Tata Tertib MPM STKIP Setia Budhi
Tata Tertib MPM STKIP Setia Budhi
RENCANA KEPUTUSAN
MAJELIS PERMUSYAWARATAN MAHASISWA
Nomor . /MPM/STKIP-SB/ . /2012
TENTANG
TATA TERTIB MAJELIS PERMUSYAWARATAN MUSYAWARATAN MAHASISWA
KELUARGA BESAR MAHASISWA STKIP SETIA BUDHI RANGKASBITUNG
Bismillahirrahmanirrahim
Menimbang :
a. Bahwa yang memperkokoh persatuan dan kesatuan organisasi mahasiswa STKIP Setia
Budhi Rangkasbitung dalam mewujudkan kehidupan keorganisasian yang dinamis dan
harmonis demi terciptanya tujuan luhur AD/ART KBM STKIP Setia Budhi
Rangkasbitung.
b. Bahwa perlu adanya landasan hukum berupa aturan yang memuat pola kerja, pola
hubungan dan tata laksana dalam menyelengggarakan aktivitas organisasi mahasiswa
STKIP Setia Budhi Rangkasbitung.
Mengingat :
a. Anggaran Dasar Pasal
b. Anggaran Rumah Tangga ..
Memperhatikan :
Hasil-hasil pembahasan tentang Tata Tertib Majelis Permusyawaratan Mahasiswa KBM STKIP
Setia Budhi Rangkasbitung.
MEMUTUSKAN
Menetapkan :
TATA TERTIB MAJELIS PERMUSYAWARATAN MAHASISWA KELUARGA BESAR
MAHASISWA STKIP SETIA BUDHI RANGKASBTUNG.
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam peraturan ini yang maksud dengan :
1. KBM STKIP SB adalah Keluarga Besar Mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu
Pendidikan Setia Budhi Rangkasbitung.
2. MPM adalah Majelis Permusyawaratan sebagai lembaga kedaulatan tertinggi organisasi
kemahasiswaan di STKIP Setia Budhi Rangkasbitung.
3. BPM adalah Badan Perwakilan Mahasiswa sebagai lembaga legislatif mahasiswa STKIP
Setia Budhi Rangkasbitung.
4. BEM STKIP SB adalah Badan Eksekutif Mahasiswa sebagai Lembaga Eksekutif Mahasiswa
di STKIP Setia Budhi Rangkasbitung.
5. HIMA Prodi STKIP SB adalah Himpunan Mahasiswa Program Studi sebagai Lembaga
Eksekutif Mahasiswa di Program Studi di STKIP Setia Budhi Rangkasbitung.
6. Pengurus Kelas adalah pengurus kelas sebagai lembaga perwakilan mahasiswa dalam satu
kelas di STKIP setia Budhi Rangkasbitung.
7. UKM STKIP SB adalah Unit Kegiatan Mahasiswa sebagai Lembaga Teknis kegiatan
mahasiswaan di STKIP Setia Budhi Rangkasbitung.
8. Anggota MPM adalah Anggota Majelis Permusyawaratan Mahasiswa STKIP Setia Budhi
Rangkasbitung.
Musyawarah Keluarga Besar Mahasiswa STKIP Setia Budhi Rangkasbitung
BAB II
KEDUDUKAN, TUGAS WEWENANG, HAK DAN KEWAJIBAN MPM
Pasal 2
Kedudukan
Pasal 3
Tugas dan Wewenang MPM
Pasal 4
Hak dan Kewajiban MPM
BAB III
KEANGGOTAAN MPM
Pasal 5
Musyawarah Keluarga Besar Mahasiswa STKIP Setia Budhi Rangkasbitung
BAB IV
ALAT KELENGKAPAN MPM
Pasal 6
Pasal 7
Pimpinan MPM
1. Pimpinan MPM adalah alat kelengkapan MPM sebagai satu kesatuan yang bersifat kolektif.
2. Masa jabatan pimpinan MPM sama dengan keanggotaan MPM sebagai dimaksud pasal 5
ayat 1.
3. Pimpinan MPM terdiri dari seorang ketua dan sebanyak-banyaknya 4 (empat) orang wakil
ketua yang merupakan tiap-tiap angkatan dan perwakilan BPM.
4. Pimpinan MPM mempunyai tugas :
a. Memimpin sidang MPM sesuai ketentuan peraturan tata tertib serta menyimpulkan
persoalan yang dibicarakan dalam sidang.
b. Melaksanakan keputusan sidang MPM sepanjang menjadi kewajiban.
c. Mengadakan koordinasi terhadap tugas komisi.
d. Menerima dan menindak lanjuti laporan yang disampaikan wakil-wakil.
5. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat (4), pimpinan MPM dapat
menunjuk sekretaris sebagai kelengkapan organisasi KBM STKIP SB.
6. Apabila ketua MPM berhalangan, maka kewajibannya dilakukan oleh wakil ketua MPM
yang lain secara bergiliran.
Pasal 8
Pimpinan Sementara MPM
1. Selama pimpinan belum terbentuk, sidang-sidang MPM STKIP SB untuk sementara waktu
dipimpin oleh pimpinan sementara MPM, yaitu Ketua BPM atau Presiden Mahasiswa BEM
STKIP SB dan anggota sidang lainnya.
2. Apabila pimpinan sementara sebagaimana ayat (1) berhalangan, maka sebagai penggantinya
adalah anggota MPM yang tertua dan / atau yang termuda usianya diantara yang hadir.
Pasal 9
Cara Pengisian Jabatan Pimpinan MPM
Musyawarah Keluarga Besar Mahasiswa STKIP Setia Budhi Rangkasbitung
1. Pengisian jabatan pimpinan yang dihadiri oleh sekurang-kurangnya dua pertiga (2/3) dari
jumlah anggota MPM.
2. Apabila jumlah anggota MPM belum mencapai quorum sebagaimana dimaksud ayat (1),
pimpinan sidang dapat menunda sidang paling lama satu jam.
3. Apabila ketentuan sebagaimana dimaksud ayat (2) belum tercapai, sidang diundur paling
lama satu jam lagi dan selanjutnya pengisian jabatan pimpinan MPM tetap dilaksanakan.
4. Pengisian jabatan pimpinan MPM dilaksanakan melalui tahapan pencalonan dan penilihan.
5. Yang dapat ditetapkan menjadi ketua MPM STKIP SB adalah dengan syarat-syarat sebagai
berikut :
a. Bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
b. Hafal dan memahami nilai-nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi.
c. Bersedia dicalonkan menjadi pimpinan MPM.
d. Tidak terlibat tindak pidana.
e. Aktif sebagai mahasiswa STKIP SB dan akademik.
f. Telah mengikuti Pelatihan Kepemimpinan.
g. Minimal semester III, maksimal semester V.
