Anda di halaman 1dari 9

Satuan Acara penyuluhan (SAP)

Perawatan Penyakit Asam Urat

Makalah Ini Di ajukan Untuk Memenuhi Nilai Mata Kuliah Promosi Kesehatan

Disusun Oleh :

Novia Herliani (34403014029)

Tingkat II.A

AKADEMI KEPERAWATAN JAYAKARTA

PROV DKI JAKARTA

2015
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan : Penyakit Asam Urat

Sub Pokok Bahasan : 1. Definisi Asam Urat

2. Etiologi dan Patofisiologi Asam Urat

3. Gambaran Klinis Asam Urat

4. Tanda dan Gejala Asam Urat

5. Pengobatan Asam Urat

6. Cara Perawatan Asam Urat

7. Kriteria Diagnostik Asam Urat

8. Faktor-faktor yang berperan pada Asam Urat

Sasaran : Individu

Hari/Tanggal : Sabtu, 30 Oktober 2015

Jam : 09.00 09.40 WIB

Waktu : 40 menit

Tempat : Panti Sosial

Diagnosa Keperawatan : Kurang Pengetahuan Mengenai Asam Urat di Masyarakat atau

Ketidak mampuan keluarga mengenal kesehatan.

I. Tujuan Instruksional Umum (TIU)


Adapun tujuan dari penyuluhan ini adalah agar lansia di panti sosial mengerti dan memahami
tentang penyakit asam urat serta menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.

II. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)


1. Dapat menjelaskan kembali pengertian asam urat.
2. Dapat menyebutkan penyebab asam urat.
3. Dapat menyebutkan tanda dan gejala asam urat.
4. Dapat mendemostrasikan serta menerapkan cara perawatan asam urat.
III. Media/alat peraga
1. Leaflet
2. Proyektor
3. Laptop
IV. Metode
1. Ceramah
2. Tanya Jawab
3. Demonstrasi
V. Pelaksanaan

Tahap Kegiatan Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta


Pendahuluan 5 menit 1. Mengucapkan salam 1. Menjawab salam
2. Memperkenalkan diri 2. Memperhatikan
3. Menjelaskan topik
penyuluhan
4. Menjelaskan Tujuan
5. Membuat kontrak waktu
dan meminta kerjasama
dengan peserta
Materi 30 menit 1. Menggali pengetahuan 1. Menjawab
peserta tentang asam urat pertanyaan
2. Menjelaskan Pengertian 2. Memperhatikan
3. Redemonstrasi
Asam Urat
3. Menjelaskan penyebab
Asam Urat
4. Menjelaskan cara
perawatan asam urat
5. Mendemonstrasikan
perawatan pada asam urat
6. Memberikan kesempatan
pada peserta untuk
mempraktikan perawatan
asam urat
Penutup 5 menit 1. Memberikan kesimpulan 1. Memperhatikan
dari materi yang dengan perasaan
disampaikan puas dan
2. Melakukan evaluasi dengan
mengerti
memberikan pertanyaan 2. Menjawab soal
3. Memberi salam penutup evaluasi
3. Menjawab salam

VI. Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a. Audience turut serta dalam kegiatan
b. Alat dan media sesuai dengan rencana
2. Evaluasi Pertanyaan Lisan
a. Pertanyaan : Apakah Yang Dimaksud Dengan Asam Urat?
Jawaban : Asam urat merupakan penyakit yang disebabkan karena adanya
Penumpukan asam urat didalam tubuh secara berlebihan.
b. Pertanyaan : Sebutkan Penyebab Dari Asam Urat?
Jawaban : 1). Gangguan sejak lahir
2). Pola makan tidak sehat
3). Pemakaian alkohol
4). Obat diuretk atau analgesic
5). Komplikasi ke hipertensi dan arterosklerosis
c. Pertanyaan : Sebutkan Tanda Dan Gejala Asam Urat?
Jawaban : 1). Bengkak pada sendi
2). Nyeri pada sendi
3). Sendi kaku atau tegang
4). Kemerahan
5). Pusing
6). Demam
7). Rasa malas
8). Nafsu makan menurun
d. Pertanyaan : Bagaimana cara perawatan Asam Urat?
Jawaban : 1.) Perbaiki pola hidup
2). Istirahat yang cukup
3). Bila kaki bengkak, rendam kaki kedalam air es / dingin
4). Minum obat penghilang nyeri
5). Minum 8 sampai 9 gelas per hari
6). Olahraga yang teratur
7). Pengobatan dengan tanaman (Rebus 10 15 lembar daun
Salam segar ataupun kering dengan 3 gelas air sampai tersisa

1 gelas, minum 2 kali sehari masing-masing gelas.


