Anda di halaman 1dari 15

Penelitian dan Pengembangan Pembuatan

Alat Utama Sistem Senjata Di Bidang Teknik Mesin

A. PENDAHULUAN

Indonesia sebagai negara kepulauan di dunia yang amat luas dengan ± 13.662
pulau, memiliki masalah teritorial yang sifatnya spesifik, sehingga memerlukan
penanganan yang juga sifatnya spesifik. Berbagai faktor yang terindikasi berpengaruh
terhadap kekhasan masalah teritorial Indonesia tersebut, diantaranya adalah faktor
geografi, demografi, sosial, ekonomi dan politik masyarakat Indonesia. Secara
geografi, Indonesia terletak diantara posisi silang strategik dua benua Asia dan
Australia yang dihuni oleh bangsa-bangsa dengan karakteristiknya masing-masing,
demikian juga Indonesia berada di antara dua samudra (Samudra Pasifik dan Samudra
Hindia) yang menjadi jalur lintas penghubung berbagai negara di dunia. Hal ini tentu
akan berpengaruh terhadap masalah dan penanganan teritorial laut, darat dan udara di
Indonesia.

Untuk itulah maka masalah teritorial dan penanganannya di Indonesia


membutuhkan sesuatu pendekatan yang spesifik melalui suatu prosedur geostrategi
yang baik yang mana menitikberatkan pada penyusunan potensi pertahanan dan
keamanan (Hankam), agar diperoleh pembinaan wilayah yang dapat menciptakan
ketahanan nasional yang maksimal dan keamanan bangsa.

Geostrategis Indonesia pada dasarnya adalah strategi nasional bangsa


Indonesia dalam memanfatkan wilayah Negara kesatuan RI sebagai ruang hidup
nasional guna merancang arahan tentang kebijakan, saran dan sasaran pembangunan
untuk mencapai kepentingan dan tujuan nasional, mewujudkan cita-cita proklamasi
sebagaimana yang diamanatkan dalam pembukaan dan UUD 1945. Ini diperlukan
untuk mewujudkan dan mempertahankan integrasi bangsa dalam masyarakst
majemuk dan heterogen berdasarkan Pembukaan dan UUD 1945.
Geostrategi Indonesia dirumuskan dalam wujud Ketahanan Nasional.
Ketahanan Nasional merupakan kondisi dinamik suatu bangsa yang berisi keuletan
dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional,
di dalam menghadapi dan mengatasi segala ancaman baik yang datang dari luar
maupun dari dalam, yang langsung maupun tidak langsug membahayakan integritas,
identitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mengejar tujuan
nasional.

Pada saat ini, kita menyadari bahwa geostrategi yang dirumuskan dalam
bentuk ketahanan nasional Indonesia, untuk mewujudkan integritas Negara kesatuan
Republik Indonesia ( NKRI) sedang mengalami kemerosotan yang sangat parah, yang
dapat membahayakan eksistensi bangsa dan negara kesatuan negara Indonesia. Oleh
karena itu, upaya untuk meningkatkan kembali geostrategi nasional Indonesia adalah
menjadi kewajiban bukan hanya TNI saja sebagai ujung tombak pertahanan tetapi
juga segenap anak bangsa Indonesia, khusunya generasi penerus untuk meningkatkan
komitmen terhadap kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia dalam wadah NKRI.