6. Pencalonan pimpinan MPM adalah sebagai berikut :
a. Balon (Bakal Calon) pimpinan MPM STKIP SB diajukan oleh masing-masing angkatan
sebanyak satu orang tiap angkatan dan mendapatkan rekomendasi dari tiap-tiap HIMA.
b. Bakal Calon tersebut kemudian ditetapkan sebagai calon dengan keputusan MPM.
7. Pemilihan :
a. Pemilihan pimpinan MPM dilaksanakan secara demokratis, langsung, bebas, jujur dan
adil.
b. Pemilihan pimpinan hanya memilih ketua MPM.
c. Setiap anggota MPM dapat memberikan suaranya kepada satu orang dari semua calon
pimpinan yang ditetapkan oleh pimpinan sementara MPM.
d. Calon pimpinan MPM yang meraih suara terbanyak ditetapkan sebagai ketua MPM dan
yang lainnya ditetapkan sebagai wakil-wakil ketua MPM dengan keputusan MPM.
e. Apabila terdapat dua atau lebih calon terpilih memperoleh suara yang sama, maka
dilakukan pemilihan ulang terhadap suara yang sama tercapai ketua terpilih.
Pasal 10
Peresmian dan Pengambilan Sumpah / Janji Pimpinan MPM
1. Sebelum memangku jabatannya, pimpinan MPM diambil sumpah atau janji menurut agama
dan kepercayaan masing-masing oleh pimpinan sementara MPM.
2. Bunyi sumpah / janji sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal 10 adalah sebagai berikut :
Demi Allah (Tuhan) saya bersumpah / janji :
- Bahwa saya akan memenuhi kewajiban saya sebagai sebagai ketua / wakil Ketua Majelis
Permusyawaratan Mahasiswa STKIP SB dengan sebaik-baiknya,
- Bahwa saya akan menjunjung tinggi AD/ART KBM STKIP SB serta peraturan
perundang-undangan yang berlaku,
- Bahwa saya akan menegakkan kehidupan demokrasi.
3. Setelah pimpinan MPM diambil sumpah atau janji, maka pimpinan sementara MPM
menyerahkan jabatan kepada pimpinan MPM terpilih.
BAB V
PERSIDANGAN
Pasal 11
Musyawarah Keluarga Besar Mahasiswa STKIP Setia Budhi Rangkasbitung
1. Macam-macam persidangan MPM STKIP SB terdiri atas sidang umum dan sidang umum
istimewa.
2. Sidang umum dan sidang umum istimewa mempunyai kedudukan hukum yang sama.
3. Tata tertib sidang diputuskan dalam persidangan MPM STKIP SB.
4. Dalam sidang umum dan sidang istimewa terdiri dari sidang-sidang, yaitu :
a. Sidang Pleno
b. Sidang Komisi
Pasal 12
Sidang Umum
Pasal 13
Sidang Umum Istimewa
1. Sidang Umum Istimewa merupakan forum tertinggi dalam MPM STKIP SB sebagaimana
dimaksud dalam pasal 11 ayat (2).
2. Sidang Umum Istimewa dapat dilaksanakan apabila :
a. Presiden Mahasiswa terbukti melanggar AD/ART dan / atau GBPK MKBM STKIP SB
dan / atau ketentun MPM lainnya.
b. Diusulkan oleh sekurang-kurangnya setengah (1/2) + 1 anggota MPM STKIP SB.
3. Sidang Istimewa dianggap sah apabila dihadiri oleh minimalnya 2/3 anggota MPM dan BPM
STKIP SB.
Pasal 14
Sidang Pleno
Sidang pleno adalah sidang anggota MPM yang dipimpin oleh ketua dan wakil ketua dan
merupakan dalam melaksanakan wewenang dan tugas MPM.
Pasal 15
Tata Cara Sidang
1. Sebelum menghadiri sidang, setiap anggota MPM harus menandatangani daftar hadir.
2. Para undangan disediakan daftar hadir tersendiri.
3. Anggota MPM yang telah menandatangani daftar hadir apabila akan meninggalkan sidang,
memberitahukan terlebih dahulu kepada pimpinan sidang.
4. Setiap peserta sidang wajib mematuhi ketentuan yang berlaku selama mengikuti sidang.
5. Sidang dibuka oleh ketua sidang apabila quorum telah tercapai.
6. Apabila pada waktu yang telah ditetapkan untuk pembukaan sidang, jumlah anggota MPM
belum mencapai quorum, pimpinan sidang mengundurkan sidang paling lama satu jam.
Pasal 16
Tata Cara Pembicaraan
1. Untuk kelancaran jalannya sidang, pimpinan sidang dapat menetapkan babak pembicaraan,
dan poko pembicaraan agar menyebutkan nama serta asal utusan terlebih dahulu sebelum
pembicaraan mengenai suatu hal diutarakan.
Musyawarah Keluarga Besar Mahasiswa STKIP Setia Budhi Rangkasbitung
2. Bagi anggota MPM yang tidak menyebutkan namanya beserta asal utusan, tidak dapat
menggunakan hak bicara.
Pasal 17
1. Pimpinan sidang hanya berbicara selaku pimpinan sidang untuk menyelesaikan masalah
yang menjadi pokok pembicaraan dan menyimpulkan pembicaraan dalam sidang.
2. Apabila pimpinan sidang hendak berbicara selaku anggota sidang maka untuk sementara
pimpinan sidang diserahkan kepada anggota pimpinan sidang yang lain.
Pasal 18
Pasal 19
Pasal 20
Pasal 21
1. Apabila seorang pembicara dalam sidang menggunakan perkataan yang tidak sopan dan
melakukan perbuatan yang mengganggu jalannya sidang, maka pimpinan sidang
memberikan peringatan supaya pembicaraan menarik kembali perkataan yang tidak sopan
dan agar pembicara tertib kembali.
2. Pimpinan sidang memberikan kesempatan kepada pembicara untuk menarik kembali
perkataan yang tidak sopan dimaksud ayat 1 pasal ini.
Musyawarah Keluarga Besar Mahasiswa STKIP Setia Budhi Rangkasbitung
3. Apabila pembicara menggunakan kesempatan sebagaimana dimaksud ayat 2 pasal ini, maka
perkataan dimaksud ayat 1 pasal ini tidak dimuat dalam risal sidang.
Pasal 22
1. Apabila seorang pembicara tidak memenuhi peringatan pimpinan sidang dimaksud pasal 21
ayat (1) dan ayat (2) peraturan tata tertib ini atau mengulangi hal yang sama, maka pimpinan
sidang melarang pembicara melanjutkan pembicaraannya.