VII. Materi
MATERI PENYULUHAN
NYERI SENDI (ASAM URAT)
A. Pengertian
Asam Urat merupakan Peradangan pada sendi akibat endapan kristal asam urat
pada sendi atau jari.
Asam Urat merupakan Penyakit yang disebabkan karena adanya penumpukan
asam urat di dalam tubuh secara berlebihan.
Gout (Asam Urat) adalah peradangan akibat adanya endapan kristal asam urat
pada sendi dan jari (depkes, 1992). Penyakit metabolik ini sudah dibahas oleh
Hippocrates pada zaman Yunani kuno. Pada waktu itu gout dianggap sebagai penyakit
kalangan sosial elite yang disebabkan karena terlalu banyak makan, anggur dan seks.
sejak saat itu banyak teori etiologis dan terapeutik yang telah diusulkan. Sekarang ini,
gout mungkin merupakan salah satu jenis penyakit reumatik yang paling banyak
dimengerti dan usaha-usaha terapinya paling besar kemungkinan berhasil.
B. Etiologi dan Patofisiologi asam urat
Gambaran klasik artritis gout yang berat dan akut ada kaitan langsung dengan
hiperurisemia (asam urat serum tinggi). Gout mungkin primer atau sekunder. Gout
primer merupakan akibat langsung pernbentukan asam urat tubuh yang berlebihan atau
akibat penurunan ekskresi asam urat. Gout sekunder disebabkan karena pembentukan
asam urat yang berlebihan atau ekskresi asam urat yang berkurang akibat proses
penyakit lain atau pemakaian obat tertentu.
Endapan urat dalam sendi atau traktus urinarius diakibatkan karena, asam urat
yang rendah daya larutnya dan akibat garam-garamnya. Asam. urat yang berlebihan dan
garam-garam tersebut keluar dari serum dan urin masing-masing mengendap dalam
sendi dan traktus urinarius. Adapun beberapa penyebab dari asam urat (gout) antara
lain:
1. Gangguan sejak lahir
2. Pola makan tidak sehat
3. Pemakaian alkohol
4. Obat diuretik atau analgesic
5. Komplikasi ke hipertensi dan arterosklerosis
C. Gambaran klinis Asam Urat
Asam Urat (Gout) akut biasanya terjadi pada pria sesudah lewat masa pubertas
dan sesudah menopause pada wanita, sedangkan kasus yang paling banyak diternui
pada usia 50-60. Gout lebih banyak dijumpai pada pria, sekitar 95 persen penderita gout
adalah pria. Urat serum wanita normal jumahnya sekitar 1 mg per 100 mI, lebih sedikit
jika dibandingkn dengan pria. Tetapi sesudah menopause perubahan tersebut kurang
nyata. Pada pria hiperurisemia biasanya tidak timbul sebelurn mereka mencapai usia
remaja.
Asam Urat (Gout) Akut biasanya monoartikular dan timbulnya tiba-tiba. Tanda-
tanda awitan serangan gout adalah rasa sakit yang hebat dan peradangan lokal. Pasien
mungkin juga menderita demam dan jumlah sel darah putih meningkat. Serangan akut
mungkin didahului oleh tindakan pembedahan, trauma lokal, obat, alkohol dan stres
emosional. Meskipun yang paling sering terserang mula-mula adalah ibu jari kaki,
tetapi sendi lainnya dapat juga terserang. Dengan semakin lanjutnya penyakit maka
sendi jari, lutut, pergelangan tangan, pergelangan kaki dan siku dapat terserang gout.
Serangan gout akut biasanya dapat sembuh sendiri. Kebanyakan gejala-gejala serangan
Akut akan berkurang setelah 10-14 hari walaupun tanpa pengobatan.
Perkembangan serangan Akut gout biasanya merupakan kelanjutan dari suatu
rangkaian kejadian. Pertama-tama biasanya terdapat supersaturasi urat dalam plasma
dan cairan tubuh. Ini diikuti dengan pengendapan kristal-kristal urat di luar cairan tubuh
