Anda di halaman 1dari 10

ABSTRAK

Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan biodiesel


dari minyak goreng bekas dengan proses transesterifikasi, untuk mengetahui
nilai densitas, viskositas, flash and fire point, pada biodiesel minyak goreng
bekas, untuk mengetahui proses pembuatan biodiesel dari minyak goreng
bekas, dan untuk membandingkan hasil biodiesel dari minyak goreng bekas
dengan SNI 04-7182-2012.
Dalam melakukan percobaan biodiesel dari minyak goreng bekas,
menggunakan beberapa tahap antara lain : menyiapkan bahan baku dengan
cara menyaring minyak goreng bekas dengan kertas saring, uji kandungan
FFAdengan cara menimbang 10 gram minyak goreng bekas dalam erlenmeyer
100 ml, menambahkan dengan 50 ml methanol, memanaskan pada suhu 60 oC
selama 10 menit sambil diaduk, menambahkan indikator PP 1% sebanyak 2
tetes, menitrasi dengan larutan NaOH 0,1 N hingga berwarna merah jambu. Uji
densitas dalam minyak goreng bekas, dengan menimbang piknometer kosong
pada timbangan elektrik, memasukkan minyak goreng bekas kedalam
piknometer sampai penuh, kemudian menimbang beratnya,
menghitungdensitas minyak goreng bekas. Uji Viscositas minyak goreng
bekas, dengan memasukkan minyak goreng bekas ke dalam viscometer
Ostwald, menghisap cairan dengan karet penghisap ke dalam hingga melewati
batas atas pada viscometer ostwald, membiarkan cairan mengalir ke bawah
hingga tepat pada batas bawah, mencatat waktu yang diperlukan larutan
untuk mengalir dari batas atas ke batas bawah dengan stopwatch, dan
menghitung viscositas minyak goreng bekas. Tahap proses transesterifikasi
dengan cara mengukur volumeminyak goreng bekas sebanyak 250mL,
menambahkan methanol 125ml dan konsentrasi katalis NaOH 0,5%, mengaduk
dengan pengadukan 600 rpm dan menjaga suhu konstan 60 oC selama 60 menit kemudian
memasukkan kedalam corong pemisah dan didiamkan selama 24 jam agar terlihat dua lapisan.
Setelah itu valve corong dibuka untuk mengeluarkan lapisan bawah..Tahap pemurnian
biodiesel, mengambil lapisan atas (metil ester) kemudian menuangkan pada wadah pencucian,
menyiapkan air pencuci biodiesel dengan cara menambahkan aquades dengan perbandingan 1:1
volume biodiesel pada suhu 80oC, mengaduk selama 30 menit. Memisahkan biodiesel dari
campurannya Melakukan analisa terhadap biodiesel yang diperoleh meliputi
anaisa viskositas, densitas, dan flash and fire point.
Dari hasil percobaan yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut
Biodiesel dengan variabel perbandingan antara sampel dengan methanol 1:2 dan 1:4 memiliki
sifat fisik warna kuning cerah dan tidak berbau. Densitas biodiesel yang dihasilkan pada variabel
perbandingan antara sampel dengan methanol 1:2 dan 1:4 yaitu 0,88 gr/mL. Dari hasil analisa
tersebut dapat disimpulkan bahwa densitas biodiesel pada variabel 1:2 dan 1:4 sesusai dengan
standar SNI 71822012 yang menetapkan bahwa untuk densitas biodiesel yaitu 0,85-0,89 gr/mL.
Viskositas biodiesel yang dihasilkan pada variabel perbandingan antara sampel dengan methanol
1:2 dan 1:4 yaitu 5,6 cP dan 4,16 cP. Viskositas pada variabel 1:2 dan 1:4 sesuai dengan
standar SNI 71822012 tentang biodiesel yang menyebutkan bahwa viskositas biodiesel berkisar
antara 2,3-6,0 cP. Angka asam biodiesel yang dihasilkan pada variabel perbandingan antara
sampel dengan methanol 1:2 dan 1:4 yaitu 0,336 mg-KOH/g dan 0,728 mg-KOH/g. Angka asam
pada variabel 1:2 dan 1:4 sesuai dengan standar SNI 71822012 tentang biodiesel yang
menyebutkan bahwa angka asam biodiesel maksimum 0,8 mg-KOH/g. Flash point yang dihasilkan
pada variabel perbandingan antara sampel dengan methanol 1:2 dan 1:4 yaitu 45oC dan 48oC.
Flash point pada variabel 1:2 dan 1:4 tidak sesuai dengan standar SNI 71822012 tentang
biodiesel yang menyebutkan bahwa flash point biodiesel minimum 100oC. Fire point yang
dihasilkan pada variabel perbandingan antara sampel dengan methanol 1:2 dan 1:4 yaitu 90oC

1
dan 105oC. Flash point pada variabel 1:2 dan 1:4 sesuai dengan standar SNI 71822012 tentang
biodiesel yang menyebutkan bahwa tidak ada batasan untuk fire point biodiesel.