2. Apabila dipandang perlu, pimpinan sidang dengan persetujuan anggota sidang dapat
melarang dimaksud ayat (1) pasal ini, untuk menghadiri sidang-sidang yang membicarakan
hal yang sama.
Pasal 23
Apabila terjadi peristiwa dimaksud pasal 21 ayat (1) peraturan tata tertib ini dan pimpinan
sidang berpendapat bahwa sidang tidak dapat dilanjutkan, maka pimpinan sidang menunda
sidang paling lama dua puluh empat jam.
Pasal 24
1. Sebelum sidang ditutup, pimpinan sidang mengambil keputusan mengenai hasil pembicaraan
yang bersangkutan, dan apabila sidang tidak memerlukan suatu keputusan. Pimpinan sidang
mengusulkan bahwa pembicaraan telah selesai.
2. Apabila pembicaraan mengenai pokok permasalahan telah selesai, pimpinan sidang
mengusulkan agar sidang ditutup.
Pasal 25
Risalah dan Catatan Sidang
1. Untuk setiap sidang, dibuat risalah resmi yang ditanda tangani oleh Sekretaris MPM dan
diketahui pimpinan sidang.
2. Risalah merupakan catatan sidang secara lengkap memuat jalannya pembicaraan yang
dilengkapi mengenai :
a. Jenis dan sifat sidang
b. Hari dan Tanggal Sidang
c. Tempat sidang
d. Acara sidang
e. Waktu pembukaan dan penutupan sidang
f. Jumlah dan nama peserta sidang yang hadir dan keteranagan ketidak hadirannya
g. Undangan yang hadir
h. Proses tentang pengambilan keputusan
3. Setelah sidang selesai sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal ini, sekretaris MPM secepatnya
menyusun rancangan atau risalah sementara untuk segera dibagikan kepada peserta sidang
dan pihak yang bersangkutan.
4. Setiap peserta sidang dan pihak yang bersangkutan, diberikan kesempatan untuk
mengadakan koreksi terhadap rancangan risalah atau risalah sementara dan kemudian
disanpaikan kepada MPM.
5. Apabila terjadi perbedaan pendapat tentang isi risalah, keputusan diserahkan kepada
pimpinan sidang yang bersangkutan.
6. Setelah semua proses sebagaimana dimaksud ayat (4) dan ayat (5) pasal ini selesai, sekretaris
MPM segera menyusun risalah resmi untuk dibagikan kepada peserta sidang dan pihak yang
bersangkutan.
Musyawarah Keluarga Besar Mahasiswa STKIP Setia Budhi Rangkasbitung
Pasal 26
Perubahan Acara Sidang
1. Acara sidang dapat diubah atas usul sekurang-kurangnya 2/3 peserta sidang dan disampaikan
melalui pimpinan sidang.
2. Usul perubahan sebagaiman dimaksud ayat (1) pasal ini, baik berupa perubahan waktu atau
pokok pembicaraan maupun yang menghendaki supaya pokok pembicaraan baru
dimasukkan ke dalam acara sidang, disampaikan melalui pimpinan sidang.
Pasal 27
Undangan dan Peninjau Sidang
1. Undangan ialah mereka yang bukan peserta sidang yang hadir dalam sidang atau undangan
resmi dari panitia atau pimpinan sidang.
2. Peninjau adalah mereka yang hadir dalam sidang atas undangan panitia atau pimpinan
sidang.
3. Undangan dan peninjau disediakn tempat tersendiri.
4. Undangan dan peninjau wajib mentaati peraturan tata tertib dan ketentuan lain yang
ditetapkan oleh MPM.
5. Undangan dan peninjau sidang dapat berbicara dalam sidang atas persetujuan pimpinan
sidang.
BAB VI
PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Pasal 28
Tata Cara
1. Pengambilan keputusan sidang MPM pada dasarnya diusahakan sejauh mungkin dilakukan
dengan cara musyawarah dan mufakat.
2. Apabila usaha sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal telah diupayakan, tetapi tidak juga
tercapai kesepakatan, maka keputusan ditetapkan berdasarkan persetujuan suara terbanyak
(Vouting).
Pasal 29
Produk dan Proses Penetapan Keputusan
1. Produk MPM berbentuk keputusan dan ketetapan MPM STKIP SB Rangkasbitung.
2. Ketetapan MPM sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal ini ditetapkan melalui sidang pleno
sidang umum MPM.
BAB VII
PIMPINAN BADAN PERWAKILAN MAHASISWA
STKIP SETIA BUDHI RANGKASBITUNG
Pasal 30
Musyawarah Keluarga Besar Mahasiswa STKIP Setia Budhi Rangkasbitung
Pemilihan
Pasal 31
Persyaratan
Yang dapat ditetapkan menjadi pimpinan BPM adalah anggota BPM yaitu perwakilan kelas
dengan syarat-syarat :
a. Bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
b. Hafal dan memahami nilai-nilai Tri Dharma perguruan tinggi
c. Lulus kegiatan Poesaka KBM STKIP SB dan pernah mengikuti Pelatihan Kepemimpinan.
d. Bersedia dicalonkan menjadi pimpinan BPM.
e. Minimal semester III dan maksimal semester V
f. Tidak pernah terlibat tindak pidana
g. Tidak memiliki jabatan strategis organisasi Intern maupun Ekstern kampus yang berlainan
haluan dengan ideologi STKIP SB.
Pasal 32
Tahap Pencalonan
1. Bakal calon pimpinan BPM diajukan oleh masing-masing Himpunan Mahasiswa sebanyak 1
(satu) orang.
2. Setiap Himpunan Mahasiswa melakukan kegiatan penyaringan bakal calon sesuai dengan
syarat yang ditetapkan dalam pasal 31 peraturan tata tertib ini.
3. Setiap Himpunan Mahasiswa menetapkan bakal calon dan menyampaikannya kepada
pimpinan MPM.
Pasal 33
1. Pimpinan sidang meminta kepada bakal calon untuk menjelaskan visi dan misi serta rencana
kebijakan, apabila bakal calon dimaksud terpilih menjadi pimpinan BPM.
2. Peserta sidang dapat melakukan tanya jawab dengan para bakal calon.
3. Nama-nama bakal calon pimpinan BPM kemudian ditetapkan sebagai calon pimpinan BPM
Pasal 34
Tata Cara Pemilihan
1. Pemilihan calon pimpinan BPM dilaksanakan dalam sidang BPM tersendiri yang dihadiri
oleh masing-masing Himpunan Mahasiswa di STKIP SB Rankasbitung, sekurang-kurangnya
2
/3 dari jumlah HIMA yang ada
2. Apabila jumlah peserta sidang BPM belum mencapai quorum sebagaiman yang dimaksud
ayat (1) pimpinan sidang dapat menunda sidang paling lama satu jam.