dan endapan dalarn dan seldtar sendi. Tetapi serangan gout sering merupakan
kelanjutan trauma lokal atau ruptura tofi (endapan natrium urat) yang merupakan
penyebab peningkatan konsentrasi asam urat yang cepat. Tubuh mungkin tidak dapat
menanggulangi peningkatan ini dengan memadai, sehingga mempercepat proses
pengeluaran asam urat dari serum. Kristalisasi dan endapan asam urat merangsang
serangan gout. Kristal-kristal asam urat ini merangsang respon fagositosis oleh leukosit
dan waktu leukosit memakan kristal-kristal urat tersebut maka respon mekanisme
peradangan lain terangsang. Respon peradangan mungkin dipengaruhi oleh letak dan
besar endapan kristal asam urat. Reaksi peradangan mungkin merupakan proses yang
berkembang dan memperbesar diri sendiri akibat endapan tambahan kristal-kristal dari
serum. Periode antara serangan gout akut dikenal dengan nama gout inter kritikal. Pada
masa ini pasien bebas dari gejala-gejala klinik.
Asam Urat (Gout) kronik timbul dalarn jangka waktu beberapa tahun dan
ditandai dengan rasa nyeri, kaku dan pegal. Akibat adanya kristal-kristal urat maka
terjadi peradangan kronik, sendi yang bengkak akibat gout kronik sering besar dan
berbentuk nodular. Serangan gout Aut dapat terjadi secara simultan diserta gejala-gejala
gout kronik. Tofi timbul pada gout kronik karena urat tersebut relatif tidak larut. Awitan
dan ukuran tofi sebanding dengan kadar urat serum. Yang sering terjadi tempat
pembentukan tofi adalah: bursa olekranon, tendon Achilles, permukaan ekstensor dari
lengan bawah, bursa infrapatella dan helix telinga
Tofi-tofi ini mungkin sulit dibedakan secara klinis dari rheumatoid nodul.
Kadang-kadang tofi dapat membentuk tukak dan kemudian mengering dan dapat
membatasi pergerakan sendi. Penyakit ginjal dapat terjadi akibat hiperurisemia kronik,
tetapi dapat dicegah apabila gout ditangani secara memadai.
D. Tanda Dan Gejala Asam Urat
1. Bengkak pada sendi
2. Nyeri pada sendi
3. Sendi kaku atau tegang
4. Kemerahan
5. Pusing
6. Demam
7. Rasa malas
8. Nafsu makan menurun
E. Penatalaksanaan Pengobatan
Kolkisin adalah suatu agen anti radang yang biasanya dipakai untuk mengobati
serangan gout akut, dan untuk mencegah serangan gout Akut di kemudian hari. Obat ini
juga dapat digunakan sebagai sarana diagnosis. Pengobatan serangan akut biasanya
tablet 0,5 mg setiap jam, sampai gejala-gejala serangan Akut dapat dikurangi atau kalau
ternyata ada bukti timbulnya efek samping gastrointestinal. Dosis maksimurn adalah 4-
8 rng, tergantung dari berat pasien bersangkutan. Beberapa pasien mengalami rasa mual
yang hebat, muntah-muntah dan diarhea, dan pada keadaan ini pemberian obat harus
dihentikan.
Gejala-gejala pada sebagian besar pasien berkurang dalam waktu 10-24 jam
sesudah pemberian obat. Kolkisin dengan dosis 0,5-2 mg per hari ternyata cukup efektif
untuk mencegah serangan gout berikutnya secara sempurna atau mendekati sempurna.
Penggunaan kolkisin setiap hari cenderung memperingan episode gout berikutnya,
kalau memang serangan gout terjadi lagi. Penggunaan kolkisin jangka panjang tak
memperlihatkan efek samping yang berat.
Fenilbutazon, suatu agen anti radang, dapat juga digunakan unluk mengobati
artritis gout akut. Tetapi, karena fenilbutazon menimbulkan efek samping, maka
kolkisin digunakan sebagai terapi pencegahan. Indometasin juga cukup efektif.
