Anda di halaman 1dari 11

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Desain Penelitian

Penelitian ini menggunnakan disain penelitian deskriptif korelasi yang

bertujuan mengetahui hubungan sebab akibat antara dua variabel secara

observasional, dengan menggunakan metode pendekatatan cross sectional

(Hidayat 2011). Penelitian Cross sectional yaitu penelitian dimana variabel

independent dan variabel dependen diambil dalam waktu yang bersamaan

tanpa memperhitungkan waktu dari paparan pada variabel independent dan

dependent. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola

makan dengan kejadian karies gigi.

3.2 Jenis penelitian

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif yaitu penelitian

berdasarkan fakta, bebas prasangka, mengunakan prinsip analisa,

mengunakan hipotesa, mengunakan data objek dan mengunakan data

kuantitatif atau yang di kuantitatifkan (Hidayat 2011).

3.3 Waktu dan Tempat Penelitian

Waktu penelitian talah dilaksanakan pada bulan juli 2016. Tempat penelitian

ini adalah SDN 01 Dwi Warga Tunggal Jaya Banjar Agung Tulang Bawang

2016.
30

3.4 Subjek penelitian

3.4.1 Populasi

Populasi adalah keseluruhan objek yang diteliti (Notoatmojo, 2012).

Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa di SDN 01 Dwi

Warga Tunggal kelas 3, 4,5 dan 6 sebanyak 149 respoden

3.4.2 Sampel

Sampel penelitian adalah sebagian yang di ambil dari keseluruhan

subyek yang diteliti dan dianggap sudah mewakili seluruh populasi

(Notoatmojo, 2012). Sampel dalam penelitian ini adalah

anggota populasi yang dihitung melalui rumus slovin

sebagai berikut :

N
n=
N . d 2+1

Keterangan :

n = jumlah sampel

N = jumlah populasi
2
d = presisi (ditetapkan tingkat penyimpangan yang

diinginkan 10% dengan tingkat kepercayaan

90%)
31

Berdasarkan rumus tersebut, bila jumlah populasi

149 maka diperoleh jumlah sampel sebagai

berikut :

N
n=
N . d 2+1
149
n=
( 149 ) . ( 0,1 )2+1
149
n=
2.49
n=59.8=60

Berdasarkan rumus tersebut, diperoleh jumlah sampel

minimal sebesar 60 responden. Untuk mengantisipasi

apabila ada data yang tidak bisa digunakan, klien drop

out, maka dilakukan penambahan subyek dengan

rumus sebagai berikut

n' =n /(1f )

Keterangan :

n : Pumlah sampel yang dihitung

f :Perkiraan proporsi drop out, dari pengalaman

sebelumnya perkiraan subyek yang drop out

sebanyak 10%.
'
n =n /(1f )

n' =60 /(10,1)


32

'
n =66

Berdasarkan perhitungan diatas maka jumlah sampel

menjadi 66 responden. dan dari responden tersebut

harus memenuhi kriteria inklusi sebagai berikut :

1. Bersedia menjadi responden penelitian


2. Hadir di sekolah saat penelitian berlangsung
3. Bisa membaca

3.5 Variabel

Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai

dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi

tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan

ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2001 dalam Susila &

Suyanto, 2015).

3.5.1 Variabel independen/bebas dalam penelitian ini adalah : Pola makan

3.5.2 Variabel dependen/terikat dalam penelitian ini adalah : Kejadian

Karies Gigi

3.6 Definisi Operasional

Definisi operasional adalah untuk membatasi ruang lingkup atau pengertian

variabel-variabel diamati/diteliti. Definisi operasional ini juga bermanfaat

untuk mengarahkan kepada pengukuran atau pengamatan terhadap variabel-


33

variabel yang bersangkutan serta pengembangan intrumen (alat ukur)

(Notoatmodjo, 2012). Untuk lebih memahami dan menyamakan pengertian

maka pada penelitian ini perlu disusun beberapa definisi operasional seperti

berikut:

Tabel 3.1
Definisi Operasional Variabel Penelitian
Variabel Definisi Operasional Alat ukur Cara Hasil ukur Skala
ukur

Dependen
Karies Kerusakan gigi yang, Kaca Observasi 1. Karies gigi jika Ordinal
gigi di tandai dengan, gigi Mulut keadaan memiliki gigi
berlubang warna gigi berlubang,
kecoklatan, banyangan responden berwarna coklat
kehitaman,dentin yang kehitaman dan nyeri
terlihat gigi

