Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Blok sistem urinaria dan genitalia maskulina adalah blok lima belas pada semester
V dari sistem Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) Pendidikan Dokter Fakultas
Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang. Salah satu strategi pembelajaran
sistem Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) ini adalah Problem Based Learning
(PBL). Tutorial merupakan pengimplementasian dari metode Problem Based Learning
(PBL). Dalam tutorial mahasiswa dibagi dalam kelompok-kelompok kecil dan setiap
kelompok dibimbing oleh seorang tutor/dosen sebagai fasilitator untuk memecahkan
kasus yang ada.
Pada kesempatan ini dilaksanakan tutorial studi kasus skenario D yaitu Tn. Amin,
38 tahun, sudah menikah, bekerja sebagai supir truk antar kota Palembang Jakarta,
berobat karena keluhan nyeri saat BAK sejak 1 pekan yang lalu. Frekuensi BAK lebih
sering namun sedikit sedikit. Tn. Amin mengaku keluar nanah dari kemaluan sejak 3
hari yang lalu. Pasien baru pertama kali mempunyai keluhan seperti ini. Demam ada
namun tidak terlalu tinggi. Menurut keterangan Tn. Amin, istrinya mengeluh keputihan
sejak 1 hari yang lalu. Riwayat keluar batu dari saluran kencing disangkal. Riwayat sering
berhubungan seksual dengan WPSK diakui Tn. Amin.

1.2. Maksud dan Tujuan


Adapun maksud dan tujuan dari laporan ini, yaitu :
1. Sebagai laporan tugas kelompok tutorial yang merupakan bagian dari sistem
pembelajaran KBK di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang.
2. Dapat menyelesaikan kasus yang diberikan pada skenario dengan metode analisis dan
pembelajaran diskusi kelompok.
3. Tercapainya tujuan dari metode pembelajaran tutorial dan memahami konsep dari
skenario ini.

FK UMP 2015 BLOK XV SISTEM URINARIA DAN GENITALIA MASKULINA


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Data Tutorial

Tutor : dr. Hj. Asmarani Mamun, M.Kes


Moderator : Suci Lahdia
Sekretaris meja : Ismalia
Sekretaris papan : Maya Zulaekah
Waktu : 1. Senin, 21 November 2016
Pukul: 08.00 10.30 WIB
2. Rabu, 23 November 2016
Pukul: 08.00 10.30 WIB
Peraturan tutorial 1. Alat komunikasi dinonaktifkan atau dalam keadaan
silent.
2. Semua anggota tutorial harus mengeluarkan
pendapat dengan cara mengangkat tangan terlebih
dahulu.
3. Meminta izin ketika hendak keluar ruangan.
4. Dilarang makan dan minum saat diskusi
berlangsung.

2.2 Skenario Kasus

Tn. Amin, 38 tahun, sudah menikah, bekerja sebagai supir truk antar kota Palembang
Jakarta, berobat karena keluhan nyeri saat BAK sejak 1 pekan yang lalu. Frekuensi
BAK lebih sering namun sedikit sedikit. Tn. Amin mengaku keluar nanah dari
kemaluan sejak 3 hari yang lalu. Pasien baru pertama kali mempunyai keluhan seperti ini.
Demam ada namun tidak terlalu tinggi. Menurut keterangan Tn. Amin, istrinya mengeluh
keputihan sejak 1 hari yang lalu. Riwayat keluar batu dari saluran kencing disangkal.
Riwayat sering berhubungan seksual dengan WPSK diakui Tn. Amin.

FK UMP 2015 BLOK XV SISTEM URINARIA DAN GENITALIA MASKULINA


Pemeriksaan fisik
Keadaan umum : Kesadaran kompos mentis
Tanda vital : TD 120/80 mmHg, Nadi 90 x/menit, reguler, isi tegangan cukup,
RR 22x/menit, reguler, suhu 37,8 OC
Keadaan spesifik
Kepala : Konjungtiva palpebra pucat (-) , sklera ikterik (-)
Leher : Pembesaran KGB (-), JVP (5-2) cmH2O
Toraks:
Jantung : Simetris ,ictus kordis tidak terlihat, batas jantung dalam batas
normal. HR : 90 x/menit, reguler, murmur (-),gallop (-)
Paru-paru : Simetris, pergerakan hemitoraks kanan=kiri, stemfremitus kanan=kiri
sonor pada kedua paru, vesiculer (+) normal, ronchi (-), wheezing (-)
Abdomen : Datar, lemas, hepar dan lien tidak teraba, ballotement (-) Bising usus
(+) normal
Ekstremitas : Dalam batas normal
Status venereologikus : Pada OUE: tampak discharge purulen
Pemeriksaan Laboraturium
Darah Rutin : Hb 13 g/dl, leukosit 11.000 /mm, trombosit 250.000 /mm
Urine Rutin :
Makroskopik : Warna kekuningan, Jernih, BJ 1,020
Mikroskipik : eritrosit 0-1/lpb, leukosit 15/lpb, epitel 10/lpb, silinder (-)
Pewarnaan Gram Dari Discharge : gram (-), Diplococus

