Anda di halaman 1dari 15

RMK SAP 2

1. ASPEK KEPERILAKUAN PADA AKUNTANSI


Seberapa canggih prosedur akuntansi yang ada, informasi yang dapat disediakan pada
dasarnya bukanlah tujuan akhir. Kesempurnaan teknis tidak pernah mampu mencegah orang
untuk mengetahui bahwa tujuan jasa akuntansi organisasi bukan sekedar teknik yang didasarkan
pada efektivitas dari segala prosedur akuntansi, melainkan bergantung pada bagaimana perilaku
orang-orang di dalam perusahaan, baik sebagai pemakai maupun pelaksana.
Menurut Schiff dan Lewin (1974) ada lima aspek penting dalam akuntansi keperilakuan,
yaitu:
a. Teori Organisasi dan Keperilakuan Manajerial
Teori organisasi modern mempunyai perhatian dalam menjelaskan perilaku
komponen entitas perusahaan sebagai dasar untuk memahami tindakan dan motif-
motif mereka. Teori organisasi modern memandang adanya interaksi antarelemen
organisasi untuk mendukung tujuan organisasi.
Secara lebih spesifik, teori organisasi modern berkonsentrasi pada perilaku
pengarahan tujuan organisasi, motivasi dan karakteristik penyelesaian masalah.
Tujuan organisasi dipandang sebagai hasil dari proses mempengaruhi dalam
organisasi, penentuan batas-batas dalam pengambilan keputusan dan peranan dari
pengendalian internal yang diciptakan oleh organisasi. Faktor-faktor lainnya adalah
kepuasan kerja dan komitmen organisasional. Namun demikian, hubungan antara
kepuasan kerja dan komitmen organisasional terkadang bersifat resiprokal, yaitu
hubungan yang bersifat timbal balik. Dalam suatu situasi dan kondisi tertentu
komitmen organisasional mempengaruhi kepuasan kerja dan pada situasi dan kondisi
yang berbeda kepuasan kerja mempengaruhi komitmen organisasional.
b. Penganggaran dan Perencanaan
Fokus dari area ini adalah formulasi tujuan organsiasi dan interaksi perilaku
individu. Beberapa dimensi penting dalam area ini adalah proses partisipasi
penganggaran, level kesulitan dalam pencapaian tujuan, level aspirasi dan adanya
konflik antara tujuan individual dengan tujuan organisasi. Keselarasan antara tujuan
individu dengan tujuan organisasi menjadi rerangka manajerial mengembangkan
organsasi. Dua isu penting dalam bidang penganggaran dan perencanaan
adalah organizational slack dan budgetary slack.
c. Pengambilan Keputusan

1
Fokus dalam bidang ini adalah teori-teori dan model-model tentang
pengambilan keputusan. Ada teori normatif, paradoks dan model deskriptif dalam
pengambilan keputusan. Teori normatif adalah bagaimana seharusnya orang
mengambil keputusan. Paradoks adalah sesuatu yang bertentangan dengan teori
normatif, sedangkan model deskriptif menjelaskan apa yang terjadi ketika orang
mengambil keputusan berdasarkan fakta-fakta empiris yang ada.
d. Pengendalian
Aspek pengendalian sangat penting dalam organisasi. Semakin besar
organisasi, memerlukan tindakan pengendalian yang semakin intensif. Pengendalian
selalu dihubungkan dengan pengukuran kinerja dan adaptasi individu terhadap
pengendalian. Dimensi penting dalam pengendalian adalah struktur organisasi,
pengendalian internal, desentralisasi-sentralisasi dan hubungan antara dan antar
hirarki administrasi. Perkembangan terbaru dalam pengendalian internal adalah
diakuinya lingkungan pengendalian sebagai salah satu kunci (key succes
factor) dalam mengendalikan operasional organisasi. Lingkungan pengendalian yang
tidak sehat seringkali menunjukkan adanya kelemahan dalam komponen
pengendalian intern yang lain. Lingkungan pengendalian merefleksikan sikap dan
kesadaran menyeluruh seluruh organisasi mengenai pentingnya pengendalian intern
organisasi.
e. Pelaporan Keuangan
Aspek keperilakuan dalam pelaporan keuangan meliputi perilaku perataan
laba dan keandalan informasi akuntani dan relevansi informasi akuntansi bagi
investor. Perataan laba adalah bagian dari manajemen laba yang disebabkan oleh
pihak manajemen mempunyai informasi privat untuk kepentingan dirinya.
Manajemen laba intinya adalah masalah keperilakuan, yaitu perilaku manajemen
yang mementingkan dirinya sendiri dalam suatu pola keagenan. Ruang lingkup
manajemen laba termasuk didalamnya adalah pemilihan metode akuntansi, estimasi,
klarifikasi dan format yang digunakan dalam pengungkapan bersifat wajib. Yang
perlu diperhatikan di sini adalah antara format/bentuk sama pentingnya dengan isi
yang disajikan/yang dilaporkan.
1.1 Akuntansi adalah Tentang Manusia
Berdasarkan pemikiran perilaku manusia dan faktor sosial secara jelas didesain
dalam aspek-aspek operasional utama dari seluruh akuntansi. Para akuntan secara