B. PERMASALAHAN

Eksistensi NKRI yang sangat luas secara geografis merupakan Negara


Kepulauan terbesar di dunia, memerlukan sarana pertahanan (Ranahan) yang
disamping cukup jumlah atau kuantitasnya juga harus memadai secara kualitas. Kita
ketahui bersama bahwa saat ini Ranahan yang dimiliki TNI di ketiga Angkatan
jumlahnya sangat terbatas, berasal dari berbagai negara dan usianya rata-rata sudah
tua. Di satu sisi pada program Pembangunan Nasional, pembangunan Pertahanan
bukan merupakan prioritas utama, di sisi lain juga adanya keterbatasan anggaran yang
dialokasikan ke Departemen Pertahanan. Untuk memecahkan permasalahan ini
Kemandirian Sarana Pertahanan yang sudah jadi tekad Pemerintah perlu diwujudkan
secara nyata.
Masalah terbesar saat ini yang masih dihadapi TNI sebagai kekuatan utama
kemampuan pertahanan adalah jumlah peralatan pertahanan terutama alat utama
sistem persenjataan (alutsista) yang sangat terbatas dan kondisi peralatan pertahanan
yang secara rata-rata tidak sesuai lagi dengan perkembangan teknologi. Alutsista TNI
AD masih jauh dari kondisi ketercukupan. Saat ini kemampuan pertahanan TNI AD
antara lain bertumpu pada kendaraan tempur (Ranpur) berbagai jenis dengan kondisi
siap hanya sekitar 60 persen dan pesawat terbang dengan kondisi siap hanya sekitar
50 persen. Kebutuhan alat komunikasi yang merupakan pendukung utama
kemampuan pertahanan TNI AD juga belum dapat terpenuhi dan masih
mempergunakan teknologi yang rawan penyadapan.

Untuk mewujudkan kemandirian sarana pertahanan seperti tersebut di atas,


perlu peran serta berbagai pihak dan diperlukan waktu dan pentahapan yang jelas dan
rinci. Berbagai pihak disini dimaksudkan adalah Bappenas, Departemen Keuangan
yang membidangi Perencanaan dan penyediaan anggaran. Departemen Pertahanan
yang menjembatani kepentingan TNI, Departemen Perindustrian yang merupakan
pembina teknis seluruh Industri dan terutama Industri-industri yang mampu atau
berpotensi memproduksi Ranahan/Alutsista yang selanjutnya disebut Indhan (
industri pertahanan ) melalui kerja sama dengan Teknik mesin dalam hal penelitian.

Tidak dapat dipungkiri, ketahanan militer akan semakin baik seiring dengan
semakin canggihnya sistem dan persenjataannya. Disinilah peran di bidang teknik
mesin dibutuhkan, terutama mahasiswa teknik mesin. Seorang ahli teknik mesin
(engineer) yang handal dalam pengembangan dan perawatan sistem pertahanan
negara akan sangat dibutuhkan demi ketahanan militer yang baik. Diharapkan dapat
berpartisipasi dalam menciptakan dan mengembangkan alat utama system senjata
agar dapat membantu kinerja TNI menjadi lebih baik.

Di samping itu dibutuhkan kerja sama yang lebih baik lagi antara teknik mesin
dengan industri pertahanan. Tanpa adanya kerja sama yang baik maka penelitian yang
dilakukan hanya sia-sia. Sesuai arti Pembinaan Industri pertahanan maka arahnya
adalah agar dapat menghasilkan Alat utama system senjata dari hasil penelitian
bidang teknik mesin yang dapat memenuhi kebutuhan pertahanan. Dalam
pengelolaan dan pemberdayaan secara terpadu, pihak-pihak yang terkait dalam
Pembinaan Indhan adalah Lembaga Litbang, Perguruan Tinggi bidang teknik mesin,
Dephan/TNI serta dukungan komitmen Pemerintah dalam penggunaannya.

C. PEMBAHASAN

Orang terkadang selalu mengidentikan ketahanan itu dengan TNI, ABRI,


Polisi., mereka memang berkewajiban secara utuh dengan penuh kesadaran untuk
menjaga, membentengi keamanan dan kenyamanan segenap bangsa ini dari berbagi
ancaman baik yang datang dari dalam ataupun luar negeri, apapun resikonya. Namun
kewajiban menjaga itu bukan hanya ada ditangan-tangan mereka yang kami sebut-
sebut diatas. Melainkan kewajiban semua kalangan, mulai dari kalangan pekerja,
buruh, karyawan, rakyat sipil pemerintah, pengusaha, politikus, mahasiswa dll.
Sekarang ini kita banyak mendapatkan serangan yang telah terbukti ampuh
menghancurkan, contoh nyatanya adalah gerakan separatis.

