Anda di halaman 1dari 17

Jantung Sebagai Pompa yang Penting dalam Tubuh

Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana Jakarta

Alamat Korespondensi: Jl. Arjuna Utara No. 6, Jakarta Barat 11510, Indonesia

Abstrak

Manusia memerlukan nutrisi untuk melangsungkan hidupnya, nutrisi akan


dihantarkan ke organ yang membutuhkan lewat sistem pembuluh darah yang tertutup,
pembuluh darah akan menyalurkan nutrisi dan O2 melalui darah yang akan mengikat O2 pada
Fe-nya. Setelah darah mendapatkan nutrisi dan O2, jantung akan berperan sebagai sistem
khusus untuk memompa darahnya. Mekanisme kerja jantung yang unik ini dapat terganggu,
irama denyut jantung yang tidak stabil dapat menyebabkan terganggunya aliran darah dan
yang paling berbahaya dapat menyebabkan gagal jantung ketika terjadi denyut ektopik
maupun henti jantung. Mengingat penyakit jantung merupakan pembunuh nomor satu
didunia, penulis membuat makalah ini agar pembaca lebih menyadari bahwa jantung
merupakan organ yang penting dan rawan sekali terkena penyakit, serta penulis ingin
pembaca mengetahui mekanisme kerja jantung, serta bagaimana aktivitas impuls atau arus
listrik dapat memicu pompa jantung.

Kata kunci : Jantung, mekanisme kerja jantung, aktivitas impuls jantung

Absract

Humans need nutrients to survive, nutrients are delivered to the organs that need
nutrients through a closed system of blood vessels, blood vessels will distribute nutrients and
O2 through the blood that will bind Fe O2 on her. After the blood get the nutrients and O2,
the heart will act as a special system to pump blood. Mechanism of action of this unique
heart can be disrupted, the rhythm of the heartbeat is unstable can cause disruption of blood
flow and the most dangerous can cause heart failure occurs when the ectopic beat and
cardiac arrest. Considering heart disease is the number one killer in the world, the author
makes this paper so that the reader is aware that the heart is an organ that is important and
very prone diseases, as well as the author wants the reader to know the mechanism of action
of the heart, as well as how the activity of impulses or electric current can trigger heart
pump.

Keywords: Heart, Heart pump mechanism, Impulses activity in heart.

1
Pendahuluan

Jantung merupakan pusat tubuh pada manusia. Jantung pada manusia hanya memiliki
berat sebesar 250-350 gram yang terletak pada rongga mediastinum tepatnya ditengah kedua
paru-paru. Jantung memiliki fungsi yang penting untuk memompakan darah ke seluruh
tubuh. Darah yang dipompa dialirkan melalui pembuluh darah aorta ke seluruh tubuh.
Jantung terdiri dari dua pompa yang terpisah yaitu jantung kanan yang memompakan darah
ke paru-paru dan jantung kiri yang memompakan darah bersih yang kaya akan oksigen dan
nutrisi ke seluruh tubuh. Setiap bagian jantung memiliki 2 ruang yaitu atrium dan ventrikel.
Jantung memiliki mekanisme khusus yang menyebabkan kontraksi jantung secara terus-
menerus yang disebut irama jantung, potensial aksi ke seluruh otot jantung untuk
menimbulkan denyut jantung yang berirama.1 Pada Sistem kardiovaskuler, mulai berfungsi
pada usia 3 minggu kehamilan. Dalam sistem kardiovaskuler terdapat pembuluh darah
terbesar yang di sebut Angioblast. Angioblast ini timbul dari :
a. Mesoderm : splanknikus & chorionic
b. Merengkim : yolk sac dan tali pusat
Dalam awal perkembangannya yaitu pada minggu ketiga, tabung jantung mulai berkembang
di splanknikus yaitu antara bagian pericardial dan IEC dan atap katup kuning telur sekunder
(kardiogenik area). Tabung jantung pasangkan membujur endotel berlapis saluran. Tabung-
tabung membentuk untuk menjadi jantung primordial. Jantung tubular bergabung dalam
pembuluh darah di dalam embrio yang menghubungkan tangkai, karian dan yolk sac
membentuk sistem kardiovaskuler purba. Pada janin, proses peredaran darah melalui
plasenta.2
Pada skenario kedua, seorang perempuan berusia 66 tahun dibawa ke rumah sakit
karena menderita sesak nafas disertai dengan tungkai yang bengkak. Pada pemeriksaan EKG
ditemukan adanya kelainan gagal jantung dan rencananya akan dilakukan pemeriksaan
lanjutan untuk mematikannya. Tujuan pembuatan makalah ini agar pembaca dapat mengerti,
memahami dan menjelaskan struktur organ jantung, serta memahami mekanisme kerja
jantung dan aktivitas kerja jantung sehingga dapat memompakan aliran darah dengan ritmis.

