Anda di halaman 1dari 4

JAWABAN SOAL

TUGAS TUTORIAL ATAU TUGAS MATA KULIAH I/II/III*

Fakultas : Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik


Program Studi : S1 Perpustakaan dan Sains Informasi
Kode/Nama MK : PUST4210/Preservasi & Konservasi Media Informasi
NIM Mahasiswa : 042292878
Nama Mahasiswa : Kadek Mariantini

1. Bahan pustaka harus dijaga kelestariannya baik fisik ataupun kandungan informasi dari
bahan pustaka :
a. preservasi fisik koleksi bahan pustaka adalah dalam rangka melestarikan secara fisik
dengan tetap melestarikan kondisi fisik asli bahan pustaka, agar kondisi koleksi bahan
pustaka masih layak digunakan seperti memberi sampul pelindung agar cover bahan
pustaka tetap terjaga
b. preservasi kandungan informasi koleksi bahan pustaka adalah untuk melestarika
kandungan informasi yang ada di koleksi bahan pustaka seperti pelestarian non fisik
dengan cara alih media bentuk mikrofilm maupun digital dalam upaya pelestarian
kandungan nilai informasi agar dapat didayagunakan untuk kepentingan generasi
mendatang.

2. Pelestarian bahan pustaka dikenal metode preventif dan kuratif


a. Metode Preventif, bertujuan untuk melakukan tindakan pencegahan terhadap
kemungkinan terjadinya kerusakan terhadap bahan pustaka.Contohnya, pustakawan
menjaga kebersihan buku dan kelembaban udara untuk mencegah kerusakan bahan
pustaka yang bisa terjadi.
b. metode Kuratif, adalah perbaikan yang dilakukan pada saat terjadi kerusakan pada bahan
pustaka.Contohnya, pustakawan memperbaiki /mengelem kembali buku/bahan pustaka
yang rusak agar bisa digunakan lagi

3. Media rekam informasi terbagi dalam 3 tahap, yaitu zaman pra kertas, zaman kertas, dan
zaman elektronik
A. Media Informasi ZamanPraKertas
Pada zaman sebelum kertas ditemukan terdapat beberapa media perekam informasi
seperti tanah liat, papyrus, kulit kayu, lontar, kayu, gading, tulang, batu, kulit binatang,
pergamen, serta vellum. Adapun kekurangan dan kelebihan zaman pra kertas yaitu:
 Kekurangan
 Mudah rusak; media seperti tanah liat, kayu, lempengan kulit kayu, serta lontar
amat mudah rusak jika terkena hujan maupun serangan serangga pengganggu.
 Sulitnya penyimpanan untuk media seperti tanah liat dan batu, sertaperawatan yang
minim karenaalat-alatpelestarian yang belummemadai
 Kelebihan
 Media perekam tersebut mudah didapatkan karena berasal dari alam sehingga dapat
diperoleh secaralangsung
 Dengan penggunaan media-media seperti ini maka transaksi serta kegiatan manusia
dapat dicatat meskipun secara sederhana sehingga dapat menjadi sejarah atau
pelajaran untuk kehidupan selanjutnya
B. Media Informasi Zaman Kertas
Hal yang mendasari munculnya kertas yaitu manusia menyadari bahwa media-media
zaman prakertas kurang praktis. Pada dewasa ini kertas merupakan koleksi terbesar di
perpustakaan, serta masih banyak sumber-sumber informasi yang masih berbentuk kertas.
 Kekurangan
Bahan dasar kertas yang berasal dari serat pohon mengancam berkurangnya jumlah
pohon yang nantinya dapat menyebabkan berbagai bencana
 Kurang praktis karena terkadang informasi dalam bentuk kertas masih sulit
dibawa kemana-mana
 Timbulnya kerusakan seperti kertas yang menguning, terkena jamur, serta sobek
jika kertas tidak kuat
 Kelebihan
 Penyimpanan yang mudah; media informasi dari kertas dapat disimpan di rak
C. Media InformasiZamanPascaKertas
Media informasi pada masa ini sudah modern. Biasanya sering disebut dengan bahan
non-buku yang juga disebut bahan audiovisual, media teknologi, alatperaga dan
sebagainya. Ada pun kekurangan dan kelebihan pada zaman pasca kertas yaitu :
 Kelebihan
 Sangatlah bervariasi sehingga menawarkan nuansa baru bagi para pencari
informasi
 Mudah dan cepat dalam menggunakannya sehingga mempercepat proses
penemuan informasi
 Memiliki bentuk praktis sehingga mudah dibawa kemana-mana
 Menghemat penebangan pohon sebagai bahan baku kertas
 Kekurangan
 Untuk mengakses media ini dibutuhkan alat yang harganya pun mahal
 Tidak semua orang tahu dan bisa menggunakan media-media ini
 Menciptakan rasa malas kepada penggunanya karena jika menggunakan media ini
pencarian informasi akan dilakukan dengan mudah dan cepat