Masalah terbesar yang masih dihadapi TNI sebagai kekuatan utama kemampuan
pertahanan adalah jumlah peralatan pertahanan terutama alat utama sistem
persenjataan (alutsista) yang sangat terbatas dan kondisi peralatan pertahanan yang
secara rata-rata tidak sesuai lagi dengan perkembangan teknologi.
Selain jumlah maupun kandungan teknologi yang masih memprihatinkan,
banyak Alutsista TNI yang sudah sangat tua dan sudah tidak Iayak lagi untuk
digunakan. Sebagian besar Alutsista TNI AD, TNI AL dan TNI AU bahkan berada
dalam kondisi kritis karena telah melampaui batas usia pakai, sementara
penggantinya belum siap. kondisi kekuatan pertahanan Indonesia saat ini jauh di
bawah kebutuhan pokok, bahkan di bawah kekuatan pokok minimal sekalipun.,
pertahanan Indonesia mengalami ketertinggalan sekitar 25 tahun dari negara-negara
lain di sekitar Indonesia khususnya negara negara yang lebih maju. Ketertinggalan
tersebut terjadi pada Alutsista TNI yang masih menggunakan aset lama dan dalam
kondisi kritis dengan usia rata-rata diatas 25 tahun. Alutsista yang sudah tua
seharusnya sudah tidak digunakan lagi atau dihapus (disposal) namun terpaksa
masih dipertahankan karena proses penggantiannya berjalan sangat lambat. Di
samping itu, kebutuhan pemenuhan, pemeliharaan, pengoperasian, maupun suku
cadang Alutsista TNI masih bergantung pada negara-negara lain. Dan aspek
profesionalisme, kualitas sumber daya manusia dan tingkat kesejahteraan prajurit
belum memenuhi kebutuhan, sementara tuntutan tugas sangat kompleks.
Kondisi tersebut tidak saja berakibat terhadap kekuatan pertahanan yang
berada di bawah standar penangkalan bahkan berada di bawah kekuatan pokok
pertahanan minimal, tetapi juga berdampak terhadap kualitas profesionalisme TNI.
Sementara itu diperhadapkan dengan tantangan tugas pertahanan yang semakin
kompleks terutama bentangan wilayah Indonesia yang sangat luas, serta konfigurasi
wilayah Indonesia sebagai negara kepulauan yang terbuka dan dapat dimasuki dari
segala penjuru memiliki implikasi pertahanan negara yang sangat besar.

Perkembangan umat manusia menunjukkan peran ilmu pengetahuan dan


teknologi yang makin luas dan mendalam di setiap aspek kehidupan. Hal itu
disebabkan karena manusia makin mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan
teknologi. Juga dalam bidang militer hal itu terjadi. Penyusunan pertahanan Indonesia
tidak dapat mengabaikan segala perubahan itu apabila hendak berfungsi secara
efektif. Oleh sebab itu sudah jauh waktunya untuk memberikan perhatian lebih besar
kepada ilmu pengetahuan dan teknologi dalam penyusunan pertahanan. Itu tidak
berarti bahwa faktor manusia dikebelakangkan oleh sebab tetaplah manusia yang
menjadi pelaku utama dan faktor penentu keberhasilan pertahanan. Namun kalau
sebelum ini kita di Indonesia cenderung menjadikan teknologi faktor pinggiran, mulai
sekarang harus ada keseimbangan dalam mengembangkan kemampuan manusia dan
teknologi. Karena kita ingin sejauh mungkin mandiri maka diperlukan penelitian
yang mampu menghasilkan sistem senjata sesuai dengan teknologi yang ditetapkan.
Perlu kita sadari bahwa hal itu harus merupakan kegiatan bersama antara para pakar
teknologi mesin, pakar militer dan pakar industri pertahanan. Sebab itu perlu
dibentuk satu forum yang memungkinkan bertemunya tiga unsur itu untuk secara
teratur membicarakan berbagai hal yang menyangkut teknologi pada umumnya dan
teknologi pertahanan khususnya serta industri yang memproduksinya.