Isi

Struktur Makroskopis Jantung

2
Jantung merupakan organ muskularis berongga dengan ukuran sebesar kepalan tangan
pemiliknya. Jantung bertumpu pada diaphragma pada bagian inferior kedua paru dan
dibungkus oleh membrane khusus yang disebut pericardium (selaput jantung). Jantung
terletak di dalam mediastinum media pars inferior, di sebelah ventral ditutupi oleh os sternum
dan cartilago costalis III-IV. Apex kerucut terletak di inferior, anterior dan ke sinistra. Hampir
2/3 bagian jantung terletak di sebelah sinistra bidang media. Jantung pada manusia dewasa
mempunyai ukuran panjang 12 cm, lebar 8-9 cm, dengan diameter anteroposterior 6 cm.
Berat jantung pada laki-laki 280-350 gram, sedangkan pada perempuan 230-280 gram.
Perikardium sendiri dibagi menjadi dua, perikardium fibrosum yang melekat pada permukaan
mediastinum medial dan perikardium serosum, perikardium serosum terdiri atas perikardium
parietalis dan perikardium viseralis, perikardium viseralis akan melekat pada organ jantung
secara langsung, sedangkan perikardium parietalis akan melekat pada bagian dalam
perikardium fibrosum.3

Gambar 1. Anatomi Organ Jantung3

Jantung memiliki empat ruang, yaitu atrium dextra, atrium sinistra, ventrikel dextra,
dan ventrikel sinistra. Di antara kedua atrium dipisahkan oleh septum interatriorum dan
ventriculus dekstra dan sinistra dipisahkan oleh septum interventriculare. Bagian dekstra di
dalam tubuh letaknya lebih ke arah ventral dan yang sisi sinistra lebih ke arah dorsal.

3
Sehingga jika berkontraksi, jantung bagian kanan akan cenderung dibagian depan bawah
sternum dan bagian kiri akan lebih belakang bawah sternum.4

Atrium dextra

Terdiri dari dua bagian, yaitu atrium propria dan auricula dextra. Atrium propria
merupakan ruangan di antara dua vena cava dan ostium atrioventrikularis, di mana
dindingnya menjadi satu dengan dinding v.cava dan permukaan inferiornya halus
(infundibulum) dan bagian kaarnya disebut m.pectinati dimana nanti akan dibatasi oleh crista
terminalis. Auricula dextra berbentuk seperti daun telinga, merupakan kantung di antara
v.cava superior dan ventriculus dextra.

Di bagian dalam atrium dextra dapat dijumpai beberapa lubang:

1. Ostium V. Cava superior bermuara pada bagian superior posterior dari sinus venarum,
lubangnya menghadap ke inferior dan anterior.
2. Ostium v. Cava inferior bermuara pada bagian inferior sinus venarum dekat septum
interatriorum.
3. Sinus coronarius bermuara pada atrium dextrum di antara v.cava inferior dan foramen
atrioventricularis dextra. Sinus ini berfungsi mengembalikan darah dari subtantia otot
jantung.4

Ventrikel dexter

Pada ventrikel terdapat Trabeculae Carnae Merupakan bubungan otot bundar atau
tidak teratur yang menonjol dari permukaan bagian dalam kedua ventrikel ke rongga
ventricular. Otot Papilaris adalah penonjolan trabeculae carnae ke tempat perlekatan korda
kolagen katup jantung (chorda tendinae). Moderator band (trabeculae septomarginal) adalah
pita lengkung otot pada ventrikel kanan yang memanjang kea rah tranversal dari septum
interventricular menuju otot papilaris anterior. Otot ini membantu dalam transmisi
penghantaran impuls untuk kontraksi jantung.4

Pada bagian dalam ventrikel dexter dapat dijumpai beberapa lubang yaitu ostium
truncus pulmonalis dan ostium atrioventrikularis dextra. Ostium atrioventrikularis dextra
merupakan apertura berbentuk oval yang dikelilingi oleh cincin fibrosa tempat melekat
valvula trikuspidalis. Valvula trikuspidalis merupakan daun yang membentuk tiga lekukan
yang mengelilingi ostium dengan lembaran seperti daun yang mengarah ke ventrikel, pada
saat kontraksi atrium, katup ini akan terbuka dan darah kaya akan karbon dioksida akan

