Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Penderita gagal ginjal di Indonesia terus bertambah, sebagian besar akibat
komplikasi penyakit hipertensi dan diabetes miletus kata dr. Tunggul
Situmorang ahli ginjal Rumah Sakit PGI Cikini Jakarta. Dia menyebutkan
sebanyak 400 dari sejuta penduduk Indonesia harus menjalani terapi dengan
ginjal pengganti sebagai akibat ginjalnya tidak lagi dapat berfungsi.
Sugino, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes DKI Jakarta
mengatakan bahwa, Pemprov DKI Jakarta akan terus menambah jumlah alat
terapi pengganti ginjal (hemodialisa) sampai dengan tahun 2015 di sejumlah
rumah sakit untuk meningkatkan pelayanan kepada penderita gagal ginjal di
DKI Jakarta. dr. Ginova Nainggolan, KGH mengatakan bahwa, Penyakit
ginjal ini memang tidak bisa disembuhkan tetapi kita bisa menjinakkan
terutama bagi mereka penderita penyakit gula darah (diabetes miletus) dan
darah tinggi (hipertensi).
Selain itu, jajanan anak sekolah yang tidak sehat dapat memicu terjadinya
gagal ginjal, sebagaimana dikatakan anggota tim ahli Komisi Perlindungan
Anak Indonesia Dr. Tb Rachmat Sentika, Sp. A., MARS. Jajaan yang
mengandung pewarna tekstil, formalin, boraks, penyadap dan pemanis buatan
dapat memicu terjadinya gagal ginjal, uajar Rachmat kepada wartawan di
Jakarta, Sabtu.
Hanya 32% sekolah yang memiliki kantin sehat. Sisanya ada tukang
penjaja makanan yang mengandung zat adiktif, terkontaminasi bakteri, serta
sumber air tidak sehat.
Berdasarkan data yang dirilis PT. Askes pada tahun 2010 jumlah pasien
gagal ginjal ialah 17.507 orang. Kemudian menigkat lagi sekira lima ribu
lebih pada tahun 2011 dengan jumlah pasti sebesar 23.261 pasien. Tahun 2011
ke 2012 mengalami peningkatan kendati tak sebanyak dari tahun 2010 ke
2011. Di tahun 2013-2014 juga akan terus meningkat seiring dengan tren-nya

1 | P a t o fi s i o l o g i # G a g a l G i n j a l

iabetes miletus dan hipertensi. Pada tahun 2011 ke 2012 terjadi peningkatan
yakni 24.141 pasien, bertambah hanya 880 orang.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa itu gagal ginjal?
2. Apa saja yang menyebabkan gagal ginjal?
3. Bagaimana patofisiologi gagal ginjal?
4. Bagaimana gambaran klinis dari gagal ginjal?
5. Jenis pemeriksaan penunjang apa saja yang dapat membantu mendiagnosis
gagal ginjal?
C. TUJUAN
1. Umum
Untuk mengetahui secara gambaran umum gagal ginjal
2. Khusus
a. Untuk mengetahui hal-hal yang dapat menyebabkan gagal ginjal
b. Untuk mengetahui patofisiologi dari gagal ginjal
c. Untuk mengetahui gambaran klinis dari gagal ginjal
d. Untuk mengetahui jenis-jenis pemeriksaan yang dapat membantu
mendiagnosis gagal ginjal

