Anda di halaman 1dari 12

9

BAB II

LANDASAN TEORI

A. Pengertian Belajar Aktif


Dalam sebuah tulisan disebutkan:

Secara formal belajar dapat di definisikan sebagai tingkah laku yang dikaitkan
dengan kegiatan sekolah1.

Belajar aktif adalah segala bentuk pembelajaran yang memungkinkan

siswa berperan secara aktif dalam proses pembelajaran itu sendiri baik dalam

bentuk interaksi antar siswa maupun siswa dengan pengajar dalam proses

pembelajaran tersebut.

Ada banyak teknik pembelajaran aktif dari mulai yang sederhana yang

tidak memerlukan persiapan lama dan rumit serta dapat dilaksanakan relatif

dengan mudah sampai dengan yang rumit yaitu yang memerlukan persiapan

lama dan pelaksanaan cukup rumit.

Beberapa jenis teknik pembelajaran tersebut antara lain adalah:


Think-Pair-Share
Dengan cara ini siswa/mahasiswa diberi pertanyaan atau soal untuk dipikirkan
sendiri kurang lebih 2-5 menit (think), kemudian mereka diminta untuk
mendiskusikan jawaban atau pendapatnya dengan teman yang duduk di
sebelahnya (pair). Setelah itu pengajar dapat menunjuk satu atau lebih siswa
untuk menyampaikan pendapatnya atas pertanyaan atau soal itu bagi seluruh
kelas (share). Teknik ini dapat dilakukan setelah menyelesaikan pembahasan
satu topik, misalkan setelah 10-20 menit kuliah biasa. Setelah selesai kemudian
dilanjutkan dengan membahas topik berikutnya untuk kemudian dilakukan cara
ini kembali setelah topik tersebut selesai dijelaskan.
Collaborative Learning Groups

1 Kurnia Septa, 2011. Pengertian Hasil Belajar (online) twitter.com @sekolahdasar, diakses tanggal 1
Agustus 2011
10

Dibentuk kelompok yang terdiri dari 4-5 siswa/mahasiswa yang dapat bersifat
tetap sepanjang semester atau bersifat jangka pendek untuk satu pertemuan.
Untuk setiap kelompok dibentuk ketua kelompok dan penulis. Kelompok
diberikan tugas untuk dibahas bersama dimana seringkali tugas ini berupa
pekerjaan rumah yang diberikan sebelum pembelajaran dimulai. Tugas yang
diberikan kemudian harus diselesaikan bisa dalam bentuk makalah maupun
catatan singkat.
Student-led Review Session
Jika teknik ini digunakan, peran pengajar diberikan kepada siswa/mahasiswa.
Pengajar hanya bertindak sebagai nara sumber dan fasilitator. Teknik ini
misalkan dapat digunakan pada sesi review terhadap materi pembelajaran. Pada
bagian pertama dari materi pelajaran, kelompok-kelompok kecil
siswa/mahasiswa diminta untuk mediskusikan hal-hal yang dianggap belum
dipahami dari materi tersebut dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan
siswa/mahasiswa yang lain menjawabnya. Kegiatan kelompok dapat juga
dilakukan dalam bentuk salah satu siswa/mahasiswa dalam kelompok tersebut
memberikan ilustrasi bagaimana suatu rumus atau metode digunakan.
Kemudian pada bagian kedua kegiatan ini dilakukan untuk seluruh kelas.
Proses ini dipimpin oleh siswa/mahasiswa, dan pengajar lebih berperan untuk
mengklarifikasi hal-hal yang menjadi bahasan dalam proses pembelajaran
tersebut.
Student Debate
Diskusi dalam bentuk debat dilakukan dengan memberikan suatu isu yang
sedapat mungkin kontroversial sehingga akan terjadi pendapat-pendapat yang
berbeda dari siswa/mahasiswa. Dalam mengemukakan pendapat
siswa/mahasiswa dituntut untuk menggunakan argumentasi yang kuat yang
bersumber pada materi-materi kelas. Pengajar harus dapat mengarahkan debat
ini pada inti materi pembelajaran yang ingin dicapai pemahamannya.
Exam questions writting
Untuk mengetahui apakah siswa/mahasiswa sudah menguasai materi
pembelajaran tidak hanya diperoleh dengan memberikan ujian atau tes.
Pengajar meminta setiap siswa untuk membuat soal ujian atau tes yang baik
dan dapat meningkatkan kemampuan mereka mencerna materi pembelajaran
yang telah diberikan sebelumnya. Pengajar secara langsung bisa membahas dan
memberi komentar atas beberapa soal yang dibuat oleh siswa di depan kelas
dan/atau memberikan umpan balik kemudian.
Class Research Symposium
Cara pembelajaran aktif jenis ini bisa diberikan untuk sebuah tugas
perancangan atau proyek kelas yang cukup besar. Tugas atau proyek kelas ini
diberikan mungkin pada awal pembelajaran dan siswa mengerjakannya dalam
waktu yang cukup panjang termasuk kemungkinan untuk mengumpulkan data
atau melakukan pengukuran-pengukuran. Kemudian pada saatnya dilakukan
simposium atau seminar kelas dengan tata cara simposium atau seminar yang
biasa dilakukan pada kelompok ilmiah.
11