2
berkelanjutan membuat beberapa asumsi mengenai bagaimana mereka membuat orang
termotivasi, bagaimana mereka menginterpretasikan dan menggunakan informasi
akuntansi, bagaimana sistem akuntansi mereka sesuai dengan kenyataan manusia dan
memengaruhi organisasi.
Bagaimana pun juga harus diakui bahwa banyak sistem akuntansi di Indonesia
masih dihadapkam pada berbagai kesulitan manusia yang tidak terhitung, bahkan
penggunaan dan penerimaan seluruh sistem akuntansi terkadang dapat meragukan. Para
menajer terbiasa bebas untuk memenipulasi laporan sistem akuntansi.
Pertanggungjawaban dan pengambilan keputusan dilakukan atas dasar sudut pandang
hasil laporan mereka dan bukan atas kontribusi mereka. Prosedur dapat menjadi tujuan
akhir itu sendiri jika semata-mata dibandingkan dengan teknik organisasi yang luas.
Dengan menganalisis secara sistematis hubungan antara sistem akuntansi, bentuk
pengendalian, sikap manusia dan keputusan serta tingkat sosial dan perilaku, akuntan
dapat memusatkan perhatiannya keluar, sehingga hal tersebut dapat menjadi dasar bagi
mumculnya konflik dan pertentangan dari banyaknya permasalahan akuntansi, tetapi juga
tidak menyebabkan potensi organisasi dan akuntansi sosial itu sendiri diragukan.
1.2 Akuntansi adalah Tindakan
Dalam organisasi, semua anggotanya mempunyai peran yang harus dimaikan
dalam mencapai tujuan organisai. Keselarasan tujuan antara individu dan organisasi
diperlukan untuk mewujudkan terjadinya sinergi antara individu dan organisasi.
Keselarasan tersebut akan lebih ditunjukkan manakala individu memahami dan patuh
pada ketetapan-ketetapan yang ada di dalam anggaran. Pemahaman dan kepatuhan
tersebut dapat muncul sebagai sesuatun yang penting karena sebagian akuntan diyakini
berada pada aspek akuntansi, sehingga akuntansi dapat menjadi salah satu kunci penentu.
Lewat akuntansi, sebagai realisasi dalam anggaran dapat diwujudkan secara terus
menerus berdampak pada pola tindakan individu yang ada di dalam organisasi tersebut.

2. DIMENSI AKUNTANSI KEPERILAKUAN


2.1 Lingkup Akuntansi Keperilakuan
Akuntansi keperilakuan berada dibalik peran akuntansi tradisional yang berarti
mengumpulkan, mengukur, mencatat, dan melaporkan informasi keuangan. Dengan demikian,
dimensi akuntansi berkaitan dengan prilaku manusia dan juga dengan desain, konstruksi, serta
penggunaan suatu sistem informasi akuntansi yang efisien.

