Anda di halaman 1dari 13

HIPOTESIS PASAR EFISIEN

TUGAS MATA KULIAH


SEMINAR AKUNTANSI

Oleh :
Nama : SABRINA AULIA RAKHMAN
NPM : 4309500709
Nama : LILY HASRINI MARIATI
NPM : 4310500135

PROGRAM STUDI AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS PANCASAKTI TEGAL
TAHUN 2012

0
BAB I
PENDAHULUAN

Hipotesis efisien pasar atau dikenal juga sebagai


t e o r i random-walk adalah proposisi yang menyatakan harga saham saat ini
merefleksikan secara penuh informasi yang tersedia mengenai nilai perusahaan
dan tidak ada cara l a i n u n t u k m e n g h a s i l k a n k e u n t u n g a n m e l e b i h i
p a s a r s e c a r a k e s e l u r u h a n dengan menggunakan informasi tersebut.
Teori ini membahas salah satu isu ya n g s a n g a t f u n d a m e n t a l
p a d a m a n a j e m e n k e u a n g a n m e n g e n a i f l u k t u a s i harga di pasar
modal dan bagaimana positioning fluktuasi tersebut. Kedua isu ini
memiliki implikasi penting baik itu investor dan manajemer keuangan.
Terminologi efisiensi pasar pertama kali muncul pada jurnal-nya E.F
Famat a h u n 1 9 6 5 y a n g m e n g a t a k a n b a h w a d i p a s a r ya n g e f i s i e n
secara rata-rata k o m p e t i s i a k a n m e n y e b a b k a n p e n g a r u h
penuh pada informasi b a r u mengenai nilai intrinsik untuk
direfleksikan secara instant pada harga aktual saham.Banyak investor
mencoba untuk mengidentifikasi saham yang under-valued, dan yang
diharapkan untuk meningkat nilainya dimasa mendatang, k h u s u s n ya
s a h a m ya n g p e n i n g k a t a n n y a l e b i h b e s a r d i b a n d i n g l a i n n ya .
Banyak juga investor, termasuk manajer investasi
yang percaya bahwa mereka dapat memilih saham
yang a k a n out perform d i p a s a r . M e r e k a menggunakan beragam
teknik forecast d a n v a l u a s i u n t u k m e m b a n t u n y a dalam menghasilkan
keputusan investasi atau dengan kata lain suatu batasan ya n g d i i n g i n i o l e h
i n v e s t o r ya n g d a p a t d i t r a n s l a s i k e d a l a m k e u n t u n g a n substansial.
Hipotesis efisiensi pasar menyatakan bahwa tidak
s a t u p u n t e k n i k tersebut diatas efektif (perolehan gain tidak melebihi biaya
transaksi dan risetyang timbul), dan karenanya tidak satupun dapat memprediksi
kinerja pasar yang out performed.

1
Tidak ada teori lainnya di ilmu Ekonomi
atau keuangan y a n g menghasilkan pro dan kontra
s e d e m i k i a n r u p a t e r h a d a p h i p o t e s i s i n i . M . Jensen seorang ekonom
keuangan Harvard menyatakan tidak ada usulan l a i n d i e k o n o m i
yang solid memiliki bukti empiris untuk mendukungnya
d a r i p a d a h i p o t e s i s e f i s i e n s i p a s a r.
H i p o t e s i s e f i s i e n s i p a s a r m e n ya t a k a n bahwa menghasilkan
profit dari prediksi fluktuasi harga sangat sulit. Motor u t a m a d i b a l i k
fluktuasi harga adalah munculnya informasi baru.