3. Apabila ketentuan sebagaiman dimaksud ayat (2) belum tercapai, selanjutnya pemilihan
calon pimpinan BPM tetap dilaksanakan.
Pasal 35
Musyawarah Keluarga Besar Mahasiswa STKIP Setia Budhi Rangkasbitung
1. Pemilihan calon pimmpinan BPM dilaksanakan secara demokratis, langsung, bebas, jujur
dan adil.
2. Pemilihan pimpinan BPM hanya memilih Ketua BPM.
3. Setiap anggota BPM dapat memberikan suaranya kepada satu orang dari semua calon
pimpinan BPM yang telah ditetapkan oleh pimpinan sidang.
4. Calon pimpinan BPM yang meraih suara terbanyak ditetapkan sebagai ketua BPM
5. Apabila terdapat dua atau lebih calon terpilih memperoleh suara sama, maka dilakukan
pemilihan ulang terhadap jumlah yang sama sampai tercapai ketua terpilih.
Pasal 36
Peresmian dan Pengambilan Sumpah / Janji Pimpinan BPM
1. Sebelum memangku jabatannya, pimpinan BPM diambil sumpahnya atau janji menurut
agama atau kepercayaan masing-masing oleh pimpinan sidang.
2. Bunyi sumpah / janji sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal ini adalah sebagai berikut :
Demi Allah (Tuhan) saya bersumpah / janji :
- Bahwa saya akan memenuhi kewajiban saya sebagai ketua / wakil Ketua Presidium
Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) Keluarga Besar Mahasiswa STKIP SB dengan
sebaik-baiknya,
- Bahwa saya akan menjunjung tinggi AD dan ART KBM STKIP SB serta peraturan
perundang-undangan yang berlaku,
- Bahwa saya akan menegakkan kehidupan demokrasi.
BAB VIII
PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN MAHASISWA
STKIP SETIA BUDHI RANGKASBITUNG
Pasal 37
Pasal 38
Pemilihan Umum Presiden
Pasal 39
Persyarat Menjadi Calon Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa
Musyawarah Keluarga Besar Mahasiswa STKIP Setia Budhi Rangkasbitung
Persyaratan dapat ditetapkan menjadi Calon Presiden dan Wakil Presiden STKIP SB adalah
dengan syarat sebagai berikut :
1. Bertaqwa terhadap Tuhan YME.
2. Hafal dan memahami nilai-nilai Tridharma Perguruan Tinggi
3. Lulus kegiatan Poesaka KBM dan pernah mengikuti Pelatihan Kepemimpinan
4. Bersedia dicalonkan menjadi presiden / wakil presiden mahasiswa.
5. Lulus Fit and Proper Test.
6. Minimal semester III maksimal semester V dan aktif mengikuti kegiatan akademik
7. Tidak terlibat tindak pidana
8. Tidak memiliki jabatan sebagai pimpinan strategis diorganisasi intern maupun ekstern
kampus.
9. Memiliki nilai IPK minimal 2,75.
10. Rekomendasi dari HIMA.
Pasal 40
Bakal Calon Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa
Bakal calon presiden dan wakil presiden mahasiswa terbuka kepada seluruh mahasiswa STKIP
Setia Budhi Rangkasbitung yang wajib memenuhi persyaratan sebagai pasal 39 tata tertib ini.
Pasal 41
Tahapan Pencalonan
Pasal 42
Tahapan Pemilihan
Pasal 43
5. Apabila terdapat dua atau lebih calon terpilih memperoleh suara yang sama, maka dilakukan
pemilihan sampai tercapai presiden terpilih.
Pasal 44
Peresmian dan Pengambilan Sumpah/Janji
Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa
STKIP Setia Budhi Rangkasbitung
BAB IX
PERTANGGUNG JAWABAN
PRESIDEN MAHASISWA STKIP SB
Pasal 45
1. Sebagai mandataris MPM, sebagaimana pasal 37 ayat (1) peraturan ini, dalam menjalankan
tugas dan kewajibannya, presiden mahasiswa bertanggng jawab kepada MPM.
2. Presiden Mahasiswa wajib menyampaikan laporan pertanggung jawabannya sebagai
mandataris MPM.
3. Laporan Pertanggung Jawaban Presiden Mahasiswa sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal
ini, dinilai oleh MPM sekurang-kurangnya oleh BPM dan diambil keputusan untuk diterima
atau ditolak oleh sekurang-kurangnya jumlah peserta sidang atau sekurang-kurangnya BPM.
Pasal 46
BAB X
PERUBAHAN PERATURAN TATA TERTIB MPM
STKIP SETIA BUDHI RANGKSBITUNG
Pasal 47
Musyawarah Keluarga Besar Mahasiswa STKIP Setia Budhi Rangkasbitung
1. Perubahan terhadap peraturan tata tertib, hanya dapat diajukan oleh sekurang-kurangnya 2/3
dari jumlah peserta sidang.
2. Pembahasan perubahan sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal ini, dilakukan dalam sidang
pleno khusus diadakan untuk keperluan tersebut dan harus dihadiri sekurang-kurangnya 2/3
dari jumlah peserta sidang.
3. Keputusan diambil dengan persetujuan suara terbanyak bagi penetapan perubahan terhadap
peraturan tata tertib hanya dapat dilaksanakan dengan persetujuan oleh sekurang-kurangny
2
/3 jumlah peserta sidang yang hadir.
BAB XI
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 48
1. Hal-hal yang belum cukup diatur dalam Peraturan Tata Tertib ini, ditetapkan dan diatur lebih
lanjut oleh pimpinan MPM.
2. Peraturan tata tertib MPM berlaku setelah ditetapkan
Ditetapkan di : Rangkasbitung
Pada Tanggal : .
Pukul : .