3
Secara umum lingkup dari akuntansi keperilakuan dapat dibagi menjadi tiga bidang
besar, yaitu :
1. Pengaruh prilaku manusia berdasarkan desain, kontruksi, dan penggunaan sistem
akuntansi. Bidang dari akuntansi keperilakuan ini mempunyai kaitan dengan sikap dan
filosofi manajemen yang memengaruhi sifat dasar pengendalian akuntansi yang
berfungsi dalam organisasi.
2. Pengaruh sistem akuntansi terhadap prilaku manusia. Bidang dari akuntansi
keperilakuan ini berkenan dengan bagaimana sistem akuntansi memengaruhi motivasi,
produktivitas, pengambilan keputusan, kepuasan kerja, serta kerja sama.
3. Metode untuk memprediksi dan strategi untuk mengubah prilaku manusia. Bidang
ketiga dari akuntansi keperilakuan ini mempunyai hubungan dengan cara sistem
akuntansi digunakan sehingga memengaruhi prilaku.
2.2 Akuntansi Keperilakuan : Perluasan Logis dari Peran Akuntansi Tradisional
Pengambilan keputusan dengan menggunakan laporan akuntansi akan dapat
menjadai lebih baik jika laporan tersebut banyak mengandung informasi yang relevan.
Akuntan mengakui adanya fakta ini melalui prinsip akuntansi yang dikenal dengan
pengungkapan penuh. Perinsip ini memerlukan penjelasan yang tidak hanya berfungsi
sebagai pengganti dan penambah informasi guna mendukung laporan data perusahaan,
tetapi juga sebagai laporan yang menjelaskan kritik terhadap kejadian-kejadian
nonkeuangan.
Bentuk lanjut dari gambaran ekonomi suatu perusahaan secara logis memerlukan
aplikasi dari prinsip pengungkapan penuh. Untuk itu, diperlukan suatu masukan
informasi keperilakuan guna melengkapi data keuangan dan data lain yang segera
dilaporkan. Sukar dapat dipahami jika dikatakan bahwa pengambil keputusan tidak
tertarik terhadap informasi tambahan yang relevan karena menggangap bahwa informasi
tersebut tidak memiliki nilai tambahan.
Beberapa ahli membantah pernyataan bahwa informasi pada dimensi prilaku
organisasi adalah tidak berguna bagi pengambil keputusan internal dan eksternal.
Kekuatan para akuntan telah diakui bahwa mereka memiliki pengalaman selama berabad-
abad, dimana mereka telah menjadi terbiasa dengan keputusan informasi dari pemakai
eksternal dan para manajer internal, proses kebutuhan bisnis yang dibuat, dan berbagi
data keuangan yang dilaporkan yang terkait dengan berbagai jenis situasi keputusan.

3. LINGKUP DAN SASARAN HASIL ILMU KEPERILAKUAN

4
Istilah ilmu keperilakuan adalah penemuan yang relative baru. Konsep tersebut begitu
luasnya sehingga lebih baik lingkup dan isinya digambarkan dari awal. Ilmu keperilakuan
mencakup bidang riset manapun yang mempelajari, baik melalui metode eksperimen maupun
observasi, perilaku dari manusia dalam lingkungan fisik maupun sosial. Tujuan dari ilmu
keperilakuan adalah untuk memahami, menjelaskan dan memprediksi sekelompok fenomena
yaitu, kebiasaan yang mendasari dalam perilaku manusia. Dengan demikian ilmu keperilakuan
mecerminkan observasi sistematis dari perilaku manusia dengan tujan untuk mengkonfirmasi
hipotesis tertentu secara ekperimental melalui referensi terhadap perubahan perilaku yang dapat
diobservasi.

4. LINGKUP DAN SASARAN HASIL AKUNTANSI KEPERILAKUAN


Pada masa lalu, para akuntan semata-mata fokus pada pengukuran pendapatan dan biaya
dan mempelajari pencapaian kinerja perusahaan di masa lalu guna memprediksikan masa depan.
Mereka mengabaikan fakta bahwa kinerja masa lalu adalah hasil masa lalu dari perilaku manusia
dan kinerja masa lalu itu sendiri merupakan suatu faktor yang akan mempengaruhi perilaku di
masa depan. Mereka melewatkan fakta bahwa arti pengendalian secara penuh dari suatu
organisasi harus diawali dengan memotivasi dan mengendalikan perilaku, tujuan, seta cita-cita
individu yang saling berhubungan dalam organisasi. Para akuntan keperilakuan memusatkan
perhatian mereka pada hubungan antara perilaku dan sistem akuntansi. Mereka menyadari proses
akuntansi melibatkan ringkasan dari sejumlah kejadian ekonomi makro yang dihasilkan dari
perilaku manusia dan akuntansi itu sendiri, seta dari beberapa faktor yang dapat mempengaruhi
perilaku, yang pada gilirannya secara bersama-sama akan menentukan semua keberhasilan
peristiwa ekonomi.
Para akuntan keperilakuan melihat kenyataan bahwa perusahaan yang melakukan
penjualan terlebih dahulu mempertimbangkan perilaku juru tulis yang mencatat pesanan
pelanggan melalui telepon. Para juru tulis tersebut harus menyadari bahwa tujuan mereka
melakukan pekerjaan itu adalah kelangsungan hidup organisasi. Para akuntan keperilakuan juga
menyadari bahwa mereka bebas mendesain sistem informasi untuk mempengaruhi motivasi,
semangat dan produktivitas karyawan. Tanggung jawab mereka menjangkau ke luar
pengumpulan dan pengukuran data yang sederhana untuk mencakup persepsi dan penggunaan
laporan akuntansi oleh orang lain. Akuntan keperilakuan percaya bahwa tujuan utama laporan
akuntansi oleh orang lain. Akuntan keperilakuan percaya bahwa tujuan utama laporan akuntansi