BAB II
ANALISIS DAN PEMBAHASAN

P a s a r dikatakan efisien kalau terjadi penyesuaian harga secara cepat


dan tanpa bias t e r h a d a p informasi baru. Sehingga
akhirnya harga saham saat i n i merefleksikan seluruh
informasi yang ada. Oleh karena itu tidak ada alasan untuk menyakini
terbentuknya harga saham yang terlalu tinggi atau rendah.Harga saham
menyesuaikan sebelum investor memiliki kesempatan untuk trading
dan memperoleh profit atas informasi baru.
Kunci utama atas eksistensi pasar efisien adalah kompetisi yang
intens diantara para investor untuk memperoleh profit dari munculnya
informasi baru. Kemampuan untuk mengidentifikasi harga saham yang
Underpriced dan overpriced sangat berharga (memungkinkan investor untuk
membeli beberapa saham yang nilainya dibawah nilai riilnya dan menjual saham
yang harganya s u d a h d i a t a s n i l a i r i i l n y a ) . K a r e n a i t u l a h
telah banyak investor y a n g menghabiskan waktu dan sumber
daya-nya dalam rangka mendeteksi hargasaham.(Jensen, M. 1978. Some
Anomalous Evidence Regarding Market Efficiency. Journal of
Financial Economics(June/Sept).

2
Awalnya, karena persaingan para analist untuk menghasilkan profit atas
saham yang underpriced dan overpriced sedemikian intensifnya mengakibatkan
kemampuan untuk menemukan dan mengeksploitasi saham yang
misspriced m e n j a d i s e m a k i n m e n g e c i l . At a u d e n g a n k a t a l a i n ,
r e l a t i f h a n ya s e j u m l a h kecil investor saja yang mampu menghasilkan
keuntungan dari hasil deteksi saham yang mispriced, dan itu juga karena ada
kesempatan.
Bagi mayoritasinvestor, analisis payoff informasi mungkin juga tidak
mengkompensasi biaya t r a n s a k s i . I m p l i k a s i y a n g p a l i n g k r u s i a l d a r i
h i p o t e s i s p a s a r e f i s i e n d a p a t diwakili dalam bentuk slogan: Percaya
harga Pasar! Tidak ada ruang untuk m e m b o h o n g i i n v e s t o r, d a n p a d a
a k h i r n ya s e l u r u h i n v e s t a s i p a d a p a s a r efisien berlaku istilah
penetapan harga yang fair, yakni: rata-rata investormemperoleh apa yang
telah bayar untuknya. Penetapan harga yang fair tidak b e r a r t i bahwa
mereka semua memiliki kinerja yang sama, atau meski
kemungkinan peningkatan atau penurunan harga adalah sama
t e r h a d a p seluruh saham.
Berdasarkan teori pasar modal, tingkat pengembalian yang
diharapkan dari saham adalah fungsi dari tingkat risikonya. Harga
saham merefleksikan present value dari arus kas yang diharapkan periode
mendatang dengan mengintegrasikan banyak faktor, misalnya: volatilitas,
likuiditas, danrisiko distress.
Di satu s i s i pricing d i t e t a p k a n secara rasional,
s e h i n g g a perubahan harga yang diharapkan adalah random dan tidak
bisa diprediksi karena adanya informasi baru. Kondisi
i n i l a h y a n g m e r u p a k a n a n a l o g i sederhana mengapa harga saham
berpola random walk.

3
Tiga Bentuk Hipotesis Pasar Efisien
Hipotesis efisiensi pasar memprediksi bahwa harga
p a s a r h a r u s merepresentasikan seluruh informasi yang tersedia, sementara
disisi lain kita m e n g e t a h u i bahwa terdapat beragam jenis
informasi yang berpotensi mempengaruhi nilai saham.
Akibatnya,sebahagian besar para peneliti keuangan
menghasilkan tiga versi dari hipotesisnya Fama ini, tergantungdari apa
definisi mereka perihal seluruh informasi yang tersedia.