Analyze Case Studies


Model seperti ini banyak diberikan pada pembelajaran atau kuliah-kuliah
bisnis. Dengan cara ini pengajar memberikan suatu studi kasus yang dapat
diberikan sebelum pemebalajaran atau pada saat pembelajaran. Selama proses
pembelajaran, kasus ini dibahas setelah terlebih dahulu siswa/mahasiswa
mempelajarinya. Sebagai contoh dapat diberikan suatu studi kasus produk
rancangan engineering yang ternyata gagal atau salah, kemudian
siswa/mahasiswa diminta untuk membahas apa kesalahannya, mengapa sampai
terjadi dan bagaimana seharusnya perbaikan rancangan dilakukan.2

Untuk menerapkan pembelajaran aktif, beberapa hal harus

diperhatikan agar tujuan pembelajaran dapat dicapai sebagaimana mestinya.

Melupakan hal-hal ini dapat saja membuat pembelajaran aktif tidak berhasil

dan mengakibatkan tujuan pembelajaran tidak tercapai. Beberapa hal yang

dimaksud adalah :

1. Tujuan pembelajaran aktif harus ditegaskan dengan jelas

Harus diingat bahwa tujuan pembelajaran aktif adalah untuk

mengembangkan kemampuan berpikir analitis dari siswa dan kapasitas

siswa untuk menggunakan kemampuan tersebut pada materi-materi

pembelajaran yang diberikan. Pembelajarn aktif tidak semata-mata

digunakan untuk menyampaikan informasi saja. Lebih jauh lagi,

pembelajaran aktif ini memiliki konsekuensi pada siswa untuk

mempersiapkan diri dengan baik di luar jam pembelajaran. Siswa memiliki

tanggung jawab yang besar untuk mencari seluas-luasnya materi yang

melatar-belakangi pembelajaran sehingga dapat berpartisipasi dengan baik

dalam kegiatan pembelajaran. Pembelajaran aktif ditujukan agar siswa

2 T.M.A. Ari Samadhi, 2012. Makalah Active Learning (online), diakses tanggal 30 Juni 2012
12

secara aktif bertanya dan menyatakan pendapat dengan aktif selama proses

pembelajaran. Dengan proses seperti ini diharapkan siswa lebih

memahami materi pembelajaran.

2. Siswa harus diberitahu apa yang akan dilakukan

Pada saat awal pembelajaran disaat menjelsakan silabus mata pelajaran,

siswa harus diberi penjelasan apa yang akan dilakukan sehingga mereka

dapat mengerti apa yang diharapkan darinya selama proses pembelajaran.

Tekankan penjelasan ini berulang-ulang sehingga siswa memiliki

kesadaran dan keinginan yang tinggi untuk berpartisipasi.

