Anda di halaman 1dari 3

Permasalahan : saat kita makan makanan asin orang tua terkadang melaranng

karena selain rasanya yang tidak sedap juga karna makanan asin dapat
menyebabkan tekanan darah tim=nggi kenapa demikian ?

Jawab : Nah lalu mengapa kelebihan garam dapat menyebabkan tekanan darah
tinggi? Jawabannya adalah, kelebihan zat natrium dalam tubuh tidak baik bagi ginjal
dalam menjalani fungsinya. Zat natrium tersebut harus dibuang oleh ginjal, namun
sifat dari zat natirum ini dapat mengikat air, hal ini dapat meningkatkan volume
darah.

Garam merupakan senyawa yang terdiri dari natrium dan klorida. Meningkatnya tekanan darah
ketika mengkonsumsi makanan yang asin sebenarnya dipengaruhi oleh natrium yang terkandung
dalam makanan tersebut. Natrium ini tidak hanya terkandung dalam garam saja, namun juga
pada penyedap makanan (MSG), dan pengawet makanan (natrium benzoate).

Natrium yang terkandung dalam garam dan sumber lainnya sebenarnya sangat diperlukan tubuh
untuk fungsi otot, saraf, serta untuk mengelola tekanan dan volume darah. Akan tetapi
kebanyakan dari kita pada umumnya terlalu tinggi mengkonsumsi garam daripada jumlah yang
disarankan setiap hari. Kurang garam pada masakan tentu menyebabkan makanan menjadi
kurang nikmat. Bahkan pada beberapa orang, tanpa menambahkan garam meja pada masakan
seperti soto atau bakso dirasa kurang nikmat. Dan kebanyakan makanan restoran dan makanan
kaleng atau olahan seringkali mengandung garam yang sangat tinggi sodium atau natrium.

Proses Natrium Mempengaruhi Tekanan Darah

Natrium bersifat menahan cairan dalam tubuh sebelum akhirnya akan dikeluarkan menjadi air
seni. Disamping itu, natrium juga membantu tubuh untuk mengeluaran keringat. Saat kadar
garam berlebih, tubuh akan berusaha menetralkannya, yaitu dengan menstimulus otak untuk
merasakan haus, sehingga mendorong manusia untuk banyak minum, dengan demikian volume
darah akan bertambah karena sifat garam adalah mengikat air.

Pertambahan volume darah akibat banyaknya kandungan air ini seharusnya akan di buang oleh
ginjal melalui air seni. Namun karena garam jugalah, air ini akan dipertahankan oleh tubuh
akibat sifat garam yang lain yaitu antidiuretik, yang menyebabkan ginjal menyerap kembali
sebagian besar air yang telah disaringnya sebelum dikeluarkan menjadi air kemih. Masuknya air
dalam jumlah besar ke dalam pembuluh darah menyebabkan volume darah yang ada dalam
sistem peredaran darah bertambah. Apabila volume darah meningkat otomatis aliran darah juga
akan meningkat. Sedangkan ukuran pembuluh darah akan tetap. Akibatnya akan terjadi tekanan
darah yang berlebih di dinding pembuluh darah yang menjadi sebab utama terjadinya hipertensi.

Batasi Asupan Garam untuk Mencegah Hipertensi

Banyak studi yang membuktikan bahwa mengonsumsi garam yang berlebih selain menyebabkan
hipertensi juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Tidak hanya itu, ada pula
rangkuman dari beberapa penelitian yang menyebutkan bahwa jika menurunkan asupan garam
sebanyak 6 gram per hari atau setara dengan satu sendok teh, akan menurukan risiko terkena
stroke hingga 26%. Dengan itulah, bisa kita bayangkan bagaimana manfaat bagi kesehatan tubuh
kita jika kita mengurangi asupan garam setiap harinya.

Ada banyak versi dalam menentukan berapa batas yang dibolehkan dalam konsumsi garam
setiap hari bagi orang yang menderita tekanan darah tinggi atau yang ingin menghindari penyakit
ini. Namun Batas konsumsi garam yang dianjurkan American Heart Association tidak lebih dari
2.300 gr perhari. Itu artinya dalam sehari anda boleh makan garam tidak lebih dari 1 sendok
teh.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) yang
bekerja sama dengan U.S. National Institutes of Health menyimpulkan bahwa konsumsi garam
tidak lebih dari 2.300 gr sehari dengan di barengi makanan yang rendah lemak, kaya kalium dan
kalsium pada penderita hipertensi ringan, akan menurunkan tekanan darah sama dengan obat
antihipertensi.

Tips Mengurangi Asupan Garam

Berikut beberapa tips untuk mengurangi asupan garam dari makanan sehari-hari yang
dikompilasi dari beberapa sumber:

1. Konsumsi lebih banyak produk segar dan kurangi makanan olahan.


2. Batasi penggunaan garam pada makanan Anda dengan cara menggantinya dengan
rempah-rempah tertentu yang dapat memperkaya rasa atau gunakan bumbu pengganti
garam.
3. Pilih produk makanan yang rendah garam.
4. Perbanyak konsumsi buah dan sayur.
5. Bila harus makan produk olahan, cerdaslah dalam membaca label.
6. Bilas semua makanan kaleng sebelum dimakan.

Diet yang tinggi Lemak & kolesterol ternyata dapat menimbulkan hipotensi benarka kenapa
dmeikian ?

Diet yang tinggi Lemak & kolesterol seperti mengkonsumsi biskuit, kue, sosis, daging olahan, es
krim dan mentega, akan menyebabkan kelebihan lemak yang kemudian akan dipecah menjadi
LDL yaitu suatu Jenis kolesterol jahat yang dapat memblokir arteri. Kolesterol LDL akan
menempel pada dinding arteri bagian dalam kemudian membentuk deposit yang secara bertahap
akhirnya akan menyumbat aliran darah.
Bersumber dari: Arteriosklerosis : Pengertian, Penyebab, Gejala | Mediskus