Untuk itu dalam melaksanakan ketahanan nasional diperlukan adanya peran dari
teknik mesin dalam bidang alat utama system senjata. Hal ini membutuhkan keahlian
dan riset lebih lanjut dari para insinyur teknik mesin dalam menciptakan teknologi-
teknologi dalam pembuatan alat utama sistem senjata. Karena sistem mekanis senjata
mempunyai hubungan erat dengan apa yang dipelajari di bidang teknik mesin. Teknik
mesin merupakan ilmu yang mempelajari energi dan sumber energinya. Hal-hal yang
dipelajari dalam teknik mesin banyak berurusan dengan penggerak-penggerak awal,
seperti turbin uap, motor bakar, mesin-mesin perkakas, pompa dan kompresor,
pendingin dan pemanas, dan alat-alat kimia tertentu. Dalam hal penggerak-penggerak
awal ini, teknik mesin mengajarkan cara penggunaan yang efisien dan ekonomis. Hal
lain yang dipelajari dalam teknik mesin adalah sifat fisis dan fenomena yang terjadi
pada suatu bahan. Hal ini termasuk sifat bahan senjata dalam menyangga tarikan,
tekanan, momen, atau puntiran. Sifat bahan senjata penting untuk dipelajari
dikarenakan dalam mendesain suatu senjata, kita harus menentukan dulu kegunaan
dari senjata tersebut dan gaya-gaya apa saja yang akan diperlakukan pada senjata
tersebut. Dalam teknik mesin juga diajarkan untuk mengubah sifat fisis suatu bahan
jika didapati tidak ada bahan yang memenuhi persyaratan, yaitu dengan perlakuan
panas ataupun penambangan unsur-unsur tertentu di dalam bahan yang tersedia di
alam.

Saat ini pemerintah kita dalam memenuhi kebutuhan pertahannannya sebagian


besar masih membeli, padahal devisa kita sangat terbatas. Bahkan hanya untuk
memelihara pun, sebagian masih menggantungkan pada luar negeri. Seharusnya
Negara tidak hanya tergantung dengan membeli senjata dari Negara luar tetapi
harusnya mendukung para insinyur mesin dalam membantu ketahanan Negara
indonesia dalam hal persenjataan dan kendaran tempur. Sebenrnya Indonesia mampu
membuat alutsista sendiri dan hasilnya pun tak kalah dengan negara lain. Hanya saja
koordinasinya harus lebih diperbaiki. Insinyur teknik mesin mempunyai peran yang
cukup penting di dalam pengembangan alutsista seperti senjata-senjata dan kendaraan
tempur yang digunakan untuk TNI. Mulai dari pengembangan material yang
digunakan dalam pembuatan senjata, pengolahan dan pembuatannya.

Oleh karena itu berdasarkan Tri Dharma Perguruan Tinggi , di bidang


penelitian dan pengembangan, teknil mesin merasa harus ditantang pada situasi ini.
Teknik mesin dapat bekerja sama dengan badan penelitian dan Pengenbangan (
Balitbang ) Departemen pertahanan, maupun pihak industri pertahanan yang sesntiasa
mensuplai kebutuhan departemen pertahanan misalnya munisi, dan beberapa jenis
senjata. Kalau saja kita bisa melakukan pemeliharaan sendiri alat sista kita , maka hal
itu sudah sangat berarti, apalagi kalau kita mampu mengadakan sendiri.

Seorang insinyur mesin dapat bekerja dalam hal desain dan pengembangan,
pengujian, proses produksi, atau perawatan alat utama sistem senjata. Insinyur yang
bekerja di pabrik, memiliki peran mengawasi proses produksi, menentukan penyebab
kerusakan alat, dan menguji produk untuk menjaga kualitas. Selain itu, seorang
insinyur juga memperkirakan waktu dan biaya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan
suatu proyek. Dalam bidang penjualan, seseorang dengan latar belakang insinyur
bertugas membantu perencanaan, instalasi, dan penggunaan produk.

Teknik mesin dapat melakukan penelitian dalam pembuatan senjata untuk


mengembangkan persenjataan dalam negeri sehingga negeri ini tidak ketinggalan
dalam hal persenjataan. Berbagai upaya dapat di tempuh untuk melakukan itu karena
kini banyak kerja sama yang telah dijalin antara teknik mesin dengan industri
pertahanan. Aplikasi teknik mesin dapat dilakukan di dalam industri pertahanan
meliputi aspek material, komponen, pengolahan untuk membuat senjata.