2 | P a t o fi s i o l o g i # G a g a l G i n j a l

BAB II
PEMBAHASAN

A. GAMBARAN UMUM GINJAL


1. Definisi
Ginjal adalah organ yang memiliki kemampuan yang luar biasa,
diantaranya sebagai penyaring zat-zat yang telah tidak terpakai (zat
buangan atau sampah) yang merupakan sisa metabolisme tubuh. Setiap
harinya ginjal akan memproses sekitar 200 liter darah untuk menyaring
atau menghasilkan sekitar 2 liter sampah dan ekstra (kelebihan) air.
Sampah dan esktra air ini akan menjadi urin, yang mengalir ke kandung
kemih melalui saluran yang dikenal sebagai ureter. Urin akan disimpan di
dalam kandung kemih ini sebelum dikeluarkan pada saat Anda berkemih.
Zat-zat yang sudah tidak terpakai lagi atau sampah tersebut
diperoleh dari proses normal pemecahan otot dan dari makanan yang
dikonsumsi. Tubuh akan memakai makanan tersebut sebagai energi dan
untuk perbaikan jaringan. Setelah tubuh mengambil secukupnya dari
makanan, sisanya akan dikirim ke dalam darah untuk kemudian disaring di
ginjal. Jika fungsi ginjal terganggu maka kemampuan menyaring zat sisa
ini dapat terganggu pula dan terjadi penumpukan dalam darah sehingga
dapat menimbulkan berbagai manifestasi gangguan terhadap tubuh.
Protein sangat dibutuhkan untuk membangun semua bagian tubuh, seperti
otot, tulang, rambut dan kuku. Protein-protein yang ada dalam darah dapat
keluar ke urin (bocor) bila unit penyaring ginjal glomerulus sudah
mengalami kerusakan. Protein yang terkandung di dalam urin, disebut
dengan albumin
Ginjal manusia merupakan organ utama ekskresi, sehingga jika ada
gangguan ginjal tentu akan mengganggu sistem ekskresi, luka berat,
banyak kehilangan darah, keracunan zat-zat tertentu dan penyakit tertentu
dapat menimbulkan terganggunya fungsi ginjal, terutama terganggunya
pembentukan urine.

3 | P a t o fi s i o l o g i # G a g a l G i n j a l

2. Fungsi
Pada manusia, ginjal merupakan organ utama yang melakukan
proses eksresi. Secara lengkap peranan atau fungsi ginjal adalah sebagai
berikut :
1. Mengeksresikan zat sisa seperti urea, asam urat, kreatinin, kreatin, dan
zat lain yang bersifat racun.
2. Mengatur volume plasma darah dan jumlah air di dalam tubuh.
3. Menjaga tekanan osmosis dengan cara mengatur ekskresi garam-garam,
yaitu membuang jumlah garam yang berlebihan dan menahan garam
bila jumlahnya dalam tubuh berkurang.
4. Mengatur pH plasma dan cairan tubuh dengan mengekskresikan urine
yang bersifat basa, tetapi dapat pula mengekskresikan urine yang
bersifat asam.
5. Menjalankan fungsi sebagai hormon, dengan menghasilkan 2 macam
zat yaitu renin dan eritprotein yang diduga memilikki fungsi endokrin.
3. Anatomi Fisiologi Ginjal
Ginjal terletak di dalam ruang retroperitoneum sedikit di atas
ketinggian umbilikus dan kisaran panjang serta beratnya berturut-turut dari
kira-kira 6 cm dan 24 g pada bayi cukup bulan sampai 12 cm atau lebih
dari

150

pada

orang

dewasa.

Ginjal

mempunyai

lapisan

luar, korteks yang berisi glomeruli,tubulus kontortus proksimalis dan


distalis dan duktus kolektivus, serta di lapisan dalam,medula yang
mengandung bagian-bagian tubulus yang lurus, lengkung (ansa) Henle,
vasa rekta dan duktus koligens terminal.
Puncak piramid medulla menonjol ke dalam disebut papil ginjal
yang merupakan ujung kaliks minor. Beberapa duktus koligens bermuara
pada duktus papilaris Bellini yang ujungnya bermuara di papil ginjal dan
mengalirkan urin ke dalam kaliks minor. Karena ada 18-24 lubang muara
duktus Belini pada ujung papil maka daerah tersebut terlihat sebagai
lapisan beras dan disebut juga dengan area kribosa.
Antara dua piramid tersebut, terdapat jaringan korteks tempat
masuknya cabang-cabang arteri renalis disebut kolumna Bertini. Beberapa
kaliks minor membentuk kaliks mayor yang bersatu menjadi piala (pelvis)
ginjal dan kemudian bermuara ke dalam ureter. Ureter kanan dan kiri

4 | P a t o fi s i o l o g i # G a g a l G i n j a l

bermuara di kandung kemih yang juga disebut buli-buli atau vesika


urinaria. Urin dikeluarkan dari kandung kemih melalui urethra.
Sirkulasi Ginjal
Setiap ginjal menerima kira-kira 25% isi sekuncup janung. Bila
diperbandingkan dengan berat organ ginjal hal ini merupakan suplai darah
terbesar didalam tubuh manusia. Suplai darah pada setiap ginjal biasanya
berasal dari arteri renalis utama yang keluar dari aorta ; arteri renalis
multipel bukannya tidak lazim dijumpai. Arteri renalis utama membagi
menjadi medula ke batas antara korteks dan medula. Pada daerah ini, arteri
interlobaris bercabang membentuk arteri arkuata, dan membentuk arteriole
aferen glomerulus. Sel-sel otot yagn terspesialisasi dalam dinding arteriole
aferen, bersama dengan sel lacis dan bagian distal tubulus (mukula densa)
yang