2. Tidak karies gigi


jika karies gigi jika
memiliki gigi
berlubang,
berwarna coklat
kehitaman dan nyeri
gigi

Independent
Pola Suatu cara atau usaha Kuisioner Wawancara 1. Pola makan Ordinal
makan dalam pengaturan beresiko jika skor
jumlah, jenis dan kuisioner 9.39
frequensi makanan
untuk 2. Pola makan
mempertahankan tidak beresiko jika
kesehatan gigi skor kuisioner <
9.39

3.7 Etika Penelitian

1 Informed Consent
Informed consent diberikan sebelum melakukan penelitian.

Informed consent ini berupa lembar persetujuan untuk


34

menjadi responden. Pemberian informed consent ini

bertujuan agar subjek mengerti maksud dan tujuan

penelitian dan mngetahui dampaknya. Jika subjek

bersedia, maka mereka harus menandatangani lembar

persetujuan dan jika responden tidak bersedia, maka

peneliti harus menghormati keputisan tersebut (Hidayat,

2011).
2 Anonimity (Kerahasiaan nama/identitas)
Anonimity, berarti tidak perlu mencantumkan nama pada

lembar kuesioner. Peneliti hanya menuliskan kode pada

lembar kuesioner tersebut. Pada penelitian ini peneliti tidak

akan mencantumkan nama subjek pada lembar

pengumpulan data (Hidayat, 2011).

3 Confidentiality (Kerahasiaan hasil)


Sub bab ini menjelaskan masalah-masalah responden yang

harus dirahasiakan dalam penelitian. Kerahasiaan informasi

yang telah dikumpulkan dijamin kerahasiaan oleh peneliti,

hanya kelompok data tertentu yang akan dilaporkan dalam

hasil penelitian (Hidayat, 2011).


Penelitian ini kerahasiaan hasil atau informasi yang telah

dikumpulkan dari setiap subjek akan di jamin oleh peneliti.

3.8 Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian

3.8.1 Jenis Data


35

Dalam penelitian ini menggunakan jenis data primer untuk kedua

variabel. Untuk variabel karies gigi di dapatkan melalui observasi dan

data pola makan di dapatkan melalui kuisioner.

3.8.2 Instrumen Penelitian

Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuisioner yang telah

dilakukan uji validitas dan reabelitas sebanyak 13 pertanyaan, dengan

skor kuisioner 1 untuk jawaban iya dan 0 untuk jawaban tidak. Serta

menggunakan lembar observasi untuk menuliskan hasil pengamatan

kondisi gigi.

3.8.3 Teknik Pengambilan Sampel

Untuk mendapatkan data variabel dependent (karies gigi), dengan

melakukan observasi yang akan di bantu oleh perawat gigi dari

Puskesmas Banjar Agung Tulang Bawang, dan mengunakan kuisioner

pada variabel independent (Pola Makan), yang diberikan kepada

responden untuk diisi

3.8.1 Uji Validitas

Sebelum instrument atau alat ukur digunakan untuk

mengumpulkan data penelitian maka perlu dilakukan

uji coba kuesioner untuk mencari kevalidan alat ukur

tersebut. Uji validitas adalah suatu ukuran yang

menunjukan tingkat valid dan atau kesahihan suatu

instrument (Arikunto, 2010). Kuisioner dikatakan valid


36

jika r hitung > dari r tabel, dalam penelitian ini pneliti

akan menggunakan 30 responden untuk uji validitas

dengan taraf signifikan 5% yaitu r tabel 0,361. Uji

validitas telah dilaksanakan di SDN 02 Dwi Warga Tunggal

Jaya Banjar Agung pada bulan juni 2016. Dalam penelitian ini

terdapat 14 kuisioner yang dilakukan uji valid dan

terdapat 1 kuisioner yang mempunyai nilai r hitung <

0.361, maka item kuisioner tersebut dinyatakan tidak

valid dan terdapat 13 item kuisioner yang dinyatakan

valid karena memiliki nilai r hitung 0.361 dan

selanjutnya ke 13 item kuisioner tersebut dilakukan uji

reabelitas.

3.81 Uji Reliabelitas

Reliabelitas adalah alat ukur yang digunakan saat ini

pada waktu dan tempat tertentu akan sama apabila

digunakan pada waktu dan tempat yang berbeda.