5
adalah memengaruhi perilaku dalam rangka memotivasi dilakukannya tindakan yang diinginkan.
Sebagai contoh, keberhasilan suatu perusahaan dalam merundingkan kerja sama dengan
kelompok organisasi lainnnya, sangat ditentukan oleh apakah orang-orang di organisasi tersebut
berjalan kearah tujuan sama dengan perusahaan tersebut atau malah ke arah yang berlawanan
kondisi ini sangat mungkin terjadi karena bentuk dan isi dari laporan anggaran melemahkan
prouktivitas karyawan sehingga orang-orang pada akhirnya tidak dapat bekerja sama.

5. PERSAMAAN DAN PERBEDAAN ANTARA ILMU KEPERILAKUAN DENGAN


AKUNTANSI KEPERILAKUAN
Ilmu keperilakuan mempunyai kaitan dengan penjelasan dan prediksi keperilakuan
manusia. Akuntansi keperilakuan menghubungkan antara keperilakuan manusia dengan
akuntansi. Ilmu keperilakuan merupakan bagian dari ilmu sosial, sedangkan akuntansi
keperilakuan merupakan bagian dari ilmu akuntasi dan pengetahuan keperilakuan. Namun, ilmu
keperilakuan dan akuntansi keperilakuan sama-sama menggunakan prinsip sosiologi dan
psikologi untuk menilai dan memecahkan permasalahan organisasi.
Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, bahwa ilmu keprilakuan merupakan bagian dari
ilmu sosial, akuntansi keperilakuan merupakan bagian dari ilmu akuntansi dan pengetahuan
keprilakuan. Akuntansi keprilakuan diterapkan dengan praktis menggunakan riset ilmu
keprilakuan untuk menunjukkan dan memperediksi perilaku manusia.
Akuntansi keperilakuan (behavioral accounting) adalah cabang akuntansi yang
mempelajari hubungan antara perilaku manusia dengan sistem akuntansi (Siegel, G. et al., 1989),
istilah sistem akuntansi yang dimaksud di sini dalam arti yang luas yang meliputi keseluruhan
desain alat pengendalian manajemen yang meliputi sistem pengendalian, sistem penganggaran,
desain akuntansi pertanggung jawaban, desain organisasi seperti desentralisasi atau sentralisasi,
desain pengumpulan biaya, desain penilaian kinerja serta pelaporan keuangan.

6
RMK SAP 3

1. PENTINGNYA MANAJEMEN KEUANGAN


Manajemen keuangan bukan hanya berkutat seputar pencatatan akuntansi. Dia
merupakan bagian penting dari manajemen program dan tidak boleh dipandang sebagai suatu
aktivitas tersendiri yang menjadi bagian pekerjaan orang keuangan. Manajemen keuangan lebih
merupakan pemeliharaan suatu kendaraan, apabila kita tidak memberinya bahan bakar dan oli
yang bagus serta service teratur, maka kendaraan tersebut tidak akan berfungsi secara baik dan
efisien. Lebih parah lagi, kendaraan tersebut dapat dirusak ditengah jalan dan gagal untuk
mencapai tujuan yang ditetapkan.
Jadi, manajemen keuangan adalah aktivitas pemilik dan manajemen perusahaan untuk
memperoleh sumber modal yang semuah-murahnya dengan menggunakanya seefektif, seefisien,
dan seproduktif mungkin untuk menghasilkan laba. Seorang manajer keuangan dalam suatu
perusahaan harus mengetahui bagaimana mengelola segala unsur dan segi keuangan, hal ini