Arah Pengembangan Senjata dan Munisi di bidang teknik mesin meliputi :


a. Senjata

1) Senjata ringan. Diarahkan pada pembuatan peluru tanpa kelongsong (pada


senapan ringan) yang memungkinkan mekanisme tembakan (kamar, peluncur,
penutup dan magasen) berada di bagian popor, sehingga senjata menjadi lebih
pendek, ringan dan praktis.
2) Senjata Armed. Menggunakan proyektil dengan munisi yang dapat
dikendalikan (guided munition) dengan menggunakan teknologi fuse
electronic.
3) Senjata Arhanud
a) Diarahkan pada peningkatan kemampuan meriam kal. 25-40 mm dengan
kecepatan tembak tinggi, daya tembak besar, perkenaan akurat, otomatis dan
manual dilengkapi dengan AKT, radar, elektro dan laser secara kompak.
b) Diarahkan pada pengembangan rudal jarak pendek dan jarak sedang ( 6 km)
dengan pengendalian aktif dan semi aktif (seperti : Rudal patriot, Hawk dan
Grom)
4) Senjata Kavaleri. Penggunaan teknologi Laser Range Finder, alat bidik
malam, stabilizer dan komputer untuk meningkatkan kemampuannya.

b. Munisi

1) Munisi Kaliber Kecil (MKK). Diarahkan pada pengembangan munisi tanpa


kelongsong (Caseless Cartridge)
2) Munisi Kaliber Besar (MKB). Diarahkan pada peningkatan kemampuan munisi
penghancur Ranpur lapis baja dengan :
a) Proyektil jenis HESH (High Explosive Squash Head) yang bekerja dengan
prinsip meledakkan bagian luar lapis baja dengan tujuan merontokkan
bagian dalam sebagai dampak gelombang rambat.
b) Proyektil Kinetic Energy (KE). Pemanfaatan energi kinetik pada isian
munisi menyebabkan gerak munisi berkecepatan sangat tinggi sehingga
dapat menembus baja. Munisi jenis ini terbuat dari bahan yang sangat keras,
seperti : APDS (Armour Piercing Discarting Sabot) dan APDSFS (Armour
Piercing Discarting Sabot Fin Stabilized)
c) Proyektil HEAT (High Explosive Anti Tank) peluru senjata anti tank
berdaya ledak tinggi.

Seperti Teknologi nano, teknologi dimana teknik mesin melakukan rekayasa


terhadap obyek yang diteliti berada pada kisaran nano meter (nm) atau 10-9 m. Dalam
penelitian ini akan memberikan gambaran rekayasa laras senjata dengan mengunakan
lapisan dalam bentuk struktur nano. Dengan membuat bahan logam dalam bentuk
struktur nano diharapkan lapisan laras senjata akan lebih padat, keras dan tidak
mudah menimbulkan keretakan. Karena bahan berstruktur nano mempunyai sifat
yang unik akibat adanya partikel atau serat ataupun butiran berukuran sangat kecil,
sehingga celah atau pori antara butiran satu dengan yang lain akan lebih rapat dan
padat yang berakibat pada perubahan sifat secara keseluruhan menjadi lebih baik.

Bahan laras senjata dibuat dari bahan yang mempunyai karakteristik tahan
korosi, panas dan gesek, hal ini disebabkan laras senjata, dalam operasi militer sering
kena air laut maupun air tawar dan digunakan terus menerus dalam waktu yang lama.
Laras senjata apabila digunakan secara terus menerus akan cepat panas dan apabila
material tersebut tidak tahan panas akan menyebabkan laras senjata menjadi
melengkung. Dan apabila laras senjata sudah melengkung maka senjata tersebut tidak
dapat digunakan. Apabila proyektil keluar dari laras senjata akan terjadi gesekan pada
laras tersebut dan apabila kualitas logam maupun cromnya kurang baik, maka laras
tersebut akan akan cepat aus. Keausan laras senjata akan mempengaruhi diameter
lubang laras senjata tersebut. Dan keausan lobang laras tersebut akan mempengaruhi
kecepatan , maupun gerakan proyektil laras tersebut. Apabila gerakan maupun
kecepatan proyektil tidak sesuai standar akan berpengaruh terhadap sasaran senjata
tersebut.
Logam sebagai bahan baku untuk pembuatan alat peralatan sangat besar
manfaatnya dalam menunjang aktifitas sehari-hari. Dari berbagai jenis logam, proses
pengolahan dan formulasi unsur yang terkandung di dalamnya akan menghasilkan
bahan dengan sifat yang berbeda-beda. Untuk mendapatkan bahan yang diinginkan,
perlu mencermati sifat-sifat yang terdapat pada logam dan spesifikasi alat peralatan
yang dikehendaki. Usaha memperkuat logam dengan heat treatment yang pertama
bertujuan memperluas butir dan yang kedua memperhalus butir dan yang kedua
memperhalus dan mendistribusikan butir-butir fase kedua
Serta pembuatan paduan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan dan
kekerasan senjata. Baja Paduan dapat dipisahkan menjadi tiga golongan, yaitu baja
konstruksi biasanya dipergunakan untuk bagian-bagian mesin dengan beban berat,
baja untuk alat-alat (dengan kekerasan yang tinggi) dan baja spesial, yaitu baja anti
karat dan baja tahan panas. Unsur-unsur paduan untuk baja dapat dibagi menjadi dua
golongan, yang pertama unsur-unsur yang membuat baja menjadi kuat dan ulet
dengan menguraikannya ke dalam ferrit (Ni, Mn, sedikit Cr dan Mo). Baja ini
terutama dipergunakan untuk baja konstruksi. Yang kedua yang bereaksi dengan
karbon dalam baja, membentuk karbide yang lebih keras dari cementite ( Cr, W, Mo,
V ) terutama dipergunakan bagi baja untuk alat-alat dan baja pembentuk.