Efisiensi Bentuk Lemah


B e n t u k l e m a h p a d a h i p o t e s i s p a s a r e f i s i e n m e n ya t a k a n
b a h w a h a r g a saham saat ini hanya mengikutsertakan informasi yang
terdapat pada harga saham masa lalu, yakni tidak seorangpun yang
dapat mendeteksi mispriced s a h a m d a n m e m p e n g a r u h i p a s a r d e n g a n
menganalisis harga masa lalu. I s t i l a h bentuk lemah
diperoleh untuk alasan bahwa harga saham itu
sebagaimana halnya istilah seluruh informasi yang tersedia
merupakan definisi yang masih dapat diperdebatkan sifatnya. Eksesnya
memunculkan l o g i k a b a h w a s e s e o r a n g s e h a r u s n y a t i d a k
dapat diuntungkan dari penggunaan informasi yang sudah
diketahui oleh semua orang.
Di sisi lain,banyak analist keuangan mencoba menghasilkan
profit dengan mempelajari apa yang secara jelas dimaksud oleh hipotesis ini
sebagai sesuatu yang tidak bernilai, yakni,data series historikal harga dan
volume trading saham masalalu, yakni analisis teknikal. Oleh karena itu
bukti empirikal untuk bentuklemah hipotesis ini cukup kuat dan konsisten
bertentangan dengan nilai padaa n a l i s i s teknikal. Sangat sulit
u n t u k m e n g h a s i l k a n u a n g d e n g a n h a n y a berdasarkan informasi
publik (khususnya harga saham masa lalu) yang adaterlebih setelah

4
perhitungan biaya transaksi pada proses analisis dan trading saham juga
diikutsertakan.

Bentuk Efisiensi Setengah-Kuat


Bentuk setengah-kuat hipotesis efisiensi pasar menyarankan
bahwa hargasaham saat ini merepresentasikan seluruh informasi publik
yang tersedia.Informasi publik yang dimaksud tidak hanya harga saham
masa lalu, tapi j u g a d a t a y a n g d i l a p o r k a n e m i t e n d a l a m l a p o r a n
k e u a n g a n n y a ( f o r m a t standar berdasarkan ketentuan otoritas bursa).
Faktanya informasi publik d a l a m l a p o r a n k e u a n g a n y a n g
d i p u b l i k a s i k a n b a n ya k y a n g b e l u m s e c a r a langsung memberikan
gambaran kepastian arus kas masuk, atau profit yang dihasilkan emiten
dan masih harus dianalisis lebih lanjut secara cermat. Salahsatu tantangan yang
dihadapi oleh bentuk setengah kuat adalah ekses dariketentuan atau
definisi ketersediaan informasi yang tersedia, terlebih
jikad i h a d a p k a n dengan karakteristik emiten, industri,
s i k l u s e k o n o m i d a n indikator leading l a i n n y a d i m a n a t i d a k c u k u p
h a n ya a n a l i s t k e u a n g a n s a j a untuk memproses data yang tersedia ini
melainkan juga ahli lainnya yang t e r k a i t d e n g a n d a t a d i m a k s u d
m e n j a d i i n f o r m a s i ya n g b e r n i l a i m e n g e n a i saham tertentu.
Faktanya, hanya sedikit perusahaan sekuritas di negara kita i n i
yang memiliki beragam analist (ekonom, ahli pertanian,
dan p a k a r dibidang l a i n n ya ) . Sebahagian kecil perusahaan
s e k u r i t a s b o n a f i d h a n ya terdiri dari analist keuangan, ekonom dan
ekonometrist sedangkan mayoritas p e r u s a h a a n sekuritas lainnya
hanya memiliki analist keuangan yang dipaksakan untuk
m e n g e r t i a r e a l m a k r o - m i k r o e k o n o m i d a n p e l a t i h a n analisis
teknikal ala kadarnya.