4. dua faktor kerusakan bahan pustaka, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
A. Faktor Internal yaitu faktor yang berasal dari karakteristik koleksi bahan pustaka itu
sendiri, antara lain seperti :
1. Kertas yang terlalu tinggi kandungan senyawa lignin di dalamnya dapat membuat
kertas menjadi menguning.
2. Lem yang digunakan kurang baik tentu dapat menimbulkan kerusakan pada bahan
pustaka itu sendiri seperti daya rekat lem yang tidak kuat, lamban kering, mudah
lepas, hingga mengundang datangnya serangga.
3. Tinta yang digunakan pada kertas tidak baik maka akan menyebabkan tinta pada
kertas itu luntur.
B. Faktor Eksternal
Faktor eksternal yaitu faktor yang merusak koleksi bahan pustaka dari luar seperti faktor
lingkungan, manusia, bencana alam, dan biota.
1. Lingkungan
Faktor lingkungan yaitu faktor yang berhubungan dengan faktor fisika seperti : a.
paparan Cahaya yang berada di lingkungan perpustakaan biasanya berasal dari cahaya
lampu listrik dan sinar matahari. Cahaya mempercepat oksidasi pada molekul
selulosa, sehingga kertas berubah menjadi kecoklatan. Pengaruh lain dari cahaya
menyebabkan kertas menjadi pucat dan memudarnya tinta., b. Pencemaran udara atau
polusi yang mencemari udara seperti asap rokok, asap kendaraan bermotor, debu dan
sebagainya. Polusi tersebut dapat merusak bukan hanya bahan pustaka tetapi juga
kesehatan manusia. Pada udara yang tercemar terdapat senyawa asam, sehingga dapat
membuat kertas berubah warna menjadi kuning/kecoklatan. Selain itu, apabila debu
berpadu dengan kondisi perpustakaan yang lembab maka akan menyebabkan dampak
timbulnya noda permanen pada koleksi., c. Suhu / temperatur yang tidak stabil
membuat kertas cepat rusak. Jika temperatur rendah kelembaban tinggi, sebaliknya
jika suhu tinggi maka kelembaban rendah. Akibat dari temperatur rendah kelembaban
tinggi yaitu, lingkungan lembab, tinta yang larut dalam air akan menyebar, kertas
saling menempel, suburnya pertumbuhan jamur dan serangga. Sebaliknya jika suhu
tinggi maka kelembaban rendah akibatnya yaitu, lingkungan kering, kertas menjadi
menegang, kertas menjadi getas dan rapuh, sampul keriput. Faktor lingkungan lain
seperti sisa makanan dan minuman, rak atau lemari tidak standar.
2. Manusia
Manusia dapat menjadi teman ataupun musuh dari bahan pustaka, karena selain dapat
merawat manusia juga dapat merusak bahan pustaka. Sehingga perlu dilakukan usaha
mengubah kebiasaaan pemustaka/petugas fotokopi untuk tidak melakukan hal-hal
yang dapat merusak koleksi adalah dengan memberikan sosialisasi maupun
pendidikan pemakai dengan topik perlakuan yang benar terhadap koleksi. Untuk
pustakawan/petugas perpustakaan juga dapat mengikuti pelatihan tentang pelestarian
bahan pustaka.
3. Bencana Alam
Definisi bencana alam menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang
disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi, tsunami gunung meletus,
banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor. Bencana tidak tahu kapan
datangnya tetapi ada bencana yang dapat diprediksi. Misalnya bencana yang
bergantung pada cuaca seperti banjir, badai, dan lain sebagainya. Walaupun tidak
semua dapat diprediksi seperti gempa bumi, gunung meletus dan lain sebagainya.
begitu juga dengan prediksi cuaca tidak semuanya akan terjadi, setidaknya dengan
prediksi cuaca dapat menimalisir kerusakan jika bencana alam itu terjadi.
4. Biota
Definisi biota menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah keseluruhan
flora dan fauna yang terdapat di dalam suatu daerah. Biota menjadi musuh terbesar
bagi perpustakaan. Penyebabnya seperti sampah makanan dan minuman, selain
mengundang biota (serangga) juga bau tidak sedap yang ditimbulkan. Kondisi ruang
perpustakaan yang lembab sehingga mengundang jamur. Kondisi ruang yang kumuh
atau kotor sehingga banyak sarang laba-laba. Semua jenis serangga dan juga binatang
pengerat dapat merusak koleksi. Binatang pengerat merusak koleksi karena kertas
akan dimakan dan dipakai untuk membuat sarang. Selain meninggalkan kotoran yang
menyebabkan kertas menjadi kotor, juga memakan serat bahan organik sehingga
bagian kertas menjadi berlubang atau hilang. Faktor biota misalnya serangga (kutu
buku, kecoa, rayap), jamur, pengerat (tikus), bakteri dan lumut
Sumber :
BMP PUST 4210/Modul 1-9
https://jurnal.untan.ac.id/index.php/jpdpb/article/download/33319/75676581465#:~:text=Menuru
t%20Fatmawati%20(2017)%20kerusakan%20bahan,%2C%20bencana%20alam%2C%20dan
%20biota.
https://ejournal.upi.edu/index.php/edulib/article/download/9722/5991