4
dipompakan dari atrium kanan ke ventrikel kanan. Ostium truncus pulmonalis merupakan
lubang tempat berjalannya a.pulmonali, terdapat valvula pulmonalis yang akan membuka
ketika tekanan besar di ventrikel menyebabkan katup terbuka dan darah akan mengalir lewat
katup ini menuju paru-paru lewat a.pulmonalis.4,5

Atrium sinister

Atrium ini terdiri dari 2 bagian yaitu atrium proprium dan auricula. Atrium proprium
terdapat 4 muara vv. Pulmonales. Umumnya vena ini bermuara pada satu lubang. Ostium
atrioventricularis sinister terdiri dari dua daun sehingga disebut valvula mitralis/bikuspidalis.
Auricula sinistra memiliki permukaan yang terdiri dari rigi muskular yang disebut Mm.
Pectinati dan bagian yang halus bernama aortic supraventrikularis.5

Ventrikel sinister

Pada permukaan dalam ventriculus sinister dijumpai dua lubang, yaitu ostium
atrioventikularis sinister dan ostium aortikum. Pada ostium atrioventrikular sinister ini
melekat valvula bicuspidalis yang akan terbuka ketika tekanan pada atrium sinister tinggi
sehingga darah akan mengalir ke ventrikel sinister. Ostium aorticum merupakan lubang yang
diduduki oleh valvula semilunaris aorta. Darah dari ventrikel sinister akan dialirkan ke
seluruh tubuh lewat valvula/katup semilunaris aorta.5

Vaskularisasi Jantung

Jantung mendapat pendarahan dari a.coronaria cordis yang merupakan cabang dari
aorta ascendens A. coronaria cordis ini ada dua:

A.coronaria dextra: timbul dari sinus aorticus anterior, mula-mula berjalan ke anterior
dextra untuk muncul di antara trunctus pulmonalis dan auricula dextra, kemudian
berjalan inferior dextra pada sulcus atrioventricularis menuju pertemuan margo dextra
dan inferior cordis, untuk kemudia berputar ke sinistra sepanjang bagian posterior
jantung sampai sulcus interventricularis posterior, dimana ia beranastomosis dengan
a.coronaria sinistra.
A.coronaria sinistra: timbul dari sinus aorticus posterior sinistra, berjalan ke anterior
di antara trunctus pulmonalis dan auricula sinistra kemudian membelok ke sinistra

5
menuju sulcus interventricularis anterior sebagai a.interventricularis anterior,
kemudian berjalan posterior mengelilingi margo sinistra untuk berjalan bersama sinus
coronarius sampai sejauh sulcus interventricularis posterior sebagai
a.interventricularis posterior dimana ia akan beranastomosis dengan yang dextra.6,7

Gambar 2. Vaskularisasi Arteri Coronaria Dextra dan Sinistra.8

Struktur Mikroskopis Jantung

Tunika intima jantung disebut endokardium yang terdiri dari selapis subendotel dan
endotel. Tunika media jantung disebut miokardium dan merupakan lapisan paling tebal pada
dinding ventrikel. Miokardium terdiri atas otot jantung, yang strukturnya memungkinkan
jantung untuk memompa darah, sesuai dengan kebutuhan fungsional jantung, sel-sel
kontraktil dan sel-sel yang menimbulkan dan menghantarkan impuls dapat mengakibatkan
denyut jantung. Masing-masing sel otot jantung saling berhubungan membentuk serat yang
bercabang-cabang, dengan sel-sel yang berdekatan disatukan ujungnya struktur khusus yang
dinamai diskus interkalaris.Di dalam ini terdapat desmosome dan Gap Junction. Desmosome
merupakan suatu tipe taut erat bergerigi yang menyatukan sel-sel, sangat banyak terdapat di
jaringan.

6
Gambar 3. Susunan Serat Otot
Jantung.8

Epik ardium

Permukaan bebas epikardium terdiri atas satu lapis sel epitel gepeng, yaitu mesotel;
lapis mesotel serupa melapisi permukaan perikardium parietal yang berhadapan. Sel mesotel
mensekresi sedikit cairan serosa yang melumasi gerakan epikardium pada perikardium
parietal. Selapis jaringan fibroelastis tipis menunjang mesotel; lapis ini berhubungan dengan
miokard melalui lapis jaringan lemak yang tebal. Pembuluh koroner dan saraf otonom
menerobos epikardium untuk memasuk miokardium. Tunika adventisia jantung atau
epikardium Sebelah luar diliputi oleh epitel selapis gepeng (mesotel). Jaringan adiposa yang
umumnya meliputi jantung terkumpul dalam lapisan ini yang akan dikelilingi, rongga
perikardium, yang dibungkus oleh kantong fibrosa, yaitu perikardium. Perikardium parietal
melekat secara longgar pada struktur mediastinal sekitarnya.9