2.3 Seven Jumps


2.3.1 Klarifikasi Istilah

1. Nyeri Saat BAK : Pengalaman sensorik dan motorik yang tidak menyenangkan
sehubungan dengan kerusakan jaringan baik actual maupun yang potensial.
2. Frekuensi BAK lebih sering namun sedikit sedikit ( polakisuria ) : Sekresi urin
yang berlebihan biasanya akibat proses peradangan.
3. Nanah : Cairan kaya protein hasil proses peradangan yang mengandung leukosit
debris selular dan cairan encer.

4. Keputihan : Penyakit yang disebabkan oleh infeksi dan inflamasi pada organ
genital dan sering terjadi pada perempuan.

FK UMP 2015 BLOK XV SISTEM URINARIA DAN GENITALIA MASKULINA


5. Discharge purulen : Ekskresi atau substansi yang dikeluarkan berupa supurasi.

6. Status vinerenlogikus : Pemeriksaan fisik yang berkaitan dengan penyakit


kelamin.
7. Diplococus : Bakteri berbentuk sfrik lancip atau seperti biji kopi yang
berpasangan sebagai akibat pemisahan yang tidak sempurna setelah pembelahan
sel pada suatu bidang.
8. Wpsk : Wanita penjaja seks komersil.
9. Batu saluran kencing : Pembentukan batu saluran kemih atau keadaan yang
berkaitan dengan adanya batu saluran kemih.
10. OUE : Pintu keluar saluran membranosa yang mengeluarkan urin keluar tubuh.

2.3.2 Identifikasi Masalah

1. Tn. Amin, 38 tahun, sudah menikah, bekerja sebagai supir truk antar kota Palembang
Jakarta, berobat karena keluhan nyeri saat BAK sejak 1 pekan yang lalu. Frekuensi
BAK lebih sering namun sedikit sedikit.

2. Tn. Amin mengaku keluar nanah dari kemaluan sejak 3 hari yang lalu.

3. Pasien baru pertama kali mempunyai keluhan seperti ini. Demam ada namun tidak
terlalu tinggi.

4. Menurut keterangan Tn. Amin, istrinya mengeluh keputihan sejak 1 hari yang lalu.
Riwayat keluar batu dari saluran kencing disangkal. Riwayat sering berhubungan
seksual dengan WPSK diakui Tn. Amin.
5. Pemeriksaan fisik
Keadaan umum : Kesadaran kompos mentis
Tanda vital : TD 120/80 mmHg, Nadi 90 x/menit, reguler, isi tegangan cukup,
RR 22x/menit, reguler, suhu 37,8 OC
Keadaan spesifik
Kepala : Konjungtiva palpebra pucat (-) , sklera ikterik (-)
Leher : Pembesaran KGB (-), JVP (5-2) cmH2O
Toraks:
Jantung : Simetris ,ictus kordis tidak terlihat, batas jantung dalam batas
normal. HR : 90 x/menit, reguler, murmur (-),gallop (-)

FK UMP 2015 BLOK XV SISTEM URINARIA DAN GENITALIA MASKULINA


Paru-paru : Simetris, pergerakan hemitoraks kanan=kiri, stemfremitus kanan=kiri
sonor pada kedua paru, vesiculer (+) normal, ronchi (-), wheezing (-)
Abdomen : Datar, lemas, hepar dan lien tidak teraba, ballotement (-) Bising usus
(+) normal
Ekstremitas : Dalam batas normal
Status venereologikus : Pada OUE: tampak discharge purulen

6. Pemeriksaan Laboraturium
Darah Rutin : Hb 13 g/dl, leukosit 11.000 /mm, trombosit 250.000 /mm
Urine Rutin :
Makroskopik : Warna kekuningan, Jernih, BJ 1,020
Mikroskipik : eritrosit 0-1/lpb, leukosit 15/lpb, epitel 10/lpb, silinder (-)
Pewarnaan Gram Dari Discharge : gram (-), Diplococus

2.3.3 Analisis Masalah

1. Tn. Amin, 38 tahun, sudah menikah, bekerja sebagai supir truk antar kota Palembang
Jakarta, berobat karena keluhan nyeri saat BAK sejak 1 pekan yang lalu. Frekuensi
BAK lebih sering namun sedikit sedikit.

a. Bagaimana anatomi,fisiologi dan histology organ yang terlibat pada kasus ?


b. Bagaimana hubungan usia, pekerjaan dan jenis kelamin pada kasus ?
c. Apa penyebab nyeri saat BAK ?
d. Bagaimana patofisiologi nyeri saat BAK ?
e. Bagaimana frekuensi dan volume urin normal ?
f. Apa makna dan penyebab frekuensi BAK lebih sering namun sedikit sedikit ?
g. Bagaimana fisiologi miksi ?