3. Memberikan pengarahan yang jelas dalam diskusi

Diskusi dalam kelas merupakan tanggungjawab pengajar untuk

menjaganya dalam alur dan tempo yang baik. Beberapa hal yang perlu

diperhatikan dalam diskusi adalah:

buat ringkasan dan hal-hal penting yang menjadi pendapat siswa serta

kembalikan ke dalam diskusi untuk dapat mengundang pendapat-pendapat

lain, terima terlebih dahulu semua pendapat yang berkembang dan beri

kesempatan yang sama pada pendapat-pendapat lain, tunggu sampai

beberapa siswa mengemukakan pendapat sebelum pengajar memberikan

komentar, setiap saat temukan isu penting yang menjadi bahasan dalam

materi pembelajaran dan berikan penjelasan lebih lengkap dan arahkan

diskusi pada isu-isu berikutnya.

4. Pertimbangkan teknik pembelajaran aktif yang dipergunakan


13

Setiap cara atau teknik dalam pembelajaran aktif memerlukan persiapan-

persiapan yang berbeda tingkat kemudahannya begitu pula dalam

pelaksanaannya. Oleh sebab itu, perlu dipertimbangkan dengan baik teknik

yang akan dipergunakan. Kombinasi beberapa cara sepanjang semester

merupakan cara terbaik.

5. Penciptaan iklim pembelajaran aktif

Iklim pembelajaran aktif harus dapat diciptakan oleh pengajar. Beberapa

cara untuk menciptakan ini adalah sebagai berikut:

a. Pada awal pertemuan siswa diminta untuk menjelaskan ringkasan

materi yang dibahas pada pertemuan sebelumnya. Pada awal pertemuan

siswa diminta untuk memberikan pandangan serta perkiraan mengenai

materi yang akan dibahas pada pertemuan tersebut.

b. Berikan contoh-contoh soal dan mintakan siswa untuk

menyelesaikannya secara bersama. secara periodik, hentikan memberi

penjelasan dan minta siswa untuk membuat ringkasan mengenai materi

yang telah dibicarakan selama 2 menit. Kemudian siswa diminta untuk

mendiskusikannya dengan teman yang duduk di sebelahnya selama 2

menit. bentuk kelompok-kelompok kecil dalam kelas untuk

mendiskusikan suatu topik, latihan mengerjakan soal, atau membuat

ilustrasi konsep yang dipelajari pada saat pertemuan tersebut.

c. Siswa diminta pada akhir pertemuan untuk membuat pertanyaan atas

materi pertemuan dan menukarkannya dengan teman yang duduk di


14

dekatnya, kemudian minta mereka menjawabnya pada pertemuan

berikutnya. Siswa diminta untuk menilai learning objective mana yang

telah dicapai dengan pembahasan materi pada pertemuan tersebut.

Belajar juga merupakan bentuk pertumbuhan dan perkembangan dalam

diri seorang yang dinyatakan dalam cara-cara bertingkah laku yang baru berkat

pengalaman dan latihan. Seorang dikatakan belajar apabila diasumsikan dalam

diri seorang tersebut mengalami suatu proses kegiatan belajar yang

mengakibatkan suatu perubahan tingkah laku. Dijelaskan pula bahwa belajar

adalah suatu kegiatan dimana seseorang menghasilkan atau membuat suatu

perubahan tingkah laku yang ada dalam dirinya dalam pengetahuan, sikap dan

keterampilan, sudah barang tentu tingkah laku tersebut adalah tingkah laku

yang positif artinya mencari kesempurnaan hidup.

Memahami konsep yang dikemukakan di atas dapat ditarik kesimpulan

bahwa belajar merupakan kegiatan fisik dan badaniah yang akan mengubah

tingkah laku seseorang yang di dapat dari hasil pengalaman yang berkaitan

dengan kegiatan belajar di sekolah. Melalui belajar dapat diperoleh hasil yang

lebih baik. Belajar berarti mengubah tingkah laku. Perubahan itu tidak hanya

dikaitkan dengan perubahan ilmu pengetahuan, melainkan juga berbentuk

percakapan, ketrampilan, sikap, pengertian, harga diri, minat, watak dan

penyesuaian diri. Belajar menyangkut segala aspek organisme dan tingkah laku

pribadi seseorang, prestasi belajar pada hakekatnya merupakan hasil dari

belajar sebagai rangkaian jiwa raga. Psikofisik untuk menuju perkembangan


15

pribadi manusia seutuhnya, yang berarti menyangkut unsur cipta, rasa, dan

karsa, ranah kognitif, efektif dan prestasi motorik.