Serat purkinje

Sel-sel penghantar lebih besar dari sel miokardium, dan kadangkala berinti 2.
Sitoplasma pucat yang luas mengandung relatif sedikit miofibril, yang tersusun secara tidak
teratur tepat di bawah membran plasma sel. Sitoplasma kaya glikogen dan mitokondria
namun berbeda dengan sel otot jantung lain, sehingga serat purkinje merupakan salah satu
dari sistem penghantar khusus jantung.9

Mekanisme Kerja Jantung

Jantung berfungsi sebagai pompa ganda. Darah yang kembali dari sirkulasi sistemik
(dari seluruh tubuh) masuk ke atrium kanan melalui vena besar yang dikenal sebagai vena
kava, terbagi menjadi dua vena, yaitu vena cava superior dan vena cava inferior, vana cava
superior merupakan darah yang dibawa tubuh dari extremitas superior ke atrium kanan,
sedangkan vena cava inferior merupakan aliran darah yang dibawa dari tubuh extremitas
bawah, keduanya berasal dari jaringan tubuh dan akan bermuara ke atrium kanan, hasil
metabolisme dijaringan telah diambil O2 dan nutrisinya lalu CO2 dari hasil metabolisme
jaringan. Darah yang miskin akan oksigen tersebut mengalir dari atrium kanan melalui katup

7
atrioventrikular trikupidalis ke ventrikel kanan, lalu setelah pengisian ventrikel kanan, katup
semilunar pulmonalis akan terbuka dan darah akan mengalir dari ventrikel kanan ke paru-
paru lewat truncus pulmonalis, yaitu a.pulmonalis, satu-satunya arteri yang miskin akan O 2
dan kaya akan CO2. Sisi kanan jantung memompa darah yang miskin oksigen ke sirkulasi
paru. Darah miskin O2 akan dibawa hingga ke paru-paru dan akan ditukar dengan O2 tepatnya
pada alveol paru-paru, sehingga CO2 akan diekspirasikan, sedangkan O2 dari hasil inspirasi
akan dibawa kembali ke jantung lewat v.pulmonalis.

Vena pulmonalis akan membawa darah yang kaya akan O2 yang kembali ke atrium
kiri ini kemudian mengalir ke dalam ventrikel kiri dengan terbukanya katup atrioventrikular
bikuspidalis, ventrikel kiri yang terisi penuh dengan darah yang kaya akan O 2 siap
dipompakan ke seluruh tubuh, melewati aorta, ventrikel akan memompa darah melewati
katup semilunar aorta. Dimana aorta decendens akan mendistribusikan darah ke bagian
extremitass bawah tubuh, arcus aorta akan mendistribusikan darah ke bagian extremitas atas
jantung, dan aorta ascendens akan memperdarahi organ jantung. Sisi kiri jantung memompa
darah yang kaya akan O2 ke dalam sirkulasi sistemik. Sirkulasi sistemik memompa darah ke
berbagai organ, yaitu ginjal, otot, otak, dan semuanya. Jadi darah yang keluar dari ventrikel
kiri tersebar sehingga masing-masing bagian tubuh menerima darah segar. Jaringan akan
mengambil O2 dari darah dan menggunakannya untuk menghasilkan energy, hasil
pembakaran energi dan aktivitas dalam jaringan akan dibawa kembali ke vena cava, siklus ini
akan berlanjut terus menerus. Kedua sisi jantung akan memompa darah dalam jumlah yang
sama. Volume darah yang beroksigen rendah yang dipompa ke paru oleh sisi jantung kanan
memiliki volume yang sama dengan darah beroksigen tinggi yang dipompa ke jaringan oleh
sisi kiri jantung. Sirkulasi paru merupakan sistem yang memiliki tekanan dan resistensi
rendah, sedangkan sirkulasi sistemik merupakan sistem yang memiliki tekanan dan resistensi
yang tinggi. Sisi kiri melakukan kerja yang lebih besar karena ia memompa volume darah
yang sama ke dalam sistim dengan resistensi tinggi. Dengan demikian otot jantung di sisi kiri
jauh lebih tebal daripada otot di sisi kanan sehingga sisi kiri adalah pompa yang lebih kuat. 10