berdekatan

dengan

glomerulus,

membentuk

aparatus

jukstaglomeruler yang mengendalikan sekresi renin. Arteriole aferen


membagi menjadi anyaman kapiler glomerulus, yang kemudian bergabung
menjadi arteriole eferen. Arteriole eferen glomerulus dekat medula
(glomerulus jukstamedullaris) lebih besar dari pada arteriole di korteks
sebelah luar dan memberikan pasokan darah (vasa rakta) ke tubulus dan
medula.
Struktur Nefron
Tiap ginjal mengandung kurang lebih 1 juta nefron ( glomerolus
dan tubulus yang berhubungan dengannya). Pada manusia, pembentukkan
nefron selesai pada janin 35 minggu. Nefron baru tidak dibentuk lagi
setelah lahir. Perkembangan selanjutnya adalah hyperplasia dan hipertrofi
struktur yang sudah ada disertai maturasi fungsional. Perkembangan
paling cepat terjadi pada 5 tahun pertama setelah lahir. Oleh karena itu bila
pada masa ini terjadi gangguan misalnya infeksi saluran kemih atau
refluks, maka hal ini dapat mengganggu pertumbuhan ginjal.
Tiap nefron terdiri atas glomerolus dan kapsula bowman, tubulus
proksimal, ansa henle dan tubulus distal. Glomerolus bersama kapsula
Bowman juga disebut badan Malpigi. Meskipun ultrafiltrasi plasma terjadi
di glomerolus tetapi peranan tubulus dalam pembentukkan urin tidak kalah

5 | P a t o fi s i o l o g i # G a g a l G i n j a l

pentingnya dalam pengaturan meliau internal. Fungsi ginjal normal terdiri


atas 3 komponen yang saling berhubungan yaitu :
1. Ultrafiltrasi glomerolus
2. Reabsorbsi tubulus terhadap solute dan air
3. Sekresi tubulus terhadap zat-zat organic dan non-organik
Populasi glomerolus ada 2 macam :
1. Glomerolus korteks yang mempunyai ansa henle yang pendek berada
dibagian luar korteks
2. Glomerolus jukstamedular yang mempunyai ansa henle yang panjang
sampai ke bagian dalam medulla. Glomerolus semacam ini berada
diperbatasan korteks dan medulla dan merupakan 20% populasi
nefron tetapi sangat penting untuk reabsorpsi air dan solute.
Fisiologi Ginjal
Fungsi primer ginjal adalah mempertahankan volumer dan
komposisi cairan ekstrasel dalam batas-batas normal. Komposisi dan
volume cairan ekstrasel ini dikontrol oleh filtrasi glomerulus, reabsorpasi
dan sekresi tubulus.
Fungsi Utama Ginjal
Fungsi Ekskresi
1. Mempertahankan osmolalitis plasma sekitar 258 m osmol dengan
mengubah-ubah ekresi air.
2. Mempertahankan pH plasma skitar 7,4 dengna mengeluarkan
kelebihan H+ dan membentuk kembali HCO3.
3. Mengekskresikan produk akhir nitrogen dari metabolisme protein,

terutama urea, asam urat dan kreatinin.


Fungsi Non-ekskresi (Endokrin)
1. Menghasilkan renin-penting untuk pengaturan tekanan darah.
2. Menghasilkan eritropoietin-faktor penting dalam stimulasi produk

sel darah merah oleh sumsum tulang.


3. Metabolisme vitamin D menjadi bentuk aktifnya.
4. Degenerasi insulin
5. Menghasilkan prostaglandin
B. GAGAL GINJAL
1. Patofisologi
Pada waktu terjadi kegagalan ginjal sebagian nefron (termasuk
glomerulus dan tubulus) diduga utuh sedangkan yang lain rusak (hipotesa
nefron utuh). Nefron-nefron yang utuh hipertrofi dan memproduksi
volume filtrasi yang meningkat disertai reabsorpsi walaupun dalam