Pada saat ini banyak sekali penelitian yang telah dilakukan bidang teknik mesin
agar dapat membuat senjata dengan teknologi tinggi dalam rangka untuk
meningkatkan kemampuan pertahanan nasional sehingga tidak kalah dengan negara
lain. Demikianlah peran teknik mesin dalam mengembangkan dan meneliti alat utama
sistem senjata agar dapat mengoptimalkan kerja TNI dalam melaksanakan ketahanan
nasional demi keutuhan negara indonesia, yang mana perannya memerlukan
dukungan dengan industri pertahanan.
Keberadaan industri dengan fasilitas yang memadai, sangat penting artinya di
dalam pengembangan penelitian pembuatan prototipe laras senjata. Karena Industri
pertahanan lah yang akan merealisasikan penelitian yang telah dilakukan teknik
mesin untuk membuat senjata canggih. Hal inilah yang menyebabkan dimanapun
industri hankam menjadi strategis dan memberikan ruang yang besar bagi negara
untuk melakukan intervensi. Sehingga setiap negara berusaha untuk mengembangkan
industri hankamnya sendiri agar mandiri. Ketergantungan yang tinggi pada pihak
asing terhadap peralatan dan produk hankam, selain menguras devisa juga akan
mengandung kerawanan bagi kedaulatan dan pertahanan negara yang bersangkutan.
merupakan hal yang niscaya dan merupakan kemestian. Ia menjadi penting karena
industri hankam menyediakan sumber alat utama system senjata.
Industri peralatan tempur yang dimiliki oleh Indonesia adalah PT. Pindad yang
telah banyak bekerja sama dengan teknik mesin di Indonesia. Perusahaan yang
berbentuk Persero itu, yang memproduksi senjata dan peralatan militer, merupakan
pemasok utama bagi TNI (Tentara Nasional Indonesia) dan kepolisian. PT Pindad
sudah mandiri dalam melakukan produksi senjata senapan serbu SS-1 (kaliber 5,56
mm x 45) yang semula merupakan produk lokal secara lisensi dari FN FNC produksi
FN Belgia. Semua komponen SS-1 berbagai varian sepenuhnya sudah diproduksi
oleh PT Pindad, sehingga suku cadangnya tak akan ada masalah lagi.Bahkan
dibandingkan dengan kebutuhan militer Indonesia yang mencapai lebih dari 800.000
pucuk SS-1 dari berbagai varian, sejauh ini produksi PT Pindad masih di bawah
500.000 pucuk. Ini berarti persero itu terus mendapat kepercayaan dan pesanan dari
pemerintah atas produksi SS-1, di mana hampir semua elemen militer Indonesia
sudah menggunakan untuk menggantikan berbagai produk senapan serbu generasi
lama. Ini belum termasuk pula produk terbaru, yaitu SS-2 yang sudah dipastikan
dipesan pemerintah untuk menggantikan sejumlah senapan FNC dan M-16A1.
Dengan semakin besarnya kepercayaan pemerintah menggunakan produk senjata
ringan buatan Pindad, maka senjata ringan buatan asing semakin terbatas jumlahnya
dan hanya digunakan untuk sejumlah kesatuan khusus.

