Anda di halaman 1dari 11

PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH

OLEH :
YUANITA FATMAWATI
043184225
P. FISIKA / NON REG-A

JURUSAN FISIKA
FALKUTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
2007
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
PERPINDAHAN KALOR

Satuan Pendidikan
Mata Pelajaran
Kelas / Semester
Alokasi Waktu
Standar Kompetensi

:
:
:
:
:

SMA
FISIKA
X / II
1 X 45 menit
Menerapkan konsep kalor dan
prinsip konservasi energi pada
berbagai perubahan energi.

A. KOMPETENSI DASAR
Menganalisis cara perpindahan kalor.
B. INDIKATOR

Membedakan peristiwa perpindahan kalor dengan cara konduksi,


konveksi dan radiasi.

Memberikan contoh melalui peristiwa percobaan perpindahan kalor


dalam kehidupan sehari-hari.

C. PENGALAMAN BELAJAR
Setelah memnpelajarinya diharapkan siswa dapat :
Melakukan percobaan kincir bertenaga uap.
Mengetahui prinsip kerja dari kincir bertenaga uap.
Membuat rancangan kegiatan mengenai kincir bertenaga uap.
D. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

Model

: PBI ( Pembelajaran Berdasarkan Masalah )

Metode : Diskusi, Percobaan, Tanya Jawab.

E. SUMBER PEMBELAJARAN

Buku Siswa

Lembar Kegiatan Siswa

Lembar Evaluasi Siswa

Lembar Jawaban Siswa

F. ALAT DAN BAHAN

Pipa dari bolpoint

Pemanas air ( hiter )

Kincir dari kertas

Kawat

Air

G. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR


1. Pendahuluan ( 5 menit )
a. Guru memotivasi siswa dengan menunjukkan baling-baling dari kertas
dan menanytakan Mengapa baling-baling dapat berputar?.
b. Guru menyampaiukan tujuan pembelajaran.
c. Guru menggali pengetahuan awal siswa tentang konsep sebelumnya
yaitu Apa definisi dari kalor?.
2. Kegiatan Inti ( 30 menit )
Tahap 1 : ( Orientas siswa terhadap masalah )
d. Guru meminta siswa untuk memikirkan masalah yang timbul dari
pembuatan kipas angin bertenaga uap.
Masalah : Bagaimana proses uap air dari hasil pendidihan dapat
baling-baling kertas?
Tahap 2 : ( Mengorganisasi siswa kepada massalah )
e.

Guru

membagi

beranggotakan

siswa
5

untuk

siswa.

berkelompok,

Kemudian

setiap

meminta

kelompok

siswa

untuk

mendiskusikan permasalahan yang diberikan.


Tahap 3 : ( Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok )
f. Guru mendatangi setiap kelompok kemudian membimbing siswa
melakukan percobaan sesuai dengan permasalahan yang diberikan
pada setiap kelompok, merencanakan dan menguji hipotesis sesuai
LKS.
Tahap 4 : ( Mengembangkan dan menyajikan hasil karya )
g. Guru meminta siswa untuk mempresentasikan hasil percobaan /
karya yang telah dilakukan di depan kelas.
Tahap 5 : ( Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan
masalah )

h. Guru membantu siswa untuk menganalisis hasil percobaan serta


mengevaluasi secara keseluruhan keberhasilan dan kegagalan
percobaan yang telah dirancang.
3. Penutup ( 5 menit )
i. Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan pembelajaran hari ini.
Bahwa dalam percobaan kincir bertenaga uap selain perpindahan
kalor ada juga perubahan energinya, yaitu dari energi kalor menjadi
energi gerak.
j. Guru meminta siswa menjawab masalah dari motivasi awal yaitu
Kincir dapat berputar karena adanya dorongan dari uap dan semakin
lama proses pendidihan maka kincir dapat berputar semakin cepat.
k. Guru memberikan tugas evaluasi untuk dikerjakan di rumah.

BUKU SISWA

MENGUAP
Menguap adalah perubahan wujud dari zat cair menjadi gas.
Pada waktu menguap, zat memerlukan kalor. Hal ini terjadi karena
molekul molekul gas mengandung energi lebih besar dari pada
molekul zat cair. Jadi zat cair tidak dapat berubah wujud menjadi gas jika
diberi kalor dari luar. Cara mempercepat penguapan yaitu : pemanasan,
memperluas permukaan zat cair dan mengurangi tekanan pada
permukaan.
MENDIDIH
Mendidih adalah penguapan yang teradi diseluruh bagian zat cair.
Jika air dipanaskan di panci yang terbuka, pada suhu tertentu terlihat
gelembung-gelembung uap air naik ke permukaan. Kita katakan yerjadi
penguapan pada zat cair tersebut. Oleh karena suhu naik pada suhu
tertentu maka gelembung uap tidak hanya dipermukaan zat cair saja
melainkan diseluruh zat cair. Zat cair dikatakan mendidih jika gelembung
uap terjadi di dalam seluruh zat cair.
PERPINDAHAN KALOR
Kalor dapat berpindah dari benda yang satu ke benda yang
lainnya dengan tiga cara, yaitu konduksi ( hantaran ), konveksi ( aliran )
dan radiasi ( pancaran ).
* Konduksi *
Kalor berpindah melalui elektron bebas yang terdapat dalam
struktur atom logam. Pada tempat yang dipanaskan, energi elektron
elektron bebas mudah berpindah, bertambah energi dengan cepat dapat