DAFTAR ISI

ABSTRAKSI.......................................................................................................................... i
DAFTAR ISI..........................................................................................................................ii
DAFTAR GAMBAR............................................................................................................iii
DAFTAR GRAFIK...............................................................................................................iv
DAFTAR TABEL...................................................................................................................v
BAB I PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang......................................................................................................I-1
I.2 Rumusan Masalah.................................................................................................I-1
I.3 Tujuan Percobaan..................................................................................................I-1
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
II.1Dasar Teori..........................................................................................................II-1
BAB III METODOLOGI PERCOBAAN
III.1 Variabel Percobaan..........................................................................................III-1
III.2 Bahan yang Digunakan....................................................................................III-1
III.3 Alat yang Digunakan.......................................................................................III-1
III.4 Prosedur Percobaan.........................................................................................III-2
III.5 Gambar Rangkaian Percobaan.........................................................................III-4
BAB IV HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN
IV.1 Hasil Percobaan...............................................................................................IV-1
IV.2 Pembahasan.....................................................................................................IV-2
BAB V PENUTUP
V.1 Kesimpulan.........................................................................................................V-1
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................vi
DAFTAR NOTASI...............................................................................................................vii
APPENDIKS.......................................................................................................................viii
LAMPIRAN
- Laporan sementara
- Jurnal
- Lembar Revisi

2
DAFTAR GAMBAR

Gambar II.1 Mekanisme Reaksi produksi Biodiesel ....................................................... II-4


Gambar II.2 Diagram Alir Proses Pembuatan Biodiesel dari Minyak Sawit ....................... II-5

3
DAFTAR GRAFIK

Grafik IV.2.1 Pengaruh Perbandingan Antara Sampel dengan Katalis Terhadap


Densitas Biodiesel ................................................................................. IV-2
Grafik IV.2.2 Pengaruh Perbandingan Antara Sampel dengan Katalis Terhadap
Viskositas Biodiesel ............................................................................. IV-2
Grafik IV.2.3 Pengaruh Perbandingan Antara Sampel dengan Katalis Terhadap
Angka Asam Biodiesel ......................................................................... IV-3
Grafik IV.2.4 Pengaruh Perbandingan Antara Sampel dengan Katalis Terhadap
Flash Point Biodiesel ........................................................................... IV-4
Grafik IV.2.5 Pengaruh Perbandingan Antara Sampel dengan Katalis Terhadap
Fire Point Biodiesel................................................................................IV-4

4
DAFTAR TABEL

Tabel II.1 Perbandingan Sifat Kimia dan Fisik Biodiesel dan Solar ............................... II-2
Tabel II.2 Perbandingan Emisi Pembakaran Biodiesel dan Solar ................................... II-2
Tabel II.3 Syarat Mutu Biodiesel .................................................................................... II-2
Tabel IV.1 Hasil Pengujian Minyak Goreng Bekas Penggorengan Tempura.................. IV-1
Tabel IV.2 Perbandingan Hasil Pengujian Biodiesel dengan SNI 71822012 ............... IV-1

5
DAFTAR PUSTAKA

Darmawan, F. I. (2013). Proses Produksi Biodiesel Dari Minyak Jelantah Dengan Metode
Pencucian Dry-Wash SIstem. JTM. Volume 02 Nomor 01, 81.
Davies, W. (2005). Biodiesel Technologies and Plant Design. Lecture Note. . University of
Sidney.
Haryanto, B. (2002). Bahan Bakar Alternatif Biodiesel. Medan: Universitas Sumatera
Utara.
Nugraha, D. (2007). Analisis Life Cycle Biodiesel Berbahan Baku Minyak Sawit/CPO di
Indonesia. Depok: Universitas Indonesia.
Putra, R. P. (2012). Pembuatan Biodiesel Secara Batch dengan Memanfaatkan Gelombang
Mikro. JURNAL TEKNIK ITS Vol. 1, No. 1, 34-37.
Rahayu. (2005). Prospek Pengembangan Bio-Fuel sebagai Bahan Bakar Minyak. 17-18.
Setiawati, E. &. (2012). Teknologi Pengolahan Biodiesel dari Minyak Goreng Bekas
dengan Teknik Mikrofiltrasi dan Transesterifikasi sebagai Alternatif Bahan Bakar
Mesin Diesel. Jurnal Riset Industri Vol. VI No. 2, 117-127.
Trisnawan, M. H. (2014). Karya Tulis Ilmiah Minyak Goreng. Semarang: Universitas
Diponegoro.
Utami. (2004). Teknologi Proses Pembuatan Biodiesel. Palembang: Politeknik Sriwijaya.
Wahyuni, S. R. (2015). Pengaruh Suhu Proses Dan Lama Pengendapan Terhadap Kualitas
Biodiesel Dari Minyak Jelantah. PILLAR OF PHYSICS, 33.