6 | P a t o fi s i o l o g i # G a g a l G i n j a l

keadaan penurunan GFR / daya saring. Metode adaptif ini memungkinkan


ginjal untuk berfungsi sampai dari nefronnefron rusak. Beban bahan
yang harus dilarut menjadi lebih besar daripada yang bisa direabsorpsi
berakibat diuresis osmotik disertai poliuri dan haus. Selanjutnya karena
jumlah nefron yang rusak bertambah banyak oliguri timbul disertai retensi
produk sisa. Titik dimana timbulnya gejala-gejala pada pasien menjadi
lebih jelas dan muncul gejala-gejala khas kegagalan ginjal bila kira-kira
fungsi ginjal telah hilang 80% 90%. Pada tingkat ini fungsi renal yang
demikian nilai kreatinin clearance turun sampai 15 ml/menit atau lebih
rendah itu. ( Barbara C Long, 1996, 368)
Fungsi renal menurun, produk akhir metabolisme protein (yang
normalnya diekskresikan ke dalam urin) tertimbun dalam darah. Terjadi
uremia dan mempengaruhi setiap sistem tubuh. Semakin banyak timbunan
produk sampah maka gejala akan semakin berat. Banyak gejala uremia
membaik setelah dialisis. (Brunner & Suddarth, 2001 : 1448).
a. Klasifikasi
Gagal ginjal dibagi menjadi dua, yaitu:
Gagal Ginjal Akut
Gagal ginjal akut adalah gagal ginjal yang terjadi secara
mendadak dan reversible (ginjal termasuk organ yang relatif
unik diantara organ yang lain dalam kemampuannya untuk
sembuh dari fungsi yang menurun.Namun, GGA tetap juga
merupakan morbiditas dan mortalitas utama dalam rumah sakit
akibat beratnya penyakit penyebab GGA tersebut ). Ada 3
penyebab umum penyebab gagal ginjal akut yaitu :
Kegagalan Prarenal
Penyebab tersering gagal ginjal akut yang terjadi akibat
keadaan yang tidak berkaitan dengan ginjal,tapi merusak
ginjal dengan mempengaruhi aliran darah ginjal. Penyebab
prarenal adalah segala yang menyebabkan penurunan
tekanan darah sistemik parah yang menimbulkan syok
seperti infark miokardium, reaksi anfilaktik, kehilangan

7 | P a t o fi s i o l o g i # G a g a l G i n j a l

darah yang banyak, luka bakar, sepsis (infeksi yang

ditularkan melalui darah)


Kegagalan Intrarenal
Jenis gagal ginjal yang terjadi akibat kerusakan primer
jaringan

ginjal

itu

sendiri.

Banyak

sekali

yang

menyebabnya diantaranya glomerulonefritis, pielonefritis,

mioglobinuria
Kegagalan Pascarenal
Jenis gagal ginjal akut yang terjadi akibat kondisi
yang mempengaruhi aliran urine keluar dari ginjal yang
mencakup cedera atau penyakit ureter, kandung kemih,atau
uretra. Penyebab kegagalan pasca renal yang sering
ditemukan adalah obstruksi. Obastruksi dapat terjadi
sebagai respon terhadap banayk faktor yang tidak diobati
seperti tumor, infeksi berulan, heperplasia prostat, atau
kandung kemih neurigenetik.
Gagal ginjal akut dibagi menjadi 3 kategori, yaitu :
Penyakit yang menyebabkan hipoperfusi pada
ginjal tanpa kerusakan integritas dari parenkim

ginjal (GGA prerenal, prerenal azotemia) (~55%);


Penyakit yang secara langsung melibatkan
parenkim renal (GGA renal, renal azotemia)

(~40%).
Penyakit yang berhubungan dengan sumbatan pada
saluran kemih (GGA postrenal, postrenal azotemia)

(~5%).
Gagal Ginjal Kronik
Gagal ginjal kronis atau penyakit renal tahap akhir (ESRD)
merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan
irreversible

dimana

kemampuan

tubuh

gagal

untuk

mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan


elektrolit,menyebabkan uremia (retensi urea dan sampah
nitrogen lain dalam darah). Gagal ginjal kronis biasanya