7
wajib dilakukan karena keuangan merupakan salah satu fungsi penting dalam mencapai tujuan
perusahaan.
Ada 3 kegiatan utama dalam manajemen keuangan,yaitu:
1. Mendapatkan Dana Perusahaan
Terdapat dua sumber utama pendanaan usaha, yaitu ekuitas dan utang. Ekuitas yaitu
pemilik mengiventasikan laba perusahaannya untuk ditempatkan dalam perusahaan guna
memperkecil resiko pengembalian dalam tingkat yang rendah. Sedangkan, Utang adalah
mengandung resiko, pemberi pinjaman pertama kali menarik laba dan harus dibayar
sekalipun perusahaan tidak ada laba atau dalam kondisi merugi.
2. Menggunakan Dana Perusahaan
Penggunaan dana adalah laporan perubahan yang disusun atas dasar dua neraca untuk dua
waktu. Laporan tersebut menggambarkan perubahan dari masing-masing elemen tersebut
yang mencerminkan adanya sumber atau penggunaan dana.
3. Membagi Keuntugan / Laba Perusahaan
Secara umum ada 2 macam cara dalam membagi laba perusahaan; yang pertama
pengusaha mengusahakan agar karyawan adalah orang yang digaji saja, sementara jika
ada keuntungan yang besar maka itu menjadi milik pengusaha. Yang kedua pengusaha
membagi keuntungan dengan karyawan, jadi jika keuntungan besar maka karyawan juga
mendapat bagian keuntungan.
Cara pertama memang kelihatan logis, karena dengan mendapat keuntungan yang besar
tanpa berbagi dengan karyawan, maka pengusaha memliki kuntungan besar. Akan tetapi
dalam prakteknya cara kedua malah lebih efektif. Dengan berbagi keuntungan dengan
karyawan maka karywan akan lebih merasa memiliki bisnis. Sehingga karyawan akan
bekerja dengan setulus hati dan sepenuh jiwa. Dengan begitu kecenderungan kita
mengotrol karyawan akan lebih mudah. Sehingga kedepannya akan lebih memberikan
dampak yang lebih mengutungkan terhadap perusahaan

Manajemen keuangan merupakan manajemen terhadap fungsi-fungsi keuangan. Fungsi-


fungsi keuangan tersebut meliputi bagaimana memperoleh dana (raising of fund) dan bagaimana
menggunakan dana tersebut (allocation of fund). Manajer keuangan berkepentingan dengan
penentuan jumlah aktiva yang layak dari investasi pada berbagai aktiva dan memilih sumber-

8
sumber dana untuk membelanjakan aktiva tersebut. Kegiatan penting lain yang harus dilakukan
manajer keuangan menyangkut empat aspek:
Perencanaan dan Prakiraan , di mana manajer keuanagan harus bekerja sama dengan para
manajer yang ikut bertanggung jawab atas perencanaan umum perusahaan
Manajer keuangan harus memusatkan perhatian pada berbagai keputusan investasi dan
pembiayaannya, serta segala hal yang berkaitan dengannya
Manajer keuangan harus bekerja sama dengan para manajer lain diperusahaan agar
perusahaan dapat beroperasi seefisien mungkin.
Menyangkut penggunaan pasar uang dan pasar modal.
Salah satu kepentingan di dalam manajemen yang merencanakan, melaksanakan dan
mengendalikan pemanfaatan sumber daya keuangan dalam kegiatan entitas secara efisien dan
efektif, dalam kerjasama secara terpadu dengan fungsi-fungsi lainnya seperti riset dan penelitian,
produksi, pemasaran dan sumberdaya manusia. Dalam menjalankan fungsinya, tugas manajer
keuangan berkaitan langsung dengan keputusan pokok perusahaan dan berpengaruh terhadap
nilai perusahaan.
Fungsi Manajemen Keuangan Keuangan diataranya adalah :
Manajemen keuangan menyangkut kegiatan perencanaan, analisis, dan pengendalian
kegiatan keuangan. Dengan demikian dalam perusahaan, kegiatan tersebut tidak terbatas
pada "Bagian Keuangan".
Manajer keuangan perlu memperoleh dana dari pasar keuangan atau financial market.
Dana yang diperoleh kemudian diinvestasikan pada berbagai aktiva perusahaan, untuk
mendanai kegiatan perusahaan. Kalau kegiatan memperoleh dana berarti perusahaan
menerbitkan aktiva finansial, maka kegiatan menanamkan dana membuat perusahaan
memiliki aktiva riil.
Dari kegiatan menanamkan dana (disebut investasi), perusahaan mengharapkan akan
memperoleh hasil yang lebih besar dari pengorbanannya. Dengan kata lain, diharapkan
memperoleh "laba". Laba yang diperoleh perlu diputuskan untuk dikembalikan ke
pemilik dana (pasar keuangan), atau diinvestasikan kembali ke perusahaan.
Dengan demikian "Manajer Keuangan" perlu mengambil keputusan tentang:
Penggunaan dana
Memperoleh dana
Pembagian laba.
Walaupun penelitian antar organisasi bervariasi, fungsi keuangan yang utama adalah
dalam hal keputusan investasi, perhitungan biaya dan dividen untuk suatu organisasi. Fungsi-

