Anda di halaman 1dari 4

Nomor

:
Revisi Ke
:
Berlaku Tgl
:

STANDART OPERASIONAL PROSEDUR

TINDAKAN PEMBEDAHAN

Disahkan oleh:
Kepala Puskesmas

dr.Amrozi Taufik,M.kes
NIP. 19630315 200003 1 003

PEMERINTAH KABUPATEN PEKALONGAN

UPT DINKES PUSKESMAS RAWAT INAP PANINGGARAN

Alamat : JL.RAYA PANINGGARAN PEKALONGAN

Kode Pos 51164


TINDAKAN PEMBEDAHAN
Disahkan oleh
Kepala Puskesmas
No Kode :
Terbitan :

SPO No Revisi :
Tgl Mulai Berlaku :
PUSKESMAS Halaman : dr.Amrozi Taufik,M.Kes
PANINGGARAN
NIP.19630315 200003 1 003

1. Tujuan Tindakan pembedahan dilakukan dengan aman baik bagi pasien maupun
bagi petugas

2 Kebijakan Sebagai pedoman pelaksanaan tindakan pembedahan di Puskesmas


Paninggaran

pelaksanaan tindakan pembedahan harus mengikuti langkah-langkah yang


tertuang dalam SPO

3 Definisi 1. Tindakan pembedahan adalah tindakan pengobatan yang dilakukan


dengan cara menyayat untuk membuka atau menampilkan bagian
tubuh yang sakit,
2. Bedah minor adalah pembedahan yang dilakukan secara sederhana, tidak
memiliki resiko terhadap nyawa pasien dan tidak memerlukan bantuan
asisten untuk melakukannya, contohnya membuka abses superficial,
pembersihan luka, inokuasi, superfisial neuroktomi dan tenotomi,
3. Bedah mayor adalah pembedahan yang relatif lebih sulit daripada
pembedahan minor, membutuhkan waktu, melibatkan resiko terhadap
nyawa pasien, dan memerlukan bantuan asisten, contohnya bedah caesar,
mammektomi, bedah torak, bedah otak,
4. Tindakan pembedahan yang dilakukan di Puskesmas Watumalang adalah
tindakan bedah minor.

4 Prosedur 1. Dokter atau petugas yang diberi kewenangan melakukan tindakan


pembedahan merencanakan tindakan pembedahan sesuai dengan
masalah kesehatan yang dialami pasien,
2. Dokter atau petugas yang berwenang melakukan tindakan
pembedahan menjelaskan kepada pasien dan atau keluarga
mengenai rencana tindakan pembedahan, prosedur tindakan,
manfaat, resiko dan komplikasi terhadap tindakan serta akibat jika
tindakan tidak dilakukan,
3. Dokter memastikan pasien atau keluarga paham mengenai tindakan
yang akan dilakukan,
4. Dokter melengkapi inform consent tindakan pembedahan yang
ditandatangani pasien, saksi dan dokter yang bersangkutan,
5. Dokter menyiapkan alat alat yang dibutuhkan untuk tindakan
pembedahan,
6. Dokter memposisikan pasien sesuai dengan bagian tubuh yang akan
dilakukan pembedahan dengan memperhatikan kenyamanan pasien,
7. Dokter mencuci tangan dan menggunakan handscoone steril,
8. Dokter menjelaskan kepada pasien kalau tindakan akan dimulai,
9. Dokter mendesinfektan daerah yang akan di incisi dengan larutan
betadin,
10. Dokter memasangkan duk steril di daerah yang akan di incisi,
11. Dokter menganestesi bagian yang akan di incise dengan
memberikan injeksi lidokain sesuai kebutuhan,
12. Dokter memastikan bahwa daerah yang dianestesi sudah tidak
terasa sakit,
13. Jika pasien masih terasa sakit, dokter menunggu beberapa saat
sampai daerah tersebut tidak terasa sakit,
14. Dokter mulai menyayat bagian yang sudah ditentukan dengan
prinsip steril,
15. Dokter selalu memperhatikan respon pasien selama tindakan
pembedahan berlangsung,
16. Dokter melakukan pembedahan sesuai kebutuhan pasien,
17. Dokter membersihkan daerah pembedahan dengan kassa steril,
18. Dokter menjahit daerah yang di incisi,
19. Dokter membersihkan daerah yang dijahit dengan cairan NaCl
o,9%,
20. Dokter mengoleskan betadin di daerah yang dijahit,
21. Dokter menutup luka dengan kassa steril,
22. Dokter memplester balutan,
23. Dokter menjelaskan kepada pasien bahwa tindakan telah selesai,
24. Dokter membereskan peralatan,
25. Dokter melepas handscoone dan mencuci tangan,
26. Dokter menjelaskan mengenai tindakan perawatan di rumah dan
waktu untuk control,
27. Dokter memberikan resep kepada pasien dan menjelaskan untuk
mengambilnya di apotek,
28. Dokter mencatat kegiatan yang dilakukan, respon klien, terapi dan
rencana control dalam rekam medis pasien.

5 Diagram Alir
6 Referensi http://id.shvoong.com/medicine-and-health/medicine-history/2080535-
pengertian-bedah-dan-macam-macam/#ixzz204HzqNfI

7 Dokumen Rekam medis


Terkait
8 Distribusi BP Umum, Poli Gigi, IGD

9.Rekaman historis perubahan


N Yang dirubah Isi Perubahan Tgl.mulai
o diberlakukan