8 | P a t o fi s i o l o g i # G a g a l G i n j a l

muncul setelah terjadi penyakit atau kerusakan ginjal bertahuntahun, tetapi bisa juga terjadi tiba-tiba pada beberapa keadaan.
Stadium ginjal kronis dibagi menjadi 3 didasarkan pada
tingkat GFR (Glomerular Filtration Rate) yang tersisa dan
mencakup penurunan cadangan ginjal, insufisiensi ginjal, gagal
ginjal yaitu :
a) Stadium 1: menurunya cadangan ginjal, asimtomatik, GFR
menurun hingga 25%N
b) Stadium 2: insufisiensi ginjal: poliuria dan nokturia, GFR 10%
- 25% N, kadar kreatin dan BUN meningkat diatas N

c) Stadium 3: ESRD atau sindrom uremik, GFR <5 10ml/mnt,


kadar kreatinin dan BUN meningkat tajam, terjadi kelainan
biokimia dan gejala kompleks
Manifestasi klinik menurut (Smeltzer, 2001 : 1449) antara
lain : hipertensi, (akibat retensi cairan dan natrium dari
aktivitas sisyem renin - angiotensin aldosteron), gagal
jantung kongestif dan udem pulmoner (akibat cairan
berlebihan) dan perikarditis (akibat iriotasi pada lapisan
perikardial oleh toksik, pruritis, anoreksia, mual, muntah, dan
cegukan, kedutan otot, kejang, perubahan tingkat kesadaran,
tidak mampu berkonsentrasi).
Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan gagal ginjal
kronik, antara lain :
a) Infeksi misalnya pielonefritis kronik, glomerulonefritis
b) Penyakit vaskuler hipertensif misalnya nefrosklerosis benigna,
nefrosklerosis maligna, stenosis arteria renalis
c) Gangguan jaringan penyambung misalnya lupus eritematosus
sistemik, poliarteritis nodosa,sklerosis sistemik progresif
d) Gangguan kongenital dan herediter misalnya penyakit ginjal
polikistik,asidosis tubulus ginjal

9 | P a t o fi s i o l o g i # G a g a l G i n j a l

e) Penyakit
f)

metabolik

misalnya

diabetes

miliust,

gout,

hiperparatiroidisme, amiloidosis
Nefropati toksik misalnya penyalahgunaan analgesik,nefropati

timbale
g) Nefropati obstruktif misalnya saluran kemih bagian atas:
kalkuli neoplasma, fibrosis netroperitoneal. Saluran kemih
bagian bawah: hipertropi prostat, striktur uretra, anomali
kongenital pada leher kandung kemih dan uretra.
h) Batu saluran kencing yang menyebabkan hidrolityasis
b. Perjalanan Klinis Gagal Ginjal
Perjalanan umum gagal ginjal progresif dapat dibagi
menjadi 3 stadium:
Stadium I: Penurunan cadangan ginjal (faal ginjal antar 40
% 75 %)
Faal ginjal masih baik
Belum merasasakan gejala gejala
Pemeriksaan laboratorium faal ginjal masih dalam
masih dalam batas normal
Kreatinin serum dan kadar BUN (Blood Urea Nitrogen)
dalam batas normal dan penderita asimtomatik
Tes pemekatan kemih yang lama atau dengan
mengadakan test GFR yang teliti mungkin dapat

mendeteksi adanya gangguan ginjal


Stadium II
Stadium III
Stadium IV

K/DOQI merekomendasikan pembagian CKD berdasarkan stadium dari


tingkat penurunan LFG :
a. Stadium 1 : kelainan ginjal yang ditandai dengan albuminaria
persisten dan LFG yang masih normal ( > 90 ml / menit / 1,73 m2
b. Stadium 2 : Kelainan ginjal dengan albuminaria persisten dan LFG
antara 60-89 mL/menit/1,73 m2
c. Stadium 3 : kelainan ginjal

dengan

mL/menit/1,73m2

10 | P a t o fi s i o l o g i # G a g a l G i n j a l

LFG

antara

30-59

d. Stadium

kelainan

ginjal

dengan

LFG

antara

15-

29mL/menit/1,73m2
e. Stadium5 : kelainan ginjal dengan LFG < 15mL/menit/1,73m2 atau
gagal ginjal terminal.
Untuk menilai GFR ( Glomelular Filtration Rate ) / CCT ( Clearance
Creatinin Test ) dapat digunakan dengan rumus :
Clearance creatinin ( ml/ menit ) = ( 140-umur ) x berat badan ( kg ) 72 x
creatini serum. Pada wanita hasil tersebut dikalikan dengan 0,85
2. Manifestasi Klinis
Manifestasi klinik antara lain (Long, 1996 : 369):
Gejala dini : lethargi, sakit kepala, kelelahan fisik dan mental, berat