Walaupun tidak terdapat katup antara atrium dan vena namun hal ini tidak menjadi
masalah. Hal ini disebabkan oleh dua hal, yaitu karena tekanan atrium biasanya tidak jauh
lebih besar dari tekanan vena serta tempat vena kava memasuki atrium biasanya tertekan
selama atrium berkontraksi.9

8
Gambar 4. Mekanisme katup jantung dan Kerja Jantung9

Aktivitas Listrik Jantung

Jantung memiliki sistem penghantar impuls yang mempunyai sifat khusus, yaitu:

1. Automatisitas, jantung dapat mencetuskan impuls spontan


2. Ritmisitas, jantung mempunyai sistem yang dapat mencetuskan impuls yang ritmis
3. Konduktivitas, jantung memiliki kemampuan menghantarkan impuls dalam baik
menggunakan sistem desmosome maupun gap junction.
4. Eksitabilitas, jantung mampu merespon terhadap rangsangan baik dari luar, pada saat
aktivita maupun pada saat tonu simpatis meningkat.10

9
Kontraksi sel otot jantung untuk mendorong darah dicetuskan oleh potensial aksi yang
menyebar melalui membran sel-sel otot. Jantung berkontraksi atau berdenyut secara berirama
akibat potensial aksi yang ditimbulkannya sendiri, suatu sifat yang dikenal sebegai
otoritmisitas.9

Terdapat dua jenis khusus sel otot jantung:

99% sel otot jantung adalah sel kontraktil, yang melakukan kerja mekanis, yaitu
memompa. Sel-sel pekerja ini dalam keadaan normal tidak menghasilkan sendiri
potensial aksi.
Sebaliknya, 1% sel sisanya, sel otoritmik, tidak berkontraksi tetapi mengkhususkan
diri mencetuskan dan menghantarkan potensial aksi yang bertanggung jawab untuk
kontraksi sel-sel pekerja.

Berbeda dengan sel saraf dan sel otot rangka, yang membrannya tetap berada pada
potensial istirahat yang konstan, kecuali apabila sel dirangsang, sel-sel otoritmik jantung
tidak memiliki potensial istirahat. Perbedaan mendasar antara otot lurik jantung dan rangka
adalah, otot jantung sukar untuk dipisahkan satu sama lain karena otot jantung mempunyai
struktur yang saling berhubungan, yaitu sinsitium.9,10

Permebialitas membran terhadap K+ menurun antara potensial-potensial aksi, karena


saluran K+ diinaktifkan, yang mengurangi aliran ke luar ion kalium positif mengikuti
penurunan gradien konsentrasi. Karena influks pasif Na+ dalam jumlah kecil tidak berubah,
begian dalam secara bertahap menjadi kurang negatif; yaitu, membran secara bertahap
mengalami depolarisasi (semakin lama semakin positif) dan potensial aksi akan meningkat,
mencapai ambang letup. Setelah ambang letup, terjadi fase naik dari potensial aksi sebagai
respons terhadap pengaktifan saluran Ca++ dan influks Ca++ kemudian terjadi fase turun
disebabkan, seperti biasanya, oleh efluks K+ yang terjadi karena peningkatan permeabilitas
K+ akibat pengaktifan saluran K+ . Setelah potensial aksi usai, inaktivasi saluran-saluran K+
ini mengawali depolarisasi berikutnya.9

10
Gambar 5. Aktivitas Pemacu Sel Otoritmik Jantung.9

Sel-sel jantung yang mampu mengalami otoritmisitas ditemukan di lokasi-lokasi


berikut ini:

Nodus sinoatrium (SA) : daerah kecil khusus di dinding atrium kanan dekat lubang
vena kava superior
Nodus atrioventrikel (AV) : sebuah berkas kecil sel-sel otot jantung khusus di dasar
atrium kanan dekat septum, tepat di atas pertautan atrium dan ventrikel.
Jejas: Anterior (berkas bachman), menembus annulus fibrosus ke septum ventrikel
dan akan diteruskan menjadi berkas his kana dan kiri lalu akan sampai ke ventrikel
kanan dan kiri. Middle (berkas wenckebach), Posterior (berkas Torel)
Serat Purkinje : serat-serat terminal halus yang berjalan dari berkas His dan menyabar
ke seluruh miokardium ventrikel seperti ranting-ranting pohon.

