Anda di halaman 1dari 3

PEMERINTAH PROPINSI SULAWESI SELATAN

DINAS KESEHATAN
RUMAH SAKIT UMUM HAJI MAKASSAR
Jl. Dg. Ngeppe No. 14 Telp (0411) 855934 Kode Pos 90224 Makassar
KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM HAJI MAKASSAR
NOMOR:

TENTANG

ORGANISASI DAN TATA KERJA


INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT UMUM HAJI MAKASSAR

DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM HAJI MAKASSAR

Menimbang : a. bahwa untuk kelancaran pelaksanaan tugas, maka di pandang perlu


menetapkan Organisasi dan Tata Kerja Instalasi Farmasi Rumah
Sakit Umum Haji Makassar
b. bahwa sehubungan dengan pernyataan pada butir a tersebut diatas,
maka dipandang perlu diatur dan ditetapkan dengan Keputusan
Direktur Rumah Sakit Haji Makassar

Mengingat : 1. Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Keehatan


2. Undang-Undang RI Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit
3. Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika
4. Undang-Undang RI Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik
5. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1197 Tahun 2004 tentang
Standar Pelayanan Farmasi di Rumah Sakit.
6. Peraturan Pemerintah No 51 Tahun 2009 tentang Pekerjaan
Kefarmasian
7. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan
Pemerintah dan Kewenangan Provinsi Sebagai Daerah Otonom.
8. Peraturan Gubernur Nomor 89 Tahun 2009 tentang Organisasi dan
Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Rumah Sakit Umum
Haji Makassar Pada Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan

MEMUTUSKAN

Menetapkan :
Pertama : Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Haji Makassar tentang
Organisasi dan Tata Kerja Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Haji
Makassar

Kedua : Instalasi Farmasi RSU Haji Makassar merupakan salah satu Instalasi
yang dibentuk sesuai standar dan kebutuhan penyelenggaraan
pelayanan farmasi di Rumah Sakit

Ketiga : Instalasi Farmasi RSU Haji Makassar berkedudukan dibawah Direktur


RSU Haji Makassar dan bertanggung jawab langsung kepada Direktur
RSU Haji Makassar.
Instalasi Farmasi RSU Haji Makassar dipimpin oleh seorang Kepala
Instalasi dan membawahi 4 (empat) Kepala Sub Instalasi dan masing-
masing Kepala Sub Instalasi terdiri dari beberapa Penanggung Jawab,
sebagai berikut:
1. Kepala Sub Instalasi Administrasi
2. Kepala Sub Logistik
- Penanggung Jawab Gudang
3. Kepala Sub Pelayanan
- Penanggung Jawab Askes
- Penanggung Jawab Jamsostek
- Penanggung Jawab Jamkesmas
- Penanggung Jawab Jamkesda/umum
4. Kepala Sub Diklat, Pengembangan dan Farmasi Klinik
- Penanggung Jawab Diklat

Keempat : Struktur Organisasi Instalasi Farmasi RSU Haji Makassar sebagaimana


tercantum pada Lampiran 1 Surat Keputusan ini.
Kelima : Uraian Jabatan/Tugas Instalasi Farmasi RSU Haji Makassar
sebagaimana tercantum pada Lampiran Surat Keputusan ini.

Keenam : Visi dan Misi Instalasi Farmasi RSU Haji Makassar mengacu
sepenuhnya kepada Visi dan Misi RSU Haji Makassar.