PIMPINAN SIDANG
MAJELIS PERMUSYAWARATAN MAHASISWA
STKIP SETIA BUDHI RANGKASBITUNG
(...) () ()
KETETAPAN
MAJELIS PERMUSYAWARATAN MAHASISWA
STKIP SETIA BUDHI RANGKASBITUNG
No : . / MPM / STKIP-SB / / 2012
Tentang
KOMISI I
ANGGARAN DASAR
KELUARGA BESAR MAHASISWA
STKIP SETIA BUDHI RANGKASBITUNG
Bismillahirrahmanirrahim,
Menimbang :
Musyawarah Keluarga Besar Mahasiswa STKIP Setia Budhi Rangkasbitung
a. Bahwa untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan organisasi mahasiswa KBM STKIP
Setia Budhi Rangkasbitung dalam mewujudkan kehidupan keorganisasian yang dinamis dan
harmonis demi terciptanya tujuan luhur AD/ART KBM STKIP Setia Budhi Rangkasbitung.
b. Bahwa perlu adanya landasan hukum yang berupa aturan yang memuat pola kerja, pola
hubungan dan tata laksana dalam menyelenggarakan aktivitas organisasi mahasiswa KBM
STKIP Setia Budhi Rangkasbitung.
Mengingat :
a. Peraturan Pemerintah No. 60 th 1999 tentang pendidikan tinggi.
Memperhatikan :
Pembahasan tentang Anggaran Dasar KBM STKIP Setia Budhi Rangkasbitung
MEMUTUSKAN
Menetapkan
ANGGARAN DASAR
KELUARGA BESAR MAHASISWA
STKIP SETIA BUDHI RANGKASBITUNG
PEMBUKAAN
Bahwa sesungguhnya Perguruan Tinggi merupakan jenjang akademik tertinggi yang memiliki
kekuatan kontrol bagi kelangsungan dan kesinambungan perjuangan bangsa. Bahwa mahasiswa
adalah bagian tak terpisahkan dari pertumbuhan dan perkembangan bangsa demi terciptanya
kesejahteraan hakiki yang berlandaskan pada keadilan dan kebenaran.
Potensi yang dimiliki mahasiswa sebagai generasi pemikir, merupakan rahmat dan karunia Allah
SWT, harus diarahkan dan dikembangkan dengan baik dalam mempersiapkan dirinya, agar
mampu melanjutkan cita-cita perjuangan bangsa menuju masyarakat merdeka yang di ridhoi
Allah SWT.
Guna mewujudkan landasan tersebut, mahasiswa STKIP Setia Budhi Rangkasbitung yang
memiliki tanggung jawab untuk selalu meningkatkan kualitas dalam mengembankan ilmu serta
memperkokoh persatuan dan kesatuan dilingkungan STKIP Setia Budhi Rangkasbitung,
menghimpun diri dalam sebuah organisasi dengan berdasarkan Anggaran Dasar sebagai berikut :
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
5. BEM STKIP SB adalah Badan Eksekutif Mahasiswa sebagai lembaga eksekutif mahasiswa
di STKIP SB.
6. HIMA Prodi STKIP SB adalah Himpunan Mahasiswa Program Studi sebagai lembaga
eksekutif mahasiswa di program studi di STKIP SB.
7. Pengurus kelas adalah pengurus kelas sebagai lembaga perwakilan mahasiswa dalam satu
kelas di STKIP SB
8. Mahasiswa pokjar adalah mahasiswa kelompok belajar sebagai lembaga kemahasiswaan
dikelas STKIP SB.
9. UKM STKIP SB adalah Unit Kegiatan Mahasiswa sebagai lembaga kegiatan mahasiswa di
STKIP SB.
BAB II
NAMA, WAKTU DAN TEMPAT
Pasal 2
Nama
Organisasi ini bernama keluarga besar mahasiswa STKIP Setia Budhi Rangkasbitung disingkat
KBM STKIP SB.
Pasal 3
Waktu
Pasal 4
Tempat
BAB III
LANDASAN
Pasal 5
BAB IV
KEDAULATAN
Pasal 6
Kedaulatan KBM STKIP SB berada ditangan Mahasiswa STKIP Setia Budhi Rangkasbitung dan
diamanatkan sepenuhnya pada MPM STKIP SB.
Musyawarah Keluarga Besar Mahasiswa STKIP Setia Budhi Rangkasbitung
BAB V
ASAS
Pasal 7
BAB VI
SIFAT, STATUS DAN FUNGSI
Pasal 8
Sifat
Pasal 9
Status
Pasal 10
Fungsi
BAB VII
TUJUAN
Pasal 11
KBM STKIP SB Rangkasbitung bertujuan untuk meningkatkan kualitas insan yang ilmiah,
edukatif dan religius serta bertanggung jawab atas pembangunan daerah dan nasional yang di
ridhoi Allah SWT.
BAB VIII
KEANGGOTAAN
Pasal 12
Musyawarah Keluarga Besar Mahasiswa STKIP Setia Budhi Rangkasbitung
Anggota KBM STKIP SB Rangkasbitung adalah seluruh mahasiswa STKIP Setia Budhi
Rangkasbitung yang masih terdaftar dan atau aktif mengikuti kegiatan akademik.
BAB IX
KELENGKAPAN ORGANISASI
Pasal 13
Pasal 14
Lambang dan Atribut
BAB X
KEUANGAN
Pasal 15
BAB XI
PEMBUBARAN KBM STKIP SB RANGKASBITUNG
Musyawarah Keluarga Besar Mahasiswa STKIP Setia Budhi Rangkasbitung
Pasal 16
BAB XII
PENUTUP
Pasal 17
Perubahan Anggaran Dasar dapat dilakukan oleh MPM dengan ketentuan tersendiri.
Pasal 18
Hal-hal lain yang belum diatur dalam Anggaran Dasar ini akan diatur dalam :
1. Anggaran Rumah Tangga STKIP SB Rangkasbitung
2. Ketetapan-ketetapan MPM
Ditetapkan di : Rangkasbitung
Pada Tanggal : .....
Pukul : .
KETETAPAN
MAJELIS PERMUSYAWARATAN MAHASISWA
STKIP SETIA BUDHI RANGKASBITUNG
No .. / MPM / STKIP-SB / .. / 2012
Tentang
KOMISI II
ANGGARAN RUMAH TANGGA
KELUARGA BESAR MAHASISWA
STKIP SETIA BUDHI RANGKASBITUNG
Bismillahirrahmanirrahim,
Menimbang :
Musyawarah Keluarga Besar Mahasiswa STKIP Setia Budhi Rangkasbitung
a. Bahwa untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan organisasi mahasiswa KBM STKIP
Setia Budhi Rangkasbitung dalam mewujudkan kehidupan keorganisasian yang dinamis dan
harmonis demi terciptanya tujuan luhur AD/ART KBM STKIP Setia Budhi Rangkasbitung.
b. Bahwa perlu adanya landasan hukum yang berupa aturan yang memuat pola kerja, pola
hubungan dan tata laksana dalam menyelenggarakan aktivitas organisasi mahasiswa KBM
STKIP Setia Budhi Rangkasbitung.
Mengingat :
Anggaran Dasar KBM Pasal ..