Eksitasi Atrium

Suatu potensial aksi yang berasal dari nodus SA pertama kali menyebar ke kedua
atrium melalui gap junction. Selain itu beberapa jalur penghantar khusus yang batasnya tidak
jelas mempercepat penghantaran impuls melalui atrium:

Jalur antar atrium berjalan dari nodus SA di dalam atrium kanan ke atrium kiri.
Karena adanya jalur ini, gelombang eksitasi dapat menyebar melintasi gap junction di
seluruh atrium kiri pada saat yang sama dengan penyebaran eksitasi di atrium kanan.
Jalur antar nodus berjalan dari nodus SA ke nodus AV. Nodus AV adalah satu-satunya
titik kontak listrik antara atrium dan ventrikel; dengan kata lain, karena atrium dan
ventrikel secara struktural dihubungkan oleh jaringan ikat yang tidak menghantarkan

11
listrik. Jalur penghantar antarnodus mengarahkan penyebaran potensial aksi yang
berasal dari nodus SA ke nodus AV untuk memastikan kontraksi sekuensial ventrikel
setelah kontraksi atrium.

Transmisi antara Atrium dan Ventrikel

Potensial aksi dihantarkan relatif lebih lambat melalui nodus AV. Kelambatan ini
menguntungkan karena menyediakan waktu agar terjadi pengisian ventrikel sempurna.
Impuls tertunda sekitar 0.08 sampai dengan 0,12 detik, yang memungkinkan atrium
mengalami depolarisasi sempurna dan berkontraksi, mengosongkan isi mereka ke dalam
ventrikel, sebelum depolarisasi dan kontraksi ventrikel terjadi.9

Eksitasi Ventrikel

Setelah perlambatan tersebut, impuls dengan cepat berjalan melalui berkas His kanan
dan kiri, lalu ke seluruh miokardium ventrikel bagian kanan dan kiri melalui serat-serat
Purkinje. Jaringan serat di sistem penghantar ventrikel ini mengkhususkan diri untuk
menghantarkan potensial aksi secara cepat. Keberadaan serat-serat tersebut mempercepat dan
mengkoordinasi penyebaran eksitasi ventrikel untuk memastikan bahwa ventrikel
berkontraksi secara serentak. Walaupun membawa potensial aksi dengan cepat ke sejumlah
besar sel otot, sistem ini tidak berakhir di setiap sel. Impuls dengan cepat menyebar dari sel-
sel yang tereksitasi ke sel-sel otot ventrikel lainnya melalui gap junction. Sistem penghantar
ventrikel lebih terorganisasi dan lebih penting daripada jalur penghantar antaratrium dan
antarnodus. Karena massa ventrikel (70%) jauh lebih besar daripada massa atrium (30%),
harus terdapat sistem penghantar yang cepat untuk segera menyebarkan eksitasi di ventrikel.9

Potensial aksi di sel otot jantung kontraktil memperlihatkan fase datar yang khas (fase
Plateau). Tidak seperti sel-sel otoritmik, membran sel kontraktil pada dasarnya tetap berada
dalam keadaan istirahat sebesar -90mV sampai tereksitasi oleh aktivitas listrik yang
merambat dari pemacu. Setelah membran sel kontraktil miokardium ventrikel terkesitasi,
timbul potensial aksi melalui hubungan rumit antara perubahan permeabilitas dan perubahan
potensial membran.9

Selama fase naik potensial aksi, potensial membran dengan cepat berbalik ke nilai
positif sebesar +30 mV akibat peningkatan mendadak permeabilitas membran
terhadap Na+ ynag diikuti oleh influks pasif Na+. Permeabilitas Na+ kemudian dengan

12
cepat berkurang, membran potesial dipertahankan di tingkat positif ini selama
beberapa ratus milidetik dan menghasilkan fase datar potensial aksi.
Perubahan voltase mendadak yang terjadi selama fase naik potensial aksi
menimbulkan dua perubahan permeabilitas bergantung-voltase yang bertanggung
jawab mempertahankan fase datar tersebut: pengaktifan saluran Ca++ lambat dan
penurunan mencolok permeabilitas K+. Pembukaan saluran Ca++ menyebabkan difusi
lambat Ca++ masuk ke dalam sel. Influks Ca++ yang bermuatan positif ini memperlama
kepositivan di bagian dalam sel dan merupakan penyabab utama fase datar. Efek ini
diperkuat oleh penurunan permeabilitas K+ yang terjadi bersamaan. Penurunan aliran
ke luar K+ yang bermuatan positif mencegah repolarisasi cepat membran dan dengan
demikian ikut berperan memperlama fase datar.
Fase turun potensial aksi yang berlangsung cepat terjadi akibat inaktiasi saluran Ca ++
dan pengaktifan saluran K+. Penurunan permeabilias Ca++ menyebabkan Ca++ tidak
lagi masuk ke dalam sel, sedangkan peningkatan mendadak permeabilitas K + yang
terjadi bersamaan menyebabkan difusi cepat K+ yang positif ke luar sel. Dengan
demikian, repolarisasi cepat yang terjadi pada akhir fase datar terutama disebabkan
oleh efluks K+ , yang kembali membuat bagian dalam sel lebih negatif daripada bagian
luar dan memulihkan potensial membran ke tingkat istirahat.