Bentuk Efisiensi-Kuat

5
Bentuk kuat pada hipotesis efisiensi pasar menyatakan bahwa harga saat
i n i m e r e p r e s e n t a s i k a n s e l u r u h i n f o r m a s i ya n g a d a ( i n f o r m a s i
p u b l i k d a n privat). Perbedaan utama antara hipotesis efisiensi setengah kuat
dan efisiensi kuat adalah pada hipotesis efisiensi bentuk kuat, tidak ada seorang
pun yang dapat secara sistematik menghasilkan profit bahkan meski
informasi privat d i k e t a h u i p a d a s a a t trading d i l a k u k a n .
D e n g a n k a t a l a i n , b e n t u k k u a t hipotesis efisiensi pasar
menyatakan kalau manajemen emiten ( insider) tidak dapat
menghasilkan keuntugan secara sistematis dari informasi
i n t e r n a l dengan membeli saham perusahaan selama sepuluh menit
setelah mereka m e m u t u s k a n (tapi tidak dipublikasikan
ke publik) apa yang mereka imajinasikan sebagai suatu
akuisisi yang sangat menguntungkan. Analogi yang sama
misalnya, terhadap anggota litbang emiten tidak
m a m p u menghasilkan profit dari informasi mengenai temuan
revolusioner yang mereka lengkapi setengah jam
sebelum transaksi dilakukan.
L o g i k a sederhana untuk efisiensi pasar bentuk kuat adalah
pasar mengantisipasi p e n g e m b a n g a n m a s a m e n d a t a n g d a l a m
perilaku yang tidak bias dan karenanya harga saham telah
mengikutsertakan informasi dan mengevaluasi dalam cara yang informatif
dan objektif daripada kalangan insider. Tidaklah m e n g e j u t k a n j i k a
p e n e l i t i a n e m p i r i s d i k e u a n g a n m e n e m u k a n b u k t i y a n g tidak
konsisten pada bentuk kuat pada hipotesis efisiensi pasar.

Kekeliruan Umum Pada Konseptual Hipotesis Efisiensi Pasar


Sebagaimana telah dinyatakan diatas, bahwa hipotesis efisiensi
pasar menerima begitu banyak perhatian sejak periode
d i n ya t a k a n . D i s a m p i n g relativitas kesedehanaannya,
hipotesis ini juga menghasilkan beragam kontroversi.
Pada akhirnya, hipotesis ini mempertanyakan kemampuan

6
investor untuk secara konsisten mendeteksi saham yang
mispriced.
T a k mengherankan bila implikasi ini dirasa tidak sejalan
dengan banyak analist keuangan dan manajer portfolio yang aktif.M e s k i
masih bisa diperdebatkan, dalam pasar yang likuid
dengan banyak peserta, pasar modal m i s a l n ya , harga
s e h a r u s n ya m e n y e s u a i k a n secara cepat terhadap informasi baru
dalam perilaku yang tidak bias.
Lebihlanjut, tingkatan kritik-isme pada hipotesis efisiensi pasar
berdasarkan pada beragam kekeliruan konsepsi, interpretasi yang
keliru, dan mitos mengenai t e o r i e f i s i e n s i p a s a r .
Berikut adalah beberapa mitos populer
m e n g e n a i hipotesis efisiensi pasar (selanjutnya disebut HEP):

Mitos 1:
HEP mengklaim bahwa investor tidak bisa menghasilkan kinerja yang
lebih baik dibanding pasar. Saat ini kita dapat melihat beberapa analist yang
sukses (Soros,Buffet, atau Lynch) yang melakukan hal tersebut. Karenanya HEP
salah.
HEP tidak bermaksud bahwa investor tidak mampu memiliki
kinerja lebih baik dibanding pasar. Kita mengetahui bahwa munculnya
informasi secara terus-menerus membuat harga saham berfluktuasi. Apa
yang diklaim oleh HEP adalah meski tidak seorangpun memiliki kinerja
yang melebihi pasar b e r s i f a t k o n s i s i t e n a t a u d a p a t d i p r e d i k s i .
Harus diingat, bahwa memang beberapa investor mampu
m e m i l i k i k i n e r j a m e l e b i h i p a s a r d a l a m p e r i o d e yang lama hanya
karena adanya kesempatan, meski pasar sudah efisien.