Memperhatikan :
Perubahan tentang Anggaran Rumah Tangga KBM STKIP SB Rangkasbitung
MEMUTUSKAN
Menetapkan
ANGGARAN RUMAH TANGGA
KELUARGA BESAR MAHASISWA
STKIP SETIA BUDHI RANGKASBITUNG
BAB I
KEANGGOTAAN
Pasal 1
Anggota
1. Yang termasuk dengan terdaftar adalah tercatat sebagai mahasiswa Sekolah Tinggi
Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Setia Budhi Rangkasbitung.
2. Yang dimaksud dengan aktif mengikuti kegiatan akademis adalah aktif mengikuti
perkuliahan.
Pasal 2
Hak dan Kewajiban
5. Setiap anggota berhak berserikat dan berkumpul dalam suatu wadah di KBM STKIP SB
Rangkasbitung.
Pasal 3
Sanksi
Anggota yang tidak melaksanakan kewajiban akan diberikan sanksi dengan peraturan tersendiri
yang ditetapkan kemudian.
BAB II
KEORGANISASIAN MPM
STKIP SETIA BUDHI RANGKASBITUNG
Pasal 4
Kedudukan
Pasal 5
Tugas dan Wewenang MPM STKIP Setia Budhi Rangkasbitung
Pasal 6
Hak dan Kewajiban MPM STKIP Setia Budhi Rangkasbitung
Pasal 7
Keanggotaan MPM STKIP Setia Budhi Rangkasbitung
1. Keanggotaan MPM dibentuk / ditentukan dan berlaku pada saat sidang umum / musyawarah
keluarga besar mahasiswa STKIP SB.
2. Anggota MPM terdiri dari Pengurus BPM, Pengurus BEM, Utusan HIMA, Utusan Ketua
kelas, Utusan Mahasiswa Pokjar dan Utusan UKM yang ada dilingkungan STKIP SB.
3. Pengambilan sumpah / janji anggota MPM dilakukan dalam sidang umum MPM dipandu
oleh pimpinan MPM sementara.
4. Pemberhentian anggota MPM STKIP SB dilakukan karena :
a. Atas permintaan sendiri
b. Meninggal dunia
c. Sudah tidak terdaftar lagi sebagai mahasiswa STKIP SB
5. Pergantian anggota MPM STKIP SB akibat ayat (4) pasal ini diatur dalam ketentuan
tersendiri.
Pasal 8
Alat Kelengkapan MPM STKIP Setia Budhi Rangkasbitung
Pasal 9
Pimpinan MPM STKIP Setia Budhi Rangkasbitung
1. Pimpinan MPM adalah alat kelengkapan MPM sebagai satu kesatuan pimpinan yang
bersifat kolektif.
2. Masa jabatan pimpinan MPM sama dengan masa keanggotaan MPM sebagaimana
dimaksud pasal 5 ayat (1) peraturan tata tertib.
3. Pimpinan MPM terdiri dari seorang ketua dan sebanyak-banyaknya 4 (empat) orang wakil
ketua yang merupakan perwakilan tiap-tiap angkatan dan perwakilan BPM.
4. Pimpinan MPM mempunyai tugas :
a. Memimpin sidang MPM sesuai ketentuan perturan tata tertib serta menyimpulkan
persoalan yang dibicarakan dalam sidang
b. Melaksanakan keputusan sidang MPM sepanjang tugas komisi.
c. Mengadakan koordinasi terhadap pelaksana tugas komisi.
d. Menerima dan menindak lanjuti laporan yang disampaikan oleh komisi-komisi.
5. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat (4), pimpinan MPM dapat
menunjuk sekretaris sebagai kelengkapan organisasi KBM STKIP SB.
6. Apabila Ketua MPM berhalangan, maka kewajibannya dilakukan oleh wakil ketua MPM
yang lain secara bergiliran.
Pasal 10
Persidangan
1. Macam-maacam persidangan MPM STKIP SB terdiri atas Sidang Umum dan Sidang
Umum Istimewa.
2. Sidang Umum dan Sidang Umum Istimewa mempunyai kedudukan hukum yang sama.
3. Tata tertib sidang diputuskan dalam persidangan MPM STKIP Setia Budhi Rangkasbitung.
4. Persidangan yang lainnya diatur dalam tata tertib.
Musyawarah Keluarga Besar Mahasiswa STKIP Setia Budhi Rangkasbitung
Pasal 11
Sidang Umum
Pasal 12
Sidang Umum Istimewa
1. Sidang Umum Istimewa merupakan forum tertinggi dalam MPM STKIP SB sebagaimana
dimaksud dalam pasal 11 ayat (2).
2. Sidang Umum Istimewa dapat dilaksanakan apabila :
a. Presiden Mahasiswa Terbukti melanggar AD /ART dan / atau GBPK KBM SB dan / atau
ketentuan MPM lainnya.
b. Diusulkan oleh sekurang-kurangnya setengah (1/2) + 1 anggota MPM STKIP SB
3. Sidang Umum Istimewa dianggap sah apabila dihadiri oleh minimalnya 2/3 anggota MPM
STKIP SB.
BAB III
KEORGANISASIAN BPM
STKIP SETIA BUDHI RANGKASBITUNG
Pasal 13
Kedudukan
Pasal 14
Tugas dan Wewenang BPM
STKIP Setia Budhi Rangkasbitung
dengan batas waktu 1 (satu) minggu, jika setelah batas waktu tersebut BEM tidak
memperbaiki, maka BPM STKIP SB dapat mengajukan.
8. Mewakili KBM STKIP SB secara ekstem bila terkait dengan urusan legislative
9. Mengikuti kegiatan yang bersifat lokal, nasional dan internasional
Pasal 15
Hak dan Kewajiban BPM STKIP SB Rangkasbitung
Pasal 16
Keanggotaan BPM STKIP SB Rangkasbitung
1. Anggota BPM STKIP SB Rangkasbitung adalah perwakilan kelas yang diresmikan dalam
keanggotaan dan telah diambil sumpah/janji.
2. Peresmian dan pengambilan sumpah/janji anggota BPM STKIP SB Rangkasbitung
dilakukan dalam siding BPM tersendiri.
3. Pemberhentian anggota BPM dilakukan karena :
a. Atas permintaan sendiri
b. Meninggal dunia
c. Sudah tidak terdaftar lagi sebagai mahasiswa STKIP SB Rangkasbitung
4. Pergantian anggota BPM STKIP SB Rangkasbitung diatur dalam ketentuan tersendiri.
5. Masa anggota BPM STKIP SB Rangkasbitung adalah 1 (Satu) tahun kepengurusan, dan
berakhir bersama-sama pada saat anggota BPM STKIP SB Rangkasbitung yang baru
mengucapkan sumpah/janji.