DAFTAR NOTASI

6
Daftar Notasi Keterangan Satuan
V Volume mL
m Massa gram
Massa jenis gram/mL
Viskositas cP
T Suhu o
C
t Waktu s
G Berat sampel gram
A Volume titrasi NaOH mL
N Normalitas N
M Molaritas M
e Ekivalensi -
BM Berat Molekul gram/mol
Wo Berat pikno kosong gram
W1 Berat pikno + minyak gram

APPENDIKS

7
1. Membuat larutan NaOH 0,1 N sebanyak 500 mL
NaOH Na+ + OH- maka : e = 1
N =Me
0,1 = M 1
0,1 = M

m x1000
M = BMxV
0,1 = m x 1000
40 x 500
0,1 x 40 x 500
m = 1000
m = 2 gram
Cara Membuat :
o Menimbang NaOH sebanyak 2 gram.
o MemasukkanNaOH yang telah ditimbang ke dalam labu ukur 500 mL.
o Menambahkan aquades hingga batas tara.
o Mengocok larutan NaOH hingga homogen

2. Analisa Minyak bekas


a. Densitas minyak bekas
Berat pikno kosong = 15,9 gr
Berat pikno + minyak = 23,4 gr
Berat minyak = 8,4 gr
Volume pikno = 10 ml
m
=
v
8,4 gr
=
10 ml
= 0,84 gr/ml

b. Nilai FFA minyak bekas


Volume titrasi = 19 ml
BM minyak goreng = 282
Gram sample = 10 ml
N NaOH = 0,1 N
ml NaOH x N NaOH x BM minyak goreng
% kandungan FFA = x 100
Gram sample x 1000
17 ml x 0,1 N x 282
% kandungan FFA = x 100
10 ml x 1000
% kandungan FFA = 4,794%

c. Viskositas minyak bekas


1 t 1 x 1
=
2 t 2 x 2

8
1 212 x 0,84
=
0,7843 3,82 x 1
= 36,56 cP

3. Hasil Analisa Biodiesel variabel 1:4


a. Densitas Biodiesel
Berat pikno kosong = 11,9 gr
Berat pikno + Biodiesel = 16,3 gr
Berat Biodiesel = 4,4 gr
Volume pikno = 5 ml
m
=
v
4,4 gr
=
5 ml
= 0,88 gr/ml

b. Viskositas minyak bekas


1 t 1 x 1
=
2 t 2 x 2
1 23 x 0,88
=
0,7843 3,83 x 1
= 4,16 cP
c. Nilai FFA Biodiesel
Volume titrasi = 1,8 ml
BM minyak goreng = 256
Gram sample = 10 ml
N NaOH = 0,1 N
ml NaOH x N NaOH x BM minyak goreng
% kandungan FFA = x 100
Gram sample x 1000
1,8 ml x 0,1 N x 282
% kandungan FFA = x 100
10 ml x 1000
% kandungan FFA = 0,51%

d. Nilai Angka Asam Biodiesel


Volume titrasi = 1,8 ml
Gram sample = 10 ml
N NaOH = 0,1 N
A x N x 40
Angka Asam = x 100
G x 1000
1,3 x 0,1 x 40
Angka Asam = x 100
10 x 1000
Angka Asam = 0,052%

4. Hasil Analisa Biodiesel variabel 1:2


a. Densitas Biodiesel
Berat pikno kosong = 11,9 gr
Berat pikno + Biodiesel = 16,3 gr

9
Berat Biodiesel = 4,4 gr
Volume pikno = 5 ml
m
=
v
4,4 gr
=
5 ml
= 0,88 gr/ml

b. Viskositas minyak bekas


1 t 1 x 1
=
2 t 2 x 2
1 31 x 0,88
=
0,7843 3,83 x 1
= 5,60 cP

c. Nilai FFA Biodiesel


Volume titrasi = 1,1 ml
BM minyak goreng = 282
Gram sample = 10 ml
N NaOH = 0,1 N
ml NaOH x N NaOH x BM minyak goreng
% kandungan FFA = x 100
Gram sample x 1000
1,1 ml x 0,1 N x 282
% kandungan FFA = x 100
10 ml x 1000
% kandungan FFA = 0,31%

d. Nilai Angka Asam Biodiesel


Volume titrasi = 0,6 ml
Gram sample = 10 ml
N NaOH = 0,1 N
A x N x 40
Angka Asam = x 100
G x 1000
0,6 x 0,1 x 40
Angka Asam = x 100
10 x 1000
Angka Asam = 0,024%

10