Mitos 2:
HEP menyatakan bahwa analisis keuangan tidak bermanfaat dan
investor yang mencoba untuk melakukan penelitian mengenai harga saham

7
membuang waktu mereka. Dart-throwing pada bagian keuangan akan
menghasilkan suatu portfolio yang dapat diharapkan untuk
mengerjakan sebaik mungkin pada apa pun yang di-manage analist
saham profesional. Tapi sampai saat ini kita cenderung melihat bahwa
pasar tenaga kerja untuk analist keuangan tidak hilang, yang artinya
jasa mereka memang dibutuhkan. Karenanya HEP salah.diantaranya
mengindikasikan reaksi pasar yang berlebihan sementara yang lainnya
mengindikasikan under-reaction pasar terhadap munculnya informasi
baru.A n o m a l i baru tersebut m i s a l n ya , pembalikan jangka
p a n j a n g y a n g dinyatakan oleh penelitian Depend dan Thayer, kemungkinan
adalah eksesd a r i r a t i o n a l pricing.
Mereka mengklarifikasi bahwa temuannya belum
memadai untuk dianggap sebagai bukti tapi lebih kepada indikasi
hingga penjelasan alternatif disertai analisis yang lebih komprehensif
muncul dari penelitian selanjutnya.

Nilai versus Pertumbuhan


Sejumlah investor profesional dan akademisi berpendapat
bahwa apa yang disebut strategi nilai adalah mampu memiliki kinerja
melebihi pasar secara konsisten. Tipikalnya, strategi nilai melibatkan pembelian
saham yang nilai pasarnya relatif lebih rendah dibanding nilai buku,
dividen, atau harga h i s t o r i k a l n y a .
D a l a m p e n e l i t i a n n ya ya n g p r o v o k a t i f , L a k o n i s h o k e t . a l
menemukan bukti bahwa perbedaan antara rata-rata return saham yang PBV-n y a
rendah dan saham dengan PBV tinggi adalah sebesar 10 persen
p e r tahun. Secara mengejutkan perbedaan return ini tidak dapat dijadikan atribut
terhadap risiko yang meningkat (yang diukur dengan volatilitas).
Lebih lanjut mereka berpendapat bahwa kondisi ini muncul
sebagai akibat dari pelaku pasar yang cenderung permanen untuk
melakukan over-estimate atas tingkat pertumbuhan mendatang saham PBV

8
tinggi dibanding saham PBV rendah. Hasil penelitian mereka dapat dikatakan
sebagai representasi bukti kuat yang m e n e n t a n g H E P.
Tem u a n l a i n n y a ya n g m e n a r i k a d a l a h k e c e n d e r u n g a n
bahwa keunggulan saham dengan PBV-rendah terjadi di awal tahun
yakni bulan Januari. Meski demikian, penelitian
l a n j u t a n y a n g d i l a k u k a n mengindikasikan bahwa anomali return
dapat disebabkan oleh proses seleksi bias dalam database
komersil populer yang digunakan oleh ekonom
keuangan. (Depend, W., dan R. Thayer. 1985. Does the Stock Market Overreact.
Journal of Finance(July).Lakonishok, J., A. Shleifer, dan R. Vishny. 1994.
Contrarian Investment, Extrapolation, and Risk.
Journal of Finance
(December)

Pengaruh Ukuran Perusahaan


Di tahun 1981 Ball mengekspos anomali lainnya. Ia menyatakan
bahwa rata-rata return saham kecil terlalu besar untuk dijustifikasi hanya
dengan C A P M , s e m e n t a r a r a t a - r a t a return s a h a m b e s a r t e r l a l u
kecil. Penelitian selanjutnya mengindikasikan bahwa
s e b a h a g i a n b e s a r p e r b e d a a n return a n t a r a s a h a m k e c i l d a n s a h a m
b e s a r t e r j a d i p a d a b u l a n J a n u a r i . H a s i l i n i cukup mengejutkan,
karena bertahun-tahun para ekonom keuangan telah menerima bahwa
risiko sistematis atau beta adalah variabel tunggal untuk memprediksi
return.
Mengenai hal ini, hasil penelitian lanjutan
j u s t r u mengindikasikan bahwa apa yang dikemukakan Ball bukanlah
bukti pada inefisiensi pasar tapi lebih mengindikasikan kegagalan CAPM.