badan berkurang, mudah tersinggung, depresi


Gejala yang lebih lanjut : anoreksia, mual disertai muntah, nafas
dangkal atau sesak nafas baik waktu ada kegiatan atau tidak, udem
yang disertai lekukan, pruritis mungkin tidak ada tapi mungkin juga
sangat parah.
Manifestasi klinik menurut (Smeltzer, 2001 : 1449) antara lain :
hipertensi, (akibat retensi cairan dan natrium dari aktivitas sisyem
renin - angiotensin aldosteron), gagal jantung kongestif dan udem
pulmoner (akibat cairan berlebihan) dan perikarditis (akibat iriotasi
pada lapisan perikardial oleh toksik, pruritis, anoreksia, mual, muntah,
dan cegukan, kedutan otot, kejang, perubahan tingkat kesadaran, tidak

mampu berkonsentrasi).
Manifestasi klinik menurut Suyono (2001) adalah sebagai berikut:
Gangguan kardiovaskuler
Hipertensi, nyeri dada, dan sesak nafas akibat perikarditis, effusi
perikardiac dan gagal jantung akibat penimbunan cairan, gangguan

irama jantung dan edema.


Gannguan Pulmoner
Nafas dangkal, kussmaul, batuk dengan sputum kental dan riak,
suara krekels.
Gangguan gastrointestinal

11 | P a t o fi s i o l o g i # G a g a l G i n j a l

Anoreksia, nausea, dan fomitus yang berhubungan dengan


metabolisme

protein

dalam

usus,

perdarahan

pada

saluran

gastrointestinal, ulserasi dan perdarahan mulut, nafas bau ammonia.


Gangguan muskuloskeletal
Resiles leg sindrom ( pegal pada kakinya sehingga selalu digerakan
), burning feet syndrom ( rasa kesemutan dan terbakar, terutama
ditelapak kaki ), tremor, miopati ( kelemahan dan hipertropi otot otot

ekstremitas.
Gangguan Integumen
Kulit berwarna pucat akibat anemia dan kekuning kuningan
akibat penimbunan urokrom, gatal gatal akibat toksik, kuku tipis dan

rapuh.
Gangguan endokrim
Gangguan seksual : libido fertilitas dan ereksi menurun, gangguan
menstruasi dan aminore. Gangguan metabolic glukosa, gangguan

metabolic lemak dan vitamin D.


Gangguan cairan elektrolit dan keseimbangan asam dan basa
Biasanya retensi garam dan air tetapi dapat juga terjadi kehilangan
natrium dan dehidrasi, asidosis, hiperkalemia, hipomagnesemia,

hipokalsemia.
System hematologi
Anemia yang

disebabkan

karena

berkurangnya

produksi

eritopoetin, sehingga rangsangan eritopoesis pada sum sum tulang


berkurang, hemolisis akibat berkurangnya masa hidup eritrosit dalam
suasana uremia toksik, dapat juga terjadi gangguan fungsi trombosis
dan trombositopeni.
3. Gejala
Seseorang yang memiliki gangguan fungsi ginjal memiliki
gejala sebagai berikut :
a. Kencing terasa kurang dibandingkan dengan kebiasaan
sebelumnya.
b. Kencing berubah warna, berbusa, atau sering bangun malam
untuk kencing.
c. Sering bengkak di kaki, pergelangan, tangan, dan muka. Antara
lain karena ginjal tidak bisa membuang air yang berlebih.

12 | P a t o fi s i o l o g i # G a g a l G i n j a l

d. Lekas capai atau lemah, akibat kotoran tidak bisa dibuang oleh
ginjal.
e. Sesak napas, akibat air mengumpul di paru-paru. Keadaan ini
sering disalahartikan sebagai asma atau kegagalan jantung.
f. Napas bau karena adanya kotoran yang mengumpul di rongga
mulut.
g. Rasa pegal di punggung.
h. Gatal-gatal, utamanya di kaki.
i. Kehilangan nafsu makan, mual, dan muntah
4. Penyebab dan Faktor Resiko Penyakit Gagal Ginjal
Penyebab gagal ginjal akut secara umum adalah tidak
berfungsinya ginjal secara tiba-tiba untuk menyaring kotoran di
dalam darah. Gagal ginjal akut ini juga dapat terjadi jika ada
kerusakan pada ginjal anda atau bahkan adanya kondisi lain yang
menyebabkan aliran darah yang menuju ginjal menjadi terhambat.
Gagal ginjal akut ini dapat juga terjadi jika kotoran yang telah
tersaring tidak dapat dikeluarkan dari tubuh bersamaan dengan
urine.
Beberapa kondisi yang menyebabkan aliran darah menuju
ginjal terhambat antara lain :
Pengobatan tekanan darah secara bertahap
Kurang darah Mengalami serangan jantung Menderita penyakit

jantung
Infeksi
Kerusakan pada hati (liver)
Nonsteroidal anti-inflammatory drugs, seperti aspirin,
ibuprofen dan naproxen Reaksi pada alergi yang parah