Reliabelitas menunjukan pada suatu pengertian bahwa

instrument cukup dipercaya untuk digunakan sebagai

pengumpul data karena instrument tersebut sudah

baik. Apabila datanya memang benar sesuai dengan

kenyataannya, maka berapa kali pun diambil akan

tetap sama hasilnya (Arikunto, 2010). Kuisioner


37

dikatakan reabel jika hitung > dari tabel, dalam

penelitian ini pneliti akan menggunakan 30 responden

untuk uji validitas dengan taraf signifikan 5% yaitu

tabel 0,361. Pada penelitian ini dari 13 item kuisioner

yang dilakukan uji reabelitas di dapatkan nilai 0,346

0,498 hitung 0.361 yang dapat disimpulkan bahwa

kuisioner tersebut reabel. 13 kuisioner tersebut dapat

dinyatakan baku dan dapat dilakukan sebagai

instrument penelitian.

3.9 Pengolahan data

Pengolahan data merupakan salah satu bagian dari rangkaian kegiatan

penelitian setelah kegiatan pengumpulan data. Data yang masih mentah perlu

diolah sedemikian rupa sehingga menjadi informasi yang akhirnya dapat

digunakan untuk menjawab tujuan penelitian (Hastono, 2007 dalam Aprina

2015). Terdapat beberapa tahapan pengolahan data, yaitu : Editing, coding,

processing dan cleaning.

3.9.1. Editing

Merupakan kegiatan untuk melakukan pengecekan isian formulir atau

instrument penelitian apakah jawaban dalam instrument itu sudah :

a. Lengkap : semua pertanyaan sudah terisi


b. Jelas : Jawaban pertanyaan apakah tulisannya cukup jelas

terbaca
c. Relevan: jawaban yang tertulis apakah relevan dengan

pertanyaannya
38

d. Konsisten : apakah antara beberapa pertanyaaan yang

berkaitan isi jawabannya konsisten.

3.9.2. Coding

Merupakan kegiatan merubah data berbentuk huruf menjadi data

berbentuk angka/bilangan. Adapun untuk pemberian kode masing-

masing variabel adalah sebagai berikut

a. Karies gigi : 1,karies gigi, 2 tidak karies gigi

b. Pola makan : 1. beresiko, 2 tidak beresiko

3.9.3. Processing

Pemrosesan data dilakukan dengan cara meng-entry data kuisioner ke

paket komputer.

3.9.4. Cleaning

Merupakan kegiatan pengecekan kembali data yang sudah di proses/

di-entry apakah ada kesalahan atau tidak.

3.10 Analisa Data

Data yang telah di peroleh dan di masukan ke Komputer dengan

menggunakan program SPSS akan di analisis secara univariat dan bivariat.

3.10.1 Analisis Univariat

Analisis univariat dalah untuk menjelaskan/mendeskripsikan

karakteristik masing-masing variabel. Dalam penelitian ini variabel

yang di analisis secara univariat adalah, Pola makan, dan Kejadian


39

karies gigi analisa univariat dalam penelitian ini menggunakan

program computer dengan menggunakan persentase (%).

3.10.2 Analisis Bivariat

Analisis Bivariat dalam peniltian inii bertujuan untuk

menggambarkan hubungan pola makan dengan karies gigi

menggunakan uji chi square dengan keputusan uji :

1 Jika nilai P value < (0,05) maka terdapat hubungan yang

signifikan antara kedua variabel dan Ha di terima.


2 Jika nilai P value > (0,05) maka tidak terdapat hubungan

antara kedua variabel dan Ha di tolak.


3 Dalam penelitian ini juga digunakan analisa keeratan hubungan

antar 2 variabel yaitu OR (Odds rasio).

Uji srtatistik yang digunakan adalah uji Chi Square dengan rumus

sebagai berikut (Hastono,2007):

X2 = (O-E)2
E
Keterangan :
X2 = Chi Square
= Jumlah
O = Frekuensi yang diamati (Oserved)
E = Frekuensi yang diharapkan (Expected)

Jika nilai p maka Ha diterima berarti ada hubungan yang

signifikan antara variabel independen dengan variabel dependen

sedangkan jika nilai p > maka Ha ditolak berarti tidak ada hubungan

yang signifikan antara variabel independen dengan variabel

dependen.