9
fungsi lain yang sama ini harus dilaksanakan baik di perusahaan bisnis, badan pemerintah
maupun organisasi-organisasi nirlaba. Tujuan manajer keuangan adalah membuat rencana guna
memperoleh dan menggunakan dana, serta memaksimalkan nilai organisasi.

2. DEFINISI PENGENDALIAN KEUANGAN


a. Umpan Balik Mekanikal vs Respon Perilaku
Definisi pengendalian telah didasarkan pada konsep kepercayaan dan
kemungkinan. Para manajer membutuhkan suatu keyakinan tentang cara dunia mereka
bekerja dan dampak-dampak yang mereka harapkan dari suatu inisiatif dipilih.
Bagaimanapun, para manajer secara khusus memiliki peluang untuk dapat mendeteksi
hasil-hasil keperilakuan.

b. Perluasan Konsep-konsep Tradisional


Konsep-konsep pengendalian tradisional dalam akuntansi sering kali berarti
bahwa hasil dari informasi akuntansi adalah langkah akhir dari peran akuntan. Dalam
pendekatan perilaku, menghasilkan informasi bukanlah akhir dari keterlibatan akuntan,
sehingga informasi dapat dipandang sebagai suatu intermediasi dari langkah akhir. Tujuan
pengendalian didasari oleh keinginan untuk memilih suatu inisiatif yang akan mengubah
kemungkinan pencapaian hasil keperilakuan yang diharapkan.

3. PENGENDALIAN TERPADU
Untuk bisa menjadi pengendalian yang terpadu, suatu sistem pengendalian seharusnya
mencakup aktivitas perencanaan, operasional dan fungsi umpan balik. Terdapat empat proses
administratif dan implementasi pengendalian, yaitu:
a. Perencanaan
Aspek terpenting dalam penetapan tujuan perusahaan adalah dasar dari organisasi
dan komunikasi, agar proses perencanaan berjalan dengan baik. Hal ini dapat menjadi
kunci pengendalian yang efektif, karena suatu perencanaan yang terlalu teknis atau terlalu
logis dapat menimbulkan suatu kerusakan pada pengendalian bagi mereka yang kurang
waspada, karena tidak ada perhatian yang utuh pada implementasi rencana.
b. Operasi