Istilah belajar pada hakekatnya adalah proses perubahan perilaku siswa

dalam bakat pengalaman dan pelatihan. Artinya tujuan kegiatan belajar

mengajar ialah perubahan tingkahlaku, baik yang menyangkut pengetahuan,

keterampilan, sikap, bahkan meliputi segenap aspek pribadi. Kegiatan belajar

mengajar seperti mengorganisasi pengalaman belajar, menilai proses dan hasil

belajar, termasuk dalam cakupan tanggung jawab guru dalam pencapaian hasil

belajar siswa.

Belajar dan mengajar merupakan konsep yang tidak bisa dipisahkan.

Belajar merujuk pada apa yang harus dilakukan seseorang sebagai subyek

dalam belajar. Sedangkan mengajar merujuk pada apa yang seharusnya

dilakukan seseorang guru sebagai pengajar. Dua konsep belajar mengajar yang

dilakukan oleh siswa dan guru terpadu dalam satu kegiatan. Diantara

keduannya itu terjadi interaksi dengan guru. Kemampuan yang dimiliki siswa

dari proses belajar mengajar saja harus bisa mendapatkan hasil dan bisa juga

melalui kreatifitas seseorang itu tanpa adanya intervensi orang lain sebagai

pengajar.

Perubahan perilaku dalam proses belajar terjadi akibat dari interaksi

dengan lingkungan. Interaksi biasanya berlangsung secara sengaja. Dengan

demikian belajar dikatakan berhasil apabila terjadi perubahan dalam diri


16

individu. Sebaliknya apabila tidak terjadi perubahan dalam diri individu maka

belajar tidak dikatakan berhasil.

B. Model Pengajaran Terarah

Dalam teknik ini, guru mengajukan satu atau beberapa pertanyaan

untuk melacak pengetahuan siswa untuk mendapatkan hipotesiss atau simpulan

mereka dan kemudian memilah-milahnya menjadi sejumlah kategori. Metoda

pengajarann terarah merupakan selingan yangmengasyikkan di sela-sela cara

belajar biasa. Cara ini memungkinkan untuk mengetahui apa yang telah

diketahui dan dipahami oleh siswa sebelum memaparkan apa yang akan

diajarkan. Metodea ini sangat berguna dalam mengajarkan konsep-konsep yang

abstrak3.

Adapun kegiatan yang dilakukan untuk menerapkan model pengajaran

terarah adalah4 :

a. Ajukan pertanyaan atau serangkaian pertanyaan yang menjajaki pemikiran

siswa dalam pengetahuan yang mereka miliki. Gunakan pertanyaan yang

memiliki beberapa kemungkinan jawaban.

b. Berikan waktu yang cukup kepada siswa dalam pasangan atau kelompok

untuk membahas jawaban mereka.

3 Ismail Bisri, 2012. Pengajaran Terarah for KTI 1 (online) http://www.scribd.com/doc/50053862/ 15/E-Pengajaran-
Terarah, diakses pada tanggal 15 Juli 2012

4 ibid
17

c. Perintahkan siswa untuk kembali ke tampat masing-masing dan catatlah

pendapat mereka. Jika memungkikan, seleksi jawaban mereka menjadi

beberapa kategori yang terkait dengan kategori atau konsep yang berbeda/

d. Sajikan poin-poin pembelajaran utama yang ingin anda ajarkan. Perintahkan

siswa untuk menjelaskan kesesuaian jawaban mereka dengan poin-poin ini.

Catatlah gagasan yangmemberi iformasi tambahan bagi poin pembelajaran dari

pelajaran.

Agar kegiatan model pembelajaran ini tidak membosankan bagi siswa,

maka terapkanlah variasi-variasi atau gaya belajar untuk menjadikan suasana

lebih bersemangat. Variasi yang dimaksud antara lain :

a. Jangan memilah-milah jawaban siswa menjadi daftar yang terpisah. Sebagai

gantinya, buatlah satu daftar panjang dan perintahkan mereka untuk

mengkategorikan gagasan mereka terlebih dahulu sebelum anda

membandingkannya dengan konsep yang ada di pikran anda.

b. Mulailah pelajaran dengan tanpa kategori yang sudah ada di benak anda.