diberikan

ke

elektron-elektron

lain

yang

letaknya

lebih

jauh

melaluitumbukan. Dengan demikian kalor berpindah dengan epat tanpa


disertai perpindahan partikel. Umumnya yang termasuk kategori ini
adalah logam. Benda-benda seperti kayu, wol, gabus dan busa
merupakan penghantar yang buruk, disebut isolator.
* Konveksi *
Molekul benda dipanaskan berpindah dari bagian air yang panas
kebagian yang dingin, ketika air dipanaskan bagian yang dipanaskan
bergerak menjauhi sumber panas. Karena gerakan ini tidak mungkin
terjadi dalam zat padat. Peristiwa konveksi hanya terjadi pada zat cair
dan gas. Peristiwa konveksi disertai dengan perpindahan partikel zat.
Meskipun gas dan zat cair umumnya bukan merupakan penghantar
kalor yang sangat baik, namun dapat mentransfer dengan pergerakan
molekul dari satu tempat ke tempat lain.
* Radiasi *
Panas matahari tidak dapat sampai ke bumi melalui konveksi,
karena konveksi selalu di dahului dengan pemanasan bumi terlebih
dahulu, disamping itu konveksi dan konduksi memerlukan medium
sebagai perantara untuk membawa kalor. Oleh karena itu transfer kalor
dari matahari sampai ke bumi hanya dapat melalui pancaran atau
radiasi. Jadi radiasi adalah suatu peristiwa dimana benda memancarkan
panas dalam bentuk gelombang elektromagnetik.

Nama
Kelas
No Absen

:
:
:

LEMBAR KEGIATAN SISWA


PERENCANAAN PEMBUATAN KINCIR BERTENAGA UAP
I. STANDAR KOMPETENSI
Menerapkan konsep kalor dan prinsip konservasi energi pada
berbagai perubahan energi.
II. KOMPETENSI DASAR
Menganalisis cara perpindahan kalor.
III. INDIKATOR
Memberikan contoh melalui percobaan peristiwa perpindahan kalor
dalam kehidupan sehari-hari, serta penerapannya dalam bentuk teknologi
sederhana.
IV. PENGALAMAN BELAJAR
Setelah mempelajarinya siswa di harapkan dapat :

Melakukan percobaan kincir bertenaga uap.

Mengetahui prinsip kerja dari kincir bertenaga uap.

Membuat rancangan kegiatan mengenai kincir bertenaga uap.

V. RANGKUMAN MATERI
Air yang diberikan kalor / air yang menerima kalor, maka akan
mengalami

kenaikan

suhu.

Kenaikan

suhu

yang

makin

besar

mengakibatkan adanya gelembung uap air. Zat dikatakan mendidih apabila


gelembung uap terjadi di dalam seluruh zat cair dan dapat meninggalkan
zat cair. Dimana dalam peristiwa ini terjadi suatu penguapan yaitu

perubahan zat air menjadi gas. Begitu pula pada proses ini terjadi tiga
perpindahan kalor, yaitu :
a. Konduksi terjadi pada saat gelas hiter terasa panas. Hali ini terjadi
karena panas dari sumber air akan berpindah ke gelas hiter.
b. Konveksi terjadi pada proses pendidihan air.
c. Radiasi terjadi pada saat tangan di letakkan disekitar luar gelas hiter.
Sehingga tangan kita akan meraskan pancaran panas dari gelas hiter.
Memberikan konsep dasar yang berhubungan dengan prinsip kerja
kincir bertenaga uap.
VI. PROSEDUR PERCOBAAN
A. Alat Dan Bahan :

Pipa dari bolpoint

Pemanas air ( Hiter )

Kincir dari kertras

Kawat

Air

B. Langkah Percobaan :
1. Panaskan air di dalam pemanas ( hiter ) sampai air mendidih.
2. Pasang pipa dari bolpoint di atas tutup pemanas ( Hiter ).
3. Pasang kincir kertas tepat di atas pipa dari bolpoint.
4. Amati apa yang terjadi ketika air tersebut mendidih ?
VII. RUMUSAN MASALAH

VIII. RUMUSAN HIPOTESIS

IX. VARIABEL

Variabel Manipulasi

Definisi Operasional Variabel Manipulasi

Variabel Kontrol

Definsi Operasional Variabel Kontrol

Variabel Respon

Definisi Operasional Variabel Respon

:
:

:
:

X. GAMBAR

XI. HASIL
.

XII. SIMPULAN
..

Amalia, Lily Dra. 2004. FISIKA I Kelas X. Bandung : Rosdakarya.


Hariyanto. 2002. Sains SD Kelas IV. Jakarta : Erlangga.
Kanginan, Marthen. FISIKA 1A SMA Kelas X. Jakarta : Erlangga.

LEMBAR JAWABAN LKS

Rumusan Masalah : Bagaimana pengaruh lama pendidihan


terhadap kecepatan berputar baling baling ?

Rumusan Hipotesis : Semakin lama proses pendidihan maka


semakin cepat baling-baling berputar.

Variabel Manipulasi : Lama pendidihan.


Definisi Operasional Variabel Manipulasi : waktu yang diperlukan
air untuk mendidih.
Variabel respon : kecepatan berputar baling-baling.
Definisi operasional variabel respon : kecepatan berputarnya
baling-baling tergantung pada banyaknya penguapan.
Variabel kontrol : Volume air.
Definisi operasional variabel kontrol : Volume air dibuat tetap.

Hasil : Kecepatan berputarnya baling-baling tergantung pada


lamanya pendidihan.

Kesimpulan : Semakin lama pendidihan maka kecepatan balingbaling berputar semakin cepat.