v2 = kecepatan akhir (m/s)
t1 = waktu awal (s)
t2 = waktu akhir (s)

b. Percepatan Sesaat
Percepatan sesaat dapat didefinisikan sebagai percepatan rata-rata pada limit t yang
menjadi sangat kecil, mendekati nol.
a lim

t 0

4.

v
t

GERAK LURUS BERATURAN (GLB)


Gerak lurus beraturan (GLB) adalah gerak suatu benda dengan kecepatan tetap.
Grafik GLB
Jarak tempuh pada GLB
s
s v t atau v
t

dengan:
s = jarak yang ditempuh (m)
v = kecepatan (m/s)
t = waktu yang diperlukan (s)

5.

GERAK LURUS BERUBAH BERATURAN (GLBB)


GLBB merupakan gerak suatu benda yang kecepatannya dinaikkan atau diturunkan
secara beraturan terhadap waktu dan lintasannya berupa garis lurus
Kecepatan rata-rata selama waktu t
v

x x o x xo

t to
t

Karena t0 = 0 dan percepatan dianggap konstan terhadap waktu, maka diperoleh


persamaan:
dengan:
v0 = kecepatan awal (m/s)

v vo
a
t

= kecepatan akhir (m/s)

= percepatan (m/s2)

= waktu (s)

v v o at

Karena kecepatan bertambah secara beraturan, kecepatan rata-rata

akan berada di

tengah-tengah antara kecepatan awal dan kecepatan akhir, yang dirumuskan:


dengan:
x0 = posisi awal (m)
v v
v o
2

1
x xo vo t at 2
2

= posisi akhir (m)

= waktu (s)

= kecepatan akhir (m/s)

v0 = kecepatan awal (m/s)


a

= percepatan (m/s2)

Persamaan-persamaan tersebut tidak berlaku jika percepatannya berubah


a. GLBB pada bidang horizontal

GLBB horizontal merupakan Gerak Lurus Berubah Beraturan pada bidang


yang lintasannya mendatar

Persamaan dasar pada GLBB horizontal:


(1)

vt vo at

keterangan:

a (+) : percepatan

1
s v o t at 2
2

(2)

a (-) : perlambatan
s x xo

vt vo 2as

(3)

b. GLBB pada bidang vertikal

GLBB vertikal adalah Gerak Lurus Berubah Beraturan dengan lintasan


vertikal

GLBB vertikal dibedakan atas gerak Vertikal ke atas dan gerak vertikal ke
bawah

Persamaan yang ada pada GLBB horizontal juga berlaku pada GLBB
vertikal dengan jarak yang di tempuh (s) dalam ketinggian (h) dan percepatan
yang berpengaruh adalah percepatan grafitasi

bumi (g), sehingga

persamaannya menjadi:
(1)

keterangan:

vt vo gt

g (+) : gerak vertikal ke bawah


a (-) : gerak vertikal ke atas

1 2
gt
2

(2)

h vo t

(3)

vt vo 2 gh

Persamaan-persamaan lain pada gerak vertikal ke atas:


1. Ketinggian maksimum
dengan:
2

y maks

v
o
2g

ymaks

= ketinggian maksimum (m)

v0

= kecepatan awal (m/s)

= percepatan gravitasi (m/s2)

2. Lama Benda di Udara


a.

Waktu yang dibutuhkan benda untuk mencapai titik tertinggi:


t B t maks

b.

vo
g

Waktu yang diperlukan untuk jatuh kembali


dengan:

2v
t C o atau t C 2t maks
g

tmaks= waktu mencapai ketinggian maksimum (s)


tC = waktu diperlukan untuk jatuh kembali (s)
v0 = kecepatan awal (m/s)
g

= percepatan gravitasi (m/s2)

Gerak Jatuh Bebas adalah gerak vertical ke bawah tanpa kecepatan


awal

Pendapat Galileo yang spesifik terhadap gerak benda jatuh bebas


Pada suatu lokasi tertentu di Bumi dan dengan tidak adanya hambatan
udara, semua benda jatuh dengan percepatan konstan yang sama.