9
BAB III
KESIMPULAN

Tujuan para investor adalah untuk mencapai return setinggi


mungkin.Setiap tahun para investor profesional menerbitkan beragam buku
mengenai c a r a terbaik mengalahkan pasar dan menghasilkan
j u t a a n r u p i a h d a l a m proses beat tersebut. Ironisnya, apa yang disebut
sebagai jurus-jurus strategi i n v e s t a s i t e r s e b u t g a g a l t o t a l d a l a m
m e n g h a s i l k a n k i n e r j a y a n g t e l a h diprediksi sebelumnya. Di sisi lain
tingkat intensitas kompetisi antar investor menciptakan pasar yang efisien
dimana harga mengalami penyesuaian yang cepat terhadap
informasi baru. Akibatnya, secara rata-rata
i n v e s t o r menghasilkan return yang hanya mengkompensasi time value
dana dan risiko y a n g diinvestasikan. Dengan kata lain,
s e t e l a h d i k u r a n g i d e n g a n b i a y a operasional manajemen investasi
aktif kehilangan proposisi-nya.

IMPLIKASI EFISIENSI PASAR BAGI INVESTOR

Banyak bukti yang ada mengindikasikan bahwa pasar modal memiliki


tingkat efisiensi yang tinggi dan akibatnya investor hanya memperoleh profit yang
minimal atas implementasi strategi manajemen yang aktif. Kondisi
demikian menjadikan tantangan untuk melakukan beat terhadap pasar
tidak cukup dengan efektivitas secara numerikal hasil kalkulasi software
ekonometrik melainkan juga secara riil dalam artian kalkulasi dagang,
yakni dapat menutup biaya operasional.
Hipotesis efisiensi pasar dengan segala keterbatasannya memberikan
paradigma baru bahwa tidak cukup hanya kinerja pasar yang
mempengaruhi terbentuknya harga saham, m e l a i n k a n juga
p e n g a r u h d i s t r i b u s i i n f o r m a s i t e r h a d a p p e r i l a k u stakeholder

10
(khususnya shareholder yang melakukan trading) pasar modal dan meski tetap
harus hati-hati dalam implementasi secara riil dan konkret. Dengan kata
lain, investordapat menggunakannya sebagai input bagi optimalisasi
Return melalui diversifikasi dan alokasi aset dalam pembentukan portfolio
investasi, atau trade pada level saham.
Meski tidak ada satu teori pun yang sempurna,
mayoritas bukti empiris mendukung hipotesis efisiensi pasar.
Mayoritas peneliti pasar setuju bahwa pasar memiliki tingkat
efisiensi yang tinggi. Para penentang hipotesis efisiensi pasar
berpendapat bahwa beberapa bukti penelitian menyarankan bahwa
terjadi reaksiyang
Over dan under pada pasar modal.
Tapi penting juga dicatat bahwa penelitian-penelitian tersebut adalah
kontroversial dan secara umum tidak berhasil bertahan melalui periode
waktu. Akhirnya dapat dikatakan bahwa hipotesis efisiensi pasar masih
merupakan deskripsi terbaik terhadap fluktuasi harga pada pasar modal.

11
REFERENSI

B a l l , R a y. 1 9 9 5 . T h e T h e o r y o f S t o c k M a r k e t E f f i c i e n c y :
A c c o m p l i s h m e n t s a n d Limitations.
Journal of Corporate Finance
(May).Fama, E F. 1970. Efficient Capital Markets: a Review of Theory and
Empirical Work.
Journal of Finance (May).
Fama, E.F. 1991. Efficient Capital Markets: II.
Journal of Finance
(December).Fama, E.F. 1998. Market Efficiency, Long-term Returns, and
Behavioral Finance.
Journal of Financial Economics
(September).Malkiel, B. 1999.
A Random Walk Down Wall Street
. 7th ed., W.W. Norton & Co., NewYork, N.Y.Tanous, P. 1997.
Investment Gurus
. New York Institute of Finance, Englewood Cliffs,N.J

12