Tetanus otot jantung dicegah oleh periode refrakter yang panjang sebesar 250mdetik.
Selama periode refrakter, yang timbul segera dimulainya potensial aksi, ketanggapan
membran menghilang total, sehingga tidak dapat terjadi potensial aksi lain. Lama periode ini
hampir sama dengan periode kontraksi yang dicetuskan oleh potensial aksi, sebuah serat otot
jantung berkontraksi dengan durasi rata-rata sekitar 300 mdet. Akibatnya, otot jantung tidak
dapat dirangsang ulang sampai kontraksi hampir selesai, sehingga penjumlahan kontraksi dan
tetanus otot jantung tidak mungkin terjadi.

13
Gambar 6. Potensial Aksi di Sel Kontraktil Jantung.9

Pemeriksaan EKG
Arus listrik yang dihasilkan oleh otot jantung selama depolarisasi dan repolarisasi
menyebar ke jaringan di sekitar jantung dan dihantarkan melalui cairan cairan
tubuh.Sebagian kecil aktivitas listrik ini mencapai permukaan tubuh dan dapat dideteksi
menggunakan elektroda pencatat. Terdapat 3 pertimbangan yang diwakili oleh EKG yaitu :
EKG adalah suatu rekaman mengenai sebagian aktifitas listrik di cairan cairan tubuh
yang diinduksi oleh impuls jantung yang mencapai permukaan tubuh. Bukan rekaman
langsung aktivitas listrik jantung yang sebenarnya.
EKG adalah rekaman kompleks yang menggambarkan penyebaran keseluruhan
aktivitas di jantung selama repolarisasi dan depolarisasi. EKG bukan merupakan
catatan mengenai sebuah potensial aksi di sebuah sel pada suatu saat. Pada setiap saat,
rekaman mewakili jumlah aktivitas listrik di semua sel otot jantung, yang sebagian
mungkin sedang mengalami potensial aksi, sementara yang lain mungkin belum di
aktifkan.
Rekaman mencerminkan perbandingan voltase yang terdeteksi oleh elektroda di dua
titik yang berbeda di tubuh.

Pola pasti aktivitas listrik yang direkam dari permukaan tubuh bergantung pada
orientasi elektroda pencatat. Untuk menghasilkan perbandingan standar, rekaman EKG rutin
terdiri dari 12 sistem elektroda konvensional atau lead. Ke 12 lead tersebut masing masing
merekam aktivitas listrik di jantung dari lokasi yang berbeda, 6 susunan listrik dari
ekstremitas dan 6 lead dada di berbagai tempat di sekitar jantung. Ke 12 lead tersebut

14
digunakan secara rutin di semua rekaman EKG sebagai dasar untuk perbandingan dan untuk
mengenali adanya deviasi dari normal.10,11

12 sadapan terdiri dari 3 sadapan Einthoven yang dipasang menggunakan elektroda,


sadapan 1 pada lengan kiri dipasang elektroda positif, pada tangan kanan dipasang elektroda
negatif, sadapan 2 pada kaki kiri dipasang elektroda positif dan pada tangan kanan dipasang
elektroda negatif, sadapan 3 pada kaki kiri dipaang elektroda positif dan pada tangan kiri
dipasang elektroda negatif. Sadapan Einthoven sering kali disebut segitiga einthoven karena,
segitiganya berbentuk sama sisi dan dapat dihitung dengan rumus aljabar, sadapan 2 =
sadapan 1 + sadapan 3. 3 sadapan Goldberger, aVR, aVL, aVF. Pada aVR, elektroda positif
diletakkan pada tangan kanan, aVL, elektroda positif diletakkan pada tangan kiri, dan pada
aVF, elektroda positif diletakkan pada kaki kiri. 6 sadapan diletakkan dijantung, dinamakan
sadapan precordial Wilson, V1,V2, V3, V4, V5, V6. V1 diletakkan pada ruang interkostalis
IV garis parasternal kanan, V2 diletakkan pada ruang interkostalis IV garis parasternal kiri,
V3 diletakkan pada pertengahan garis lurus yang menghubungkan V2 dan V4, V4 diletakkan
pada ruang interkostalis V garis midklavikularis kiri, V5 diletakkan pada titik potong garis
aksilaris kiri depan, dengan garis horizontal melalui V4, V6 diletakkan pada titik potong garis
aksilaris kiri tengah, dengan garis horizontal melalui V4 dan V5. 10