Persamaan-persaam pada gerak vertikal ke bawah berlaku pada gerak


jatuh bebas dengan vo=0, sehingga:
(1)
(2)

vt gt

1 2
gt
2

vt 2 gh

dengan:
v

= kecepatan akhir (m/s)

= percepatan gravitasi (m/s2)

= ketinggian/jarak tempuh benda (m)

= waktu (s)

(3)

v 2 gh
II.

dan t

GERAK PARABOLA

2g
h

Gerak parabola adalah gerak benda yang lintasannya berbentuk parabola

Gerak parabola merupakan perpaduan gerak lurus beraturan (GLB) pada arah
horizontal dengan gerak lurus berubah beraturan (GLBB) pada arah vertikal.

Gerak parabola juga dikenal dengan gerak peluru.

Untuk menganalisis gerak peluru, kita tinjau gerak dalam arah sumbu x dan
sumbu y.

1. Vektor kecepatan awal (titik A)


Komponen vektor kecepatan awal pada sumbu x dan y adalah:
v0x = v0.cos
v0y = v0.sin
2. Kecepatan benda setiap saat (titik B).
Pada arah sumbu x (GLB)
vx = v0x = v0.cos
sepanjang sumbu x kecepatan benda sama dengan vx=vox
Pada arah sumbu y (GLBB)
vy = v0y gt
vy = v0. sin gt
Besarnya kecepatan adalah:

v vx v y

3. Posisi benda setiap saat

Pada arah sumbu x


x = v0x.t
x = v0.cos .t

Pada arah sumbu y


1 2
gt
2
1
y v o sin gt 2
2
y v oy .t

4. Tinggi maksimum benda (h)


Pada saat benda mencapai ketinggian maksimum, misalnya, di titik C kecepatan
arah vertikal sama dengan 0. (vy = 0)
t

vo sin
g

v o sin 2 (v o sin ) 2
h

2g
2g
2

t= waktu untuk menempuh ketinggian maksimum


h= ketinggian maksimun
5. Jarak Jangkauan Benda
v sin 2
R o
g
2

R maksimum dapat dicapai apabila sin 2 bernilai maksimum ( = 45o)


III.

GERAK MELINGKAR
A.

GERAK MELINGKAR BERATURAN

Gerak melingkar adalah gerak yang memiliki lintasan berupa lingkaran.

Gerak melingkar beraturan adalah gerak yang lintasannya berbentuk

lingkaran dengan laju konstan dan arah kecepatan tegak lurus terhadap arah
percepatan
Arah kecepatan terus berubah sementara benda bergerak dalam

lingkaran tersebut yang mengakibatkan adanya percepatan yang senantiasa


mengarah ke pusat lingkaran. Percepatan ini sering disebut sebagai percepatan
sentripetal.
B.

BESARAN-BESARAN FSIKA DALAM GERAK MELINGKAR


a. Periode (T) dan Frekuensi (f)

Perioda adala waktu yang dibutuhkan suatu benda yang begerak melingkar
untuk melakukan satu putaran penuh

Frekuensi adalah banyaknya jumlah putaran yang ditempuh oleh suatu benda
yang bergerak melingkar dalam selang waktu satu sekon.
Hubungan antara periode dan frekuensi
1
T
f

Keterangan:
T = periode (s)
f

= frekuensi (Hz)

Posisi Sudut dan Panjang Lintasan s

b.

dengan:
s

= lintasan/posisi sudut (rad)


s

= busur lintasan (m)

R = jari-jari (m)
c.

Kecepatan Linear
Kecepatan linear (v) merupakan hasil bagi panjang lintasan linear yang ditempuh
benda dengan selang waktu tempuhnya.