2. Tn. Amin mengaku keluar nanah dari kemaluan sejak 3 hari yang lalu.

a. Apa penyebab keluar nanah dari kemaluan ?


b. Apa makna Tn Amin mengaku keluar nanah dari kemaluan sejak 3 hari yang lalu ?
c. Bagaimana patofisiologi keluar nanah sejak 3 hari yang lalu ?

FK UMP 2015 BLOK XV SISTEM URINARIA DAN GENITALIA MASKULINA


d.Aapa hubungan Tn Amin mengaku keluar nanah dari kemaluan sejak 3 hari yang
lalu dengan keluhan utama ?

3. Pasien baru pertama kali mempunyai keluhan seperti ini. Demam ada namun tidak
terlalu tinggi.

a. Apa makna Tn Amin baru pertama kali mengalami keluhan seperti ini ?
b. Bagaimana patofisiologi demam pada kasus ?
c. Apa makna demam ada namun tidak terlalu tinggi ?

4. Menurut keterangan Tn. Amin, istrinya mengeluh keputihan sejak 1 hari yang lalu.
Riwayat keluar batu dari saluran kencing disangkal. Riwayat sering berhubungan
seksual dengan WPSK diakui Tn. Amin.

a. Apa kemungkinan penyebab keputihan ?


b. Mengapa istri Tn Amin mengeluh keputihan sejak 1 hari yang lalu ?
c. Apa hubungan istrinya mengeluh keputihan dengan keluhan Tn Amin ?
d. Bagaimana patofisiologi keputihan secara umum ?
e. Apa makna riwayat keluar batu dari saluran kencing disangkal ?
f. Bagaimana hubungan riwayat seksual Tn Amin dengan keluhan utama ?
g. Apa dampak berhubungan seksual secara bebas ?

5. Pemeriksaan fisik
Keadaan umum : Kesadaran kompos mentis
Tanda vital : TD 120/80 mmHg, Nadi 90 x/menit, reguler, isi tegangan cukup,
RR 22x/menit, reguler, suhu 37,8 OC
Keadaan spesifik
Kepala : Konjungtiva palpebra pucat (-) , sklera ikterik (-)

FK UMP 2015 BLOK XV SISTEM URINARIA DAN GENITALIA MASKULINA


Leher : Pembesaran KGB (-), JVP (5-2) cmH2O
Toraks:
Jantung : Simetris ,ictus kordis tidak terlihat, batas jantung dalam batas
normal. HR : 90 x/menit, reguler, murmur (-),gallop (-)
Paru-paru : Simetris, pergerakan hemitoraks kanan=kiri, stemfremitus kanan=kiri
sonor pada kedua paru, vesiculer (+) normal, ronchi (-), wheezing (-)
Abdomen : Datar, lemas, hepar dan lien tidak teraba, ballotement (-) Bising usus
(+) normal
Ekstremitas : Dalam batas normal
Status venereologikus : Pada OUE: tampak discharge purulen

a. Bagaimana interpretasi dan mekanisme abnormal dari pemeriksaan fisik dan


keadaan spesifik ?

6. Pemeriksaan Laboraturium
Darah Rutin : Hb 13 g/dl, leukosit 11.000 /mm, trombosit 250.000 /mm
Urine Rutin :
Makroskopik : Warna kekuningan, Jernih, BJ 1,020
Mikroskipik : eritrosit 0-1/lpb, leukosit 15/lpb, epitel 10/lpb, silinder (-)
Pewarnaan Gram Dari Discharge : gram (-), Diplococus
a. Bagaimana interpretasi dan mekanisme abnormal dari pemeriksaan laboraturium ?

7. Bagaimana cara menegakkan diagnosis pada kasus ?


8. Apa saja gangguan yang mungkin terjadi ?
9. Apa saja pemeriksaan penunjang pada kasus ini ?
10. Apa gangguan yang paling mungkin terjadi ?
11. Bagaimana cara mengatasi keluhan pada kasus ?
12. Apa prognosis pada kasus ?
13. Apa komplikasi pada kasus ?
14. Bagaimana Kompetensi Dokter Umum pada kasus ?
15. Bagaimana NNI pada kasus ini ?

FK UMP 2015 BLOK XV SISTEM URINARIA DAN GENITALIA MASKULINA


2.3.4 Hipotesis

Tn. Amin 38 tahun bekerja sebagai sopir truk antara kota Palembang Jakarta
mengeluh disuria & polakisuria kemungkinan mengalami ISK et causa gonorrhea.

2.3.5 Kerangka Konsep

Faktor Risiko : Berhubungan


Seksual Secara Bebas

Suspect gonorrhae

Bakteri Ascending

Infeksi Saluran Kemih

Polakisuria Disuria Discharge


Purulen
FK UMP 2015 BLOK XV SISTEM URINARIA DAN GENITALIA MASKULINA