EKG normal memperlihatkan 3 bentuk gelombang tersendiri, yaitu gelombang P yang


mewakili depolarisasi atrium, gelombang QRS mewakili depolarisasi ventrikel dan
gelombang T yang mewakili repolarisasi ventrikel.10,11

Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan mengenai perekaman EKG :

1. Pembentukan potensial aksi di nodus SA tidak menimbulkan aktivitas listrik yang


mampu mencapai permukaan tubuh, sehingga depolarisasi nodus SA tidak
menimbulkan gelombang. Dengan demikian, gelombang yang pertama tercatat,
gelombang P terjadi ketika impuls menyebar ke seluruh atrium.
2. Pada EKG normal, tidak terdapat gelombang terpisah untuk repolarisasi atrium.
Aktivitas listrik yang berkaitan dengan repolarisasi atrium secara normal berlangsung
bersamaan dengan depolarisasi ventrikel dan tertutupi oleh kompleks QRS.
3. Gelombang P jauh lebih kecil daripada komplek QRS karena atrium memiliki massa
otot yang jauh lebih kecil daripada ventrikel, sehingga menghasilkan lebih sedikit
aktivitas listrik.

15
EKG dapat digunakan untuk mendiagnosis kecepatan denyut jantung yang abnormal,
aritmia, dan kerusakan otot jantung. 11

Gambar 7. Contoh hasil EKG.11

Kesimpulan

Penimbunan cairan dikaki dan sesak napas yang dialami perempuan terjadi karena
indikasi gagal jantung yang diidap, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan.
Organ jantung pada manusia terdiri dari sel otot-otot jantung yang khusus sedemikian rupa,
sehingga dapat terus menerus berkontraksi tanpa pernah lelah dan istirahat. Segala aktivitas
yang dilakukan oleh jantung antara lain sistol dan diastole dapat direkam oleh alat yang
bernama EKG. Pada hasil pencatatan EKG, dapat dilihat depolarisasi atrium, depolarisasi
ventrikel dan repolarisasi ventrikel. Bila ada kegiatan yang abnormal dilakukan oleh jantung,
akan tercatat di grafik EKG, dan akan membantu menentukan jenis gangguan jantung yang
diidap oleh pasien, untuk lebih memasstikan gangguan yang diidap pasien masih dibutuhkan
pemeriksaan penunjang.

Daftar Pustaka

1. Guyton AC, Hall JE. Buku ajar fisiologi kedokteran. Edisi ke-11. Jakarta: Penerbit
Buku Kedokteran EGC; 2008. Hal. 107

16
2. Materi Anfis Jantung [Internet]. 1st ed. Stikes Kusuma Husada; 2016 [cited 18 June
2016]. Available from: http://www.stikeskusumahusada.ac.id/images/file/36.pdf
3. Salim D. Buku ajar anatomi : Sistem kardiovaskular 1. Jakarta: Bagian Anatomi
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana; 2016.Hal. 2-14
4. Tinjauan Pustaka Jantung [Internet]. 1st ed. Sumatera Utara: USU; 2016 [cited 18
June 2016]. Available from:
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/31637/4/Chapter%20II.pdf
5. Paulsen F, Waschke J. Atlas anatomi manusia jilid 2, Sobotta: organ-organ dalam.
Edisi ke-23. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2013. Hal 12-9.
6. Jantung [Internet]. 2nd ed. Bogor: LIPI; 2016 [cited 18 June 2016]. Available from:
http://www.bit.lipi.go.id/pangan-kesehatan/documents/artikel_jantung/jantung.pdf
7. Snell RS; editor bahasa Indonesia: Huriawati Hartanto(et al.). Anatomi klinik untuk
mahasiswa kedokteran. Edisi ke-6. Jakarta: EGC; 2006.h.48-52.
8. Vaskularisasi arteri coronaria dextra dan sinistra. Diunduh
dari:http://www.microeds.com/present/graphics/heart4.gif, 15 Juni 2013.
9. Sistem Kardiovaskular [Internet]. 1st ed. Jogjakarta: UNY; 2016 [cited 18 June 2016].
Available from: http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/Bb3-Kardiovasa.pdf
10. Husin E. Buku ajar Fisiologi : Sistem kardiovaskular 1. Jakarta: Bagian Anatomi
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana; 2016.Hal. 87-89.
11. Sherwood L. Fisiologi manusia dari sel ke sistem. Edisi ke-6. Jakarta: EGC;
2011.h.330-50.

17