2 r
2 r f
T

2 f

d. Kecepatan Sudut (Kecepatan Anguler)


Kecepatan sudut merupakan besar sudut yang ditempuh tiap satu satuan waktu.

Nilai radian adalah perbandingan antara jarak linear yang ditempuh benda
dengan jari-jari lingkaran.

1 rad

360 o
360 o
360 o

57,3
2
2 3,14 6,28

Keterangan:

2 f

= kecepatan sudut (rad s-1)

= frekuensi (Hz)

= periode (s)

e. Percepatan Sentripetal

Benda yang melakukan gerak melingkar beraturan memiliki percepatan


yang disebut dengan percepatan sentripetal.

Arah percepatan sentripetal menuju ke arah pusat lingkaran, berfungsi


untuk mengubah arah kecepatan.

Perubahan percepatan sentripetal pada GMB bukan mengakibatkan


kelajuannya bertambah tetapi mengakibatkan arahnya berubah.

Kecepatan rata-rata dan selang waktu yang dibutuhkan


untuk menempuh panjang busur AB (r)

1
v 2v sin
2
r
t
v

as

v
t

Jika mendekati nol, maka persamaan percepatannya menjadi


v2
as
atau a s 2 r
r

C.

GERAK MELINGKAR BERUBAH BERATURAN


Jika perubahan percepatan searah dengan kecepatan, maka kecepatannya akan
meningkat.
Jika

perubahan

percepatannya

berlawanan

arah

dengan

kecepatan,

maka

kecepatannya menurun.
Percepatan Total pada GMBB

Percepatan sentripetal tidak berfungsi untuk mengubah kecepatan linear, tetapi


untuk mengubah arah gerak partikel sehingga lintasannya berbentuk lingkaran

Besaran yang berfungsi untuk mengubah kecepatan adalah percepatan tangensial


(at), yang arahnya dapat sama atau berlawanan dengan arah kecepatan linear.
at r

dengan:

at = percepatan tangensial (m/s2)


= percepatan sudut (rad/s2)
r

= jari-jari lingkaran dalam cm atau m

Percepatan sentripetal selalu menuju ke pusat lingkaran, sedangkan percepatan


tangensial menyinggung lingkaran.

Percepatan total dalam GMBB adalah jumlah vektor dari kedua percepatan tersebut
2

a at a s

arah percepatan total terhadap arah radial, yaitu

tan

at
as

Hubungan antara besaran gerak translasi dengan gerak rotasi:


Gerak Translasi
Jarak (s)
Kecepatan linier (v)
Percepatan linier (a)

D.

Hubungan
S=R
V=R
a=R

Gerak Rotasi
Sudut tempuh ()
Kecepatan sudut ()
Percwpatan sudut ()

Hubungan Roda-roda
Hubungan roda-roda pada gerak melingkar, baik memakai sistem langsung atau tak
langsung, kecepatan linier (v) roda tersebut baik roda I dan II adalah sama, tetapi
kecepatan sudutnya () berlainan.

Dengan demikian dapat dirumuskan sebagai berikut:


dengan:
v1
v1 v 2

1 .R1 2 .R2

= kecepatan linier roda I (m/s)

Tabel Roda-roda:

v2

= kecepatan linier roda II (m/s)

= kecepatan sudut roda I (rad/s)

= kecepatan sudut roda II (rad/s)

R1

= jari-jari roda I (m)

R2

= jari-jari roda II (m)

Contoh Soal:
Echi berlari pada lintasan lurus dan menempuh jarak 100 m dalam 10 sekon. Tentukan
kecepatan dan waktu yang diperlukan Echi untuk menempuh jarak 25 m!
Diketahui :

a. x = 100 m
b. t = 10 s

Ditanyakan :

a. v = ?
b. t = ? (jika x = 25 m)

Jawab:
a.

Kecepatan Icha

x 100

t 10
10 m / s

b.

Waktu untuk menempuh jarak 25 m

x v t
x
v
25

10
2,5 s