Kerja sama dibidang penelitiaan antara jurusan teknik mesin dengan industri
pertahanan dianggap penting didalam pengembangan alutsista untuk kedepannya.
Sehingga apa yang telah dihasilkan dalam penelitian bidang teknik mesin dapat
dibuat secara nyata oleh industri pertahanan untuk dapat menciptakan senjata yang
canggih. Dengan didasarkan pada moral yang baik dan tujuan yang benar-benar
untuk melindungi NKRI, maka ketahanan militer yang kuat akan tercapai. Sehingga
Indonesia dapat terbebas dari ancaman dan gangguan dari pihak-pihak yang ingin
mengganggu ketentraman Republik Indonesia.
D. KESIMPULAN

Teknik mesin memiliki peran yang cukup besar didalam pelaksanaan


geostrategis nasional. Teknik mesin bisa berperan dalam hal penelitian dan
mengembangkan alutsista (alat utama sistem pertahanan) serta bekerja sama
dengan industri pertahanan untuk membuat senjata yang canggih, yang dalam hal
ini negara kita belum memadai agar dapat sejajar dengan teknologi senjata
negara lain, sehingga pihak lain yang masuk tidak dengan mudah mengganggu
keamanan wilayah teritorial kita ataupun mengambil kekayaan alam bangsa kita
sehingga negara tidak mengalami kerugian yang besar. Dengan memiliki alat
utama sistem senjata yang baik, kita bisa melindungi dan mengawasi wilayah
teritorial kita dari gangguan pihak-pihak asing. Selain itu, dengan alutsista yang
canggih dan modern, negara kita bisa memiliki peran yang lebih di dunia
internasional dalam bidang keamanan, dan kita tidak perlu takut dan merendah
terhadap dominasi negara-negara besar. Hal ini sebagaimana yang diamanatkan
oleh asas politik luar negeri kita, yaitu bebas dan aktif.

E. SARAN

1. Teknik mesin diharapkan melakukan penelitian secara terus menerus untuk


mengembangkan teknologi alat utama sistem senjata TNI

2. Teknik mesin diharapkan bekerja sama dengan industri pertahanan dalam


melakukan pembuatan senjata uji coba hasil penelitian agar dapat
menciptakan senjata yang canggih.

3. Negara seharusnya memperhatikan dan memberikan dukungan yang lebih


untuk pengembangan alat utama sistem senjata yang dilakukan secara
mandiri agar dapat meningkatkan ketahanan nasional.
F. REFERENSI

http://www.Wikipedia.com/

http://www.Google.com/

http://www.bappenas.go.id/get-file-server/node/149/

http://www.scribd.com/document_downloads/direct/16535950?extension=pdf&ft=12

http://elisa.ugm.ac.id/files/agushu/JlyBLNvn/GEOSTRATEGI.ppt

http://apadefinisinya.blogspot.com/2008/05/geopolitik-dan-geostrategi-
indonesia.html

http://www.dephan.go.id/pothan/Isi%20Geo.htm

http://yanel.wetpaint.com/page/Geostrategi

http://familyh2r3.blogspot.com/

http://www.pmiicamar.com/index.php?option=com_content&view=article&id=95:po
sisi-tawar-militer-dan-pertahanan-keamanan-indonesia-sebagai-negara-kepulauan-
dalam-geostrategi-dunia&catid=35:opini&Itemid=58

http://i-lib.ugm.ac.id/jurnal/download.php?dataId=2999

http://strahan.dephan.go.id/ditjakstra/Kebijakan%20Penyelenggaraan%20Pertahanan

http://infoindonesia.wordpress.com/2009/07/10/pt-pindad-bppt-dan-dephan-buat-
panser-sendiri/

http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/06/Masa-Depan-Pendidikan-
Teknik-Mesin.pdf
TUGAS MAKALAH KEWARGANEGARAAN

“ Penelitian dan Pengembangan Pembuatan

Alat Utama Sistem Senjata Di Bidang Teknik Mesin “

Di susun oleh :

Agus Purnomo Adi ( L2E008008 )

JURUSAN TEKNIK MESIN

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS DIPONEGORO