Kesembilan : Falsafah pelayanan farmasi adalah pelayanan farmasi yang aman dan
rasional berlandaskan perikemanusiaan, adil dan merata serta dijiwai
oleh keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Kesepuluh : Tujuan Instalasi Farmasi adalah pelayanan paripurna dengan memberi


pelayanan yang tepat dalam hal: obat, pasien, dosis, regimen dan
waspada efek samping obat

Kesebelas : Dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan, maka Instalasi
Farmasi mempunyai fungsi sebagai berikut:

a. Pengelolaan Perbekalan Farmasi


1. Memilih perbekalan farmasi sesuai kebutuhan pelayanan rumah
sakit
2. Merencanakan kebutuhan perbekalan farmasi secara optimal
3. Mengadakan perbekalan farmasi berpedoman pada
perencanaan yang telah dibuat sesuai ketentuan yang berlaku
4. Memproduksi perbekalan farmasi untuk memenuhi kebutuhan
pelayanan kesehatan di rumah sakit
5. Menerima perbekalan farmasi sesuai dengan spesifikasi dan
ketentuan yang berlaku
6. Menyimpan perbekalan farmasi sesuai dengan spesifikasi dan
persyaratan kefarmasian
7. Mendistribusikan perbekalan farmasi ke unit-unit pelayanan di
rumah sakit
b. Pelayanan Kefarmasian dalam Penggunaan Obat dan Alat
Kesehatan
1. Mengkaji instruksi pengobatan/resep pasien
2. Mengidentifikasi masalah yang berkaitan dengan penggunaan
obat dan alat kesehatan
3. Mencegah dan mengatasi masalah yang berkaitan dengan obat
dan alat kesehatan
4. Memantau efektifitas dan keamanan penggunaan obat dan alat
kesehatan
5. Memberikan informasi kepada petugas kesehatan,
pasien/keluarga
6. Memberi konseling kepada pasien/keluarga
7. Melakukan pencatatan setiap kegiatan
8. Melaporkan setiap kegiatan

Keduabelas : Kebijakan pada Instalasi Farmasi adalah:


1. Kebijakan pelayanan farmasi mencerminkan tujuan, fungsi dan
cakupan pelayanan farmasi di Rumah Sakit
2. Pelayanan farmasi diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan
pasien.
3. Bagan organisasi lengkap yang menggambarkan garis tanggung
jawab dan koordinasi didalam maupun diluar pelayanan farmasi
4. Panitia Farmasi dan terapi harus dibentuk di Rumah Sakit.
5. Pelayanan farmasi dipimpin oleh apoteker
6. Ada tenaga kefarmasian yang cukup jumlah dan sesuai
kualifikasinya.
7. Ada evaluasi kinerja dari tenaga kefarmasian.
8. tersedia ruang/tempat pengelolaan perbekalan farmasi dan
pelayanan kefarmasian.
9. Ada fasilitas peralatan yang cukup dan memenuhi syarat untuk
mendukung kegiatan kefarmasian.
10. Ada kebijakan dan prosedur tertulis mengenai pengelolaan
perbekalan farmasi.
11. Ada kebijakan dan prosedur tertulis mengenai pelayanan
kefarmasian dalam penggunaan obat dan alat kesehatan.
12. Ada program orientasi bagi pegawai baru di Instalasi Farmasi agar
dapat memahami tugas pekerjaan dan tanggung jawabnya.
13. Ada program pendidikan berkelanjutan, pelatihan ataupun
pertemuan ilmiah bagi semua petugas untuk meningkatkan
keterampilan, pengetahuan dan kemampuannya.
14. Ada program/kegiatan peningkatan mutu pelayanan kefarmasian
yang ditetapkan oleh Pimpinan Rumah Sakit.
15. Tersedia data untuk digunakan sebagai dasar melakukan analisa dan
evaluasi terhadap mutu pelayanan.
16. Instalasi Farmasi harus menyelenggarakan pertemuan secara
berkala untuk membicarakan masalah-masalah dalam meningkatkan
pelayanan farmasi.

Ketigabelas : Keputusan ini berlaku terhitung mulai tanggal ditetapkan dengan


ketentuan apabila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam
keputusan ini, maka akan ditinjau kembali untuk diperbaiki sebagaimana
mestinya.

Ditetapkan Di : Makassar
Pada Tanggal : 07 Januari 2010

Direktur,

drg. Hj. Nurhasnah Palinrungi, M.Kes


Pangkat : Pembina Tk I
NIP : 19550915 198410 2 001