Cermati bagaimana siswa dan anda secara bersama bisa memilah-milah

gagasan-gagasan mereka menjadi kategori yang berguna.

C. Pengertian Aqidah

Pengertian Aqidah Secara Bahasa (Etimologi)5 :

5 Farid bin Muhammad Bathathy, 2007. Definisi aqidah (online) Pusat Kajian Islam http://
alislamu.com/aqidah/683-definisi-aqidah.html, diakses pada 5 Juli 2011
18

Kata "aqidah" diambil dari kata dasar "al-aqdu" yaitu ar-rabth

(ikatan), al-Ibraam (pengesahan), al-ihkam (penguatan), at-tawatstsuq

(menjadi kokoh, kuat), asy-syaddu biquwwah (pengikatan dengan kuat), at-

tamaasuk (pengokohan) dan al-itsbaatu (penetapan). Di antaranya juga

mempunyai arti al-yaqiin (keyakinan) dan al-jazmu( penetapan). "Al-Aqdu"

(ikatan) lawan kata dari al-hallu (penguraian, pelepasan). Dan kata tersebut

diambil dari kata kerja: " Aqadahu" "Ya'qiduhu" (mengikatnya), " Aqdan"

(ikatan sumpah), dan "Uqdatun Nikah" (ikatan menikah).

Aqidah artinya ketetapan yang tidak ada keraguan pada orang yang

mengambil keputusan. Sedang pengertian aqidah dalam agama maksudnya

adalah berkaitan dengan keyakinan bukan perbuatan. Seperti aqidah dengan

adanya Allah dan diutusnya para Rasul. Bentuk jamak dari aqidah adalah aqa-

id.

Jadi kesimpulannya, apa yang telah menjadi ketetapan hati seorang

secara pasti adalah aqidah; baik itu benar ataupun salah.

Pengertian Aqidah Secara Istilah (Terminologi)6 :

Yaitu perkara yang wajib dibenarkan oleh hati dan jiwa menjadi

tenteram karenanya, sehingga menjadi suatu kenyataan yang teguh dan kokoh,

yang tidak tercampuri oleh keraguan dan kebimbangan.

Dengan kata lain, keimanan yang pasti tidak terkandung suatu keraguan

apapun pada orang yang menyakininya. Dan harus sesuai dengan

6 ibid
19

kenyataannya; yang tidak menerima keraguan atau prasangka. Jika hal tersebut

tidak sampai pada tingkat keyakinan yang kokoh, maka tidak dinamakan

aqidah. Dinamakan aqidah, karena orang itu mengikat hatinya akan hal

tersebut.

Aqidah Islamiyyah7 :

Maknanya adalah keimanan yang pasti teguh dengan Rububiyyah Allah

Ta'ala, Uluhiyyah-Nya, para Rasul-Nya, hari Kiamat, takdir baik maupun

buruk, semua yang terdapat dalam masalah yang ghaib, pokok-pokok agama

dan apa yang sudah disepakati oleh Salafush Shalih dengan ketundukkan yang

bulat kepada Allah Ta'ala baik dalam perintah-Nya, hukum-Nya maupun

ketaatan kepada-Nya serta meneladani Rasulullah SAW.

Aqidah Islamiyyah: Jika disebutkan secara mutlak, maka yang

dimaksud adalah aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah, karena itulah pemahaman

Islam yang telah diridhai oleh Allah sebagai agama bagi hamba-Nya. Aqidah

Islamiyyah adalah aqidah tiga generasi pertama yang dimuliakan yaitu generasi

sahabat, Tabi'in dan orang yang mengikuti mereka dengan baik.

Nama lain Aqidah Islamiyyah8 :

Menurut Ahlus Sunnah wal Jama'ah, sinonimnya aqidah Islamiyyah

mempunyai nama lain, di antaranya, at-Tauhid, as-Sunnah, Ushuluddiin, al-

7 ibid

8 ibid
20

Fiqhul Akbar, Asy-Syari'iah dan al-Iman. Nama-nama itulah yang terkenal

menurut Ahli Sunnah dalam ilmu aqidah.