10
Pengendalian operasi merupakan suatu proses perantara dan proses perbaikan
terhadap aktivitas-aktivitas operasi selama proses implementasi atas rencana manajemen.
Contoh pengendalian terhadap pengorganisasian sub-sistem meliputi aplikasi pembelian
dan persediaan, penghitungan biaya standar dan sub-sistem rumah tangga, seperti
administrasi penggajian dan manajemen kredit.
c. Umpan Balik
Umpan balik dalam organisasi berasal dari sumber formal dan informal yang
disusun dari komunikasi non-verbal. Proses umpan balik dalam sub-sistem pengendalian
keuangan jarang dipahami, seperti memahami aplikasi mekanis yang melibatkan sistem
tertutup dengan menemukan hubungan sebab-akibat. Dalam aplikasi manajemen,
keberadaan faktor manusia dan kompleksitas dari motivasi manusia terkadang
mendukung pernyataan bahwa hubungan antara umpan balik dan tindakan-tindakan
berikutnya masih diwarnai dengan ketidakpastian.
d. Interaksi Pengendalian
Ketiga aspek administratif di atas sangat didukung oleh rancangan pengendalian
terpadu. Saling keterkaitan diantara ketiga subsistem pengendalian juga memegang
peranan yang penting atas hasil yang kurang memuaskan. Logikanya, perencanaan lebih
dahulu ada dibandingkan dengan operasi dan ukuran umpan balik berasal dari rencana-
rencana operasi serta tujuan yang ditetapkan. Namun, hal yang berbeda dapat terjadi
antara perencanaan dan umpan balik. Proses perencanaan dapat dipengaruhi secara
mendalam oleh dampak-dampak umpan balik. Tujuan perencanaan yang berlawanan
tidak akan menjadi penting untuk dijadikan prioritas karena sasaran rencana menekankan
pada ukuran umpan balik yang telah ditentukan sebelumnya.

4. FAKTOR-FAKTOR KONTEKSTUAL
Proses dalam mengidentifikasikan faktor-faktor kontekstual yang penting merupakan
subjek tertinggi dan sangat temporer, seperti apakah pendapat seseorang manajer lebih penting
dibandingkan dengan pendapat manajer lain? Semua daftar dari faktor-faktor kontekstual kritis
merupakan subjek untuk melakukan perbaikan secara keseluruhan. Berikut faktor-faktor
kontekstual, yaitu:
a. Ukuran

11
Ukuran dapat dipandang sebagai suatu peluang dan hambatan. Ukuran dipandang
sebagai peluang jika berfungsi sebagai pemberi manfaat ekonomi dan bukan sebagai
strategi pengendalian. Ukuran dapat menjadi hambatan jika pertumbuhan ekonomi
menyebabkan terjadinya eliminasi terhadap strategi pengendalian.

b. Stabilitas Lingkungan
Desain pengendalian dalam lingkungan yang stabil dapat berbeda dari desain
pengendalian dalam lingkungan yang selalu berubah. Derajat stabilitas lingkungan dapat
ditingkatkan dengan memilih alat yang tepat terhadap perubahan lingkungan, seperti
pengenalan sejumlah produk baru, tindakan-tindakan pesaing yang melakukan metode
produksi yang lebih baik atau efisien, atau inisiatif pihak mengambil keputusan yang
memngaruhi unit-unit kerja.
c. Motif Keuntungan
Keberadaan dari motif keuntungan tentunya bukanlah penghalang untuk
menggunakan ukuran-ukuran penilaian akuntansi terhadap produktivitas. Pada sisi lain,
jelas bahwa sistem pengendalian yang didasarkan pada motif dan ukuran profitabilitas
sering kali tidak dapat diterjemahkan secara langsung pada konteks nirlaba (non-profit).
d. Faktor-faktor Proses
Proses yang sederhana adalah salah satu yang dapat dikarakteristikkan dengan
memahami hubungan sebab-akibat secara baik. Suatu proses yang kompleks melibatkan
berbagai hubungan yang tidak dapat dipahami dengan baik. Suatu faktor proses penting
dalam pengendalian biaya-biaya yang tidak dapat dihindari dan biaya-biaya untuk
melakukan rekayasa adalah biaya variabel.

5. PERTIMBANGAN-PERTIMBANGAN RANCANGAN
a. Antisipasi terhadap Konsekuensi Logis
Merupakan komponen-komponen inti dalam mendesain pengendalian.
Merupakan hal yang penting bagi seorang manajer keuangan yang terbiasa membuat
pertimbangan berdasarkan apakah suatu hasil itu baik atau buruk. Pengendalian akan
berhubungan dengan hasil atau konsekuensi, baik yang tepat maupun tidak.
b. Relevansi dengan Teori Agensi
Teori agensi menyangkut persoalan biaya, dimana suatu pendelegasian dengan
asumsi keputusan-keputusan tertentu bersifat tidak jelas atau dipengaruhi secara bersama-
sama agar menjadi tidak nyata.
c. Pengelolaan Perubahan