Pasal 17
Alat dan Kelengkapan BPM STKIP SB Rangkasbitung
Pasal 18
Persidangan dan Rapat
b. Rapat Pleno dapat dilakukan atau usulan Pimpinan BPM atau anggota BPM STKIP SB
SB Rangkasbitung atau atas usulan BEM STKIP SB Rangkasbitung.
c. Putusan Rapat Pleno yang berkaitan dengan program kerja BEM STKIP SB
Rangkasbitung
4. Rapat Pimpinan adalah rapat yang dihadiri oleh ketua BPM dan para komisi-komisi untuk
meng-agendakan dan merumuskan agenda persidangan dan kebijakan BPM STKIP SB
Rangkasbitung.
5. Rapat Komisi
a. Adalah rapat yang dilaksanakan oleh komisi untuk membahas agenda komisi.
b. Rapat Komisi Pleno dipimpin oleh ketua komisi BPM
6. Rapat Dengar adalah rapat yang dilakukan oleh komisi untuk membahas suatu program atau
kebijakan dengan BEM STKIP SB Rangkasbitung.
7. Rapar Evaluasi Triwulan adalah rapat yang dilakukan untuk mengevaluasi kinerja BEM
STKIP SB Rangkasbitung.
BAB IV
KEORGANISASIAN BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA
STKIP SETIA BUDHI RANGKASBITUNG
Pasal 20
Kedudukan
Pasal 21
Kabinet BEM STKIP SB Rangkasbitung
Pasal 22
Kepresidenan
1. Presiden Mahasiswa adalah Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang dipilih
langsung oleh seluruh mahasiswa induk melalui Pemilihan Umum Presiden Mahasiswa
dengan suara terbanyak.
2. Presiden Mahasiswa merupakan pemegang kebijakan tertinggi BEM STKIP SB
Rangkasbitung.
3. Masa jabatan Presiden Mahasiswa adalah satu tahun terhitung tanggal ditetapkan dan
setelah itu dapat dipilih kembali.
4. Presiden Mahasiswa bertanggung jawab kepada MPM STKIP SB Rangkasbitung.
Musyawarah Keluarga Besar Mahasiswa STKIP Setia Budhi Rangkasbitung
Pasal 23
Tugas dan Wewenang BEM STKIP SB Rangkasbitung
Pasal 24
Hak dan Kewajiban
BAB V
OTONOMI ORGANISASI KEMAHASISWAAN
KBM STKIP SB Rangkasbitung
Pasal 25
1. Segala urusan rumah tangga kelengkapan organisasi BPM, BEM, HIMA dan UKM diatur
lembaga masing-masing yang tidak bertentangan dengan AD/ART KBM STKIP SB
Rangkasbitung.
2. UKM adalah lembaga professional dalam mengembangkan minat dan bakat mahasiswa
STKIP SB Rangkasbitung.
BAB VI
PENUTUP
Pasal 26
1. Hal-hal yang belum diatur dalam ART ini akan diatur kemudian dalam ketetapan dan
keputusan BEM bersama BPM STKIP SB
2. ART ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di : Rangkasbitung
Musyawarah Keluarga Besar Mahasiswa STKIP Setia Budhi Rangkasbitung
Pada Tanggal : .
Pukul : .
RANCANGAN KETETAPAN
MAJELIS PERMUSYAWARATAN MAHASISWA
STKIP SETIA BUDHI RANGKASBITUNG
No:/MPM/STKIP-SB/ .. /2012
KOMISI III
TENTANG
GARIS-GARIS BESAR PROGRAM KERJA
KELUARGA BESAR MAHASISWA STKIP SETIA BUDHI RANGKASBITUNG
Bismillahirrahmanirrahim,
Menimbang :
a. Bahwa untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan organisasi mahasiswa KBM STKIP
Setia Budhi Rangkasbitung dalam mewujudkan kehidupan keorganisasian yang dinamis dan
harmonis demi terciptanya tujuan luhur AD/ART KBM STKIP Setia Budhi Rangkasbitung.
b. Bahwa perlu adanya landasan hukum yang berupa aturan yang memuat pola kerja, pola
hubungan dan tatalaksana dalam menyelenggarakan aktivitas organisasi Mahasiswa KBM
STKIP Setia Budhi Rangkasbitung.
Mengingat :
a. Anggaran Dasar
b. Anggaran Rumah Tangga
Musyawarah Keluarga Besar Mahasiswa STKIP Setia Budhi Rangkasbitung
Memperhatikan
Hasil-hasil pembahasan tentang Mekanisme Kerja Organisasi KBM STKIP SB Rangkasbitung
MEMUTUSKAN
Menetapkan
GARIS-GARIS BESAR PROGRAM KERJA
KELUARGA BESAR MAHASISWA STKIP SB RANGKASBITUNG
BAB I
PENDAHULUAN
Pasal 1
Pengertian
Garis-garis Besar Program Kerja yang kemudian disingkat GBPK mengandung pengertian
sebagai suatu pedoman secara garis besar atau umum yamg menjiwai segala aktivitas
keorganisasian mahasiswa yang termaktub dalam program kerja guna tercapainya arah dan
tujuan bersama.
Pasal 2
Maksud dan Tujuan
BAB III
SASARAN PROGRAM KERJA
Pasal 3
Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM)
1. Mengoptimalkan fungsi BPM sebagai lembaga legislatif dan yudikatif secara pro-aktif dan
kritis.
2. BPM harus selalu melakukan koordinasi dengan lembaga ini.
Pasal 4
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)
Orientasi kegiatan badan Eksekutif Mahasiswa secara khusus dibagi dalam bidang :
1. Bidang pendidikan dan kemahasiswaan
a. Mengusahakan kegiatan yang berorientasi pada pengembangan pola pendidikan yang
partisipatoris.
b. Mengembangkan berbagai wacana pemikiran mendasar pada asas kebenaran dan
kebebasan akademik.
c. Membangun kesadaran partisipatoris pada mahasiswa dalam mengembangkan setiap
institusi mahasiswa intra kampus yang ada.
d. Menciptakan pola pengkaderan mahasiswa melalui pelatihan kepemimpinan pada
bidang-bidang umum maupun tertentu yang berjejang.
a. Memfasilitasi dan menyalurkan bakat serta minat mahasiswa dalam bidang seni dan
olahraga.
b. Membina potensi yang ada dalam institusi yang terkait.
c. Menciptkan iklim kompetensi yang sehat, harmonis dan familiar.