Terdapat tiga obat lain yang berguna untuk terapi penunjang atau terapi
pencegahan. Alopurinol dapat mengurangi pembentukan asamb urat. Dosis 100-400 mg
per hari dapat menurunkan kadar asam urat serum. Probenesid dan Sulfinpirazin
merupakan agen urikosurik, artinya mereka dapat menghambat proses reabsorpsi urat
oleh tubulus ginjal dan dengan dernikian meningkatkan ekskresi asam urat.
Pemeriksaan kadar asam urat serum berguna untuk menentukan etektivitas suatu terapi.
Mungkin dianjurkan untuk menghindari makanan yang mengandung kadar purin
yang tinggi. Di antara jenis makanan ini termasuk jerohan seperti hati, ginjal, roti manis
dan otak. Sardin dan anchovy (ikan kecfi semacarn haring) sebaiknya dibatasi.
Untuk membuang tofi yang besar, terutama kalau tofi mengganggu gerakan sendi,
maka dilakukan pembedahan.
F. Cara Perawatan
1. Perbaiki pola hidup
2. Istirahat yang cukup
3. Bila kaki bengkak, rendam kaki kedalam air es / dingin
4. Minum obat penghilang nyeri
5. Minum 8 sampai 9 gelas per hari
6. Olahraga yang teratur
7. Pengobatan dengan tanaman (Rebus 10 15 lembar daun salam segar ataupun
kering dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas, minum 2 kali sehari masing-
masing gelas).
G. Kriteria diagnostic
Asam Urat (gout) harus dipertimbangkan pada setiap pasien yang mempunyai
riwayat dan penernuan fisik sesuai dengan apa yang telah Idta bahas sebelumnya,
terutama gambaran klinik yang klasik. Peningkatan kadar asam urat serum dapat
membantu menentukan diagnosis. Tetapi harus diingat bahwa banyak obat-obatan
mempengaruhi kadar asam urat serum dan juga banyak orang normal yang tidak
memperlihatkan gejala-gejala mempunyai kadar asam urat yang tinggi.
Tes diagnostik lain yang dapat mendukung diagnosis asam urat (gout) adalah
penentuan respon gejala-gejala sendi terhadap kolkisin. Kolkisin merupakan obat yang
dapat meringankan gejala-gejala serangan gout akut secara dramatis. Sifat perubahan
radiologis dapat membantu i sekali dalam penentuan diagnosis gout, tetapi pada awitan
penyakit inj biasanya belum ada perubahan yang menyolok.
Begitu diperkirakan diagnosis gout, maka dapat dipastikan dengan dua metoda:
(1) menemukan kristal urat dalam cairan sinovial dan (2) menermikan urat dalam
endapan tofi.
H. Faktor-faktor yang berperanan
Ada faktor-faktor tertentu yang berperanan sebagai penyebab hiperurisemia. Diet
tinggi purin dapat merupakan salah satu faktor penyebab karena asam urat dibentuk
dari purin, adenin dan guanin. Kelaparan dan intake etil alkohol yang berlebilian juga
dapat mengakibatkan hiperurisemia. Peningkatan kadar asam keto akibat puasa yang
berkepanjangan, dan asam-asam keto ini mengganggu ekskresi asam urat oleh ginjal.
Kadar laktat darah meningkat sebagai produk samping darl metabolisme alkohol yang
normal, dan peningkatan laktat ini juga mengganggu ekskresi asam. urat oleh ginjal.
Asam urat serum dapat meningkat pula akibat salisilat dosis rendah (kurang dari 2-3 g
per hari) dan beberapa obat diuretika, antihipertensi (klortiazid, asam etakrinik).

VIII. Daftar Pustaka


Khomsun A.S.Halinawati.2008. Terapi Jus untuk rematik dan Asam Urat, Cetakan
V.Jakarta : Puspa Swara, Anggota IKAPI
Saraswati S. 2009. Diet Sehat Untuk Penyakit Asam Urat, Diabetes, hipertensi dan
Stroke. Cetakan 1, Jogjakarta : A plus Books