12
Pengelolaan perubahan adalah sesuatu yang penting dalam menentukan
rancangan-rancangan pengendalian. Keberadaan pengendalian di dalam suatu perusahaan
mungkin telah berhenti fungsinya ketika terjadi perubahan, tetapi manajer biasanya
khawatir terhadap perubahan pengendalian walaupun hal tersebut memberikan peluang
yang lebih besar untuk mencapai tujuan dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan
untuk melakukan perubahan tersebut.
6. PENGENDALIAN DALAM ERA PEMBERDAYAAN
Dikebanyakan organisasi yang beroperasi dalam pasar yang sangat kompetitif, para
manajernya tidak dapat mengahabiskan seluruh waktu dan upayanya guna memastikan bahwa
semua orang melaksanakan permintaannya. Para manajer cenderung mengartikan pengendalian
secara sempit, seperti mengukur kemajuan terhadap rencana untuk menjamin pencapaian tujuan
yang telah ditentukan. Ada empat macam sistem pengendalian, yaitu:
a. Sistem Pengendalian Diagnostik
Banyak bisnis memanfaatkan sistem pengendalian ini untuk membantu manajer
mengetahui kemajuan individu, departemen, atau fasilitas produksi ke arah tujuan-tujuan
yang penting secara strategis. Manajer menggunakan sistem pengendalian ini untuk
memonitor tujuan dan profitabilitas serta memastikan kemajuan kea rah target, seperti
pertumbuhan laba dan pangsa pasar. Salah satu tujuan utama sistem pengendalian
diagnostik adalah bertujuan untuk menghilangkan beban manajer terhadap pengawasan
yang konstan. Sekali tujuan ditetapkan, penghargaan akan didasarkan pada tujuan
tersebut.
b. Sistem Kepercayaan
Umumnya, sistem ini bersifat singkat, sarat nilai dan organisasi menciptakan nilai,
upaya untuk mencapai tingkat kinerja organisasi dan cara seseorang diharapkan untuk
mengatur hubungan internal dan eksternal. Sistem ini dapat memotivasi individu untuk
mecari cara-cara baru dari nilai yang diciptakan. Sistem ini meningkatkan pengendalian
diagnostik guna memberikan pengendalian yang lebih besar kepada para manajer dewasa
ini.
c. Sistem Batasan
Sistem ini didasarkan pada prinsip manajemen yang sederhana namun mendasar,
yang dapat disebut sebagai kekuatan pemikiran negatif. Sistem ini tidaklah selalu jelas
bagi para manajer senior. Banyak aturan main ditetapkan setelah skandal publik atau

13
penyelididkan internal atas tindakan yang dipertanyakan. Sistem batasan dan sistem
kepercayaan yang digabungkan akan menciptakan ketegangan yang dinamis serta
kepercayaan yang hangat, positif dan inspirasional secara bersama-sama.

d. Sistem Pengendalian Interaktif


Sistem pengendalian interaktif merupakan sistem informasi formal yang
digunakan oleh para manajer untuk melibatkan diri secara terus menerus dan secara
personal dalam keputusan bawahan. Suatu sistem pengendalian dapat bersifat interaktif
jika ada perhatian dari seluruh pihak yang terlibat dalam perusahaan. Sistem
pengendalian interaktif memiliki empat karakteristik yang membedakannya dengan
sistem pengendalian diagnostik, yaitu:
Memfokuskan pada informasi yang berubah secara konstan dan diidentifisikan oleh
para manajer puncak sebagai informasi yang potensial bersifat strategis.
Informasi menuntuk perhatian rutin yang cukup signifikan dari para manajer operasi
diseluruh tingkatan organisasi.
Data yang dihasilakan dijabarkan dan didiskusikan dalam rapat langsung yang dihadiri
oleh para penyelia, bawahan dan rekan sejawat.
Debat hanya akan berlangsung mengenai data, asumsi dan tindakan perencanaan.
Sistem pengendalian interaktif ini dirancang untuk mengumpulkan informasi yang
mungkin dapat menantang visi masa depan.

DAFTAR PUSTAKA

14
Lubis, Arfan Ikhsan, 2011, Akuntansi Keperilakuan Edisi 2, Salemba Empat

http://www.masulum.net/2016/01/pentingnya-manajemen-keuangan-bagi.html

http://tell-you-about-everything.blogspot.co.id/2014/04/pengendalian-keuangan.html

http://fekool.blogspot.co.id/2014/03/pengendalian-keuangan.html

15