Anda di halaman 1dari 2

TUGAS IPBA (PENGGANTI UTS)

Nama
NIM
Kelas
Pengampu

: Retno Puji Lestari


: 14302241029
: Pendidikan Fisika I / 2014
: Sukardiyono, M.Si

Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan jelas dan singkat !


1. Ada 3 (tiga) kelompok batuan dasar, yaitu :
a. Batuan beku (igneous rock)
b. Batuan sedimen (sedimentary rock)
c. Batuan metamorf (metamorphic rock)
Masing-masing batuan tsb bisa berubah jenis yang satu ke jenis yang lainnya (misal dari
batuan beku berubah menjadi batuan sedimen atau sebaliknya). Jelaskan bagaimana
perubahan tersebut bisa terjadi ?
JAWAB :

Batuan dasar (Beku, Sediman, dan Metamorf) terbentuk karena adanya siklus batuan.
Siklus batuan dapat digambarkan dengan skema gunung api seperti diatas. Magma yang
berasal dari dapur magma keluar menuju permukaan bumi melalui puncak gunung api yang
berada di daratan atau dapat pula gunung api yang berada di lautan. Magma yang sudah
mencapai permukaan bumi tersebut akan membeku dan kemudian menjadi batuan beku.
Batuan beku yang berada di muka bumi selama beribu-ribu tahun lamanya dapat
hancur terurai selama terkena panas, hujan, serta aktivitas tumbuhan dan hewan. Selanjutnya
hancuran batuan tersebut lama-lama tersangkut atau terbawa oleh air, angin atau hewan ke
tempat lain untuk diendapkan. Hancuran batuan yang diendapkan disebut batuan endapan
(batuan sedimen).
Baik batuan sedimen atau beku dapat berubah bentuk dalam waktu yang sangat lama
karena adanya perubahan temperatur dan tekanan. Batuan yang berubah bentuk disebut
batuan malihan (batuan metamorf).

2. Mengapa gempa bumi, aktivitas vulkanik, pembentukan gunung, dan pembentukan palung
samudera semuanya umumnya terjadi di daerah sepanjang batas lempeng? Jelaskan.
JAWAB :
Lempeng-lempeng tektonik (tectonic plates) berawal dari lapisan bumi yaitu Lapisan
litosfer (kerak bumi dan mantel bumi atas). Di bumi, terdapat tujuh lempeng utama dan
banyak lempeng-lempeng yang lebih kecil, yaitu : lempeng Eurasia, Australia, Pasifik,
Afrika, Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Antartika, serta banyak lempeng-lempeng
yang lebih kecil.
Lempeng-lempeng litosfer tersebut menumpang di atas astenosfer (lapisan bumi yang
berbentuk padat tetapi bisa mengair seperti cairan). Mereka bergerak relatif satu dengan yang
lainnya di batas-batas lempeng, baik divergen (menjauh), konvergen (bertumbukan), ataupun
transform (menyamping). Karena pergerakan-pergerakan tersebut, maka terjadilah peristiwa
gempa bumi, aktivitas vulkanik, pembentukan gunung, dan pembentukan palung samudera,
dan semuanya umumnya terjadi di daerah sepanjang batas lempeng. Pergerakan lateral
lempeng lazimnya berkecepatan 50-100 mm/a.
3. Benua-benua yang ada sekarang ini pada awalnya merupakan satu kesatuan yang dikenal
dengan Pangaea. Mengapa bisa menjadi bentuk yang seperti sekarang ini? Jelaskan!
JAWAB :
Berdasarkan Teori Apung Benua (Continental Drift) pada awal tahun 1912-an,
Alfred.L.Wegener seorang ahli klimatologi dan geofisika menerbitkan buku yang berjudul
The Origin of Continentand Oceans dalam buku tersebut ia mengajukan sebuah ide
tentang teori apung benua. Idenya berpusat pada benua-benua yang bergerak melintasi
permukaan bumi.
Menurut Wagener, benua terdiri atas batuan sial yang terapung pada batuan sima yang
lebih besar berat jenisnya. Benua-benua itu bergerak menuju katulistiwa. Dan kebagian barat.
Pada zaman karbon, kemungkinan besar hanya ada satu benua yaitu Pangaea. Lebih kurang
200 Juta tahun yang lalu, terbentuk daratan Gondwana dan Lauratia yang merupakan
pecahan dari pangaea, dan seterusnya. Bersama teman-temannya, ia merngumpulkan bukti
atas teorinya, diantaranya adalah adanya kesesuaian antara amerika selatan dan afrika, baik
dari segi paleoklimatik, fosil, maupun struktur batuan yang kesemuanya menunjukkan bahwa
kedua benua tersebut pernah menjadi satu.
4. Jelaskan terjadinya gempa bumi yang bisa merusakkan bagunan yang ada di permukaan
bumi?
JAWAB :
Gempa bumi peristiwa bergetarnya bumi yang ditimbulkan oleh penyebaran energi dalam
bentuk gelombang pada lapisan kerak bumi. Gelombang ini menjalar menjauhi pusat
gempa ke segala arah di dalam bumi. Ketika gelombang ini mencapai permukaan bumi,
getarannya bisa merusak atau tidak tergantung pada kekuatan sumber dan kedalaman
gempa, disamping itu juga mutu bangunan dan mutu tanah dimana bangunan berdiri.