(anaphylaxis)
Mengalami dehidrasi yang parah
Penyakit dan kondisi yang merusak ginjal yang dapat

menyebabkan gagal ginjal akut antara lain :


Adanya gumpalan darah yang terjadi pada vena dan arteri di

dalam dan sekitar ginjal


Kumpulan kolesterol yang dapat menghambat aliran darah di

dalam ginjal
Glomerulonephritis

13 | P a t o fi s i o l o g i # G a g a l G i n j a l

Hemolytic uremic syndrome


Terjadi infeksi pada ginjal
Penyakit Lupus
Sedang mengalami pengobatan seperti obat chemotherapy atau

antibiotik
Multiple myeloma
Scleroderma
Thrombotic thrombocytopenic purpura
Racun seperti alkohol, kokain, dan zat berbahaya lainnya
Vascuilitis
Penyakit dan kondisi yang dapat menyumbat urine untuk
keluar dari tubuh dan dapat memicu gagal ginjal akut antara

lain :
Menderita kanker kandung kemih
Adanya gumpalan darah pada saluran urine
Pembesaran prostat
Menderita kanker prostat
Menderita kanker serviks
Menderita kanker usus besar
Menderita batu ginjal
Kerusakan syaraf yang bertugas mengontrol aktifitas kandung
kemih
Sedangkan faktor resiko yang dapat meningkatkan ancaman

penyakit gagal ginjal akut antara lain :


Dalam perawat di rumah sakit khususnya yang menderita
penyakit dengan kondisi yang membutuhkan perawatan

intensif
Menderita penyakit liver atau hati
Menderita penyakit ginjal
Menderita gagal jantung
Tekanan darah tinggi (hipertensi)
Diabetes
Penyumbatan yang terjadi pada pembuluh darah di tangan atau

kaki (peripheral artery disease)


Lanjut usia
5. Pemeriksaan Penunjang
Ada beberapa pemeriksaan yang dilakukan sebagai
pemeriksaan penunjang gagal ginjal antara lain :

14 | P a t o fi s i o l o g i # G a g a l G i n j a l

a) Pemeriksaan urin, yang meliputi :


Volume
Warna
Sedimen
Berat jenis
Kreatinin
Protein
b) Pemeriksaan darah, yang meliputi :
Bun atau kreatinin
Hitung darah lengkap
Sel darah merah
Natrium serum
Kalium
Magnesium fosfat
Protein
Osmolaritas serum
c) Pielografi intravena
Menunjukkan abnormalitas pelvis ginjal dan ureter
d) Pielografi retrograd
Dilakukan bila dicurigai ada obstruksi yang reversibel
e) Arteriogram ginjal
Mengkaji sirkulasi ginjal dan mengidentifikasi
ekstravaskular, massa.
f) Sistouretrogram berkemih
Menunjukkan ukuran kandung kemih, refluks kedalam
ureter, retensi.
g) Ultrasono ginjal
Menunjukkan ukuran kandung kemih, dan adanya massa,
kista, obstruksi pada saluran
perkemihan bagian atas.
h) Biopsi ginjal
Mungkin dilakukan secara endoskopi untuk menentukan
sel jaringan untuk diagnosis histologis
i) Endoskopi ginjal nefroskopi
Dilakukan untuk menentukan pelvis ginjal ; keluar batu,
hematuria dan pengangkatan tumor
j) EKG
Mungkin abnormal menunjukkan ketidakseimbangan
elektrolit dan asam basa, aritmia, hipertrofi
ventrikel dan tanda tanda perikarditis
4. Pencegahan

15 | P a t o fi s i o l o g i # G a g a l G i n j a l

Gagal ginjal merupakan stadium akhir dari penyakit ginjal.