6. Bidang Kesehatan dan Lingkungan Hidup
a. Membangun dan mengembangkan semangat kepedulian akan kesadaran lingkungan dan
kecintaan alam.
b. Merealisasikan visi kesadaran lingkungan hidup dan kecintaan alam dalam konteks
penghijauan menuju kampus yang indah, nyaman dan hormonis.
BAB III
PENUTUP
Pasal 5
Ketetapan ini berlaku untuk seluruh institusi dalam KBM STKIP SB Rangkasbitung dan berlaku
sejak tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di : Rangkasbitung
Pada Tangga; :
Pukul :
RANCANGAN KETETAPAN
MAJELIS PERMUSYAWARATAN MAHASISWA
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
(STKIP) SETIA BUDHI RANGKASBITUNG
No./MPM/STKIP-SB/ 2012
KOMISI IV
TENTANG
MEKANISME KERJA ORGANISASI KELUARGA BESAR MAHASISWA
STKIP SETIA BUDHI RANGKASBITUNG
Bismillahirrahmanirrahim,
Menimbang :
a. Bahwa untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan organisasi Mahasiswa STKIP Setia
Budhi Rangkasbitung dalam mewujudkan kehidupan keorganisasian yang dinamis dan
harmonis demi terciptanya tujuan luhur AD/ART KBM STKIP Setia Budhi Rangkasbitung.
b. Bahwa perlu adanya landasan hukum berupa aturan yang memuat pola kerja, pola hubungan
dan tatalaksana dalam menyelenggrakan aktivitas organisasi mahasiswa STKIP Setia Budhi
Rangkasbitung.
Mengingat :
a. Anggaran Dasar
b. Anggaran Rumah Tangga
Memperhatikan :
Hasil-hasil pembahasan tentang Tata Tertib Majelis Permusyawaratan Mahasiswa KBM STKIP
Setia Budhi Rangkasbitung.
Musyawarah Keluarga Besar Mahasiswa STKIP Setia Budhi Rangkasbitung
MEMUTUSKAN
Menetapkan
MEKANISME KERJA ORGANISASI KELUARGA BESAR MAHASISWA
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
(STKIP) SETIA BUDHI RANGKASBITUNG
BAB I
KETENTUAN UMUM
1. Mekanisme Kerja Organisasi adalah aturan yang memuat pola kerja dan tata tertib
organisasi bagi pengurus dalam melasanakan aktivitas dan usaha organisasi berdasarkan
AD/ART KBM STKIP Setia Budhi Rangkasbitung.
2. KBM STKIP SB Rangkasbitung adalah Organisasi Kemahasiswaan Intra Kmapus STKIP
SB Rangkasbitung.
Pasal 1
Tujuan dan Azas
1. Mekanisme Kerja Organisasi bertujuan untuk menetukan aturan kerja dan tatalaksana
penyelenggara organisasi KBM STKIP SB Rangkasbitung dalam pencapaian tujuan
organisasi.
2. Mekanisme kerja organisasi berazaskan :
a. Azas Misi
b. Azas Fleksibilitas
c. Azas Mobilitas
d. Azas Keterbukaan
BAB II
LEMBAGA LEGISLATIF MAHASISWA
Pasal 2
Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM)
1. MPM merupakan lembaga tertinggi KBM STKIP Setia Budhi Rangkasbitung yang
memegang penuh kedaulatan seluruuh mahasiswa STKIP SB Rangkasbitung.
2. Tugas pokok MPM meliputi menetapkan dan mengesahkan AD/ART, GBPK dan MKO
serta menetapkan dan memberhentikan Presiden Mahasiswa dalam Sidang Umum KBM
STKIP SB Rangkasbitung.
3. Mekanisme kerja diatur dalam tata tertib MPM STKIP SB Rangkasbitung yang ditetapkan
dalam Sidang Umum KBM STKIP SB Rangkasbitung.
Pasal 3
Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM)
1. BPM merupakan lembaga tertinggi KBM STKIP SB Rangkasbitung yang berfungsi sebagai
lembaga kontrol Badan Eksekutif Mahasiswa STKIP SB Rangkasbitung.
2. Tugas pokok BPM meliputi mengawasi jalannya penyelenggaraan organisasi Badan
Eksekutif Mahasiswa dalam menjalankan amanat sebagai mandataris MPM dan
menyalurkan aspirasi mahasiswa STKIP SB Rangkasbitung.
3. Ruang lingkup kerja BPM meliputi pengawasan kebijakan, pelaksanaan ptogram kerja,
keuangan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).
Musyawarah Keluarga Besar Mahasiswa STKIP Setia Budhi Rangkasbitung
4. Mekanisme kerja BPM diatur dalam tata tertib BPM yang ditetapkan dalam pleno BPM
STKIP SB Rangkasbitung.
BAB III
LEMBAGA EKSEKUTIF MAHASISWA
Pasal 4
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)
BAB IV
UNIT KEGIATAN MAHASISWA
Pasal 5
Arti, Kedudukan, Ruang Lingkup dan Mekanisme Kerja
1. UKM adalah Organisasi yang berorientasi kepada kajian dan pengembangan minat belajar
Mahasiswa pada bidang tertentu.
2. Kedudukan UKM berada dibawah Koordinasi Badan Eksekutif Mahasiswa STKIP SB
Rangkasbitung.
3. Ruang lingkup kerja UKM meliputi bidang-bidang tertentu dalam kerangka pengembangan
minat dan bakat.
4. Mekanisme kerja UKM diatur oleh AD/ART masing-masing yang ditetapkan dalam
musyawarah besar masing-masing UKM.
Pasal 6
Syarat-syarat UKM
1. Mempunyai anggota lebih dari 10 orang mahasiswa yang sekurang-kurangnya terdiri dari
tiga jurusan.
2. Memiliki perangkat organisasi, sekurang-kurangnya AD/ART dan kepengurusan sementara.
3. Memiliki visi membangun almamater dan tidak bertentangan dengan ketetapan KBM
STKIP SB Rangkasbitung.
4. Aktif sekurang-kurangnya 1 (satu) bulan sebelum penetapan menjadi UKM dalam Sidang
Umum.
Pasal 7
Tata Cara Pengajuan UKM Baru
Musyawarah Keluarga Besar Mahasiswa STKIP Setia Budhi Rangkasbitung
BAB V
MEKANISME HUBUNGAN
Pasal 8
Hierarki Struktur KBM STKIP SB Rangkasbitung
Pasal 9
Musyawarah Keluarga Besar Mahasiswa STKIP Setia Budhi Rangkasbitung
Struktur UKM
BAB VI
PENUTUP
Pasal 10
Ditetapkan di : Rangkasbitung
Pada Tangga; :
Pukul :