Gagal ginjal terjadi ketika ginjal tidak lagi dapat memproses darah
secara normal. Bila gagal ginjal terjadi, maka seseorang harus
menjalani perawatan dialisis, dimana mesin menggantikan fungsi
normal ginjal. Namun, ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk
mencegah atau minimal menunda terjadinya gagal ginjal:
a. Mengontrol tekanan darah.
Tekanan darah tinggi kronis merupakan salah satu
penyebab paling umum terjadinya gagal ginjal akut pada lakilaki dan perempuan dewasa.
b. Suplemen bawang putih.
Tanyakan pada dokter mengenai kemungkinan untuk
mengambil suplemen bawang putih. Suplemen ini dapat
membantu mengurangi tekanan darah dengan cepat.
Namun, pada saat yang sama, suplemen bawang putih dapat
menghambat kemampuan penggumpalan darah, sehingga harus
diminum di bawah pengawasan dokter.
c. Berhenti merokok.
Asap rokok dapat menyebabkan

berbagai

masalah

kesehatan, termasuk meningkatkan risiko terjadinya gagal


ginjal. Jika Anda berhenti merokok, selain dapat mencegah
terjadinya gagal ginjal, juga dapat menurunkan tekanan darah
tinggi.
c. Pemeriksaan x-ray.
Bicaralah dengan dokter mengenai penyakit ginjal yang
diderita sebelum melakukan berbagai jenis pemeriksaan x-ray.
Mungkin Anda perlu minum obat khusus sebelum melakukan
pemeriksaan x-ray untuk mencegah x-ray merusak ginjal.
d. Berhenti minum alkohol.
Menghindari atau berhenti minum alkohol dapat
mengurangi ketegangan pada ginjal. Minuman alkohol
memaksa ginjal bekerja keras, sehingga menghindari alkohol
dapat mencegah terjadinya gagal ginjal.
e. Minum banyak air putih.

16 | P a t o fi s i o l o g i # G a g a l G i n j a l

Meskipun ginjal sudah mengalami kerusakan, namun


biasanya masih bisa memproses air putih. Cobalah untuk
minum air putiih minimal delapan gelas setiap hari.
f. Pemeriksaan darah dan urin.
Kunjungi dokter dan lakukan pemeriksaan darah dan urin
secara rutin. Pemeriksaan ini akan melihat adanya masalah
pada ginjal yang muncul meskipun tanda dan gejalanya belum
nampak atau dirasakan.

17 | P a t o fi s i o l o g i # G a g a l G i n j a l

BAB III
PENUTUP

A. Simpulan
Ginjal adalah organ yang memiliki kemampuan yang luar biasa,
diantaranya sebagai penyaring zat-zat yang telah tidak terpakai (zat
buangan atau sampah) yang merupakan sisa metabolisme tubuh. Ginjal
terletak di dalam ruang retroperitoneum sedikit di atas ketinggian
umbilikus dan kisaran panjang serta beratnya berturut-turut dari kira-kira 6
cm dan 24 g pada bayi cukup bulan sampai 12 cm atau lebih dari 150 g
pada orang dewasa. Ginjal terdiri dari berjuta-juta nefron. Tiap nefron
terdiri atas glomerolus dan kapsula bowman, tubulus proksimal, ansa
henle dan tubulus distal. Ginjal memiliki 2 fungsi utama yaitu fungsi
eksresi dan fungsi noneksresi (endokrin). Jika ginjal mengalami kerusakan
dan mengalami penurunan fungsi maka dapat tergadi gagal ginjal. Gagal
ginjal terbagi menjadi 2 yaitu gagal ginjal akut dan gagal ginjal kronik.
Gagal ginjal akut (GGA) disebabkan oleh kegagalan prarenal, intrarenal,
dan pasca renal. Gagal ginjal kronik dibagi menjadi 3 stadium berdasarkan
tingkat GFRnya. Perrjalanan klinis ginjal dibagi menjadi 3 stadium. Ada
beberapa manifestasi klinik gagal ginjal yaitu Gangguan kardiovaskuler,
pulmoner, gastrointestinal, muskuloskeletal, Integumen, endokrim, cairan
elektrolit dan keseimbangan asam dan basa, System hematologi.
Diperlukan pemeriksaan penunjang untuk mengetahui gagal ginjal antara
lain Pemeriksaan urin, Pemeriksaan darah, Pielografi intravena , Pielografi
retrograd, Arteriogram ginjal, Sistouretrogram berkemih, Ultrasono ginjal,
Biopsi ginjal, Endoskopi ginjal nefroskopi, EKG. Sebelum terkenan gagal
ginjal, ada beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain menjaga
tekanan darah, tidak merokok, dan tidak minum alkhohol.
B. Saran

18 | P a t o fi s i o l o g i # G a g a l G i n j a l